SPY AND KILLER
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto, saya cuma pinjam karakternya
SPY AND KILLER © ShiraNoHikari
Genre: Crime/friendship/Romance
Pairing: Sasuke Uchiha/Sakura Haruno
Warning : OOC, AU, typo bertebran dimana-mana, alur terlalu cepat, dll.
RnR
.
.
.
Chapter 2
.
.
.
Markas ISO, 25 Februari 2010
"Kalian sudah siap?" Tanya Kakashi memastikan kepada dua sosok yang sedang duduk didepannya. Sasuke Uchiha dan Sakura Haruno.
Serentak mereka mengangguk mantap sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh sang kapten. Tentu saja mereka sudah siap, kalau tidak, mana mungkin sekarang mereka ada di hadapan sang kapten.
"Baiklah ayo berangkat!" ucap sang kapten dan berdiri dari kursi yang didudukinya, diikuti oleh kedua bawahannya. Setelah mereka menaiki lift akhirnya mereka sampai dilantai 1, dan langsung saja mereka semua keluar kantor –sebut saja begitu–.
.
.
Jalanan nampak sengang, memang karena sekarang adalah jamnya untuk berada di kantor bagi yang bekerja dan di sekolah bagi yang sedang bersekolah. Nampak sedan hitam sedang melaju dengan tenangnya dijalanan. Sang penumpang pun tampaknya disibukkan dengan urusannya masing-masing. Sampai ada yang memecah keheningan itu.
"Kapten kakashi?" panggil Sakura dengan ragu. Karena takut mengganggu sang kapten. Merasa namanya dipanggil sang kapten hanya menengok dan berkata.
"Ada apa Haruno-san?" balas sang kapten dengan menaikkan salah satu alisnya bingung. Sedangkan yang ditanya hanya bingung dan ragu bagainmana caranya mengatakah hal itu kepada sang kapten. Takut sang kapten kecewa. Setelah terdiam untuk beberapa saat akhirnya Sakura memberanikan diri untuk menanyakan hal tersebut.
"Umm... begini, bagaimana kalau aku gagal dan malah terbunuh dalam misi kali ini?" jawab sekaligus tanyanya. Sakura tidak menatap mata sang lawan bicaranya, dia menunduk. Takut.
Dan yang ditanya seperti itu, hanya tertawa terbahak-bahak. Bahkan sampai Sasuke yang sedang duduk disamping Sakura tersentak kaget. Tentu saja, karena dia sedang mendengarkan musik melalui heatshetnya, dan bisa-bisanya tawa sang kapten itu lebih keras daripada volume musik yang didengarnya. Karena bingung dia mengernyitkan dahinya.
"Ada apa?" tanyanya bingung sambil melepas Heatshet dari salah satu telinganya.
"Tidak apa Sasuke." Mendapat jawaban itu Sasuke hanya mengangguk, dan kembali memasang heatshetnya lagi. Karena menurutnya itu memanglah tidak penting.
Sedangkan Sakura mengangkat kembali wajahnya yang tadi menunduk, setelah mendengar jawaban dari sang kapten–Lebih tepatnya tawa tidak jelas dari mulut sang kapten.
"Kenapa kapten tertawa?" tanyanya kesal, dan sedikit menggembungkan pipinya.
.
Lucu.
Batin Sasuke yang melihat raut kesal dan pipi yang menggebung milik Sakura. Setelah tersadar dari pikirannya dia segera menampik semua itu dan mulai melanjutkan kegiatan yang tadi sempat tertunda akibat tawa sang Kapten dan yang tidak mau diakuinya–ekspresi lucu milik Sakura.
.
Tentu saja, karena dia tadi sudah susah payah mengatakan itu dan malah dijawab dangan tawa tidak jelas dari sang kapten.
"Maaf, maaf. Begini, kamu tahu kenapa aku memilihmu untuk misi tingkat S kali ini?" Dan yang ditanya hanya menggeleng bingung.
