05
.
.
Suasana Istana Eowyn pagi ini masih terasa lebih damai dan tenang meskpun kemarin mereka menyambut tamu-tamu Kerajaan, namun pagi ini suasana disekitar Istana masih sangat tenang. Tapi itu tidak untuk Putera Mahkota Glorfindel dan Lynkestis, Chanyeol dan Kris memulai hari mereka dengan berlari pagi. Hal ini merupakan rutinitas yang biasa mereka lakukan saat menginap bersama-sama sejak pertama kali saling mengenal. Bila sebelumnya di Lynkestis mereka mendapatkan rayuan-rayuan dari Para Puteri Mahkota, pagi ini mereka mendapatkan lari pagi yang begitu tenang dan damai.
Mereka masih melanjutkan kegiatan hingga keluar dari batas Istana menyusuri jalanan yang dihiasi pepohonan. Kegiatan mereka seakan-akan mendapatkan persetujuan alam karena sinar matahari yang menyinari terang, langir biru membentang serta desiran halus angina-angin. Hingga beberapa suara merdu dari nyanyian burung-burung terdengar.
"Aaaaahhh.. akhirnya!" Kris menghela lega sambil berbaring pada rumput hijau setelah mereka tiba pada ujung jalan yang mereka lalui.
"Ini indah." Chanyeol tidak memperdulikan bagaimana kondisi Kris karena ia saat ini tengah memandangi pemandangan laut biru dari tempat ia berdiri saat ini.
Kris yang melihat tingkah laku Chanyeol hanya menggelengkan kepala dan kembali beristirahat. Ia mendengar langkah kaki Chanyeol bergerak pindah dari posisinya namun ia tidak mau peduli.
Sudah pasti ia mengagumi pemandangan itu. Gumaman Kris dalam hatinya dengan mata yang terpejam.
Dan perkiraan Kris memang benar, Chanyeol berjalan hingga ujung perbatasan jalan tersebut dengan mata tetap memandang keindahan birunya pantai didepannya tanpa peduli kondisi sekitarnya,
Cukup lama Kris berbaring, kini mulai beranjak bangun dan mencari keberadaan Chanyeol, ia berjalan pelan mencoba tidak menimbulkan suara karena saat ini ia tahu Sang Putera Mahkota Glorfindel masih menikmati pemandanganny didepannya.
"Bila aku baru mengenalmu saat ini aku akan mengira kau memandangi wanita cantik disana." Kris menunjuk pemandangan laut biru itu. Sedangkan Chanyeol yang mendengar hanya menyuginggkan senyumnya dan masih menatap kearah yang sama.
"Setidaknya kau cari saja keturunan Poseidon yang wanita, nikahi dia dan hidup dalam laut selamanya."
"Kenapa dengan keturunan Poseidon?" kalimat yang diucapkan oleh Kris berhasil membuat Chanyeol menoleh kearahnya.
"Kau menyukai laut."
"Lalu?"
"Poseidon adalah penguasa laut."
"dan?"
"Kau menyukai penguasa laut?"
"Bodoh."
Chanyeol memberikan tamparan pelan pada pipi Kris dan berjalan meninggalkannya.
"Coba jelaskan dengan benar, kalimat bodoh apa yang ku ucapkan hingga kau menamparku." Kris menyusul sambil mengelus pipinya yang baru saja ditampar pelan oleh Chanyeol.
"Perlukah ku perjelas kalimat bodohmu yang mana?" Chanyeol melihat kearah Kris yang sudah merangkul badannya.
Kris menganggukkan kepala.
"Kalimat bodohmu mengatakan aku menyukai penguasa laut dan keturunannya."
"Lalu kalau kau tidak menyukai kenapa memandangnya seakan-akan kau jatuh cinta?"
"Karena pemandangannya indah!"
"Tubuh wanita baru indah!"
"Bodoh."
"Ya! Jangan menamparku! Ayolah, memang benar apa yang ku katakan, tubuh wanita itu indah, bayangkan lah para Puteri Mahkota Eleanor, tubuh mereka indah bukan." Kris masih mengikuti berjalan di samping Chanyeol namun pandangannya kini entah kemana.
"Apa yang indah dari wanita dingin seperti mereka." Chanyeol menjawab asal.
"Tubuh Yeol! Tubuh! Ku perjelas tubuh! Wajah mereka mungkin dingin tapi ya untuk ukuran tubuh mereka menggoda." Kris dengan kesal menjelaskan kembali meskipun setelahnya ia membuat gerakan tangannya membentuk gerakan penggambaran tubuh wanita.
"Lupakanlah, sudah dipastikan kau akan menikah dengan Yoora meskipun kalian mengiyakan atau tidak." Chanyeol memberi tepukan pada bahu Kris dan mengajaknya kembali berjalan.
"Aaahh.. kenapa kau ingatkan aku tentang itu."
"Supaya kau tidak berpikiran mesum di pagi hari." Chanyeol sedikit tertawa ke arah Kris yang sudah tampak lesu.
"Seharusnya kau saja yang menikah dengan adikku supaya aku tidak menikah dengan Yoora, ini tidak masuk akal."
"Aku tidak mungkin menikah dengan adikmu." Chanyeol menjawab cepat, Kris menghentikkan langkahnya dan menarik lengan Chanyeol untuk bertahan di posisinya.
"Apa maksudmu? Kau sudah tahu siapa pemegang kekuatan cahaya abadi?" pertanyaan yang dilontarkan Kris hanya mendapat gelengan kepala dari Chanyeol.
"Bagaimana aku bisa tahu kalau dalam mimpiku saja dia tidak pernah menampakkan wajahnya, semua tertutup Cahaya. Ck sungguh aneh. Ramalan yang aneh!"
