Capter ini ngedrama. Muntah ditanggung pembaca.
Baekhyun adalah sosok yang misterius dibalik sikap konyolnya. Itulah yang dapat Chanyeol tangkap setelah berbicara dengan kakak tirinya, Taeyeon.
"Baekhyun memang sosok yang ceria, sampai setelah ujian masuk universitas dulu ketika Baekhyun berada pada tingkat akhir sekolah atas. Dia tiba-tiba menjadi sosok yang murung dan sering melamun walaupun pemikiran konyol masih ada pada otaknya.
Sebelum upacara kelulusan, Baekhyun berangkat bersama teman-temannya untuk berlibur ke Jepang. Dan setelah pulang dari Jepang tiba-tiba Baekhyun memutuskan untuk tidak melakukan pendaftaran ulang di perguruan tinggi incarannya dan malah memilih untuk pergi melakukan wajib militer.
Hanya itu. Ketika pulang dari wajib militer Baekhyun kembali menjadi Baekhyun yang ceria dan konyol seperti dulu walau sekali dua kali aku masih menemukannya duduk melamun"
Begitulah penjelasan yang dijabarkan Taeyeon saat makan malam keluarga usai dan orang-orang mulai melakukan aktivitas lainnya seperti kakek Park dan menantunya yang bermain catur, atau Baekhyun yang menonton film horror ditemani Mongryeong.
Mungkin sesuatu terjadi ketika masa-masa ujian masuk universitas.
Sudah hampir sebulan setelah peristiwa Baekhyun menangis lalu hampir melakukan hal yang iya-iya bersama Chanyeol. Dan sudah sebulan juga Chanyeol terkadang menemukan Baekhyun sekali duakali melamun saat tak banyak orang disekitarnya.
Baekhyun berhenti menceritakan tentang pacar-pacar tampannya dan kegiatan malam panas mereka ketika sarapan, dan itu sukses membuat kakek Park-pun mengerinyit heran walau tak benar-benar memikirkannya.
Lagipula pada waktu sarapan hari ini Baekhyun masih dapat menggerutu tentang pernikahan Justin Bieber sambil berkata kalau cita-citanya merasakan penis bintang besar itu sudah tidak memiliki harapan juang lagi.
Bukankah itu cukup untuk menjadi tanda kalu Baekhyun masih sehat-sehat saja?
~UNCLE~
"Yak paman Chanyeol, kau kan satu-satunya pengangguran di rumah ini. Antarkan aku kuliah! Aku sudah hampir terlambat dan hari ini ada kuis! Pamaaaaannn!"
Bahkan sekalipun Baekhyun masih suka membuat suatu ajang perdebatan dengan Chanyeol, pada akhirnya Baekhyun akan tetap menyusahkan Chanyeol lagi dan lagi.
"Aku sedang malas! Minta antar paman Kang sana!" Jawab Chanyeol acuh sambil terus memakan kripik kentangnya dengan mata menatap layar telivisi.
"Paman Kang sedang menghantar Kakek dan aku tidak mau menunggu pesanan taksi! Ayolah paman pengangguran! " Namun Baekhyun masih terus merengek.
"Tidak mau!" Jawab Chanyeol singkat, padat, jelas.
Baekhyun menatap Chanyeol tajam sambil sedikit memajukan bibirnya.
"NENEEEEEKKKK! PAMAN CHANYEOL TIDAK MAU MENGANTARKU KE KAMPUS DAN DIA SEDANG BERMALAS-MALASAN!"
"CHANYEOOOLLLL!"
~UNCLE~
"Paman punya waktu sampai tiga jam kedepan untuk menjemputku pulang. Kalau setelah tiga jam paman tidak menjemputku, aku akan mengadukan paman ke nenek, Oke! Daaahh!"
Dan berakhir Chanyeol akan tetap kalah dengan ancaman aduan Baekhyun karena ancaman itu memang tidak main-main. Baekhyun tidak akan segan mengadukan Chanyeol kepada Yuri bahkan hanya karena masalah kecil seperti Chanyeol tidak sengaja menumpahkan kopi pada selai stroberi Baekhyun atau tidak sengaja melihat Baekhyun berganti pakaian ketika memanggil anak itu untuk makan malam. Lalu Yuri yang telalu menyayangi cucunya itu tentu akan membuat ketidak sengajaan yang Chanyeol buat berakhir mengerikan.
Tiga jam bukanlah waktu yang singkat namun juga bukan waktu yang panjang. Apabila harus kembali ke rumah maka waktu itu hanya akan terbuang-buang lebih dari separuhnya hanya untuk perjalanan. Akhirnya Chanyeol memilih berjalan-jalan di daerah sekitar kampus Baekhyun. Tempat berbelanja, café, dan banyak tempat penghabis waktu lainnya berjejeran.
