"Apa yang kau lakukan dengan Chanyeol?"

Baekhyun menoleh kearah kakaknya dan melihat semua mata tertuju padanya. Ia berdiri disamping Chanyeol dengan tangannya masih memeluk pinggang lelaki itu, bahkan tangan Chanyeol sendiri masih berada di bahunya.

Ingin rasanya aku menghilang saat ini juga.


7


Harapan Baekhyun supaya ia dapat menghilang hanya diungkapkan dalam hatinya, ya iya hanya berharap dan tidak memikirkan bahwa itu benar-benar akan terjadi.

Dihadapan Chanyeol dan semua mata yang melihat, ia benar-benar menghilang.

Pandangan dari mereka yang melihat benar-benar yakin bahwa Baekhyun tidak berada disamping Chanyeol saat ini, tapi berbeda dengan Baekhyun yang tidak paham dengan apa yang sudah dikatakan oleh mereka semua yang kini mulai tidak percaya dengan apa yang ia lihat.

"Dia benar-benar ada disampingmu Chan!" teriakan Luhan masih sama seperti yang ia katakan setelah melihat Baekhyun menghilang. Kris masih berteriak untuk memanggil adiknya yang ia pikir mungkin Baekhyun hanya berlari untuk kabur karena takut akan petir. Yunho meminta Jongin untuk melakukan teleportasi dan mencari Baekhyun didalam Istana, Sehun mencari pada beberapa pohon yang berada disekitar mereka dengan anggapan bahwa mungkin saja Baekhyun memanjat pohon tersebut dan bersembunyi. Sedangkan Luhan, Tao dan Kyungsoo masih berkumpul bersama memandang Chanyeol yang masih berdiri diposisi yang sama, mereka tidak tahu bahwa kini Chanyeol terpaku menatap kearah Baekhyun yang masih berada disampingnya dan ketakutan.

"Baekhyun masih berada disampingmu?" Yoora masuk kedalam pikirannya dan berhasil membuat Chanyeol mencari dimana kakaknya berada. Tak jauh, Yoora dan Yixing melambaikan tangan mereka kearah Chanyeol.

"Kau mengetahui ini?"

"Aku mengetahui beberapa hal yang akan terjadi untuk kedepannya adikku sayang."

"Aku sedang tidak bercanda, dia ketakutan Yoora!" Suara Chanyeol terdengar marah.

Aneh memang, karena saat Baekhyun benar-benar menghilang dari hadapan mereka tapi kenyataannya saat ini ia masih berada didekat Chanyeol, masih dalam memeluk badan laki-laki itu bahkan ia merasakan ketakutan. Bagaimana ia mendengar yang lainnya berkomentar dan menganggap aneh karena dirinya tiba-tiba menghilang, apalagi mendengar komentar dari Jongdae dan Tao yang mengatakan apakah kekuatan yang ia miliki hanya bisa menghilang secepat kilat seperti itu.

"Chanyeol." Kali ini suara Yixing yang terdengar. "Kau benar-benar bisa melihatnya dengan jelas?"

"Kalian bercanda? Jelas-jelas dia masih berada didekatku! Bahkan ia memelukku sambil menangis bila kalian ingin tahu lebih detailnya."

"Um, well.—"

"Yoora dan aku tidak bisa membaca pikirannya." Yixing lebih dulu melanjutkan pendapatnya, memotong Yoora yang saat ini masih tersenyum dengan sendirinya melihat bagaimana adiknya itu berusaha menahan posisi badannya.

Tanpa berkomentar apapun, Chanyeol melangkah untuk pergi meninggalkan tempat latihan, tak peduli beberapa teriakan memanggil namanya namun ia tetap melangkah dengan cepat meninggalkan mereka semua, yang tanpa diketahui oleh siapapun kecuali Yoora dan Yixing bahwa Baekhyun tetap berada disampingnya dan masih memeluk Chanyeol ikut melangkah bersama.

"Kau membawa Baekhyun ikut denganmu? Kalian kemana?" Suara Yoora kini kembali masuk dalam pikiran Chanyeol.

"Aku akan menanyakkan pada Baekhyun mengenai apa yang terjadi, dia butuh suasana tenang." Chanyeol menjawab.

Langkahnya terasa lebih lambat dan kini ia berhenti sejenak untuk melihat bagaimana Baekhyun yang ketakutan disampingnya.

"Baekhyun."

Gelengan kepala sebagai jawaban sedangkan pelukan tangannya masih tetap pada posisi yang sama.

"Hey.." Chanyeol mencoba memberikan usapan pada punggung gadis itu, awalnya ia berpikir bahwa sentuhannya tidak mungkin akan terasa karena Baekhyun tidak terlihat. Logika dalam pikirannya menjelaskan hal yang sama namun kenyataanya ia masih bisa merasakan punggung kecil itu yang bergetar menangis, bagaimana tangannya benar-benar mengusap punggungnya, ia masih bisa merasakan bagaimana tangan mungil gadis itu memeluknya semakin erat.

"Benarkah?" Yoora tahu apa yang ada dalam pikiran Chanyeol.

"Ini adalah hal baru." Yixing ikut berkomentar.

"Apa yang harus aku lakukan?" Chanyeol bergumam pelan dalam pikirannya.

"Cobalah bawa ia ke tempat yang lebih tenang dan biarkan ia beristirahat terlebih dahulu. Aku akan mencoba membicarakan hal ini dengan para Dewa pemberi kekuatan." Yixing memberikan saran yang disetujui oleh Yoora. Chanyeol hanya mengiyakan dan kemudian meminta Baekhyun untuk kembali berjalan bersamanya dan tetap meminta ia untuk memeluk badannya.

