Ugh… aku dimana…
Eh?
Ini mah di rumah sakit.
Oh iya baru ingat kalau aku di tampar ayah tao sampai kepalaku kena dinding pagar rumahnya. Padahal kan aku tidak salah apa apa
Hiks
"SEHUNAH!"
Kenapa harus ada 'mereka' disini-_-
Aku berusaha untuk duduk tapi tanganku ditahan oleh xiumin. "jangan bergerak dulu hun" aku menurut
"kalian kok bisa disini?"
Kai senyum tipis "tao sudah menceritakan semuanya. Kau tau? Kita sangat panik saat tau kau masuk rumah sakit"
Aku melirik ke arah tao dan dia menatapku dengan pandangan menyesal. Dia tidak salah kok. Tapi sepertinya tao punya pemikiran yang bebeda denganku. Soalnya dia langsung keluar dari ruangan ini
"tao.."
"sudah tidak apa apa sehun, lebih baik kau istirahat saja dulu. aku sudah membawakan makanan kesukaanmu" kata kyungsoo membuka beberapa kotak makanan di meja
Ngomong ngomong
Ini kamar vip ya?
Soalnya kan biasanya satu ruangan bisa sampai beberapa orang. Ini hanya aku saja. Dan ruangannya lebar sekali. Aku harus bayar pakai apa..
"kau kenapa hun?" tegur lay
"i-itu…rumah sakit..biayanya….sepertinya ini kamar vip" cicitku pelan.
Para member tertawa kecil "kau tidak perlu khawatir. Saat suho tau kau masuk rumah sakit, bahkan suho hampir menyewa seluruh dokter untuk mengatasimu" kata chanyeol santai
Luar binasa
Itu duit darimana nyewa semua dokter
Aku rasa tiap suho bernafas juga akan menghasilkan uang
.
.
.
Aku memegang perban yang ada dikepalaku sambil berjalan menuju kelas. Sepanjang koridor, semua menatapku dengan pandangan kasihan
Mereka mengkhawatirkanku? Sudah kuduga kalau aku banyak fansnya
Ehe
"kasihan sehun harus ikut permasalahan member monster. sehun masih polos. Tapi harus ikut campur gangster seperti mereka" aku bisa mendengar omongan salah satu murid yang ada di koridor tadi
Wah wah wah
Jadi mereka kasihan bukan karena mengkhawatirkanku?
YAAHHHH
"tao?"
Aku berlari kecil menuju tempat tao. Dia berdiri di depan kelas sambil memasukkan kedua tangannya.
Dasar sok cool
Aku masih dapat melihat tatapan sedih tao padaku "sudahlah, aku tidak apa apa" ucapku meyakinkan dia. Aku melangkah maju lalu memeluknya
Dia sempat kaget
Tapi lama kelamaan dia membalas pelukanku. Aku melepas pelukannya dan tersenyum lembut. Aku melirik ke arah lain dan aku bisa melihat seseorang mengintip kami tapi orangnya sudah pergi
Wah…
Sekolah ini horror juga
"tao, aku masuk ke kelas dulu ya" aku membungkukan badan sebelum meninggalkan dia masuk ke kelas
.
.
.
Aku terpaksa ke kantin sendirian. Member monster? sebagian dari mereka kena hukum karena pecahin kaca ruang guru-_- sebagian lagi aku tidak tau
Aku di tinggal sendirian
Jahat
Tidak sengaja aku melihat taehyung ada disana bersama semua member wings. Mampus. Aku harus apa. Mampus mampus
"sehun!"
Yah
Okedeh gapapa
Aku mendatangi meja tempat geng wings "dia siapa tae?" tanya salah satu member yang rambutnya bewarna mint
Bisa bisanya mereka lupa
Padahal mereka sudah menculikku dua kali-_-
"oh, pacarku"
NGOK
Taehyun tersenyum tipis "mau pesan apa hun?"
Aku menggeleng "aku tidak selera makan. Oh iya, kau tau dimana kai dan baekhyun. Hanya mereka yang aku tidak tau keberadaanya"
"oh mereka bertengkar dilapangan" kata taehyung santai sambil nyomot satu per satu kentang gorengnya
Oh.. bertengkar
Bentar
SIAL-
Pletak
"NGOMONG DARI TADI KEK"
Aku berlari ke arah lapangan. Disana sudah ada beberapa murid berkumpung mengelilingi sesuatu. Aku mengelilingi kerubungan itu panik sambil mencari celah agar bisa masuk
Itu dia!
Hap hap!
Aku merangkak diantara kaki kaki murid disini. Oke. Sepertinya aku berhasil-
Bruk
Ptak
Hiks T.T eomma T T
Akhirnya aku bisa keluar dari kerumunan itu dan berhasil masuk ke arena pertengakaran.
