"Apakah pria-pria di Amerika benar-benar memiliki penis yang besar seperti di semua film porno?"
.
.
Hehe, nungguin ya?
.
.
Setelah tersedak dengan kopi yang diminumnya, Chanyeol menatap Baekhyun horror. Dia tidak tahu harus menjawab apa padahal jawabannya sudah jelas.
"Paman jawab!~~~" Rengek Baekhyun sambil menggoyang-goyangkan bahu Chanyeol.
Chanyeol berdehem sekilas untuk mengembalikan keadaan otaknya seperti semula, baru mencari kata-kata yang tepat untuk itu. "itu,…"
"Baekhyun! Apa-apaan pertanyaanmu itu?!" Tegur Kakek Park.
"Pak Tua, kau kenapa sih? Akukan penasaran! Lagipula apa yang salah? Kau pria, Paman pria, dan akupun juga pria!"
Huft, tentu saja berbeda! Chanyeol kan seorang top, Kakek Park pria normal, sedangkan Baekhyun berstatus bottom.
"Paman, jawab pertanyaanku?!" desak Baekhyun sekali lagi.
"itu,…" Chanyeol menggantungkan perkataannya untuk melihat ekspresi Baekhyun. Ekspresi penasaran yang luar biasa. Chanyeol lalu bersendekap dan memandang Baekhyun remeh. "Tidak terlalu besar, karna tentu saja milikku lebih besar!"
"aahhh… begitu…" Baekhyun mengangguk-anggukkan kepalanya paham. "Jadi hanya pria berpenis besar saja yang bisa memerankan film porno?"
Chanyeol ganti mengangguk-anggukkan kepalanya. "Yahh… begitulah"
"Baiklah! Akan aku beritahukan kepada teman-temanku kalau penis pria Amerika tidak sebesar penis paman Chanyeol" Ucap Baekhyun sambil mengambil ponselnya dari saku.
Mendengar hal itu, Chanyeol langsung kelabakan dan merebut ponsel Baekhyun yang bahkan layarnya sudah menampilkan sebuah grup aplikasi Chat. "Yak! Kau gila! Itu privasiku!"
"Kalau itu privasimu kenapa kau katakan kepadaku?!"
"Kau yang duluan mengungkit soal penis!"
"Tapi aku tidak menyuruhmu membandingkan penis pria Amerika dengan penismu!"
Skak! Chanyeol baru sadar kalau yang membawa-bawa penisnya adalah dirinya sendiri. Astaga! Dimana harga dirinya akan ditaruh sekarang?!
"Y-yang pasti, kau bilang saja kalau penis pria Amerika tidak begitu besar!" Chanyeol terbata-bata.
"Baiklah, baiklah… siapa juga yang akan peduli dengan penis manusia semacam dirimu?"
"YAK!"
"Jangan berteriak dan berdebat di meja makan!" Lerai Kakek Park.
Chanyeol dan Baekhyun langsung membuang wajah satu sama lain. Sebenarnya memang aturan di meja makan melarang untuk berbicara, apalagi ini masih pagi. Tapi sudah terlanjur juga. Lagipula memang mereka selalu berdebat sejak awal bertemu bukan?
"Baekhyun, jadwal kuliahmu kosong kan hari ini? Antarkan Chanyeol berkeliling kota setelah sarapan!" Perintah Kakek Park selanjutnya.
Bekhyun melotot menatap Kakeknya lalu menggeleng tidak setuju."Apa? Aku tidak mau! Sekalipun jadwal kuliahku kosong, aku ada jadwal kencan!" Baekhyun? Pergi berkeliling kota dengan Chanyeol? Yang ada Baekhyun bisa nekat berkeliling Negara, mencari tempat yang tepat untuk memutilasi Chanyeol lalu potongan tubuhnya ia sebar di perbatasan korea selatan – korea utara.
"Kau pikir aku mau berkeliling kota denganmu?!" Jawab Chanyeol sengit.
"Kalian sudah memperdebatkan ini tadi malam! Lakukan atau aku memblokir kartu kredit kalian! Jangan menjadi kekanakan!" Oke, Kakek Park sudah hampir naik tekanan darahnya gara-gara anak dan cucunya.
"Katakan itu pada si kekanakan yang lebih tua beberapa bulan dariku!" Chanyeol melirik Baekhyun.
