02
.
.
-LOVES OF TALES-
Lynkestis,
Kegiatan rutin pada Istana Lynkestis sudah dimulai seperti biasanya, Ki Bum membawa Kris untuk belajar mengenai urusan Kerajaan dan akan dilanjutkan dengan pelatihan berperang seperti biasanya. Sedangkan Heechul akan dengan susah payahnya meminta Baekhyun untuk mengikuti ajarannya sebagai pelatihan tata sikap Kerajaan.
"Putri Baekhyun.. aku mohon kita harus segera kembali ke Istana." Yoona yang sedang berlari mengejar Baekhyun yang berlari didepannya menuju taman bunga mawar yang berjarak lumayan jauh dari Istana mereka.
"Hanya sebentar.. aku sudah berjanji pada Yeri akan membawakan bunga-bunga mawar untuk acara nanti malam." Baekhyun yang masih mengacuhkan Yoona dibelakangnya kini sudah memasuki taman bunga dan mulai memetik bebeberapa bunga dan meletakkannya pada keranjang yang ada.
"Nona.. kita bisa meminta Kangin yang mengambilnya.." Yoona menunggu didepan gerbang masih menimbang-nimbang apakah ia akan membantu Baekhyun didalam atau kembali ke Istana dan meminta bantuan Kangin.
"Sebentar saja! Aku sudah mendapatkan banyak bunga!" Teriakan Baekhyun terdengar dari dalam taman, kini Yoona akhirnya menyusul masuk kedalam.
Yoona menyusuri sepanjangan jalan setapak diantara bunga-bunga mawar yang sudah bermekaran, sambil melihat ke kanan dan kiri mencari sosok Tuan Putrinya.
"Nona.. Putri Baekhyun.. anda dimana?"
"Nonaa.."
Yoona masih memanggil dan memutari seisi taman dan mencari keberadaan Baekhyun namun belum juga ia menemukannya. Beberapa bunyi gesekan daun-daun terdengar dan membuat Yoona mengikuti arah pergerakan itu berharap disanalah Baekhyun berada, namun ia tidak menemukan kembali dimana Tuan Putri berada. Yoona tidak menyerah dan kemudian mencari lagi, ia yakin bahwa Baekhyun pasti akan mengerjainya seperti sebelum-sebelumnya.
"Nonaaa.. kau dimana.." Yoona mulai berteriak kembali kini nada suaranya terdengar lebih cemas.
"Nonna ku mohon.. aku takut."
Baekhyun yang bersembunyi disudut taman mulai tertawa kecil, berjalan pelan-pelan menyusul Yoona, langkah kakinya bergerak cepat karena ia sudah melepas sepatu dan mengangkat gaunnya untuk mempermudah berlari. Ia mengendap-endap mendekati Yoona, dan saat posisinya tepat berada tidak jauh dari dayangnya itu ia sudah bersiap berteriak untuk mengagetkannya namun Yoona lebih dulu berbalik dan menatap Baekhyun dengan tatapan tajam, hingga Baekhyun menjerit dan jatuh duduk diatas tanah.
"Kena kau!" Yoona bertolak pinggang melihat Baekhyun yang memegang dada dan bagian bawah badannya yang membentur tanah.
"Yaaaa~ kenapa kau yang membuatku kaget sih!" Baekhyun meminta bantuan Yoona untuk bangkit berdiri namun tidak mendapatkannya.
"Kau kira aku bodoh tidak bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiranmu hah!" Yoona merapikan bunga-bunga mawar putih yang berjatuhan dan mulai memetik beberapa bunga lainnya untuk memenuhi keranjang bunga tersebut.
"Ish. Kau jahat." Baekhyun sudah bangkit dan mulai membersihkan gaunya dan tatanan rambutnya. Perhatiannya kini melihat kearah luar taman dimana beberapa mobil beriringan melewati jalanan disekitar dengan bendera-bendera yang berkibar diujung depan mobil.
"Kerajaan Glorfindel sudah datang." Yoona sudah berada disisi Baekhyun, memperhatikan mobil-mobil tersebut dan mengajak Baekhyun untuk kembali kedalam Istana sebelum Ratu Kerajaan berteriak dan membuat para tamu Kerajaan terkejut dengan suaranya.
"Bukankah mereka akan datang malam ini? Ayah bilang seperti itu kemarin.." Baekhyun tak berhenti-hentinya bicara mengenai kedatangan para tamu Kerajaan yang ia lihat tadi. Kedua tangannya yang membawa keranjang bunga kini diayunkan sesuai dengan gerakan langkah kakinya.
"Raja mengatakan pesta penyambutannya Tuan Putri, kedatangan mereka pasti sebelum Pesta itu berlangsung." Yoona yang kini berada beberapa langkah didepannya masih bersabar menjawab berbagai pertanyaan dari Baekhyun.
Suara deru mesin mobil dengan kecepatan tinggi terdengar dari arah belakang mereka, Yoona dengan sigap membawa badan Baekhyun untuk menyingkir dari jalan yang mereka lalui. Mobil warna hitam kilap itu melewati posisi mereka bergerak dengan cepat tanpa memperdulikan siapa yang ada didepan menghalangi jalannya.