"Hey, Richard?"
Lalu ketika Chanyeol sedang asik menyusuri kawasan itu seorang wanita menepuk punggungnya sambil memanggilnya Richard. Chanyeol mengenalnya. Atau mungkin sedikit merindukannya.
"Oh, hai Rose! How are you? What are you doing here?"
Rose. Teman kuliah Chanyeol dulu. Salah satu yang terdekat karena mereka sama-sama warga Negara Korea, juga karena Rose adalah orang kedua yang pernah menghabiskan malam dengan Chanyeol. Yang pertama? Chanyeol tidak ingat karena saat itu ia sedang mabuk. Chanyeol hanya ingat sensasinya bukan wajah orang yang telah mengambil keperjakaannya.
"Hei, aku berada di Korea lebih lama daripada dirimu harusnya aku yang bertanya seperti itu!" Jawab Rose deangan nada marah main-mainnya.
Chanyeol terkekeh geli kemudian mengelus rambut panjang Rose sekilas. "Kau benar-benar datang ke Korea karena menerima perjodohan?"
"Seperti yang kau lihat" Jawab Rose dengan senyum mengembang dan sedikit kedikan bahu. "Lagipula dijodohkan ternyata tidak seburuk yang ada di novel-novel!"
Chanyeol mengangguk kecil tanda mengerti sebagai balasan.
"Lalu, kalau aku mengajakmu berkeliling daerah sekitar sini selama beberapa jam kedepan, apa tunanganmu akan marah?" Tanya Chanyeol kemudian.
Rose terkikik kecil. Rasanya tidak pernah ia dapatkan Chanyeol sesopan ini selama ia mengenal pria jangkung itu.
~UNCLE~
Menghabiskan waktu dengan teman lama. Ya, itulah yang sedang Chanyeol lakukan saat ini. Mengesampingkan Chanyeol dan Rose pernah berada dalam satu ranjang yang berderit, toh Chanyeol dan Rose tidak pernah benar-benar berkencan.
Perasaan yang mereka miliki jauh lebih apik dari perasaan sebuah hubungan yang berawal dari bertemu, berdekatan, memadu kasih, bertengkar, putus, lalu menjadi orang asing. Perasaan akan sahabat karib.
Mereka menceritakan banyak hal. Mulai dari kegiatan masing-masing saat ini, atau sekedar membahas masa lalu.
Sebenarnya, persahabatan yang mereka miliki tidak hanya tentang mereka berdua. Selain keduanya, ada Kris si tonggos, Johnny yang mirip Jojo dari film Horton Hears a Who, dan Wendy Song si diva kampus.
Chanyeol menceritakan pada Rose kalau sekarang Kris mantan pujaan hatinya sudah menikah dengan pria bermata panda asal China dan tinggal di Negara asal Kris di Canada lalu mengangkat seorang putra disana bernama Mark. Johnny sedang berada di Thailand untuk mengejar pujaan hatinya, seorang model yang sayangnya juga pria bernama panjang yang sangat panjang namun memiliki nama panggilan sepuluh. Sedangkan Wendy si diva kampus sekarang bergabung dalam sebuah orchestra terkenal di sana.
"Kalau dipikir-pikir teman kita banyak yang memutuskan untuk menjadi gay, kau tidak tertarik Chanyeol?" Tanya Rose kepada Chanyeol yang sedang menikmati kopinya.
"Tertarik untuk apa?"
"Menjadi gay!"
"uhuk! Yak, kau gila bertanya seperti itu? Aku masih normal!"
"Memangnya kenapa? Pria asia yang berstatus bottom juga banyak yang manis. Bila di Amarika kau hanya akan menemukan pria kekar untuk status bottom. Jadi tidak ada salahnya kan?"
"Kau benar-benar sudah tidak waras. Apa perjodohan sudah mengubah akal sehatmu? Bukankah dulu kau sedikit homophobic?"
Rose tertawa keras mendengar tanggapan Chanyeol. Pria ini, benar-benar tidak berubah. Selalu mengelak apa yang dibenarkan hatinya, lalu suatu hari ia akan termakan omongannya sendiri.
Rose masih ingat ketika Chanyeol berkata bahwa ia tidak akan tertarik dengan pria manis, lalu dikeesokan harinya Chanyeol melongo ketika tidak sengaja melihat video salah satu member boy grup terkenal korea exo, Byan Baixian di laptop Johnny.
