"Enyahlah dari sana! Kau merusak pemandangan malamku!"
Changmin tahu Chanyeol menujukan perkataan itu kepadanya, bukan kepada Baekhyun.
Capter ini Chanbaek momentnya udah mulai rada menjurus jadi siapkan kantong kresek sama sandal swallow buat nimpuk authornya wkwkwk.
Tapi bukan Shim Changmin namanya bila tidak bisa membalas perkataan calon boss besarnya itu. Bukannya tunduk, Changmin justru dengan nyalang balik menatap mata bulat Chanyeol dengan tajam. Berbeda dengan Baekhyun yang menatap tajam Chanyeol sekilas lalu kembali menenggelamkan wajahnya di dada bidang Changmin.
"Changmin Hyung biarkan saja dobby amerika itu, dan hanya tatap aku!"
Changmin tersenyum mendengar ucapan Baekhyun dan kembali mengangkat wajah Baekhyun dengan kedua tangannya lalu mendaratkan kecupan kilat di bibir ceri itu. Tentu saja menghiraukan Chanyeol yang menyaksikan seluruh adegan mesra itu.
"Apa-apaan ini? Untuk pertama kalinya Richard Park diabaikan oleh orang lain?!" Bisik Chanyeol terhadap dirinya sendiri.
Ya, Changmin dan Baekhyun saling berpandangan sambil tersenyum seperti orang gila – menurut Chanyeol – selama 1 menit 36 detik sampai suara dering ponsel Changmin menginterupsi semuanya.
"Aku angkat panggilan ini sebentar!" Ucap Changmin sambil mengelus pelan surai Baekhyun yang dibalas Baekhyun dengan kerucutan dibibirnya.
Changmin mencubit bibir Baekhyun sebentar sebelum melangkah sedikit jauh untuk menerima panggilan itu.
Dilihatnya Changmin oleh Baekhyun di sana. Ketika baru mengangkat panggilan itu ekspresi Changmin langsung berubah menjadi tidak mengenakkan. Panggilan itu berakhir dengan cepat. Lalu ketika Changmin kembali menuju Baekhyun dengan langkah sedikit terburu, Baekhyun tahu apa yang akan Changmin katakan.
"Baekhyuni maaf, ada sedikit masalah di kantor jadi aku harus pergi sekarang!"
Selalu seperti biasanya.
Sedikit susah memang bila sedang bermesraan dengan orang yang terkenal disiplin dan pekerja keras.
"Baiklah, hati-hati bila menyetir dan bila sudah selesai Hyung harus lekas pulang ke rumah untuk istirahat" Pada akhirnya, hanya itu yang dapat Baekhyun sampaikan.
Inilah yang Changmin suka terhadap Baekhyun. Walaupun manja dan cerewet luar biasa, Baekhyun selalu memberi pengertian terhadap pekerjaannya dan dirinya yang sedikit memiliki sifat workaholic.
Changmin mengecup dalam dahi Baekhyun sebelum benar-benar pergi dari kediaman Park. Sedangkan Baekhyun hanya dapat menatap punggung tegap Changmin yang menjauh dengan perasaan sedikit kecewa.
"Wah,… kenapa dramanya singkat sekali?"
Ah, kenapa Baekhyun bisa melupakan makhluk yang satu ini? Bukankah dia adalah tokoh utama yang telah mengacaukan segala keharmonisan hidup Baekhyun akhir-akhir ini?
"Yak Byun, aku pernah belajar tentang perfilman sebelumnya. Harusnya pada saat ini kau mengejarnya lalu memeluknya dari belakang sambil berkata jangan pergi, jangan tinggalkan aku! Seperti itu!" Ucap Chanyeol sambil memasang wajah menilai.
Baekhyun langsung menatap Chanyeol tajam tepat di matanya walaupun tatapan itu tak akan bisa membuat Chanyeol gentar.
"Apa-apaan matamu itu?"