"Apakah itu mobil Kerajaan juga?" Baekhyun bertanya pada Yoona yang masih menatap mobil hitam yang melaju.
"Ku rasa bukan, tidak ada Bendera Kerajaan di depannya maupun di belakangnya. Mungkin salah satu tamu dari Pemerintahan Dunia." Yoona menjawab dan menggandeng Baekhyun kembali.
"Eoooohhhh berapa banyak tamu yang akan datang malam ini?"
"Hmm.. setahuku banyak." Yoona berjalan cepat mengabaikan mulut Baekhyun yang sudah berbicara bahasa Olympus yang ia tidak mengerti namun melihat dari raut wajahnya sudah pasti ia sedang kesal.
...
Mobil-mobil dengan bendera Kerajaan Glorfindel sudah memasuki halaman depas Istana Lynkestis, beberapa staff Kerajaan berbaju putih sudah bersiap menyambut kedatangan mereka kini mengatur posisi berada didekat masing-masing mobil guna membukakan pintu mobil tamu terhormat Kerajaan. Ratu Heechul kini yang sudah mengenakkan baju Kerajaan dan Mahkota yang berhiaskan permata diatas kepalanya berjalan menuruni tangga menuju pintu depan Istana. Anggukan kepalanya menjadi tanda pintu megah Istana terbuka lebar diikuti dengan para petugas yang membukakan pintu mobil mempersilahkan tamu-tamu untuk turun dan memasuki Istana Lynkestis.
Raja dan Ratu Glorfindel sudah keluar dari mobilnya dan masih menunggu Yoora, Sang Putri Mahkota supaya mereka beriringan masuk kedalam memberi salam pada Tuan Rumah Kerajaan. Kedua Putra Mahkota mereka Jongin dan Sehun turut mendampingi Yoora yang mana tangannya kini sudah dikaitkan pada lengan adiknya.
"Kalos ilthate sto Lynkestis." Ratu Heechul memberi hormat pada Raja dan Ratu Glorfindel.
"Kali mera vasilissa.." Putra dan Putri Mahkota Glorfindel kini giliran memberi hormat kepada Sang Ratu Lynkestis.
"Anak-anakmu sudah terlihat cantik dan tampan Yang Mulia.. tapi kemana Putra Mahkota Chanyeol?"
"Dia akan datang bersama Tiranis, Putra Mahkota Jongdae berada di Kerajaanku kemarin, mereka masih menunggu para Putri Kerajaan."
"Ah.. sayang sekali." Heechul mempersilahkan mereka masuk kedalam Istana, para Putra dan Putri Mahkota diarahkan kedalam lamar mereka masing-masing sedangkan kedua orang tuanya berjalan bersama Ratu Heechul menuju Ruang Pertemuan.
"Kemana Sang Paduka Raja?" Yunho bertanya setelah mereka duduk bersama dalam ruangan pertemuan.
"Ia sedang dalam perjalan pulang. Ia mengajak Kris menuju perbatasan wilayah pagi ini."
"Apakah ada masalah?"
"Aku tidak tahu, hanya saja mungkin ia hanya memeriksa sesuatu disana." Heechul menjawab santai.
Tok Tok
"Kalos ilthate!" Suara Kibum terdengar tak lama pintu terbuka. Diikuti sapaan dari Kris, Putra Mahkota. Jaeejong dan Yunho bangkit berdiri dan memberi salam serta memeluk Kibum bergantian.
"Aku berharap mendapatan sambutan darimu tadi.. ternyata kau sibuk dengan urusanmu diluar sana." Yunho memukul badan Kibum namun setelahnya mereka saling merangkul satu sama lain. Kris yang merasa canggung berada dalam lingkup para Raja dan Ratu pamit undur diri dan keluar dari ruangan.
"Apa ada masalah di perbatasan?" Yunho bertanya kembali.
"Bukan masalah serius.. hanya saja Pemerintahan Dunia menanyakkan keputusan Kerajaan mengenai keamanan ancaman Hades." Kibum menyesap teh yang diberikan oleh Heechul dan memandang Yunho yang mulai mengerti permasalahan yang ada.
"Bukankah belum waktunya?"
"Mereka berharap Kerajaan menerima kabar secepatnya dari Sang Peramal."
"Apakah kau belum mendapat kabar dari Yixing?" Heechul bertanya pada Jaejoong karena hanya Keturunan Dewi Athena lah yang dipercaya dapat berkomunikasi dengan Sang Peramal.
"Yoora belum mendapatkan penglihatan darinya, mungkin nanti malam aku dan Yoora akan mencobanya lagi."
"Tidak perlu tergesa-gesa. Aku jamin kita masih memiliki waktu yang cukup, ini hanya kekhawatiran Pemerintahan Dunia saja." Ki Bum memandang Yunho seakan-akan mengisyaratkan untuk menenagkan istrinya yang mulai panik.