Asek
"KAI! BAEKHYUN!"
Mereka langsung berhenti dan menatapku kaget. Aku mendekati mereka dengan langkah terburu dan langsung menarik tangan mereka keluar lapangan
Dapat kudengar seluruh murid menyorakiku
Apaan-_-
Aku sudah sampai di uks. Aku menyuruh mereka berdua duduk dan mengobati luka bekas pertengkaran tadi
"kalian seperti anak anak" desisku
Bukannya menyesal, mereka malah menatap tajam satu sama lain-_- heh bocah!
BRAKK
Oh si kris
"ada apa kris" kata baekhyun santai
"KALIAN GILA HAH? BERTENGKAR SATU SAMA LAIN!"
Ini bocah bisa marah juga ternyata. Aku mendekati kris dan mengusap punggungnya. Aku hanya tidak mau member monster terpecah belah
"sabar"
Kris tertegun. Lalu menatapku dengan lembut "iya sayang"
HIK-_-
Aku melepaskan tanganku dari punggungnya lalu ke sofa dekat kasur. Tidak lupa aku memukul punggung kris
Kris terkekeh pelan "sebenarnya aku kesini ingin mengabari kalau suho akan mengajak kita liburan ke pulau jeju"
baekhyun dan kai mengangguk setuju "aku juga sedang butuh liburan untuk menghilangkan stress ini" kata baekhyun melirik tajam kai
tuh kan..
"aku tidak bisa"
aku…gimana yah
bukannya tidak mau. Ya kalian juga tau sendiri bagaimana ekonomi keluargaku. Ke pulau jeju pasti mengeluarkan banyak biaya. Aku tidak seperti member monster yang ingus aja keluarnya emas.
Aku kalau ingusan ya keluarnya ingus
"tidak hun, kau harus ikut. Biaya aku yang tanggung. Tenang saja. Aku akan jadi suami yang bertanggung jawab" tegas baekhyun
Rasanya ingin memukul
Hms:)
.
.
.
Saat di bandara, aku sudah mengira akan menaiki pesawat untuk ke pulau itu. tapi aku tidak menyangka kalau pesawat yang di pakai adalah pesawat pribadi suho!
Luar biasa
Aku hanya sanggup beli debu di roda pesawatnya saja
Pertama tama ukuran pesawatnya tidak terlalu besar. Yah.. ala ala pesawat pribadi. Ehe padahal ini pertama kalinya aku lihat pesawat pribadi
Saat aku masuk kedalamnya disana sudah ada logo tulang berbentuk segi enam gitu
..
..
Yaterus?
Lanjut
Kedua, designnya bagus. Kelewat bagus malahan. Sangat modern. Keseluruhan di dominasi dengan warna putih gading
Keren total sih
Yaudah iya
Aku duduk di salah satu kursi penumpang. Di ruangan ini ada baekhyun, luhan lay dan chen saja. Yang lainnya aku tidak tau-_-
Beberapa saat kemudian terdengar aba aba kalau pesawat akan segera lepas landas. Aku berpegangan erat pada kursi saat merasakan getaran aneh. Jujur ini pertama kali aku naik pesawat. Hehe
Saat aku membuka mataku, sudah ada beberapa member exo yang menatapku gemas. Mengejekku hah?-_-
Tabok nih
.
.
.
Kami mendarat tepat pukul 5 sore. Lalu lanjut menuju hotel. Dengan tubuh lemah nan lelah ini, aku berbaring di tempat tidur dan menutup mata. luhan sedang mandi. Sedangkan kris aku tidak tau dia dimana
Aku membuka mataku
Sepertinya hotel tour seru juga hehe
Apalagi untuk hotel sebagus ini pasti banyak hal hal menakjubkan di hotel ini.
Aku memakai sendal hotelku dan beranjak keluar kamar. Tempat pertama yang aku kunjungi adalah….
Lift.
Iya
Entah kenapa saat aku naik lift ada rasa aneh yang menjalar di tubuhku. Mungkin perasaan ini hanya perasaan yang dimiliki orang udik sepertiku
Yaudah
Aku sampai di lantai 3. Di lantai ini ada 2 kamar member monster. kamar kai baekhyun chanyeol dan kamar tao, kyungsoo, suho.
Koridor sangat sepi
Yaiyalah
Kan dikamar semua
Cuma aku aja yang tidak jelas hotel tour sendirian
Udik memang
Saat aku berjalan berbelok menuju lift di sisi barat dan tiba tiba saja aku melihat dua sosok yang sangat aku kenal.
