.
.
.
.
Hari ini. tepat hari rabu dimana anak sekolahan disini memakai seragam yang berbeda dengan seragam hari senin dan selasa. Salah satu hal yang kusuka dari sekolah disini adalah
Design seragamnya bagus
Terutama di bagian blazer
Blazer bewarna hitam dengan kerah bewarna merah. Serta dasi bergaris biru dan hitam.
Tapi sepertinya aku harus merelakan seragam hari rabuku untuk hari ini
Iya.
Aku menenteng plastik besar ke markas monster. ketika aku masuk, seperti biasa, semua member menatap dan menyapaku dengan ramah
Malah sangat ramah
Heran
Aku menjatuhkan plastik besar tadi ke depan semua member monster. langsung saja chanyeol mendekat dan melihat kedalam plastik yang kubawa
"apa ini?" tanya nya mengeluarkan wig dan beberapa hairpin
Aku tersenyum penuh arti. Ini yang kubilang aku harus merelakan seragam favorite hari rabuku. Karena semua ini.
"sebentar ya" aku menyeret plastik tadi ke arah ruangan kecil di sudut ruangan. Iya. Toilet. Sebenarnya ini cukup berat, makanya aku seret.
Bukannya aku tidak kuat
Hanya saja ini sedikit berat
Hanya sedikit, oke?
Setelah beberapa menit aku berurusan dengan isi di plastik ini. aku perlahan membuka pintu toilet dan berjalan hadapan semua member exo
Kalian kenapa menatapku seperti itu?-_- aku colok nih matanya. Mereka semua menatapku dengan pandangan yang..mesum? entahlah. Beberapa member menatapku dengan mulut menganga
Oke
Sebenarnya reaksi mereka sedikit berlebihan
"sehun?" xiumin memanggil namaku begitu lirih
"hm?"
"hun? Pacarku.." lirih baekhyun.
Eh tapi memang aku kan lagi berpura pura jadi pacar baekhyun. Aku bisa melihat wajah murung semua member monster. kenapa coba ah
"baekhyun, kau disini saja. Biar aku ke sekolah taeyeon dan menghadapinya" tegasku
"tapi pacar, apa tidak apa apa? Nanti kamu kenapa kenapa pacar"
PLAK
Aku menatap luhan yang baru saja menampar baekhyun "sehun bukan pacarmu"
Memang iyasih aku bukan pacar asli baekhyun. Tapi luhan tidak harus menampar baekhyun-.- eh tapi tidak apa apa, dari pada mereka adu tonjos
"yaudah aku pergi dulu, bye"
.
.
Dan disini aku sekarang. Taeguk highshool. Sekolahan khusus anak perempuan. dengan perlahan aku masuk kedalam. Kepalaku celingak celinguk memeriksa keadaan
"hey"
ASTAGA
Eh siapa dia?
Kok cantik?
"kau anak baru disini? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya" aku mengangguk ragu ragu. Wajar saja kalau dia hapal dengan seluruh murid di sekolah ini. setauku murid disini hanya 100 lebih orang saja
"ah kenalkan, namaku chaeyoung. Aku ketua osis disini"
"kau cantik" jujurku. Seketika dia tertawa dengan malu dan mengucapkan terima kasih.
Chaeyoung membawaku kedalam sekolah dan tour keliling sekolah.
Luar biasa
Bagaimana bisa sekolah seluas ini hanya memiliki lebih dari 100 murid saja? Mana isinya wanita cantik semua. tidak seperti di sekolahku-_- udah wajah pas pasan, sok preman, malas belajar-_-
Ya kecuali geng monster
Geng wings juga
Termasuk aku
Ehe
"apa kau kenal murid bernama kim taeyeon? Aku sedang mencarinya" tanya ku pelan. Aku harus mengatur suaraku agar mirip wanita
"oh! Taeyeon? Salah satu member girls crush itu kan?"
Hah?
Tadi apa?
Girls apa?
