Ada yang mengatakan saat perang telah usai walaupun kata kemenangan telah didapatkan tetap akan ada kata kekalahan karena kehilangan yang dirasakan. Pernyataan itu-lah yang masih melekat erat dalam benak Yoora ketika ia menyaksikan kembali acara pemakaman untuk adiknya serta sang istri. Chanyeol dan Baekhyun.
Berita bagaimana Baekhyun mengakhiri hidupnya di hadapan para Dewa dan Dewi Tertinggi saat di Olympus sudah terdengar di seluruh kerajaan. Rasa simpati serta kesedihan jelas terlihat di wajah – wajah mereka ketika datang dan menyaksikan pemakaman Baekhyun, tapi tersirat juga rasa kekesalan dan juga kepahitan mengingat kisah cinta dua pemilik kekuatan luar biasa itu tidak pernah diceritakan bahagia, bahkan ketika Hades sudah mereka kalahkan.
Selain desas desus kisah menyedihkan yang diceritakan mengenai Chanyeol dan Baekhyun, ada berita lain yang tengah ditunggu – tunggu yaitu mengenai Reinkarnasi dari keduanya.
Zeus mengatakan kepada semua yang datang apa yang diminta Baekhyun kepadanya sebelum wanita itu mengakhiri hidupnya dan semua yang hadir nampak antusias dan merasakan kelegaan mendengar hal itu. Tapi tidak dengan para Malaikat. Anggapan mereka memberikan Reinkarnasi terhadap Baekhyun dalam waktu dekat tidaklah dibenarkan mengingat Baekhyun membunuh dirinya sendiri bukan karena garis kematian dari takdir yang sudah dituliskan Sang Pencipta.
Karena hal itu, beberapa Raja dan Ratu serta seluruh anggota Kerajaan termasuk Putera dan Puteri Mahkota mengecam semuanya. Mereka mengingatkan kembali apa yang telah dilakukan Baekhyun dengan kekuatannya dan juga apa yang telah direnggut oleh wanita itu selama ia memiliki kekuatan Elayne.
"Dia memiliki darahku lebih banyak dibandingkan darah Malaikat.. kalau memang Para Guardian Angel tidak menghendaki melahirkan kembali sosok Baekhyun dalam waktu dekat.. biarkan kami mencari siapa yang pantas untuk melahirkan Baekhyun di Dunia Luar. Dia hanya ingin memiliki akhir bahagia bersama Chanyeol bukan? Aku rasa melahirkan Baekhyun kembali di Dunia Luar akan membuatnya lebih bahagia dan nyaman." Athena berucap demikian, di ruangan tempat dimana tengah berlangsung pembicaraan terbuka mengenai Reinkarnasi untuk Chanyeol dan Baekhyun.
Semua yang hadir nampak mengangguk menyetujui pendapat Athena.
"Baekhyun adalah Puteri kami.. dulu." Kibum seketika berdiri dari posisi duduknya semula. "Dan memiliki dia sebagai Puteri kami adalah masa terbaik dari kehidupan kami berdua." Pandangannya diarahkan pada Heechul yang sedari tadi menunduk dalam tangisannya. "Bila ia akan kembali Reinkarnasi dan tak lagi menjadi puteriku.. aku berharap ia dilahirkan di keluarga yang lebih baik dibandingkan kami berdua."
Suara persetujuan dan juga dukungan untuk apa yang sudah diucapkan Athena serta Kibum membuat seisi ruangan kembali ricuh, hampir semuanya mendukung pendapat dari keduanya dan memaksakan Zeus untuk mengambil keputusan itu dalam waktu dekat.
Yoora yang sedari tadi memperhatikan proses berjalannya perdebatan akhirnya memilih keluar dari ruangan itu, membawa langkahnya kembali mengunjungi tempat dimana jasad Chanyeol dan Baekhyun dimakamkan. Ada pembangunan patung besar yang tengah terjadi disana sebagai tanda penghormatan untuk mereka berdua. Dua patung yang berdiri bertolak belakang namun dengan kedua tangan mereka saling bertautan.
Matanya memandang kearah bagian wajah milik patung Chanyeol sebelum sesaat air matanya kembali mengalir.
"Dugaanku benar.. dirimu melarikan diri kesini." Suara Yixing mengagetkan Yoora hingga gadis itu berbalik badan untuk melihat arah belakangnya dimana Yixing berada.
