"This is it—"

It's begin.."

Peperangan dimulai.

Dalam kondisi saat ini apa yang Yoora katakan tidak perlu lagi diperjelaskan kembali olehnya, ketika bunyi sangkakala terdengar serentak dan para pasukan langit bersiaga di posisi mereka melindungi Istana Eowyn, Pengawal Langit mulai bergerak maju berada tepat dibelakang ketiga pemimpin Kerajaan disusul dengan para pengawal Istana dibarisan belakang.

Chanyeol, Yunho dan Kris memimpin disana, berdiri siap memulai segala penyerangan yang mereka rencanakan untuk melawan kawanan Hades—atau mungkin menghadang penyerangan Hades. Dragon Power yang dimiliki Kris sudah berada dibelakang mereka bertiga siap siaga menerima perintah penyerangan dari Tuan-Nya. Sayap yang dimiliki Yunho bahkan tengah terbuka lebar menampakkan sisi Malaikat yang ia miliki, menerbangkangkan badannya sementera kedua tangannya memegang kedua pedang.

"Kyungsoo.. kau siap?" Chanyeol adalah pemimpin penyerangan kali ini, dan perintah langsung diberikan darinya.

"Apakah aku boleh mengatakan tidak?" Kyungsoo menjawab dan terdengar oleh semuanya.

"Kau bisa melakukannya Kyungsoo." Chanyeol meyakinkan. "On my count, three.."

"Aku benar – benar berharap ini akan berhasil."

"Kau bisa melakukannya Kyung." Luhan memberikan dorongan semangat.

"Two.."

"Aku benar – benar ingin menyaksikan langsung bagaiman kekuatanmu

Kyungsoo tidak mengindahkan kikikan Jongin yang terdengar disana, ia kini lebih terpusat bersiap mengdengarkan suara Chanyeol yang akan mengucapkan pertanda dimana ia harus menggunakkan kekuatannya. Pandangannya menyebar memperhatikan seluruh pohon – pohon yang memenuhi seisi hutan disana, kedua tangannya terangkat seakan – akan siap memberikan perintah disana.

"One.."

Dan bersamaan dengan angka terakhir yang Chanyeol katakan, getaran kencang yang berasal dari bawah tanah kembal dirasakan dan hampir dar mereka semua mengira itu adalah penyerangan dari Kerberos, pada nyatanya itu apa yang Kyungsoo lakukan tak lama setelah ia menghentakkan kakinya pada pijakan dimana ia berdiri. Getaran semakin terasa kencang diiringi dengan suara aungan Kerberos jauh disana.

"Mereka mulai bergerak— Yoora menyampaikan apa yang ia lihat.

"Ini akan berhasil." Chanyeol meyakinkan, memberikan kepercayaan diri pada Kyungsoo yang masih terfokus menggunakkan kekuatan yang ia miliki.

Suara aungan Kerberos dan juga pergerakkan mereka yang mulai terasa mendekat kearah Istana, lolongan keras terdengar menyebarkan rasa takut berlebih bagi siapa saja yang mendengar namun tak lama kemudian suara aungan itu terdengar memekik kesakitan.

"Kyungsoo berhasil, para pepohonan berhasil menjerat Kerberos di Selatan."

"Nice." Pujian dari Sehun terucap.

"Suho.. giliranmu." Chanyeol lagi memberikan perintah.

"Perintah diterima Yang Mulia." Ada nada bercanda yang terdengar dari kalimat yang diucapkan Suho, sementara Chanyeol hanya bisa memutar bola matanya sesaat sama dengan yang dilakukan Kris.

"Semuanya bersiap, mereka menyerang bersama." Yunho mengingatkan karena apa yang ia lihat dengan matanya pergerakkan Kerberos dengan mahluk bawah tanah lainnya semakin cepat mendekat kearah mereka.

"Okey, Kyungsoo lanjutkan apa yang kau lakukan tadi—

"Jangan hancurkan Istana Kyung." Luhan menambahkan lebih dulu sebelum Chanyeol menyelesaikan kalimatnya.

Tanpa ada aba – aba seperti yang Chanyeol lakukan sebelumnya, para Putera dan Puteri Mahkota sudah lebih dulu bersiap melakukan penyerangan tanpa rasa takut. Suho memulai dengan membawa aliran air laut mengelilingi Istana Eowyn dengan cukup deras hingga menghempaskan apapun yang mengahalangi jalannya aliran tersebut, dan tak hanya mululuhkan dataran sekililing Istana, Suho bahkan membawa aliran itu menjadi dinding pembatas yang hampir menutupi pandangan dari arah luar kearah Istana.

Luhan yang menggunakkan kekuatannya, membawa para kumpulan Kerberos dalam pusaran air yang Suho berikan padanya dan lalu menghempaskan badan mereka dengan sekuat tenaga beradu dengan kerasnya gerakkan air laut atau kerasnya tanah—dan Kyungsoo yang melakukan penyelesaian akhir dengan membawa tanah bergerak mengubur badan mereka hidup – hidup.

"Wow." Kata itu diucapkan Chanyeol, Kris dan juga Sehun yang melihat bagaimana ketiga orang disana bekerja sama.

"Ini seperti benteng pertahanan.." Sehun menambahkan ketika memandangi tembok es dihadapannya.