Langkah kaki mereka menyusuri jalanan Eowyn yang dipenuhi pohon-pohon disekelilingnya dan juga beberapa tanaman dan bunga-bunga lainnya. Chanyeol masih memikirkan bagaimana caranya membuat Baekhyun tenang dan bisa membuat dirinya nampak kembali sedangkan Baekhyun kini masih menggelayut pada tubuh Chanyeol dan menundukkan kepala kebawah untuk melihat batu-batuan yang mereka lewati.

"Nah! Akhirnya." Ucapan Chanyeol membuat Baekhyun mendongakkan wajahnya untuk melihat kearah Chanyeol dan kemudian melihat sekelilingnya. Pemandangan biru laut dan juga bukit-bukit yang mengelilingi Eowyn terlihat dari posisinya saat ini, hamparan rerumputan hijau menjadi alas pijakan kakinya dan diperindah dengan bunga-bunga berwarna-warni. Baekhyun mulai berani melepaskan pelukan pada pinggang Chanyeol dan melangkah kedepan beberapa langkah untuk dapat melihat hampara laut biru.

"Kau menyukainya?" Pertanyaan yang diberikan Chanyeol tidak ia jawab.

"Ini tempat rahasiaku saat di Eowyn, dan.." Chanyoel menahan kalimatnya dan melihat kearah Baekhyun yang kini sudah menoleh kearahnya dengan wajahnya yang sendu.

"Ini indah." Baekhyun menyahut singkat, mendudukkan dirinya pada rerumputan, menekuk lututnya dan menenggelamkan wajahnya disana. Chanyeol tahu semua hal yang terjadi hari ini benar-benar diluar perkiraan dari gadis itu, apalagi saat ini dirinya masih berbentuk bayangan belum kembali pada wujud aslinya. Langkah kakinya bergerak untuk mendekat kearah Baekhyun dan saat ia berada dekat gadis itu dengan jelas terdengar isakan tangis. Chanyeol menghela nafas sebentar dan duduk disebelah Baekhyun dan merangkul tubuh mungil itu untuk berada kembali dalam dekapannya.

"Ku kira kau tidak akan pernah bisa menangis." Kalimat yang ia lontarkan tidak mendapat jawaban kata-kata tapi sebuah pukulan pada pahanya dan ia tersenyum setelahnya.

"Aku tahu ini aneh.. kau bingung dan juga merasa ketakutan." Chanyeol kembali bersuara. "Tapi.. kau harus tahu ini adalah anugerah yang diberikan kepadamu dari Zeus, dan seharusnya kita sebagai keturunan dewa-dewi dan juga malaikat bangga karena bisa memiliki kekuatan." Tangannya mengelus surai rambut Baekhyun dengan pelan.

"Pasti ada alasan kenapa kau memiliki kekuatan ini." Mereka masih dalam posisi saling bersandar dengan Baekhyun yang masih bergelung dalam dekapan Chanyeol. Tidak ada kalimat yang terdengar setelah ucapan Chaneyol sebelumnya, Baekhyun hanya mengerjapkan matanya berkali-kali tanpa Chanyeol sadari.

"Kau tahu apa kekuatanku kan?" Chanyeol kembali bersuara. "Awalnya aku berpikir bagaimana bisa aku memiliki kekuatan yang hampir sama dengan Kris, tapi setelah beberapa kali latihan aku baru tahu bahwa Kris bisa mengeluarkan api dari naga yang berada dalam dirinya, sedangkan aku benar-benar mengeluarkan api tanpa ada naga dan mahluk apapun. Hanya dengan jentikkan jari aku bisa mengeluarkan api dan menghanguskan apapun yang berada didekatku, bahkan badannku bisa diselimuti oleh kobaran api."

"Menakutkan bukan." Chanyeol melanjutkan setelah terdiam sebentar mengingat bagaimana rasanya saat ia baru mengetahui kekuatan yang dimilikinya. "Butuh waktu lama supaya aku terbiasa dengan kekuatanku.. Untung saja saat itu Yoora benar-benar membantu untuk berlatih, bahkan aku benar-benar berterima kasih padanya saat dimana aku mengetahui bahwa aku adalah seseorang yang ditakdirkan untuk memiliki kekuatan Api Bumi—"

Chanyeol terdiam dan menundukkan wajahnya.

Baekhyun yang masih bergelung dalam dekapannya kini membelai punggung belakang Chanyeol,. Mereka berdua seakan-akan saling memberikan dukungan dan kekuatan untuk saling menguatkan.

"Kau bisa mengendalikan kekuatanmu dengan banyak-banyak berlatih. Kris pasti bisa membantumu."

Baekhyun melepaskan pelukannya dan melihat kearah Chanyeol, mata mereka saling menatap hingga Chanyel terdiam saat matanya melihat manik hitam kelam mata Baekhyun.

"Maukah kau membantuku?"

Ingatan pada mimpi-mimpinya terasa nyata saat ia melihat wajah Baekhyun yang terkena sinar matahari, kulitnya bersinar dan berwarna putih.

"Maukah kau membantuku?"

Chanyeol terdiam mematung mendengar suara Baekhyun yang dengan jelas mengucapkan kalimat yang sama dengan sosok yang berada dalam mimpinya, bahkan kini Baekhyun tidak terlihat olehnya dan hanya bias cahaya yang terlihat oleh matanya.


-Loves of Tales-


"Chanyeol pasti mengetahuinya bukan?" Yixing berbicara setelah menyesap teh hijaunya.