Kris menatap Chanyeol iba, karena dia tahu betul apa yang menjadi beban Putera Mahkota tersebut. Memegang kekuatan Api Bumi membuat Chanyeol harus berlatih berperang dan mengendalikan kekuatannya sejak lama, belum lagi menjadi sasaran dari anak buah Hades yang mengincar nyawanya saat ia berada di dunia luar. Memutuskan kembali ke Glorfindel juga tidak membuat ia bahagia, nyawanya menjadi taruhan Kerajaan, sedangkan untuk persoalan cinta ia tidak bisa jatuh cinta pada wanita lain kecuali wanita tersebut pemegang kekuatan Cahaya abadi.
"Kau tahu, aku baru mendengar obrolan orang tuaku yang berniat menjodohkanmu dengan Baekhyun." Chanyeol mengernyitkan alisnya dan menatap aneh kearah Kris.
"Kenapa begitu?"
"Yaa itu sudah beberapa waktu lalu, sebelum kalian datang ke Lynkestis. Namun sepertinya Ratu-mu sudah mengungkapkan bahwa kau adalah pemegang kekuatan Api Bumi."
"Kau yakin? Apa Baekhyun mengetahuinya?" Chanyeol bertanya lagi.
"Sangat yakin. Kurasa Baekhyun belum diberi tahu, lihatlah bagaimana tingkah adikku." Kris menaik turunkan alisnya. "Oh, kau tidak memiliki perasaan terhadap Baekhyun bukan?"
Chanyeol melirik tajam kearah Kris. "Kau mau kutendang dari atas sini?" Chanyeol menunjukkan tempat mereka berada dimana terlihat tak jauh dari tempat mereka adalah aliran sungai dipenuhi bebatuan dan pohon-pohon.
"Tidak." Kris menganggukkan kepala dan tersenyum bodoh, membawa lengan Chanyeol untuk berjalan bersama kembali menuju Istana Eowyn.
-Loves of Tales-
Tok tok
"Luhan, Baekhyun, Tao.. Apakah kalian sudah bangun?" Yoora yang sudah berhias diri dan memakai setelan merah yang biasa ia gunakkan saat di Glorfindel untuk berlatih diri. Ia berberdiri di depan kamar mereka menunggu jawaban apakah ketiga Puteri itu sudah terbangun apa belum. Yoora masih menunggu hingga beberapa menit kemudian ia mulai akan mengetuk lagi namun pintu sudah terbuka dengan Bakehyun yang tersenyum manis kepadanya.
"Selamat pagi." Baekhyun mengucapkan salam dan menundukkan badan kepada Yoora.
Manis. Gumaman Yoora dalam hati saat melihat Baekhyun di pagi hari dengan rambut hitamnya yang terurai panjang, mengenakkan setelan hitam yang ketat membalut tubuh mungilnya
"Kau sudah siap." Yoora mengalihkan pandangannya melihat kedalam kamar.
"Ah, Luhan masih berias diri. Sedangkan Tao masih berada di kamar mandi." Baekhyun mempersilahkan Yoora untuk masuk melihat kedalam kamarnya.
"Selamat Pagi Yoora-na." Luhan mengucapkan salam setelah selesai memoleskan lip balm pada bibirnya. "Aku melewatkan pemandangan indah pagi ini." Luhan merajuk berjalan kearah Yoora yang sudah paham apa yang dimaksud dengan kalimatnya.
"Sehun masih terlelap, mungkin kau bisa membangunkannya."
"Aku tidak mau membangunkan pemalas itu. Aaaahhh seharusnya aku bangun lebih pagi!" Luhan menghentakkan kakinya.
"Percuma kau bangun pagi kalau diantara mereka berdua tidak ada yang berminat denganmu!" Tao menyahut dari dalam ruangan pakaian.
Baekhyun maih duduk manis diatas ranjangnya dan hanya memperhatikan obrolan mereka yang ia tidak mengerti. Ia paham bahwa dirinya masih baru dalam urusan pertemanan dengan Para Puteri Mahkota yang lainnya jadi saat ini ia memutuskan untuk diam dan memperhatikan bagaimana kegiatan mereka.
"Baekhyun." Luhan mengagetkannya.
"Y-ya?"
"Bisakah kau meminta Kris untuk mengajak kita lari pagi bersama?" Luhan berjalan kearahnya sedikit berlari kecil.
"E-eh? Maksudnya?" Wajah polos Baekhyun terlihat bingung dan membuat Yoora serta Luhan tertawa.
"Luhan dan Tao sangat suka melihat Kris dan Chanyeol di pagi hari. Melihat mereka berolahraga membuat kedua gadis ini berpikiran sedikit erotis di pagi hari." Yoora menjelaskan dengan singkat.
"Aku tidak se-erotis Luhan!" Teriakan Tao terdengar membuta Luhan mengumpat dalam bisiknya.
Yoora masih memberi penjelasan pada Baekhyun bagaiamana ia harus terbiasa mendengar Luhan dan Tao memuja Chanyeol dan Kris, belum lagi saat Puteri Mahkota Eleanor bergabung, Khususnya Krystal dan Irene. Mereka semua akan tergila-gila dengan Chanyeol, bahkan mereka tidak tahu malu saat mengungkapkan perasaannya. Baekhyun masih menganggukkan kepala mencoba mengerti bagaimana siklus percintaan diantara merekan sedikit demi sedikit.
Chanyeol dan Kris. Aku rasa Kakakku tidak setampan Chanyeol kenapa ia dielu-elukan. Gumaman Baekhyun berserta gelengan kepalanya membuat Yoora sedikit menatapnya aneh.
"A-ah maafkan aku." Baekhyun menutup wajahnya dan berkali-kali meminta maaf.
Yoora hanya tersenyum dan sedikit mencubit pipi mochinya yang mungil. "Kau sungguh sangat manis."
"Ya, Baekhyun!" Tao berjalan mendekat kearah ranjang Baekhyun dengan bertolak pinggang. Baekhyun yang bingung mendengar namanya dipanggil seolah-olah ia akan mendapatkan omelan panjang dari Ibunya.