"Benteng pertahanan yang dimiliki Eleanor." Minseok berucap bersamaan dengan tangannya yang terulur kearas dinding air yang berada didekatnya dan dalam hitungan detik air – air itu membeku membentuk dinding es yang sama seperti dimiliki Istana miliknya.

"Ini akan membantu kita meluluhkan mereka tanpa perlu khawatir mereka bisa menembus masuk kedalam Istana bukan?"

"Ini hanya akan mengulur waktu mereka, Hades bisa menghancurkan dinding ini dalam beberapa jam kedepan."

"Aku membawa aliran berikutnya, kita akan membuat benteng es sebanyak apapun untuk menahan mereka." Suho berucap lagi dan ia benar – benar mengalirkan aliran air laut berikutnya, Minseok kembali menggunakkan kekuatanya untuk membekukan aliran air itu.

"Apa berhasil?"

"Seharusnya berhasil, kami sudah membeku merasakan begitu dekat dengan banteng es yang Minseok buat—"

"Dan kami disini basah—Suho! Lain kali kurangi kecepatan aliran airmu itu!" Luhan memprotest.

"Chanyeol—mereka tidak bisa menembus masuk melewati dinding Air dan Es itu."

"Bagus! Jongin, bawa Baekhyun lebih dulu

"Irene!" Yoora berteriak keras. "Akan lebih berbahaya bila Irene ditinggal seorang diri disini! Percaya padaku." Suara Yoora memohon dan terdengar memaksa, Chanyeol bahkan tidak lagi membantah dan memerintahkan Jongin untuk membawa Irene pergi dari Istana Eowyn sesudahnya.

"Bawa dia, dan tetap waspada." Satu pesan ia katakan sebelum akhirnya Jongin ber-teleport menghilang dari ruangan bawah tanah.

"Phoenix! Sampai kapan kau mau bersembunyi? Kau pikir dengan menurunkan teman – temanmu aku tidak akan menemukan Elayne?" suara Hades terdengar keras nyaring namun teredam dengan banteng es dan air yang sudah menutupi Istana Eowyn.

"Jongin, bawa Irene!" Yoora memerintah tegas dan saat itu juga Jongin membawa Irene bersama dirinya menuju dunia luar dalam sekejap.

"Semuanya.. bersiap dalam posisi karena mereka pasti akan mencari cara apapun untuk masuk menyerang." Chanyeol memberi peringatan, Phoenix ia terbangkan untuk berputar diudara sebagai pengalihan, dan hal yang sama Kris lakukan dengan mengirimkan naga api yang ia miliki berputar di udara bersamaan dengan Phoenix. Dua mahluk itu terbang berkelilingi langit Eowyn dan sesekali melemparkan bola api kearah dimana kaum Hades tengah berusaha menerobos masuk.

"Ini mungkin akan menahan mereka cukup lama." Chanyeol bergumam bermaksud menginfokan pada semuanya.

"Ehmm mungkin tidak akan bertahan lama.. karena Lapisan es di sisi kami mulai mencair karena api yang Phoenix lemparkan.." Sehun menginfokan keadaan di bagian mereka berjaga, disana.

"Minseok, bisa kau membuat lapisan yang baru?" Kris berkomentar.

"Akan aku coba. Sebentar."

"Son, alihkan semua penjagaan jauh dari batas benteng yang kau buat. Hades berencana melemparkan bola api dalam bentuk yang sangat besar." Yunho baru saja mendarat kembali setelah dirinya melihat kondisi dari atas langit.

"Air mungkin bisa menahannya, tapi tidak dengan pertahanan dinding es yang Minseok buat disana."

"Aku akan memikirkan langkah lainnya, sementara Minseok—aku mohon tetap mencoba membuat dinding es lainnya." Chanyeol mendengarkan apa yang Yoora sampaikan namun tetap berpikir cepat mencari pertahanan lainnya.

"Kita bisa mulai menyerang sekarang, sebelum mereka semakin merusak dinding – dinding lainnya dan memperkeruh keadaan." Kris menyahut meskipun ia tengah mengarahkan sang dragon untuk terus mengeluarkan api menyerang para kawanan Hades.

"Baiklah, plan B! Sehun, Jongdae dan Suho.. kalian tetap bersama para Puteri." Chanyeol kembali memerintahkan.

"Kau yakin? Apa aku tidak perlu ikut?" Suara Jongdae bergabung.

"Aku yakin, mereka lebih menyukai melawan kami dibandingkan kalian semua dan aku akan membuat beberapa kawanan menyebar untuk menyerangku."

"Kami akan bersama mereka disini, dan beberapa pasukan akan bergerak—mungkin disaat dibutuhkan." Yunho menyahut ucapan Chanyeol.

Sang Phoenix mengangguk dan tanpa menunggu lama, tangannya bergerak keatas seakan – akan menarik raga Phoenix yang berada diatas langit untuk kembali padanya dan dalam sekejap mereka menyatu. Wujud Chanyeol berubah dengan cepat. Dua matanya yang berbeda warna dan juga kobaran api berada di sekitarnya. Sayapnya bahkan terlihat lebih besar dibandingkan sebelumnya—dan itu membuat Yunho serta Kris yang melihatnya secara langsung terdiam sejenak.

"Kekuatanmu sudah sepenuhnya dimiliki." Yoora menjelaskan.