"HUEEEEE PAMAN CHANYEOL JAHAAATTT BAEKKI BENCI PAMAN CHANYEOL!"
Tentu saja tatapan tajam tidak mempan. Namun teriakan nyaring dengan nada tangisan siapa tahu mempan.
"Y-y-yak! Apa yang kau lakukan?"
"HIKS HIKS PAMAN CHANYEOL JAHAT KEPADA BAEKKI! BAEKKI TIDAK SUKA PAMAN CHANYEOOOLL!"
"Yak Byun Baekhyun berhentilah menangis! Kau mau seluruh penghuni rumah datang kemari apa?"
Terlambat.
"Astaga Baekki kenapa menangis?"
Yuri telah datang dengan panik ketika mendengar tangisan Baekhyun.
"Neneek…. Paman Chanyeol jahat! Paman Chanyeol mengejek Baekki padahal Baekki tidak melakukan apa-apa kepada Paman Chanyeoooll!" – Baekhyun si tukang mengadu.
Chanyeol gelagapan. Memangnya kapan Chanyeol mengejek Baekhyun?!
"Yak Park Chanyeol! Beraninya kau membuat cucu kesayangan Ibu menangis!"
Matilah Chanyeol sekarang.
~UNCLE~
Malamnya, Baekhyun tidak bisa tidur. Sedikit aneh mengingat dia memiliki spesies yang sama dengan Nobita si juara tidur kelas dunia. Jadi Baekhyun putuskan untuk beranjak dari kamarnya dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas susu.
"Oh, Baekki belum tidur?" Bibi Song di sana, sedang berkutat dengan kompor dan panci.
"Bibi sendiri belum tidur? Lagipula kenapa Bibi berada disini, bukankah anak Bibi sedang sakit?" Baekhyun balik bertanya.
Bibi Song tersenyum simpul sebelum kembali menghadap kompor. "Bibi sedang membuat kaldu untuk menu sarapan besok. Bibi dengar hari ini Baekki tidak makan dengan baik dan Bibi yakin penyebabnya karena rasa masakannya kurang cocok dengan selera Baekki, jadi Bibi kembali kemari dan besok setelah membuat sarapan Bibi akan kembali ke rumah sakit untuk merawat anak Bibi!"
Baekhyun mengerucutkan bibirnya setelah mendengar penuturan Bibi Song. "Bibi tidak lelah? Baekki memang kurang cocok bila memakan selain masakan Bibi dan Eomma, namun bukan berarti Baekki tidak bisa memakannya. Seharusnya Bibi tetap menjaga anak Bibi dan tidak perlu menghawatirkan Baekki!"
Hati Bibi Song menghangat setelah mendengar ucapan Baekhyun. Bibi Song memang sudah bekerja di kediaman Park sejak remaja, jadi tidak heran jika Bibi Song sudah bagaikan anggota keluarga Park walaupun posisinya hanya sebatas kepala pelayan. Dan yang paling dekat dengannya tentu saja Baekhyun. Wanita paruh baya itu masih ingat dengan jalas bagaimana Bekhyun kecil sering memeluknya untuk mendapatkan strawberry cheese cake buatannya, dan berkata kalau ia adalah ibu kedua Baekhyun.
Bibi Song menghampiri Baekhyun dan mencubit kedua pipinya gemas. "Aigoo~ memangnya kau bukan anak Bibi? Katamu kau putra sulung keluarga Song!". Bibi Song lalu kembali berkutat dengan pekerjaannya sambil tersenyum.
"Bibi benar! Dan Baekki sudah lama tidak melihat adik Baekki! Itu salah Bibi yang membuat adik Baekki sekolah di sekolah berasrama jadi Baekki putuskan hukuman Bibi adalah memperbolehkan Baekki menjenguk adik Baekki!"
"Eh, bukankah Baekki besok ada kuliah?"