Yoora tersenyum mendengar kalimat yang ditanyakkan padanya. "Dia cukup pintar untuk membaca segala petunjuk yang diberikan dari mimpi-mimpi yang ia alami setiap malam."

"Aku benar-benar tidak menyangka.."

"Kenapa?" Yoora melihat kearah Yixing dan menunggu kalimat selanjutnya yang masih tertahan tidak diucapkan olehnya.

"Pemilik kekuatan itu adalah Baekhyun."

Senyuman manis merekah terbentuk pada wajah Yoora mendengar kalimat yang baru saja dikatakan oleh Yixing.

"Takdir itu sudah dibuat oleh Sang Pencipta dan Zeus, kita tidak bisa menolaknya bukan."

Yixing menganggukkan kepala. "Dan Kekuatan itu sendiri yang memilih mereka berdua."

Mereka terdiam setelah melihat Jongin, Sehun dan Kris melangkah mendekat kearah meja dimana mereka duduk.

"Dimana Chanyeol?/Dimana Baekhyun?" Jongin dan Kris sama-sama berucap, Sehun yang mendengar mereka hanya menggelengkan kepala dan berjalan cepat menuju Yoora dan memeluknya.

"Aku lelah. Anak itu hilang entah kemana." Sehun mengadu.

"Itu adikku bodoh!" Kris mendengus dan memukul kepala Sehun, dan setelahnya Sehun mengaduh kepada Yoora namun hanya usapan tangan di kepalanya dan setelah itu Yoora dan Kris terlibat percakapan mengenai Baekhyun.

Yoora membawa Kris berjalan bersama meninggalkan Yixing bersama Sehun dan Jongin, mereka berjalan masuk kedalam istana menuju ruangan baca.

"Haruskah kita membicarakan ini empat mata? Atau kau mau menggodaku?" Kris terkekeh kecil setelah ia menutup pintu ruangan baca istana.

Yoora membalikkan badannya dengan wajah yang serius.

"Okey.. okey.. Aku hanya bercanda." Kris mengangkat kedua tangannya ke udara dan berjalan menuju sofa untuk merebahkan badannya.

"Katakan ada apa?" Kembali ia bersuara lebih dulu. Yoora masih terdiam dan berjalan mendekat kearahnya, ia duduk pada tangan sofa dan meletakkan kedua tangannya kearah pelilpis Kris.

"Cobalah pahami ini." Yoora berbisik dan setelahnya ia mengerahkan kekuatannya masuk kedalam pikiran Kris.

Baekhyun melangkah dengan cepat dari dalam kamarnya, wajahnya terlihat khawatir dan sudah jelas terlihat ia baru saja menangis, dengan mengusap air matanya dan masih berlari membuka pintu utama Istana dan kemudian melangkah pelan-pelan menuju kearah jalanan istana. Ia masih terisak dan menutup mulutnya kala melihat sebuah helicopter hitam mendekat dan akan mendarat pada halaman Istana. Chanyeol keluar lebih dulu, langkahnya sedikit tertatih dan mengenakkan mantel hitam tebal membalut badannya, tidak mempedulikan Jongin dan Sehun yang melarangnya untuk berlari karena ia kini dengan cepat berlari kearah sosok gadis yang masih dalam isakan dan ikut berlari kearahnya.

Baekhyun.

Tubuh mereka bertemu dan berpelukan satu sama lain, mengabaikan semua mata dan sorakan yang melihat kearahnya.

"Jangan tinggalkan aku lagi."

"Aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi." Chanyeol tersenyum dan menciumi pucuk kepala Baekhyun.

"YAK! Kakakmu juga hampir mati disana!"suara Kris berteriak sambil mencoba melepaskan pelukan Chanyeol pada adiknya.

"Sudah biarkan mereka!" Sehun menarik tangan Kris untuk menjauhi adiknya yang masih memeluk badan Chanyeol dengan sangat erat tak mempedulikan kakaknya juga baru kembali.

Yoora tersenyum disaat telepatinya bersama Kris sedangkan pria didepannya itu membelakkan matanya menatap Yoora.

"Ini belum selesai." Gumaman Yoora terdengar dan disertai dengan penglihatan yang Yoora lakukan kembali.

"Apa aku bisa melakukannya?" Baekhyun menatap ragu kearah Chanyeol yang membantunya memasang pelindung dibadannya.

"Aku yakin kau bisa melakukannya, kekuatanmu hebat sayang." Chanyeol tersenyum dan mencuri ciuman pada pipi mochi milik Baekhyun.

"Yaa~" Baekhyun menolak dengan malu-malu.

"Kenapa?"

"Jangan mencium pipiku."

Mungkin Baekhyun pikir bahwa Chanyeol akhirnya akan tertawa atau mengusak kepalanya, tapi nyatanya tangan Chanyeol menarik pinggangnya, mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun dan mencium bibir merah muda milik Baekhyun. Ciuman yang dilakukannya bukanlah singkat seperti ciuman pada pipi sebelumnnya, kali ini ciuman Chanyeol lebih lama dan bahkan kini lidahnya mulai berusaha masuk kedalam mulut Baekhyun.

"Itu ciuman pertama mereka bila kau mau menanyakkan." Yoora lebih dulu bersuara menjawab pertanyaan yang sudah ada dalam pikirannya.

"Aku ingin membunuh adikmu."

Yoora hanya bisa tertawa melihat bagaimana Kris dipenuhi luapan emosi atas penglihatannya yang baru saja terjadi.

