Harapan yang bisa Yoora rapalkan saat ini mendapati penglihatan yang ia lihat sebelum – sebelumnya menjadi sebuah kenyataan hanyalah berupa pengharapan bahwa diakhirnya Sang Phoenix dan juga Sang Elayne mendapatkan akhir bahagia seperti seharusnya.
Sedari tadi ia merapalkan doa dan harapan tersebut, namun pesimis didalam dirinya lebih besar dibandikan optimismenya. Kenyataan yang ada didepan matanya adalah wujud penguat sang pesimis. Mendapati bagaimana semuanya berperang bersama melawan pasukan Hades, bagaimana para Dewa ikut turun tangan dan menghadapi Hela, bagaimana api Phoenix membakar habis wujudnya dengan begitu cepat.
Matanya menatap takjub melihat bagaimana kekuatan Elayne menguasai diri Baekhyun saat ini, tak ada lagi wujud gadis kecil yang bersikap kekanakan dan menggemaskan melainkan seorang wanita dewasa yang sangat mengagumkan dan juga diliputi kekuatan besar. Adanya Baekhyun membuat perlawanan semakin mudah, bukan hanya karena kekuatan cahayanya yang mampu meluluh lantahkan para Kerberos dan juga prajurit Hades dalam sekejap, kecepatan yang Baekhyun miliki mampu menahan perlawan dari pasukan Hades yang berada jauh berpuluh kilometer jauh dari pandangan matanya.
Semuanya terlihat sesuai.
Bukan hanya mengenai Chanyeol dan Baekhyun. Penglihatan yang Yoora dapatkan mengenai satu per satu Putera & Puteri Mahkota pun turut terlihat begitu sesuai dengan penglihatannya.
Bagaimana Sehun dan Jongdae yang dengan begitu berani melawan, bagaimana Kris yang tak mengenal lelah mengikuti Baekhyun, sang adik dan juga memerintahkan naga yang ia miliki untuk melalap membakar habis musuh – musuh didepannya. Luhan dan Kyungso, meskipun mereka berada didalam lingkaran perisai Baekhyun, tak membuat mereka berdua berdiam diri begitu saja. kekuatan Luhan tetap bekerja membantu para Raja dan Putera Mahkota dliuar sana, ia bisa menarik beratus – ratus pasukan Hades kearah Jongdae, Kris atau pun Sehun untuk dihujam dengan pkilat petir, api dari Naga Kris atau pun diporak porandakan didalam badai yang Sehun buat atau ombak yang diarahkan oleh Suho. Lain lagi dengan Kyungsoo, meskipun terkadang masih ada rasa takut dimiliki dalam diri perempuan berbadan mungil itu, setidaknya dirinya sudah cukup berani untuk terus menggunakkan kekuatannya menggerakkan pepohonan bergerak kedepan jauh menuju inti bumi dimana Hades bersarang, menusuk lawan – lawannya dengan akar pepohonan dan juga membawa mereka terkubur hidup – hidup didalam tanah.
"Yoora-na.." suara kecil berbisik mengusik lamunan Yoora melihat peperangan didepannya. Suara halus yang dimiliki Tao terdengar tenang tapi Yoora tahu bahwa ada pertanyaan besar yang dipendam oleh perempuan itu sedari tadi. "A-apakah aku akan berdiam terus bersamamu disini? Tidakkah kekuatanku akan muncul sehingga aku bisa membantu mereka meskipun hanya sedikit saja?"
Senyuman kecil dan juga rangkulan pada bahu perempuan berbadan tinggi itu Yoora lakukan sebagai ungkapan pengertian akan sedikit keluh kesah yang dirasakannya. "Sebentar lagi Tao-ya.." ucapan Yoora tedengar menenangkan seakan – akan apa yang akan terjadi nanti adalah sebuah pertanda baik. "Kekuatanmu akan kau miliki sebentar lagi.. dan ketika kau telah memilikinya.. lakukan apapun yang menurutmu akan menjadi awal yang baik bagi kita semua, hm." Yoora menunggu jawaban dari sosok disampingnya, Tao saat ini menatap kearah Yoora, menyimak apa yang dikatakan olehnya namun juga masih ragu menjawab karena sejujurnya ia tidak pernah bisa mengerti sedikit pun dengan apa yang dikatakan oleh Yoora.
Loves of Tales
Final Chapter
Sejatinya apa yang memang sudah diramalkan oleh Para Dewa dan Yang Maha Kuasa dengan memberikan kekuatan pada keturunan mereka masing – masing nampak nyata fungsinya saat ini. Para keturunan Dewa disana berperang melawan para anak buah Hades, membantai mereka tanpa ampun dan bahkan memastikan semua Kaum Hades tewas ditangan mereka. Kekuatan mereka sangat menakjubkan dan sulit diungkapkan dengan kata – kata, sangat berbeda jauh ketika mereka berlatih bersama dan disaat perang yang sesungguhnya.
Pada urutan paling kecil mungkin bisa dikatakan Kyungsoo masih ragu – ragu menggunakkan kekuatan yang ia miliki meskipun pada hasilnya apa yang ia miliki berdampak besar dan sangat membantu pengawal Istana menghadapi lawan mereka di medan perang, kekuatan Kyungsoo mampu membuat gempa bumi secara mengejutkan, menggeser pergerakkan tanah dan ia bahkan bisa membuat ribuan Kerberos terkubur masuk kedalam tanah hanya dengan gerakkan tangannya. Sangat membantu namun Puteri Eowyn itu belum berani keluar dari perisai dan berada jauh dari Luhan disampingnya yang sengaja dipasangkan dengannya.
Sementara Kyungsoo masih merasa takut – takut untuk bergabung melawan beberapa anak buah Hades dengan senjata, lain halnya dengan Luhan. Meskipun ia juga berada terlindung di perisai itu tapi bisa terlihat ia begitu bersemangat, ia bahkan tak henti – hentinya mengumpat meskipun ia dengan mudah membantai habis siapapun lawan yang terlihat pada pandangan matanya. Ia bisa menarik dan mengenyahkan siapapun dengan begitu mudahnya, menarik mendekat padanya hanya agar ia bisa mejumuskan pedang yang ada ditangannya dan memastikan mereka benar – benar tewas disana, lalu membuangnnya dengan begitu saja agar Kyungsoo bisa menguburkannya didalam tanah. Terkadang fokus Luhan terbagi dengan melihat kearah teman – temannya ataupun tunangannya untuk memastikan mereka tidak diserang tiba – tiba oleh kaum Hades karena bila itu terjadi, Luhan selalu siap menghempaskan mereka jauh – jauh tanpa disadari siapapun.
"Luhan, lempar mereka ke arah Kris!" atau bisa siapa saja memerintahkan dirinya untuk membawa beberapa anak buah Hades. Kali ini Jongdae yang berteriak pada Luhan dan meminta bantuan untuk membawa tiga orang anak buah Hades yang sudah lebih dulu dihujam kilatan petir dan akhirnya diarahkan untuk dimakan lahap dalam mulut Naga berapi – api yang tengah mengamuk di lain tempat.
Kekuatan Petir yang dimiliki Jongdae membabi buta disana, tidak ada langit cerah indah Eowyn untuk hari itu. Awan gelap kelabu dan suara gemuruh menghiasi langit – langit diatas Istana karena sang pemilik kekuatan Petir tengah memerintahkan anak – anak kilat petir disana menghujam siapu pun yang berada disekitar jangkaun pandangannya.
Di tempat lain, Suho dan Sehun berada dalam posisi yang berdekatan melawan para anak buah Hades dengan beradu satu lawan satu, kekuatan yang mereka miliki bekerja di tempat yang terpisah dan tidak secara langsung digunakan diwaktu yang bersamaan. Mereka memiliki pola peperangan yang sama, bergabung dengan Para Raja dan juga pengawal Istana melawan satu per satu, menghabisinya dengan pedang mereka. Kekuatan Sehun berfungsi pada tempat lain yang berada disekelilingi tempat perlawan mereka, menutupi pandangan Kerberos dan juga beberapa lawan lainnya dengan badai topan yang ia buat dibeberapa tempat untuk memporak – porandakan kondisi disana, lain halnya dengan Suho yang menggunakkan kekuatannya dengan membuat aliran air laut dengan arus ombak yang kuat untuk menarik kumpulan Kerberos dan juga beberapa anak buah Hades agar terhanyut masuk kedalam air laut.
Kris dan Chanyeol melawan sisanya seorang diri di tempat terpisah. Kris berada diudara, memanfaatkan sayap yang ia miliki mengingat ia adalah keturunan Malaikat dan juga Dewi—bersama dengan para pengawal Surga dan Malaikat yang lainnya yang mana ikut membantu melawan Hades disana. Kris menikmati terbang diatas sana bersama Sang Naga, membakar siapapun dan apapun yang Hades perintahkan menyerang dengan begitu mudahnya, terkadang ia turun ke tanah dan melawan mereka dengan pedang, membunuh dengan cepat lalu kembali ke udara untuk lebih cepat menghabisi lawan Hades.
Dan untuk Chanyeol, Sang Phoenix. Semuanya tentu sudah melihat bagaimana kekuatan milik Calon Raja itu beraksi melawan siapa pun yang menantang dirinya, gagah dan perkasa, Bergerak cepat dan tepat, berani dan tangkas. Ia tidak pernah terlihat kesulitan melawan siapapun lawan dihadapannya dan tentu berakhir dengan kemenangan teruntuk dirinya.
Namun ketika kekuatan Sang Phoenix telah bersatu sepenuhnya dengan kekuatan yang dimiliki Elayne, semuanya nampak lebih sempurna. Bukan hanya penampilannya, tapi kekuatan dari dalam dirinya semuanya semakin sempurna lebih hebat dibandingkan sebelum – sebelumnya. Ia lebih kuat, Phoenix bahkan terlihat lebih terbentuk gagah besar dengan nyala apinya yang semakin kuat dikeluarkan yang mana terkadang berwarna biru muda dipadu dengan lingkaran Cahaya yang diyakini berhubungan dengan kekuatan yang dimiliki Elayne.
Hanya dengan sekali tebas dari pedang yang ia miliki sudah dipastikan lawannya akan tewas saat itu jugatak hanya itu, bahkan ketika sang burung Phoenix terbang dan melemparkan serangan api dari sayap dan juga mulutnya apapun yang berada didekatnya akan habis terbakar menjadi abu dan itu sama dengan ketika tangan Chanyeol menyentuh apapun pada anak buah Hades. Bahkan Kerberos yang berbadan besar dan terlihat menyeramkan nyatanya musnah begitu saja habis tak bertulang ketika Chanyeol menusuknya dengan pedang atau bahkan ketika tangannya mencengkram bagian tubuh dari Kerberos.
"Apa ada yang melihat Baekhyun?!" suara Chanyeol berteriak pada siapa saja berharap siapapun yang mendengarnya bisa memberikan jawaban pada akhirnya. Meskipun ia terlihat fokus menghabisi Kerberos dan anak buah Hades disana, Chanyeol masih memikirkan sang istri yang sedari perang dimulai.. ia sama sekali tidak mendengar bagaimana keadaan istrinya saat ini.
"Aku melihat ia bergerak ke utara, membawa panah!" akhirnya ada yang menjawab pertanyaan Chanyeol, Sehun.
"Dia tadi ada didekatku!" dan yang lain ikut menyambung, kali ini sang Kakak dari sang Istri, Kris yang mana tengah membabi buta melawan beberapa anak buah Hades dengan begitu kejamnya dibantu dengan para pengawal Istana dan Para Malaikat Surga.
Chanyeol masih menunggu jawaban yang pasti, tapi ia juga tidak bisa lengah sedikitpun karena lawannya selalu bertambah. Sekuat apapun ia berusaha menghabiskan para musuhnya, melawan para Kerberos dan juga anak – anak buah Hades yang beraneka ragam bentuknya, jumlahnya tidak berkurang. Ia sudah membunuh ratusan atau bahkan ribuan anak buah Hades, tapi lawannya tentu saja mengirimkan kembali serangan yang lain yang mana mau tidak mau menguras tenaga mereka semua.
"Hyung.. tolong buat lagi siraman api Phoenix! Bantu aku membunuh mereka!" Sehun meminta bantuan dan tentunya Chanyeol mengiyakan, ia mengarahkan Phoenix untuk terbang berpindah mendekat kearah Sehun yang tengah memutar badannya untuk membuat aliran angin yang akan menjadi tornado dengan kekuatan tinggi, Phoenix menembakkan api kecil kearah dalam sana dan dalam sekejap tornado itu berputar meninggalkan Sehun dikelubungi api Phoenix yang mana ketika tornado itu bergerak menghancurkan dan memporak porandakkan sekitarnya bukan saja akan membawa mereka semua terombang ambing didalamnya dan hancur namun bisa dipastikan akan hancur habis dalam balutan api Phoenix.
.
.
Jongin dan Irene berusaha berbaur dalam kerumunan orang – orang di salah satu Kota Dunia Luar, Seoul, Korea. Irene yang sudah mengetahui alasan kenapa dirinya harus dibawa jauh dari saudari – saudarinya kini mulai menurut setiap ucapan Jongin yang terarah padanya. Pria itu begitu sigap memperhatikan kondisi disekitarnya dan pintar dalam menyamar agar terlihat layaknya masyarakat asli negara itu.
"Kita akan beristirahat disini." Jongin menunjuk salah satu kafe kecil disebelah kirinya, Irene mengangguk setuju dan kemudian mereka berdua masuk kedalam kafe itu dengan Jongin dibelakangnya.
Jongin memilihkan tempat duduk di paling ujung kafe tersebut, meminta Irene untuk duduk sementara dirinya memesankan minuman dan juga makanan untuk mereka berdua. Setelah memesan ia kembali ke tempat itu dan duduk pada kursi di hadapan Irene, mereka saling menatap dalam diam.
Hingga akhirnya saat pesanan mereka datang, barulah Jongin berucap meminta Irene untuk menikmatinya. Gadis di hadapannya masih mengunci suara mulutnya, memberikan anggukan dan mengambil satu mangkok yang berisikan tumpukan es dan beberapa macam buah disekelilingnya.
"Kelihatannya kita bisa bertahan di negara ini untuk sementara waktu." Jongin membuka percakapan sembari dirinya memandangi keadaan sekitar.
Irene tidak langsung menjawab, gadis itu lebih dulu menikmati suapan sendok es-nya dan kemudian ikut memandangi sekitarnya seperti yang Jongin lakukan.
"Apa mereka masih melawan pasukan Hades?" Irene berbisik pada satu kata terakhirnya dan Jongin memberikan jawaban dengan anggukan kepala. "A-apa kedua kakakku ikut bergabung?" Irene bertanya lagi.
Jongin menyelesaikan sesapan minumannya dan barulah siap menceritakan kelanjutannya.
