Baekhyun itu mesum sekaligus polos. Tukang cari rusuh, tukang debat, cerewet luar biasa, suka menempel bagai lintah kepada para pria tampan, manja, kekanakan, dan sayangnya Baekhyun itu juga imut dan cantik berlebihan.
Itulah yang dipikirkan Chanyeol saat ditanya Mino bagaimana tentang Baekhyun.
Ngomong-ngomong, Baekhyun sedang menjenguk anak bibi Song sedangkan Chanyeol pergi mencari kopi dengan Mino. Chanyeol tidak buta musik omong-omong. Cita-citanya dulu juga menjadi produser musik sebelum ia ingat kalau ayahnya sungguh membutuhkan kehadirannya untuk mengurusi perusahaan. Untungnya Mino juga termasuk orang yang ramah dan mudah bergaul.
"Jangan dekat-dekat dengan Baekhyun. Tekanan darahmu bisa naik secara mendadak dan kau bisa mati muda!" Pada akhirnya hanya hal itu yang Chanyeol katakan kepada Mino.
Mino terkekeh geli mendengarnya. Selera humor Chanyeol tidak buruk juga. "Tapi, aku masih sedikit ragu kalau kau itu paman Baekhyun! Kau terlalu muda untuk menjadi seorang paman."
Chanyeol meminum sedikit kopinya sebelum menjawab perkataan Mino. "Kau tau? Presdir dari YC Group itu, adalah orang yang hebat! Saking hebatnya dia bisa menjadikan seorang gadis yang berusia jauh lebih muda darinya untuk dijadikan istri. Dan atas dasar hal itulah aku lahir. Entahlah, mungkin ayahku dulunya seorang raja atau bagaimana aku juga tidak mengerti!"
Mino kembali tertawa atas ucapan Chanyeol. Gaya bicara Chanyeol jelas berbeda dengan gaya pakaiannya yang terkesan angkuh dan kaku. Sedangkan Chanyeol tiba-tiba memikirkan sesuatu. Apakah Baekhyun tahu kalau Chanyeol melarikan diri darinya saat ini? Jangan-jangan Baekhyun saat ini sedang mencarinya sambil menghaturkan sumpah serapah yang nantinya akan pria setengah bocah itu adukan kepada Yuri.
"PAMAN CHANYEOOLLL!"
Wah panjang umur anak ini – Chanyeol. Dengan tidak tahu malu Baekhyun berteriak di dalam kafe sambil menghentak-hentakkan kakinya dengan bibir mengerucut. Untungnya semua pengunjung disana tidak ada yang menyangka kalau bocah itu sebenarnya sudah lewat umur dua puluh. Chanyeol jadi tidak perlu merasa terlalu malu.
Sibuk menutup wajahnya dengan buku menu, Mino menggantikan Chanyeol untuk menenangkan Baekhyun yang sepertinya sedang kesal.
"Baekhyuni! Sini duduk dulu! Baekhyuni mau pesan apa? Biar Hyung yang pesankan."
Baekhyun lalu menatap Mino dangan mata berbinar-binar. "Baekki bisa pesan apa saja?"
Mino mengangguk kecil sambil tersenyum yang mana membuat Baekhyun mengembangkan senyumannya.
"Baekki mau strawberry milkshake, strawberry cheese cake, smootie strawberry, toaster dengan keju, tiramisu, dan donat!"
Untung Mino kaya, jadi Mino dapat langsung memesankan keinginan Baekhyun tanpa berpikir dua kali.
"Kau gila Byun! Kau baru mengenalnya empat puluh lima menit yang lalu dan kau sudah memerasnya?" Bisik Chanyeol ketika Mino baru saja berlalu untuk memesankan makanan Baekhyun.
Baekhyun lalu merengut sambil memandang Chanyeol dengan alis mengerut. "Mino hyung sendiri yang menganggukkan kepalanya!"
"Tapi kau sekarang sedang bersama pewaris YC Group! Mau dibawa kemana wajahku nanti?" Desis Chanyeol tajam.
"Lalu, kalau aku meminta semua itu kepada Paman memangnya Paman mau mengabulkannya?" Balas Baekhyun dengan wajah mengejeknya.
"Tentu saja tidak! Bila berat badanmu tiba-tiba naik di pagi harinya aku yang akan terusik dengan jeritan-jeritan super feminimmu!"
Baekhyun menggeser tubuhnya untuk menatap pamannya. "Paman, asal kau tau, pertama aku tidak peduli kalau berat badanku naik. Kedua AKU TIDAK FEMINIM!"
"Oho! Lihat saja kalau nanti kau benar-benar gendut!" Chanyeol tersenyum mengejek sedangkan Baekhyun hanya cemberut sambil memajukan bibirnya beberapa centi.
