"AAAAAHHHHH!"

Satu teriakan terdengar memecah keheningan dari lingkungan yang terasa damai di pagi hari yang indah dengan sinar mentari yang menghangatkan namun semilir angin sejuk menyejukkan membuat pagi itu terasa menyegarkan dalam keheningan yang sempat dimiliki hingga satu teriakan panjang memecah semuanya.

Sosok wanita paruh baya yang tengah menikmati suasana pagi itu dengan matanya yang terpejam guna meresapi kedamaian itu lantas lekas membuka matanya dengan pandangan tajam sarat akan sebuah emosi yang terusik hanya karena mendengar suara teriakan yang tak hanya mengganggu damai paginya namun juga pendengarannya. Langkahnya bergerak menghentak sembari berjalan bersamaan dengan suara gaduh yang terdengar dari dalam rumahnya.

"Ibu! Ibu! Ayaah!" suara teriakan itu terdengar jelas dari dalam rumahnya, sosok Ibu wanita paruh baya itu lantas lekas mengambil satu batang kayu yang sebelumnya ia gunakkan untuk memukuli karpet yang baru saja Ia jemur, langkahnya semakin melebar kala teriakan dari sosok puterinya semakin terdengar jelas.

"Ibu! Aaaahh.. ampun ampun—"

Sosok yang dipanggil Ibu oleh gadis remaja berusian 20an itu lantas mengerutkan alisnya mendengar puterinya bergerak mundur dengan tangannya merapat satu sama lain sementara bibirnya mengucap meminta ampun. Batang kayu yang dipegang oleh dirinya adalah penyebab semuanya. Satu garis senyuman terbentuk diwajah wanita paruh baya itu dan tak bisa menahan untuk tak tertawa setelahnya.

"YA! Kenapa teriak – teriak." Batang kayu itu diletakkan pada dinding didekat pintu yang tertuju pada taman belakang rumah, puterinya masih memperhatikan dan menjaga jarak takut – takut sang Ibu akan mengarahkan batang kayu sebagai pemukul karpet itu pada bokongnya.

"Kenapa berisik sekali.." lalu ada sosok lain yang bergabung dengan mereka disana, sosok pria paruh baya yang menjadi kepala keluarga terlihat bergabung sembari menggaruk kepala, wajahnya yang terlihat baru bangun tidur jelas menunjukkan kegaduhan antara Istri dan puterinya mengusik ketenangan hari liburnya.

"Ayah! Aku masuk mewakili kampus untuk ikut tur sejarah."

"Apa?!" sosok Ayah dan juga Ibunya sontak bertanya tak percaya.

"Kau benar terpilih?!"

"Eoh! Aku sudah mendapatkan email keterangannya!" gadis itu memekik senang lalu berjingkrak – jingkrak memeluk Ibu dan Ayahnya.

"Kyaaaa! Anakku berhasil!" Sang Ibu memekik gembira, mencium pipi puterinya dan memeluknya lalu bergantian mencurahkan rasa bahagia pada suaminya. "Oh—oh.. Ibu akan menelepon Kris!" lalu berpaling dengan cepat menuju tempat dimana telepon rumahnya berada dan lekas menekan beberapa angka disana yang menyambung panggilan pada anak sulung dari keluarga kecil mereka.

"Halo, Adeul.. Baekhyun berhasil masuk program tur sejarah dari UNESCO.. iya.. dia baru saja mendapatkan pengumumannya di email—ya, Baekhyun.. cepat kemari. Jelaskan pada kakakmu." Sang Ibu memanggil puterinya yang tengah menjelaskan pada Ayahnya dan menunjukkan bukti tertulis dari email di ponselnya.

Puterinya menghampiri lalu merebut gagang telepon dari Ibunya, "Eoh.. Oppa! Aku lolos." Senyumnya kembali mengembang, "Eoh.. mereka akan mengirimkan detailnya ke rumah.. huaaaa aku senang sekali! Aku akan keliling dunia!"

Sosok Ibu dan Ayahnya kembali berpelukan dan melihat bahagia ke arah puteri mereka yang juga bahagia menjelaskan berita itu pada kakaknya.

Suasana itu pun terus memenuhi seisi rumah mereka hingga sepanjang hari, dua hari, satu minggu, satu bulan hingga sampai pada saat dimana puterinya akan berangkat bergabung dengan mahasiswa lainnya yang terpilih menjadi perwarkilan dari Korea Selatan dan bergabung pada program yang diadakan oleh Pihak UNESCO—Organisasi dalam bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan dari PBB—membuka kesempatan bagi para mahasiswa yang berada di Jurusan International Studies, Filosofi, Kesenian atau pun Sastra untuk mempelajari Sejarah Mitologi Yunani serta peninggalan dari Kerajaan keturunan Para Dewa dan Dewi ribuan tahun silam.


.

OF HEARTS AND LOVE

Sequel from Love of Tales

.


Edinburgh, Skotlandia.

"Baekhyun, Byun?!" sosok wanita yang bernama Yixing, Zhang selaku perwakilan dari UNESCO menyebutkan nama gadis yang sedari tersenyum tak sabar menunggu namanya dipanggil sedari tadi.

