Aku berlari sekuat tenaga ke arah halte bus. Semua ini salah CHEN. SALAH CHEN! Tadi malam dia tidak bisa tidur dan menelponku. Lalu memaksaku untuk menemani dia.
Ya walau akhirnya aku yang tertidur
Anehnya ketika aku terbangun, telponan kami sama sekali tidak terputus. Dia tertawa di telponnya dan mengatakan bahwa dia menikmati dengkuran tidurku-_-
Wah…sudah berapa banyak pulsanya habis
Eh tapi dia kan orang kaya
Yaudah si iya
Da aku mah apa.
Kerak nasi di pinggiran magic com
Aku mengatur nafasku saat sampai halte. Berharap semoga saja busnya tidak lama datang
Tidak sengaja aku melihat perempuan dengan kepala menunduk membuat sebagian wajahnya ketutup dengan rambutnya.
Bentar..bentar
Sepertinya kenal..
"irene?"
Sontak kepala perempuan tadi mengarah kepadaku "SEHUNIE!"
Benarkan kalau itu irene. Entah kenapa instingku tidak pernah salah. Lagi pula tas pink stoberinya terlalu mencolok dan terlalu 'irene'
"kau kenapa tadi ha? Menakut nakutiku saja" aku tertawa pelan
Tiba tiba saja dia seperti ingin menangis.
Eh..eh..
Emang aku salah apa?-_-
"aku lagi tidak ingin ke sekolah, kau sehun?"
Ah..jadi dia mau bolos toh. Bilang saja kek. Ngapain seperti mau nangis. Pantas saja dia tidak memakai seragam sekolahnya. Sekarang dia hanya memakai rok mini dan hoodie yang sedikit kebesaran
Imut sih
Cantik juga
Yaudah iya
"aku terlambat. Makanya jam segini aku masih disini"
"kita bolos bareng yuk"
Eh?
Tidak boleh sehun
Ini ajakan setan
"ayolah hun… sekali kali saja ya? Kan kau sudah janji mau mengajakku jalan jalan"
Iya juga sih..
Tapi kan tidak harus bolos juga-_-
Pada akhirnya aku mengangguk pasrah. Sekali kali membuat anak ini senang ya gapapa. Lagian kapan lagi bisa jalan bareng perempuan secantik irene red velvet
"jadi kita mau kemana?"
.
.
.
.
Aku dan irene memutuskan untuk ke lotte world. Dari tadi dia terus terusan saja menaiki wahana yang extreme. Iya sih. Muka boleh pevita, jiwanya tetap limbad.
Sekarang dia sedang main tornado. Aku tidak ikutan. Takut T.T
Jadi irene hanya menitipkan tasnya dan membiarkan aku keliling.
Wah..banyak orang pacaran
Ngomong ngomong disana ada toko boneka. Sepertinya di situ juga menjual beberapa bandul couple. Aku masuk kedalam toko boneka itu dari pada bosan menunggu irene
Lucu ih bandulnya
Sayangnya untuk couple
Kan aku single bahagia.
Ih
Ini apa?
Kok gantungan kuncinya lucu
Gantungan kunci yang ada boneka kecil kelinci putih gitu. Ntah kenapa ingat irene saat melihat ini.
Padahal irene tidak mirip kelinci
Dia mirip singa betina
Serius.
"pak saya beli yang ini ya" setelah memberi uangnya, aku kembali ke wahana tadi.
Dari kejauhan aku dapat melihat wajah khawatir irene "YAK SEHUN! KEMANA SAJA?" lenganku langsung di pukul dengan brutal olehnya. Di mana mana perempuan pukulnya pukul kecil. Irene sekali pukul, kulitku langsung membiru
Luar biasa
Aku tertawa pelan "tidak kemana mana, ini tasmu. Berat tau" irene merebut tasnya sambil cemberut
Kami pulang tetap naik bus. Aku tidak punya cukup uang untuk naik taksi. Bayar taksi sekali bisa untuk bayar bus berkali kali
Ehe
Akhirnya kami sampai di halte. Aku dan irene hanya diam. Aku tidak tau harus membahas apa
"eh bus ku datang"
aku mengangkat kepalaku. Terlihat bus irene yang masih agak jauh tapi sudah lumayan kelihatan. Yah…aku ditinggal sendiri
"yaudah kau hati hati ya. Oh iya" aku mengeluarkan gantungan kunci tadi dan langsung memakaikannya ke tas irene
"apa itu hun?"