"Karena aku percaya sama kalian berdua. Kau dan juga Sasuke. Jadi aku percayakan semuanya kepada kalian berdua, entah berhasil atau tidak. Tetapi aku yakin kalian pasti bisa!" lanjutnya dengan nada santai dan melihat jalanan didepan kaca mobil.
Mendengar jawaban dari sang kapten mata Sakura berbinar senang dan dia hanya membalas perkatan sang kapten dengan mengangguk mantap. Kali ini dia tidak akan mengecewakan sang kapten.
Setelah perjalanan yang memakan waktu hampir setengah jam akhirnya mereka semua sampai ditempat tujuan yaitu Konoha Arts University.
Mereka ber-tiga turun dari mobil setelah mobilnya terpakir ditempat parkir yang telah disediakan universitas.
"Waahhh~ ternyata sekolahannya besar ya!" Setelah turun dari mobil, Sakura langsung mengamati keadaan Universitas yang akan menjadi tempat penyelidikannya.
"Yah, begitulah," jawab sang kapten tanpa mengalihkan pandangannya dari bangunan luas nan besar yang sedang berdiri kokoh didepannya.
"Ayo masuk!" ajaknya dan mereka berdua hanya mengikuti sang kapten dengan diam. Tanpa banyak berkomentar. Sedangkan Sasuke? sedari tadi dia hanya mengamati dan tak berkomentar apapun.
Ruang Kepala Sekolah…
Setelah sampai dan masuk, tempat tujuan pertama mereka adalah Ruang Kepala Sekolah. Setelah didepan ruang Kepala Sekolah sang kapten mengetuk pintu ruangan. Sedangkan Sasuke dan Sakura berdiri dibelakang sang kapten.
Terdengar suara tegas mempersilahkan mereka masuk. Setelah mendengar perintah itu merekapun membuka pintu dan segeralah masuk.
Kesan pertama saat memasuki ruangan tersebut adalah mungkin hampir sama dengan ruang kepala sekolah pada umumnya, namun kali ini ada yang berbeda. Di ruangan itu terdapat kamera cctv disetiap sudut ruangan dan kaca tebal anti peluru. Apakah sebegitu ketatnyakah, atau cuma sebagai antisipasi. Entahlah. Mereka tidak ingin membahas soal itu. Karena memang mereka kesini bukan untuk mengurusi hal itu.
"Selamat pagi, Tsunade-sama! Kami dari ISO Konoha datang kemari untuk melakukan penyelidikan." ucap kapten Kakashi sopan dengan menunjukkan kartu identitas, diikuti oleh Sasuke dan Sakura.
"Oh, selamat pagi. Aku menunggu kedatangan kalian untuk memecahkan kasus yang terjadi di sini. Silahkan duduk." Sahut Tsunade juga tak kalah sopan walau suaranya terkesan sangat tegas.
Tsunade, seorang kepala sekolah yang berpenampilan cukup muda dari usia yang seharusnya. Wanita paruh baya itu memiliki rambut panjang pirang dan mata hazel. Untuk ukuran wanita yang berusia setengah abad, Tsunade memiliki wajah seperti seorang wanita berusia 30-an.
"Perkenalkan ini Sasuke Uchiha dan Sakura Haruno. Mereka yang aku tugaskan untuk menyelidiki kasus ini. Dan juga untuk menyamar menjadi Siswa disini. Mohon kerja samanya. Dan satu lagi, tidak ada yang boleh tahu tentang identitas mereka." Tunjuknya pada Sasuke dan Sakura yang sedang berdiri disamping Kapten Kakashi. Dan yang bersangkutan hanya mengangguk canggung.
"Tentu saja, apapun akan saya lakukan untuk menjaga identitas asli mereka. Dan juga mohon bantuannya."
"Baiklah kami permisi dulu." Setelah mengatakan itu kapten Kakashi dan Tsunade berjabat tangan dan mulai meninggalkan ruangan tersebut.