"Sebelum kau membunuh adikku, kau harus melihat yang lain." Yoora memegang pelipis Kris kembali dan mulai memberikan penglihatan terakhir dimana Kris akan mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada adiknya dan Chanyeol.

Gelap.

Dingin.

Sepi.

"Bagaimana? Apa ada berita dari Olympus mengenai hal ini?" Suara Yunho dengan jelas terdengar oleh pendengaran Zhoumi meskipun mereka kesulitan memandang satu sama lain.

Eowyn dipenuhi kegelepan setelah kejadian dimana Chanyeol berhasil dibawa oleh Hades dan anak buahnya masuk kedalam neraka, seorang gadis yang mengetahui itu mengalami kesedihan yang begitu dalam hingga saat ia meneriakkan kekesalan dan kekecewaannya membuat semua sumber cahaya hilang dari Eowyn. Bahkan Dewa Matahari dan Bulan tidak dapat masuk ke Eowyn untuk memberikan pencahayaan.

Baekhyun mengurung dirinya di kamar dan tidak mengijinkan siapu pun masuk, kakaknya dan kedua orangtuanya pun sudah gagal berkali-kali untuk menemuinya. Ia masih merasa bersalah karena seharusnya dirinyalah yang akan dibawa oleh Hades, tapi entah bagimana caranya Chanyeol akhirnya yang berhasil didapatkan oleh Hades.

"Baekhyun.. bisa kita bicara sebentar. Ini aku Yoora-na." Yoora berbicara luar kamar dimana Baekhyun mengurung dirinya selama 2 hari ini. "Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.. sebenarnya Chanyeol yang ingin mengatakan padamu.." Yoora memohon dan berharap membawa nama Chanyeol bisa meluluhkan hati Baekhyun.

Dan pintu benar-benar terbuka.

Yoora tersenyum melihat perubahan penampilan yang ada pada Baekhyun yang berdiri pada daun pintu diselimuti Cahaya Putih terang diseluruh tubuhnya, Rambut hitamnya berubah warna menjadi perpaduan antara warna silver dan putih yang kontras dengan kulitnya yang lebih putih bersinar, matanya berwarna silver dan memancarkan kilatan cahaya saat menatap dalam Yoora.

"Apa yang terjadi padaku." Baekhyun terisak dan menangis kembali, Yoora mendekat kearahnya dan memeluk badannya.

"Tidak apa-apa.. kita bisa menghadapi ini bersama-sama." Yoora menenangkan Baekhyun dan mengusap punggungnya.

"Chanyeol.. bila kau bisa mendengarku, bersabarlah. Aku akan membawa Cahaya Abadi bersamamu."

Yoora dan Kris sama-sama terpejam dan menangis merasakan bagaimana penglihatan yang Yoora berikan membawa emosi yang cukup menyedihkan. Yoora membuka matanya dan melepaskan sentuhan tangannya dari pelipis Kris.

"Jadi.."

"Jangan kau ucapkan." Yoora memotong ucapan Kris. "Aku ingin hanya orang-orang tertentu yang mengetahui hal ini."

Kris menganggukkan kepala terdiam.

"Aku tahu ini akan semakin membuatmu bingung untuk bersikap, tapi.. ku mohon untuk tidak membicarakan hal ini kepada Baekhyun maupun Chanyeol." Yoora berbicara dan kini sudah duduk di sebelah Kris.

"Kenapa kau tidak memberitahu Chanyeol. Dia bisa membaca pikiranmu juga bukan?"

"Supaya ia bisa tenang, dan tidak usah terlalu memikirkan apa yang akan terjadi nantinya. Kau tahu mengenai penglihatanku atas hancurnya Eowyn?"

Kris menganggukkan kepala.

"Aku tahu dia sangat terbebani mengenai hal itu.. apalagi disana.." Yoora menahan kalimatnya dan menatap Kris sedikit ragu.

"Mereka mengorbankan nyawanya." Kris yang melanjutkan kalimat yang tidak diselesaikan oleh Yoora. Keheningan menyelimuti mereka, Yoora menggigit bibir bawahnya berusaha menahan suara tangis yang tertahan sedari tadi, sama halnya dengan Kris yang ikut menatap pandangan didepannya dan mengingat bagaimana adik kecilnya akan berjuang dan memberikan nyawanya sebagai perjuangan untuk melawan Hades.

Tragis.

Entah siapa yang jatuh tertidur lebih dulu, kedua mahluk itu kini tertidur di rerumputan hijau dengan badannya yang saling terkait satu sama lain.

Baekhyun dan Chanyeol.

Setelah Chanyeol mengiyakan untuk membantu Baekhyun melatih kekuatannya, saat itu juga Chanyeol langsung memberikan Baekhyun cara-cara bagaimana ia bisa menghilang dan kembali dalam wujud aslinya. Setelah berjam-jam berlatih dan berusaha dengan bantuan dari Chanyeol, akhirnya Baekhyun dapat kembali dalam wujudnya dan setelah itu ia memutuskan untuk tidur siang di tempat itu.

Awalnya Chanyeol berniat meninggalkannya, tapi entah kenapa hati kecilnya memerintahkan dirinya untuk tetap berada didekat Baekhyun tentu saja dengan alasan ia harus menjaganya. Tapi setelahnya ia juga ikut tertidur disamping gadis kecil itu dan membiarkan badannya menjadi guling untuk dipeluk oleh Baekhyun, tidak ada penolakan ataupun elakan dari dalam dirinya. Dan bahkan ia bisa memejamkan matanya dan merasakan tidur siang yang sangat nyaman.