"Nah! Bagaimana bila kita melanjutkan pembicaraan beberapa waktu lalu mengenai Chanyeol."
"Aku tahu apa maksudmu!" Jaejoong menatap tajam Ki Bum dimana membuat Heechul dan Yunho tertawa bersamaan.
"Ada apa dengan maksudku.."
"Ah tidak usah kau tutupi. Aku sudah mengetahuinya! Kau ingin menjodohkan anakku dengan putrimu bukan?" Jaejoong berbicara tanpa henti.
"Lalu bagaimana pendapatmu?"
"Aku bisa saja menyetujuinya, Baekhyun adalah Putri kalian dan dia Keturunan Dewi serta memiliki darah Nephilim yang sangat kuat. Tapi aku masih ragu untuk itu karena..."
"Kenapa dengan keraguanmu Jaejoong?"
"Karena Chanyeol adalah Api Bumi."
-LOVES OF TALES-
Yoora, Jongin dan Sehun kini berjalan berkeliling Istana Lynkestis setelah mereka selesai menata segala koper-koper pakaian yang mereka bawa dari Glorfindel. Sehun berkali-kali mencoba melompat berkali-kali untuk menyentuh hiasan lampion yang ada disekitar Istana tersebut. Sedangkan Jongin masih setia menggandeng Yoora dan hanya menertawakan tingkah Sehun.
Sehun berjalan mundur dengan sesekali memperagakkan bagaimana ia bisa melakukan gerakan-gerakan tari yang biasa Jongin lakukan.
"Sehun bisakah kau berhenti melakukan itu. Kau terlihat aneh!" Yoora menggerakkan tangannya supaya adik bungsunya menggandeng tangannya seperti yang Jongin lakukan.
"Jangan pernah memanggilku aneh! Atau aku membuat sedikit badai angina didekatmu." Sehun menggertak.
"Kau sungguh akan melakukannya pada kakakmu ini?"
"Sebelum ia melakukannya, aku akan membawamu pergi dari sini."Jongin memperlihatkan smirknya pada Sehun kemudian mereka berlanjut saling memukul satu sama lain dengan Yoora yang kini menengahinya.
"Well.. aku percaya kenapa hanya Chanyeol yang bisa membuat kalian berdamai." Kris bersuara dari belakang mereka dimana membuat ketiga orang tersebut menengok dan kemudian melangkah untuk sekedar memeluk ataupun memberi pukulan kecil pada Putra Mahkota Lynkestis.
"Aku sudah mencarimu dari tadi."
"Maafkan aku terlambat untuk menyambutmu Tuan Putri." Kris mencium punggung tangan Yoora dan kini mengalungkan tangan Yoora pada lengannya.
"Kemana calon Rajamu?"
"Dia akan datang bersama Jongdae." Jongin menjawab
Mereka kembali berjalan berkeliling bersama-sama untuk menghabiskan waktu dan sama-sama saling mengobrol tentang kegiatan masing-masing selama ini.
"Aku belum melihat adikmu?" Yoora bertanya setelah puas mendengarkan para lelaki disampingnya membicarakan mengenai pedang panah pistol dan senjata-senjata lainnya.
"Well mungkin saja dia masih melarikan diri keluar istana."
"Aku baru tahu kau punya adik." Sehun melihat kearah Kris.
"Salahkan Ratu Lynkestis yang tidak pernah mengijinkan ia pergi dari Istana sejak ia lahir." Kris menjawab santai
"Aku jadi penasaran.. apakah ia sangat cantik?" Sehun bertanya lagi.
"Bagaimana menurutmu? Kau tahu adikku memiliki keturunan Dewi Aphrodite." Kris membanggakan diri. "Kau sudah mendapat penglihatan tentang adikku? Pertanyaan itu untuk Yoora yang masih saja terdiam mendengarkan yang lain berbicara.
"Aku belum mendapatkan penglihatan sedikitpun tentang adikmu. Mungkin karena masih terlalu asing buatku."
"Mungkin saja. Tunggu!" Kris berlari dengan cepat kearah luar Istana dimana terdapat 2 gadis sedang berjalan masuk dengan membawa beberapa keranjang bunga. Kedua gadis tersebut saling bergandengan tangan namun gadis yang lebih mungil terlihat sedikit berantakkan dengan gaunnya yang penuh debu tanah dan berwarna hitam. Bahkan ia berjalan tanpa menggunakkan alas kaki.
"Mereka siapa?" Jongin dan Sehun masih memandangi Kris yang kini sudah tiba di hadapan kedua gadis itu. Yang lebih tinggi membungkuk berkali-kali dan dengan cepat membawa keranjang bunga meninggalkan Kris dengan gadis mungil itu. Kris sudah bertolak pinggang sedangkan sang gadis tersebut masih menunduk dan tidak berani menatap wajahnya.
"Dia Putri Mahkota Lynkestis." Yoora bersuara dan setelahnya tersenyum lebar melihat kearah mereka yang berjarak ckup jauh.
"D-di-diaaa?" Jongin sedkit berteriak.