"Baekki ada kuliah pagi tapi setelah itu kan Baekki tidak ada acara apapun!"
"Baiklah kalau begitu, besok Baekki boleh menjenguknya! Sekarang Bibi mau Tanya, apa tujuan utama Baekki ke dapur?"
Baekhyun menepuk dahinya sendiri saat ingat ia telah melupakan tujuan utamanya datang ke dapur. "Ah, benar! Baekki mau minum susu karena Baekki tidak bisa tidur!"
~UNCLE~
Baekhyun akhirnya kembali ke kamarnya setelah berbincang kecil dengan Bibi Song di dapur dengan segelas besar strawberry milk shake ditangannya padahal ini sudah cukup larut untuk menikmati minuman itu.
Hanya kurang dua meter sebelum Baekhyun dapat meraih pintu kamarnya. Seharusnya begitu sampai sebuah tangan menariknya ke sebuah lorong yang menuju balkon dan menghimpit tubuhnya di sisi tembok lorong tersebut.
"Yak Paman Chanyeol apa yang kau lakukan?! Strawberry milk shake ku jadi tumpah!" Ucap Baekhyun garang karena tidak terima minuman favoritnya tumpah barang setetes.
Itu memang Chanyeol.
"Puas dengan apa yang kau lakukan hari ini?!"
"Memangnya apa yang aku lakukan?" Balas Baekhyun dengan wajah berpikirnya dan matanya yang mengerjap beberapa kali?
"Gara-gara kau –" Ucapan Chanyeol tiba-tiba terhenti.
Entah kenapa Baekhyun malah menutup matanya rapat saat Chanyeol menunjukkan jari nya tepat di wajahnya. Sebenarnya sih Baekhyun trauma bila ada yang menunjuk wajahnya dekat-dekat, karena waktu kecil temannya menunjuk wajahnya seperti itu lalu dengan tidak sengaja karena Baekhyun terdorong kedepan oleh temannya yang lain alhasil jari itu menusuk matanya.
Tapi yang lebih mengherankan lagi dari, kenapa Chanyeol tak bisa melanjutkan kata-katanya?
"Kenapa Paman diam?" Ucap Baekhyun lirih sambil membuka sebelah matanya untuk mengintip Chanyeol.
Namun bukannya menjawab, Chanyeol justru meraih wajah Baekhyun dengan kedua telapak tangannya dan menyatukan bibir mereka berdua.
'cup'
Baekhyun otaknya kosong seketika. Disatu sisi ia mulai sedikit mengantuk, disatu sisi yang lain Baekhyun sedang berusaha mati-matian agar milkshake strawberry di tangannya tidak tumpah karena pergerakan tiba-tiba Chanyeol. Dan disisi yang lainnya lagi sebenarnya Baekhyun tidak mengerti apa yang sedang Chanyeol lakukan. Apa ini semacam kecupan selamat malam karena Chanyeol hanya menempelkan bibirnya. Tapi durasi penempelan bibir ini terlalu lama bila dianggap kecupan.
Sedangkan Chanyeol. Chanyeol sedang menikmati acara penempelan bibir itu. Bibir Baekhyun walaupun tipis namun terasa sangat pas dengan bibirnya. Baekhyun benar-benar wangi dan aroma strawberry milkshake yang menghalangi agar kedua tubuh mereka tidak saling menempel juga menambah suasana. Biasanya ketika Chanyeol berciuman yang tercium oleh indranya hanya bau pekat alcohol dan parfum menyengat lawannya. Belum lagi sensasi lipstick yang aneh berbeda dengan bibir Baekhyun yang lembut bagi eskrim.
Perlahan Chanyeol menggerakkan bibirnya. Namun tak berlangsung lama karena baru dua kali melumat bibir Baekhyun, Chanyeol langsung mendapatkan kesadarannya kembali.
Chanyeol melotot manatap wajah Baekhyun yang masih berada tepat dihadapannya.