"K-kau mengagetkanku." Yoora menanggapi, menghapus air matanya lalu menggeser posisi duduknya sebagai undangan kepada wanita itu untuk duduk bersamanya.
"Dan apa yang kau katakan tadi juga membuatku terkejut." Yixing menghampiri Yoora dan tidak berkedip sedikit pun dalam memperhatikan wajah gadis itu yang tak lagi memancarkan senyuman cerahnya setelah perang usai. "Sekarang ini kau lebih banyak diam.. dan sepertinya enggan menggunakkan kekuatanmu lagi bahkan hanya untuk melihat apa yang terjadi dalam beberapa menit kedepan. Apa aku benar?"
Yoora menoleh lagi kesamping untuk melihat kearah Yixing sebentar, ia juga memberikan senyuman kecil kepada wanita itu lalu pandangannaya beralih kembali memandangi dua patung didepannya.
"Apa yang bisa kau harapkan dari jiwa yang merasa kehilangan dan hampa."
Mendengar suara Yoora yang terdengar sedikit lirih disertai suara tangisan yang tertahan menahan membuat Yixing merasa tak enak hati karena sudah menanyakkan hal yang pasti terlalu sensitive untuk perasaan Yoora saat ini.
"Dia pernah bertanya." Namun Yoora dengan sekuat hati melanjutkan ucapannya. Entah karena Yixing yang sedang bersama dengannya dan membuat dirinya nyaman atau memang ia merasa sudah saatnya bagi dirinya untuk meluapkan semua perasaan yang tertahan selama beberapa waktu belakangan.
"Siapa seseorang yang memiliki perasaan padanya dan akan menjadi istrinya nanti." Yoora kembali tersenyum disana dan seakan – akan pandangannya tengah menerawang jauh keatas langit yang begitu cerah.
Ada perubahan dari raut wajah Yixing ketika mendengar apa yang Yoora jelaskan. Sebelumnya ia mengira yang akan mereka bicarakan adalah mengenai rasa kehilangan akan Chanyeol.
"Aku berbohong padanya.." Yoora kembali menoleh kearah Yixing dan kali ini wajahnya sudah dipenuhi dengan aliran air mata yang mengalir dari kedua matanya yang terpejam. "Aku mengatakan bahwa Tao-lah yang akan menikah dengannya—aku tidak mengatakan bahwa sesungguhnya itu adalah aku yang akan menikah dengannya. Aku berbohong supaya ia tidak merasa terbebani karena bahkan kedua orang tuaku menjodohkan kami.. aku berbohong supaya ia—"
Tangisan Yoora semakin terpecah hingga gadis itu bahkan tidak bisa lagi melanjutkan kata – kata yang ingin ia katakana. Yixing lekas memeluk badan bergetar Yoora, membawanya dalam pelukan serta menenangkannya.
Mendengar apa yang dikatakan Yoora padanya membuat dirinya mengingat kejadian – kejadian sebelumnya tentang perjodohan Kerajaan Lynkestis dan juga Glorfindel tepat sebelum Chanyeol dinyatakan memiliki kekuatan Phoenix. Ingatanya juga kembali mengingat ketika Kris memutuskan untuk berpisah dengan Yoora, bagaimana Luhan dan Tao pernah dikabarkan saling berselisih. Memang Yoora diawalnya hanya berbohong mengenai Tao yang juga menyukai Kris, tapi pada kenyataannya Keturunan Ketiga Tiranis memang memiliki sedikit perasaan terhadap Kris.
"Se-seharusnya kami bisa bersama—seharusnya aku mengatakan semuanya—" Yoora masih terisak begitu pilu dalam pelukan Yixing hingga akhirnya dirinya kehilangan kesadaran yang mana semakin membuat Yixing panik.
EPILOG
Loves of Tales
Yixing memohon waktu kepada Zeus, Poseidon dan juga Hera untuk bisa menemuin dirinya, melakukan perbincangan selanjutnya mengenai masalah Reinkarnasi untuk Baekhyun dan Chanyeol. Mereka bertiga berkumpul sebuah ruangan di Olympus dengan ditemani Tiga Dewi—Goddess of Fate.
Mereka sudah berkumpul dalam ruangan sejak beberapa menit yang lalu tapi Zeus belum mengatakan apapun. Dewi Hera bahkan sudah dua kali memanggil nama Dewa Tertinggi di Olympus itu untuk segera memberitahukan keputusannya.
