SPY AND KILLER
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto, saya cuma pinjam karakternya
SPY AND KILLER © ShiraNoHikari
Genre: Crime/friendship/Romance
Pairing: Sasuke Uchiha/Sakura Haruno
Warning : OOC, AU, typo bertebran dimana-mana, alur terlalu cepat, dll.
RnR
.
.
.
Chapter 3 : Surat Misterius
.
.
.
Konoha Arts University, 7.30 a.m
Cuaca kali ini tampak sangatlah mendukung untuk melakukan aktivitas luar ruangan. Cerah dengan semilir angin pagi. Termasuk cuaca yang sangat mendukung untuk bersekolah. Tetapi tidak untuk seorang wanita dan seorang pria yang sedang berdiri didepan gerbang salah satu universitas di Konoha. Mereka berdua menatap horor pada bangunan bertingkat didepan mereka. Sampai salah satu dari mereka mulai angkat bicara.
"Ini tidak mimpi kan? Kita kembali menjadi mahasiswa lagi, huh~ merepotkan." Ujar Sakura tanpa mengalihkan pandangan. Sedangkan pria yang berada disampingnya hanya mendengus bosan.
"Hn. Baiklah ayo kita masuk!" setelah mengucapkan kata itu Sasuke mulai meninggalkan tempat semula dan berjalan pergi meninggalkan Sakura yang masih dibelakang dengan tampang kesal. Tentu saja, sudah sering dia ditinggal oleh rekannya itu.
"Hei tunggu!"
Setelah berjalan memasuki gedung tersebut, tujuan pertama mereka adalah ruang kepala sekolah.
Pagi ini universitas masih cukup sepi karena memang produktivitas belajar mengajar terjadi pukul 8.00 a.m. Sedangkan Sakura dan Sasuke berangkat setengah jam lebih awal.
Tujuan mereka jelas ingin melihat seluk beluk universitas yang akan menjadi tempat penyelidikannya.
Tok Tok Tok..
"Masuk!" sahut suara yang berada dibalik pintu yang baru saja diketuk oleh Sasuke. Mereka tahu suara siapa itu. Suara milik kepala sekolah universitas.
Setelah berada di dalam mereka menyapa kepala sekolah—Tsunade. "Selamat Pagi, Tsunade-sama.".
"Selamat pagi juga, Uchiha-san dan Haruno-san!. Silahkan duduk." Sapanya balas.
Setelah di persilahkan duduk oleh kepala sekolah, akhirnya mereka pun duduk tepat di kursi depan kepala sekolah.
"Sebelumnya saya mau tanya, nanti kami akan masuk ke kelas apa?" tanya Sasuke dengan suara datar namun terkesan sopan.
"Kalian akan masuk ke-kelas musik 1, digedung B. Karena para korban banyak yang berasal dari kelas tersebut." Jawab Tsunade dengan tatapan serius dan juga nada yang serius.
Setelah itu mereka bertiga berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan pergi meninggalkan ruangan untuk menuju ke gedung B tempat Sakura dan Sasuke akan menyamar menjadi mahasiswa. Sedangkan kepala sekolah hanya mengantarkan mereka menuju ketempat tersebut.
Koridor Gedung B sudah tampak sedikit lebih ramai, dan banyak para mahasiswa dan mahasiswi sibuk berjalan menuju keruang kelas masing-masing.
Karena memang mereka ingin cepat sampai ke kelas mereka, karena 5 menit lagi bel masuk akan segera berbunyi.
Setelah beberapa menit berjalan dan mendengarkan cerita tentang seluk beluk universitas dari Tsunade akhirnya mereka sampai di depan kelas mereka.
Dan tidak terasa bel masuk sudah berbunyi dari beberapa menit yang lalu.
Tok Tok Tok..
Tsunade mulai mengetuk pintu di depannya dengan mantap. Setelah itu ada seseorang dengan rambut ungu panjang dan mempunyai mata berpupil lavender keluar dari ruangan tersebut.
Dan ketika melihat siapa yang datang, orang itu langsung membungkuk hormat. Ternyata dia adalah guru yang sedang mengajar dikelas tersebut.