Iya
kai dan baekhyun
Aku mendekati mereka, berniat mengagetkan mereka. Biar surprise aja gitu. Ehe
"kenapa kita jadi saling bertengkar seperti ini?" tanya kai pelan membuat aku berhenti disisi tembok di belakang mereka
Menguping sedikit tidak apa apa lah
"ini karena sehun kita jadi terpecah belah seperti ini?"
WHAT!
Woy biji ketumbar, kan kalian yang bertengkar, kalian yang punya masalah, aku tau masalah kalian saja tidak-_-
Wah wah
Tidak mendidik.
Aku menjauh dari tempat mereka dan menuju ke kamarku. Ntah kenapa di sepanjang jalan mataku terasa panas. Aku hanya tidak ingin mengakui kalau aku- "sehun? kau menangis?"
"ah lay" aku mengusap mataku dengan kasar. Malu sekali harus nangis di hadapan orang. Lagipula ini kenapa ulat sagu ada dikamarku coba
Hiks
"apa ada kris dan luhan?" tanyaku sesenggukan
"tidak ada, sepertinya mereka mencari makanan diluar" jawab lay masih menatapku khawatir. Aku hanya menggeleng lemah dan masuk kekamar
"aku butuh sendiri" tegasku dan menutup pintu kamar
Huft…
Kalau dipikir pikir lagi…
DIMANA LETAK KESALAHANKU?
Padahal selama ini hidupku lempeng lempeng saja. Aku juga tidak pernah di hukum guru. Aku selalu datang ke markas. Aku-aku-aku tidak salah apa apa kok-_-
Lalu kenapa para tikus got itu menuduhku memecah belah mereka?
Yang suruh mereka bertengkar siapa. Malah aku yang melerai..
Dari awal sudah kuduga aku tidak cocok dengan mereka
Mereka kaya, pintar bertengkar, keren keren, sedangkan aku? Udah miskin, bisanya ngepel lantai, udik, hidup lagi.
Aku segera mengambil koperku yang ada di sudut kamar
Dengan lemas aku berjalan menuju kamar mandi, lalu mengambil peralatan kamar mandi seperti odol, sikat gigi, shampo, dan sabun yang dari hotel.
Oiya handuknya juga
Aku juga mengambil beberapa buah dan kopi sachet yang di beri oleh hotel, Lalu aku masukkan ke koper.
Sayang kalau tidak dibawa pulang
Hehe
Aku keluar dari hotel dengan aman tanpa ketahuan member monster. dan sekarang ini masalahnya..
Iya aku kesini tentu tidak dengan tangan kosong. Aku membawa beberapa uang, tapi tidak cukup untuk pulang ke seoul
Pada akhirnya aku terdampar di pinggir pantai dengan koper di sebelahku
Hah…
Tenangnya…
Wah burung camarnya banyak. Wah! Sebentar lagi sunset! Wah…
"SEHUUUUNN!"
"SEHUNAHH"
Hah…
Di saat seperti juga ada suara mereka. Aku menghela nafasku. Apa aku merindukan mereka ya? Dan sekarang aku malah melihat siluet mereka bersebelas, mungkin aku buruh air
"yak! Sehun! kenapa kau pergi?!"
Eh?
Aku menajamkan penglihatanku lagi.
Astaga, itu benar benar member monster! aish
Aku segera berdiri dan membersihkan pasir yang ada di bokongku. Member monster segera berlari menuju ke arahku dengan wajah yang sangat sangat panik
"ya! Aku khawatir sekali saat kris bilang koper mu sudah tidak ada!" suho mengomel panjang lebar setelah mengatur nafasnya karena berlari lari tadi
"oh iya hun" intruspsi kris.
"tidak masalah kalau kau membawa shampo sabun atau sikat gigi dari hotel, tapi handuknya tidak boleh. Aku hampir saja di sangka pencuri oleh hotel. Sebagai gantinya aku harus ganti rugi"
"maaf" cicitku
Kris tertawa pelan lalu menggaruk tengkuknya "haha tidak apa apa. Membiayai calon istri sekali kali"
Apaan coba_-
"aku mau pulang" gumamku sambil menunduk
Tidak lama aku merasakan pelukan dari..luhan? "iya iya ayo kita pulang"
.
.
Sebenarnya yang kumaksud itu pulang ke seoul. Kembali ke rumah. Tapi memang dasarnya para tungau tungau ini tidak peka, jadinya aku kembali ke hotel
Sekarang waktunya makan malam, aku mengunyah makananku dengan pelan. Jujur saja aku masih kepikiran perkataan kai dan baekhyun, apa benar aku penyebab mereka terpecah belah?
"sehun..kau tidak apa apa?" tanya chen lembut
Aku menggeleng lalu berdehem sejenak "aku membuat geng ini terpecah belah ya?" tanyaku menatap wajah member monster satu persatu..