"Aku menjadi homophobic karena tidak terima para pria bertubuh seksi harus menjadi bottom!"
"Lalu kenapa kau tidak menghadiri pernikahan Kris kalau bukan sikap homophobic-mu itu?"
"Itu karena aku masih belum merelakan pujaan hatiku bersanding dengan orang lain. Lagipula aku mengirimkan ucapan dan hadiah kok!"
"Dasar wanita."
Untuk sekejab suasana sedikit hening karena Chanyeol sibuk dengan kopinya sedangkan Rose sibuk membalas pesan tunangannya. Sampai Rose menyadari ada sesuatu yang terlupakan.
"Hei Richard, bukankah katamu kau harus menjemput keponakanmu? Jam berapa kau akan menjemputnya?"
Lalu Chanyeol baru sadar apa yang seharusnya ia lakukan saat ini. Segera Chanyeol melirik jam tangannya dan mengumpat setelahnya.
"Sial! Aku terlambat. Kalau begitu aku pergi dulu! Kau tidak apa-apa kan aku tinggal sendiri?"
Rose hanya mengangguk. "Sampaikan salamku kepada keponakanmu!" Ucap Rose kemudian sebelum Chanyeol berpamitan dan pergi dengan tergesa-gesa.
Belasan panggilan tidak terjawab dan puluhan pesan yang kebanyakan berisi spam dan umpatan dari kontak yang sama membuat Chanyeol melajukan mobilnya dalam kecepatan tinggi. Walaupun jarak kampus Baekhyun dan café tempat Chanyeol singgah tadi tidak seberapa jauh, namun tetap saja Chanyeol terlambat hampir 30 menit. Akan sangat berbahaya jika Baekhyun mengadukan keterlambatannya kebada sang ibu.
Setelah sampai di kampus, Chanyeol langsung melesat ke area taman tempat mereka berpisah tadi. Dan Baekhyun disana, duduk berdampingan dengan seorang pria namun tingkah keduanya tak menggambarkan kalau keduanya akrab ataupun baru berkenalan.
Chanyeol turun dari mobilnya dan segera menghampiri Baekhyun. Tapi ketika Baekhyun tinggal 7 meter dari tempatnya, Chanyeol menyaksikan pria itu menangkup pipi Baekhyun dengan Baekhyun yang meronta ingin menjauhkan diri dari pria itu.
Saat itu pula, emosi Chanyeol tersulut.
~UNCLE~
Baekhyun menggerutu sebal. Sudah 15 menit ia menunggu Chanyeol untuk menjemputnya pulang. Sudah berkali-kali ia mengirim pesan atau mencoba menghubungi Chanyeol. Tapi Chanyeol sama sekali tidak membalas pesannya ataupun mengangkat telponnya. Membuatnya berspekulasi yang tidak-tidak.
Apa paman Chanyeol berniat balas dendam?
Apa paman Chanyeol kesasar?
Atau jangan-jangan paman Chanyeol diculik?
Namun Baekhyun dengan cepat menyanggah spekulasinya yang terakhir.
"Eii! Kenapa juga penculik mau repot-repot menculik pengangguran malas macam orang itu?!"
Tahu begini Baekhyun tadi harusnya mau saja diantar oleh Mark Tuan. Mantannya.
"Baekhyun,…"
Tiba-tiba punggungnya ditepuk pelan, dan Baekhyun tidak pernah lupa bau parfum dan suara itu walaupun sudah lama sejak mereka bertatap.
Itu Lee Junki, senior favoritnya. Dulu.
"Baekhyun, bisakah kita bicara sebentar?"
"Maaf Hyung, tapi aku harus segera pulang mengingat aku sedang sibuk!"
"Tapi kau sudah duduk disini selama 15 menit. Aku mengenalmu Baekhyun. Kumohon, jangan coba menghindar!"
Pada akhirnya Baekhyun tidak bisa mengelak lagi.
"Ada apa Hyung menemui ku?" Tanya Baekhyun lirih pada akhirnya.
Sungguh canggung, sampai-sampai rasanya Baekhyun ingin melenyapkan diri dari tempat itu. Susah payah Baekhyun menghindar dari sang senior selama bertahun-tahun tapi kini seniornya itu justru datang kepadanya dan membuat perasaan Baekhyun berantakan.
Namun kecanggungan tampaknya juga menyelimuti Junki. "Itu… kau… menghilang beberapatahun terakhir ini. Apa kau…."
"Aku pergi untuk melaksanakan wajib militer setelah hari kelulusan SMA dan memutuskan untuk menunda kuliahku." Potong Baekhyun cepat. Saat ini berbicara dengan tenang tanpa tergagap atau bergetar terasa amat sulit baginya.