Di lihat dari nametag-nya dia bernama Hinata Hyuga. Setelah kembali menegakkan badannya dia bertanya ada apa sampai kepala sekolah datang kesini, dan kepala sekolah memberitahu bahwa ada murid baru yang akan masuk kekelas ini.
Didalam Kelas...
"Semuanya, kita akan mendapatkan teman baru disini. Silahkan masuk!" setelah berbicara dengan kepala sekolah tadi Hinata memberi tahu kepada semua murid yang ada didalam kelas tersebut, bahwa ada murid baru yang akan masuk ke kelas ini.
Setelah dipersilahkan masuk oleh Hinata, akhirnya Sasuke dan Sakura masuk kedalam kelas. Sesaat mereka melihat keadaan kelas, runagan yang banyak sekali dipenuhi dengan berbagai macam alat musik dan sebuah Grand piano hitam di sudut depan ruangan, dan dengan penataan tempat duduk di buat bertingkat. Terdapat lima tingkat tempat duduk diruangan itu. Mereka sadar bahwa tidak ada yang mencurigakan dikelas tersebut.
Ruang kelas dipenuhi dengan bisik-bisik dari para penghuninya saat Sasuke dan Sakura memasuki kelas tersebut. Setelah berdiri didepan kelas Sakura memperkenalkan diiri trlebih dulu.
"Perkenalkan nama saya Sakura. Sakura Haruno. Saya pindahan dari Suna. Salam kenal semuanya!" senyum Sakura tetap mengembang saat dia mengenalkan dirinya didepan kelas.
"Saya Sasuke. Sasuke Uchiha." Dan setelah mendengar ucapan Sasuke yang terdengar sangat simpel, singkat dan padat (baca: irit) semua yang ada dikelas tersebut menatap horor kearah Sasuke.
Pasalnya mereka baru pertama kalinya mendengar perkenalan diri yang seirit itu dan juga nada suara yang terkesan datar. Sedangkan Sakura yang berada disebelahnya hanya bisa menganga tak percaya. 'tidak ada ramah-ramahnya sekali orang ini'. Batin Sakura kesal.
"Baiklah kalian boleh duduk. Semoga kalian cepat akrab." Hinata Hyuga, guru yang masih bisa dibilang muda. Dan sepertinya usianya tidak jauh berbeda dari Sasuke.
"Sebelum memulai pelajaran, bagaimana kalau salah satu dari kalian menampilkan sesuatu? Seperti memainkan sebuah lagu dengan piano? Bagaimana, Sasuke-san, Sakura-san?" ucap Hinata, setelah Sasuke dan Sakura baru saja duduk di kursi paling belakang.
Mereka berdua terkejut dengan permintaan yang tiba-tiba itu. sedangkan semua penghuni ruangan tersebut sudah mulai tidak sabar.
"Bagaimana ini Uchiha-san? Aku tidak bisa bermain alat musik?" Sakura bahkan sudah terlihat bingung. Pasalnya dia tidak bisa bermain alat misik. Tentu saja ini bukan salahnya, karena dia hanya dilatih untuk menghadapi sesuatu yang berbahaya. Jadi dia tidak pernah belajar musik, yang dia pelajari dan ketahui adalah hanya begaimana cara bertarung, menembak tepat sasaran, dan mengalahkan musuh. Dan jika Sakura mulai takut, salahkan Kaptennya yang telah menyuruhnya menyamar menjadi murid lagi.
"Baiklah, siapa?… oh Sasuke-san. Mau memainkan apa?."
" Clair de Lune karya Debussy." Sasuke mulai melangkah menuju ke satu-satunya Grand piano di kelas tersebut.
Sasuke mulai membuka piano tersebut, setelah itu dia mulai duduk dikursi yang telah disediakan.
Sasuke meletakkan ke sepuluh jarinya di atas tuts piano itu. Dan secara perlahan namun pasti Sasuke mulai menekan tuts piano dengan sangat lembut, sehingga nada yang di timbulkan sangat indah.