"Menurutmu.. siapa yang paling tampan?"
Tao masih bertolak pinggang dihadapan Baekhyun, sedangkan Luhan kini melangkah mendekati mereka berdua karena ia tertarik dengan topik pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh adiknya. Yoora tidak mengeluaran komentar apapun melihat tingkah mereka dan kini menyibukkan diri untuk memberikan kepangan kecil pada rambut Baekhyun.
"Hey, jawab pertanyaanku. Siapa yang lebih tampan? Kris atau Chanyeol?"
"Atau kau menyukai Sehun? Jongin?" Luhan menambahkan.
Baekhyun yang merasa terpojok bahkan kini semua alat inderanya seakan-akan tidak mau bergerak untuk merespon pertanyaan yang dilontarkan oleh mereka berdua.
"Tentu saja Baekhyun akan mengatakan Kris yang paling tampan diantara mereka semua." Yoora menjawab santai dengan pandangan dan gerak tangannya masih terfokus pada rambut hitam Baekhyun yang sedang ia kepang.
"Yoora-na membaca pikirannya?" Luhan menyahut.
Baekhyun hendak membalikkan kepalanya melihat kerarah Yoora namun tertahan oleh tangan dari belakangnya.
"Yoora-na bilang tidak bisa." Tao mulai merengek kesal.
"Aku tidak membaca pikirannya, hanya saja sebagai adik dari Kris pasti Baekhyun akan menjawab kakaknya yang lebih tampan. Benar bukan?" Yoora menekankan kalimtat terakhirnya yang tertuju pada Baekhyun, dan anggukkan kepala didapatnya sebagai jawaban. "Kalau kalian bertanya padaku siapa yang tampan diantara mereka, tentu saja aku akan menjawab Chanyeol yang paling tampan, ya meskipun aku memiliki tiga adik laki-laki tapi aku menganggap Chanyeol paling tampan."
"Aku tdak mau menganggap Jongdae tampan."
"Aku juga." Tao menyetujui kalimat yang dilontarkan Luhan.
"Kalian sungguh jahat." Yoora sedikit tertawa melihat tingkah mereka berdua. "Nah, sudah selesai, kau pasti akan terlihat lebih cantik." Yoora meminta Baekhyun untuk berdiri dan berjalan kearah meja rias untuk bercermin.
"Badanmu kecil dan mungil, wajahmu juga cantik. Dan manis." Tao memuji ketika melihat Baekhyun berjalan.
Luhan dan Yoora menyusul Baekhyun untuk melihat bagaimana penampilannya dan Tao pun mengikuti dengan melihat dari balik badan Baekhyun.
Mereka bertiga masih disibukkan dengan meniliti penampilan Baekhyun, Yoora merapikan tatanan rambut Baekhyun, sedangkan Luhan kini sibuk membuat setelan atas yang Baekhyun gunakkan dilipat hingga memperlihatkan kulit putih dari pinggangnya. Baekhyun berkali-kali menolak dan menghindar namun Luhan dan Tao tetap memaksa hingga akhirnya Yoora bersuara meminta mereka berhenti.
"Hai Kyungsoo." Yoora bersuara dengan menyebut nama Kyungsoo namun Luhan dan Tao masih bingung karena Kyungsoo bahkan tidak ada di ruangan mereka, hingga akhirnya pintu kamar terbuka terlihat Kyungsoo dengan setelan berwarna silvernya masuk dengan langkah pelannya.
"Kami sudah siap." Yoora menjawab tanpa ada yang bertanya. Luhan dan Tao hanya menggelengkan kepala paham akan tingkah laku Yoora.
"Terkadang aku merasa kekuatannmu sedikit membuatku bergedik."
"Justru aku membantu kalian tanpa harus mengucapkan sepatah kata apapun, aku bisa membaca pikiran kalian dan mengetahui kejadian apa yang akan terjadi tanpa kalian harus mengatakannya bukan." Yoora menjelaskan kearah Luhan namun tangannya menggandeng Baekhyun untuk berjalan tepat disampingnya.
Kyungsoo yang masih terdiam melihat mereka yang saling bicara hanya bisa memberikan senyuman manisnya dan berjalan didepan memandu yang lainnya menuju tempat latihan.
"Eleanor belum tiba?" Luhan yang berada di belakang mulai bersuara.
"Uhm.. itu .. aku dengar mereka akan bergabung setelah kembali dari Olympus."Kyungsoo menjawab pertanyaan Luhan dari posisinya yang berada di depan.
"Itu bagus sekali. Kita bisa menikmati memandangi para Putera Mahkota tanpa harus diganggu dengan suara berisik mereka." Balasan kalimat yang dilontarkan Tao disambut suara persetujuan dari Luhan bahkan Yoora ikut tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya. Hanya Kyungsoo dan Baekhyun yang tersenyum kecil.
"Hai Chanyeol!"
Suara yang dilontarkan Luhan membuat langkah kaki mereka terhenti dan membalikkan badan melihat sosok yang dipanggil oleh Luhan.
"Sudah selesai lari paginya?" Luhan masih mendominasi.
"Sudah." Jawaban singkat diberikan oleh Chanyeol dan kemudian ia melanjutkan melangkah.
"Hai girls!" Kris yang baru saja masuk kedalam Istana menyapa mereka semua. "Wow, Baekhyun? ini benar adikku Baekhyun?" Kris menghampiri adiknya, meraup wajahnya dan mencubit-cubit pipinya. Baekhyun sudah merengek dan memukul-mukul tangan Kris namun kakaknya tidak peduli.
"Kau merusak wajah cantiknya Kris." Yoora mulai menengahi karena melihat Baekhyun sudah berusaha keras melepaskan diri.