"Paman sedang apa?" Tanya Baekhyun polos bagaikan tidak ada yang terjadi baru saja.
'tok tok tok' "Baekhyun-ah kau sudah tidur?"
Suara Yuri terdengar sedang mengetuk pintu kamar Baekhyun. Wanita itu tidak tahu saja jika cucunya dan putranya sedang berada di koridor balkon yang berjarak beberapa meter dari kamar mereka berdua.
Namun mendengar suara Yuri, membuat Chanyeol refleks mendorong tubuh Baekhyun agar menjauh darinya. Hal itu membuat strawberry milkshake yang dari tadi dijaga Baekhyun tumpah hampir seluruhnya ke piama jingga motif wortel milik Baekhyun.
"HUUEEEEE PAMAN CHANYEOL MENUMPAHKAN MILKSHAKE KU KE TUBUHKU HUUUEEEEE PAMAN CHANYEOL MEMBENCIKUUU HUEEEEE HUUUEEE!"
"PARK CHANYEOL APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN TERHADAP CUCUKU!"
~UNCLE~
"Baekhyun-ah, aku minta maaf bila yang akan aku katakan akan menyakitimu, tapi kita…" Eunwoo menghembuskan nafasnya dalam sebelum mengucapkan lanjutan kalimatnya "Mari kita putus saja!".
Baekhyun sudah berada di universitas tempatnya menuntut ilmu. Pagi ini dia mogok berbicara dengan Chanyeol apalagi berdebat denganya namun Baekhyun tetap menatap Chanyeol dengan tajam tanpa beralih sedikitpun. Tentu saja karena insiden milkshake strawberry nya tumpah tadi malam, Baekhyun masih tidak bisa menerimanya.
Namun saat ini, Baekhyun sedang berada di salah satu taman universitasnya bersama kekasihnya Eunwoo yang baru saja mengakhiri hubungan mereka. Namun bukannya bersedih Baekhyun malah tersenyum lebar.
"Kau sudah menemukan orang yang kau cintai? Benarkah? Siapa? Siapa? Kenalkan padaku! Ayolah Cha Eunwoo!" Ucap Baekhyun menggebu-gebu.
Eunwoo terkekeh kecil "Kau yang mengenalkanku padanya bagaimana kau bisa lupa?!"
"Kau benar-benar bersama dengannya, benarkah? Ooh aku senang sekali kita harus merayakan ini! Kita bisa makan bersama! Oh tidak, tidak, kita harus menonton film bersama atau menonton konser bersama! Atau kita bisa –"
'cup'
Eunwoo tersenyum lembut setelah mengecup bibir Baekhyun singkat. Dipegangnya erat kedua bahu sempit Baekhyun dan di tatapnya dalam-dalam mata sipit yang selalu berbinar-binar itu.
"Baekhyun-ah, kau adalah orang yang baik! Aku akan selalu menyukaimu seperti biasanya."
"Aku tahu hal itu! Semua orang menyukaiku, aku bisa membuat pria lurus menjadi belok, aku tahu itu semua. Tapi berhentilah menyukai ku karna kau sudah punya orang baru yang kau suka!"
Baekhyun mengerucutkan bibirnya. Kenapa semua mantannya bilang begitu. Bila sudah berpaling ya berpaling saja. Jangan malah sudah berpaling tapi masih menyukai Baekhyun. Baekhyun berasa seperti orang jahat kalau seperti itu.
Namun Eunwoo malah terbahak ketika mendengar pernyataan Baekhyun. Ia memeluk erat Baekhyun kemudian karena terlalu gemas.
"Aku tidak bisa berhenti menyukai mu! Kau terlalu menggemaskan!"
"Aku juga tahu kalau aku menggemaskan!"
"Hahahaha!"
"Sudah cukup! Berhentilah tertawa dan memitingku Cha Eunwoo! Aku pikir Paman Kang sudah menjemputku!"