"Akan aku adukan kau kepada nenek!"Ancam Baekhyun sambil memasang mata melototnya.
Chanyeol menciut. Ibunya itu terlalu sayang kepada Baekhyun dan sialnya, kenapa akhir-akhir ini Baekhyun jadi tukang mengadu? Kemarin saja Baekhyun mengadukan Chanyeol yang tidak sengaja menjatuhkan toples kaca berisi dua ekor ikan badut milik Baekhyun. Akhirnya Yuri menghukum Chanyeol dengan menyuruhnya mengembalikan kembali kedua ikan itu ke dalam air. Menggunakan tangan kosong. Dihadapan para maid.
"Oke-oke baiklah" Akhirnya, Chanyeol hanya pasrah. "Kau boleh melakukan apapun, sungguh. Tapi jangan mengadu dan jangan mengatakan apapun tentang pikiran jorokmu itu. Entah itu penis, sperma, atau bokong bulat yang kenyal. Apapun itu yang dapat merusak harga diriku sampai ke akar. Oke!"
"Aku boleh melakukan apapun semauku?" Tanya Baekhyun dengan mata menyelidik.
"Apapun"
Baekhyun lalu tersenyum sambil menjulurkan tangannya. "Deal!" Dan Chanyeol hanya bisa menggapai tangan itu sambil mengucapkan kata yang sama.
"Ada apa ini? Kalian dari jauh terlihat seperti sedang membicarakan sesuatu yang serius!" Mino datang sambil membawa nampan pesanan Baekhyun.
Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum imut. "Bukan apa-apa. Paman Chanyeol baru saja berjanji untuk membelikanku puppy setelah ini. Benarkan Paman?" Ungkap Baekhyun dengan senyum evilnya.
Chanyeol memelototkan matanya. Dapat melakukan apapun semaunya bukan berarti harus membuatnya bangkrut juga. Sekalipun Chanyeol calon presdir bukan berarti Chanyeol punya banyak uang sampai harus menuruti segala macam permintaan Baekhyun dan Chanyeol yakin Baekhyun tidak hanya akan meminta seekor puppy. Hei, Chanyeol masih calon presdir bukan presdir. Bahkan Chanyeol sekarang masih dalam tahap magang di perusahaan ayahnya.
"Oh, jadi setelah makan kalian akan langsung pergi? Kenapa terburu-buru sekali?"
"Tidak kok, Hyung. Kalau Hyung mau Hyung boleh ikut untuk membantu ku memilih puppy aku pasti akan sangat senang."
Setelahnya mereka berdua sibuk berbicara dan bercanda tanpa menghiraukan Chanyeol yang merengut memikirkan bagaimana agar dapat menghindari si Byun Pengacau Baekhyun.
~UNCLE~
Jika disuruh memilih, sebenarnya Chanyeol akan lebih senang bila Mino ikut terlibat dalam konspirasi Baekhyun untuk memoroti Chanyeol. Siapa tahu dengan senang hati Mino mau membelikan Baekhyun puppy dan akhirnya membebaskan Chanyeol dari pengeluaran uang dengan jumlah yang tidak sedikit. Ayolah, presdir YC Group itu sebenarnya sedikit (atau sangat) pelit kepada anaknya sendiri. Tapi sialnya Mino mendadak ditelpon oleh seseorang dari agensinya untuk membicarakan comeback solo seorang artis agensi itu.
Tapi jika dipikir-pikir, Chanyeol juga tidak terlalu suka dengan Mino. Kenapa? Hanya karena awal pertemuan. Awal pertemuan Mino dengan Baekhyun Mino bisa langsung mendapat senyuman cerah dan langsung akrab dengan Baekhyun.
Bedakan dengan awal pertemuan Chanyeol dengan Baekhyun. Baekhyun langsung menjambak rambutnya sampai helai-helainya rontok di genggaman Baekhyun. Mengingatnya saja sudah membuat Chanyeol bergidik ngeri.
"Paman, aku mau yang ini!" Baekhyun membuyarkan lamunan Chanyeol degan menenteng seekor anak anjing besar berjenis welsi corgi. Berwarna coklat caramel dan putih seperti di film-film.
"Mulai sekarang namamu adalah Mongryeong dan aku akan memanggilmu Mong Mongie!" Ucap Baekhyun kepada anak anjing itu seolah-olah Ibu yang baru saja memberi anaknya nama.
"Silahkan mengisi administrasinya dulu. Tuan!" Ucap seorang pegawai disana.
Chanyeol hanya diam sambil berjalan ke tempat pengisian administrasi diikuti Baekhyun di belakangnya.