"Aigooo... lihatlah. Kau cantik Baek!" Kris mengusak rambut Baekhyun. Dan berpamitan kepada mereka semua untuk berganti baju.
Baekhyun yang masih kesal dengan apa yang Kris lakukan kini sibuk merapikan tatanan rambutnya. Luhan dan Yoora turut membantu dan kemudian berjalan kembali menuju tempat latihan mereka.
Yunho dan Zhoumi berjalan bersama Chanyeol dan juga Kris dibelakang mereka, turut serta beberapa ksatria yang membawa berbagai perlengkapan untuk para Putera dan Puteri Mahkota berlatih.
Tempat latihan yang berada di Istana Eowyn hampir sama dengan tempat latihan di Istana yang lainnya, hanya saja semua fasilitas yang ada berada di tempat terbuka yang dikelilingi aliran sungai dan juga pepohonan besar sehingga membuat tempat ini sangat sejuk.
"Bila mereka belum juga datang aku benar-benar akan mencari tempat untuk tidur disini." Jongin yang sudah menguap berkali-kali menghampiri Sehun dan memeluknya dari belakang, menggunakkan bahu adiknya sebagai tempat bersandar kepalanya. Sehun yang berdiri dengan enggannya hanya bisa diam dan memandang jauh tanpa memperdulikan apa yang Jongin lakukan, Yoora yang berada tepat di samping Sehun menggelayutkan tangannya pada lengan adiknya itu.
Baekhyun dan Kyungsoo duduk bersama di bawah pohon dan memperhatikan keadaan sekitarnya, Luhan dan Tao terlihat berbicara serius dengan Jongdae.
"Sudah merasa nyaman berkumpul bersama mereka?" Kyungsoo memulai pembicaraan.
"Aku masih beradaptasi." Baekhyun menjawab.
"Mereka semua baik. Khususnya Yoora-na, dia lebih sering perhatian kepada semuanya karena dia yang lebih tua."
Baekhyun mendengarkan setiap penjelasan dari Kyungsoo, mengenai kekutaan yang mereka miliki dan juga berbagai latihan yang akan dilakukan selama mereka berada di Eowyn.
"Kau tidak perlu heran bila melihat tingkah laku Luhan dan Tao diantara para Keturunan Glorfindel, itu sudah hal yang biasa. Kecuali Eleanor datang dan berada diantara mereka semua itu akan menjadi perang dingin." Kyungsoo masih menjelaskan dengan semangatnya.
"Mereka mengagumi kakakku? Dan Chanyeol?"
"Tao lebih mengagumi Kris. Aku rasa tidak apa aku katakan itu bukan?" Kyungsoo tersenyum kearah Baekhyun, sedangkan kini Baekhyun masih terlihat shock mendengar bahwa Tao mengagumi kakaknya.
"Tenang saja, Tao hanya mengagumi kakakmu. Untuk Chanyeol.. well semua wanita berharap bisa berbicara atau bahkan setidaknya berkencan dengannya."
"Benarkah?" Baekhyun melongo. "Apakah ia dianggap setampan itu?"
"Memang karena Chanyeol tampan. dibandingkan Jongin yang memiliki kulit sedikit gelap, sedangkan Sehun lebih pucat dibandingkan Yoora dan Chanyeol, tapi selain itu Chanyeol adalah Putra Mahkota Glorfindel, keturunan Malaikat-Dewa-Manusia. Dia memiliki tiga darah campuran dari dalam dirinya. Special bukan? Kau dan Kris juga memilikinya namun Chanyeol memegang Kekuatan lebih kuat dibandingkan kalian." Kyungsoo menjelaskan lebih serius. "Kau tentu tahu mengenai ramalan Api Bumi dan Cahaya Abadi bukan?" Kyungsoo memindahkan posisi duduknya lebih dekat dengan Baekhyun. "Aku hanya sedikit mendengar bahwa Chanyeol adalah pemegang kekuatan Api Bumi, dan setiap pemegang kekuatan Api Bumi berarti dia adalah pewaris takhta tertinggi pada Kerajaan Tiga Dunia. Karena itu Chanyeol tidak dapat jatuh cinta bahkan tidak dapat menikah selain dengan pemilik Kekuatan Cahaya. Menyedihkan bukan?"
"Sangat." Luhan menyahut dan entah sejak kapan ia sudah berada di dekat mereka. Kyungsoo dan Baekhyun cukup dibuat terkejut melihat Luhan berada di dekat mereka.
"Bukan hanya cintanya. Chanyeol bahkan harus mempertaruhkan nyawanya untuk Kerajaan dan dunianya." Luhan terduduk diam dan terlihat sendu.
"Aku tidak tahu bahwa ia harus menanggung semuanya seperti itu." Baekhyun akhirnya bersuara.
"Ya untuk itu alasan kita berlatih bersama, setidaknya Kerajaan yang lain bisa memberikan dukungan dan bantuan untuk Chanyeol." Luhan menambahkan lagi. "Kalian tahu? Kerajaan Eleanor berharap salah satu keturunan mereka memiliki Kekuatan Cahaya Abadi, geez yang benar saja!" Luhan mendengus kesal.
"Memangnya kenapa?" Baekhyun tidak mengerti.
"Aku tidak setuju bila salah satu keturunan Eleanor memegang kekuatan Cahaya Abadi. Karena hal itu akan membuat ia harus menikah dengan Chanyeol! No no no! itu adalah kiamat bagiku." Wajah Luhan semakin kesal membayangkannya.
"Hanya tinggal Irene yang belum tahu memiliki Kekuatan apa diantara mereka bukan?" pertanyaan Kyungsoo dijawab dengan anggukkan kepala Luhan.
"Dari semua Keturunan Kerajaan hanya Irene dan Baekhyun yang belum memiliki kekuatan. Aku sudah pernah menanyakkan pada Yoora mengenai Kekuatan yang Irene miliki, namun ia tidak mau memberikan jawabannya."