"Yes.." Baekhyun mengangkat tangannya lalu berjalan sembari membawa dua koper besarnya keluar dari antrian menuju antrian lainnya dalam pembagian mini bus yang akan mengantarkannya menuju Hotel dimana tempat kelompok anak – anak mahasiswa yang terpilih dari UNESCO akan menginap selama di Skotlandia.

Sementara Petugas dari UNESCO masih terus memanggil 10 nama mahasiswa lainnya, Baekhyun sudah berada didalam mini bus yang melaju lebih dulu menuju Hotel.

Pandangan matanya terbinar begitu bahagia melihat pemandangan jalanan kota Edinburgh sore itu, semilir angin musim dingin masih bisa ia rasakan di akhir bulan Maret, perjalanannya mengelilingi tempat bersejarah peninggalan Kerajaan Keturunan Dewa dan Dewi Yunani baru saja dimulai saat kakinya menginjakkan tanah Kota Edinburgh saat ini.

Rasa percaya dan juga ucapan syukur tak henti – hentinya ia ucapkan karena terpilih dan mendapatkan kesempatan emas dalam program perjalanan ini. Bukan hanya mempelajari lebih jauh mengenai sejarah Kerajaan yang dipercaya terbentuk beberapa ribuan tahun lalu atau bahkan masih ada banyak orang yang mengatakan Kerajaan – Kerajaan itu hanyalah sebuah dongeng belaka. Tapi yang Baekhyun yakini, apapun itu, Ia tetap bangga dapat mengikuti program ini dan mempelajari cerita dibalik Kerajaan – Kerajaan tersebut, ditambah dengan mengulas lebih dalam Mitogi Yunani yang tidak pernah puas untuk ia pelajari.

Perjalanan ini bahkan memakan waktu 1 tahun lamanya dan Baekhyun tak perlu memusingkan biaya akomodasi atau pun kesehariannya karena 30 anak yang terpilih dari Negara Korea Selatan, China dan juga Jepang akan mendapatkan dana pribadi selama kegiatan mereka setahun kedepan.

Mini Bus yang ia tumpangi tiba di salah satu hotel yang bernama Ediburgh Lodge, rombongan yang sama didalam satu bis bersama Baekhyun mulai turun dan ikut bergabung dengan 10 orang lainnya di Lobby Hotel tersebut.

Sifat ramah yang dimiliki Baekhyun membuat dirinya tersenyum dan menebar keramahan pada beberapa mahasiswa lainnya yang berbalas tatap dengannya hingga akhirnya ia memilih untuk duduk disofa disana. Ada mahasiswi dari China yang lebih dulu duduk disana dan Baekhyun menyapanya lebih dulu.

"Ni Shi Beijing Ren Ma? - Kau dari Beijing?" sosok gadis itu bertanya setelah Baekhyun menyamankan posisi duduknya. Gadis itu bertanya padanya dengan Bahasa Cina dan Baekhyun mengerti apa yang dikatakan.

"Aniya, Wo.. laizi Hanguo.. Seoul..- Aku dari Korea Selatan – Seoul." Baekhyun berusaha sopan membalas dengan kosa kata Bahasa Mandarin yang sedikit ia ketahui mengingat Kakaknya tengah kuliah dan bekerja disana.

"Aaah.. pelafalanmu cukup baik, kau mengambil kursus?" lalu gadis disampingnya kembali mengajaknya berbicara dengan bahasa Inggris.

Baekhyun tersenyum lalu menggeleng, "Kakakku tengah kuliah dan bekerja disana, jadi aku sering diajarkan olehnya beberapa kosa kata yang biasa diucapkan.

"Aaah.." gadis itu menggangguk. "Aku Luhan, Xi Luhan."

Baekhyun lagi – lagi tersenyum lebar melihat gadis disampingnya menjulurkan tangan sebagai tanda perkenalan dan dimulainya pertemanan mereka hari itu. "A-aku Baekhyun, Byun Baekhyun."

Baekhyun semakin tersenyum lebar ketika gadis yang bernama Luhan membalas senyumannya, "Aku rasa aku menemukan teman baru disini."

Baekhyun mengangguk dengan senyuman yang belum pudar dari wajahnya.

Mereka tetap berdampingan layaknya teman yang sudah mengenal lebih lama hingga petugas pemandu kembali lalu mulai membagikan kunci kamar mereka. Baekhyun kembali merasa bahagia karena gadis bernama Luhan ternyata menjadi teman sekamarnya disana.

"Aku harap kita akan menjadi teman sekamar sampai perjalanan ini selesai." Luhan mulai berceloteh ketika mereka sudah berada didalam kamar hotel.

"Eoh, tapi sepertinya saat kita di Yunani akan berbagi kamar dengan 3 orang lainnya, dijelaskan disana satu kamar diisi 5 orang." Baekhyun meletakkan kopernya lebih dulu lalu kembali melihat buku agenda perjalanan mereka.