"Aku sudah memutuskan akan melahirkan mereka kembali di Dunia Luar, tanpa kekuatan istimewa daripada Dewa atau Dewi, atau pun kekuatan dari para Malaikat."
Yixing menghela lega setelah mendengar hal itu.
"Mereka akan dilahirkan dari manusia biasa dan aku akan mempertemukan mereka di garis takdir. Aku sudah menjanjikan Baekhyun sebuah akhir bahagia padanya dan aku akan membuatnya demikian."
Dewi Hera menggenggam tangan suaminya sebagai pertanda apa yang telah Zeus putuskan sudah menjadi keputusan yang terbaik.
"Yixing, bagaimana menurutmu?" kini Zeus bertanya kepadanya.
Kepalannya menunduk sesaat lalu terangkat kembali membalas pandangan Sang Dewa. "Aku sangat menyetujui keputusan ini Dewa. Dan kali ini Aku meminta ijin untuk mengatakan sesuatu hal."
"Mengenai apa?"
"Ini mengenai Yoora." Sontak semua yang ada diruangan itu menaruh fokus perhatian kepada Yixing.
"Ada apa dengan Yoora?" itu suara Dewi Hera yang terdengar begitu khawatir ketika Yixing menyebutkan nama Yoora.
"Kondisinya tidak begitu baik." Yixing mulai menjelaskan.
"Mungkin ini karena ia kehilangan Chanyeol."
"Tidak, Yang Mulia." Yixing menyanggah setelahnya. "Yoora merasakan apa yang Baekhyun rasakan, mengenai kehilangan. Hanya saja sosok yang membuatnya menjadi serapuh ini adalah Kris."
Zeus dan Hera sama – sama merasa tidak begitu paham dengan apa yang dikatakan Yixing terlebih menyangkut nama Kris dalam pembicaraan mengenai Yoora.
"Pada awalnya aku tidak begitu yakin, tapi setelah memperhatikan bagaimana sikap Yoora benar – benar berubah ketika Kris meninggal disana, terlebih pada acara pemakaman dan juga hari – hari belakangan ini, aku menjadi khawatir karena ia menjadi sosok yang berbeda. Aku mengira ini semua karena apa yang menimpa Chanyeol dan juga Baekhyun—mungkin memang karena hal itu. Tapi ternyata dampak yang lebih besar terjadi karena Yoora sebenarnya pernah mendapatkan penglihatan akan dirinya menikah dengan Kris."
Dewi Hera menutup mulutnya dengan salah satu tangannya sementara matanya membelak tak percaya, lain halnya dengan Zeus yang kini menutup mulutnya rapat – rapat namun pandangan matanya terlihat menyipit tajam.
"Dia pernah mendapatkan penglihatan akan masa depannya tapi Yoora menutupinya dan tidak menceritakan kepada siapa pun."
"Dia pasti sanga terpukul."
Yixing mengangguk, "Benar Yang Mulia."
"Bukankah Yoora seharusnya bisa mengetahui bahwa Kris akan meninggal ketika perang saat itu?" Salah satu Dewi Goddessess of Fate bertanya, Atropos—Dewi Kematian berucap.
"Aku tidak tahu apakah Yoora sudah mengetahuinya apa belum dari penglihatan yang ia dapatkan, tapi ketika aku berada bersamanya saat perang—di saat – saat terakhir ketika Chanyeol mulai menyerang Dunia Bawah Tanah seorang diri. Wajahnya menunjukkan ketakutan, badannya bahkan bergemetar entah apakah ia meyakinkan dirinya sendiri untuk bisa kuta dan tegar melihat semuanya sampai akhir atau—"
"Aku yakin Yoora pasti sudah melihat semuanya.. dan sikapnya seperti itu aku rasa sangat wajar. Dia kehilangan dua orang yang dia sayang.."
"Lalu apa yang ingin kau sampaikan?"
Yixing tentu tahu bahwa ia tidak bisa menyembunyikan apapun dari Sang Dewa Tertinggi di Olympus. Ia membawa langkahnya untuk maju beberapa langkah, menunduk dengan tarikan nafas panjang lalu menghela dengan mantap siap untuk mengatakan apa yang sedari tadi berada di pikirannya.
"A-aku ingin Yoora dan Kris ikut dalam Reinkarnasi di Dunia Luar bersama Chanyeol dan Baekhyun."
Semua mata yang mendengar itu terbelak lebar dengan ekspresi wajah pada masing – masing yang menjelaskan keterkejutan akan apa baru saja dikatakan oleh Yixing.