Aku tersenyum
"tadi aku tidak sengaja melihat gantungan ini. ntah kenapa aku teringat wajahmu saat melihat kelinci ini" kataku sambil tertawa pelan
Seketika wajah irene memerah
"kau tidak apa apa?" sontak tanganku langsung menangkup pipinya dan menatap wajahnya. Aku hanya memeriksa apakah dia aman pulang sendirian
Dan anehnya wajah dia semakin memerah
"h-hun"
Aku tadinya mau membelikan obat tapi busnya sudah datang "yasudah naik sana, jaga kelincinya baik baik"
Irene tersenyum lebar sampai sampai matanya tertutup "pastinya!"
Sebelum dia naik ke bus, dia mendekatkan badannya ke arahku dan berbisik "aku menyayangimu" sontak aku tersenyum
Dia menaiki bus dan duduk di dekat jendela. Aku melihatnya dan berteriak "aku juga menyayangimu" mendengar itu, mata dia membesar dan wajahnya semakin memerah
Tentu saja aku menyayanginya
Aku menyayangi semua temanku
Geng mosnter, taehyung, irene juga tentunya
.
.
.
Aku menatap bangunan di depanku. Ya sekolah ku. Si tikus tikus got itu menyuruhku untuk kemarkas mereka setelah mereka tau bahwa aku bolos untuk jalan jalan dengan irene. Aku menceritakan semua dari a sampai z
"halo" aku membuka pintu perlahan dan langsung menerima tatapan tajam dari semua member monster
"kalian kenapa…" kataku pelan. Kakiku melangkah ke sofa dan duduk dengan nyaman
Eh tidak nyaman juga
Karena yang lain masih menatapku
"kau bolos demi irene?" kata chanyeol dengan nada kecewa. Ya masa iya-_- mana mungkin aku bolos hanya demi jalan jalan doang
"kau bilang irene imut? Kau lebih imut hun" ini apa lagi si suho-_- sepertinya dia sedang sakau
"aku tadi hanya jalan jalan doang kok. Aku tidak sengaja bertemu dengan irene di halte. Udah"
Tao : ada gucci tidak? /tidak ada tao
Xiumin : kok tidak mengajaku? /kau tidak ngomong
Kris : dia tadi menyentuhmu bagian mana saja. Sialan. Aku patahkan tangannya nanti /eh jangan ey, anak orang
Chen : dia cantik? kau lebih cantik hun /tidak waras
kyungsoo : dia menciummu tidak? Aku robek nanti bibirnya /jangan ey-_-
Tao : ada gucci tidak? /astaga tidak ada tao. Gucci mahal
Mataku tidak sengaja melihat ke arah baekhyun yang sedang termenung melihat keluar jendela sana. Aku menatapnya bingung
"eh baekhyun kenapa?"
"dia mau di jodohkan" kata suho santai
Hah?
Bagus dong
Aku malah kalau bisa juga di jodohkan biar tidak perlu mencari pasangan lagi
"yang ini orangnya" kyungsoo mendekat dan memberi handphonenya ke arah ku. Disana sudah terpampang foto perempuan cantik, putih, dan memiliki mata yang bagus
Cantik kok
Kenapa malah sedih?-_-
"namanya taeyeon. Murid satu sekolahan dengan irene. Dia termasuk member gengnya irene" jelas lay
"oh jadi karena dia member geng irene?" potongku
"bukan itu" akhirnya baekhyun membuka mulutnya "aku menyukai orang lain. Dia ceroboh, polos, selalu membantu orang. Dia putih, tinggi, bahkan lebih tinggi daripadaku, tapi dia penakut. Bahkan aku ingin sekali melindunginya"
Aku mengangguk mengerti. "jadi seperti itu tipe ideal kalian"
"kalian?" tanya chanyeol sambil mengangkat satu alisnya
"iya, kalian menyukai orang yang sama kan? Taehyung yang bilang"
Dapat kudengar baekhyun bergumam 'mulut ember'. Hehe
Sebenarnya akulah yang mulut ember disini
Ehe
"wah beruntung sekali perempuan itu bisa disukai oleh kalian" ceplosku
Suho menyunggingkan bibirnya "maksudnya beruntung?"