"Semuanya ikut bergabung di medan perang melawan Hades." Jongin memulai dengan suaranya berbisik. "Kyungsoo juga ikut bergabung, dia sudah berani melawan meskipun masih berada dalam lindungan perisai Baekhyun. Oh, Baekhyun sudah menjadi Elayne sepenuhnya. Ya.. semuanya ikut berperang—"
"Dan kita disini." Irene memotong, Ia menatap Jongin sesaat dan kemudian menunduk. "Tidakkah kita bisa membantu mereka.. meskipun kekuatanku belum terlihat.. setidaknya .."
"Yoora mengatakan kau belum boleh kembali kesana.."
"Yoora tahu mengenai kekuatan yang akan aku miliki bukan?"
"Sepertinya begitu."
"Dan kekuatanku bahaya?" Irene bertanya takut –takut.
"Errr.. bukan seperti itu." Jongin dengan berani menenangkan. "Aku harus membawamu jauh dari Eowyn, karena Hela akan mendatangi salah satu dari kalian.. menggunakkan tubuh kalian untuk menghidupkan kembali Hera atau Kronos—aku tidak tahu lengkapnya tapi ya seperti itu."
Irene mengangguk, "Ya.. itu alasan kuat untuk membawaku pergi."
"Yap."
Mereka kembali menikmati makanan yang dipesan hingga Yoora kembali masuk kedalam pikiran Jongin.
"Kalian baik – baik saja?"
"Kami baik – baik saja.. bagaimana disana?" Jongin menjawab dalam pikirannya, sementara dirinya mengalihkan diri dengan santai sambil menikmati minumannya.
"Perang.. dan belum juga selesai. Jongin.. apapun yang terjadi disana, siapapun yang akan menyerang kalian pastikan kau membunuhnya dengan cepat."
Ucapan yang dikatakan Yoora membuat Jongin berdiam kaku, mulai mengawasi sekitarnya terlebih lebih posesif kepada Irene yang duduk dihadapannya.
"Kita tidak bisa bersembunyi lebih lama.. dan aku hanya minta kau melakukan apa yang ku perintahkan tadi. Bunuh mereka dengan cepat dan kembali ke Eowyn setelahnya."
Yoora pergi dari pikiran Jongin dan sedetik kemudian pria itu membawa Irene pergi dari kafe itu dengan terburu – buru.
"Ada apa?" Irene menanyakkan dalam nafasnya yang tersenggal – senggal selagi dirinya melangkah cepat bersama Jongin.
"Kita harus pindah.. Perang semakin mencekam dan mereka masih mengincar dirimu." Jongin menjawab sebisanya, langkahnya semakin bergerak cepat mencari tempat yang aman untuk dirinya melakukan teleportasi.
Mereka tiba di sebuah ujung gang yang diapit oleh gedung yang menjulang tinggi, Jongin membawa Irene untuk berada dibelakangnya menempel pada dinding sementara dirinya menghadap kearah jalanan, mencari sela dalam hitungan detik untuk memungkinkan menghilang setelahnya. Ia menunggu dengan pasti ketika mendapati celah itu, mereka berdua menghilang dalam sekejap berpindah tempat pada lokasi yang lain.
Loves of Tales
"Kris, lemparkan api nagamu kearah lemparan Luhan!" Yoora berteriak memberikan perintah.
"Ya! Yoora! tidakkah kau ingin memberi tahu kepada kami kapan perang ini akan berakhir?! Sebanyak apapun kita membunuh mereka—jumlahnya semakin banyak!" Suho yang tengah mengarahkan ombak tinggi dalam arahan tangannya berkomentar demikian meskipun saat itu ia baru saja membunuh segerombolan anak buah Hades beserta sekumpulan Kerberos ikut serta disana.
Dan Yoora terdiam disana, ia mendengarkan namun enggan untuk memberikan jawaban yang mana masih takut untuk ia ungkapkan. Penglihatannya memperlihatkan akhir perang ini, berulang kali ia mendapatkan penglihatan yang sama dan seharusnya semua berjalan demikian, tapi hati dan mulutnya masih takut untuk memberi tahu kepada yang lainnya.
"Jangan tanyakkan bagaimana akhirnya.." Chanyeol mewakili memberikan jawaban, "Teruslah menyerang hingga Hades tidak bisa lagi mengirimkan anak buahnya dan memberanikan diri melawan kita secara langsung."
"Well.. sedari tadi kita sudah melakukannya." Sehun menyahut, dirinya tengah bergumul dengan pergerakkan angin topan yang tengah ia buat untuk diarahkan pada kumpulan lawannya yang mana tengah dihujam berulang kali oleh kilatan Petir milik Jongdae.
"Tidak adakkah yang tahu dimana Baekhyun berada?" Chanyeol menanyakkan lagi. "Yoora?" nama kakaknya disebut bermaksud menginginkan jawaban dari-nya secara langsung.
Yoora tersenyum mendengarnya, ia tahu sang adik sedari tadi mengkhawatirkan sang istri yang mana tidak pernah terlihat olehnya sejak penyerangan dimulai, tapi senyuman yang terbentuk diwajahnya bukan karena bagaimana Chanyeol mengkhawatirkan Baekhyun, namun sesunguhnya ia tertawa karena melihat bagaimana hebatnya Baekhyun yang sedari tadi menyerang dan membunuh beberapa anak buah Hades dengan begitu cepat dan bahkan beberapa orang yang berada didekatnya tidak menyadari akan apa yang Baekhyun lakukan.
Hanya Yoora yang bisa melihat dengan jelas bagaimana Sang Elayne disana bergabung dan membantu penyerangan, pergerakkan yang mana sama dengan kekuatan Cahaya yang ia miliki memudahkan dirinya berpindah tempat begitu saja dan tentunya sembari menyerang. Panah yang ia bawa bahkan sudah membunuh ribuan Kerberos, tak hanya itu, ketika ia hanya berdiri untuk melihat sekelilingnya, pancaran sinar dari tubuhnya bahkan bisa mematikan bagi anak buah Hades yang berada didekatnya.
"Dia sedari tadi ada disekitar kalian.." Yoora mulai memberikan jawaban secara perlahan. "Hanya saja sulit melihat dimana posisi Baekhyun berada.. ia bergerak begitu cepat—
"Seperti Jongin?"
Yoora menggeleng, jawaban Sehun terdengar menggelikan untuknya. "Kekuatan Jongin bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan Baekhyun."
"O-key.. aku mengerti, kekuatan Istriku luar biasa, tapi bisakah kau beri tahu dimana dia?" Chanyeol memotong, ia menggertakan giginya. Bukan karena lawannya sulit ditaklukan atau pun merasa kesal karena lawannya kali ini, tapi menunggu Yoora memberikan jawaban yang ia inginkan rasanya lebih sulit dibandingkan melawan anak buah Hades saat ini.
"Apa itu?" seketika Chanyeol mengoceh kembali.
"Kenapa?"
"A-pa?!"
"Apa yang terjadi?" Sehun, Kris dan Suho bergantian menyahut ucapan spontan Chanyeol.
"Aku baru saja dicium." Chanyeol menjelaskan.
"Kau pasti kelelahan! Otakmu terkikis oleh api Phoenix!" Luhan menyindir dan beberapa suara tertawa terdengar ikut meramaikan.
"Son, mungkin kau telah dicium oleh salah satu Kerberos yang sudah tak bernyawa karenamu.." kali ini sang Ayah ikut merespon dan suara gelak tawa semakin terdengar lebih riuh karena bukan hanya beberapa Putera Mahkota yang menertawakan hal itu, para Raja ikut tertawa mendengarnya dan juga Yoora, Luhan, Tao sera Kyungsoo ikut tertawa disana.
"Kyungsoo bahkan ikut menertawakan mengetahui kebodohanmu!" Sehun kembali memekik keras. "—Aw!" namun akhirnya dia mengeluh kesakitan.
"Ada apa denganmu?" Luhan mengkhawatirkan.
"Sesuatu baru saja memukul kepalaku."
"Ya, bayangkan itu Kerberos yang melakukannya!" Chanyeol menyahut kesal, ia kembali memfokuskan dirinya menyerang beberapa musuh yang berada didekatnya.
"Aku baru saja merasakan hal yang sama!" Kris menyambung lagi. "kali ini bukan sesuatu.. seseorang.. seseorang baru saja mencubit lenganku!"
Luhan menghela nafas dengan kencang, "Mungkin kalian bertiga harus beristirahat.."
"Lelah menjadikan otak kalian berhalusinasi." Yunho menambahkan pernyataan dari Luhan.
Sementara ketiga pria disana masih terdiam berusaha mempercayai apa yang baru saja terjadi dengan mereka. Chanyeol dan Kris melanjutkan penyerangan, lain halnya dengan Sehun yang bergerak untuk berpindah menyusul Luhan, ia meyakinkan dirinya nampak membutuhkan istirahat sejenak.
"Ya, kau memang nampak lelah." Luhan menyusul langkah Sehun yang tengah berjalan kearahnya. Pria itu tidak bisa memberikan komentar sanggahan karena memang dirinya merasa lelah teramat sangat mengingat mereka sudah bergelut melawan kaum Hades dan juga mahkluk – mahkluk Kerberos berjam – jam lamanya.
"Kau juga lelah." Sehun merangkul bahu Luhan, membawa tunangannya lebih dekat dalam dekapannya.
Luhan menggeleng, "Aku baik – baik saja.." kini giliran Sehun yang menggelengkan kepalanya tanda ia tidak sanggup membantah apa yang dikatakan oleh tunangannya.
"Okey.. cepatlah beristirahat! Karena kami juga ingin merebahkan badan walau hanya sebentar.." Jongdae bersuara disana.
"Kalian bisa beristirahat.." Yoora berucap demikian sesaat pandangan matanya melihat kearah langit yang telah terbuka memancarkan sinar mentari yang begitu terang dan kemudian nampak barisan para malaikat Surga turun dengan kuda – kuda putih dan juga pasukan pengawal langit lainnya. "Penyerangan selanjutnya akan datang dan mereka yang akan membantu selagi kita beristirahat…"
"Bagus! Aku akan menyelesaikan ini lebih dulu!" Suho segera menghela nafas lega dan melemparkan aliran ombak terakhir yang ia buat sebelum akhirnya bergerak berbalik kearah Istana. Jongdae melakukan hal yang sama, membunuh beberapa lawan yang masih berada didekatnya dengan lemparan kilat yang begitu besar dan kuat hingga membuat sekelilingnya hangus dalam sesaat dan kemudian ia meninggalkannya begitu saja.
"Aku akan memanggil Chanyeol, sepertinya adikmu tidak mengerti apa yang baru saja dikatakan oleh kakaknya." Yunho langsung bergerak menyusul Putera sulungnya yang masih terjebak melawan pasukan Hades bersama dengan Sang Phoenix.
"Ayah.." Yoora memanggil. "Aku rasa biarkan Baekhyun yang memanggil suaminya.. Baekhyun berada didekat sana dan aku sudah meminta ia untuk menyusul Chanyeol.
.
Baekhyun mendengar panggilan Yoora lewat pikirannya dan juga informasi untuk memanggil Chanyeol yang tenggelam dalam serbuan pasukan Hades dekat dengan pintu yang terhubung ke dunia bawah tanah.
"A-apa tidak apa bila kita semua beristirahat?"
"Tidak apa Baekhyun, pasukan pengawal langit dan beberapa malaikat akan menggantikan kita semua untuk sementara." Yoora menjawab pertanyaannya.
"Baiklah.. kami akan kembali." Baekhyun menurut, menyelesaikan perlawanannya dengan tiga musuh yang mengikutinya lalu melesak cepat untuk menyusul kearah Chanyeol.
Chanyeol berada tepat di dekat pintu masuk dunia bawah tanah dan sedari tadi tanpa mengenal lelah menebaskan setiap pasukan Hades yang hendak keluar, membakar mereka dengan api Phoenix dan juga menghancurkannya. Karena dirinya melawan seorang diri disana, Chanyeol bahkan tidak menyadari dirinya sudah terkepung dengan ribuan pasukan lainnya dan juga Kerberos disekitarnya yang mulai menyerang dirinya.
Didominasi dengan rasa lelah dan juga rasa kesal menghadapi semakin banyak lawanya, Chanyeol tidak ingin menguras tenaganya dengan melawan mereka satu per satu. Dirinya mengeluarkan api miliknya untuk menyelimuti pedang miliknya dan menebaskan dengan gaya memutar mengelilingi dirinya layaknya pusaran api, melemparkan bola – bola api berukuran besar dan tak jarang ia berulang kali terbang dan kembali ke tanah dengan maksud menghantam kumpulan musuh di bawahnya dengan kekuatan hebat.
Tapi sepintar dan sekuat apapun Chanyeol disana, terkadang ia juga lengah dengan kondisi sekitar dan melupakan serangan dari sisi yang tidak ia perhatikan.
"Chanyeol, belakangmu!" Suara Yoora yang memperingati dirinya terlambat untuk ia dengarkan sehingga kini badannya terhantam pukulan keras dari senjata anak buah Hades, badan Chanyeol terhempas jauh, menabrak kawanan Hades dan juga Kerberos. Chanyeol kembali terjebak, mendapati serangan telak dari mereka semua dan harus berjuang seorang diri.
Bukan hanya pukulan atau tusukkan pedang yang ia hadapi, cabikan dari gigi Kerberos harus ia rasakan. Cabikan dari Kerberos memang tidak mematikan tapi rasa sakit, perih dan panas akan terasa begitu lama pada kulit yang tercabik. Walaupun Chanyeol bisa memulihkan diri dengan cepat, rasa sakit yang ia dapati tetap saja akan sangat menganggu konsentrasinya.
"Apakah ada yang bisa membantuku disini?!" ia mulai merasa kesulitan dan berteriak meminta bantuan.
"Chanyeol, kembali ke Istana!" Sang ayah berteriak, "Biarkan pasukan langit yang melawan mereka!"
"Ayah tidak membantu." Chanyeol masih terus melawan mereka semua, hingga akhirnya ia cukup terkepung dan bahkan beberapa dari pasukan Hades mulai berani melemparkan badan mereka kearah Chanyeol, membuat pria itu tersungkur ke tanah, tenggelam dalam timbunan badan – badan pasukan bawan tanah.
"Bodoh." Yoora menyeletuk melihat keadaan adiknya.
Tetapi meskipun terkubur dengan timbunan badan – badan Kerberos dan makhluk lainnya, Chanyeol justru dibuat bingung karena ia sama sekali tidak merasakan berat dan sakit berada dalam tumpukkan mereka semua, bahkan rasa sesak pun tidak ia rasakan.