"Jangan bercanda kak!" Sehun melihat kearah Yoora.
"Aku tidak!" Yoora memukul Sehun dengan keras dan kemudian berjalan kearah Kris meninggalkan kedua adiknya yang masih terdiam berdiri ditempatnya.
"...Bagaimana kalau Ibu melihatmu seperti ini hah? Apa yang kau lakukan disana?!" Yoora percaya bahwa kini Kris benar-benar marah melihat apa yang terjadi pada adiknya. "Kau benar-benar! Bisakah kau bersikap seperti Putri Baek?!"
"Aku hanya membantu Yeri! Lagipula kalau Yoona tidak mengerjaiku gaunku tidak mungkin kotor seperti ini!" Gadis kecilnya sudah bersungut-sungut bahkan kini air matanya sudah terlihat akan menetes ke pipinya.
"Kalian baik-baik saja?" Yoora bersuara setelah melihat mereka berdua sudah daling diam. Hanya herlaan nafas Kris yang terdengar berkali-kali.
Baekhyun yang menatap kagum dengan kecantikkan Yoora membungkuk dan memberi salam padanya, kini ia terburu-buru membersihkan beberapa noda pada wajahnya dan semakin menunduk malu dengan bibir atasnya yang menekuk kedalam.
"Cepat masuk kedalam kamarmu dan bersiap untuk acara nanti malam!" Suara keras Kris mengagetkan Baekhyun dan membuat ia berlari dengan cepat takut akan kena marah dari sang Kakak.
"Adikmu sungguh menggemaskan." Yoora memandang kepergian Baekhyun dan menatap Kris."Apa kekuatannya adalah perisai?"
"Perisai?" Bukannya menjawab Kris melihat kearah Yoora dan bertanya padanya.
"Aku tidak bisa menembus pikirannya.. bahkan tidak bisa melihat masa depannya. Aku yakin kekeuatannya pasti perisai."
"Mungkin.. kekuatannya belum terlihat sekarang-sekarang ini. Ayo kembali kedalam, kita harus bersiap."
...
Yoona menunggu Baekhyun yang masih membersihkan diri didalam kamarnya, gaun yang akan ia pakai untuk Pesta Penyambutan Tamu Kerajaan sudah disiapkan oleh sang Ibu. Bahkan Mahkota yang akan Baekhyun pakai berbeda seperti yang biasa ia gunakkan. Yoona mempersiapkan beberapa riasana yang akan ia gunakkan untuk memulas wajah cantik Baekhyun.
"Yoona?"
"Aku disini Tuan Putri.."
Baekhyun berlari kecil dengan masih menggunakkan baju handuknya dan menghampiri Yoona untuk meminta gaun yang akan ia gunakkan.
"Aku rasa kau akan membutuhkan pertolonganku mengenakkan gaun ini." Yoona mengangkat gaun putih yang sangat panjang tanpa lengan. Baekhyun mengangan melihat gaun yang harus ia pakai untuk acara mala mini.
"Aku rasa Ibuku sudah tidak waras. Bagaimana mungkin aku memakai gaun seperti itu.."
"Aku mohon Tuan Putri jangan memakai gaun yang lain.. aku tidak mau Ratu marah melihatmu tidak memakai gaun pemberian darinya." Yoona memandang Baekhyun yang masih mempoutkan bibirnya duduk pada ranjangnya. Yoona sudah paham akan tingkah Baekhyun yang tidak suka memakan baju yang sedikit terbuka dan feminim seperti disarankan oleh Ibunya.
"Baiklah.. aku akan memakai gaun itu." Yoona menganggukkan kepala dan mulai membantu Baekhyun mengenakkan gaun putih panjang yang benar-benar indah saat dipakai oleh Baekhyun. Riasan tipis kini menghiasai wajah Baekhyun, bibirnya yang mungil kini sudah berwarna merah muda. Rambutnya yang panjang dibiarkan terurai dengan mahkota kecilnya diatas kepala, kedua tangannay berhiaskan gelang ciri khas dari Kerajaan Lynkestis berbentuk kilauan cahaya dan bunga mawar putih. Yoona membantu Baekhyun beranjak dari tempat duduk meja riasnya dan mulai membantu Baekhyun untuk memakai mantel dengan symbol Kerajaan di belakangnya. Cantik dan sexy, itulah yang dipikirkan Yoona saat melihat Baekhyun berdiri di hadapannya.
Tok Tok
Yoona berjalan untuk membuka kamar dan terlihat sang Raja dihadapannya.
"Apakah Putri-ku sudah siap?"
"Sudah Yang Mulia." Yoona menunduk hormat dan mempersilahkan Raja Lynkestis masuk kedalam kamar Putrinya.
"Lihat betapa cantiknya dirimu saat ini." Ki Bum mencium kening Putrinya dan tersenyum.
"Jangan menggodaku Ayah.. ingin rasanya aku melepas semua gaun ini." wajah Baekhyun masih cemberut namun sang Ayah berusaha menahan tawanya dan membawa Sang Putri berjalan keluar dari kamarnya.