..
..
Mereka tampan ya
NGIK
Oke lanjut
"jujur saja, aku tidak tau masalah kalian apa dan letak kesalahanku dimana. Tapi sepertinya aku tidak cocok di geng kalian"
Mereka mulai saling tatap tatapan. Tuh kan benar. Entah kenapa aku jadi ingin menangis. Aku mulai menundukkan kepalaku lagi
Sepertinya kisahku sampai disini saja
Aku beranjak dari tempat dudukku dan berjalan menuju kamar-"aww"
Aku menatap tajam luhan yang menarikku tiba tiba "mau kemana?" tanyanya santai
"ke kamar lah-_- kalau mau menahanku pelan pelan kek" aku mengusap bokongku karena bertubrukan dengan kursi dengan keras sekali. Haish
Luhan bangkit dari kursinya dan mendekatkan wajahnya ke arahku "aku tidak peduli kau kurang cocok di geng ini atau apa, tapi jangan pergi"
CHUP
WAHHH
WAH WAH
APA TADI
WAH
Aku terbengong sambil memegang dahiku yang barusan dicium luhan. Tidak sampai disitu, satu persatu member mendekat dan menyium seluruh wajahku
Mana kamera?! Mana kamera?! Saya menyerah!
Sudah kupastikan wajahku sangat memerah. Dan semua member malah menatapku sambil menyunggingkan senyumnya
Siapapun tolong saya.
Polisi!polisi!
.
.
Siang ini kami berencana kepantai bersama sama. Dan gilanya, suho menyewa limousin yang hanya untuk transportasi kepantai.
Member monster masih di dalam hotel. Mungkin mengurus sesuatu. Hanya aku yang ada disini. Haha. Ini kenapa mobilnya sangat panjang
Aku mengeluarkan kameraku dan segera mengambil selca. Sedetik setelah aku memeriksa hasil selcaku, semua member monster satu per satu masuk ke dalam limousin
.
.
"WAAHHHH PANTAIIIIII"
Aku berlari ke arah bibir pantai seperti orang udik. Padahal tadi malam aku sudah kesini. Tapi entah kenapa saat siang warna lautnya jauh lebih cantik
Aku mendekat ke arah air, tapi saat airnya yang mendekat ke arahku, aku justru berlari
Sekali lagi
Seperti orang udik
Suho, kris, luhan dan chen sudah membuka baju mereka dan menunjukkan abs mereka yang—
Wahhh
Absnya bagus
Aku berbalik memunggungi mereka dan mengangkat kaosku. Melihat bentuk perutku yang seperti orang busung kepalaran, sebaiknya aku tetap memakai kaosku
Aku kembali bermain dengan ombak sementara member monster bermain voli. Hanya baekhyun yang ada di pondok karena dia tidak mau panas panasan
"AWW"
Sialan kakiku kena bulu babi. Hiks sakit sekali T T. semua member menatapku khawatir karena banyak darah mengalir dari kakiku
"waahh" tiba tiba saja badanku di angkat lay dan di bawa ke pondok. Baekhyun melihat kakiku dengan mata melotot
"bagaimana bisa hun?!" ish. Obatin kek. Malah di omelin. Tapi pada akhirnya dia mengobati kakiku yang sekarang sudah di perban
Suasana sangat senyap. Aku dan baekhyun terdiam sambil menatap member monster yang bermain voli
"baekhyun"
Baekhyun langsung menatapku "aku minta maaf kalau aku menyebabkan masalah di antara kalian. Aku mendengar percakapan kau dan kai di lorong waktu itu. aku..akan mengatakan pada suho untuk keluar dari- WAHH"
Tiba tiba baekhyun mendorongku ke pinggir pondok dan mengunci pergerakanku
"jangan sekali kali kau berencana untuk keluar dari geng ini hun. Kau tidak salah sama sekali. Kami yang salah karena terlalu terobsesi padamu. Aku dan kai sudah setuju untuk mendapatkanmu dengan cara yang adil" ucap baekhyun panjang lebar. Dia masih menggengam erat tanganku
Kurasa tanganku akan memerah. Hiks T.T
Entah kenapa suasana disini jadi agak berbeda. Baekhyun mendekatkan kepalanya ke arahku
Wahhh
Apa apaan ini
"hey menjauh" peringatan kesatu. Tapi dia tidak peduli
"baekhyun! Kau sudah terlalu dekat" peringatan kedua. Dan reaksinya masih sama
"yak! Baek-"
Chup
Peringatan ketiga digantikan dengan dia yang mencium tepat bibirku.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Ehehehe
Saya lama update ya? Ehe maap /sungkem
Jangan lupa review yeps