Semua yang berada di dalam kelas itu tercengang dengan permainan Sasuke yang sangat indah. Suara dari piano yang di timbulkan berkat sentuhan Sasuke memngalir dengan sangat sempurna.
Bahkan Sakura sangat terkejut dengan permainan Sasuke, tapi entah mengapa suara dari piano tersebut terdengar sangat menyedihkan.
'Indah sekali' batin Sakura, secara tidak sadar dia mulai menikmati permainan Sasuke.
Hingga permainan Sasuke selesai semua penghuni ruangan tersebut masih dibuat terkagum-kagum. Dan setelah permainan Sasuke usai, semua yang berada di ruang kelas tersebut bertepuk tangan.
"Wah, indah sekali! Baiklah, terima kasih Sasuke-san. Anda boleh duduk." Komentar Hinata yang telah melihat permainan Sasuke tadi.
Sedangkan sasuke hanya mengangguk dan kembali ke tempat duduk semula.
"Uchiha-san, itu tadi indah sekali. Dari mana kamu belajar main piano? Sedangkan kita kan—," Sakura sengaja menggantungkan kalimatnya, tetapi sepertinya Sasuke paham apa yang akan di katakan Sakura.
"Dulu aku pernah ikut belajar piano." Jawab Sasuke tanpa minat. Dan jawaban tersebut jugalah yang mengakhiri perbincangan singkat mereka.
.
.
Sasuke dan Sakura berjalan keluar dengan berdanpingan. Mereka sengaja keluar paling akhir untuk menghindari para mahasiswa yang berlalu lalang.
Seperti biasa, mereka berjalan dengan diselimuti keheningan sampai Sakura mulai membuka pembicaraan.
"Uchiha-san?" panggil Sakura lirih.
Merasa namanya dipanggil Sasuke hanya menoleh kearah Sakura.
"Panggil saja Sasuke. Ada apa?" jawab Sasuke datar. Tak kunjung mendapatkan jawaban dari sang pemangil, akhirnya Sasuke melanjutkan berjalannya.
"Hei, tunggu!" setelah merasa ditinggal lagi oleh partnernya, Sakura berlari mengejar Sasuke yang langkahnya setara dengan langkah kaki kuda, menurut Sakura.
"Kau itu kenapa sih, selalu meninggalkan aku?" protes Sakura, setelah berhasil menyamai langkah kaki Sasuke.
"Aku ini sedang bicara sama kamu? Bukan sama tembok." Protesnya lagi, karena tak mendapat jawaban dari sang lawan bicara.
"Lalu?" dan dengan nistanya hanya kata 'lalu' yang dapat keluar dari bibir Sasuke. Mendengar itu Sakura menoleh kearah Sasuke dan menggembungkan pipinya kesal.―seperti anak kecil saja—.
Melihat hal itu, rasanya Sasuke ingin sekali tertawa. Tapi diurungkan niatnya, karena dia melihat obsidian hijau milik Sakura.
Seperti dia pernah melihat warna mata yang sama persis sebelumnya.
Mendapati Sasuke yang sedang menatapnya dengan aneh Sakura menghentikan aksinya.
"Warna matamu—," gumam Sasuke, dengan mengulurkan tangannya hendak menyentuh wajah Sakura.
Sedangkan Sakura yang mendapati tingkah aneh Sasuke hanya menatapnya bingung. Dan setelah sadar atas tindakannya tadi, Sasuke kembali menarik tangannya dan memalingkan wajah.
Tersadar akan ucapan Sasuke tadi, Sakura bertanya. "Tadi kau bilang warna mataku kenapa?".
"Apa kau…menggunakan softlens?" bukannya menjawab Sasuke malah balik tanya ke Sakura.
"Tentu saja tidak! Ini asli tahu. Memang ada apa?" Jawab Sakura sewot tak terima atas ucapan Sasuke tadi.
"Tidak. Hanya saja, aku sepertinya pernah melihat warna mata yang sama."
DEG!
Sakura terkejut mendengar ucapan Sasuke. "Kan banyak warna mata hijau."
"Iya, aku tahu. Tapi... itu berbeda…. Sudahlah lupakan." jelas Sasuke.
