SPY AND KILLER
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto, saya cuma pinjam karakternya
SPY AND KILLER © ShiraNoHikari
Genre: Crime/friendship/Romance (maybe)
Pairing: Sasuke Uchiha/Sakura Haruno
Warning : OOC, AU, typo bertebran dimana-mana, alur terlalu cepat, dll.
RnR
.
.
.
Chapter 1 : New Mission
.
.
.
Konohagakure, 23 Februari 2010
Cahaya matahari yang mencoba menerobos disela-sela gorden yang tersibak berkat tertiup semilir angin pagi itu, tak membuat sang pemilik kamar terganggu dari tidurnya.
Drrrttt,drrrrttt.
Dering ponsel yang berbunyi diatas nakas membangunkan seseorang dari tidurnya. Dengan malas seorang pria dengan gaya rambut emo hitam, mulai membuka matanya yang berwana hitam kelam dengan pancaran mata sayu. Dia mulai mencari kesadarannya hingga terkumpul sepenuhnya. Setelah kesadarannya terkumpul dia mulai mengangkat ponselnya.
"Moshi-moshi?" sahut pria tadi dengan suara serak–khas orang bangun tidur–. Dengan gerakan yang mengisaratkan keengganan pria itu bangkit dari tidurnya dan duduk ditepi ranjang.
"Kau ingat ini jam berapa?" tanya seseorang diseberang, dengan suara datar.
Oh shit! Batin sang pria kesal.
"Baiklah, aku akan segera kesana!".
Setelah mendapat telpon yang ternyata adalah dari sang pimpinannya, mau tidak mau dia harus segera bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, kalau tidak ingin kena omel sang pemimpin. Dengan cepat dia mulai masuk kedalam kamar mandi dan beberapa menit kemudian dia keluar dengan sudah mengenakan setelan jas berwarna hitam dengan kemeja dalam bewarna putih. Setelah itu dia mulai menghampiri cermin dan segera dia mengenakan dasi berwarna hitam dan sepasang sepatu hitam. Tidak lupa jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kanannya. Setelah merapikan penampilannya didepan cermin, dia segera melengos kearah nakas untuk mengambil kunci mobilnya, dan bergegas keluar apartemen-nya untuk berangkat ke kantor.
.
.
Mobil lambhorgini berwarna hitam senada dengan setelan jas yang dikenakan oleh sang pengemudinya, melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya. Beberapa saat kemudian mobil hitam itu tiba disebuah perkantoran. Ada yang unik dari perkantoran itu, memang dari luar terlihat seperti perkantoran biasa, tetapi didalamnya sungguh luar biasa. Itu adalah gedung atau markas para agen ISO (Investigation and Spy Organization). Sungguh adaptasi yang sempurna, supaya orang-orang bisa menganggap gedung itu sebagai gedung perusahaan biasa, mereka akan terkecoh akan hal itu.
Sebelum memasuki gerbang ada seorang penjaga yang mengecek setiap orang yang datang. Mobil itu berhenti, dan sang pengemudi menurunkan kaca mobilnya, setelah itu dia menyerahkan sebuah kartu, mirip seperti ID Card. Setelah diperiksa dan diijinkan masuk dia segera meluncur ke tempat parkir. Setelah memarkirkan mobilnya, segera dia memasuki pintu utama dengan meletakkan ID Card-nya pada alat pendeteksi–mirip dengan alat scaner. Setelah pintu terbuka segera dia masuk dan disambut dengan hangat oleh seorang resepsionis cantik bermata biru dan berambut pirang dengan gaya di ikat pony-tail, dengan name tag Yamanaka Ino.
"Selamat pagi, Uchiha-san!" sapanya, dan hanya dibalas anggukan oleh sang punya nama.
Setelah berjalan cukup lama menyusuri lorong-lorong dan menaiki lift akhirnya dia sampai didepan sebuah ruangan dengan pintu besi dan alat pendeteksi disana. Setelah menekan sebuah tombol yang terdapat di pojok kanan pintu, sebuah suara muncul "Siapa?" suara sang pemimpin atau yang sering disebut kapten. Dan suara yang selalu sama. Dia tau jika itu adalah rekaman.
"Saya, Sasuke Uchiha!" sahutnya datar. Setelah mendapat ijin masuk oleh sang ketua segeralah dia menempatkan kartu identitasnya di alat pemindai. Setelah itu terdengar suara Ting, dan pintupun terbuka.
"Sasuke Uchiha, agen kelas satu, berusia 25 tahun dan masih lajang." ucap sang kapten dengan nada mengejek atau lebih tepatnya menyindir.
"Oh ayolah, aku hanya telat beberapa menit, dan kau sudah begitu! Oh dan tadi itu apa? Berusia 25 tahun dan masih lajang? Kau bercanda ya?" jeda sebentar "sebaiknya kau urusi urusanmu sendiri, tidak usah mengurusi urusan orang lain." Sahut pemuda yang bernama Sasuke dengan nada sarkastik.