"Wow!" Kris menyahut lagi. "Mari kita lihat seberapa kuat." Ajakan untuk menyombongkan diri sudah pasti Chanyeol sanggupi karena dalam hitungan detik ia sudah terbang keatas langit dan melemparkan bola api dalam bentuk yang cukup besar hingga dentumannya terdengar sama seperti dentuman suara bom yang diledakkan.

"Aku rasa kita bisa bersantai sebentar." Yunho bicara seorang diri, dan Para Putera dan Puteri Mahkota yang berada jauh dari tempatnya berada kini bisa bernafas lega untuk beberapa saat berharap dinding pertahanan yang mereka buat akan terus bertahan untuk waktu yang cukup lama.


Chan-Viel Present
.
.
Loves of Tales
.
.
Main Cast :
Chanyeol as himself, Putra Mahkota I Glorfindel
Baekhyun as himself (gs), Putri Mahkota Lynkestis
Other Cast :
Yunho-Jaejoong as Raja dan Ratu Glorfindel
Yoora as herself, Putri Mahkota Glorfindel
Jongin as himself, Putra Mahkota II Glorfindel
Sehun as himself, Putra Mahkota III Glorfindel
Kibum-Heechul as Raja dan Ratu Lynkestis
Kris as himself, Putra Mahkota Lynkestis
Zhoumi as himself, Raja Tiranis
Luhan as himself (gs), Putri Mahkota Tiranis
Jongdae as himself, Putra Mahkota Tiranis
Tao as himself (gs), Putri Mahkota II Tiranis
Yuri as herself, Ratu Eowyn
Kyungsoo as himself (gs), Putri Mahkota Eowyn
Jessica as herself, Ratu Eleanor
Xiumin as himself (gs), Putri Mahkota I Eleanor
Krystal as herself, Putri Mahkota II Eleanor
Irene as herself, Putri Mahkota III Eleanor
Siwon as himself, Raja Thalin
Suho as himself, Putra Mahkota Thalin
And others.
Genre :
Fantasy-Kingdom
Rate :
M
Cerita ini terinspirasi dari Novel Trilogy Halo/Hades/Heaven karya Alexandra Adornetto, novel Hush Hush karya Becca Fitzpatrick juga cerita-cerita lainnya seperti Game of Thrones, Lord of The Rings, Percy Jackson, The Twilight Saga dll. Mohon maaf bila ada kesamaan kejadian/plot/kalimat ataupun hal-hal yang dituangkan pada cerita ini. Ini hanya fan fiction dan cerita khayalan belaka tidak bermaksud menyinggung suatu bangsa-negara-apalagi kepercayaan apapun.
Mohon membaca dengan pikiran terbuka.

..
.
XXIV
.


Yoora dan Baekhyun berada didalam ruangan bawah tanah dimana memang disiapkan untuk ruangan perlindungan Ratu dan Puteri Mahkota Eowyn bila suatu saat perang terjadi, dan kali ini kini digunakkan sebagai tempat berlindung Yoora dan Baekhyun. Seharusnya untuk Irene juga, namun Yoora bersikeras menjauhkan Irene dari jangkauan Hades karena penglihatan yang ia lihat dipercaya bukanlah penglihatan dalam artian baik bagi Irene dan semuanya.

"Aku mengalami mimpi aneh, aku melihat Irene berada diantara mereka semua.. Hades menginginkan Rhea untuk kembali dan itu dengan cara membunuh salah satu diantara mereka berdua."

"Maksudmu mereka ingin membunuh Irene?" Chanyeol berucap, wajahnya semakin serius dan terlihat tegang.

"Mereka tidak akan membunuh Irene. Mereka akan membunuh salah satu diantara keduanya. Bila mereka mendapatkan Irene lebih dulu, maka Irene tidak terbunuh karena kekuatan yang akan dimiliki Irene nantinya akan mereka gunakkan untuk berbalik melawan kita. Kekuatan Irene akan sangat berbahaya bila ia berada di sisi Hades maupun kita, akan lebih baik kekuatannya tidak muncul."

"Lalu kalau mereka mendapatkan Baekhyun? Baekhyun akan terbunuh?"
Yoora diam sejenak, memandangi adiknya yang menunggu penuh kekhawatiran akan jawaban yang akan ia katakan. "Mereka akan membunuhnya, menukar nyawa Baekhyun dengan Rhea.."
Chanyeol menggeram, tangannya mengepal kuat bersiap ingin memberikan pukulan penuh amarah pada apapun yang berada didekatnya.

"Untuk itu, aku tidak mau antara Baekhyun dan Irene berhasil ditangkap—

"Tidak akan aku biarkan Hades atau siapapun membawa mereka! Sekali pun Irene yang mereka dapatkan, lebih baik aku membunuh Irene saat itu juga."

Yoora membawa tangannya untuk menggenggam kedua tangan Chanyeol yang mengepal. "Aku akan membuat Irene untuk tidak akan terpengaruh pada Hades dan juga Dewi Kematian.. dan sesuai apa yang aku katakan padamu, Baekhyun akan aku lindungi dengan seluruh nyawaku."