Pembicaraan mereka berakhir sampai disitu, setelah tidak ada lagi yang mau buka mulut. Dan perjalanan mereka ke tempat parkir hanya diselimuti dengan keheningan—lagi—.
Mereka berdua tengah disibukkan dengan pemikiran mereka masing-masing, dan hanya mereka dan tuhan sendirilah yang tahu, apa yang sedang mereka pikirkan.
Setelah sampai ditempat parkir mereka mencari mobil yang tadi dikendarai oleh mereka berdua. Setelah menemukan segeralah mereka masuk.
Seperti biasa keheningan menyelimuti perjalanan menuju apartemen. Setelah sampai mereka memarkirkan mobilnya ke garasi yang telah disediakan. Setelah turun dari mobilpun mereka masih diselimuti keheningan abadi. Tak ada satupun dari mereka yang ingin memulai percakapan.
Tak lama berjalan mereka akhirnya sampai ke pintu apartemen mereka masing-masing. Setelah masuk tak ada yang mencurigakan dari apartemen mereka kecuali sepucuk surat yang merekan temukan diatas kasur mereka.
Tanpa pikir panjang, Sakura mengambil surat itu dan segera berlari menuju pintu penghubung yang menghubungkan apartemennya ke apartemen Sasuke.
Dengan terburu-buru Sakura membuka pintu itu dan tanpa sengaja setelah dia membuka pintu, dia menabrak Sasuke dengan keras. Sakura memejamkan matanya dengan kuat-kuat, takut kalau-kalau dia jatuh. 'Ada yang aneh, seharusnyakan aku merasa sakit karena jatuh?' Pikir Sakura.
"Apakah aku masih berada di Bumi?" tanya Sakura entah pada siapa.
"Tentu saja, Nona cerewet. Cepat menyingkir dari atas tubuhku!" seperti mendengar suara dibawahnya segeralah Sakura membuka matanya. Dan apa yang dilihatnya setelah ia membuka mata.
Terkejut bukan main Sakura, saat pemandangannya menatap pada seorang laki-laki dibawahnya. Pantas saja dia jatuh tidak terasa sakit. Karena dibawahnya ada kasur, eh ralat maksudnya tubuh Sasuke. Orang yang ditabraknya.
Karena sadar akhirnya Sakura segera berdiri, dan juga segera membantu Sasuke berdiri.
"Kalau jalan itu pakai mata bukan pakai tangan!" omel Sasuke setelah berhasi berdiri.
"Maaf, aku tidak sengaja. Lagian siapa suruh berdiri di depan pintu." balas Sakura tidak terima dan tidak mau di salahkan.
"Sudahlah. Aku cuma mau memberi tahu tentang ini."
Setelah melihat sepucuk surat yang disodorkan Sasuke, Sakura juga teringat akan surat yang sama.
"Aku juga dapat. Ini." Sakura juga menyodorkan surat yang sama ke hadapan Sasuke.
Setelah itu tanpa pikir panjang mereka berdua membuka dan mulai membaca surat itu.
To: Agent Sasuke Uchiha
HAI SASUKE UCHIHA, SELAMAT DATANG DIPERMAINANKU.
DIMANA AKHIR DARI PERMAINAN INI ADALAH KEMATIANMU.
KAU HARUS MEMBAYAR AKIBAT APA YANG TELAH KAU PERBUAT TIGA TAHUN YANG LALU. DAN JUGA, JAGALAH ORANG-ORANG YANG BERADA DISEKITARMU ATAU PUN ORANG-ORANG YANG KAU SAYANGI.
SEMOGA KAU MENIKMATI PERMAINANKU YA!.
Have a nice game
Black Rose
"HAH, BLACK ROSE!" seru Sasuke dan Sakura bersamaan.
Spy and Killer. Chapter 3. (291116)
—TBC—
A/N :
Saya sangat berterima kasih bagi yang sudah membaca ff saya ini. Dan terima kasih bagi yang sudah mereview. Maaf belum bisa balas review kalian.
SnH
Smg, 19062017.0153pm