"Katakan itu pada si kekanakan yang sebentar lagi akan memimpin perusahaan! Aku ragu gedung utama YC Group tidak akan terbakar karenanya!" Balas Baekhyun tak mau kalah.
Memang keduanya adalah kepala batu.
"Hei, kau tahu bukan kalau aku ini ikut kelas ekselerasi dan menjadi salah satu lulusan terbaik Oxford University? Setidaknya otakku tidak seperti otakmu yang tumpul karena sibuk memikirkan pacar gaymu yang terus berganti sehingga kau masih betah mendekam di bangku kuliah yang seharusnya sudah kau tamatkan tiga tahun yang lalu!"
"Hei Paman Tiang, paling tidak aku tidak melakukan one night stand yang berpeluang untuk membuat seorang jalang mengaku-ngaku tengah hamil karena penis bodohmu! Dan kau bilang aku seharusnya lulus tiga tahun yang lalu?! Tahukah kau paman kalau aku ini warga Negara Korea yang baik yang mengikuti wajib militer sehari setelah upacara kelulusan SMA ku! Karna kewarganegaraanmu juga tertulis sebagai rakyat korea kau seharusnya juga harus pergi wajib militer terlebih dahulu sebelum kau boleh duduk di kursi komisaris milik Kakek!"
Kakek Park memijat pelipisnya, "Yeobo, ayo kembali ke kamar. Aku tidak betah bila harus berhadapan dengan para bocah ini!" Adu Kakek Park kepada istrinya yang sejak tadi sibuk tertawa dengan perdebatan tak bermanfaat anak dan cucunya.
Yuri mengelus punggung suaminya. "aku akan menenangkan mereka." Lalu pergi untuk menepuk bahu Chanyeol dan Baekhyun secara bersamaan. "Baekhyun-ah, ajak pamanmu berjalan-jalan mengelilingi kota." Ucap Yuri kemudian.
"Tapi nenek, aku sudah ada janji kencan dengan pacarku." Jawab Baekhyun sambil men-poutkan bibirnya. Tentu saja, hubungan Baekhyun dengan pacarnya ini masih hangat-hangatnya.
"Kenapa tidak diajak ke rumah saja? Nenek sangat ingin diperkenalkan dengan seorang kekasih cucu tersayang Nenek ini. Kau tahu? Chanyeol tidak pernah membawa pacarnya ke rumah karena tidak pernah terlibat hubungan yang jelas."
"Mom!" sela Chanyeol.
"Jadi Nenek tidak pernah dikenalkan dengan kekasih paman?" Tanya Baekhyun yang dijawab anggukan oleh Yuri.
"Lalu ketika Nenek berkumpul dengan kawan-kawan Nenek, kawan-kawan Nenek bercerita dan membanggakan calon menantunya tapi Nenek hanya diam karena tidak mendapat kejelasan dari paman Chanyeol?" Tanya Baekhyun lagi dan kembali diangguki oleh Yuri.
"Oh, Nenekku malang~" Kata Baekhyun dengan mata berkaca-kaca lalu memeluk tubuh Nenek tersayangnya.
Chanyeol memutar bola matanya malas.
"Tenang saja Nek, akan ku perkenalkan pacarku pada Nenek sehingga Nenek bisa membanggakan cucumu ini karena pintar memilih pasangan! Juga aku akan belajar lebih baik lagi sehingga Nenek dapat membanggakanku di depan teman-teman Nenek kalau aku ini menantu idaman!"
Chanyeol ganti memeolotkan matanya. Apa-apaan maksud dari menantu idaman itu?
"Benar! Kau memang cucu Nenek yang pintar! Dan sebagai cucu yang pintar kau harus mengikuti kata nenek mu, ne?"
"Ne!" Jawab Baekhyun girang mirip bocah sekolah dasar.
"Karena Baekhyun mau mengikuti kata-kata Nenek, maka Baekhyun harus mau Nenek suruh untuk mengajak Paman Chanyeol mengelilingi kota!"
"Ne! Baekhyun akan mengajak Paman mengelilingi kota, karna Baekhyun adalah cucu nenek yang baik!"
"Anak Baik!" Ucap Yuri sambil mengelus surai Baekhyun.
"Ayo Paman!" Baekhyun mengulurkan tangannya kehadapan Chanyeol.