"Para Puteri dan Putera Mahkota yang selamat dan hidup saat ini bisa melanjutkan kehidupan mereka disini seperti yang sudah ditakdirnya, tapi tidak dengan mereka. Dan aku rasa kita semua berhutang hal itu kepada Yoora dan Kris."
"Yoora memiliki kehidupan panjang saat ini."
"Tidak akan ada Reinkarnasi selama gadis itu masih hidup." Atropos dan juga Lachesis bergantian berucap.
Zeus dan Hera bergeming dalam diam memperhatikan ketigag Goddessess of Fate yang tengah menatap satu sama lain dan berlalu memandangi Yixing.
"Kau tidak memiliki rencana untuk membawakan kematian padanya bukan?"
Mendengar ucapan Atropos, Dewi Hera secara spontan menatap tajam kearah Yixing menunggu jawaban yang diharapkan bukanlah jawaban seperti apa yang ditanyakkan Atropos padanya.
"Yixing." Suara berat Zeus semakin memojokkan Yixing disana, wanita itu tengah menunduk dengan mata terpejam menghindari tatapan mata dari semuanya yang ada di ruangan itu. Menuntut jawaban darinya.
"Yixing.. kau tidak berniat memberikan kematian pada Yoora 'kan?"
"A-aku sempat berpikir demikian." Yixing mengangguk, menatap Dewi Hera lebih dulu lalu Zeus dan kemudian menatap ketiga Dewi Takdir. "Aku berniat memberikan dia minuman mematikan supaya ia bisa mengalami Reinkarnasi secepatnya. Dia temanku, dia sudah aku anggap layaknya seorang saudari—dan melihat dia seperti ini justru amat menyiksa terlebih aku baru mengetahui rahasia yang dia simpan mengenai Kris."
"Itu akan melanggar jalan takdir." Lachesis menyanggah ucapan Yixing.
"Yoora sudah melanggar takdir sejak ia berbohong mengenai masa depannya, gadis itu menyembunyikan semuanya dan memilih untuk berbohong dan juga jalan lain agar ia dan Kris tidak bersinggungan. Aku rasa sudah itu sudah cukup membuktikan pelanggaran dengan membunuh gadis itu saat ini bukan lagi hal yang perlu ditakutkan."
"Aku rasa keputusan ini lebih baik sebelum Yoora melakukan hal yang sama seperti yang Baekhyun lakukan, cepat atau lambat pemikiran itu pasti memenuhi isi kepalanya." Yixing melanjutkan lagi dan semuanya yang ada disana kembali mempertimbangkan apa yang mereka debatkan sedari tadi.
"Aku akan mempertimbangkannya." Zeus menutup pertemuan mereka, ia melangkah seorang diri untuk keluar dari ruangan itu meninggalkan Dewi Hera dan juga ketiga Dewi Takdir serta Yixing disana.
Loves of Tales
Tao dan Irene masih menetap di Olympus hingga kini, sejak perang usai belum ada tanda – tanda kekuatan dari mereka akan muncul dan itu menimbulkan banyak pertanyaan. Ada yang beranggapan karena Hades sudah tidak ada itu berarti kekuatan mereka tidak muncul dan ada juga yang beranggapan bahwa jalan takdir tidak memberikan mereka kekuatan pada kehidupan kali ini.
"Seharusnya kalau kekuatanku ada saat ini aku kan bisa memutar balikkan waktu atau mungkin membuat Hades tidak dilahirkan."
Irene mengangguk setuju dengan ucapan Tao mengenai angan – angan bila kekuatan mereka dimiliki saat ini.
"Aku masih menyayangkan kenapa kekuatanmu tidak kau miliki." Irene menyampaikan rasa simpatiknya.
"Bagaimana dengan dirimu?" kali ini pertanyaan berbalik untuk Irene dan sosok yang tengah diberikan pertanyaan membalasnya lebih dulu dengan senyuman paghit di wajahnya.
"Apa yang ingin kau dengar sebagai jawabannya?"
Tao menggedikkan bahunya serta menggeleng.
"Aku berharap kekuatan itu tidak pernah aku miliki karena nampaknya percuma. Bila aku memilikinya mungkin kita semua akan mati—"
"Hey itu tidak akan—"
"Tidak ada yang tahu Tao-ah.. kekuatan itu mengandung dunia kegelapan, kita sudah tahu apa yang ditakutkan Yoora saat itu. Aku bahkan harus diasingkan dan mungkin akan dibunuh nantinya. Jadi kali ini aku hanya ingin berharap semoga kekuatan itu memang tidak akan pernah aku miliki. Meskipun suatu saat aku memilikinya, aku akan minta seseorang untuk membunuhku."