Luhan menggerakkan tangannya lalu membanting tubuhnya diatas ranjang besar yang empuk. "Aaaaah! Ini nyaman sekali.." Lalu kembali melihat kearah Baekhyun yang masih sibuk melihat buku agendanya. "Tidak apa.. asalkan kita tetap menjadi teman sekamar."

Gadis itu kembali menoleh kearah Luhan lalu membalasnya dengan senyuman.

Hari pertama perjalanan itu dimulai Baekhyun dengan baik, perjalanannya ditemani teman – teman yang cukup ramah, serta akomodasi yang sangat nyaman melebihi ekspetasi yang ada di pikirannya selama ini, di hari pertama pula Baekhyun sudah berhasil mendapatkan teman baru yang ia yakini akan menjadi teman baiknya kedepannya.

Luhan mulai merapikan koper – kopernya dan menyiapkan baju – baju yang akan ia pakai dalam waktu 2 minggu kedepan, menyesuaikan waktu pada agenda yang sudah ditetapkan. Baekhyun pun turut melakukan hal yang sama dan setelahnya, Luhan memilih untuk mandi lebih dulu sementara Baekhyun memilih untuk menikmati pemandangan Kota lewat balkon kamarnya.

Ediburgh, tempat dimana diyakini menjadi tanah dari Kerajaan Glorfindel, Baekhyun akan mengunjungi Istana dari salah satu Kerajaan Terbesar dari Keturuna Dewa dan Dewi saat itu yang juga termasuk keturunan para Malaikat pada jamannya kala itu. Baekhyun memandang jauh kedepan membayangkan dimana Kastil Kerajaan itu berada dari tempatnya saat ini.

"Glorfindel.." Baekhyun bergumam mengucapkan nama Kerajaan yang akan ia kunjungi nantinya.

Wajahnya lalu kembali berpikir dan langkahnya berlari kecil mengambil kembali buku agenda perjalanannya, Baekhyun membawa buku itu bersamanya di Balkon dan duduk pada kursi disana, ditemani suasana sore petang kala itu, Ia kembali membaca kilasan kecil sejarah Kerajaan Glorfindel dan juga kisah yang ada disana.

"Yara, Richard, Jack dan William.." ia menyebutkan nama – nama Keturunan Kerajaan dari Glorfindel yang tertulis disana. "Richard, The Prince of Glorfindel.. Phoenix?" mulutnya berucap menyebutkan keterangan sebutan yang ditujukan pada pewaris Tahta Kerajaan Glorfindel yang memiliki kekuatan dari Dewa yaitu Api Bumi atau Api Abadi.

"Huaaa.. besok aku akan melihat gambaran sosok yang dicintai Elayne. Daebak!" Baekhyun berucap seorang diri dengan begitu bahagianya, ia kembali bangkit berdiri lalu menyandarkan dirinya pada pembatas balkon, kembali melihat pemandangan sekitarnya hingga atensi pandangan matanya terallih pada sosok pria yang tengah berdiri sembari menikmati secangkir kopinya tepat disebelah kamar hotelnya.

Logika dan hatinya bersepakat sosok pria yang baru saja ia lihat saat ini adalah pria tertampan selain Ayah dan Kakaknya, tidak ada yang bisa ia pungkiri dengan pernyataan itu.

"Yo Park Chanyeol!" dan pemandangan yang tengah Baekhyun nikmati harus terbuyarkan karena penggilan dari dalam kamar pria itu.

"Park Chanyeol.." Baekhyun berbisik menyebutkan kemungkinan nama pria yang baru saja ia lihat dan kagumi dalam waktu sesaat.

"Hey, kau tidak mandi?!" dan kali ini Baekhyun yang dipanggil oleh Luhan setelah gadis itu usai mandi.

Baekhyun mengangguk gagap serta bergerak kaku merasa dikagetkan dengan kehadiran Luhan yang secara tiba – tiba. Baekhyun berdiam sesaat disana sebelum akhirnya melangkah untuk masuk kedalam kamarnya, namun sebelum itu pun hatinya kembali meragu untuk melanjutkan langkahnya, kepalanya kembali menoleh pada balkon dimana Ia melihat pria itu disana.

Satu detik berlalu,

Dua detik,

Tiga detik,

Dan pria itu kembali terlihat berada disana, masih menggenggam cangkir kopinya, memandang lurus kedepan dan berdiri santai dengan salah satu tangannya yang berada didalam kantung celana.

1 menit berlalu dan Baekhyun masih berada dalam posisinya ikut memandangi bagaimana wajah priai itu dari samping.

Tampan.. batinnya berucap dan logikanya kembali bersepakat pada hal itu.

Dan pada menit berikutnya dirinya kembali dibuat gugup karena pria yang sedari tadi ia perhatikan kini menoleh ke arahnya dan menatapnya dalam diam, mulut Baekhyun bahkan tak bisa berucap untuk menyapa atau bahkan merespons karena keterkejutannya. Hanya debaran jantungnya yang berdebar cepat entah karena apa.

OF HEARTS AND LOVE

To be continue

29.02.20