"Aku juga tidak bisa membayangkan bagaimana bila Irene yang memiliki Kekuatan Cahaya." Kyungsoo berkomentar.
"Bagaimana bila bukan Irene yang memiliki kekuatan tersebut?" Pertanyaan yang dilontarkan oleh Baekhyun membuat Kyungsoo dan Luhan terdiam dan saling memandang, kemudian memperhatikan Baekhyun.
"Bisa saja kau yang memiliki kekuatan itu." Kyungsoo lebih dulu bersuara.
"Ya kemungkinan terbesar ada diantara Kau dan Irene."
"Hm, Krystal dan Minseok?" Baekhyun kembali bertanya.
"Minseok memliki kekuatan sesuai dengan kehidupa Eleanor. Pengendali es sedangkan kekuatan Krytal adalah yang paling unik." Luhan menjelaskan lagi. "Dia immortal." Luhan sedikit berbisik kearah Baekhyun.
"B-benar-kah?" Baekhyun membelakkan matanya. "Dia seperti Vampire?" Luhan dan Kyungsoo tertawa terbahak-bahak melihat bagaimana wajah Baekhyun yang melongo.
"Yaaa.. kenapa kalian tertawa?!"
"Kenapa kau membayangkannya vampire? Bahkan vampire saja bisa meninggal Baek." Kyungsoo masih tertawa dan menepuk-nepuk tangannya.
"Kau terlalu sering menonton drama percintaan vampire." Luhan menepuk-nepuk badan Baekhyun. "Vampire itu makhluk terkutuk Baek, mereka bisa meninggal dengan cara tertentu. Sedangkan Krystal benar-benar immortal, bila ia ingin hidupnya berakhir ia harus memohon pada Zeus untuk mengambil hidupnya."
"Banyak yang mengatakan Krystal seperti diberi kutukan. Bukannya anugerah kekuatan." Kyungsoo menguatkan penjelasan yang diberikan Luhan.
"Ini sungguh aneh." Baekhyun berusaha mencerna setiap pembicaraan Luhan dan Kyungsoo mengenai semuanya. Kyungsoo dan Luhan masih saling berbicara satu sama lain sedangkan Baekhyun teralihkan memandang Kris dan Chanyeol yang terlihat berjalan menuju tempat mereka latihan.
"Saatnya latihan." Kyungsoo yang melihat kedatangan mereka akhirnya beranjak mengajak Luhan dan Baekhyun berkumpul bersama yang lainnya.
Mereka berkumpul dengan membentuk dua group yang berbeda, para Putera Mahkota berkumpul bersaman dengan Yunho sebagai pembatas sisinya. Sedangkan para Puteri Mahkota berada bersama Yoora dengan Zhoumi sebagai pembatas.
"Aku tidak perlu menjelaskan kembali tujuan kalian dikumpulkan bersama bukan?" Suara Yunho terdengar tegas seakan-akan tidak ada yang dapat membantahnya.
"Kalian akan berlatih bersama, dengan kekuatan atau pun tidak." Kembali Yunho menekankan kalimat itu dengan melihat wajah para Putera dan Puteri Mahkota yang sudah berdiri berdampingan. "Aku harap kalian bisa serius berlatih bersama saat waktu latihan, tidak ada candaan apapun tidak peduli itu kakak atau adik kalian. Saat berperang kalian tidak bisa mempedulikan itu semua kecuali menyelamatkan nyawamu sendiri. Jadi ingatlah baik-baik."
"Kalian bersiaplah. Kita akan berlatih fisik terlebih dahulu." Zhoumi melanjutkan setelah Yunho memberikan kata sambutan yang cukup membuat para Puteri Mahkota terdiam membisu.
Zhoumi memerintahkan mereka semua untuk berlari mengelilingi Istana Eowyn dan melakukan beberapa gerakan pemanasan terlebih dahulu. Chanyeol dan Kris memimpin berlari di depan diikuti Sehun, Jongin dan juga Jongdae. Sedangkan di group Puteri Mahkota, Yoora dan Baekhyun memimpin diikuti Kyungsoo, Luhan dan Tao dibelakang mereka.
"Kau terlihat sudah terbiasa melakukan latihan ini?" Yoora berbicara pelan disamping Baekhyun.
"Hm. hm." Baekhyun menganggukkan kepala.
Ya kegiatan ini sudah menjadi rutinitas Baekhyun saat berada di dunia luar, kehidupan para manusia yang ia ikuti seperti kegiatan olahraga dan berbagai kegiatan lainnya ia selalu mencobanya.
"Kau persis seperti Chanyeol. Fokus pada kegiatan berlari." Yoora tersenyum dan berusaha berlari lebih cepat, bahkan kini ia sudah melewati Sehun, Jongin dan Jongdae. Baekhyun masih menstabilkan ritme berlarinya dan pelan-pelan ia menambah kecepatan menyusul Yoora.
Setelah kegiatan berlari mereka melanjutkan melakukan sit up, push up dan melakukan latihan menendang dan memukul dengan dibantu beberapa pengawal Kerajaan dan ksatria lainnya. Yoora banyak melakukan hal-hal yang membuat beberapa Puteri Mahkota takjub karena walaupun terlihat anggun dan feminism ternyata Yoora cukup ahli melakukan gerakan semuanya. Bahkan Yooar dapat melumpuhkan lawan latihannya hanya dalam hitungan menit, dan itu membuat yang lain memberikan tepukan tangan kecuali para Putera Mahkota yang hanya terdiam memperhatikan Yoora.
"Kau tidak menggunakkan kekuatanmu bukan?" Yunho, sang Ayah. Menanyakkan pada Puterinya.
"Tidak Yang Mulia." Yoora menjawab dengan lembut dan bergabung dengan para Puteri Mahkota yang masih takjub melihat Yoora.