Baekhyun lebih dulu mengerjapkan matanya untuk terbuka karena sinar cahaya matahari tepat mengenai wajahnya, ia mencoba berpaling dan menyembunyikan wajahnya namun itu adalah kesalahan karena ia langsung berhadapan dengan wajah Chanyeol yang tidur disampingnya. Baekhyun melepaskan pelukannya dan tampak bingung dengan apa yang terjadi, pelan-pelan ia menggerakkan badannya untuk menjauh dari Chanyeol, namun kini tangan Chanyeol yang menarik badannya untuk dipeluk. Baekhyun menahan jeritan dari mulutnya dengan apa yang dilakukan Chanyeol, pikirannya teralihkan dengan bunyi detak jantungnya yang semakin kencang dan begitu terasa memburu dari dalam tubuhnya.

"Perasaan apa ini?" Gumaman pelan ia lontarkan dengan matanya yang saling mengedip pelan saat melihat wajah Chanyeol yang tertidur dengan damai dibawahnya. Biasanya ia melihat ayahnya atau Kris yang tertidur disampingnya, namun kali ini ia bersama Chanyeol dan bisa disebut bahwa Chanyeol adalah sosok asing bagi Baekhyun. Seharusnya ia menjauhkan dirinya dan kemudian berlari meninggalkan Chanyeol sendiri, tapi nyatanya Baekhyun tidak melakukan hal itu.

Ada alasan baginya untuk tetap berada disini, menemani Chanyeol tidur.

Pertama, Chanyeol sudah membantunya untuk bisa kembali terlihat dalam wujud aslinya. Itu sangat membantu, bahkan ia kini bisa menghilang tanpa ada rasa takut dan menampakkan dirinya dengan mudah. Itu karena Chanyeol. Kedua, Chanyeol bersedia mendampinginya untuk menjelaskan hal ini kepada Kris, karena mereka saling berteman sedari kecil tentu penjelasan Chanyeol akan cepat diterima oleh Kris. Ketiga, Chanyeol bersedia membantunya berlatih untuk mengembangkan kekuatannya.

Dan yang terakhir, alasan yang masih tidak masuk akal menurut Baekhyun adalah ia merasa nyaman berada didekat Chanyeol.

Tangan Baekhyun bergerak perlahan mendekat kearah mata Chanyeol yang masih terpejam, ia mengusap pelan kelopak mata itu dan kemudian bergerak menuju hidung mancungnya, ujung jari telunjuknya menyentuh setiap permukaan pada wajah Sang Empunya kekuatan Api Bumi itu sambil tetap memandanginya dan tersenyum mengagumi bagaimana wajahnya begitu damai saat terlelap berbanding terrbalik saat Chanyeol tengah sadar dan bersikap dalam sehari-hari belakangan ini.

Chanyeol sedikit mengernyitkan alisnya saat sinar matahari tepat mengenai wajahnya secara langsung, Baekhyun berpikir bahwa mungkin itu karena sentuhan tangannya, namun melihat gelahat Chanyeol yang bergerak berlindung menggunakan tubuh Baekhyun akahirnya gadis kecil itu mengerti bahwa Chanyeol gelisah karena sinar matahari itu mengenai wajahnya. Tangan Baekhyun ia buka lebar dan diletakkan tepat diatas wajah Chanyeol, bermaksud menghalangi sinar matahari. Tapi gagal. Ukuran tangannya yang kecil tidak menutupi dengan baik.

Ia mencoba lagi, merentangkan kedua tangannya dan diletakkan diatas wajah Chanyeol, namun masih belum sempurna menghalangi sinar matahari, hingga akhirnya ia menggeser tubuhnya dan duduk disamping Chanyeol dengan wajahnya yang sedikit menunduk dan berada tidak jauh dari wajah Chanyeol yang masih terlelap dan sudah terhalang sinar matahari.

"Nah, berhasil! Selamat tidur kembali Putera Mahkota."

Baekhyun bergumam dan tersenyum setelahnya. Ia memangku wajahnya untuk tetap tegak agar bisa memandangi wajah Chanyeol yang kini semakin lelap tertidur.

Wajah Baekhyun memang mengahalangi cahaya matahari yang terarah pada wajah Chanyeol, namun gadis mungil itu melupakan bahwa punggungnya saat ini terbakar langsung oleh teriknya matahari siang yang sangat panas. Tapi entah kenapa itu tidak dipedulikan oleh Baekhyun.

Menit-menit berlalu dan Baekhyun masih dalam posisi yang sama. Tidak bosan, tidak jenuh, bahkan ia tidak merasakan bagaimana tubuhnya bisa saja merasakan pegal-pegal karena posisi tidurnya yang telungkup di rumput dengan tangan yang masih memangku wajahnya. Hingga akhirnya beberapa binatang kecil yang berterbangan mulai mengusiknya karena berada disekitaran dirinya dan Chanyeol.

"Ssshh.. shhh.." Baekhyun berdesis pelan dengan tangannya yang bergerak mengusir binatang kecil yang berterbangan.

Kini posisinya sudah berubah. Duduk disamping tubuh Chanyeol dengan wajahnya yang masih menunduk menghadap sang Putera Mahkota Glorfindel. Namun tatapan Baekhyun kini mengarah ke segala arah bertujuan untuk mengawasi sekitarnya bilamana para binatang-binatang yang berterbangan itu kembali lagi berada disekitarannya. Tangannya membentuk lingkaran dan berada disekitar wajah Chanyeol, Baekhyun beranggapan bahwa itu berfungsi untuk melindungi wajah Chanyeol.