Sang kapten hanya tersenyum mendengar perkataan dari bawahannya dan juga menyandang sebagai seorang sahabatnya.
"Baiklah-baiklah, silahkan duduk. Kau akan mendapat misi baru, makanya aku memanggilmu kesini lebih awal dari jadwal liburmu. Oh iya, ini map merah berisi misi barumu kau pelajari dulu." Ucap sang kapten sambil menyerahkan map berwarna merah kepada Sasuke.
Setelah menerima map dari sang kapten yang sekaligus menyandang sebagai sahabatnya dia mulai membaca isi dari dokumen itu.
YOUR MISSION
Misi untukmu kali ini adalah menyelidiki tentang kasus pembunuh bayaran. Pembunuh itu telah membunuh beberapa siswa di Konoha Arts University. Para korban pembunuhan kali ini adalah 10 orang siswa dalam kurun waktu 2 bulan. Motif pembunuh masih belum diketahui. Bahkan pembunuhan kali ini dilakukan dengan sangat sempurna oleh sang pembunuh. Tidak ada sidik jari maupun barang bukti yang bisa dijadikan petunjuk. Sang pembunuh membunuh para korbannya hanya dengan menggunakan sebilah pisau yang selalu dia tinggalkan menancap di dada kiri korban, atau lebih tepatnya jantung korban. Tetapi telah diketahui bahwa rata-rata para korban adalah anak dari seorang pengusaha sukses dan juga korban diduga terlibat dengan kasus obat-obatan terlarang. Tetapi kasus yang melibatkan sang korban tersebut tidak tercium oleh pihak kepolisian.
Polisi sudah menyelidikinya, tetapi tidak ditemukan apapun sebagai barang bukti. Bahkan ada seorang saksi yang pernah melihat sang korban dibawa oleh sebuah mobil hitam, tapi ketika sang saksi ingin melapor dia menghilang begitu saja. Sampai saat ini tidak ada yang tahu dimana sang saksi berada.
Setelah selesai membuka dan membaca halaman pertama, Sasuke mulai membuka lembar kedua. Dia sangat terkejut akan apa yang dibacanya.
BIODATA AGEN YANG AKAN MENJALANKAN MISI
SASUKE UCHIHA
AGEN KELAS SATU
AGEN LAPANGAN
BERPARTNER DENGAN
SAKURA HARUNO
AGEN KELAS DUA
AGEN LAPANGAN
"Apa maksudnya ini?" tanya Sasuke dengan nada datar, dengan menyodorkan dan menunjuk-nunjuk dokumen lembar ke dua yang telah selesai dia baca.
"Untuk misi kali ini kau tidak bekerja sendiri. Ini bukan misi tunggal, tapi ini misi berpartner."
"Tapi aku selalu menjalankan misi tunggal, dan kapten tahu aku sulit bekerja sama!" ucap Sasuke tidak terima–masih dengan nada yang datar–akan apa yang barusan dikatakan oleh sang kapten.
"Ini misi yang sulit, jadi kau akan dibantu oleh agen itu. Dia akan kupromosikan menjadi agen kelas satu, jika berhasil dalam misi ini. Kau tidak akan kecewa dengan kerjanya." Sahut sang kapten tak mau kalah.
"Baiklah-baiklah, sekarang dimana partnerku?" jawab Sasuke mengalah.
Setelah tak lama Sasuke mengucapkan kata itu, bel ruangan pun berbunyi. Setelah pintu terbuka tampaklah wanita cantik bermata emerald dangan rambut sebahu berwarna softpink. Tingginya kira-kira 170-an, dengan tubuh yang langsing dibalut dengan baju hitam ketat ditutupi dengan jaket kulit coklat dan celana jeans hitam, tak lupa sepatu lapangannya. Dia terlihat pegitu cantik dan mempesona.
"Selamat pagi, Kapten Kakashi! Dan juga, selamat pagi Uchiha-san!." sapa Sakura hangat, dan hanya dibalas anggukan oleh dua orang pria yang sedang melihat kearahnya.
"Silahkan duduk Haruno-san!" perintahnya pada Sakura. Dan ditariknya kursi yang ada di samping Sasuke oleh gadis itu.
"Bagaimana kau tahu namaku?" tanya Sasuke penasaran, kenapa seseorang yang belum pernah dikenalnya bisa tahu namanya. Jangankan mengenalnya, melihatnya pun tidak pernah. Yah, walaupun mereka satu kantor.
"Hahaha . . . . pertanyaanmu lucu sekali Uchiha-san! tentu saja aku tahu siapa namamu. Jangankan aku, satu kantor pun tahu siapa Sasuke Uchiha itu. Siapa sih yang tidak tahu agen kelas satu yang hebat dan selalu berhasil menyelesaikan misi yang dikerjakannya," jawab Sakura semangat, seolah-olah sedang bercerita tentang sesuatu yang seru, dan tentu saja hal itu membuat pipi pucat Sasuke dihiasi oleh semburat merah tipis. Dan walaupun sebentar, tetapi hal itu sempat di lihat oleh kaptennya, Hatake Kakashi.