Baekhyun memberikan bantuan untuk membantu Chanyeol terbebas dari serangan para Kerberos dan juga kepungan pasukan Hades. Busur panah yang ia arahkan dari jarak cukup jauh bergerak cepat diikuti dengan sapuan kekuatan perisainya hingga mampu meratakan sisa – sisa Kerberos dan pasukan lainnya, kekuatan itu juga berhasil menghempaskan kepungan yang berada disekeliling Chanyeol.
Dan ketika Chanyeol membuka matanya, ia baru menyadari dirinya berada dalam lingkaran kekuatan perisai Baekhyun. Istrinya berada bersama, memeluk badan Chanyeol, wajahnya tersenyum bahagia karena setelah beberapa jam mereka bisa saling menatap satu sama lain.
"Terima kasih." Chanyeol mengusakkan hidungnya kearah Baekhyun dan wanita itu tertawa geli sebagai balasannya.
"Lain kali jangan bertindak bodoh lagi." Baekhyun mengerucut sedih
"Oh, Ayolah.. cepat kembali ke Istana. Kalian berdua." Yunho kembali berbicara kearah mereka.
"Baik Ayah." Chanyeol menjawab langsung, "Kau bisa bawa kita untuk terlepas dari kerumunan ini?" dan kini bertanya kearah istrinya.
"Aye captain." Baekhyun mengangguk, dalam hitungan detik berikutnya mereka berdua sudah hilang dari tempat itu dan terlihat bergabung dengan yang lainnya didalam Istana.
.
.
"Berapa lama kita harus melawan mereka? Ini tidak akan selesai dengan mudah begitu saja kan? Bagaimana keadaan Irene?" Krystal nampak tidak tenang. Bukan hanya karena keberadaan adiknya yang tidak bersama dengan dirinya tapi melihat pasukan langit dan juga Kerajaan yang tengah berperang melawan musuhnya di luar sana semakin membuat dirinya takut bahwa hari ini adalah hari mereka hidup di dunia.
"Irene masih bersama dengan Jongin, dan aku jamin adikmu akan aman bersama dengannya." Yoora memberikan jawaban dengan jaminan menyebutkan nama Jongin yang masih bersama dengan Irene.
"Dimana mereka?" kali ini giliran Minseok yang bertanya.
"Korea."
Minseok menganggukkan kepala , menyusul kearah Krystal untuk memberikan minuman agar adiknya itu lebih tenang.
Di lain tempat, Baekhyun dan Chanyeol berada berdampingan dan melihat dari kejauhan bagaimana pertahanan dan penyerangan yang dilakukan oleh Pasukan Langit dan Pengawal Kerajaan diluar perisai pelindungnya. Chanyeol merangkul badan istrinya dan memberikan usapan bermaksud memberikan perasaan tenang dan aman kepadanya.
"Apa kita akan berhasil?" Baekhyun menoleh kearah Chanyeol yang tengah memandangi drinya. Suaminya itu menggeleng dan menggedikan bahu memberikan jawaban yang memang ia tidak bisa menjawabnya saat ini.
"Dulu aku percaya, bahwa Kekuatan Elayne dan Phoenix pasti bisa memenangkan peperangan ini.. tapi setelah mengalaminya secara langsung.. aku ragu.. ragu bukan karena kita tidak bisa memenangkannya.. tapi ragu karena apabila kita memenangkannya.. apakah ada kehidupan kita selanjutnya? Apakah kita menang dan tetap hidup, atau kita menang dan kita berakhir bertemu dengan kematian?"
Chanyeol terdiam disana mendengarkan karena sejujurnya itu adalah apa yang ia pikirkan sejak pertama kali kekuatan Phoenix ia miliki. Dan mendengar pernyataan Baekhyun setelahnya semakin menguatkan pemikirannya selama ini.
"Yang terpenting adalah kita harus memenangkan perang ini." Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun dengan kedua tangannya. "Mungkin kita akan mati setelahnya, tapi aku ingin berharap pada Dewa.."
Baekhyun menyimak, mereka saling bertatap dalam diam menunggu Chanyeol melanjutkan permohonannya. "Bila kita memang ditakdirkan mengalahkan Hades dan semuanya, dan bila memang nyawa kita yang harus direnggut.. aku hanya berharap ia menemukan kita di kehidupan selanjutnya. Aku tidak peduli pada dunia keberapa, di langit keberapa.. yang aku minta dimana pun itu, aku menginginkanmu ada disana." tangan Chanyeol berpindah memegang wajah Baekhyun dan memberikan usapan disana sebelum kedua belah bibir mereka saling bertemu dan melumat lembut penuh gairah serta perasaan yang menyiksa karena enggan untuk dipisahkan untuk kesekian kalinya.
I will find you.
My small world that holds the entire universe.
"Apapun yang terjadi.."
"Tetap berada di dekatku."
.
.
Selain Baekhyun dan Chanyeol yang memilih untuk berada di balkon lantai dua, Sehun dan Luhan berada didalam kamar bersama dengan Jongdae dan juga kedua ayah mereka, sisanya berkumpul di dalam ruangan besar. Yoora, Tao, Kris, Minseok, Krystal, Kyungsoo, Suho dan Para Raja lainnya. Mereka benar – benar memanfaatkan waktu istirahat yang ada untuk mengumpulkan kembali energi agar bisa kembali melawan para lawan dari Kaum Hades nantinya.
Kris sedari tadi hanya diam melihat pemandangan sekitarnya, beberapa pengawal dan juga teman – temannya tengah saling bercakap – cakap membicarakan strategi dan juga permasalahan Irene. Setelah ia melihat Yoora telah kembali duduk dengan tenang, barulah dirinya melangkah menyusul gadis itu dan duduk tepat disebelahnya.
"Apa yang mau kau tanyakkan?" Kris tersenyum mendengar ucapan Yoora yang mengggunakkan kekuatannya lebih dulu sebelum ia mengatakan satu kata pun.
"Kalau kau sudah mengetahui apa yang ingin aku tanyakan.. bukankah seharusnya kau sudah tahu jawaban apa yang akan kau katakan padaku?" Kris melanjutkan memberikan tantangan pada Yoora dan gadis itu menggeleng.
"Belum saatnya.." jawabannya terdengar lirih. "Peperangan ini masih panjang.. dan aku bahkan lelah untuk melihatnya berulang – ulang—
Belum selesai Yoora mengatakan kalimat yang ingin ia ucapkan, dirinya kembali mendapatkan penglihatan yang sudah lama ia nantikan. Penglihatan akan apa yang terjadi pada akhirnya, bagaimana keadaan mereka semua pada akhirnya, dan bagaimana hasil perlawanan terhadap kaum Hades semuanya terlhat dengan begitu jelas didepan mata Yoora.
"Yoora.. kau bisa mendengarku?" Kris mulai panik karena Yoora bukan hanya duduk termenggu larut dalam lamunannya, air matanya terus mengalir dan entah disadari atau tidak tangannya merengkuh bagian dadanya seakan – akan ada rasa sakit yang amat menyiksa disana.
"Panggilkan Raja Yunho." Siwon memerintahkan Minseok dan Krystal untuk memanggil Yunho yang berada dikamarnya.
"Yoora.. tenangkan dirimu.." Kris menggenggam tangan itu dengan begitu erat dan terus memperhatikan apa yang terjadi dengan Yoora disana.
Sementara itu, Chanyeol yang masih mencium Baekhyun dengan gairah nafsunya seketika meneteskan air mata bersamaan dengan penglihatan yang didapati oleh Yoora didalam sana. Apa yang dialami Yoora, apa yang dilihat oleh Kakaknya itu bisa ia lihat dan rasakan semuanya.
"Seseorang tolong ikuti Chanyeol sekarang! Ia ingin menyerang dunia bawah tanah!"
"A-aku akan kesana!"
"Apa yang mereka lakukan?"
"Jongin, bunuh Irene sekarang!"
"Tidak—kau tidak bisa membunuh adikku!"
"Dia bukan Irene—Hades sudahberpindah kedalam dirinya—Chanyeol!"
"Kau! Kau membunuh Chanyeol!"
Yoora tersungkur diatas lantai dengan Kris yang memegangnya denga erat, gadis itu masih terdiam dalam isakan tangisnya. Hampir semua anggota Kerajaan sudah berkumpul disana dan menanyakkan kondisi dari Yoora tapi gadis itu masih memiliki tatapan kosong di matanya.
"Yoora.." Kris memanggil namanya, membuat Yoora menoleh memperlihatkan lebih jelas wajahnya yang penuh dengan aliran air mata dan setelahnya pria itu memeluk badan Yoora dengan erat dengan maksud memberikan ketenangan tapi nyatanya Yoora semakin menjerit meluapkan kesedihannya.
"Aku tidak bisa mencegahnya—aku tidak bisa menemukan jalan lain.." Yoora meraung dalam tangisan dipelukan Kris. Dan bagi mereka yang melihat itu semua sama – sama memiliki keyakinan bahwa akhir dari peperangan yang mereka hadapi saat ini tidak akan berakhir dengan bahagia.
.
.
"Apapun yang terjadi di akhirnya.." Yunho tengah berusaha mengucapkan ucapan penyemangat bagi semuanya mengingat mereka akan kembali masuk kedalam medan peperangan sesaat lagi. Tapi sekeras apapun ia mencari kata – kata yang tepat untuk menghilangkan rasa takut dan juga kesedihan, tidak ada satu pun yang bisa ia temukan untuk bisa diucapkan kepada semuanya. Bahkan para Raja lainnya juga tidak ada yang bisa menggantikan dirinya untuk mengucapkan sepatah atau pun dua patah kata.
"Ini harus menjadi akhir bagi Hades." Chanyeol melanjutkan, anak pertamanya itu menggantikkan dirinya untuk berbicara disana. Salah satu tangannya masih menggenggam erat tangan Baekhyun sementara satu nya lagi menggenggam tangan Yoora yang masih terlihat menunduk menutupi kesedihan di raut wajahnya.
"Apapun yang akan terjadi nantinya.. ini adalah akhir bagi Hades. Sekuat apapun dia melawan dan bertahan maka sekuat itu pun kita akan melawan dan bertahan untuk menghadapinya. Akhir dari perang ini adalah Hades yang tewas dihadapan kita.. dan itu lah yang akan kita berikan padanya. Tidak peduli berapa banyak yang akan tewas, siapapun yang akan terbunuh, misi kita adalah membunuh Hades." Chanyeol berucap yakin dengan semangat yang meluap, dan apa yang dikatakan dibalas dengan semangat yang sama oleh anggota Kerajaan lainnya.
Para Raja berpelukan satu sama lain, mereka juga memeluk satu per satu anak – anak mereka, Sehun memeluk erat Luhan dan enggan untuk dilepaskan, sama halnya dengan Chanyeol yang enggan melepas pelukannya pada badan Baekhyun. Minseok dan Krystal saling merangkul satu sama lain, Jongdae dan Tao saling berpelukan didekat Luhan dan juga Sehun. Sementara Kris entah karena didasari hal apa, setelah pria itu memeluk Baekhyun, kini ia beralih kearah Yoora dan memeluk gadis itu dengan begitu eratnya. Kris bahkan mencium pipi dan kening Yoora secara bergantian dan setelahnya Yoora membawa Kyungsoo untuk berada didekatnya, menggenggam tangan gadis itu dan juga tangan Tao yang sudah berpindah berdiri di dekat Yoora.
"Semua siap?" Baekhyun menanyakkan pada yang lainnya sebelum ia membuka perisai yang melindungi Istana Eowyn.
Chanyeol masih berada disampingnya, menggenggam tangannya, dan disisi kanannya terdapat Kris. Para Raja berbaris tepat dibelakang mereka dengan kuda – kuda yang siap untuk berlari dan terbang menyerang lawan mereka. Suho, Sehun, Jongdae, Minseok dan Krystal berada di barisan ketiga dan nampak siap menunggu perisa dibuka.
Baekhyun mengarahkan tangannya ke udara dan bergerak ke sisi sebelah kanan, atas gerakkannya itu, terlihat bayangan lapisan yang terbuka sedikit demi sedikit. Chanyeol dan Kris melesak pergi terbang dengan begitu cepat, disusul kuda – kuda Para Raja yang berlari kencang kedepan. Sehun membawa Krystal dalam pusaran angin untuk keluar mencari posisi yang tepat dalam melawan musuh, sementara giliran Jongdae yang membawa Minseok keluar dari balik perisai itu.
Baekhyun menutup kembali perisainya. Kini menyisakkan dirinya beserta Luhan, Kyungsoo, Tao dan juga Yoora yang memang akan tetap berada menjaga Istana Eowyn dan berlindung dengan perisai Baekhyun.
"Sejujurnya aku ingin berada diluar sana.. tapi pasti aku akan membuat Sehun kehilangan fokusnya.." Luhan berucap demikian melihat dari kejauhan Sehun sudah bersemangat menyerang dan bahkan membawakan tornado untuk memporak – porandakkan pasukan Hades.
"Keselamatan kalian adalah yang terpenting."
"Keselamatanmu juga Baekhyun.." Kyungsoo membalas, memeluk badan Baekhyun sebelum wanita itu melangkah mendekat kearah pembatas perisainya dan menembus lapisan pelindung itu.
Loves of Tales
Mereka kembali berperang.
Semakin banyak lawan yang dikeluarkan oleh Hades sebanyak besar pula kekuatan yang mereka keluarkan dengan begitu semangatnya.
Pasukan langit dan juga pelidung kerajaan kembal bergabung dan tidak ada kata istirahat untuk kali ini karena masing – masing dari mereka lebih terfokuskan untuk menyerang, membunuh dan menghabisi setiap kaum Hades maupun Kerberos yang terlihat.
"Jumlah Kerberos berkurang!" Kris berteriak dari atas langit, melihat naganya sudah menghabisi semua kawanan Kerberos yang berjumlah cukup banyak sementara dari arah pintu bawah tanah yang terbuka, tidak ada lagi makhluk jenis itu terlihat muncul kembali.
"Kau yakin? Kenapa masih ada beberapa yang mencoba menghancurkan perisai yang melindungi Istana!" Luhan berucap, ia dan Kyungsoo tengah berusaha membunuh satu persatu Kerberos yang mencoba merusak perisai pelindung Istana Eowyn. Luhan menghempaskan satu per satu hewan buruk rupa itu, melemparkan kearah Jongdae yang diselimuti kilatan petir atau terkadang kearah Suho yang bisa membuat hewan – hewan itu mati karena tenggelam dalam balutan air.
Lain halnya dengan Kyungsoo yang terlihat lebih berani untuk melawan mereka saat ini, ia membawa akar – akar pepohonan dari dalam tanah guna ditusuk dan dihujam kearah para Kerberos hingga menembus kebagian depan tubuh hewan tersebut, dan diakhirnya ia akan menggeser permukaan tanah untuk menguburkannya.