Ia masih dalam posisi siaga melihat kearah kanan dan kiri hingga tanpa sadar bahwa Sang Putera Mahkota kini sudah membuka mata dan memandang wajahnya.

.


Chanyeol's Pov.

Yoora dan Yixing selalu mengatakan bahwa semua mimpi-mimpi yang aku dapati selama ini ada sebuah petunjuk dimana aku dapat menemukan pasanganku. Yang kumaksudkan dengan pasangan adalah pasangan untukku yang memegang kekuatan Cahaya Abadi, ia yang akan menjadi pasanganku untuk memerangi Hades serta kawanannya. Tragis bukan? Kami dipasangkan hanya untuk berperang bersama.

Mimpi-mimpi yang kualami tidak pernah memiliki durasi mimpi yang panjang dan memperlihatkan sosoknya. Mimpi itu selalu datang dalam bentuk potongan dan wajahnya tidak pernah terlihat dengan jelas, selalu bercahaya sesuai dengan keadaan dimana kejadian dalam mimpi itu terjadi. Kami selalu bertemu saat sunrise, sunset dan bahkan di waktu siang hari dan malam hari. Tubuhnya selalu bercahaya, dan cahaya yang ia miliki sangat indah. Aku pernah mengatakan pada Yoora dan Yixing bahwa sosok dirinya pasti sangat indah.

Banyak buku-buku ramalan yang mengatakan bahwa kami memang dipasangkan bukan hanya karena untuk peperangan semata, namun karena kami memang ditakdirkan untuk bersama, aku dan dirinya adalah pasangan yang ditakdirkan oleh Dewa Zeus dan Sang Pencipta. Itu berarti aku dan Pemegang Kekuatan Cahaya bisa dibilang akan menjadi pasangan. Dalam arti yang sesungguhnya.

Awalnya aku menyangkal. Itu tidak mungkin terjadi bukan? Aku bisa memilih wanita yang akan menjadi istriku kelak saat peperangan telah usai. Namun nyatanya kini aku berharap bisa menemuinya. Seperti yang aku katakan pada Yixing, aku ingin bertemu dengan dirinya, seseorang pemegang kekuatan cahaya abadi.

Dan saat ini.

Seakan-akan aku mengalami déjà vu dengan apa yang terjadi dihadapanku. Aku tahu siapa gadis yang berada disampingku, dengan jelas aku bisa melihat wajahnya sebelum sinar itu menutupinya kembali. Wajahnya bergerak ke kanan dan ke kiri entah ia sedang memperhatikan apa, tangannya yang mungil berada didekat wajahku dan hampir saja menangkup dan membelai kedua pipiku.

Aku pernah mengalami ini.

Dalam mimpiku, dan disana aku melihat Pemegang Kekuatan Cahaya Abadi. Sedangkan kali ini, dihadapanku. Hanya ada Baekhyun.

.


Chanyeol's Pov End.

"Apa yang kau lakukan?"

Suara berat yang Chanyeol keluarkan dari mulutnya berhasil membuat Baekhyun melihat kearahnya. Badanya sempat melonjak kaget namun kini ia menghela nafas dan memegangi dadanya dengan salah satu tangannya.

"Kau mengagetkanku." Baekhyun menyahut.

Chanyeol mengernyitkan alisnya masih menatap gadis dihadapannya dengan tatapan penuh tanya.

"Tidurmu lama sekali. Bahkan kau tidak menyadari binatang-binatang mulai bertebangan disekitaranmu. Aku menjagamu Yang Mulia." Baekhyun memberi penjelasan dengan senyumannya dan suaranya yang sedikit bernada hingga membuat Chanyeol hanyut dalam lamunannya mendengar suara gadis itu.

"Maaf, aku kelelahan." Chanyeol menjawab dan segera beranjak berdiri menghindari Baekhyun.

"Hm, aku tahu. Makanya aku menjagamu disini." Baekhyun mengaggukkan kepala dan ikut beranjak bangun. "Kita bisa kembali ke Istana?" Baekhyun mengerjapkan matanya menatap kearah Chanyeol.

"Kau bisa kembali lebih dulu. A-aku.. aku ada keperluan lain sebelum kembali."

"Ah. Baiklah." Baekhyun menjawab dengan cepat namun nada bicaranya berubah menjadi tidak bersemangat. Ia merapikan pakaiannya yang mulai kotor dan melangkah meninggalkan Chanyeol yang masih berdiri di posisinya tanpa melihat kearahnya.

Chanyeol menghela nafas lega setelah melihat Baekhyun sudah berjalan menjauh darinya, tangannya mengusak surai rambutnya dan kemudian beralih memegang dadanya yang berdetak kencang dengan tak beraturan.

"Ini aneh."

Chanyeol memejamkan matanya mencoba untuk mencari ketenangan untuk gerak jantungnya yang masih tak beraturan. Ingatannya kembali masuk kedalam mimpi-mimpi yang pernah ia alami hingga akhirnya wajah Baekhyun muncul. Baekhyun yang tersenyum saat ia berhasil kembali dalam wujud aslinya, Baekhyun yang ceria saat dirinya saling membuat janji dengan kelilingking mereka berdua yang berkaitan dan akhirnya wajah Baekhyun yang menatapnya saat ia membuka mata dengan sinar matahari berada disekelilingnya.

Chanyeol membuka matanya cepat dan teringat akan janjinya kepada gadis kecil itu.