Eunwoo melepaskan pelukannya terhadap Baekhyun dan mencubit hidung bangir Baekhyun pelan. "ahh,… sayang sekali padahal aku ingin mengantarkanmu pulang!"
"Oh, tidak! Aku mau ke rumah sakit dahulu ada seseorang yang harus ku jemput! Sebaiknya kau lanjutkan pendekatanmu sampai kau bisa menyandang status pacaran lagi! Fighting!"
"Baiklah! hati-hati di jalan!" Eunwoo mengusak rambut Baekhyun sebentar sebelum membiarkan Baekhyun menjauh dari pengelihatannya.
"Terimakasih pernah berbagi kasih denganku Byun!" Ucap Eunwoo lirih ketika punggung sempit Baekhyun sudah tinggal bagai titik kecil di kejauhan.
~UNCLE~
Baekhyun berjalan menuju mobil yang sudah ia hafal dengan benar yang sedang menunggunya di depan pagar universitasnya. Namun, kenapa Paman Kang tidak keluar dari mobil? Apa ia sedang pergi ke toilet? Atau punggungnya sakit lagi? Paman Kang memang sedikit keras kepala bila disuruh beristirahat. Lagipula Baekhyun bisa membawa mobil sendiri.
'cklek'
Eh, pintunya tidak dikunci. Berarti Paman Kang memang sedang berada di dalam mobil.
Akhirnya Baekhyun membuka sendiri pintu mobil itu dan duduk di jok penumpang. Pasti sebentar lagi Paman Kang akan meminta maaf berkali-kali padanya hanya karna tidak membukakannya pintu mobil.
"Kenapa kau duduk disana!? Kau kira aku sopirmu apa!"
Eh, kenapa suara Paman Kang jadi lain.
Baekhyun memajukan tubuhnya untuk melihat siapa gerangan yang sedang duduk di depan kemudi. Lagipula Baekhyun yakin ia tidak salah mobil.
"Eh, kenapa kau ada disini?!" Tanya Baekhyun dengan suara sedikit meninggi.
"Menjemputmu tentu saja! Paman Kang ada keperluan mendadak jadi Ayah menyuruhku menjemputmu! Cepat pindah tempat dudukmu sekarang!"
"Ishhh!"
Baekhyun menggerutu. Sungguh dia malas berhadapan dengan pamannya ini. Tentu saja karena insiden strawberry milkshake nya tadi malam.
Chanyeol mendengus kasar mendengar gerutuan Baekhyun. "Kau masih marah karena insiden tadi malam? Okay! Aku minta maaf! Aku terlalu terlarut dalam suasana sehingga tidak menyadari apa yang tengah aku lakukan! Lagipula kenapa juga tadi malam kau memejamkan ma –"
"Kau menumpahkan strawberry milkshake ku!" Bentak Baekhyun keras dengan wajah marahnya yang super imut.
Apa? Jadi Baekhyun marah karena strawberry milkshakenya yang Chanyeol tumpahkan? Astaga Chanyeol pikir Baekhyun marah karena insiden Chanyeol yang dengan sembarangan menciumnya. Tapi ternyata ciuman itu tidak terlalu berharga untuk Baekhyun bila dibandingkan dengan strawberry milkshakenya.
"Jadi dari pagi kau marah hanya karena strawberry milkshake mu?" Tanya Chanyeol tidak percaya.
"Itu bukan hanya karena strawberry milkshake! Tapi karena strawberry milkshake yang kau tumpahkan!" Baekhyun setengah berteriak.
"Astaga! Kau –"
Ini kesalahan Chanyeol. Menunjuk Baekhyun lagi tepat di wajahnya dan membuat Baekhyun menutup mata lagi. Chanyeol mana tahan bila melihat wajah Baekhyun yang sedang menutup matanya takut yang terlihat begitu imut itu.
"AAgghh! Aku bisa gilaaa!"