"Kumpulkan mereka semua menjadi satu, aku akan membakar habis." Kris mengatakan rencananya, dan sedetik kemudian Luhan melakukan apa yang Kris arahkan dengan bantuan Kyungsoo yang mengikat mereka semua menjadi satu kumpulan. Naga Kris mendekat dengan wajah marah dan siap mengeluarkan ledakan api dari dalam mulutnya. Tanpa aba – aba dari Kris, Sang Naga langsung menyemburkan api panasnya kearah kumpulan Kerberos hingga yang tersisa hanyalah serpihan abu.
"Tidak ada lagi Kerberos yang masih hidup." Informasi itu Yoora bagikan kepada semuanya.
"Bagus! Kita hanya perlu melawan zombie – zombie ini!" Sehun menjawab asal karena sejujurnya ia tengah kesal merasakan lelah mencoba membunuh anak buah Hades yang bisa dikatakan memang mirip zombie.
"Hujamkan pedangmu tepat di kepalanya."
"Terima kasih informasinya, coba saja sendiri!" Sehun menjawab kesal kearah Yoora.
"Biar aku bantu." Awalnya Baekhyun tertawa mendengar adik kakak itu lagi – lagi beradu pendapat dan ia juga tidak bisa menahan tawanya melihat Sehun seorang diri diserang oleh para zombie dengan jumlah banyak.
Gerakkan cepat Baekhyun membuat para zombie itu tertusuk berkaitan satu sama lain dengan panah yang ia arahkan tepat di dada para zombie.
"Bunuh mereka." Baekhyun menyempati mengedipkan matanya kearah Sehun sebelum ia akhirnya beralih untuk melawan musuh – musuhnya di tempat lain.
"Pria macam apa kau ini." Sang Ayah mengejek kearah Sehun mendapati anaknya harus dibantu oleh Baekhyun hanya untuk membunuh lawan.
Dan karena kejadian itu hampir semua keturunan Kerajaan dan juga Dewa tertawa dibuatnya meskipun sedetik kemudian mereka kembali fokus menyerang. Bahkan Yoora dan Tao ikut berbagi senyuman disana mendengar apa yang telah dilakukan Sehun dan Baekhyun diluar sana. Ada perasaan sedikit tenang dalam hatinya karena meskipun dalam kondisi peperangan seperti ini pun mereka masih memiliki sedikit kebahagian kecil.
"Ya, Luhan.. apa yang dilakukan calon suamimu itu." Tao berteriak kearah Luhan dan kakaknya disana membalas dengan tatapan sinis lalu ia tersenyum dengan kepala menggeleng. Tao kembali tertawa melihat Luhan dan Kyungsoo dan juga tertawa disana.
Yoora melihat kearah ketiganya, masih dengan senyuman terbentuk diwajahnya tapi sedetik kemudian senyumannya hilang dengan pandangan matanya jauh tenggelem dalam pengilhatan yang didapatkan olehnya. Ia kembali harus tertarik tenggelam akan penglihatan beberapa kejadian yang akan terjadi diluar Istana.
"Yo—yoora-na.. ada apa?" Tao menyadari apa yang terjadi dengan Yoora disampingnya. Kekhawatiran Tao semakin terlihat mengingat Yoora nampak diam namun tangannya terlihat bergetar cepat. "Yoora-naa.." suaranya semakin lirih.
Yoora tenggelam dalam penglihatannya, ia mendapatkan beberapa gambaran yang berbeda seperti sebelumnya. Ia bisa melihat semuanya masih nampak melawan beberapa anak buah Hades, rasa lelah bisa ia lihat di wajah mereka semua, Bala bantuan dari Olympus dan Pengawal Malaikat bahkan sudah turun tangan guna menghadapi pasukan anak buah Hades yang tidak ada habisnya.
Lalu setelahnya ia ditarik masuk kedalam dunia bawah tanah, matanya menangkap Hades yang tengah duduk di singgasananya, menatap jauh dengan begitu murka, ada mahkota yang dipakai diatas kepalanya menunjukkan dialah sang Penguasa Dunia Bawah Tanah. Mahkota dengan dua tanduk besar berwarna merah padam layaknya menggambarkan keadaan dunia bawah tanah yang dipenuhi dengan api neraka.
Detik selanjutnya Yoora ditarik kembali untuk lebih melihat jauh kejadian – kejadian lainnya, bagaimana Channyeol masuk ke dalam dunia bawah tanah demi menghadang Hades untuk naik ke atas permukaan, bagaimana Jongin yang harus terus berpindah – pindah tempat karena kini Hades sudah mengetahui keberadaan Irene yang bisa saja ia pergunakkan untuk membangkitkan Kronos kembali.
"Yoora.."
"Yoora.. kau dengar aku?"
"Yoora.."
"Yooraaa!"
Suara Chanyeol dan juga Tao menyadarkan dirinya kembali, gelisah dan juga takut kembali ia rasakan hingga membuat otaknya sesaat tidak bisa ia gunakkan untuk berpikir jernih.
"Kau baik – baik saja?" Chanyeol menanyakkan ketika ia bisa mendengar suara nafas Yoora yang tersenggal – senggal.
"A-aku baik – baik saja.."
"Kau yakin?"
Yoora menganguk. "A-aku yakin.. a-aku hanya butuh waktu untuk kembali mencerna dengan apa yang baru saja aku lihat—"
Chanyeol tidak menjawab lagi, ia merenung dalam pikirannya sementara fokusnya terus ditumpahkan untuk melawan sisa – sisa pasukan Hades yang masih berkeliaran disekitarnya.
"Aku tidak tahu harus berbuat apa.." Yoora berucap tidak yakin namun setelah helaan pendek dari nafasnya ia melanjutkan ucapannya. "…Kalau aku membunuhnya saat ini.. yang akan terjadi setelahnya sama seperti penglihatan pada masa lampau.. tapi kalau aku tidak membunuhnya.. ia akan membunuhmu.. dan kemudian Baekhyun akan—"
"Bunuh Irene." Chanyeol memberikan jawaban dengan yakin tanpa perlu meminta waktu pada Yoora untuk mempertimbangkan pilihannya.
"Chanyeol…?"
"Bunuh Irene dan aku akan membunuh Hades. Hanya itu satu – satunya jalan dan kesempatan kita." Adiknya memberikan pengulangan dan menekankan setiap kalimat yang ia ucapkan.
"A-aku akan menanyakkan ini pada Yixing.."
"Yoora.. kita tidak punya waktu banyak." Chanyeol mengingatkan.
"Aku tahu."
.
.
"Apa yang akan terjadi bila Hades menemukan kita disini?"
Irene dan Jongin masih berjalan berdampingan, berbaur dengan para penghuni Kota Tokyo yang tengah sibuk berlalu – lalang pada jalanan yang mereka lalui.
"Kita akan berpindah lagi." Jongin menjawab dengan nada berbisik. Mereka mungkin berbicara menggunakan bahasa Dewa dan tidak akan ada yang mengerti apa arti ucapan keduanya tapi tetap saja Jongin harus menaruh kewaspadaan terhadap sekitarnya.
"Sampai kapan?" Irene menanyakkan lagi belum puas dengan jawaban yang diberikan oleh Jongin karena hampir setiap saat ia menanyakkan hal itu, jawaban yang ia dapat juga selalu sama. Hanya sebuah pelarian dan tidak ada kalimat yang tepat sebagai akhirnya.
"Bisakah kau diam? Kita harus bergerak cepat dan berpindah terus." Jongin merasa kesal, menatap sinis kearah Irene lalu menggandeng tangan gadis itu untuk berads didekatnya. Melangkah dan bergerak dalam irama yang sama.
Jongin menuruti naluri serta ingatannya menelusuri setiap jalanan yang ada di Kota Tokyo hingga mereka berada dalam jalanan komplek perumahan didaerah itu. Irene yang terlihat tidak tahu apa – apa akhirnya berhasil untuk menutup mulutnya rapat - rapat dan tak lagi bersuara, ia hanya menuruti kemana Jongin membawanya.
Hingga langkah kaki mereka berdua berhenti karena Jongin memang memutuskan berhenti ketika mereka berdua tepat berada pada pintu sebuah rumah beukuran sedang dengan dua pintu kayu berwarna cokelat menyambut kedatangan mereka. Hanya ada sebuah lonceng kecil di tengah – tengah pintu itu dan tandpa ragu, Jongin membunyikkannya sebanyak sembilan kali dengan irama pelan. Tepat pada bunyi terakhir ke-sembilan pintu itu terbuka, Jongin menggandeng tangan Irene kembali dan mereka berdua melangkah masuk kedalam rumah itu.
"Ini rumah Glorfindel." Jongin memberi tahukan kepada Irene meskipun gadis itu tidak menanyakkan mengenai rumah siapa yang mereka masuki.
"Oh." Irene menjawab singkat.
"Kita akan beristirahat malam ini disini, kau bisa mandi dan berganti pakaian di kamar Yoora.. besok pagi – pagi kita akan berangkat lagi." Jongin menunjukkan salah satu kamar yang berada di ujung lorong dimana mereka berada. "Aku berada dikamar ini, kalau kau membutuhkan sesuatu bisa mengetuk atau kau bisa menemui Bibi Yumi, dia biasanya di ruang tengah atau dapur." Tangan Jongin menunjuk lagi kearah pintu kamarnya lalu menunjukkan arah ruang tengah dan dapur.
Gadis itu mengangguk.
"Kita akan aman disini. Yixing sudah memantrai setiap rumah – rumah miliki keturunan Dewa agar tidak bisa ditembus oleh para musuh maupun siapa saja yang tidak kita ijinkan untuk masuk.. tapi tetap saja.. kita harus terus berpindah agar tidak ada Kota yang dihancurkan oleh Hades."
Irene mengangguk lagi. "A-aku akan masuk.. terima kasih." Ia menundukkan kepala lalu melangkah masuk menuju kamar Yoora yang akan ia tempati malam ini.
.
.
"Sudah kalian temukan mereka?" mata merahnya menyala terang layaknya kobaran api sementara raut wajahnya nampak terlihat marah ketika melihat dua orang yang bisa dipanggil tangan kanannya melangkah ragu – ragu serta takut.
"Belum Yang Mulia.." salah satu menjawab dan setelahnya mereka berdua berlutut seakan – akan memohon ampunan dari hukuman yang akan didapat karena tidak bisa memberikan jawaban yang diinginkan oleh sang Raja.
"Kalian sama sekali tidak berguna.." suara lainnya menjawab. Suara yang berasal dari kobaran api diatas cawan tinggi terletak tepat disebelah kursi singgasana dengan tumpukkan tulang belulang dan juga tengkorak tersusun.
"Ka-kami sudah berusaha Yang Mulia.. tapi mereka nampaknya bisa kabur dari penglihatan kami dan juga bersembunyi ke segala tempat.."
"Hm."
"Gadis dengan penglihatan itu pasti sudah mengetahui apa yang kita rencanakan!" api dalam cawan besar itu bersuara lagi dan kali ini kobaran api yang ada disana semakin membesar membuat seluruh api yang mengelilingi ruangan itu semakin memanas.
Sosok yang duduk di singgasana penuh dengan tengkorak – tengkorak dan nyala api menggerakkan tangannya memberikan perintah untuk meletakkan mahkota bertanduk dengan nyala api padam. Tepat ketika Mahkota itu terpasang diatas kepalanya, seluruh api yang berada disana meluap dan semakin membuat panas ruangan tersebut. Tongkat di tangannya terlihat muncul dan hampir menyerupai ular, serta jari – jari tangannya semakin mencuat tumbuh runcing seakan – akan siap menerkam siapa saja yang berada didekatnya.
"Sudah saatnya kita menjemput ajal mereka.. dan berikan seluruh dunia peringatan bahwa kematian sudah dekat!" sosok itu memberikan perintah, mengarahkan tongkat ular yang ada ditangannya pada api di cawan, hingga membuat tongkat itu terbakar dan semakin membuat bentuknya menyerupai lilitan ular, kobaran api itu juga menjalar pada seluruh tubuhnya. Api itu semakin menyatu hingga rupa pada sosoknya yang terlihat hanyalah kobaran api dan mahkota tanduk diatas kepalanya.
"Berikan peringatan kepada mereka bahwa Hades kembali datang." Ucapan terakhirnya ia katakan tepat setelah ia duduk kembali pada singgasananya, mengarahkan tongkatnya kedepan sebagai perintah beberapa pasukkannya untuk menyerang.
Loves of Tales
Ada perbedaan kondisi yang terjadi ketika seluruh keturunan Kerajaan Olympus dan juga Yang Maha Kuasa tengah menghadapi pasukan Hades didunia mereka. Eowyn mungkin menjadi pusat peperangan tapi meskipun demikian, seluruh Kerajaan yang lainnya turut serta melakukan perlawanan yang sama dengan yang lainnya. Glorfindel, Lynkestis, Eleanor, Tiranis, dan Thalin mengalami penyerangan yang sama dan seluruh pasukan Kerajaan berjuang melawan segala serangan meskipun pada akhirnya mereka harus tewas karena kekuatan Hades tidak setara dengan kekuatan yang mereka miliki.
Dan Dunia Luar dimana keturunan Manusia berada saat ini harus mengalami hal serupa meskipun bukan dengan kedatangan para pasukan Hades yang siap membunuh mereka. Bencana alam adalah serangan yang diberikan Hades disana.
Bagian Dunia Timur lebih dulu mengalami serangan diawali dengan gempa bumi berkekuatan dahsyat, mengakibatkan tsunami dan kerusakan cukup fatal. Tentunya bisa dipastikan jutaan manusia yang tinggal didaerah itu tewas dalam serangan awal yang Hades berikan. Tak hanya itu, Hades bahkan meluapkan api – api dari dunia bawah tanah melalui pegunungan yang ada membentang luas, api itu meluap bersamaan dengan gempa bumi dan akhirnya mengalirkan lahar api panas. Membakar apapun yang menghalangi aliran lahar tersebut.
Dan semua itu terjadi bergantian hingga seluruh bagian dunia luar mengalami hal yang sama.
"Mereka harus kembali! Mereka harus kembali!" Yoora berteriak seketika sembari menggenggam tangan Tao yang sedari tadi berusah menenangkan dirinya karena lagi – lagi ia mendapati penglihatan dari apa yang akan terjadi. Penglihatan akan perbuatan Hades selanjutnya.
"Hei—hei,.. tenang.. tarik nafasmu.."Kris menenangkan, memegang kedua bahu Yoora dengan begitu erat, mengusap dan tak jarang pria itu merengkuh badan Yoora agar bisa tenang dalam pelukannya. "Tenangkan dirimu…" lirihnya berucap seakan – akan melantunkan doa agar Yoora bisa kembali tenang.