Chanyeol memeluk Yoora denga cepat, kecupan pada pucuk kepala kakak perempuannya itu ia berikan sebelum kembali berucap memberikan sahutan pembicaraan mereka. "Tidak akan ada yang kehilangan nyawanya sebelum perang sesungguhnya terjadi dan saat ini.. kita akan menggunakan segala kemampuan yang kita miliki untuk melindungi satu sama lain.
Yoora kembali menyadarkan diri kembali dalam kenyataan yang tengah ia hadapi saat ini, memandangi Baekhyun yang masih terbaring tak sadarkan diri sementara pikirannya terhubung dengan seluruh Raja serta Putera dan Puteri Mahkota.

.

.

"Chanyeol?" Yoora memangil nama adiknya.

"Hm.. bisakah kau memanggilku nanti? Aku tengah dikejar oleh Kerberos saat ini—" suara Chanyeol tidak lagi terdengar dan Yoora bisa melihat langsung sang adik kini tengah terbang memencar meledakkan kumpulan Kerberos dan sesekali mendekat pada Hades. Kris melakukan hal yang sama, api dari Sang Naga bahkan cukup besar dan menghancurkan sebagian Hutan Eowyn namun dengan kekuatan Kyungsoo, pepohonan itu berhasil tumbuh dan menjadi tali pengikat bagi Karberos lainnya.

"Yoora.. Irene dan diriku sudah aman disini. Kau yakin aku tidak usah kembali kesana?" Suara Jongin terdengar.

"Tidak, kau harus bersama Irene, dan apapun yang terjadi jangan tinggalkan ia seorang diri. Teruslah berpindah tempat supaya mereka tidak bisa melacakmu, dan usahakan mencari tempat dengan keramaian yang padat."

"Wuah.. kau menjauhkan aku dari perang?" Jongin mengeluh kesal, Yoora bisa melihat bagaimana raut wajah kekesalan Jongin disana namun ia memfokuskan dirinya kembali melihat bagaimana kondisi perang saat ini.

Pertahanan yang dibentuk dari air dan es jelas membantu mereka, para pengawal Istana dan juga Pengawal yang dikirim dari Olympus dan Surga masih berjaga melindungi Istana, bersiap bila tembok pertahanan yang dibuat oleh Suho dan Minseok tidak lagi tercipta. Sementara Para Putera dan Puteri Mahkota lainnya seperti Jongdae, Sehun, dan Luhan sama – sama bersiaga memperhatikan sekelilingnya, memastikan tidak ada mahluk Kerberos yang berhasil masuk.

Kyungsoo melakukan tugasnya dengan baik, meskipun ia terlihat berdiam diri memandang kosong kedepan, Yoora tahu Puteri Mahkota Eowyn itu sangatlah membantu, karena di luar tembok pertahanan itu, kawanan Kerberos dan juga beberapa anak buah Hades dan diporak –porandakkan dengan para pepohonan yang Kyungsoo gerakkan, pepohonan itu menusuk, melilit dan juga menarik badan mereka untuk masuk kedalam tanah dan terkubur.
Dan tentu saja, kekuatan Phoenix mendominasi dibantu Kris dengan Dragon-nya, mereka berdua bisa mengatasi serangan yang ada, namun itu membuat Hades murka. Bola api besar berwarna merah padam dihempaskan Hades dalam sekejap, mengenai seluruh tembok pertahanan yang mengelilingi Eowyn, badan Chanyeol dan Kris yang terkena dampak dari apa yang Hades lemparkan bahkan cukup kuat membawa badan mereka berdua terhempas jauh.

Serangan yang tak terduga.

"Chanyeol!" Yoora berteriak , badannya bergetar akan rasa takut.

"Tembok esnya retak!" Luhan berteriak, menginformasikan apa yang ia lihat dimana ia berada saat ini.

"Minseok akan menambahkan lapisan lainnya, kalian berhati – hatilah!" Sehun berucap, menghilangkah kekhawatiran dalam dirinya ketika mendengar suara Luhan yang berteriak ketakutan.

"Kami akan berjaga Pangeran, kalian juga waspadalah disana." Zhoumi menyahut. "Keretakannya tidak terlalu dalam, masih bisa menahan serangan selanjutnya."

"Semuanya, tetap berhati – hati, dan jangan jauhkan pandangan kalian dari sekitar. Serangan yang dilakukan Hades bisa saja terjadi dalam waktu dekat—

"Chanyeol!" Yoora berteriak lagi, mengabaikan beberapa percakapan yang terdengar dipikirannya Karena ia menunggu suara Chanyeol-lah yang menjawab panggilannya.

"Phoenix…"
Yoora membelak matanya lebar sementara tubuhnya seketika terdiam kaku ketika suara dingin dari seorang wanita terdengar dan terngiang – ngiang dalam pikirannya.

"Aku tidak tahu bahwa dirimu nampaklah terlihat lebih menawan dibandingkan apa yang diceritakan oleh Hades."

"Seseorang.. tolong jelaskan padaku, suara siapa itu yang terdengar? Yoora? Siapa dia?"
Yoora jelas ingin berteriak menginformasikan mengenai suara siapa yang terdengar oleh semua orang yang terhubung padanya, namun suaranya seperti tidak ingin terdengar dan bahkan mulutnya bergerak tak beraturan karena rasa takut yang ada lebih menguasai dirinya saat ini, ia bahkan tak sanggup untuk berdiri, hingga badannya linglung dan terseret bersandar pada dinding di ruangan dimana ia berada.

"Kau membuang – buang tenagamu, tampan." Lagi, suara wanita itu terdengar dan kini semakin dekat.