"ya walaupun gimana pun kalian itu tampan, kaya, berbakat, bisa bela diri" jujurku
Dan entah kenapa semua member tersenyum hangat ke arahku
Heh-_-
Baru di puji segitu doang
"jadi kau harus bagaimana?" aku menatap baekhyun yang makin uring uringan.
"aku juga tidak tau"
Tiba tiba saja xiumin tertawa "kan tidak mungkin kalau sehun berpura pura jadi pacarnya baekhyun agar perodohan itu di batalkan" yang lain ikutan tertawa setelah mendengar pendapat xiumin
Sontak lampu kecil muncul di atas kepalaku "IDE BAGUS" teriakku
"aku bisa berpura pura menjadi kekasih baekhyun agar perjodohan itu di batalkan" seketika semua di ruangan ini menatap tajam ke arah xiumin. mengutuk pendapat xiumin tadi.
halah, tadi aja semua ikut tertawa
saat aku iyain, semua jadi sinis ke xiumin
maunya apa?
kulihat baekhyun bangkit dari sofanya. Lalu berlutut ke arah cahaya dan mengangkat kedua tangannya seperti berdoa
"terima kasih ya tuhan" gumamnya
Aku memandang baekhyun aneh
"dia kenapa?"
"tentu saja dia sedang bahagia" gumam luhan dengan nada sinis
"guys" panggil chen pelan. Semua menatap ke arah chen, termasuk aku
"sebenarnya aku di jodohkan-"
BUGH
Bantal sudah melayang ke kepala chen
"banyak omong" potong luhan. Lalu lelaki itu keluar dari markas. Aku hampir saja ingin menyusulnya tapi suho menahan tanganku
"dia butuh sendirian sekarang"
.
.
Aku harus beli buku baru. Salahkan anggota monster yang bertengkar pakai bukuku. Suho sudah menawarkan untuk menggantikan bukuku yang mereka rusakin. Tapi aku tidak mau. Sekalian aku sudah jarang ke toko buku belakangan ini
Saat aku masuk, jelas bunyi bell berbunyi
Aku langsung menyusuri bagian buku biologi.
Ah! Dapat juga.
Saat aku berbalik badan, aku tidak sengaja melihat ke arah siswa berseragam sepertiku dan menggunakan gelang geng wings
Aku tau dia siapa
"taehyung!"
Dia terlonjak kaget. Tapi kok, aku lihat lihat dia seperti berpura pura kaget ya. aku seperti merasakan adanya unsur kesengajaan dia berada disini. apa dia menguntitku?
tidak mungkin
tidak mungkin ada yang mau menguntit kerak nasi
"sehunie! Sedang apa?"
Aku menunjukkan buku yang ku beli "kau sendiri?"
aku melihat ke arah buku yang dia pegang. Panduan ibu hamil?-_-
saat tau aku menatap ke arah buku yang dia pegang, seketika dia salah tingkah lalu mengembalikan buku tadi "itu aku salah ambil. Haha"
Apaan-_-
Tidak jelas
"karena kau sudah disini, bagaimana kalau kita minum dulu di café depan" tawarnya. Tidak ada salahnya juga. Lagipula hari ini ibu pulang ke desa jadi aku bisa pulang lama
Aku sudah sampai di café yang taehyung maksud
Taehyung sedang mengantri untuk mendapatkan satu gelas kopi dan satu gelas susu coklat hangat.