"Ibu benar-benar membiarkan bocah ini keluar denganku?" Tanya Chanyeol memastikan dan hanya dijawab anggukan oleh Yuri, Ibunya.
"Pergilah dengan Baekhyun, Ibu percaya dengan cucu Ibu yang satu ini!" Seru Yuri.
"Paman tenang saja, aku memiliki lisensi untuk mengemudi!" Baekhyun mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia sangat mempercayai keahlian mengemudinya.
"Kau gila membiarkanmu mengemudikan mobil yang akan ku naiki?! Aku tidak mau berakhir tragis dengan menabrak tiang pembatas jalan lalu disusul dengan tabrakan beruntun karena kecerobohanmu?!" Chanyeol menaikan nada biaranya kepada Baekhyun.
"Lalu kau mau apa? Menyetir? Jalanan depan rumah ini saja aku yakin kau belum hafal! Kau hanya tinggal duduk dan mengamati dan aku akan mengemudi dengan baik. Apa susahnya melakukan hal itu?!" Balas Baekhyun tak mau kalah.
Akhirnya Chanyeol hanya terdiam. Ini adalah pagi teribut untuknya dan Ia tak ingin gendang telinganya pecah karena suara cempreng Baekhyun yang berteriak di sekitarnya. Itu adalah alasan utama mengapa ia tak mau pergi dengan Baekhyun. Namun, ia juga tak dapat menghiraukan perkataan ibunya begitu saja.
"Baiklah! Ayo pergi!"
.
.
Baekhyun benar tentang lisensi mengemudi miliknya. Ia mengemudi dengan sangat baik dan Chanyeol mengakui hal itu walau hanya dalam hati. Dari tadi Baekhyunpun sibuk berceloteh tentang bangunan di kanan kirinya. Tempat dimana ia sering nongkrong. Tempat dimana sering ada diskon. Tempat makan favorit kakeknya sampai tempat yang diam-diam menyediakan jasa untuk membesarkan penis pun Baekhyun tahu.
"Ah, penis paman Chanyeolkan sudah besar jadi tidak mungkin mau datang kesana!"
Lagipula mana mau Chanyeol membiarkan penisnya disentuh sembarang orang karena alasan konyol.
"Kau sendiri, suka pergi kesana?" Tanya Chanyeol kepada Baekhyun.
Baekhyun langsung menolehkan kepalanya untuk menatap Chanyeol sekilas. "Aku tidak tertarik. Aku suka penis merah mudaku yang mungil" Jawab Baekhyun sambil menunjukkan senyum bangganya. Ia bangga memiliki penis merah muda yang mungil.
Berbeda dengan Chanyeol yang langsung memelototkan matanya mendengar pernyataan Baekhyun. Bagaimana Baekhyun membanggakan miliknya. Dan bagaimana bayangan penis Baekhyun langsung mampir ke otak Chanyeol.
"K-kau Bangga dengan ukuranmu?!" Tanya Chanyeol memastikan.
"Tentu saja! Itu imut! Semua mantan pacarku selalu suka dengan penisku!"
Chanyeol langsung menghembuskan nafasnya tidak percaya dengan apa yang dikatakan Baekhyun.
"Hei! Semua pria itu menginginkan penis yang besar, dan gagah!"
"Mungkin itu tidak berlaku untukku! Nah! Kita sudah sampai di pemberhentian terakhir! Turunlah!" Baekhyun mengalihkan pembicaraan sedangkan Chanyeol menatap gedung besar dihadapannya.
"Ini gedung utama YC Group!" Jawab Baekhyun sebelum Chanyeol memberi pertanyaan.
Chanyeol langsung turun dari mobilnya namun setelah melihat kembali Baekhyun tidak ikut turun. "Kau tidak ikut turun?" Tanya Chanyeol akhirnya.
"Bukankah sebelumnya aku telah berkata kalau aku ada kencan! Changmin Hyung sekretaris muda Kakek sebentar lagi akan datang untuk melanjutkan tourmu diperusahaan. Oh! itu dia Chanmin Hyung."
Berakhir dengan perkataan Baekhyun ditambah tunjukan tangannya, datanglah seorang pria berpakaian formal dengan tubuh beberapa centi lebih tinggi dari Chanyeol.
Changmin membungkuk formal kepada Chanyeol. "Selamat datang calon presdir!" ucapnya kemudian.
Baekhyun yang melihat Hyung kesayangannya pun segera turun dari mobil dan memeluk Changmin. "Changminie Hyung~!"