"Yoora-na.." Tao ikut berucap lirih dan gadis itu semakin terlihat ingin menangis disamping Yoora.
"Ya.. Tao-ah.. jangan ikut menangis.." Kris berucap membawa badan tinggi Tao untuk berada didekatnya dan ikut masuk dalam rangkulan dekapannya.
"Sssst.. tenanglah kalian berdua.. tidak apa – apa.." Kris berusaha lagi menenangkan, tangannya masing – masing mengusap lengan Yoora dan juga Tao bersamaan.
"Mereka harus kembali…" Yoora berucap lagi. "Dan akhirnya akan semakin dekat.." lirihnya terhenti karena isakan tangisnya semakin terdengar lebih keras. Kris melepaskan dekapan pada tubuh Tao agar ia bisa memeluk tubuh Yoora lebih dalam berharap membuat gadis itu lebih tenang.
"A—apa yang terjadi?" suara Jongdae terdengar. Tao yang melihat kakaknya langsung berhambur menuju Jongdae dan memeluk tubuh kecil pria itu. Luhan dan Kyungsoo yang terlihat bergabung kembali kedalam Istana melakukan hal yang menghampiri Tao dan juga Yoora.
"Yoora-na!" teriakan Sehun terdengar kemudian. Kris sempat menoleh untuk memperlihatkan bahwa Yoora berada bersamanya dan Sehun lekas menyusul kesana.
"Yoora-na.."
Mendengar suara adiknya, Yoora melepaskan pelukan pada tubuh Kris dan berpindah memeluk tubuh Sehun disana. "Sttt.. tidak apa – apa.." Sehun ikut menenangkan. "Apapun yang terjadi.." belum sempat Sehun melengkapi apa yang ingin diucapkan olehnya, sang kakak lebih dulu menggeleng dengan isakan semakin keras sehingga membuat semua orang yang sudah berkumpul disana terdiam dengan raut wajah sedih.
"Tidak apa – apa.." Sehun mengulangi lagi mengucapkan kata – kata itu.
Yang terdengar menggema diruangan itu hanyalah sudara isakan Yoora bergantina dengan isakan Tao. Sementara yang lainnya saling mengunci rapat mulut mereka untuk tidak mengeluarkan sepatah kata pun karena dirasa itu tidak akan berarti bagi keduanya. Tao terlihat lebih tenang setelah memeluk badan Luhan, sementara Yoora masih terlihat terisak pelan dalam dekapan Sehun.
"Dimana Chanyeol dan Ayah?" Yoora bertanya setelah ia terdiam cukup lama, wajahnya masih tenggelam dalam dekapan Sehun.
"Mereka diluar, bersama pasukan yang lain dan juga Baekhyun." Sehun menjelaskan dengan pandangannya melihat kearah yang lainnya guna untuk melihat siapa saja yang bergabung bersama dirinya kembali kedalam Istana. "Baekhyun memasang lagi perisainya dalam jarak cukup jauh dari Istana untuk memberikan waktu pada kita."
"A-aku ingin berbicara pada Raja.. Chanyeol, Baekhyun, Minseok dan juga Krystal…"
"Aku akan panggilkan mereka." Jongdae dengan sigap melangkah keluar guna memanggilkan orang – orang yang ingin Yoora temui. Kris dan Sehun saling menatap dalam ragu dan juga penuh kecemasan, dan juga tangisan Tao semakin terisak hingga Luhan dan Kyungsoo akhirnya ikut merasakan sedih dan mereka bertiga menangis dalam pelukan bersama.
"Te—temani Luhan." Yoora mengangkat wajahnya, memperlihatkan aliran matanya yang begitu deras mengalir membasahi mata dan juga pipinya. Ia mendorong Sehun kearah Luhan, sementara sesudahnya ia menarik tangan Kris agar bisa ia jadikan sebagai sanggahan.
Tapi ketika melihat sang Ayah dan juga Chanyeol sudah melangkah cepat kearahnya, Yoora melepaskan pelukannya pada tangan Kris dan kemudian berhambur kearah Chanyeol, memeluk badan sang adik, dan tangisnya kembali pecah.
.
.
"Tidak!" suara penolak dari Krystal terdengar melengking pada ruangan dimana dirinya berada bersama dengan Para Raja, Chanyeol, Kris, Baekhyun, Yoora dan juga Minseok.
Pembicaran serius yang mereka lakukan dengan kesimpulan akhir membunuh Irene untuk mencegah adiknya dirasuki kekuatan Hades jelas mendapatkan penolakan darinya.
"Tidak!—kau tidak bisa membunuh adikku!" ia memperjelas lagi. "Minseokkie?!" kini ia berterik kearah sang Kakak yang nampak lemas dan tidak tahu harus berbuat apa setelah mendengar segala penjelasan dari penglihatan yang Yoora dapatkan.
"Kalau kita tidak membunuh Irene.. semua apa yang kita lakukan akan sia – sia.. reinkarnasi akan terjadi lagi.. dan kita harus mengulang semuanya dari awal." Chanyeol membantu memberikan penjelasan kepada Krystal mengenai alasan mengapa Irena harus mereka bunuh. "Kekuatan yang ia akan miliki terlalu bahaya bila Hades lebih dulu mendapat dirinya, aku juga tidak yakin bia ia kembali ke Istana dan baru mendapatkan kekuatan itu.. apakah ia bisa membantu kita atau tidak."
"Sebenarnya.. apa kekuatan yang akan dimiliki oleh Irene?"
Mendengar pertanyaan yang dilayangkan Minsoek sontak suasana terdengar hening, sesekali isakan Yoora terdengar namun mulut gadis itu masih tertutup rapat belum mau menjawab pertanyaan yang dilayangkan oleh Kakak dari Irene.
"Irene bisa mengendalikan sihir.." Yixing yang entah kapan bergabung bersama mereka dalam ruangan yang terkunci itu memberikan jawaban dan sontak semua mata melihat kearahnya. "Hanya saja yang ia bisa kendalikan adalah Black Magic dan tentunya sangat sangat berbahaya untuk kita semua."
"Black Magic?" Minseok masih belum memahami jawaban yang Yixing katakan kearahnya.
"Sihir Hitam, Magic Chaos..segala ilmu hitam dalam dunia sihir akan dikuasai oleh Irene dalam sekejap.." Yixing langsung memberikan penjelasan dan membuka lembaran halaman – halaman dari buku yang melayang karena kekuatannya. Halaman itu terbuka pada penjelasan dimana kekuatan sihir memiliki keseimbangan, sihir murni dan juga sihir hitam. Dimana keduanya harusnya berjalan dengan seimbang guna membuat dunia berjalan dengan semestinya.
"Aku tidak menyangka Dewa akan memberikan kekuatan paling bahaya ini kepada Irene.. tapi kalau sampai Hades mendapatkannya.. maka sudah pasti kita semua akan berakhir."
"Bukannya kau seharusnya bisa mengalahkan Irene dengan sihirmu?" Kris bertanya tanpa tahu menahu mengenai semuanya penjelasan lebih detailnya.
"Aku bisa melawannya, Baekhyun bisa melawannya.. tapi tidak bila Irene dikuasai Hades. Bayangkan kekuatan jahat sama – sama berkumpul?" Yixing mengingatkan lagi. "Irene bisa memanipulasi semuanya, kemarahannya bisa menghancurkan sebuah gunung dalam sekejap, kekuatan dalam dirinya bisa menahan serangan apapun.. bahkan Naga-mu bisa dengan mudah dikalahkan olehnya."
Ucapan Yixing bukan hanya memberikan penjelasan mengenai kekuatan Irene namun juga menimbulkan kekhawatiran terhadap semuanya.
"Kita terlambat mengetahui kekuatan Irene.. kalau saja sebelum peperangan ini dan kekuatannya sudah muncul mungkin kita bisa membimbing dirinya untuk menggunakkan untuk melawan Hades dan menyeimbangkan alam, tapi.."
"Anggap saja ini takdir yang Dewa dan Maha Kuasa inginkan." Chanyeol memotong memberikan kesimpulan.
"A-aku melihat Irene berhasil ditangkap oleh salah satu pasukan Hades." Yoora akhirnya menjelaskan penglihatan yang sempat ia dapatkan. "Mereka berada di kediaman Glorfindel namun seluruh perlindungan yang ada di tempat itu tidak berguna karena bencana yang disebabkan oleh Hades. Jongin sudah berusaha terus menerus menghindar hingga akhirnya mereka tertangkap."
Semua yang berkumpul disana mendengarkan apa yang Yoora jelaskan, mereka bukan hanya mendengarkan apa yang dikatakan gadis itu tapi juga ikut memperhatikan raut wajahnya yang menunjukkan kesedihan mendalam.
"Irene dibawa oleh Hades, ia diberikan sentuhan api neraka dan tentunya memancing kekuatan dalam dirinya—"
Sesak dalam dirinya kembali meliputi hingga mulutnya terlihat ragu untuk kembali mengucapkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Dan Irene akan dikuasai Hades untuk membunuh kita semua.." Chanyeol-lah yang akhirnya melanjutkan apa yang tidak bisa dikatakan oleh Yoora. Mendengar apa yang dikatakan oleh Chanyeol disana tentunya membuat semua orang beralih melihat kearahnya, terlebih Baekhyun.
Baekhyun tidak mengatakan apapun, ia hanya berdiri dihadapan Chanyeol, memandangi pria yang berstatus suaminya itu dalam diam. Dan Chanyeol merasa begitu menyakitkan melihat ada kesedihan dan perasaan aneh yang coba Baekhyun ungkapkan kepadanya.
"Apapun bisa terjadi.." Chanyeol membawa tangan Baekhyun dalam genggamannya. "Mungkin itu akan terjadi mungkin tidak.. tapi takdir kita tidak bisa seindah seperti yang kita inginkan bukan?"
"A-apa tidak ada cara lain? Maksudku.." Zhoumi akhirnya bersuara, berusaha menyampaikan apa yang ada dipikirannya ketika sedari tadi mendengarkan apa yang dikatakan oleh Yoora, Chanyeol dan juga perdebaan antara Krystal dengan Yoora. "A-apa dengan membunuh Irene.. hanya dengan membunuh Irene kita bisa menang melawan Hades?"
Apa yang dikatakan oleh Zhoumi menarik perhatian semuanya.
"Yoora mendapatkan beberapa penglihatan." Yixing menjawab, mewakilkan Yoora yang nampaknya kesulitan untuk memberikan penjelasan mengingat gadis itu masih terlihat shock dengan kondisi penglihatan terakhir yang ia dapatkan.
"Beberapa penglihatan memungkinkan akan menjadi akhir perlawan kita saat ini, ada kekalahan dan ada juga kemenangan.. namun memang tidak berakhir indah untuk kalian." Ucapan terakhirnya ditujukan pada Chanyeol dan Baekhyun disana. Yixing menatap Chanyeol lebih dalam dan Sang Phoenix tersenyum kecil kearahnya.
"Sebelumnya Yoora tidak pernah mendapati penglihatan akan kekuatan Irene yang akan dimanfaatkan oleh Hades, ia hanya mendapatkan penglihatan bahwa Irene memang diincar oleh Hades untuk menjadikannya tubuh tumpangan agar Rhea bisa kembali hidup. Tapi kini mendengar mengenai kekuatan Irene.. dan aku juga sudah menanyakkan pada Para Dewa dan Dewi, semuanya membenarkan akan kekuatan yang akan dimiliki oleh gadis itu—"
"Tapi tidak dengan membunuh adikku!" Krystal lagi - lagi memprotest. "Katakan pada Dewa dan Dewi yang memberikan kekuatan pada dirinya untuk mengambil kekuatan itu!"
"Krystal!" Yunho memarahi ucapan gadis itu yang mulai keluar dari jalur pembicaraan mereka.
"APA?! Kenapa aku tidak boleh menyalahkan Para Dewa dan Dewi yang memberikan kita kekuatan?! Bukankah ini salah mereka karena memberikan kekuatan hanya untuk mengalahkan Hades!"
"Krystal! Jaga ucapanmu!" kali ini Siwon yang memperingati.
"Kenapa bukan mereka saja yang melawan Hades! Bukankah mereka lebih kuat dibandingkan kita semua!"
Plak.
Bukan lagi dengan ucapan keras atau kalimat larangan, kali ini Krystal dibungkam oleh tamparan keras yang mana dilakukan oleh Kakaknya—Minseok.
Dan keadaan menjadi canggung setelahnya karena Krystal tidak lagi mengutarakan pendapat, gadis itu melenggang keluar dengan langkah lebar.
Minseok menahan diri, menstabilkan nafasnya lalu berbalik melihat kearah semuanya yang berada di ruangan itu.
"Aku tidak melarang dan aku tidak memberikan ijin akan apa yang ingin kalian lakukan pada Irene... aku hanya ingin ini cepat selesai." Setelah mengatakan hal itu, Minseok mengikuti apa yang Krystal lakukan, melangkah keluar dari ruangan dan meninggalkan yang lainnya untuk mencari jalan terbaik apa yang akan mereka lakukan mengenai adiknya, Irene.
.
.
"Kami diperintahkan untuk mengosongkan rumah dan ikut bergabung dengan pemerintahan masuk kedalam kapal itu." Salah satu penjaga rumah Glorfindel berucap kepada Jongin.
Sudah dua malam Jongin dan Irene berada di rumah itu dan merasakan getaran gempa bumi yang cukup keras, beruntung bangunan rumah perlindungan itu cukup kuat karena memang dilindungi oleh sihir yang memang Yixing rapalkan untuk rumah Glorfindel.
"Apa keadaan di luar cukup parah?"
"Kami tidak bisa mendeskripsikannya Tuan Muda.." penjaga rumah yang lain menjawab dengan wajah sedih.
Dampak dari Bencana alam yang terjadi di dunia luar semakin meluas, hampir setengah dari bagian dunia luar sudah mengalami dampak dari gempa bumi, tsunami dan juga letusan gunung berapi yang mengakibatkan banyaknya jumlah korban yang meninggal akibat semua bencana itu.
Jongin nampak berpikir sejenak dan meminta dua orang penjaga rumah itu untuk bersiap – siap mengikuti arahan yang sudah dicetuskan oleh Pemerintah Negara Brazil. Evakuasi seluruh warga yang masih selamat, membawa mereka untuk berkumpul dalam Kapal – kapal yang sudah disiapkan untuk bencana besar semacam ini.
"A-apa kita akan ikut masuk kesana?" Irene yang sedari tadi bersembunyi dibalik dinding dan mencuri dengar apa yang dibicarakan oleh Jongin dan kedua penjaga rumah akhirnya memberanikan diri untuk menanyakkan keputusan yang akan Jongin ambil.
Jongin menoleh kearah gadis itu dengan wajahnya yang tidak menunjukkan ekspresi apapun. "Bersiap – siap saja.. aku akan memikirkannya lebih dulu."