Iya
Susu coklatnya untuk aku
Gini gini kan aku masih dalam masa pertumbuhan
"ini hun susunya"
Aku bergumam terima kasih. Dia duduk di hadapanku. Untuk sejenak kami diam dengan pikiran kami masing masing. Entah kenapa aku tidak tau harus ngomong apa kalau bersama dia-_-
Seperti tidak ada topik saja kalau bersama dia. beda lagi kalau bersama member monster. mungkin karena member monster terlampau berisik.
"sepertinya aku akan menyerah saja"
Hng?
"menyerah apa? Ngomong yang jelas dong" omelku. Lagian dia ngomong hanya setengah setengah gitu. Supaya apa? Supaya aku penasaran?
Dia tertawa pelan "menyerah untuk menyukai orang yang kusukai. Sainganku banyak. Member monster kan banyak"
"eh? Aku tidak menyukai orang yang kau sukai kok. Walaupun aku juga member monster tapi bahkan aku tidak tau siapa yang kalian sukai" jelasku panjang lebar
Seketika dia tertawa lebar "bagaimana bisa kau menyukai orang yang kami suka. Kau tidak mungkin menyukai dirimu sendiri kan?"
Hah?
Dia ngomong apa?
Kok berbelit belit begini.
Aku hanya menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Sementara taehyung tertawa. Iya. Dia menertawai kebodohanku. Aku benar benar tidak mengerti apa maksud taehyung
"aku tidak tau apa maksudmu tapi, kau jangan menyerah, mana tau di antara kalian, dia malah memilihmu, bisa saja kan?"
Taehyung tersenyum "aku tidak akan menyerah kok. Mana mungkin aku menyerah kalau orang yang kusukai menyemangatiku untuk tidak menyerah"
Memangnya kapan gadis itu menyemangati taehyung?
Ah..mungkin dia sudah cerita ke gadis itu sebelumnya
.
.
.
.
Taehyung mengantarku dengan motornya sampai rumah. Kali ini tidak ngebut karena hujan deras. Aku sudah menawari taehyung untuk tinggal dulu di rumahku tapi dia tidak mau
Katanya dia takut kelepasan
Kelepasan apa juga aku tidak mengerti
Aku segera masuk ke dalam rumah sebelum aku melihat seseorang menunduk di depan pintu
"lay?"
Lelaki itu mengangkat kepalanya dan tersenyum. Tidak lama wajahnya berubah khawatir
"kau kehujanan"
Yah..dianya baru sadar-_-
Dari tadi woy.
Dia langsung mendorong ku untuk masuk ke rumah. dengan cekatan aku mengeluarkan kunci rumah dari saku celanaku. ketika kami masuk, Aku menyuruhnya untuk duduk di sofa sementara aku mengganti bajuku
Saat aku kembali, aku sudah melihat lay membuka blazer dan kemejanya
"l-lay"
Kenapa aku jadi gugup begini-_-
Aku duduk di sebelahnya. aku lihat dia mengambil sesuatu di tasnya, ternyata buku baru untuk mengganti buku yang mereka rusakin. Ya walaupun aku sudah membelinya tapi tidak apa apa aku ambil juga yang dari lay.
Ngomong ngomong dia pasti sudah menunggu lama
Aku tidak sengaja mendengar suara perut lay yang bergerumuh. Haha
"sehun- itu-"
"iya aku tau, bentar, aku masak dulu" aku melenggang pergi ke dapur. Lalu memasakkan sesuatu untuk aku dan lay
GREP
"apa yag kau lakukan?!" teriakku kaget saat sepasang tangan tiba tiba memeluk pinggangku dari belakang. Dagunya bersandar di pundakku
Aku dapat mendengar lay bergumam "sebentar saja begini"
Sebentar apanya-_-
Selama aku memasak dia sama sekali tidak mau melepaskan pelukannya-_- kan jadinya susah masak.