Aku mengangguk dengan ragu. Aku sih tidak tau yang dia maksud taeyeon yang mana. Tapi sepertinya taeyeon yang dia maksud seperti taeyeon yang ku maksud.
Dia lagi lagi membawaku keliling sekolah. Mencari si taeyeon tadi
Seketika kita berhenti di taman samping sekolah. Di sana ada beberapa picnic table. Oh! Itu irene!
"TAEYEON!"
Aku tidak tau yang mana taeyeon. Karena semua menoleh ketika chaeyong memanggil nama taeyeon. Sebelum salah satu wanita di antara mereka maju kedepan
"ada apa, ketua osis?"
"ini ada yang mencarimu" chaeyoung menunjuk ke arahku
Hah aku?
Oh iya memang aku
Aku melirik ke arah irene dengan waswas. Dan sudah kuduga. Dia menatapku dengan cermat. Bisa gawat kalau irene mengenaliku
"ah kau taeyeon? Bisa kita bicara sebentar?"
Wanita yang bernama taeyeon tadi mengangguk dan menyilangkan tangannya di dada. Aura premannya sangat terasa
Seram
"ehm..gini. ini masalah baekhyun"
Ekspresinya berubah ketika aku menyebut nama baekhyun. Sepertinya baekhyun memberi efek besar terhadap wanita di hadapanku ini
Aku melirik ke arah irene lagi
Duh..aku harus cepat
"tinggalkanlah baekhyun. Baekhyun tidak ingin perjodohan itu. dia akan menderita"
seketika taeyeon menyunggingkan senyumannya
kok..
kok suasananya jadi seram gini sih
"kau menyukai baekhyun?" tanyanya sarkastik. Aku menelan ludahku secara tidak sadar. Lalu aku mengangguk dengan ragu
"kalau kau suka baekhyun. Aku kita berlomba. Siapa yang menang, dia akan mendapatkan baekhyun" tegasnya sambil merubah posisi kakinya untuk berdiri
"baiklah" ucapku dengan yakin
"kalau begitu, ayo kita satu lawan satu. Kau boleh memakai jurus apa saja. Tapi harus dengan tangan kosong"
Hah?
Jangan bilang ini dia ngajak berkelahi
Eh seriusan nih
"ayo kita berkelahi satu lawan satu" katanya lagi
Mam? Pus
Walaupun dia wanita, tapi sepertinya tingkat berkelahinya sama dengan irene. Kenapa wanita jaman sekarang berwajah hello kitty tapi berjiwa psikopat
"CUKUP"
Aku melihat ke arah sumber suara tadi. Dan itu baekhyun.
SYUKURLAH
TERIMA KASIH YATUHAN!
"aku harap kau mau membatalkan perjodohan ini" ucap baekhyun tegas
Ngomong ngomong kenapa semua member mengikuti baekhyun-_- kan punya masalah Cuma baekhyun. Aku dapat melihat suho menatap irene dengan tatapan 'kau adalah musuhku'
"tapi kupikir kau menyukainya. Kau tidak protes malam itu" lirih taeyeon. Eh kemana taeyeon yang memiliki aura preman tadi. Kenapa pas ada baekhyun dia berubah feminim
Dasar muka dua-_-
"intinya aku tidak mau denganmu lagi, ayo sehu-ah maksudku ayo serin"
Serin?-_-
Padahal tadinya aku mau menamai diriku selena
Atau tidak miranda
Kan wajahku sedikit mirip orang barat
Ehe
Aku pasrah saat baekhyun menarikku sampai depan gerbang. Sebenarnya ini sudah jam ketiga di sekolah kami. Lebih baik aku pulang saja
"sehun kau mau kemana?"
"pulang" jawabku cuek
"tapi hun, kita harus menemui orangtua ku dulu. aku harus bilang kalau aku tidak mau dijodohkan"
Oh iya, masih ada satu masalah lagi. Aku hampir saja lupa "yasudah, ayo pergi"
Aku dan baekhyun segera pergi meninggalkan tatapan kecewa dari semua member monster
.