Mereka berjalan berdampingan menuju ruangan ballroom yang ada pada Istana Lynkestis, semuanya dekorasi sudah dihiasi dengan warna putih dan juga beberapa lampion yang sudah terang menghiasi seluruh ruangan Istana. Kris, sang Putra Mahkota mengenakkan setelan Kerajaan berwarna Putih seperti yang Ayahnya kenakakan. Lengannya sudah menggandeng Sang Ratu Lynkestis dengan gaun putih dengan model yang sama seperti yang Baekhyun kenakkan.
"Wow, lihatlah adikku bisa terlihat cantik dan sexy malam ini." Kris menggoda Baekhyun
"Jangan menggodanya!" Sang Ibu memberikan tatapan tajamnya sebagai balasan.
Para pelayan Istana membuka pintu Ballroom, suara terompet mulai terdengar dan kemudian diikuti dengan alunan biola yang sangat lembut memainkan beberapa melodi untuk menemani Raja dan Ratu Lynkestis memasuki ruangan dan menyapa para tamu-tamu Kerajaan yang lain.
Ki Bum menggandeng Baekhyun dan memperkenalkannya pada Raja dan Ratu Glorfindel, Yunho dan Jaejoong, Baekhyun memberikan hormatnya seperti apa yang Ibunya ajarkan setiap harinya. Jaejoong memuji kecantikkan Baekhyun dan ia membalasnya dengan suara lembut dan senyuman manisnya. Setelahnya Ki Bum menyapa Putri dan Putra Mahkota Glorfindel yang terlihat cantik dan menawan dengan gaun dan pakaian Khas Kerajaan mereka, hitam dan silver.
"Senang bertemu denganmu Yang Mulia Putri Mahkota." Yoora memberi hormat kepada Baekhyun.
"Terima kasih Yang Mulia." Baekhyun tersenyum dan membalas sapaan Yoora.
"Maafkan aku Yang Mulia karena Putra Mahkota Chanyeol masih belum tiba untuk menyambut kalian berdua." Yoora menunduk mengungkapkan permohonan maaf atas keterlambatan adiknya yang sampai saat ini belum tiba kepada Ki Bum.
"Tidak apa. Aku harap Putra Mahkota akan segera bergabung dengan kami secepatnya." Ki Bum membalas dengan sangat bijaksana, Baekhyun yang menatap sang Ayah kini merasa takjub dan kagum dengan segala kebijaksanaan dan sikap lembut yang dimiliki Ayahnya.
"Senang bertemu denganmu Yang Mulia Putri Mahkota Lynkestis." Jongin dan Sehun berlutut dan memberikan hormat. Tangan Baekhyun diarahkan kepada Jongin dan dengan cepat mendapatkan kecupan pada punggungnya. Setelahnya Sehun melakukan hal yang sama meberikan kecupa pada punggung tangan Baekhyun. Tradisi yang ada pada Kerajaan mereka dimana setiap perkenalan harus memberikan hormat dengan mencium punggung tangan khususnya bagi wanita.
"Silahkan menikmati waktu kalian di Kerajaan kami." Ki Bum memberikan tepukan pada bahu Jongin dan Sehun. Kemudian ia berjalan mengajak Baekhyun untuk menyapa tamu Kerajaan yang lainnya.
"Mereka adalah anggota Kerajaan Glorfindel, kerabat terdekat bagi Kerajaan Lynkestis." Ki Bum berbisik kepada Baekhyun selagi mereka berjalan meskipun sesekali pandangan mereka teralihkan oleh para tamu-tamu yang ada disekitarnya.
"Ah, Eowyn!" Ki Bum berbelok ke kiri dan sontak membuat Baaekhyun terhuyung mengikuti ayahnya. "Selamat datang di Lynkestis, Yang Mulia Ratu Yuri." Ki Bum mencium punggung tangan wanita yang bernama Yuri dan beralih ke Putrinya yang bernama Kyungsoo.
"Aku juga senang saat menerima undangan darimu Yang Mulia Raja, Yang Mulia Putri Mahkota." Yuri memberikan hormat pada Ki Bum dan Baekhyun bersamaan.
"Senang berkenalan denganmu Yang Mulia Ratu." Baekhyun menunduk dan memberikan hormat kepada Ratu Yuri. "Senang berkenalan denganmu Yang Mulia Putri Mahkota." Kali ini ia memberikan hormat kepada sang Putri dengan mata bulat yang sedikit besar. Baekhyun se,pat berpikir mungkin dia memiliki usia yang sama seperti Baekhyun.
Ki Bum pamit undur diri dan kembali berjalan bersama Baekhyun untuk menyapa tamu-tamu yang lain.
"Ayah.. apakah masih banyak yang harus kita sapa?" Baekhyun berbisik pelan.