Tapi ya karena aku chef pro dari italia. Ehe. Jadi semua masakannya selesai
"awas!" aku melepas paksa pelukannya dan menaruh semua makanan ke meja makan. Lay menyengir lalu duduk dan melahap semua makanan yang ku masak
Tidak terasa waktu sudah hampir malam
"apa tidak apa kau pulang jam segini?" tanya ku khawatir. Sebenarnya formalitas doang sih aku tanya seperti itu
"tentu saja tidak bisa! Nanti aku di culik bagaimana?" -_-
Yang ada penculiknya keburu kau patahkan lehernya. Tapi biarlah lay menginap hari ini di rumahku.
Ya bagaimana
Dia memaksa untuk nginap-_-
"kau tidur di sofa, aku tidur di kamar" dia langsung memberi ekspresi 'kok tega?'
Ya lalu bagaimana?-_- tidur satu ranjang? Ya gapapa sih
Ingin saja menyiksa dia
Ehe
Tapi aku tidak setega itu. kan angel sehun. jadi aku dan dia tidur seranjang sekarang.
yang awalnya dia terlentang menatap langit langit kamarku, kemudian dia menhadap ke samping dan dia terus menatapku
Apaansi-_-
Ini yang ku maksud aneh. Lay menatapku dengan aneh seperti sekarang. Sebenarnya aku agak berdegup di tatap intim seperti ini. ya..dia cukup tampan memang.
"kau tidak tidur hah?" dia hanya membalas gelengan. Terserah. Lebih baik aku tidur saja. Tapi handphone ku malah berbunyi
Ada nama baekhyun
"halo baek-"
"yo baek!" ponselku sudah di rebut jangkrik sawah ini-_-
"iya iya…aku menginap di rumah sehun. kita tidur sekamar. Dan seRANJANG"
Untuk apa menekan kata seranjangnya?-_-
heran
bisa kudengar baekhyun mengumpat disana
Baekhyun kenapa?-.-
Ah tidak peduli. Lebih baik aku tidur. Biarkan saja dua jangkrik itu bertengkar yang bahkan aku tidak tau apa masalahnya sampai sampai mereka saling mengumpat di telpon.
Aku sudah setengah tidur, tapi masih sedikit sadar. Cukup sadar untuk mendengar percakapan baekhyun dan lay
"jika begini caranya, aku akan membuat sehun menjadi milikku dengan cara apapun." Kata baekhyun di seberang sana
Aku tidak terlalu yakin dengan pendengaranku karena efek mengantuk. Aku juga tidak terlalu mengerti dengan maksud baekhyun untuk menjadikanku miliknya. Seperti yang aku dengar itu hanya delusi saja. iya
.
.
.
.
TBC
.
.
Makasih banget yang udah mau review ff unfaedah bino wkwk. Bino berkali kali sempet mikir pengen hapus ff ini aja, soalnya setelah bino pikir pikir ff ini ga tentu arah jalan ceritanya wkwk
tapi bino mikir lagi "gue udah sejauh ini, kasian yang nungguin ff Ini. pasti ada 1 atau 2 orang yang nungguin ff ini. gue juga pernah diposisi dimana gue suka banget sama suatu ff tapi di karenakan suatu kondisi, ff itu discontinued. Dan gue kecewa banget. Jadi gue sebagai author ga boleh kecewain readers ff gue. Sekalipun yang minat ff gue Cuma 1 atau 2 orang, seenggaknya harus gue lanjutin sampe tamat."
Iya
Seketika kata kata mutiara itu muncul di otak udang bino begitu aja wkwk.
Oiya, maaf kalo typo bertebaran. Keyboard laptop bino emang kek kutang firaun.
Jadi sekali lagi thanks bgt yang udah mau review ff ini. kadang kalo ada email masuk, mulut udah komat kamit "semoga review semoga review" dan 1 review aja itu udah seneng bgt, apalagi kalo yang review itu bener bener kek dia tulus nyampein kesan pas dia baca ff bino
Rasanya tuh eta terangkanlah pokoknya~
Jan lupa review lagi!unch unch 3