Irene mengangguk ragu dan pasrah. "Mu-mungkin lebih baik kita ikut masuk dalam kapal itu.. setidaknya.. kita akan selamat dari bencana alam ini.." setelah berucap demikian, Irene kembali melangkah menuju kamar yang selama dua hari ini ia tinggali untuk bersiap – siap.
Jongin menatap diam punggung gadis itu selagi dirinya mencoba memanggil Yoora untuk memberikan keputusan apa yang harus ia ambil di situasi sekarang ini.
Yoora-na.. Apa yang harus aku lakukan?
.
.
.
"Jongin mengatakan, seluruh Pemerintah Dunia Luar sudah memberikan peringatan evakuasi kedalam kapal." Yoora berucap kepada mereka yang masih berada di ruangan bersamanya.
"Keadaan sudah semakin mencekam." Yunho menyambungi.
"Biarkan mereka berdua masuk kedalam kapal itu—"
"Bukankah sama saja mempermudah Hades mencari Irene? Bila ia berada di dalam kapal itu, ia bisa saja meledakkan kapal itu atau membuatnya tenggelam dalam ombak besar."
Perdebatan selanjutnya terjadi antara para Raja yang sama – sama mengungkapkan pendapat terbaiknya.
Yixing dan Yoora saling bertukar pandang mendengarkan keempat Raja setiap Kerajaan beradu pendapat.
"Semakin lama kalian berdebat, pasukan Hades bisa saja menyerang Istana kembali kapan saja."Chanyeol akhirnya bersuara menyudahi perbincangan panjang dan tak berujung karena tidak ada keputusan bulat yang akhirnya disetujui oleh satu sama laim.
Sejatinya ia tahu bahwa keputusan untuk membunuh Irene pastinya tidak akan mendapatkan banyak dukungan mengingat yang mereka bicarakan adalah mengenai nyawa seseorang terlebih nyawa dari kaum mereka sendiri. Tapi kembali lagi dengan apa yang Yoora dapatkan dalam penglihatannya, tidak membunuh Irene berarti membuat hal yang selama ini mereka lakukan dalam memerangi Hades akan terasa sia –sia.
"Panggil mereka kembali, biarkan Irene berada dalam perlindungan Perisai Baekhyun. Itu akan memudahkan kita mengawasi Irene, apabila kekuatannya muncul, kita bisa mengambil keputusan lain nantinya." Yunho mengulangi lagi pendapat yang ia rasa bisa diterima oleh beberapa pihak.
"Terserah." Zhoumi menjawab asal mengingat ia menolak membawa Irene kembali masuk karena hal itu tentunya mengundang lebih banyak musuh dan juga Istana akan kembali menjadi sasaran utama dalam penyerangan pasukan Hades.
"Aku setuju." Lain halnya dengan Siwon yang kini sudah mendukung keputusan Yunho, bagi dirinya Irene dan Jongin berada bersama di dalam Istana menambah kekuatan mereka. Jongin bisa ikut berperang sementara Irene berada bersama Yoora dan Yixing dan tentunya dengan perlindungan perisai Baekhyun yang sangat kuat.
"Baekhyun akan ikut bersama dengan Irene, Yoora dan Yixing." Chanyeol menambahi keputusannya dan tentunya mendapat penolakan dari Baekhyun.
"Tidak! Aku ikut berperang." Wanita mungil itu menatap marah kearah Chanyeol dengan bibirnya yang mengerucut. "Aku bisa menjaga semuanya meskipun aku ikut berperang!" ia menolak keras dan mengingatkan apa saja yang sudah ia lakukan selama perlawanan sebelumnya.
Yunho dan Zhoumi memaksakan senyuman melihat tingkah Baekhyun disana sementara Siwon tertawa karah Chanyeol yang kini terlihat menyerah mendengar protes dari istrinya.
"Adikku bisa ikut berperang." Kris ikut mendukung, "Dan bukankah belum lama ini adikku baru saja menyelamatkanmu karena kebodohan dirimu Yang Mulia?" Kris mengingatkan akan kejadian yang belum lama terjadi.
Suasana cair dan hangat mulai terasa didalam ruangan itu, keputusan untuk memanggil Jongin dan Irene sudah diputuskan dan saat itu juga Yoora menghubungi sang adik dan dalam hitungan beberapa menit kedepan mereka berdua akan bergabung didalam Istana. Tapi dalam hitungan menit lainnya, suara getaran dan juga ledakkan kembali terdengar yang mana terdengar jauh dari Istana.
Sehun lebih dulu membuka pintu mengabarkan kondisi yang terjadi sebelum salah satu yang berada diruangan menanyakkan apa yang terjadi.
Gempa bumi dan juga letusan gunung terjadi di sekitar tanah Eowyn dan berdampak pada kondisi sekitar Istana yang tidak terlindungi oleh perisai Baekhyun. Lahar panas bahkan mulai mengaliri kondisi sekitar tanah negeri itu.
Tanpa menunggu perintah, Suho menggunakkan kekuatannya untuk mengaliri lahar panas itu dengan aliran air, Minseok ikut serta mendinginkan tanah – tanah sekitarnya dengan kekuatan es yang ia miliki.
"Pasukan Istana tidak akan bisa ikut bergabung dengan kita melawan Hades.." Yunho mengungkapkan kekhawatirannya melihat tanah – tanah didepan pandangan matanya nampak retak dan terisi oleh lahar panas.
Yoora ikut melihat hal di sekelilingnya dari balkon Istana, semuanya kembali terlihat sama dengan apa yang ia dapatkan pada penglihatan sebelumnya. Bagaimana Baekhyun berada bersama Suho dan Minsoek berusaha mengatasi apa yang baru saja terjadi, bagaimana Chanyeol dan Kris membawa Phoenix dan Sang Naga untuk melihat kearah kejauhan untuk siap kembali menyerang apabila pasukan Hades kembali menyerang mereka. Para Raja bahkan kembali bergabung dengan para pengawal Olympus dan Malaikat dengan kuda terbang mereka, menunggu untuk menyambut perang yang lainnya.
"Sedikit lagi bukan?" Yixing menghampiri Yoora, berdiri tepat disamping gadis itu, kedua tangannya berpegangan pada pinggiran balkon Istana dan pandangannya melihat kesekitar Istana yang terlihat layaknya mereka sudah berada di dunia bawah tanah. "Akhirnya akan tiba dalam beberapa jam kedepan.." Yixing melanjutkan ucapannya dengan sedikit keraguan tersirat disana.
"Apa Chanyeol sudah tahu?" ia menanyakkan kearah Yoora.
Gadis itu tidak menjawab. Yoora masih dalam posisi yang sama, berdiri dalam diam dengan pandangannya menatap kosong jauh kedepan.
Loves of Tales
Perang kembali tersaji didepan mata mereka, tapi kali ini bukan hanya Kerberos dan juga para mahluk – mahluk bawah tanah yang menyerupai zombie yyang muncul menyerang mereka. Ledakkan api – api dari bawah tanah dan juga aliran lahar panas membasahi seluruh permukaan tanah disekitar pergerakkan dari pasukan Hades itu dan tentunya hal itu membuat sulit pergerakkan dari beberapa Putera dan Puteri Mahkota yang tidak memiliki kekuatan seperti Chanyeol, Kris, Baekhyun, Minsoek dan juga Suho.
"Ini akan sulit.." Luhan berkata demikian saat melihat pemandangan kemunculan pasukan Hades jauh dari sipit matanya.
Sangkakala pasukan Langit berbunyi tepat ketika Naga milik Kris memuntahkan api dari dalam mulutnya dan membuat beberapa pasukan yang baru saja bermunculan terbakar habis. Phoenix menyusul, berterbangan diatas mereka dan juga melemparkan luapan api, Chanyeol yang menunggangi diatasnya turut serta mengayuhkan pedangnya memenggal setiap bagian kepala dari para mahkluk – mahkluk yang berjalan disana.
"Suho! Hadang mereka dengan air dan Minseok buat kembali dinding es bersamaan dengan aliran yang Suho bawa!" Chanyeol memerintahkan ketika melihat ada beberapa pasukan yang tidak terkena semburan api dari Phoenixnya maupun Naga milik Kris.
"Kyungsoo.. gali tanah Eowyn hingga kembali ke permukaan tanah yang baru." Yunho meluapkan pemikirannya mengenai kekuatan yang dimiliki Kyungsoo dalam pengendalian tanah dan bumi.
"A-apakah bisa?" Kyungsoo terdengar ragu.
"Kita patut mencoba semua hal Tuan Puteri, maukah kau mencobanya?" Yunho memberikan keyakinan.
"A-akan aku coba."
"Terima kasih, Luhan sayang.. bisa kau porak – porandakan mereka hingga keatas langit? Itu akan membantu kami diatas sini.."
"Baik Raja.." Luhan bersiap begitu pun Kyungsoo yang sedari tadi mengatur pola nafasnya untuk memberikan keyakinan pada dirinya bahwa ia bisa mengendalikan tanah bumi Eowyn.
"Lakukan setelah aba –aba dari ku." Baekhyun bersuara, ia terlihat berdiri seorang diri diluar perisai pelindung, mengeluarkan busur panahnya dan bersiap – siap membidik barisan terdepean Kerberos dan juga pasukan Hades yang tengah berlari kearahnya. Chanyeol dan Kris masih disekitar belakang mereka, ikut mengejar dengan terus memuntahkan api – api untuk membakar semuanya. "Chanyeol.. biarkan Phoenix mengikuti arah panahnya.."
Meskipun Chanyeol tidak mengetahui apa yang ingin direncanakan oleh Baekhyun, suaminya tetap menuruti, membiarkan Phoenix menyusul Baekhyun dan menunggu sampai anak panak yang ia pegang terlepas dari pegangan tangannya.
Yoora dan Yixing yang sebelumnya berdiri saling diam dengan pemikiran masing – masing, keduanya pada akhirnya saling menatap dengan senyuman. "Setidaknya kita bisa tahu sehebat apa kekuatan Elayne yang belum pernah kita lihat sebelumnya.." Yoora mengatakan lebih dulu dan Yixing mengangguk setuju.
"Kyungsoo, Luhan.. sekarang!"
Kekuatan yang dimaksud akhirnya terlihat dengan jelas oleh semuanya, ketika Baekhyun melepaskan anak panahnya nampak lapisan cahaya terbentuk dalam sebuah garis yang membentang seluas daratan Istana Eowyn. Lapisan Cahaya itu kemudian menyatu dengan api Phoenix dan terlihat warna biru indah dengan percikan api terlihat. Bentangan itu mampu meratakan semua pasukan Hades keseluruhannya beserta dengan para Kerberos yang berada diatas permukaan tanah maupun yang tengah Luhan arahkan untuk mengudara agar bisa terbunuh oleh para pasukan Langit. Tapi dengan kekuatan Baekhyun, semuanya habis terbakar dengan api Phoneix hingga tak tersisa bahkan sampai pada pintu keluar dari dunia bawah tanah.
Kyungsoo yang mengeluarkan kekuatannya bersama dengan apa yang Baekhyun lakukan berhasil melakukan apa yang diperintahkan Yunho kepadanya. Tanah – tanah yang sebelumnya terbakar karena lahar panas kini mulai terkubur tergantikan dengan bagian tanah lain yang belum terkontaminasi lahar panas.
"Wow." Satu kata itu diucapkan oleh semuanya yang menatap kagum melihat hanya dengan kekuatan Baekhyun dan Phoenix dengan mudahnya semua habis tewas tak tersisa.
"Kenapa Baekhyun tidak menggunakkan kekuatan itu dari tadi!" Sehun yang memekik kagum tetap melayangkan protest.
"Karena belum saatnya." Yoora yang menjawab dengan singkat. "Jongin dan Irene akan tiba." Ia kemudian mengingatkan mengenai dua orang yang sempat dibicarakan cukup serius beberapa saat lalu.
"Apa Jongin bisa menembus perisai Baekhyun?" Chanyeol berkata demikian, ia dan Kris sudah berada disamping kanan dan kiri Baekhyun, mereka bertiga kini yang berada di barisan terdepan dalam menjaga pertahanan Istana Eowyn. Yunho dan para Raja lainnya serta pengawal Langit mendaratkan kuda – kuda mereka dan membentuk barisan dibelakangnya.
Yoora tidak memberikan jawaban dari pertanyaan Chanyeol, ia dan Yixing mendongak kearah langit dan juga sekitarnya karena seharusnya dari penglihatan yang ia dapatkan sebelumnya, Jongin mampu berpindah ke berbagai tempat manapun meskipun tempat itu terlindungi perisai Baekhyun sekali pun.
"Dia tidak mungkin salah tempat kan?" Sehun ikut mengomentari disertai kikikan ketawa dari Jongdae.
Tak lama, akhirnya Jongin dan Irene terlihat mendarat begitu saja tepat didepan gerbang Istana Eowyn. Irene lekas berlari menghampiri Krystal dan Minseok yang memang berada tak jauh dari tempat itu, sementara Sehun turut menghampiri kakaknya disana, diikuti Jongdae dan juga Suho dibelakangnya.
Minseok dan Krystal saling berpelukan, Yoora bahkan bisa melihat Irene nampak menangis dan menjelaskan segala ketakutannya ketika dirinya bersama dengan Jongin selalu berpindah – pindah menghindari kejaran pasukan Hades. Dan semakin ia tenggelam memperhatikan mereka, semakin rasa takut dan juga rasa bersalah menguasai dirinya.
"Apakah pilihan yang kita ambil ini salah?" ia berucap kepada Yixing yang setia berada disampingnya.
Yixing sempat memandang Yoora begitu lama sebelumnya ia kembali memperhatikan kearah barisan pertahanan dan juga dimana Irene berada. "Tidak ada pilihan yang salah.. karena kita tahu akhirnya akan sama. Chanyeol dan Baekhyun memang pada akhirnya tidak diijinkan memiliki akhir bahagia."
"Son, senang melihatmu kembali." Suara Yunho yang tengah berbicara dengan Jongin mengalihkan lamunan Yoora akan akhir peperangan yang sedari tadi menghantui dirinya.
"Di luar lebih mencekam Yah, terima kasih karena memanggil kami kembali. Aku benar – benar tidak tahu harus kemana lagi disana." Yoora mendengarkan jawaban Jongin dan membuat ia merasa bersalah karena meminta sang adik untuk membawa Irene untuk menghindar dari kejaran pasukan Hades.
"Maafkan kami.." Yunho meminta maaf lebih dulu, kalimatnya mewakili perasaan bersalah Yoora. "Kau masih bersemangat untuk membantu kami berperang?"
"Tentu saja! Aku sudah tidak sabar ingin melihat betapa seramnya Kerberos." Jongin tertawa kecil diakhirnya.