Sementara Baekhyun sibuk bermain dengan anjing barunya, Chanyeol sibuk mengisi kertas administrasi. Karena mereka membeli anjing itu di tempat organisasi pecinta binatang, tentu saja ketentuan dan syarat yang harus mereka penuhi lebih banyak. Pusing Chanyeol rasanya harus mengisi data-data yang super banyak itu di tambah Baekhyun yang berisik sekali menurutnya.
'kling'
"Selamat datang!"
Sepasang pelanggan baru datang. Chanyeol melirik sebentar. Sepasang suami-istri ternyata. Dan si istri sedang hamil sekitar lima atau enam bulan.
Saat Chanyeol melanjutkan pengisian kertas administrasi, Baekhyun menarik kecil ujung jasnya. Chanyeol baru sadar kalau Baekhyun tiba-tiba jadi diam.
"Paman, ayo pulang!" Pinta Baekhyun lirih.
Chanyeol berdecak karena yang harus ia isi masih banyak dan sepertinya Baekhyun sudah tidak sabaran. "Tunggulah sebentar lagi!" Ucapnya kemudian.
"A-aku ingin pulang. Hiks"
Chanyeol terhenyak. Suara Baekhyun yang bergetar serta isakan lirihnya membuat Chanyeol terpaku. Saat Chanyeol berbalik untuk melihat keadaan Baekhyun, yang Chanyeol lihat hanyalah Baekhyun yang menunduk dalam seolah ingin menyembunyikan wajahnya dengan sebelah tangan memeluk Mongryeong erat sedangkan tangan yang lainnya masih memegang kecil ujung jas Chanyeol. Chanyeol bisa lihat bahwa tangan dan bahu sempit itu bergetar.
"Aku ingin pulang paman" Ucapnya lagi lirih hampir berbisik.
Melihat Baekhyun seperti itu entah mengapa Chanyeol tidak suka. Akhirnya ia kembali menghadap petugas di depannya yang sepertinya juga terkejut atas tangisan Baekhyun.
"Bisa aku langsung saja menandatangani formulir ini?" Tanya Chanyeol kemudian.
"Uh, i-iya tuan!"
Mendengar jawaban dari petugas itu langsung membuat Chanyeol membalik lembar terakhir formulir administrasi tersebut dan membubuhkan tanda tangannya.
"Terimakasih!" Ucap Chanyeol cepat dan langsung menarik tangan Baekhyun menuju mobil.
Chanyeol tidak mengerti. Biasanya ketika Baekhyun menangis hanya untuk membuat Chanyeol jengah Baekhyun akan menangis keras-keras sampai semua orang mendengarnya. Baekhyun pun tidak peduli akan tangisannya yang terdengar cukup memekakkan telinga itu, karna memang itu tujuannya. Membuat semua orang menghampirinya lalu orang-orang itu akan menyalahkan Chanyeol karena telah membuat Baekhyun menangis.
Tapi kini kedaannya berbeda. Seolah Baekhyun sedang menahan tangisnya kuat-kuat. Seolah Baekhyun tak ingin seorangpun tahu bahwa air matanya akan jatuh. Seolah Baekhyun tak mau memperlihatkan luka yang disimpannya.
Kenapa? – Chanyeol bertanya dalam hati.
Di dalam mobilpun suasananya tiba-tiba menjadi sangat tenang. Baekhyun yang biasanya berceloteh panjang lebar kini hanya sibuk memeluk kedua kakinya sambil memandang ke luar jendela. Mongryeong sudah berada di kandangnya di jok belakang. Dan Chanyeolpun tak berani angkat bicara. Ia terlalu kikuk untuk menghadapi sisi Baekhyun yang baru ia ketahui.
Baekhyun yang senang memendam perasaannya sendiri, lalu menangis diam-diam.
Mobil Chanyeol telah memasuki pekarangan rumah, lalu berhenti tepat di pelataran depan pintu utama.
"Baek, kita sudah sampai." Ucap Chanyeol sebelum menyadari Baekhyun tertidur dengan posisi yang sama seperti sebelumnya.
Chanyeol segera keluar dari mobil, lalu membukakan pintu untuk Baekhyun.
"Tuan muda, ada yang bisa saya bantu?" Paman Jang menghampiri untuk menawarkan bantuan. Namun Chanyeol tetap diam untuk menatap lamat-lamat wajah tertidur keponakan besarnya.
Bekas airmata masih tersisa di sana, dan Chanyeol tidak buta untuk tidak mengetahuinya.
Akhirnya, Chanyeol membuka sabuk pengaman Baekhyun dan memutuskan untuk menggendong koala Baekhyun oleh dirinya sendiri. Paman Jang terlihat mengerutkan dahinya. Ia merasa masih cukup kuat untuk membopong Baekhyun yang tertidur dalam mobil seperti biasanya, merasa tidak perlu untuk membuat tuannya bertindak sendirian.