Setelah meninggalkan ruang kepala sekolah tempat yang meraka tuju adalah tempat mereka memarkirkan mobil. Setelah sampai di tempat mereka memarkirkan mobil, mereka memasuki mobil tersebut dan setelah itu mereka semua meninggalkan universitas tersebut. Menuju ke Apartemen yang akan mereka tinggali.
.
.
Setelah perjalanan sekitar 10 menit dari universitas, mereka sampai di Lobi apartemen. Dan mereka bertiga turun dari mobil. Sebelumnya Sakura dan Sasuke mengambil perlengkapan mereka di Bagasi mobil.
"Baiklah ini apartemen yang telah kami sewakan untuk kalian berdua. Ini kuncinya," kapten Kakashi menyodorkan kunci kepada Sasuke dan Sakura.
"Kalian akan mulai menyamar mulai besok, dan semoga sukses. Aku pergi dulu." Tambahnya dan hendak berbalik untuk pergi, tetapi ketika ia teringat sesuatu ia akhirnya kembali berbalik menghadap Sasuke dan Sakura dan berkata. "Oh iya, sudah kusediakan satu mobil untuk kalian di Garasi." tambahnya cepat, dan kembali melanjutkan berjalannya menuju mobil. Setelah masuk kedalam mobil, kapten Kakashi melambaikan tangan kepada Sasuke dan Sakura, dan hanya disambut lambaian tangan oleh Sakura dan mengucapkan. "Sampai jumpa, Kapten!".
Sedangkan Sasuke. Dia hanya mendengus bosan.
"Kau mau masuk atau hanya diluar dengan melambaikan tangan tidak jelas seperti itu?" komentar Sasuke malas atas tindakan yang dilakukan Sakura. Dan yang bersangkutan langsung menghentikan tindakannya dan mendelik kearah Sasuke.
"Huuhh~ Menyebalkan!" gumam Sakura kesal atas perkataan Sasuke tadi. Seperti mendengar gumaman Sakura yang mengatai dirinya, akhirnya dia membalikkan badannya menghadap Sakura. Sedangkan Sakura merasa beringsut dengan tatapan tajam dan mengintimidasi milik Sasuke.
"Kau berkata sesuatu, Nona?"
Sakura yang ditanya seperti itu hanya bisa menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Dia salah tingkah.
"Tidak kok. Mungkin anda salah dengar. Hehe~" jawabnya diiringi dengan tawa canggung.
"Ayo masuk! Atau anda ingin tetap disini?" ajak Sakura yang berjalan lebih dulu meninggalkan Sasuke yang masih cengo.
'apa-apaan ini cewek!' batin Sasuke kesal.
"Menyebalkan." gumamnya tidak jelas. Tetapi sepertinya masih bisa didengar oleh Sakura walau samar.
"Kau mengatakan sesuatu, Tuan irit bicara?"
"Tid– apa kau bilang? Kau memanggilku apa…? 'Tuan irit bicara' hah! Nona cerewet?" balas Sasuke sarkastik. Kesal dikatai begitu. Tetapi kenyataannya iya. Dasar Sasuke, tidak mau mengakuinya.
"Sudahlah lupakan. Ayo masuk!" Jawabnya mengakhiri perdebatannya dengan Sasuke.
.
Sedangkan diwaktu yang sama ada seseorang yang sedang membatin 'Permainan segera dimulai Uchiha-san.' Diakhiri dengan seringaian berbahaya.
Spy and Killer. Chapter 2. (291116)
-TBC-
A/N
Hallo ha~ saya kembali lagi! Yeeaa~ ini chap 2 nya udah saya update. Maaf jika kependekan atau kurang memuaskan. Mungkin jika ingin memberikan saran atau kritik juga saya terima–, silahkan mereview?. Dan terima kasih bagi yang sudah sempat mampir dan juga membaca fic absurd ini.
Terima kasih bagi yang sudah mereview. Tapi maaf saya belum bisa bales review kalian.
Review kalian adalah semangat author untuk menulis.
SnH
Smg, 30052017.1723