Setelah Yoora, kini giliran Luhan yang menocba melakukan hal yang sama sepeti yang Yoora lakukan. Bila saat Yoora berlatih semua mata memandang takjub dan terdiam, lain halnya dengan Luhan, Putera Mahkota ke III Glorfindel dengan semangat meneriaki nama Luhan dan membuat kesal gadis tersebut. Bahkan saat dirinya terfokus menyerang lawannya Luhan meneriaki nama Sehun bahkan memaki penuh emosi. Sehun yang melihat hal tersebut malah tertawa terbahak-bahak diikuti dengan Jongdae dan Jongin.
"Kalian benar-benar akan kubunuh bila menjadi lawanku suatu saat nanti!" Luhan yang sudah selesai menunjuk kearah Sehun, Jongdae dan Jongin.
"Language Luhan!" Zhoumi-ayahnya menahan badan Puterinya dan mengarahkan ia untuk bergabung dengan para Puteri Mahkota.
Zhoumi meminta Tao bersiap setelah Luhan beristirahat di sebelah Yoora, sedangkan tatapan tajamnya masih mengarah pada Sehun.
"Aku heran kenapa Yoora bisa bertahan memiliki adik macam dia." Luhan bergumam pada Baekhyun dan Kyungsoo yang berada di belakangnya. Yoora bisa mendengar apa yang dikatakan Luhan namun ia hanya tersenyum dan melihat bagaimana Tao yang dengan lincah memamerkan gerakan kung fu yang ia sudah kuasai. Dan kali ini tidak ada suara dari kelompok Putera Mahkota, karena mereka memandang Tao dengan tatapan ngeri melihat bagaimana pukulan dan tendangannya cukup terdengar keras.
Saat Tao seleai menaklukkan lawannya hanya Kris yang memberikan tepukan tangan kearahnya namun tak lama ia mendapatkan balasan tatapan dingin dari Tao. Jongin memberikan tepukan pada pundak Kris supaya ia menghentikkan tepukan tangannya.
Setelah Tao berjalan untuk duduk kembali, Kyungsoo sudah bersiap dan berjalan ke tempat latihan. Zhoumi memberikan pengarahan kepada Kyungsoo dan segera melakukan gerakan push up dan sit up terlebih dahulu. Kali ini tidak ada suara berisik yang terdengar dari para Putera Mahkota, Sehun dan Jongin sibuk dengan saling berbisik sambil menunjuk ke arah Luhan sedangkan Jongdaer berbaring di belakang mereka dan memejamkan matanya. Kris dan Chanyeol yang memperhatikan Kyungsoo berlatih namun mereka juga tidak ada komentar apapun.
Kyungsoo sedikit kesulitan saat berhadapan langsung dengan lawannya dan itu membuat Zhoumi dan Yunho mengajarkan hal-hal apa yang bisa ia lakukan untuk melawannya. Yoora yang sudah memperhatikan Kyungsoo kini beralih kearah Baekhyun yang menggigit bibir bawahnya dan dengan ibu jarinya berulang kali digigit dan masuk kedala mulutnya.
"Kau gugup?" Yoora berbisik. Anggukkan kepala sebagai jawaban dari Baekhyun terlihat menggemaskan dengan mata nya yang kecil seperti puppy berbinar-binar menggambarkan ketakutannya.
"Ini pertama kalinya buatmu?" Luhan ikut menanyakkan.
"Aku pernah berlatih sebelumnya.. hanya saja ini berbeda dengan kondisimu saat latihan sendiri."
"Tenang saja. Jangan pedulikan kami yang berada disini, anggap saja kau sedang dalam duniamu sendiri dan berlatih sendirian." Luhan memberikan semangat untuk Baekhyun. "Dan jangan pedulikan teriakan-teriakan dari para lelaki aneh disana." Bibir Luhan yang menggerutu menunjuk pada sosok Sehun yang masih menggodanya.
"Menyebalkan!" Luhan berdecak kesal melihat kearah Sehun.
Baekhyun yang melihat kearah Sehun dan Luhan kini tertawa.
"Kenapa kau tertawa? Kau menertawakan aku ya?"
"Bukaan.. hanya saja aku membayangkan kalian berdua seperti sepasang kekasih yang sedang merajuk." Baekhyun kembali tertawa dengan tangannya yang menutup wajahnya. Luhan yang meihat itu hanya menggelengkan kepala dan enggan untuk melanjutkan pembicaraan itu.
"Yes! Good job Kyungsoo!" suara teriakan Kris dan tepukan tangan terdengar membuat Baekhyun kembali menurunkan tangannya dan melihat kearah Kyungsoo yang kini sudah terengah-engah berjalan untuk kembali duduk.
Baekhyun bersiap berdiri dan melangkah menuju tempat dimana Zhoumi dan Yunho berdiri, ia sempat melihat kearah Kris yang memberikannya semangat dan anggukkan kepala untuk Baekhyun
"Hai Princess." Yunho menyapa Baekhyun dengan senyuman hangat. Ya, Yunho adalah teman dekat Ayahnya, maka tidak mungkin ia tidak memberikan salam kepadanya bukan.
"Ini pengalam pertamamu?" Zhoumi bertanya sambil memasangkan handswraps pada telapak tangan Baekhyun.
"Ini pertama kalinya." Baekhyun menjawab.
"Relaks saja. Ini baru latihan hari pertama." Yunho berucap dengan senyuman dan membiarkan Baekhyun untuk memulai gerakan sit up dan push up terlebih dahulu. Diluar dugaan Baekhyun bisa menyelesaikannya dengan waktu yang sangat cepat melebihi waktu Yoora dan Tao, bahkan pergerakan nafasnya masih normal tidak terlihat sedikit pun bahwa Baekhyun kelelahan atau sulit bernafas.