"Okeh.. baby bro! bersiaplah karena Kerberosmu akan muncul kembali." Chanyeol menyudahi percakapan kecil itu karena matanya bisa menangkap ada pergerakan baru dari jalan keluar yang terhubung ke dunia bawah tanah.
Yunho memerintahkan kembali semuanya untuk bersiap pada posisinya. Jongin dan Krystal bergabung dengan Yunho, mereka berdua menunggangi kuda Langit sama seperti para pasukan Langit lainnya. Luhan, Kyungsoo bergabung dengan Sehun dan juga Jongdae berada di ujung batas perisai Baekhyun yang melindungi Istana. Sementara Suho dan Minseok berada di luar perisai, menunggangi kuda langit dan akan mengerahkan kekuatan mereka dari posisi tersebut.
Kris, Chanyeol dan Baekhyun-lah yang akan menyerang lebih dulu diikuti dengan pasukan para Raja dan Pasukan Langit lainnya.
"Bila kita gagal.. pastikan Yixing membawa kalian berempat kembali ke Olympus." Yunho menyempatkan diri berucap kearah Yoora untuk mengingatkan kesempatan agar puteri pertamanya masih bisa menyelamatkan dirinya, Tao dan juga Irene.
"Aku akan berada disini hingga akhir." Yoora mengucapkan keinginan finalnya, "Aku tidak akan kemana – mana hingga semuanya selesai."
"Yoora." Chanyeol menolak apa yang Yoora katakan.
"Itu keputusanku.. aku akan berada di Eowyn sampai semuanya selesai." Yoora mengulang lagi.
"Berperanglah, bunuh Hades." Ucapannya menjadi penutup pembicaraan mereka karena setelahnya getaran tanah kembali terjadi tapi kini tidak ada lahar panas melainkan api neraka yang menyelimuti dunia bawah tanah terlihat muncul ke permukaan dengan semua pasukan bawah tanah menyeruak keluar.
Untuk kesekian kalinya Yoora mendapatkan pemandangan yang sesuai dengan penglihatannya.
Kali ini ia bahkan tidak ikut mengomentari apa yang harus dan tidak dilakukan oleh mereka yang ikut berperang disana, ia bahkan tidak berada disamping Tao seperti sebelumnya. Ia meminta Yixing untuk berada dekat dengan kedua gadis itu sementara dirinya masih berada di balkon jendela Istana dan memperhatikan keadaan perang disana.
Satu hal yang membuat ia merasa sedikit lega hanyalah karena kekuatan Baekhyun yang semakin luar biasa dikerahkan oleh wanita mungil itu. Yoora bahkan bisa mengetahui wajah Chanyeol yang selalu takjub ketika Baekhyun menggunakkan kekuatannya untuk memudahkan mereka semua membunuh ribuan pasukan Hades yang semakin lama terus bertambah.
Belum ada pasukan Langit yang terbunuh sedari tadi dan itu membuat Yoora sedikit tenang, karena sebelumnya ia mendapati ada saat dimana perlawanan mereka mengalami kelemahan karena Hades membunuh seluruh pasukan Langit dalam sekejap.
"Aku rasa.. tetap akan ada perbedaan meskipun yang kau lihat sekarang hampir sama dengan yang sebelumnya.." Yixing kembali menghampiri Yoora untuk ikut melihat keadaan yang saat ini terjadi.
"Aku tidak tahu.." Yoora menjawab lesu. "Entah kenapa aku memiliki firasat buruk tentang ini." ia bergumam pelan dengan salah satu tangannya yang memegang bagian dada kirinya demi menenangkan detak jantungnya yang terpompa begitu cepat.
Dan tibalah saatnya, jawaban dari segala kekhawatiran yang selama ini ia rasakan ketika melihat Chanyeol bergerak cepat menyusul kearah celah pintu dunia bawah tanah.
"Seseorang tolong ikuti Chanyeol sekarang! Ia ingin menyerang dunia bawah tanah!" Yoora memekik berusaha mendapatkan perhatian yang lain tepat ketika penglihatannya menunjukkan sang adik tengah bergerak cepat menyerang sekumpulan pasukkan Hades yang baru saja muncul dari dunia bawah tanah. Chanyeol melesat cepat diikuti Sang Phoenix dibelakangnya, pedangnya terayun menebas setiap bagian tubuh para Kerberos maupun makhluk – makhluk bawah tanah yang bermunculan, Phoenix melesakkan api abadi miliknya kearah mereka guna memusnahkan setiap bagian dengan begitu saja atau pun terkadang ia membiarkan bola – bola api yang Chanyeol arahkan meledak dengan begitu dahsyat kearah mereka.
"Aku akan menyusul kesana setelah ini!" Sehun menginformasikan kearah Yoora, sementara ia masih berurusan dengan lawan – lawannya. "Jongdae-ya! Berikan aku petir kekuatan maksimal! Mereka akan aku arahkan kearahmu!" Sehun berucap lagi, meminta bantuan karena meskipun ia sudah melawan lawan – lawan disekitarnya dan memastikan mereka terperangkap pada pusaran tornado didekatnya, kekuatannya tidak bisa dipaksakan melawan mereka seorang diri.
"Fokus didepanmu! Aku dan Kyungsoo akan mengurus lawan dibelakangmu!" suara Luhan terdengar. Mereka masih berada didalam perisai namun sudah tak lagi berada didalam Istana karena kekuatan Luhan tidak bisa menjangkau lebih jauh bila ia tetap berada di Istana, terlebih lawan – lawan mereka semakin bermunculan dimana saja, maka dari itu Luhan dan Kyungsoo mulai memberanikan diri untuk berada sedikit jauh dari Istana.
Kyungsoo mengarahkan akar – akar tanaman yang mana sedari tadi ia gerakkan untuk menjerat siapapun kaum Hades yang berada dalam jangkauannya, sementara Luhan ikut menarik semuanya untuk terjerat dalam lilitan akar tersebut dan kemudian mereka berdua akan mengarahkannya pada Suho atau pun Jongdae sebagai sang eksekusi akhir memusnahkan mereka, atau ia akan mengarahkan pada Sang Naga milik Kris ataupun Phoenix.
"Luhan, arahkan jeratan Kyungsoo kearahku!" Sang Pemilik kekuatan Es ikut andil bergabung, Minseok berada didekat Krystal sejak tadi menyerang anak buah Hades di depan pintu bawah tanah yang mana tempat keluarnya para pasukan Hades. Meskipun hanya berdua dengan senjata pedang dan juga tentunya melesakkan kristal – kristal es dari tangannya cukup mampu membunuh mereka dalam jumlah banyak, Minseok bahkan tak segan – segan membekukan mereka hingga hancur berkeping – keeping dalam kepalan tangannya.
Sang adik, Krystal yang mana memiliki kekuatan immortal memanfaatkan dirinya untuk memancing para kaum Hades untuk membunuhnya berulang kali namun pada akhirnya semua sia –sia karena merekalah yang akan habis dalam tebasan pedang dan juga Kristal Es dari Minseok. Terkadang ia bergabung dengan para pasukan Istana untuk menyudutkan beberapa Kerberos dalam satu jaringan rantai dan kemudia membakar mereka hidup – hidup dengan bantuan api yang berasal dari Naga Kris ataupun api Phoenix.
"Kami butuh kekuatan tambahan di Selatan!" suara Raja Lykentis terdengar berteriak mengharapkan bantuan. Para Raja memang terlibat perlawanan dalam satu daerah dan itu turut dibantu dengan beberapa pasukan langit dan Malaikat yang ditugaskan turun dalam medan perang, mereka disana menahan dan menyerang beberapa anak buah Hades serta Kerberos yang diperintahkan keluar dari dunia bawah tanah untuk menyerang.
"Bukankah Chanyeol sudah berada disana?" Jongin berteriak bertanya
"Dia sudah masuk kedunia bawah tanah!" Sehun menjawab pertanyaan Jongin. "Kris mengikutinya!" Ia kesusahan menambahkan informasi mengingat dirinya tengah bergelut panas dengan lawan – lawannya meskipun Luhan selalu ikut andil membantu dirinya melawan siapa pun.
"A-aku akan kesana!" pada akhirnya suara Baekhyun terdengar dan tentunya membuat mereka semua mulai mencuri pandang dimana wanita itu berada. Yoora bisa melihat pergerakan wanita itu yang bergerak cepat layaknya Jongin yang bisa berpindah tempat dalam hitungan detik. Kekuatan Cahaya yang dimiliki Baekhyun menyebabkan dirinya demikian. Sedari tadi Baekhyun bahkan menyerang setiap anak buah Hades dan beberapa Kerberos dengan mudah, melemparkan beberapa anak panah dengan begitu cepat dan terkadang membakar penglihatan mereka dengan sinar pada dirinya yang terpancar begitu terang dan menyilaukan.
"Dia tengah bergerak dibelakangmu Jongdae-ya." Yoora memberi tahu ketika nampak Jongdae tengah bingung karena beberapa lawan dibelakangnya terhempas geletak tak bernyawa begitu saja.
Dan tak lama terdengar bunyi ledakan terdengar dengan dampak hempasan angin dan juga beberapa serpihan ketika Baekhyun berhasil menyusul Chanyeol kedalam dunia bawah tanah.
Entah apa yang terjadi dibawah sana tapi keadaan di permukaan tanah Eowyn terlihat berbeda karena tidak ada lagi mahkluk – mahkluk pasukan Hades, tidak ada lagi Kerberos yang berkeliaran menyerang mereka, api – api yang berkobar yang mana berasal dari dunia bawah tanah bahkan tidak terlihat.
Semuanya lenyap bersamaan dengan bunyi ledakkan akibat Baekhyun masuk kedalam dunia bawah tanah.
"Perisainya menghilang.." Yixing yang baru saja bangkit karena ikut terhempas dari efek ledakan itu melihat kondisi sekitar Istana.
"A-apa yang terjadi?" semua Raja menanyakkan hal yang sama kearah dirinya dan juga Yoora.
"Me-mereka melawan Hades.." Yoora menjawab dengan mulutnya yang terasa tak sanggup untuk sekdear mengucapkan satu kata karena apa yang ia lihat saat ini melalui kontak dengan pikiran Chanyeol terlalu mencekam untuk dijelaskan kepada semuanya.
"A-apa maksudnya.." Kibum ikut menuntut penjelasan mengenai apa yang terjadi oleh Puterinya dan juga Chanyeol yang kini berada di dunia bawah tanah.
"A-aku akan menunjukkan pada kalian." Yoora menahan diri sekuat tenaga untuk menghubungkan semuanya dengan apa yang ada pada pikiran Chanyeol dan juga apa yang dilihat oleh sang adik.
.
.
Dunia Bawah Tanah – Kerajaan Hades.
Chanyeol terus melesak terbang menyatu dengan Phoenix, menusukkan pedangnya untuk menghujam apapun yang menghalanginya begitu juga dengan Kris beserta Naga miliknya, melalap habis keseluruhan penghuni dunia bawah tanah. Sama halnya dengan Baekhyun yang ikut mengikutinya dibelakang Chanyeol dan Kris. Kekuatan Cahaya yang dimilikinya terlihat memancarkan sinarnya lebih terang dan membuat beberapa makhluk di dunia bawah tanah itu merasakan perih terbakar karena sinarnya.
Hades menyambut mereka dengan menghadang kemana arah Chanyeol terbang bersama dengan Phoenix. Tangan besar milik Hades tepat mencekik leher Chanyeol dan membanting badan pria itu dengan cukup keras ke bawah permukaan api neraka. Tapi Hades tidak mampu melakukan hal demikian ketika dirinya mendapati Baekhyun mendekat kearahnya guna memberikan perlawanan yang lain. Perisai yang berada di diri Baekhyun melindungi wanita itu dari tangan dan juga api neraka yang Hades arahkan kearahnya.
"Elayne!"Hades berteriak murka.
"Ya? Kaget melihat kami?" Kris berucap, mengarahkan Naganya untuk menyerang kearah Hades, semburan api yang disemburkan dari mulut sang Naga tidak mampu menghancurkan api yang menyelimuti tubuh Hades. Bahkan nyatanya api itu membuat tubuh Hades semakin diselimuti api merah berkobar besar.
Chanyeol mengarahkan Phoenix untuk berada bersama Baekhyun, menyelimuti perisai yang tengah Baekhyun keluarkan untuk meratakan seluruh dunia bawah tanah dan juga menghujam kearah tubuh besar Hades. Warna api biru yang terbentuk karena perpaduan kekuatan mereka membungkus luapan api dengan Nagamilik Kris.
"Pertahankan seperti itu! Aku akan menebas kepalanya!" Kris berteriak meminta Chanyeol dna Baekhyun bertahan mengeluarkan kekuatan mereka sementara dirinya melesak terbang dengan cepat bersiap untuk melayangkan pedangnya pada bagain kepala Hades.
"Cepat!" Chanyeol berteriak mengingatkan agar tidak banyak waktu yang terbuang karena masih banyak ratusan makhluk – makhlu bawa tanah yang berkeliaran disekitar mereka.
Baekhyun tengah fokus untuk tetap mengeluarkan perisainya menyelimuti dirinya dengan sinar Cahaya dengan maksud bisa melenyapkan sedikitnya api – api Neraka disekitarnya.
Semuanya berharap Kris bisa melayangkan pedangnya, menebas kepala Hades membunuh iblis itu dan semuanya berakhir. Tapi semuanya berjalan sesuai dengan apa yang pernah diperlihatkan kepada Yoora mengenai apa yang akan terjadi saat ini.
Sang Naga melilit tubuh besar Hades dengan sekuat tenaga meskipun tubuh makhluk itu harus merasakan perpaduan panas dari api miliknya, api tubuh Hades dan juga api yang dikeluarkan oleh Phoenix dalam selubung perisai Baekhyun. Hujaman dari cakar kuku Hades menusuk kedalam kulit tebal sang Naga ketika mereka sama – sama bergulat, kemurkaan Hades berhasil melayangkan tongkat tengkorak di tangannya menusuk tepat di jantung makhluk itu sementara Kris yang tidak melihat hal itu terjadi masih di fokuskan untuk terbang kearah bagian kepala Hades.
Ia lengah karena tidak memperhatikan Naga miliknya tengah terbunuh. Dan ketika ayunan pedang siap diarahkan kearah kepala Sang Iblis, pada akhirnya tubuhnyalah yang terhujam dengan tongkat tengkorak yang sama
"NOOOOOOO!"
"Kris! Brengsek!"
Baekhyun berteriak marah sama halnya dengan Chanyeol.
Sama halnya dengan yang lain yang berada di atas permukaan tanah Eowyn.
Yoora tersungkur dengan aliran air mata yang terus mengalir deras, sesak pada dadanya meluap membuat ia terlihat begitu tersiksa dalam kesedihannya. Luhan yang jatuh pada dekapan Sehun dan ikut menangis mendapati Kris telah terbunuh disana.