-Loves of Tales-


Baekhyun berjalan menyusuri jalan-jalan kecil dengan langkah kaki yang dihentak-hentakkan hingga bebatuan kerikil yang berada dekat kakinya terlempar ke sembarang arah. Wajahnya menekuk dengan bibirnya yang sudah berbentuk kerucut kecil, berulang kali ia mengeluarkan beberapa kalimat kekesalannya namun belum juga membuat hatinya lebih tenang.

"Aku kan sudah menemaninya. Bahkan punggungku terasa panas hanya untuk menghalangi matahri untuknya! Ish! Menyebalkan!" Tangannya meraup beberapa daun dan kemudian membuangnya secara asal. "Dia yang berjanji akan menemaniku bicara dengan Kris dan sekarang ia bahkan meninggalkanku sendiri untuk berjalan kembali ke istana."

Langkah kakinya semakin berat saat ia melihat Pintu samping Istana Eowyn mulai terlihat.

"Bagaimana aku masuk?"

Ia masih berdiri memandang pintu itu dan akhirnya memutuskan untuk berjalan kearah taman Istana terlebih dahulu.

"Baekhyun?"

Suara seorang wanita berhasil menghentikkan langkahnya.

"Kau kemana saja?"

Baekhyun mulai mencari sumber suara itu hingga akhirnya matanya berhasil menemukan Yixing yang kini berjalan kearahnya muncul dari balik tangkai bunga mawar yang menutupi wajahnya.

"O-oh.. Yixing Noona." Baekhyun menundukkan kepalanya dan memberi hormat. "A-aku baru saja—

"Aku sudah tahu jawabanmu. Kau terlalu lama memberikanku jawaban hingga aku berhasil mendapatkan jawaban itu sendiri." Yixing tersenyum dan memberikan beberapa tangkai bunga mawar yang berada ditangannya untuk Baekhyun. "Masuklah. Kakakmu dan yang lainnya sangat khawatir." Baekhyun menganggukkan kepala dan mengucapkan terima kasih kepada Yixing. Kini ia melangkah dengan cepat atau bisa dibilang hampir saja berlari masuk kedalam Istana dan mulai mencari keberadaan kakaknya. Ia bertanya pada beberapa petugas istana dan dari mereka mengatakan bahwa hampir semuanya putra dan putri mahkota kini sedang berkumpul di ruang keluarga Istana, dan Baekhyun semakin berlari cepat menuju kedalam ruangan tersebut.

Yang Baekhyun tidak tahu adalah didalam ruangan tersebut hanya ada Kris, Yoora, Chanyeol dan juga Yunho dan Zhoumi yang kini tengah mendengar penjelasan dari Chanyeol mengenai apa yang terjadi dengan Baekhyun beberapa saat lalu saat mereka tengah latihan bersama.

Luhan, Tao dan Kyungsoo sudah berada dikamar mereka dan bersiap membersihkan diri Mereka masuk dalam Bathroom bersama-sama dan satu-satu dari mereka mulai membersihkan diri dalam derasnya air pancuran yang keluar dari kran.

"Apa yang sebenarnya terjadi pada Baekhyun." Tao yang masih memanjakan dirinya dengan sabun yang membasuh kaki jenjangnya. Ia duduk didekat kolam air panas yang tak jauh dari tempat shower dimana Luhan dan Kyungsoo berada.

"Kalian benar-benar melihatnya menghilang bukan?" Luhan menjawab dan membasuh matanya yang tertutupi Shampoo rambutnya. "Aku dengan jelas melihatnya menghilang sesaat Kris menanyakkan apa yang ia lakukan dengan Chanyeol. Aniya! Ia memeluk Chanyeol! Jelas sekali aku melihatnya." Luhan masih semangat bersuara.

"Lalu apa masalahnya? Kalau dia memeluk Chanyeol dan tiba-tba menghilang.. itu berarti kekuatan Baekhyun adalah invisible."

"Ini buruk." Tao menyahut setelah Kyungsoo selesai mengucapkan beberapa kalimatnya.

"Kenapa?" Luhan dan Kyungsoo menghentikkan gerakan mengusap rambut mereka dan melihat kearah Tao.

"Aku bisa menghentikkan waktu, Luhan melakukan telekinesis dan Kyungsoo melakukan terrakinesis dan sekarang kita tahu kekuaan Baekhyun adalah.. apa tadi yang kau bilang Kyung?"

"Invisible." Kyungsoo menyahut dengan cepat.

"Ah iya itu. Invisible."

"Lalu apa maksudmu?" Luhan menyilangkan tangannya didepan dada telanjang.

"Tidakkah kalian mengerti?" Tao melihat kearah mereka berdua yang masih menunggu jawaban yang lebih jelas darinya. "Oh astaga! Kenapa aku punya kakak yang bodoh seperti dirimu ya?" Tao menepuk kepalanya dengan pelan dan Luhan sudah mencibir kearahnya. "Astaga! Itu berarti Irene yang memiliki kekuatan Cahaya abadi!"

"NO WAY! Luhan berteriak kencang dan setelahnya tangannya menutup mulutnya yang sudah terbuka lebar.

Kyungsoo masih mencerna setiap kalimat yang Tao katakan dan memperhatikan bagaimana Luhan dan Tao kini sama-sama berekspresi kecewa.

"Tidak-tidak-tidak!" entah sudah berapa kali Luhan menggelengkan kepala dan kembali masuk kedalam pancuran air dingin yang sudah kembali mengalir. "Oh tidaaaakkkk! Demi Dewa Zeus! Kenapa harus Irene! Kenapaaaa!"