"Semuanya.. bersiaplah.." Yunho memberikan perintah ketika ia melihat secara jelas awan gelap bergerak cepat dan juga suhu dingin yang semakin terasa, suara angin yang bergerak cepat bahkan terdengar jelas oleh semuanya.

"Kenapa suasana semakin mencekam?" Sehun bergedik memeluk tubuhnya sendiri sambil memperhatikan pergerakkan awan – awan gelap diatas kepalanya.

"Seakan – akan Dewa akan mencabut nyawa kita dalam sekejap." Jongdae menambahkan, pandangan miliknya dan juga Luhan terfokus melihat awan – awan gelap yang semakin menutupi warna cerah langit sebelumnya.

"H-hela." Suara Chanyeol disertai rintihan kesakitan, tentu saja jelas ia kesakitan mengingat Hades menghujamnya dengan bola api dalam skala besar yang bahkan bisa meretakkan tembok es yang Minseok ciptakan,

"C-Chanyeol?" Badan Yoora sontak kembali memiliki kekuatan penuh mendengar suara sang adik disana, "Kau baik – baik saja kan?"

"Lu-lumayan.. semuanya, bersiaplah. Mereka akan menyerang kembali di waktu yang bersamaan—

Belum selesai Chanyeol menjelaskan apa yang ia lihat ketika Hades dan Hela tersenyum jahat jauh dari tempatnya, Hades kembali melemparkan serangan api sementara Hela, hanya dengan ketukan Silence Graive—senjata yang ia miliki—mampu menghancurkan dinding pertahanan yang melindungi Istana Eowyn sebelumnya. Tembok air dan juga es dalam sekejap luluh lantah hancur seketika, Istana Eowyn bahkan bergetar hebat dan beberapa bagian bangunan terlihat hancur, para pengawal yang berada disekitar Istana beberapa tewas karena runtuhan bangunan Istana.

Keempat Raja dengan cepat bergerak terbang bersamaan dengan para penjaga Surga menyelamatkan beberapa pengawal Istana dan juga bergabung bersama dengan Para Putera dan Puteri Mahkota.

"Siap tidak siap.. kita akan melawan mereka." Sehun berucap, berdiri sejajar dengan para Pengawal Langit, dan tentu saja bersama Jongdae dan juga Suho disana, menghalangi para Puteri Mahkota yang berada dibelakang mereka yang kini masih mencoba menenangkan diri.

"Jangan menyerang Hades dan Hela, mereka adalah urusanku." Chanyeol bersuara dan semuanya bisa melihat dirinya kini tengah terarah terbang menuju Hades dan Hela yang juga bergerak kearah yang sama dengannya.

"Kalian menjauh! Chanyeol akan melemparkan bola api begitu juga dengan Hades!" Yoora berteriak memperingati, dan apa yang ia ucapkan benar- benar terjadi. Chanyol sengaja menyerang Hades dengan menabrakkan dirinya beradu dengan Hades hingga kini badannya terseret jauh bersama Hades.

Hela menggeleng kepala, ia merasa menang karena apa yang Chanyeol lakukan tentu saja hanya membuat pria itu semakin lemah, dan kini ia merasa murka melihat Kris berdiri dihadapannya setelah berhasil menghadang ledakkan api yang tercipta karena perpaduan Chanyeol dan Hades.

"Dragon-ku cukup kuat." Kris menyombongkan diri, menantang Hela dan kemudian ia ikut terbang bersama sang Dragon untuk memancing Hela menyerang dirinya, namun Dewi Kematian bawah tanah itu hanya tersenyum sinis kearahnya, menampakkan wajah angkuhnya dan mulai memainkan Silence Graive ditangannya, dan Kris tidak menyadari, bahwa dirinya tengah berada diujung kematian.


Loves of Tales


"Masing – masing dari kalian akan ditemani oleh pengawal Langit, sayap mereka akan melindungi dari serangan Api Hades dan juga kematian yang Hela berikan." Yunho menjelaskan cepat kearah Para Putera dan Puteri Mahkota dihadapannya, dan dirinya kembali terbang bergabung dengan Para Raja lainnya yang sudah mulai menyerang Kerberos dan kawanan Hades lainnya.

Dan semuanya terlihat fokus pada diri mereka masing – masing, dan juga apa yang akan mereka hadapi, tidak ada kata – kata perpisahan satu sama lain karena mereka sama – sama pergi satu per satu dengan begitu cepat, Luhan dan Sehun bahkan hanya saling memandangi satu sama lain dan berakhir dengan Sehun yang pergi lebih dulu menyusul Jongdae untuk menyerang lini depan.

Luhan melihat sekitarnya dengan sedikit rasa takut, hawa panas dan mencekam jelas sangat terasa hingga ke tulang tubuhnya, namun ia tidak bisa mengabaikan semuanya dan mencari perlindungan untuk dirinya sendiri sementara seluruh Puteri Mahkota kini bahkan berusaha keras melindungi diri dan juga Istana Eowyn. Tangannya memeluk perutnya dan juga ia memejamkan matanya, merasakan ketenangan untuk dirinya seorang diri dalam waktu yang sangat singkat.