"Kalian mungkin belum saling mengenal dan bertemu. Nah, Sasuke ini Sakura Haruno, partnermu. Dan Haruno-san ini Sasuke Uchiha. Kalian berdua akan menjalankan sebuah misi, sebelum itu terimalah dan pelajari misimu kali ini Haruno-san," Kapten Kakashi menyerahkan map merah kepada Sakura, map yang sama seperti yang diberikan kepada Sasuke sebelumnya.
"Baiklah!" jawab Sakura setelah menerima map itu.
"Saya hanya akan menyampaikan beberapa hal yang terkait dengan misi kalian kali ini. Seharusnya tugas ini sudah diserahkan kepada kepolisian Konoha, tetapi setelah mengalami berbagai penyelidikan, misteri ini belum juga menemukan titik terang. Apalagi setelah kehilangan saksi,"
"Kehilangan saksi? Bagaimana bisa?" sela Sakura yang bingung dengan pernyataan sang kapten. Sedangkan Sasuke hanya diam dan menyimaknya, karena dia sudah membaca dokumen yang tadi dia terima.
"Ya benar, kehilangan saksi. Lebih jelasnya nanti kau baca sendiri di map yang telah ku berikan kepadamu." Perintahnya yang ditunjukkan kepada Sakura. Mendengar ucapan sang kapten Sakura hanya mengangguk patuh.
"Kalian akan berangkat menjalankan misi ini 2 hari lagi. Jadi persiapkan semuanya dengan baik," jeda… "Oh, dan iya, sudah disiapkan 2 apartemen yang akan kalian tempati. Dan ada pintu penghubung antara ruang 1 dan 2, bisa dibilang ruangan khusus lah. Dan jarak antara universitas dengan apartemen hanya berjarak 1 km saja." Tambahnya.
" Umm~ dan bagaimana cara kita menyelidikinya, apakah kita akan menyamar menjadi guru?" tanya Sakura bingung. Tentu saja, karena ini baru pertama kalinya dia mendapat misi pembunuhan yang korbanya hanya siswa dari universitas.
"Kalian akan menyamar menjadi siswa disana." Jawab kapten Kakashi tenang. Tetapi tidak tahu dampak yang akan terjadi.
1 detik
2 detik
3 detik
Dan …
"Apaa?!" respon Sasuke dan Sakura bersamaan. Mereka terkejut bukan main saat perkataan nista dari sang kapten keluar dengan lancarnya dari mulutnya.
Di kediaman Uchiha...
"Heeehhhh~ ini benar-benar misi yang menyebalkan," ujarnya pada diri sendiri. Ia teringat tentang perkataan sang kapten tadi siang. Menjadi siswa. Benar-benar lucu. Batinnya geli kala mengingat ucapan sang ketua. Tetapi setelah itu, ekspresi yang terlihat lumayan santai tiba-tiba menegang. Entah mengapa ia jadi ingat perkatan dari Sasori Akasuna. Ketua pembunuh bayaran yang 3 tahun lalu ia bunuh.
"Mungkin memang sekarang aku kalah. Tapi ingat, suatu saat kematianku akan dibalaskan oleh seseorang yang takkan pernah kau duga sebelumnya. Ingat itu Agen Uchiha!. Tak lama lagi!"
"Mungkin kejadian ini yang dibilang oleh Sasori pada saat itu. Baiklah kuterima tantanganmu." Setelah bermonolog akhirnya dia mulai mempersiapkan semuanya untuk menjalankan misi barunya.
Namun, jauh disana ada seorang perempuan yang memakai mantel hitam panjang bertudung. Sehingga tidak terlihat bagaimana rupa sang perempuan, hanya terlihat warna mata hijau bening yang menyala akan dendam. Dia sedang berdiri ditengah-tengah jembatan yang terbuat dari beton, sedangkan dibawahnya mengalir air sungai yang tenang.
"Sudah tiba saatnya untuk menuju keakhiranmu. Aku akan menepati janjiku Nii-san." gumamnya entah pada siapa dan apa maksudnya.
Spy and Killer. Chapter 1. (291116)
-TBC-
A/N
Hallo ha~ saya kembali lagi! Yeeaa~ ini chapter pertamanya udah saya update. Maaf jika kependekan atau kurang memuaskan. Mungkin jika ingin memberikan saran atau kritik juga saya terima–, silahkan mereview?. Dan terima kasih bagi yang sudah sempat mampir dan juga membaca fic absurd ini.
Dan juga terima kasih buat yang sudah me Review : YukiSakura Kensei29, Ranindri, fransiskasara33, hayaaeeh, Khoerun904.
Review kalian adalah semangat author untuk menulis.
SnH
Smg, 30052017.1723