.
Ini rumah baekhyun?
Wah..
Besar sekali. Ternyata memang benar kalau semua member monster kaya kaya. Hanya aku saja yang miskin. haha
Pertama tama, halamannya lebar. Disana banyak tumbuhan yang di bentuk bulat atau kotak gitu. Terus ada ayunan yang atasnya di tumbuhi tanaman
Wah…
"sehun- eh maksudku serin, silahkan masuk" katanya mempersilahkan aku masuk. Aku masuk dengan langkah pelan, menatap semua dekorasi rumahnya
Rumah baekhyun lebih ke arah rumah modern. Segala di dalamnya benar benar seperti rumah masa depan. Sangat modern. Pasti barang barangnya mahal
Aku menatap ruang tamunya dan disana sudah ada –sepertinya- ibu dan ayah baekhyun menanti kami.
"serin, kenalkan, ini ayah dan ibuku"
Kan benar tebakanku. Aku membungkuk 90 derajat "hai ahjuma, ahjussi, nama saya serin"
Diluar dugaan. Ayah dan ibu baekhyun tersenyum dengan cerah kearahku. Aku kira aku akan di tampar lalu di usir karena menggagalkan perjodohan putra kesayangan mereka
"oh, jadi kau yang bernama serin? Wah kau cantik"
Aku sweatdrop mendengarnya
Sedangkan baekhyun malah tersenyum bangga ke arahku. Dih-_-
"panggil saja kami ibu dan ayah juga. Kau kan calon baekhyun" ucap ibunya baekhyun bahagia
Aku membalasnya dengan tertawa canggung. Entah kenapa perasaanku tidak enak
"ibu akan mengatur tanggal tunangan kalian"
WHAT?!
Sudah kuduga
Aku menatap baekhyun dengan khawatir. Tapi sepertinya baekhyun senang senang saja mendengarnya-_- heh
.
.
.
Akhirnya aku bisa keluar dari rumah itu. ibu baekhyun terus terusan mendorongku untuk cepat bertunangan dengan anaknya. Bahkan tadinya aku di beri obat perangsang-_- yang –hampir saja- ku minum.
Anehnya baekhyun tidak protes
Dasar curut-_-
Aku masih memakai seragam sekolah taeguk highschool dengan wig berwarna coklat tua. Orang orang tidak ada yang menyadari kalau aku sebenarnya laki laki-_-
Padahal aku tampan
Iya kan?
Iyain aja udah
KRUYUK
Hmz
Padahal tadi aku sudah makan di rumah baekhyun. Makan pizza.
Kenapa perut buncit ini berbunyi lagi? Memang beda ya, perut orang orang seperti geng monster dengan perut orang udik sepertiku
Kalau perut sepertiku, tidak makan nasi berarti tidak makan
Asian boy gitu
Aku memasuki restoran sushi dekat halte. Karena disini sushinya murah dan enak. Yang lain? Enak sih
Tapi mahal
Disana tinggal satu meja yang tersisa.
Terima kasih yatuhan
Aku segera duduk dan memesan beberapa sushi yang paling murah. Ehehehe
Beda ya
Dimana mana orang pesan sushi yang paling enak atau yang paling di sukai
Kalau aku, yang paling murah
Ehe
Beberapa menit setelah aku memesan, akhirnya makanannya sampai juga. Tapi aku merasa ada yang aneh
Bentar
Eh ini kan sushi yang paling mahal!
DARIMANA AKU BISA MEMBAYAR INI SEMUA?!
GAWAT!
Wah…salmonnya gendut. Pasti enak
KAN AKU MEMESAN YANG MURAH!
KOK YANG DI KASIH YANG MAHAL SEMUA?!
Wih..bukannya itu kingcrab?
Wah…
BAGAIMANA INI?!
"hun?"
"eh luhan?"