"Ia akan baik- baik saja." Suara Yoora terdengar dalam pikirannya. "Bayi kalian akan baik – baik saja setelah perang ini.. kalian berdua akan tetap hidup hingga bayi itu lahir, jadi hilangkan rasa takutmu saat ini, Sehun membutuhkanmu untuk membantu dirinya menyerang kawanan Hades."

"Yoora-na.." Luhan sontak membuka matanya.

"Percaya padaku, saat ini kalian berdua akan selamat, asalkan kau bergabung dengan mereka semua untuk melawan Hades.." lagi Yoora meyakinkan, menghilangkan rasa ketakutan yang masih tersisa dalam hati Luhan. "Kita tidak akan bisa hidup dalam ketenangan bila Hades tidak kita kalahkan bersama, untuk itu kesabaran dan keberanian adalah yang kita butuhkan saat ini, selama Elayne belum muncul, tidak ada yang bisa membantu Phoenix selain kita semua."

Luhan mengangguk mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh Yoora, ia menoleh pada pengawal Langit yang akan berada bersamanya dan mengisyaratkan kesiapan dirinya, dan mereka berdua kini terbang guna bisa bergabung dengan yang lainnya.

Namun sebelum mereka mendarat dengan sempurna, mata Luhan menangkap Kris yang tengah berhadapan dengan Hela disana.

"Siapapun, bawa Kris menjauh dari jangkauan Hela! Bila Silince Graive terarah padanya, saat itu juga Kris akan meninggal!" Yoora berteriak ketakutan dan seluruh anggota Kerajaan yang mendengar dan tersambung dengannya jelas berusaha secepat mungkin mendekat dan menjangkau Kris agar bisa menarik pria itu menjauh.

Silence Graive milik Hela terlihat semakin mendekat kearahnya, dan Kris mengabaikan kenyataan bahwa dirinya kini tengah berhadapan dengan Dewi Kematian, pria itu lebih terfokus mengarahkan Sang Dragon untuk menyerang Hela ketika berada didekat jangkauannya.

Dan Luhan adalah yang bisa menjauhkan badan Kris dalam sekejap, tanpa disadari oleh Kris maupun Hela. Badan pria itu terhempas dengan kencang menubruk kawanan Kerberos yang tengah diserang oleh Minseok.

"Aw." Kris mengaduh merasakan sakit pada badannya.

"Thanks!" sementara Minseok mengucapkan terima kasih kearah Kris, karena dengan apa yang dilakukan Luhan pada Kris, ia tidak perlu menguras tenaga untuk membuat hujaman es runcing untuk diarahkan pada kawanan tersebut.

"Berterima kasihlah pada Luhan, dasar idiot!" Yoora berucap ketus pada Kris dan pria itu hanya mengangguk paham sebelum ia kembali menyerang kembali pasukan Hades dan kawanan Kerberos yang terasa tidak akan pernah habis untuk dimusnahkan.

Yoora kembali menghela nafas panjang, dirinya kembali merasa tenang meskipun rasa khawatir juga masih mendominasi pikiran dan perasaannya. Namun mendapati semuanya tengah disibukkan berperang menghabisi para kawanan Kerberos dan kawanan Hades lainnya, dan Kris berhasil diselamatkan dari kematian yang baru saja menghampirinya, saat ini dirinya bisa terfokus untuk memperhatikan keselamatan Chanyeol yang belum terdengar keberadaannya karena adiknya itu tengah disibukkan melawan Hades jauh dari jangkauannya.

Dirinya duduk pada ranjang dimana Baekhyun terbaring dalam damai dan tenang, kedua tangan Yoora menggenggam tangan Baekhyun, dan sebuah senyuman terbentuk setelahnya. "Berapa lama lagi kau akan tertidur hm?" ia menanyakkan pada keheningan yang Baekhyun berikan padanya.

Pikirannya kembali diingatkan akan kehadian Hela, yang saat ini berdiri memperhatikan segala perlawanan yang diberikan disekitarnya. Ia memang tidak menyerang siapapun, tapi siapa saja yang berada didekatnya, akan disambut oleh Silience Grieve dan itu adalah pertanda maut bagi siapa pun.

"Adakah yang bisa menjauhkan senjata runcing itu? Sangat menyeramkan melihatnya." Suara Sehun terdengar.

"Luhan, coba gunakkan kekuatanmu untuk mengambil alih senjata itu." Kini Kris yang memberikan saran.

"Aku sudah melakukannya sebelum kalian meminta, dan tidak berhasil. Jadi tolong sekarang bantu aku untuk melenyapkan segerombolan ini—Kris, aku butuh api!" Luhan menyempati menjawab meskipun dirinya tengah disibukkan melempar – lemparkan musuh disana.

"Tidak adakah yang melihat Chanyeol?" itu adalah suarah Ayah mereka, Yunho.

"Aku rasa ia masih bergulat—brengsek—maaf yah. Aku rasa dia masih bergulat dengan Hades." Sehun menyampati menjawab pertanyaan Ayahnya disela – sela kegiatannya menusukkan pedang pada beberapa musuh disekitarnya.

Keadaan masih bisa dikendalikan oleh semuanya, belum ada yang merasa kesulitan melawan musuh sebanyak itu karena kekuatan yang mereka miliki benar – benar bermanfaat dan bisa diandalkan untuk melawan.