"Baekhyun benar adikmu?" bisikkan Jongin pada telinga Kris hanya dibalas senyuman kecil oleh Kris. Ya sebagai Kakak kandung Kris tentu tahu bahwa Baekhyun bukanlah gadis manja dan takut akan hal-hal seperti ini, justru Baekhyun selalu bersemangat setiap melihat latihan-latihan yang diadakan oleh Kerajaan Lynkestis. Bahkan kerap Kris mengijinkan Baekhyun untuk berlatih sendiri tanpa diketahui oleh siapapun.
Kini Baekhyun sudah bersiap untuk mencoba berlatih melawan salah satu pengawal Kerajaan. Yunho memperingatkan untuk tetap tenang dan jangan terlalu memaksakan diri bila ia kesulitan menghadapinya. Baekhyun menganggukkan kepala dan menghela nafas, fokus matanya tertuju pada Kris yang meneriakkan namanya dan memberikan tepuk tangan. Sedangkan para Puteri Mahkota juga melakukan hal yang sama saling memberikan semangat, namun Yunho meminta mereka tenang ketiba perlawanan akan dimulai.
Sang pengawal memiliki badan yang cukup besar dan kekar bahkan tidak sebanding dengan badan Baekhyun yang begitu kecil, sang pengawal memulai gerakan melawan dengan memberikan pukulan ke sisi kanan wajah Baekhyun namun dengan cepat Baekhyun berhasil menghindar dan kemudian menyerang kedua kaki pengawalnya namun gerakan itu tidak membuat sosok lawannya jatuh.
Kekuatannya tidak sebanding.
Perlawanan masih berlanjut dan Baekhyun masih cukup ahli untuk menghindar, namun ia tidak cukup kuat untuk melawannya. Bahkan pukulan tangan Baekhyun tidak cukup kuat untuk melumpuhkan lawannya, Baekhyun masih berpikir dan berusaha fokus bagaimana untuk memberikan serangan pada lawannya. Ketika sang pengawal mulai memberikan tendangan dan pukulan bertubi-tubi, Baekhyun berhasil menepisnya namun ia melakukan kesalahan hingga sudut bibirnya terkena pukulan yang cukup kencang hingga ia terjatuh.
Melihat kejadian itu Kris berterika keras dan mencoba untuk bangkit dari posisi duduknya, tangan Chanyeol berhasil menahan badan Kris meminta Putera Mahkota Lynkestis itu untuk tetap diam dan tenang. Kris sempat memberontak namun ia kembali tenang karena melihat Baekhyun yang sudah bangkit berdiri dan kini malah melakukan serangan kembali tanpa henti. Semua mata yang melihat enggan untuk mengerjap karena menyaksikan bagaimana liukan badan Baekhyun melakukan serangan yang sangat cepat namun tepat mengenai beberapa titik lemah lawanya. Kakinya bergerak cepat memutar memberikan tendangan, sedangkan tangannya diarahkan pada wajah dan bagian perut. Dan beberapa menit kemudian, tendangan keras dan tinggi yang ia lakukan mengakhiri latihannya.
Yunho dan Zhoumi yang melihat semua itu menatap Baekhyun yang terengah-engah dan menyadari sesuatu hal yang berbeda dari diri Baekhyun.
"Yoora!" Chanyeol memecah keheningan dengan memekikan nama Yoora dan langsung beranjak duduk dihadapan Yoora yang kini pandangannya mulai menerawang jauh. Badannya bergerak bergetar namun akhirnya ia tersenyum saat Chanyeol mulai berbisik padanya dan memegang wajahnya dengan kedua tangannya. Yunho turut berpindah dan membantu Yoora untuk tenang, Zhoumi menahan badan Baekhyun yang ingin melangkah mendekat dan menggelengkan kepalanya.
"Kita perlu bicara Tuan Puteri." Baekhyun hanya menganggukkan kepala menurut. "Kris! Kita harus bicara!" Zhoumi memanggil nama Kris dan mengajak kakak adik itu untuk mengikuti langkahnya masuk kedalam Istana setelah menyampaikan pada semuanya bahwa mereka akan melanjutkan latihan setelah beristirahat.
-Loves of Tales-
Baekhyun masih menunggu diluar ruangan dimana Zhoumi dan Kris tengah berbicara empat mata didalam ruangan pertemuan dalam Istana. Ia menggigit bibir bawahnya dan tangannya diusapkan berkali-kali karena mengkhawatirkan apakah ia melakukan kesalahan besar.
"Kau pernah melihat Baekhyun seperti itu?"
"Aku tidak pernah melihatnya seperti yang ia lakukan tadi.." Kris menjawab pertanyaan Zhoumi dengan wajahnya yang juga bingung dan tegang.
"Kau tentu melihat dengan jelas bukan? Bagaimana perubahan warna rambutnya, sinar pada tubuhnya dan juga.."
"Simbol itu." Kris melanjutkan kalimat Zhoumi. "Ini benar-benar pertama kalinya aku melihat Baekhyun seperti itu.. selama ini kami hanya latihan memanah dan gerakan latihan lainnya. Terutama symbol itu."
Zhoumi menganggukkan kepala, berusaha percaya akan apa yang Kris ucapkan karena ya memang dia yang sangat mengenal Baekhyun dibandingkan dirinya yang baru beberapa kali beremu denagn Baekhyun, apalagi ini adalah latihan bersamanya bersama Baekhyun dan melihat secara langsung bagaiamana gadis kecil itu melakukan gerakan untuk melawan.
"Aku akan menanyakkan masalah symbol itu kepada Yixing, jangan ceritakan berita ini kepada kedua orang tuamu, mereka akan sangat khawatir nantinya." Tepat setelah Zhoumi mengatakan kalimat itu ia mulai mengambil kertas dan menggambarkan pola symbol yang ia lihat pada kening Baekhyun sebelumnya.