Kok ada luhan yah?
"aku tidak menyangka kalau kau bisa makan sebanyak ini. dan bukannya ini mahal semua ya? Kau bayar pakai apa?"
AKU JUGA TIDAK TAU KENAPA AKU DI SEDIAKAN MAKANAN MAHAL SEPERTI INI
LUHAN TOLONG T.T
Aku berdiri
"a-aku akan ngomong ke pelayannya" baru sajja aku mau pergi tapi tiba tiba tanganku di tahan luhan. Dan aku di suruh duduk lagi
"kau tidak perlu bayar"
EH?
Hawa hawanya aku akan di traktir nih
Ehe
"kau akan membayarnya?"
"tidak" jawab luhan pendek
Aku sweatdrop-_- ya kalau tidak mau membayarnya terus siapa yang mau bayar hah? Ingin tampar, tapi dia tampan. Eh cantik ding. Belum lagi yang ada aku di pukul sampai babak belur
"untuk apa aku bayar ke restoranku sendiri?"
Hah?
Eh serius ini retoran dia? WAHHHH
Anak monster kekayaannya tidak main main yah
Cuma aku saja yang main main
Kalau begini aku lebih nyaman makan semua makananya. Karena tak perlu bayar lagi. King crabnya benar benar besar. Wah itu kok tahunya sebesar itu? wah salmonya fresh sekali
"luhan!"
Eh?
Tiba tiba ada perempuan cantik –iya cantik- menarik tangan luhan sampai luhan bangkit dari tempat duduknya
"kau sama siapa?! Kau selingkuh!" ucap perempuan tadi dengan marah. wajahnya sudah memerah karena emosi yang ditahannya
Saat aku melihat luhan, dia terlihat santai. Terlampau santai malahan. Eh kasihan itu wanita cantik gitu di cuekin
"kau siapa?"
WAHHHH PARAH
"kau baru saja kemarin malam menciumku! Dan kau bertanya siapa aku?" wanita tadi sudah menaikkan nada bicaranya. Dia sangat emosi sepertinya
"bahkan aku lupa siapa yang kucium kemarin malam"
WAAAHHHHHHH
apaansih
Tangan luhan menarik dengan kasar tanganku. Sampai aku ikutan berdiri. "aku tidak tau kau siapa, tapi dia pacarku, jadi jangan ganggu aku"
WAAAAHHHHHHHH-eh bentar
Pacar?-_-
"siapa yang kau sebut pacar?-_-"
"sudah sayang, ayo pergi" luhan segera menarik tanganku keluar dari restoran tadi. sontak aku memberontak. Tanganku di lepas saat berhasil keluar dari restorannya
"kau kenapa?" tanyanya frustasi
"kau yang kenapa?!" tanyaku lebih frustasi
"untuk apa kau memberontak hah? Kau mau di amuk wanita tadi?" omel luhan tidak kalah emosi
"tapi… tapi…"
"tapi kenapa?" tiba tiba luhan memelankan suaranya. Kali ini terkesan lebih lembut. Sepertinya dia sudah tidak emosi lagi
"tapi makanannya belum habis. Sayang salmon sama king crabnya" cicitku. Dapat kudengar dia menahan tawanya lalu dengan lembut dia membelai rambutku
.
.
.
Karena kejadian tadi, sekarang di tanganku sudah ada satu kg salmon fresh dan satu ekor kingcrab.
HAHHH INDAHNYA MALAM INIIII
Nanti salmonnya mau aku apain yah
Bakar?
Goreng?
"hei"
Aku mengangkat kepalaku dan bertemu pandang dengan segerombolan –sebenarnya Cuma 3 orang- preman. Aku tidak pernah tau kalau disini ada preman
"hei juga" jawabku santai
Preman tadi langsung mengubah mimik wajah mereka seperti ini -_-.
Aku salah? Kan aku hanya balik menyapa
"kau lumayan cantik. Aku tidak keberatan kalau sedikit bermain dengan lelaki. Apalagi secantik ini"
Dia bilang ke siapa ya?