Kekuatan Suho, meluluh lantahkan kumpulan Kerberos dengan mudah hanya dengan membawa aliran air deras dan menarik mereka untuk masuk dalam pusaran air laut itu, dan Jongdae melemparkan kilatan petir yang cukup besar disana untuk memastikan Kerberos –Kerberos itu mati. Luhan mendapatkan tugas membawa kumpulan – kumpulan yang lainnya untuk dibinasakan oleh kobara api dari Dragon milik Kris, atau kadang ia lemparkan bergabung dalam pusaran air yang Suho buat, atau juga ia arahkan pada Minseok yang dengan kilat menghujamkan pedang es dari tangannya. Kyungsoo juga berandil besar selama berperang melawan musuh – musuh disana, ia tak segan – segan memporak – porandakan tanah, atau terkadang menusuk musuh – musuh dihadapannya dengan akar atau batang pohon yang ia arahkan.

Dan yang tidak terlewatkan adalah, Krystal, Puteri Mahkota Eleanor yang sedari tadi sudah terjun bersiaga siap menghadang perlawanan, tidak berhenti – hentinya menyerang dan mengejar siapa pun yang terjangkau oleh pandangan matanya. Terlepas ia tidak memiliki kekuatan yang berdampak besar bagi yang lainnya, namun dirinya yang immortal tentu saja membuat dia berani melawan siapapun bahkan dengan dihadapkan oleh senjata atau kekuatan apapun. Kecuali Hela.

"Yoora," dan gadis itu memanggil Yoora ketika ia selesai menghabisi lebih dari seratus Kerberos ditangannya. "Apa aku bisa mati di bila melawan Hela?"

"Krystal?!" Minseok lebih dulu memprotest.

"Jangan gila!" dan Kris ikut mendukung.

"Aku immortal, tidakkah menurut kalian aku adalah lawan untuk Dewi Kematian?" Krystal menjelaskan lagi maksud dari idenya.

"Ya, kau immortal, tapi yang akan kau hadapi adalah Dewi Kematian." Sehun ikut menjelaskan penolakan idenya.

"Tidak ada yang bisa melawan Dewi Kematian dunia bawah tanah Krystal, mereka berbeda, dunia mereka adalah dunia gelap dan aku tidak yakin kau bisa mengatasinya." Yoora dengan hati – hati menjelaskan agar Krystal bisa memahami apa yang coba ia sampaikan.

"Ada yang bisa membantuku disini!" dan semuanya teralihkan oleh suara Chanyeol yang terdengar kesakitan dan juga tersiksa. Ia berlari cepat dan juga terbang dalam wujud Phoenixnya dengan membawa Hades yang tengah dalam lilitan rantai ditangannya.

"PHOENIX!" Hela menjadi orang pertama yang berteriak memanggil Chanyeol, Dewi itu terlihat murka menyaksikan Hades yang terlilit dan dibawa oleh Chanyeol sesuka hati, dan hentakkan Silence Grieve memancarkan kekuatan miliknya kearah Chanyeol saat itu juga dan tentu saja apa yang terpancar masih berhubungan dengan kematian.

"CHANYEEEEOOLLLL!" itu adalah teriakan Yoora, teriakan yang diiringi oleh isakan tangis karena bukan hanya ia bisa melihat apa yang terjadi oleh adiknya saat ini, matanya melihat secara langsung bagaimana akhir dari perang saat ini, dan itu bukanlah akhir yang bahagia seperti yang ia lihat sebelumnya.

Badan Chanyeol terlempar kencang akibat dari kekuatan Hela, tak hanya itu, Hela membuat dinding penahan hingga tidak ada satupun dari kaum Hades atau seluruh Raja, Putera dan Puteri Mahkota mendekat kearahnya.

"Apa yang ia lakukan?!" Yunho berteriak bermaksud menanyakkan apa yang tengah terjadi pada puteranya.

"Yoora! Apa yang terjadi dengan Chanyeol?!" dan Sehun ikut menanyakkan, masih bergelut dan mencoba mendekat kearah Hela. Kris juga mengikuti, membakar apapun yang menghadangnya untuk mendekat kearah Hela, dan pada akhirnya badan mereka terlempar jauh setelah menyentuh dinding pelindung milik Hela.

"Sehuunn!" Luhan berteriak namun wanita itu dengan cepat menggunakkan kekuatannya untuk menahan badan Sehun dan Kris bersamaan dan membawanya untuk berada didekat posisinya saat ini yang tengah bersama Jongdae dan juga Kyungsoo.

"What a shame.." Hela berucap mengejek. Memperlihatkan bagaimana Chanyeol yang tengah berada dalam pengaruhnya, entah kondisinya tengah dalam keadaan meninggal atau masih bernyawa tidak ada yang bisa memastikan karena wajah pria itu bahkan tidak ditampakkan, Chanyeol tengah menunduk dengan keadaan tidak berdaya. Hades yang sebelumnya tengah berada dalam posisi kalah kini bangkit dan bertepuk tangan melihat bahwa musuh abadinya berada dalam genggamannya.

Bukan hanya mereka saja yang melihat dengan jelas apa yang terjadi dengan Chanyeol saat ini, Yoora yang berada jauh bahkan bisa melihat semuanya dan merasakan apa yang dirasakan oleh mereka yang melihat bagaimana Chanyeol tengah tak berdaya disana. Ia berulang kali memanggil nama Chanyeol dalam doanya, sementara ia memohon pada Baekhyun untuk tersadar dan menggunakkan kekuatan Elayne untuk menghentikkan apa yang ingin Hela lakukan pada adiknya.