Jika Luhan masih berteriak-teriak dalam pancuran airnya, berbeda dengan Tao yang sudah tenggelam dalam hangatnya air panas yang berada di kolam. Kini tinggal Kyungsoo yang bingung melihat tingkah mereka berdua dan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kegiatan mandinya.

Suasana berbeda terdapat pada ruangan kamar mandi para Putera Mahkota dimana Jongdae, Sehun dan Jongin tengah bermandi bersama juga dan dapat mendengar segala teriakan yang Luhan lontarkan.

"Adikmu sungguh gila!" Sehun berkomentar lebih dulu.

Jongdae yang tahu ucapan itu tertuju untuknya hanya bisa menganggukkan kepala dan ikut bergabung bersam Sehun dan Jongin dalam kolam air panas.

"Apa yang mereka bicarakan?" Jongin berusaha mendekatkan telinganya pada dinding ruangan kamar mandinya.

"Ya! Lebih baik kau menggunakan kekuatanmu untuk masuk ke dalam kamar mandi mereka." Sehun memberikan ide dan melirik kearah Jongin. Mereka berdua saling menatap nakal dan tertawa jahat.

"Ide yang bagus bukan?" Sehun menunjuk kearah Jongin.

"Ya. Bagus sekali. Dan aku akan melemparkan petir pada tubuh kalian berdua." Jongdae tengah bersiap mengangkat tangannya ke udara dan seketika kedua kakak-adik Glorfindel itu terdiam dan melanjutkan acara berendamnya.

..

Suasana ruangan keluarga Istana Eowyn masih diselimuti keheningan setelah Chanyeol menjelaskan apa yang terjadi pada Baekhyun dan mengapa ia meminta semua yang ada didalam ruangan itu untuk merahasiakan kekuatan Baekhyun. Ah, bahkan Chanyeol menjelaskan setiap penggalan-penggalan yang selalu hadir dalam mimpinya dan tanpa sepengetahuan siapapun kecuali Yoora dan Yixing, Chanyeol baru saja mengatakan hal yang membuat keheningan tercipta setelahnya.

"Baekhyun pemegang kekuatan cahaya abadi. Aku tahu. Jelas-jelas aku merasakannya saat bersama dengan dia beberapa jam lalu." Kalimat itulah yang Chanyeol ucapkan dihadapan Ayahnya dan bahkan Kakak dari Baekhyun yang mana sebenarnya Kris sudah mengetahuinya lebih dulu berkat penglihatan yang Yoora lakukan sebelumnya.

"Kau bersama adikku selama beberapa jam ini?"

"E-eh?" Chanyeol mengernyitkan alisnya dan nampak kebingungan melihat kearah Kris yang kini raut wajahnya terlihat aneh. Terlihat kesal namun masih ada raut tidak percaya.

"Kris sedikit kesal karena kau tidak memberitahukan padanya bahwa Baekhyun bersamamu." Yoora berpindah lebih dekat kearah Kris dan masuk kedalam pikiran Putera Mahkota Lynkestis untuk bisa lebih tenang saat bersama Chanyeol dan jangan mengingat tentang penglihatan sebelumnya yang Yoora berikan padanya.

"O-oh. Maaf aku juga panik saat itu." Chanyeol menjawab dan kini melihat kearah Ayahnya unutk menunggu jawaban dari usulan yang ia berikan.

"Kekuatan Irene belum akan terlihat hingga hampir beberapa bulan kedepan.. mungkin bisa melebihi kurun waktu 1 tahun." Yixing lebih dulu bersuara memecah keheningan.

"Kita bisa memanfaatkan ini sebagai waktu latihan untuk Baekhyun.. dan juga Hades tidak akan tahu mengenai kekuatannya." Yoora ikut menambahkan.

Chanyeol mengangguk setuju dan kemudian menatap ayahnya kembali.

"Aku akan membantu Baekhyun untuk berlatih." Kris bersuara kembali. "Aku dan Chanyeol tepatnya." Kembali ia menambahkan.

"Bukan masalah siapa yang melatihnya." Yunho akhirnya mulai ikut memberikan pendapat. "Yang menjadi masalah utama adalah apakan Baekhyun sudah tahu mengenai hal ini?"

"Belum."

Chanyeol lebih dulu menjawab sebelum Yoora dan Yixing akan berkomentar.

"Be-belum? Lalu apa yang—

"Baekhyun hanya tahu bahwa kekuatannya adalah bisa menghilang dan ada perisai dalam diirnya." Chanyeol menjelaskan kembali. "Ia belum tahu mengenai kekuatan cahaya yang ada padanya."

"Ini belum saatnya Ayah." Yoora membantu menjelaskan. "Baekhyun akan tahu pada saat—" ucapan Yoora tertahan saat melihat kearah Chanyeol, seketika ingatannya kembali teringat saat Baekhyun menderita kesedihan yang mendalam mengetahui Chanyeol berhasil dibawa kaum Hades.

"Saat Hades berhasil mengetahui dimana Api Bumi berada." Chanyeol menyelesaikan kalimat Yoora yang tertahan.

Suasana kembali dipenuhi keheningan. Mereka semua tahu bahwa nyawa Chanyeol selalu terancam oleh Hades nantinya dan hanya berharap bahwa apa yang mereka lakukan bisa merubah sedikit saja takdir yang sudah dibuat.

Dan tanpa mereka sadari, seseorang berada tepat di depan daun pintu dengan tangan yang menahan untuk mengetuk pintu ruangan tersebut. Wajahnya kaku dan tegang, tubuhnya mulai bergerak gemetar kencang dan saat tetesan matanya jatuh mengenai pipinya saat itulah dirinya menghilang secepat kekuatan cahaya.