Baekhyun membuka matanya dan mengerjapkan matanya bingung melihat Chanyeol yang sedang menjambaki rambutnya sendiri.
"Paman sedang apa?" Tanya Baekhyun sekali lagi. Polos.
Chanyeol menghembuskan nafasnya kasar kembali menjernihkan pikirannya. "Ayo kita pulang!" Ucapnya kemudian. Singkat dan jelas.
"Tidak! Kita ke rumah sakit. Aku ingin menjenguk anak Bibi Song!"
Chanyeol menghela nafas pasrah. Tidak apalah menunda waktu istirahatnya daripada mendengar Baekhyun merengek karena keinginannya tidak dikabulkan.
~UNCLE~
"Bibi Soooongg!" Baekhyun dengan tidak tahu malunya berteriak sambil berlarian di dalam rumah sakit.
"Baekki! Kau benar-benar datang? Astaga! Oh, Tuan Muda Chanyeol juga datang!" Bibi Song langsung membungkukkan badannya ketika mengetahui Chanyeol berjalan di belakang Baekhyun.
"Iya tadi Paman yang menjemputku karna Paman Kang ada urusan lain!"
"Ah… Kalau begitu maaf bila membuat Tuan Muda repot!" Ucap Bibi Song sambil membungkukkan badan sekali lagi.
"Tidak apa-apa bukan masalah."
"Jadi, apa adik kecilku baik-baik saja?" Tanya Baekhyun kemudian.
Bibi Song tersenyum lembut sambil menganggukkan kepalanya. "Oprasinya berjalan sukses! Dia sedang tertidur sekarang efek obat bius!"
"Ah… begitu!"
'sreek' pintu di belakang Bibi Song terbuka. Menampilkan pemuda jakung yang baru saja keluar dari ruangan tempat anak Bibi Song dirawat.
"Noona sedang berbicara dengan siapa?" Tanya pemuda itu ke Bibi Song.
Bibi Song tersenyum mengerti situasi "Ah… kenalkan ini adik bungsu Bibi dan ini Baekhyun dia –"
"Jadi kau Byun Baekhyun?" Potong pemuda itu cepat. Matanya berbinar-binar saat melihat Baekhyun.
Baekhyun mengangguk beberapa kali. "Iya! Aku Byun Baekhyun tapi Bibi Song dan orang-orang dirumah lebih sering memanggilku Baekki!"
"Aku mendengar banyak hal tentangmu! Kau kuliah di jurusan seni musik kan? Aku adalah produser lagu di Win Entertaiment!"
"Wooaaa Hyung adalah produser di Win Entertaiment! Agensi besar itu? Hyung benar-benar keren!"
Pemuda itu lalu mengulurkan tangannya kepada Baekhyun. "Senang bertemu denganmu Baekki! Aku Song Mino!"
Dan Baekhyun menerima uluran tangan itu dengan senyuman lebar dan mata berbinar-binar. "Aku Baekki!"
Adakah yang ingat kalau Chanyeol masih disana dan mengamati semua kejadian yang baru saja terjadi? Dan Chanyeol juga seorang pria yang mengerti tentang arti tatapan tertarik pada mata pria lain.
Sial! Apa-apaan tatapan Song Mino itu kepada Baekhyun! Rasanya ingin ku congkel saja mata itu!
TBC
Hehehehe update… terimakasih ya buat yang selalu setia menunggu ff aku. Maaf juga karna aku selalu terlambat update. Soalnya emang sering aku buat ulang kalo aku ga sreg sebelum di publish. Maaf keun bila ada typo saya malas mengecek ulang karena udah malem besok masih sekolah wkwkwk. Btw happy maljum semuanyaaa… jangan lupa reviewnya yaahh… love youuu.
p.s. yang minta Baekki ciuman sama bang kaChang itu udah terlaksana kan… itu aku tambahin ciuman sama Ceye plus Eunwoo wkwkwk