"Irene.."
"Aku sudah cukup bersyukur karena masih hiudp sampai saat ini.. kedua kakakku juga masih hidup. Aku rasa itu sudah cukup bagiku."
Dengan gerakkan ragu, Tao memeluk tubuh kecil Irene sementara tatapan keduanya teralihkan pada kepanikan yang terjadi jauh dibawah balkon jendela mereka berada.
Beberapa Dewa dan Dewi Olympus nampak berlarian menuju kearah pintu kamar yang berada di Istana Olympus dan semuanya nampak panik, Yixing ikut serta berlari dengan cepat dan wajahnya terlihat sudah dipenuhi dengan air mata.
"A-da apa?" Irene melayangkan pertanyaan pada Tao disampingnya dan gadis disebelahnya menggeleng karena sejujurnya dirinya sendiri juga memiliki pertanyaan yang sama dengan apa yang diucapkan Irene.
"Coba kita cari tahu." Tao menggandeng Irene dan keduanya kini melangkah mengikuti arah orang – orang yang masih berlari cepat menuju salah satu kamar.
"Dia bunuh diri?"
"Darimana racun itu berasal?"
"Apakah Ia tidak bisa diselamatkan?"
Desas – desus suara terdengar mulai membicarakan kabar simpang siur yang didapat dari apa yang tengah terjadi dan suara Irene yang berteriak tidak percaya semakin membuat bingung Tao namun tidak bertahan lama ketika dirinya melihat langsung bahwa dihadapannya, pada sebuah ruangan kamar milik Yoora tengah tergeletak tubuh tak bernyawa gadis tersebut. Wajahnya sudah nampak memucat tergeletak diatas lantai dan terdapat darah dari lubang hidung serta bagian mulutnya. Tak jauh dari tubuh tak bernyawa Yoora terlihat di dekat tangan gadis itu satu buah botol kecil yang diyakini adalah racun yang telah berhasil merenggut nyawa gadis tersebut.
Glorfindel kembali berduka secepat kabar yang diberikan dari Pihak Olympus kepada mereka, seluruh Kerajaan ikut menunjukkan rasa bela sungkawa dengan mengibarkan bendera hitam pada setiap titik Kerajaan hari itu juga.
Sementara kabar berduka itu turut kembali diperbincangkan oleh kedua belas Dewa dan Dewi Tertinggi Olympus dengan diikuti oleh ketiga Dewi Takdir dan juga Yixing.
"Ini sudah aku perkirakan.." gadis itu berucap di awal mula perbincangan mereka.
"Kau perkirakan atau ini adalah hasil penglihatan kalian berdua?"
"A-aku perkirakan." Yixing membenarkan kembali perkiraan yang ditanyakkan oleh Dewa Ares kepadanya. "Semenjak perang, aku dan Yoora tidak lagi membicarakan penglihatan masa depan—dan untuk itulah aku mulai khawatir mengenai keadaannya."
Semua Dewa dan Dewi terdiam sesaat menatap satu sama lain kecuali Dewi Hera yang duduk disamping Zeus. Tangannya menggenggam tangan Zeus yang terlihat mencekram lengan kursi tempat duduknya.
Ada jeda tak begitu lama dari saling keterdiaman yang terjadi sampai akhirnya Zeus bangkit, menghela nafas panjang lalu menatap dalam diam kepada Dewi Hera. "Kalian bertiga bersiaplah, kita akan mempersiapkan Reinkarnasi untuk mereka."
Satu kalimat yang ia ucapkan membuat semuanya yang berkumpul disana nampak menghela nafas lega terlebih untuk Yixing. Gadis itu sudah terlihat berlinang air karena merasakan bahagia apa yang ia harapkan akan segera terjadi, reinkarnasi Chanyeol, Baekhyun, Kris dan juga Yoora.
.
.
.
.
.
.
End of Epilog
Plot twist banget kan ya hahah.
Udah lama mikirin ide-nya seperti itu sebagai tanda - tanda awal akan ada Chapter tambahan untuk LOT.
Terima kasih untuk kalian yang menjadi penggemar dari FF ini. Big Love & Thanks for you all! Kembali bersabar untuk menunggu chapter tambahan lainnya yaaa~