Putrinya sudah sangat lelah menaymbut beberapa tamu, mengucapkan salam, memberi hormat, menunduk dan tangannya sudah beberapa kali ia usap setelah mendapatkan ciuman dari beberapa pria yang disalaminya. Kakinya yang masih melangkah dengan heels yang setinggi 15 cm cukup membuatnya nyeri seakan-akan terdapat paku kecil dibawah tumit dan telapak kakinya. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa para Putri Mahkota maupun Ratu-ratu yang datang tertawa bahagia dan memperlihatkan senyum merekah dengan gaun ketat dan heels di setiap kaki mereka.
"Perhatikan raut wajahmu Tuan Putri!" Heechul berbisik pada Baekhyun setelah memperhatikan wajah putrinya yang mulai cemberut malas. Baekhyun hanya menganggukkan kepala dan mulai mengikuti langkah Ayahnya menyambut tamu yang lain.
"Ayah ingin mengenalkanmu kepada calon Raja dari Glorfindel, namun ia belum juga tiba.. bersabarlah sedikit." Ki Bum mengalungkan tangan putrinya pada lengannya sambil memberikan usapan di punggung tangannya.
"Bukankah kita sudah bertemu dengan Kerajaan Glorfindel?" Baekhyun menjawab asal.
"Putra Mahkota Pertama mereka belum tiba sayang. Cobalah pahami kalimat ayah."
"Aku lelah.. aku ingin mengganti sepatu tinggi yang menyakitkan ini." Baekhyun kembali merajuk.
"Hahaha.. itulah mengapa kau harus selalu ikut belajar bersama Ratu-mu, kau sudah berusia 20 tahun sayang. Sudah sewajarnya kau bersikap layaknya Calon Ratu."
"Ayah jangan membahas hal itu! Aku masih kecil! Bahkan Kris belum memjadi Raja! Aku masih ingin menjadi Putri Mahkota dari Raja Ki Bum.." kalimat terakhir yang diucapkan Baekhyun membuat sang Raja tertawa dan memeluk erat putrinya.
Pintu Ballroom kembali terbuka dengan lebar, beberapa pemain musik mulai meniupkan terompet kembali.
"Kerajaan Thalin dan Eleanor memasuki Ballroom Istana Lynkestis!" Salah satu petugas Istana berteriak memberikan pengumuman atas kedatangan tamu Kerajaan yang lain.
Ki Bum yang mendengar pengumuman tersebut membawa Baekhyun berjalan kembali untuk menemui kedua Kerajaan yang baru saja tiba.
"Selamat datang Eleanor!" Ki Bum memberikan hormat dan mencium punggung tangan Sang Ratu Eleanor. "Wajahmu selalu sedingin es Jessica.. aku sudah memberikan kehangatan padamu disini." Ki Bum sedikit menggoda sang Ratu dimana Baekhyun yang mendengarnya hampir bergedk melihat tingkah ayahnya.
"Kau tentu paham kenapa wajahku sedingin es Yang Mulia Raja, bahkan Dewi Hera tidak memberikan kehangatan sedikit pun di Kerajaanku." Ratu Jessica tersenyum dengan manis namun tetap terlihat dingin. Wajahnya yang tegas dan matanya yang berwarna biru, rambut panjangnya berwarna biru pucat hampir putih dan benar-benar nampak seperti es.
"Aku tentu paham. Kemana ketiga Putrimu?"
"Mereka masih berada didalam mobil, mungkin sebentar lagi. Chanyeol sedikit mengganggu perjalanan kami. Kau tahu lah tingkah ketiga putriku yang menggoda Calon Raja Glorfindel."
"Mereka belum menyerah mendapatkan Chanyeol rupanya." Ki Bum sedikit tertawa.
"Siapa namamu Tuan Putri yang manis?" Jessica kini memandang dingin kearah Baekhyun yang sedari tadi terdiam menyimak pembicaraan Ayahnya dan Ratu Jessica.
"S-senang berkenalan denganmu Yang Mulia Rati Eleanor." Baekhyun memberikan hormatnya dan menunduk. "S-sa-saya Putri Mahkota Baekhyun dari Lynkestis." suaranya terdengar gugup namun Jessica tersenyum hangat padanya.
"Jangan takut padaku.. hatiku tidak sedingin tampilan wajahku ini. Senang berkenalan denganmu Putri Mahkota Baekhyun." Jessica menjawab dan memberikan sentuhan hangat pada pipi Baekhun, setelahnya ia pamit undur diri untuk bergabung masuk dengan tamu-tamu Kerajaan yang lainnya.
Baekhyun mengehla nafas lega, tangannya memegang dadanya untuk mendengarkan detak jantungnya yang cepat karena melihat wajah dingin dari Jessica.
"Jangan takut.. mereka memang memiliki wajah sedingin es, Dewi Hera memberikan kehidupan dingin di Kerajaan Eleanor." Ki Bum menjelaskan kepada Baekhyun supaya anaknya lebih tenang.
"Yang Mulia Raja Ki Bum!" suara sseseorang dengan keras meneriakkan nama sang Raja Lynkestis dan membuat Baekhyun menengok kearah sumber suara tersebut. Sedangkan sang ayah kini sudah meninggalkannya. Ki Bum melangkah mendekat kepada sosok Raja tersebut dan memeluknya dengan erat.