Aku melihat ke belakang sebentar
Oh, tidak ada orang
Berarti dia bilang ke aku ya
"kalau boleh, kita bermain sebentar malam ini ya sayang" kata preman tadi sambil menyunggingkan bibirnya
"maaf, kita tidak pacaran. Jadi jangan panggil aku sayang. Aku tau kau menyukaiku. Tapi aku tidak bisa menerimamu, maaf" aku membungkukkan badanku 90 derajat
Hah
Fansku banyak ternyata
Aku melanjutkan jalanku kedepan. Sontak saja di halang oleh tiga preman tadi. aku menepis tangan preman yang menoba menyentuhku
Tapi mereka terus menyentuhku. Aku sibuk menepis tangan nakal mereka sampai pada akhirnya- "TIDAAAAKKKKK"
BUGH
Tao?
Tao sudah memukul preman tadi satu per satu sampai babak belur. Sedangkan aku? Sibuk menangis. Iya aku cengeng
Aku tidak tau tao datang dari mana. Yang pasti preman tadi sudah pingsan semua. dia maju mendekat ke arahku dan berlutut
Sontak aku di tarik lalu di peluknya. Kepalaku di elus elusnya. Dia bergumam menenangkanku.
"tenang saja, kau aman" ucapnya dengan lembut lalu menatap mataku
"yang mana yang sakit?" dia bertanya sambil menjauhkan kepalanya padaku untuk melihat dengan jelas wajahku
Aku menggeleng pelan
"tidak ada yang sakit? Lalu kenapa kau menangis? Ah , kau pasti ketakutan"
Aku menggeleng lagi
"lalu kau kenapa?" tanya tao penasaran. Tanganku perlahan menunjuk ke arah plastik hitam yang tergeletak dengan mengenaskan disana
"salmonku di injak merekaaaa" dan tangisanku kembali pecah
Tao terdiam sambil memasang wajah datar. Tidak lama di tersenyum dan tertawa kecil.
"kau imut sekali, bagaimana bisa aku berhenti mencintai orang sepertimu"
Eh?
aku dan tao memutuskan untuk pulang bersama
bodohnya
selama ini aku tidak tau kalau rumah tao searah dengan rumahku. Habisnya tao juga selau pulang lama-_- jadi aku tidak pernah melihat dia selama aku pulang sekolah
kita sudah berhenti di dekat rumah tao. Lalu berbincang bincang sedikit dan mengucapkan selamat malam
"kemana saja kau?!" Tiba tiba seseorang muncul dari balik pagar dan membentak tao. Sepertinya itu ayah tao
"bukan urusanmu" jawab tao cuek.
Sepertinya dia bukan ayahnya. Tidak mungkin hubungan mereka sedingin ini
Aku hanya diam memerhatikan mereka sebelum tangan ayah tao terangkat seperti ingin menampar tao. Sontak aku melangkah kedepan tao dan menerima tamparan keras dari bapak tua itu. saking kerasnya sampai sampai aku terlempar dan kepalaku menabrak dinding pagar tao
"AYAH!"
Ternyata memang benar kalau itu ayah tao. Hehe.
Aduh kepalaku sedikit pusing
mataku perlahan tertutup. padahal aku sudah memaksa mataku untuk tetap terbuka. Tapi aku ngantuk sekali rasanya. Dapat kulihat samar samar tao memukul wajah ayahnya lalu mendekat ke arahku
"sehun, sehun! kau akan baik baik saja! Tenang hun!"
Dan semuanya menjadi gelap
.
.
.
TBC
EHEHEHE
GAJE BGT SUMPAH . GA NGERTI LAGI INI JALAN CERITANYA KEMANA. GINI NIH AUTHOR YANG SOK BGT PAIR SAMPE LEBIH DARI 10 PAIR. BAYANGIN AJA NOH GIMANA