Junki tersenyum kecut menanggapi Baekhyun. "Benarkah? Aku kira kau sangat bersemqangat untuk masuk universitas!"
"Tadinya… Aku pikir lebih cepat lebih baik sehingga aku tidak perlu memiliki tanggungan pergi ke kemiliteran di kemudian hari." Baekhyun memelankan suaranya. Nyaris berbisik.
Junki diam-diam merepalkan telapak tangannya. "Kau… tidak sedang menghindariku kan?"
"Aku hanya ingin pergi, apa tidak boleh?"
"Maafkan aku Baekhyun."
Baekhyun menggigit bibir dalamnya, mencoba sebisa mungkin untuk tidak menangis. Persaannya terasa kalut, ia ingin pergi jauh dari sana walau dalam hati kecilnya masih ingin memeluk sosok senior favoritnya tersebut. Orang yang benar-benar berjasa bagi Baekhyun sehingga Baekhyun mengerti apa itu cinta dan apa itu kehilangan.
"Hyung, aku harus pulang!" Ucap Baekhyun lirih. Namun ketika Baekhyun hendak beranjak dari kursi taman kampus itu, tangan Junki menggapainya lalu mengatakan kalimat yang benar-benar tak pernah Baekhyun sangka akan keluar dari bibir sang senior.
"Baekhyun, aku tahu kau masih mencintaiku begitupula aku. Mari kita membangun semuanya dari awal lagi, kita masih punya kesempatan untuk bersama. Tidakkah kau juga menginginkanku seperti aku menginginkanmu?"
Dan dengan kalimat itu pula, emosi Baekhyun terpancing. Jadi dengan mata yang mulai memburam oleh air mata, Baekhyun menghempaskan tangan jungki dengan kasar.
"Kau gila Hyung?! Kau sudah punya istri dan bahkan istrimu sedang mengandung! Apa maksudmu dengan memintaku kembali? Membuatku jadi orang jahat disini?!" Tidak, Baekhyun bukanlah orang jahat yang merampas milik orang lain sekalipun hal itu sebenarnya adalah miliknya. Bagaimanapun, ia sudah tidak memiliki hak lagi.
Junki dengan sigap menangkup kedua pipi Baekhyun lalu menatap mata anak itu dalam-dalam. "Tidak Baekhyun, tak ada yang salah darimu, kau bukan orang jahat. Jangan berkata seperti itu."
Dan setetes air mata Baekhyunpun jatuh tapi Baekhyun masih mencoba untuk mengelak. Ia benar-benar tak ingin lagi berhubungan dengan yang namanya Lee Junki. Tidak setelah semuanya.
Elakan Baekhyun membuahkan hasil ketika tangan lain menarik Baekhyun menjauh dari Junki. Baekhyun mulai hafal dengan aroma ini. Orang yang selalu menjadi lawan debat Baekhyun. Orang yang secara tidak langsung memiliki darah yang sama dengannya.
Seseorang yang bagi Baekhyun mulai sedikit banyak mencampuri kehidupannya.
Bahkan ucapannya terdengar mutlak tanpa menerima bantahan sedikitpun. Orang yang tak pernah Baekhyun sangka akan berbicara dengan tegas mengeluarkan kata-kata yang tak pernah Baekhyun pikirkan.
"Jangan kau berani menyentuh kekasihku!"
Itu Park Chanyeol.
TBC
Saia tahu ini sangat telat tapi saia Cuma bisa minta maaf atas keterlambatannya. Ternyata jadi kelas 12 itu capeknya minta ampun padahal tugasnya sama kegiatannya ga sebanyak waktu kelas 11 dulu. Btw besok aku udah USBN :") maaf juga yang tentang ff yang aku bilang mau aku share waktu ultahnya ceye karena ff yang menurutku udah cocok buat di up tersebut malah hilang jadi ini aku tulis ulang kalo ada kesempatan di sela-sela waktu aktivitas dan istirahat siapa tau bisa di up dikemudian hari TT TT maaf juga kalo ada typo soalnya udah malem jadi ga bisa baca ulang buat ngoreksi karena harus segera bobok biar besok ga telat USBN nya… jangan bosen-bosen mantengin sama ngereview UNCLE ya… walaupun update nya suka telat aku usahain bakal terus update sampe end. Soalnya aku ngerti rasanya ditinggal ff kesayangan ga dilanjut atau bahkan sampe dihapus itu sakit.
So, see you next capter para pecinta pantat squishy mamih Baekhyun :*