"Sungguh suatu kehormatan mendapatkan kunjungan darimu Raja Thalin!" Ki Bum tertawa dan memeluk sang Raja kembali.
"Aku yang merasa terhormat mendapatkan undangan dari Lynkestis.. perkenalkan ini Putraku, Suho." Sang Raja membawa sosok putranya yang bersembunyi di belakangnya, ia memberikan hormat pada Ki Bum.
"Senang berkenalan denganmu Yang Mulia Raja Lynkestis." Suho memberikan hormat dan Ki Bum membalasnya dengan menepuk bahu Suho dari kanan ke kiri.
"Dia benar-benar mirip denganmu Siwon." Ki Bum kini menepuk bahu Siwon dan mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam Ballroom.
Baekhyun yang enggan menyusul ketempat Ayahnya masih berdiri ditempat yang sama, melihat ada meja bunga yang berada di sudut tak jauh dari tempatnya dengan perlahan-lahan ia berjalan kesana melewati beberapa tamu dengan sesekali mengucapkan salam atau pun maaf karena sedikit menabrka mereka. Setelah tiba di meja itu ia bersandar dan melepaskan heelsnya sebentar, merasakan kaki mungilnya dengan bebas menginjak lantai ballroom tanpa sepatu tingginya.
Suara terompet kembali berbunyi dan pintu ruangan kembali terbuka dengan lebar. Beberapa tamu mulai memperhatikan dan menunggu pengumuman siapa tamu Kerajaan datang kali ini.
"Yang Mulia Putri Mahkota Eleanor Minseok! Yang Mulia Putri Mahkota Krystal! Yang Mulia Putri Mahkota Irene memasuki Ballroom Lynkestis!"
Baekhyun yang berada dekat pintu masuk memperhatikan ketiga waja Putri Mahkota Eleanor yang nampak sangat dingin seperti wajah Sang Ratu. Ia bergedik kembali dan acuh melanjutkan sandaran badannya pada meja bunga tersebut. Ia memperhatikan banyak tamu-tamu Kerajaan yang lain pun tak banyak yang menyambut kedatangan mereka. Hanya nampak beberapa pria yang sedikit mencoba untuk memperhatikan ketiga wanita tersebut namun tak lama mereka mundur karena dibalas tajam dan dingin dari mereka.
Baekhyun mulai mencari-cari keberadaan sang Ayah yang kini masih sibuk berbicara dengan beberapa tamu Kerajaan, sedangkan sang Ibu jauh disana sudah menikmati waktu berbicara dengan para Ratu yang lain. Kakaknya Kris pun tengah berbincang dengan para Putra Mahkota dan kini ketiga wanita dari Eleanor ikut bergabung dengan kakaknya.
"Aku bisa istirahat sejenak." Baekhyun bergumam pelan dan memejamkan matanya.
"Yang Mulia Putra Mahkota Glorfindel Chanyeol dan Kerajaan Tiranis memasuki Ballroom Lynkestis!"
Suara terompet terdengar dan kini para tamu mulai mendekat menuju pintu masuk hingga bahkan beberapa mulai berteriak menyebut nama Glorfindel dan Chanyeol. Baekhyun yang sempat kaget karena mendengar teriakan mereka dan merasakan hentakan badan siapa saja yang lewat dibelakang maupun didepannya kini nampak linglung karena tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Badannya yang lebih kecil serta gaun panjangnya yang mulai terinjak-injak membaut dia terbawa arus terlempar kesembarang arah. Hingga tak sengaja tangannya menyenggol vas bunga yang tinggi dan membuat ia terjatuh dan bunyi pecahan vas itu terdengar nyaring. Musik mulai berhenti bahkan beberapa teriakan-teriakan sudah tergantikan dengan desas-desus bisikan di seisi ballroom.
Tubuh Baekhyun yang kini sudah menyatu dengan lantai ballroom bergetar hebat karena merasakan gugup dan takut. Yang benar saja ia terjatuh diiringi dengan vas bunga yang jatuh juga. Bahkan beberapa pecahan dari vas mengenai bagian lutut dan lengannya. Matanya yang sedari tadi terpejam kini berusaha mengerjap beberapa kali untuk terbuka karena mendengar suara langkah kaki yang mendekat menuju tempat dimana ia tersungkur.
"Bisakah kau bangun?" Deep voice itu terdengar saat badan tegap dan gagahnya berlutut dan memegang lengan Baekhyun untuk membantunya berdiri. Tangan kanannya menyibak beberaa pecahan yang menempel pada gaunnya.
Badan Baekhyun bergetar hebat karena sentuhan yang ia terima saat tangan pria itu mengangkat badannya untuk berdiri. Bahkan setelah badannya berhasil berdiri dengan tegap, Sang Pria tidak membiarkan Baekhyun menghadap para tamu, melainkan mendekap badannya menempel pada dada bidang dan tubuhnya yang tegap. Jubah Kerajaan Lynkestis diberikan padanya untuk menutupi gaunnya dan tubuh mungilnya. Pria itu membawa Baekhyun melangkah dengan pelan pergi meninggalkan suara-suara yang masih berbisik kearahnya.