Zhoumi menyerahkan kertas itu pada Kris untuk memastikan apa yang ia gambarkan sesai dengan yang ia lihat atau tidak.
"Persis seperti yang aku lihat sebelumnya, tapi mungkin kita harus mengechecknya lagi."
"Aku setuju. Panggilkan Baekhyun untuk masuk, kau bisa kembali bersama yang lainnya dan jangan membuat mereka panik atau curiga dengan apa yang terjadi dengan Baekhyun." Kris menganggukkan kepala dan pamit undur diri setelah itu ia keluar dari ruangan dan meminta Baekhyun untuk masuk setelah mengusak kepala adiknya serta menggodanya.
"Y-yang M-ulia." Baekhyun melangkah masuk dengan kepala yang masih menunduk.
Zhoumi yang masih memandang kertas yangs sedari tadi dikejutkan kembali dengan penampilan Baekhyun yang sudah kembali seperti biasa. Tidak ada tubuh yang bersinar terang, tidak ada perubahan warna rambut dan juga symbol pada keningnya sudah jelas menghilang seakan-akan symbol itu memang tidak pernah ada muncul pada kenignya.
"Duduklah Tuan Puteri." Zhoumi membawa badan mungil itu untuk duduk pada salah satu kursi.
"Kau tidak melakukan kesalahan apapun Baekhyun, aku hanya ingin menanyakkan bagaimana latihanmu di hari pertama ini."
Baekhyun hanya terdiam karena ia benar-benar tidak tahu apa yang harus diucapkan pada Raja Tiranis.
"Apa latihan yang paling kau senangi? Memanah? Kris bilang kau sungguh sangta berbakat dengan panah."
"Uhm. Itu.." Senyum mulai terlihat pada wajah Baekhyun dan seakan-akan ia sudah melupakan segala masalah yang ditakutkan sebelumnya.
"Mungkin kita bisa mencoba bagaimana skill memanahmu nanti." Zhoumi memberikan senyuman pada Baekhyun dan mendapatkan anggukkan kepala dari gadis kecil itu.
"Latihan sebelumnya kau sudah sangat bagus. Kau bisa menggunakkan segala kesempatan yang ada untuk melawan musuhmu, hanya butuh beberapa latihan untuk pergerakkan yang lainnya saja. Kris dan Chanyeol bisa membantumu nanti." Zhoumi menepuk bahu Baekhyun dan mengajaknya untuk kembali ke tempat latihan.
"Yoora.." Suara Chanyeol terdengar sangat lirih.
Semuanya tahu apapun penglihatan dari masa depannya hanya Chanyeol yang bisa mengetahuinya secara langsung tanpa ada kontak fisik. Hanya Chanyeol yang bisa masuk kedalam pikiran Yoora dan melakukan telepati dengannya, dan Yoora hanya dapat membagi setiap penglihatan yang ia dapatkan itu kepada Chanyeol.
"Kalian baik-baik saja? apa yang terjadi?" Yunho merangkul badan puterinya yang masih terisak dan menutup matanya dengan erat. Takut. Itulah kesimpulan yang bisa didapat bagi setiap ornag yang melihat tubuh bergetar dan isakan tangis yang tak henti-hentinya. Sehun berulang kali meminta Yoora untuk dapat kembali sadar, sedangkan Jongin kini membantu Chanyeol dimana ia merasakan hal yang sama seperti yang Yoora rasakan.
"Ada apa sebenarnya?" Luhan berbisik sangat pelan pada Jongdae yang berdiri menjaga jarak dari tempat Yoora dan Chanyeol. Jongdae hanya menggelengkan kepala dan meminta Luhan untuk diam dan kembali duduk di tempatnya.
"Katakan apa yang kau lihat sayang." Yunho memeluk puterinya dan memberikan usapan pada punggungnya supaya Yoora lebih tenang dan dapat menjelaskan pandangan apa yang ia lihat. Biasanya Yoora dengan cepat akan menceritakan langsung hal yang ia dapatkan namun kali ini hanya gelengan kepala dan suara isakan yang terdengar darinya. Berbeda dengan Chanyeol yang kini terlihat lebih tenang dibandingkan sebelumnya.
"Eowyn akan hancur." Kalimat yang Chnayeol ucapkan sontak membuat yang lain menjadi tegang dan ketakutan, mereka saling memandang dan berjalan mendekat kearah Chanyeol. Luhan dan Tao berpindah untuk mendekat kearah Kyungsoo yang hampir saja akan menangis mengdengar Istananya akan hancur.
"Hades menyerang?" Jongdae dengan cepat memastikan dan bertanya langsung, anggukkan kepala dari Chanyeol semakin membuat suasana semakin lebih menegang.
"Kapan hal itu terjadi?"
"Aku tidak tahu kapan pastinya.. hanya saja.." Chanyeol terdiam sesaat memandang ayahnya yang menunggu jawaban darinya, sedangkan pikiran Chanyeol kembali masuk kedalam pandangan Yoora dimana saat itu ia merasakan sedih, hancur dan marah merasakan seseorang yang ia cintai, takdirnya. Seseorang pemegang kekuatan cahaya yang akan ia temui di Istana Eowyn ini akan dibunuh dihadapannya. Hades akan menghancurkan seluruh tanah Kerajaan Eowyn menajdi rata dan hangus terbakar, bahkan dirinya sendiri akan mati lebih dulu dengan pemandangan terakhir mendengar teriakan dari seseorang gadis itu berteriak dalam tangisnya memanggil namanya berulang kali sebelum ia pun menjemput ajalnya.
"saat hal itu terjadi.." Chanyeol berusaha menjelaskan kembali, dan semakin ia berusaha menjelaskan semaking terdengar kencang isakan Yoora dan gelengan kepalanya pada dada bidang Ayahnya dimana ia menyembunyikan wajahnya.
"Kekuatan Cahaya sudah berada bersama kita di Eowyn."