"Kemana Ayah dan Ibu?" Tanya Chanyeol kemudian.
"Mereka pergi sejak sejam yang lalu dan sepertinya akan pulang petang nanti atau mungkin esok hari"
"Aku akan membawa Baekhyun ke kamarnya, Paman tolong urusi anjing baru Baekhyun di jok belakang"
Paman Jang menganggukkan kepalanya mengerti, lalu Chanyeol segera beranjak untuk menuju kamar Baekhyun.
Untuk pertama kalinya Chanyeol menginjakkan kaki ke kamar keponakannya itu,bau stroberi khas Baekhyun langsung tercium. Pernak pernik antik seperti kotak musik dan foto-foto dengan bingkai lama pun menghampiri inderanya. Dreamcatcher biru menggantung di jendela dan sticky notes yang hampir memenuhi meja belajar.
Chanyeol merebahkan Baekhyun di ranjang besar itu lalu melepaskan sepatu yang Baekhyun kenakan. Setelahnya Chanyeol mendudukkan dirinya di ranjang samping Baekhyun dan mengelus surai itu pelan.
"Ada apa sebenarnya denganmu?" Tanya Chanyeol pelan.
"Eung" Baekhyun menggeram rendah dalam tidurnya sambil sedikit menggeliat, lalu matanya yang sayu perlahan terbuka.
"Paman…" Ucapnya.
Chanyeol langsung memposisikan dirinya untuk setengah tidur di samping Baekhyun .
"Hmm… ada apa?"
Lalu perlahan Baekhyun melingkarkan lengannya di pinggang Chanyeol dan menenggelamkan wajahnya di dada pamannya itu.
"Paman di sini dulu ya? Aku tidak mau sendirian." Baekhyun meminta sambil mengeratkan pelukannya dipinggang Chanyeol.
Chanyeol lalu mensejajarkan wajahnya dengan Baekhyun dan mengelus pipi keponakannya perlahan. Halus, itu yang dapat Chanyeol rasakan. Sampai matanya menangkap bibir semerah ceri yang sudah pernah ia cicipi walau singkat.
Perlahan, Chanyeol mendekatkan bibirnya dengan ceri itu dan melumatnya pelan. Baekhyun tidak menolak justru membalas ciuman itu disela tidurnya yang terusik.
Perlahan Chanyeol membaringkan tubuh Baekhyun yang sebelumnya miring karena harus memeluknya. Sidikit menindihnya, lalu memperdalam ciuman mereka dengan menelusupkan lidahnya, tak lupa tangan nakalnya yang mulai masuk ke dalam pakaian Baekhyun dan bermain-main pada kedua puting di sana. Sekali lagi, Baekhyun tidak menolak, justru Baekhyun ikut menjulurkan lidahnya untuk membalas lidah nakal Chanyeol.
Perasaan membuncah yang Chanyeol rasakan. Chanyeol tidak yakin kalau ia bahagia akan ini. Namun ini terasa familiar.
Chanyeol melepas ciumannya dan Baekhyun kembali larut ke alam mimpinya. Sepertinya Baekhyun tidak pernah benar-benar sadar akan ciuman itu. Padahal bibirnya sudah mulai memerah bengkak dengan liur yang hampir tercecer kemana-mana.
Bukan masalah, Chanyeol yakin Baekhyun sudah cukup lelah akan hari ini. Mungkin Chanyeol akan mencari tahunya nanti, hal yang membuat Baekhyun menangis. Jujur, Chanyeol tidak suka melihat Baekhyun menangis. Dan ketika Baekhyun menangis pelan seperti tadi, Chanyeol membencinya.
Namun, yang menjadi masalah saat ini adalah perasaan tidak nyaman yang saat ini Chanyeol rasakan.
"Sial! Aku terangsang!"
TBC
Oke, jadi ceritanya Mino bukan pihak ketiga. Dan konflik pertamanya baru dimulai. Sebenernya ff ini mau aku update waktu ultahnya Ceye, tapi aku mengerti kalian udah nungguin ff ini sampe lumutan jadi begitu jadi langsung aku post jadi kalo ada typo mohon dimaklumi karna aku males baca ulang buat ngedit hehe :D.
Yang nunggu NC keknya aku bakal post ff oneshot (cerita lain yang ga ada sangkut pautnya sama UNCLE) buat ultah ceye ntar. Entah itu aku post pas ultahnya ceye atau setelahnya. Tungguin aja.
Oke para readers ku yang unyu-unyu macem ***nya Baekhyun. See you next capter ^3^