"Apa kabar Baekhyunie?" Sapa Changmin sambil mengeratkan pelukannya terhadap Baekhyun.
"Hyung terlalu sibuk akhir-akhir ini sampai lupa menghubungiku!"
Changmin tertawa renyah kemudian "Tentu saja Hyung sedang sibuk, bukankah sebentar lagi Presdir Park akan pensiun?"
"Dan manusia bodoh itu yang akan menggantikannya!" Ucap Baekhyun sambil menunjuk Chanyeol yang mana membuat tawa Changmin pecah. "Sudahlah, aku harus pergi sekarang! Hyung, tolong jaga pamanku! Dia menjadi idiot karena terlalu lama berada di oxford university!"
Changmin menganggukkan kepalanya. "Apapun untuk Baekhyunie!"
"Terimakasih Hyung!" Dan,
Cup!
Baekhyun mengecup pipi Changmin kemudian baru berbalik untuk pergi.
"Dah Hyung~~ Dah Paman~~"
"Hati-hati di jalan!" Changmin berteriak ketika mobil yang dikendarai Baekhyun mulai menjauhi tempatnya berpijak. Changmin lalu mengalihkan perhatiannya kepada Chanyeol. "Nah, sekarang tuan calon Presdir, bagaimana bila dimulai dari perkenalan? Namaku, Changmin. Shim Changmin. Senang bertemu denganmu!"
"Ah, ya! Namaku Chanyeol. Park Chanyeol!"
"Baiklah! Sesuai instruksi dari Baekhyunie mari kita mengobrol sambil melakukan tour di gedung yang luas ini! Apa ada yang ingin kau tanyakan? Tentang perusahaan atau mungkin tentangku. Bagaimanapun saat kau diangkat menjadi Presiden Direktur nanti akulah yang akan menjadi tangan kananmu!"
Mereka mulai melangkah memasuki gedung.
"Berapa umurmu?" Tanya Chanyeol memulai.
"35 tahun!"
"Jadi kau jauh lebih tua dariku? Wajahmu sungguh menipu! Mau ku panggil Hyung?" Sungguh Chanyeol tidak percaya. Wajah Changmin terlihat lebih seperti pria berusia 27-28 tahun.
"Banyak orang yang bilang begitu. Tak masalah kalau kau tidak keberatan untuk memanggilku Hyung! Ngomong-ngomong, Bagaimana rasanya berada di sekitar Baekhyun?"
"Kau bercanda bila mananyakan hal itu. Aku baru bertemu dengannya 24 jam yang lalu dan aku sudah hampir terkena tekanan darah tinggi karenanya!"
Changmin terkekeh atas penuturan Chanyeol. Jelas orang-orang seperti Chanyeol akan merasa jengkel saat awal kenal dengan orang seperti Baekhyun. Changmin pernah mengalaminya dahulu. "Tidak masalah! Aku terkena diabetes karena dia terlalu manis. Masih banyak hal tentangnya yang akan segera kau ketahui!"
"Sepertinya kau dekat dengan Baekhyun!"
Changmin menghentikan langkahnya dan menatap Chanyeol sambil menunjukkan senyum terlebarnya. "Tentu saja! Aku adalah salah satu kandidat menantu keluarga Byun yang diajukan langsung oleh Presdir Park. Dan apabila kau Park Chanyeol, sampai menyukai Byun Baekhyun berarti kau juga adalah sainganku!"
"Ne?!"
.
TBC
.
Yeeyyy akhirnya update walau ceritanya makin aneh! Maaf atas keterlambatannya yang sangat-sangat-sangat-sangat terlambat. Wkwkwk jadi singkat cerita kemaren gua jatoh dari motor dan laptop gua jadi korban jadi nerusin nulisnya nunggu laptop sembuh dulu XD sekalinya update adegannya cuma ceye berantem sama baekhyun. Sebenernya sambil nungguin laptopku sembuh aku nulis beberapa corat coret di wattpad walau kaga ada yang baca XD gapapa dari pada boring username nya sama vivitobenmonggu atau kalo mau chit-chat sama aku bisa dm di instagram vivitobenmonggu atau instagram rl aku witamin89 jadi kalo aku update telat kalian bisa protes disana wkwkwk ok! Sekian, jangan lupa Review dan terimakasih ^^