"Semuanya bersiap!" Kibum merasakan marah mendapati Puteranya terbunuh disana, mengarahkan pasukan pengawal langit untuk ikut terbang bersamanya masuk kedalam duniah bawah..
Chanyeol dan Baekhyun masih tetap mengerahkan kekuatan mereka untuk membendung Hades dalam lingkaran perisai. Keduanya memang nampak marah dan juga merasakan kehilangan karena Kris telah mengorbankan Naga dan juga dirinya dalam percobaan membunuh Sang Iblis. Dan kini tinggalah mereka berdua yang harus mencoba.
"Aku akan mencoba satu hal." Chanyeol melihat kondisi sekitarnya, menyiapkan pedangnya dan memanggil Phoenix untuk melebur bersama dirinya terbakar dalam lingkaran Cahaya milik Baekhyun.
"Chanyeol.."Yoora memanggil dengan suara lirih penuh ketakutan.
"Aku akan mencobanya.. ceritakan padaku nanti kalau ini berhasil." Chanyeol menenangkan sang Kakak disana yang sangat ia yakin sudah terbebani dengan rasa kehilangan satu orang yang amat ia sayangi.
"A-apa yang akan kau lakukan?" Baekhyun melihat kearah Chanyeol yang sudah diselimuti Sinar Cahaya dan Api Phoenix berwarna biru muda.
"Aku akan membunuh Hades."
"Kita berdua Chanyeol!" Baekhyun mengingatkan atas kerja sama yang seharusnya mereka lakukan untuk membunuh Sang Iblis.
"Kau bersamaku sayang.. aku membawa Cahayamu disini.."
"Bu-bukan itu—"
Baekhyun belum sempat mengatakan apa yang ingin ia ucapkan kepada Chanyeol karena suaminya lebih dulu melesak cepat masuk berlebur bersama tubuh Hades yang tertahan dengan perisai Baekhyun. Chanyeol meledakkan Api Phoenix dalam dirinya, membiarkan Hades menyergap tubuhnya agar mereka berdua tetap berada dalam ledakkan besar dengan harapan apa yang Chanyeol lakukan mampu membuat Iblis itu dikalahkan.
Ia membiarkan kekuatan Cahaya Abadi milik Baekhyun menyelubungi dirinya dalam ledakkan itu.
Teriakkan Hades menggema bersamaan dengan ledakkan yang terjadi disana sementara Baekhyun menahan sekuat tenaga perisai pelindungnya dengan Cahaya miliknya agar ledakkan itu tetap berkumpul dalam satu tempat hingga Hades terbunuh.
Tapi sekuat apapun ia menahan seorang diri, efek ledakan yang terjadi diluar perkiraanya dan akhirnya membuat dirinya melemah, perisainya terpecah dan efek ledakkan meluluh lantakkan dunia bawah tanah hingga mencurak ke atas permukaan.
Ledakkan yang terjadi membuat dampak keseluruhan tanah Kerajaan, bukan hanya Eowyn, tapi hampir seluruh tanah Dunia Kerajaan merasakan dampak dari ledakkan itu. Istana Eowyn bahkan hancur, beberapa bagian bangunan terlihat seperti akan roboh.
Beruntungnya Jongin dengan cepat memindahkan Yoora, Yixing, Tao dan juga Irene sehingga keempat wanita itu tidak terjebak pada reruntuhan bangunan.
"Cari mereka!" di lain tempat Kibum memerintahkan seluruh Pengawal Istana untuk mencari Kris, Chanyeol dan juga Baekhyun diseluruh tempat mengingat dunia bawah tanah sudah hancur dan hanya terlihat serpihan – serpihan tengkorak serta tulang belulang disekitaran tanah disana.
"Jongin, cari mereka." Yunho memerintahkan anaknya untuk membantu pencarian.
Dan yang lainnya juga ikut membantu meskipun seharusnya ketika melihat Yoora yang larut dalam isakannya seperti halnya Yixing, mereka seharusnya sudah tahu jawaban apa yang akan didapat setelahnya.
"Mereka pasti masih hidup." Sehun menguatkan dirinya seorang diri sembari memeluk Luhan yang terisak dalam dekapannya.
"Itu Baekhyun!" Jongdae berteriak pada yang lainnya, tangannya menunjuk pada bulatan perisai yang tengah terbang kearah Istana dengan sinar cahaya melingkupi dirinya.
Semuanya berlari kearah perisai yang tengah melayang itu, Yoora dan Yixing pun ikut berlari dengan keyakian dan harapan kecil ada didalam benak masing – masing.
"A-aku butuh ramuan Yixing… Chanyeol.. Chanyeol butuh obat.." Baekhyun meraung menangis disana ketika melepaskan perisainya. Wajahnya dibanjiri dengan aliran air mata, tangannya bahkan bergetar menahan dua tubuh yang sudah tergeletak tak bernyawa diatas pangkuannya.
Melihat tubuh Kris dan juga Chanyeol disana yang tengah memucat, tangisan Yoora dan Luhan melengking keras. Para Putera Mahkota yang melihat pun tak bisa menahan aliran air mata mereka, meskipun sekuat tenaga mereka tutupi ketika memindahkan dua tubuh milik Kris dan juga Chanyeol.
"Chan-Chanyeol belum meninggal! Yixing cepat berikan obatnya!" Baekhyun berteriak, menarik tangan Yixing dan membawanya kedekat tubuh Chanyeol.
"Ayah! Ayah! Chanyeol belum meninggal!" wanita itu bahkan menolak ketika Kibum memeluk tubuh puterinya agar bisa ia tenangkan. "Hanya Phoenix yang terbunuh disana.. Chanyeollku tidak.. Ayah harus percaya.."
Teriakan Baekhyun yang menyangkal semuanya terdengar begitu menyakitkan terlebih siapa pun yang melihat kondisi tubuh Chanyeol saat ini pasti membenarkan bahwa pemilik Kekuatan Phoenix itu sudah tidak bernyawa. Tidak ada lagi kekuatan Phoenix dalam diriya, tidak ada lagi darah Malaikat yang mengalir dalam tubuhnya, yang tersisa hanyalah tubuh dingin dan kaku karena jiwa dan nyawanya sudah menghilang bersama ledakkan yang ia ciptakan untuk membunuh Hades.
Bukan hanya Baekhyun yang histeris menangis keras, Yoora melakukan hal yang sama, Luhan pun melakukan hal yang sama. Ketiga wanita itu larut dalam isakan tangisnya tersungkur diatas tanah mendapati orang yang mereka sayangi kembali dengan tubuh yang kaku tak bernyawa.
Loves of Tales
Pemakaman untuk Kris, Putera Mahkota Lynkestis dilakukan di Olympus, setelah Zeus dan juga Sang Pencipta memberikan pernyataan bahwa Hades sudah berhasil dikalahkan, dunia bawa tanah masih terkunci rapat oleh penjagaan mereka karena meskipun Hades sudah dinyatakan terbunuh, api – api Neraka masih terlihat berkobar disana. Sang Pencipta mengatakan hal itu memang akan terjadi karena dunia bawah tanah adalah tempat dimana jiwa – jiwa berdosa harus terbakar oleh api – api neraka. Tapi ia menjanjikan akan ada Malaikatnya yang selalu menjaga pintu masuk dunia itu.
Semua anggota Kerajaan hadir diacara itu tanpa terkecuali. Baekhyun berada disana, wanita itu nampak sangat pucat dengan kelopak mata yang terlihat sedikit gelap, sama seperti apa yang terjadi dengan Yoora.
Tubuh Kris dibaringkan dalam peti dengan patung dirinya tercetak diatas petinya, penghormatan yang dilakukan untuk dirinya diwujudkan dengan dibangunkan sebuah Istana Kecil sebagai tempat pemakaman untuknya yang bertuliskan nama dan juga gelar yang ia miliki sebagai Putera Mahkota Lynkestis dalam bahasa Olympus.
Lain halnya dengan tubuh Chanyeol yang sampai saat ini masih Baekhyun biarkan untuk tertidur pada peti kaca dan berada di salah satu ruangan Olympus.
Penyangkalan masih ada dalam benaknya meskipun matanya bisa melihat perubahan pada tubuh Chanyeol yang mulai terlihat membiru dan semakin pucat berselang beberapa hari setelah mereka melawan Hades.
"Chan—chanyeol.." Baekhyun memanggil lirih, air matanya terus mengalir membasahi pipi wajahnya setiap ia memanggil nama suaminya itu. Wanita itu berlutut, bersandar pada bagian peti kaca dan terus memandangi wajah Chanyeol yang nampak seperti tertidur lelap disana.
Dan hal ini hampir ia lakukan hampir dua hari belakangan.
Baekhyun tidak mengijinkan siapa pun untuk membawakan makanannya untuknya atau pun memintanya untuk berpindah tempat. Dan semuanya menghormati keputusan Baekhyun, meskipun mereka ikut tersiksa melihat bagaimana wanita mungil itu belum bisa menerima kenyataan bahwa Chanyeol telah meninggal sejak perang itu.
Terlepas dari hal pemakaman dan juga penyangkalan yang Baekhyun lakukan, seluruh anggota Kerajaan mulai kembali mencoba untuk kembali ke Kerajaan mereka masing - masing agar bisa melanjutkan kehidupan baru setelah perang usai. Hanya Yoora, Irene, Taoi dan juga Baekhyun yang masih berada di Olympus karena alasan masing – masing.
Baekhyun dengan alasan penyangkalanya, Yoora dengan alasan ia ingin menenangkan dirinya dan ikut menemani Baekhyun, sementara Irene dan Tao memang dipertimbangkan untuk tetap di Olympus mengingat sampai saat ini mereka belum memiliki kekuatan.
.
Selang beberapa hari, Baekhyun akhrinya memutuskan untuk keluar dari ruangan dimana Chanyeol dibaringkan dalam peti kaca. Ia melangkah gontai menuju ruangan dimana Para Dewa dan Dewi berada. Tidak ada yang mengetahui alasan kenapa secara tiba – tiba Baekhyun meminta ijin untuk menemui Para Dewa dan Dewi tertinggi di Olympus.
Yoora bahkan tidak merasakan apapun mengenai rencana yang ingin Baekhyun lakukan sama halnya dengan Yixing yang ikut terkejut mendengar Baekhyun melakukan hal itu.
"Apa yang bisa kami lakukan untukmu sayang.." suara Dewi Athena terdengar begitu lembut sarat akan rasa kesedian yang bisa ia rasakan hanya dengan melihat penampilan Baekhyun disana.
"A-aku.." Baekhyun bahkan masih kesulitan untuk berbicara karena aliran air mata dan juga isakan tangisnya yang sama sekali sulit untuk dihentikan.
"Pelan – pelan saja.. kami akan menunggu disini.." kali ini giliran Aphrodite yang berucap memberikan kenyaman untuk Baekhyun.
"A-aku ingin meminta satu hal.." Baekhyun mengangkat wajahnya, memperlihatkan betapa dirinya sungguh merasa kehilanga karena memang ia merasakan sebagian dari diri dan jiwanya ikut pergi tepat ketika Chanyeol terbunuh saat perang itu.
"Apa yang kau inginkan Elayne.."
Baekhyun menunduk lagi, kembali menangis dan badannya kembal bergetar. "A-aku ingin.. agar.. ketika aku meninggal nantinya.."
"Elayne sayang.." Athena berniat mendekat kearah Baekhyun dan memeluk wanita itu yang terlihat begitu tersiksa larut dalam tangisannya tapi Zeus memberikan larangan untuk itu.
".. aku ingin di kehidupan lainnya.."
"Elayne.."
"..aku mohon pertemukan kembali aku dengan Chanyeol.."
Athena tidak lagi bisa mengatakan apapun mendengar apa yang diinginkan oleh Baekhyun.
"Di kehidupan mana pun.. aku hanya ingin kalian biarkan kami bertemu.. biarkan kami bersama.. a-aku mencintainya.." tangisan Baekhyun kembali pecah dan wanita itu menunduk dengan kedua lengannya memeluk tubuhnya seorang diri.
Athena, Aphrodite dan bahkan Dewi Hera tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut menangis melihat bagaimana Baekhyun meluapkan kesedihannya memohon agar dirinya bisa kembali ditemukan oleh belahan jiwa yang amat ia cintai.
Seluruh Dewa dan Dewi tertinggi di Olympus tahu bagaimana kisah antara Baekhyun dan Chanyeol, merekalah yang mempertemukan keduanya dengan kekuatan besar untuk melawan Hades, dan mereka juga yang membuat keduanya terpisah oleh kematian.
"Apa hanya itu yang kau inginkan My Dear?" Zeus membuka suara mencari kesungguhan jawaban dari Sang Elayne.
Baekhyun mengangkat wajahnya, mengangguk membuka suata hanya untuk mengatakan satu kata. "Iya."
Semuanya kembali menoleh kearah Zeus, mereka menunggu jawaban apa yang akan diberikan oleh Zeus kepada Baekhyun.
"Hiduplah dengan baik setelah ini, jalani kembali kehidupanmu yang masih panjang ini hingga pada saat ajalmu datang, aku akan memberikan apa yang kau harapkan untuk terlahir kembali di dunia yang berbeda, bertemu dengan Phoenix dan kalian akan memiliki kehidupan lebih baik nantinya." Zeus mengangkat tangannya, mengeluarkan kilat petirnya dan menggelegar keseluruh tempat di Olympus dan bahkan seluruh tanah Kerajaan—yang mana ini menandakkan apa yang dikatakan olehnya akan terjadi pada waktunya nanti.
"Sekarang beristirahatlah my Dear.." Zeus menyarankan berucap kepada Baekhyun, tapi wanita memberikan senyuma kepada sang Dewa yang begitu terlihat dipaksakan.
"Terima kasih." satu kalimat pendek Baekhyun ucapkan sebelum akhirnya membuat seluruh Dewa dan Dewi berteriak karena wanita itu menusukkan belati kecil tepat dijantungnya. Tubuh Baekhyun tergeletak dihadapan mereka semua dengan darah mengalir begitu deras.
I will find you.
My small world that holds the entire universe.
End.
Loves of Tales
09-08-2017 – 07-07-2019
Chanbaek Fantasy Fan Fiction
By Viel.
Viel's note:
Terima kasih untuk para pembaca setia LOT dari awal sampai ending yang memakan waktu cukup lama.
Mohon maaf kalau endingnya terkesan dipaksakan, tidak seperti yang diharapkan atau mungkin merasa aneh dengan ceritanya. Semoga kedepannya bisa buat cerita yang lebih baik dari ini.
Sekali lagi, terima kasih!
Sampai bertemu di cerita – cerita lainnya.
Love, Viel.