"Katakan selamat tinggal pada Phoenix kalian." Hela berucap tanpa ragu, mengangkat badan Chanyeol dengan tangannya dan ia hadapkan pada seluruh Raja serta Putera dan Puteri Mahkota serta beberapa pengawal Kerajaan maupun para pengawal Langit. Suara gemuruh dan petir terdengar dan itu bukanlah dari apa yang Jongdae lakukan, melainkan murni dari alam. Langit seakan – akan menyatakan ketidak setujuannya dengan apa yang terjadi saat ini. Tangan Hela yang memegang Silence Grieve ditujukan kearah Chanyeol, ia berucap tanpa suara dan tersenyum bahagia sama halnya dengan Hades yang ikut tertawa luar biasa kencang.

"No…" Luhan mulai terisak dan Sehun yang berada disisinya memeluk badan wanita itu untuk membantu menenanginya. Lain halnya dengan Kris yang terus menerus menyerang kearah Hela meskipun semua itu sia – sia. Yunho dan para Raja lainnya bahkan membawa pasukan Langit untuk mendekat dan semua yang mereka lakukan juga tidak membuahkan hasil.

Kekuatan Silence Grive tidaklah diberikan kearah Chanyeol, melainkan Hela menusukkan ujung runcing dari senjatanya itu tepat pada jantung Chanyeol dengan cepat, semuanya bisa melihat bagaimana secara perlahan – lahan ujung senjata itu menembus kuit Chanyeol dan tentu saja aliran darah segar mengalir deras keluar dari sana dan bersamaan dengan itu, semua yang melihat berteriak histeris, bahkan suara Yoora yang berada jauh dari tempat itu terdengar dan semuanya terhempas dengan begitu kencang layaknya kekuatan yang meledak, dan teriakan suaran danjuga sinar terang yang memancar dari arah Istana Eowyn itu bahkan mampu menghancurkan bangunan Eowyn dan melenyapkan perisai yang melindungi Hela—dan Dewi itu beserta Hades itu terhempas cukup kuat meninggalkan badan Chanyeol yang terbebas dari senjata yang menghujam jantungnya.

"Yoora.." Yunho melihat bangunan Eowyn yang hancur dan memikirkan kondisi Puteri dan juga Baekhyun yang berada diruangan bawah tanah Istana, Siwon dan Ki Bum lebih dulu bergerak memeriksa keadaan kedua orang yang dimaksud dan Yunho serta Zhoumi berlari menuju tempat dimana badan Chanyeol jatuh.

Semuanya bergerak untuk bisa menyelamatkan sang Phoenix.

Luhan tak berhenti meneriakkan nama Yixing untuk datang ketempat mereka, mengingat peramal itu berada di Olympus saat ini, Kris dan Sehun beradu cepat untuk bisa sampai lebih dulu. Dan yang lain masih dalam posisi bersiaga mengingat kini taka da lagi tempat berlindung untuk mereka, namun pemandangan disekitar mereka adalah kosong. Tidak ada satupun makhluk – makhluk Hades maupun Kerberos yang tersisa, bahkan warna langit bukan lagi dipenuhi dengan awan – awan gelap seperti sebelumnya, sinar Matahari menerangi mereka saat ini hingga suasana nampak lebih asri.

"Ch-Chanyeol.." Kris adalah orang pertama yang tiba disana, suaranya memang tidak salah ketika memanggil nama Chanyeol karena jelas terlihat Sang Phoenix masih hidup namun meringis kesakitam dari luka yang ia dapati didadanya.

"Hyung!" dan Sehun adalah orang kedua yang memanggil. "Hyung kau hidup?!" pertanyaan bodoh ia ucapkan dan sontak pukulan keras pada kepala belakangnya ia dapati, dua kali. Kris dan Luhan adalah pelaku yang memberikan pukulan itu.

Kris mendekat dan membantu Chanyeol untuk bangkit berdiri, karena sedari tadi Ia memperhatikan Putera Mahkota Glorfindel itu nampak kesulitan untuk bangkit.

"A-apa yang terjadi?" Chanyeol menanyakkan. Memperhatikan satu per satu wajah yang berada didekatnya.

"Son!" dan Yunho yang seketika datang menubruk badan Chanyeol untuk memeluk tubuh Puteranya itu. "Kau baik – baik saja? Apa yang kau rasakan?"

"Aku baik, hanya luka kecil—

"Kecil?!" dan suara yang terdengar menyahut apa yang Chanyeol katakan barusan membaut semuanya melonjak kaget mendengarnya, dan lebih dibuat terkejut ketika melihat pemilik suara itu.

Yoora berada tak jauh dibelakang badan Chanyeol, namun bukan dialah sang pemilik suara, melainkan sosok wanita mungil disebelahnya, mengenakkan gaun putih berhiaskan berlian serta permata indah lainnya, rambut panjangnya berwarna silver berterbangan mengikuti gerakkan angin namun semua orang yang berada disana bisa melihat jelas wajah cantiknya yang bersinar cantik meskipun ia tengah dalam kondisi merajuk.

Wanita mungil, istri dari Putera Mahkota Glorfindel—Sang Elayne,

"B—Baek—Baekhyun?"

.

.

.

.

.

.

Tbc.