-LOVES OF TALES-
"Lihatlah betapa terkenalnya anakmu.. baru saja disebutkan namanya dan semua tamu kini mulai mendekat kearah pintu masuk." Heechul berbicara kearah Jaejoong disebelahnya yang sedang menikmati seteguk wine yang baru saja ia minum.
"Aku sudah tidak heran melihatnya. Hanya lihat saja setelah Chanyeol menemukan Cahaya Abadi mereka tidak akan bisa mendekatinya lagi." Jaejoong menjawab pelan.
"Aku masih tidak percaya saat Yixing mengatakan Chanyeol adalah Api Bumi."
"Aku juga sempat tidak percaya.. namun mengingat Kekuatan yang dimilikinya adalah Api Phoenix. Tidak menutup kemungkinan ia adalah Api Bumi." Tatapan Jaejoong beralih menatap Heechul. "Bukannya aku tidak setuju atas perjodohan Chanyeol dengan Putrimu.. namun aku tidak mau saat Cahaya Abadi ditemukan.. aku takut membuat Chanyeol dan Baekhyun sama-sama terluka."
"Aku tahu.. dan aku cukup mengerti keadaan itu Jaejoong." Heechul memegang tangan Jaejoong dan memberikan usapan pada lengannya. "Aku hanya berharap Chanyeol dapat menemukan Cahaya Abadi dan memberikan ketenangan pada Kerajaan kita kedepannya."
"Aku mengharapkan hal yang sama."
...
"Sepertinya ayahku kehilangan Baekhyun." Kris berucap setelah baru saja kembali bergabung dengan Yoora, Jongin, Sehun, dan ketiga wanita dari Eleanor disekitarnya.
"Butuh bantuan untuk mencarinya?" Jongin menawarkan bantuan.
"Yoora, bisa mencarinya dengan kekuatannya." Sehun berucap sambil menunjuk kearah Yoora.
"Aku tidak bisa melakukannya."
"Kenapa? Bukankah kekuatanmu bisa untuk siapa saja?" Kali ini Krystal bertanya setelah mendengar apa yang baru saja Yoora katakana.
"Tidak untuk Putri Mahkota Lynkestis." Yoora menjawab dingin kearah Krystal.
"Kalian bisa membantuku?" Kris kembali bertanya kepada Jongin dan Sehun, setelah mereka menganggukkan kepala untuk mengiyakan permintaan Kris. Mereka segera berpencar mencari Baekhyun dalam kerumuna tamu-tamu Kerajaan.
"Jadi Baekhyun adalah Putri Mahkota Lynkestis? Kita belum berkenalan dengannya." kali ini Irene yang bersuara.
"Bagaimana mau berkenalan dengannya bila sekarang Sang Putra Mahkota Lynkestis sedang mencarinya!" Minseok menjawab dengan dingin pertanyaan dari adiknya.
Yoora yang kini masih berada didekat ketiga wanita dingin tersebut memutuskan untuk menjauh dan memandang Pintu Istana yang sudah dikerumuni oleh beberapa tamu undangan yang akan menyambut kedatangan adiknya, Putra Mahkota Glorfindel.
Terlihat Jongdae dan kedua adiknya berjalan masuk mengikuti sang Ayah yang berjalan di depannya. Sesekali mereka menunduk memberi hormat dan salam pada tamu-tamu yang berada di sekelilingnya. Selang beberapa menit kerumunan kembali bergabung setelah sesaat terpecah karena membiarkan Kerajaan Tiranis masuk, Yoora yakin mereka akan menyambut Chanyeol. Bayangan wajah dingin dan tatapan yang tajam dari Chanyeol sudah terbayang dalam pikiran Yoora hingga dalam sekejap pandangannya menjadi kosong karena ia bisa melihat dan masuk dalam pikiran Chanyeol.
Pandangan melihat bagaimana Chanyeol yang kini sedang berada bersama seseorang, bukan hanya bersama namun adiknya kini sedang memeluk seseorang wanita berbadan kecil itu dan membawanya pergi dari dalam Istana. Yoora tidak tahu siapa yang bersama dengan Chanyeol karena cahaya putih yang menutupinya namun yang Yoora yakin dengan pasti bahwa detak jantung yang bisa ia rasakan saat Chanyeol bersama dengan seseorang tersebut menandakan hal yang tidak wajar.
"Putri Mahkota, kau baik-baik saja?" Minseok yang menyadari perubahan sikap Yoora kini menggenggam tangan Yoora dan mendekatkan badannya. "Putri Mahkota.. Yoora.. kau bisa mendengarku?"
Beberapa kali kalimat yang diucapkan Minseok berusaha menyadarkan Yoora dari pandangannya namun semua gagal karena Yoora masih berusaha untuk melihat lebih dalam pada pikiran Chanyeol dan masa depan yang akan terjadi pada adiknya.
