SPY AND KILLER

.

.

Naruto © Masashi Kishimoto, saya cuma pinjam karakternya

SPY AND KILLER © ShiraNoHikari

Genre: Crime/friendship/Romance (maybe)

Pairing: Sasuke Uchiha/Sakura Haruno

Warning : OOC, GaJe (pasti), typo bertebran dimana-mana, alur terlalu cepat, dll.

RnR

.

.

.

Chapter 4 : Black Rose

.

.

.


Di sudut bagian utara Konoha, terdapat sebuah club malam. Di dalam club tersebut ada seseorang yang sedang termenung memikirkan sesuatu. Sampai-sampai segelas wine dihadapannya tidak dihiraukannya.

Dentuman musik yang di mainkan DJ pun tak kalah dihiraukannya. Sepertinya pikirannya masih memikirkan kejadian tadi sore, saat dia menemukan dan membuka isi surat dari seseorang yang menamai dirinya sebagai Black Rose.

"Jadi sudah dimulai ya?" tanya-nya retoris pada diri sendiri.

Setelah selesai melamun, tangan Sasuke meraih segelas Wine yang sedari tadi tak disentuhnya. Perlahan-lahan cairan itu masuk kedalam mulutnya dan membasahi kerongkongannya. Menurut Sasuke segelas alkohol dapat menenangkan pikirannya―dasar orang aneh, bukankah alkohol dapat merusak tubuh ya―.

Setelah selesai meneguk ludes Wine-nya Sasuke kemudian hendak memanggil waiter, tetapi diurungkannya ketika dia melihat seseorang mengenakan jubah serba hitam sedang berbicara dengan dua orang yang berada didepannya.

Entah mengapa Sasuke sepertinya tertarik dengan pembicaraan orang itu. Di tajamkannya pendengarannya untuk mendengarkan pembicaraan mereka, walau samar, kerena memang dentuman musik terlalu keras. Sasuke sedikit mendengar salah seorang dari mereka menyebutkan nama yang sudah tak asing lagi bagi Sasuke. Nama yang akhir-akhir ini membuatnya penasaran.

Black Rose. Ya, nama itu. Tapi mengapa ?

"Kenapa mereka menyebut nama Black Rose? Atau jangan-jangan orang yang berada dihadapan mereka itu… dia …" tangan Sasuke sudah mengepal dengan kuat. Ingin rasanya dia menghampiri-nya, tapi disaat seperti ini dan di tempat umum dia tidak boleh ceroboh. Sambil menahan emosi dan rasa penasarannya dia kembali menajamkan pendengarannya. Tapi percuma dia tidak bisa mendengarkan apa-apa.

"Ini tugas kalian!" ucap seseorang, yang kalau didengar suaranya seperti suara seorang perempuan. Orang itu mengenakan jubah serba hitam, dan seperti menyerahkan sesuatu kepada dua orang yang berada didepannya. Seperti sebuah dokumen yang diletakkan didalam sebuah amplop coklat. "Tapi ingat, jangan sampai meninggalkan jejak?! Paham".

"Baik, Black Rose!" jawab kedua orang itu serempak. Sepertinya mereka bawahan dari seseorang yang mengenakan jubah hitam itu.

Di karenakan kepekaannya yang sangat tajam, orang yang dipanggil Black Rose seperti menyadari sesuatu. 'Dia ada disini' batin-nya, ditambah dengan seringaian yang mengembang di bibirnya. Menyadari ada yang aneh dari sang atasan, kedua orang bawahannya saling pandang.

"Adakah sesuatu Black Rose?" karena bingung dengan tingkah sang atasan, salah satu dari mereka memutuskan untuk bertanya.

Mendengar itu Black Rose kembali memasang tampang dingin dan menghilangkan seringaiannya. "Tak ada. Sebaiknya kalian cepat pergi dari sini. Dan satu lagi, jangan menoleh kebelakang!". Mendengar perintah tegas dan mutlak dari sang atasan kedua bawahannya itu hanya mengangguk patuh, dan mulai berbalik pergi meninggalkan club malam itu dan juga tentu saja sang atasan.

"Ini akan menarik!".

"Mau kemana dia?" melihat orang yang dianggapnya sebagai Black Rose atau pembunuh itu beranjak pergi, Sasuke buru-buru mengikutinya. Dia tidak ingin kehilangan jejaknya.

Cukup lama dia mengikuti Black Rose. Dia sudah lelah jika harus terus mengikutinya begini. Sasuke berjalan semakin cepat, semakin cepat, tetapi orang yang sedang diikutinya sepertinya menyadari jika Sasuke sedang mengikutinya dan akan menangkapnya, jadi dia juga melangkah lebih cepat. Sampai pada akhirnya kejar-kejaran pun tak terelakan.

'Dia mau kemana?' batin Sasuke kesal saat menyadari orang yang sedari tadi dikejarnya berlari menuju ke sebuah jalan yang bisa dibilang masih cukup ramai, padahal ini sudah menunjukkan dini hari. Sasuke semakin bingung mengapa orang yang dikejarnya itu semakin mengarah ketempat yang lebih ramai. Hingga mereka tiba disebuah taman umum yang ramai, akan tetapi Sasuke kehilangan jejak Black Rose.

"Oh shit! Kemana dia lari? Jangan-jangan dia sengaja membawaku ketempat yang ramai supaya dia bisa lari?!" umpat Sasuke yang tengah kesal.

Setelah mencari-cari tapi tidak menemukan orang yang sedari tadi di carinya, akhirnya Sasuke memutuskan untuk duduk dan menghubungi Sakura.

"Sakura?"

"Ya. Ada ap-"

"Aku tadi bertemu dengan Black Rose." Potong Sasuke cepat. Sedangkan Sasuke tidak tahu bahwa Sakura sangat kesal terhadapnya, karena seenaknya memotong perkataanya.

"Kau ada di mana?" jawab Sakura yang terdengar jelas sekali lagi kesal.

"Taman kota bagian utara Konoha. Dekat restoran cepat saji."

"Baiklah aku kesana. Tunggu sebantar!"

Terlihat sebuah mobil dengan kecepatan tinggi yang membelah jalanan kota yang sepi, dengan pengemudi yang terlihat sangat kesal. "Dia itu apa-apaan sih?! Memotong perkataan orang seenaknya!" Dumel Sakura retoris.

"Disinikah? Ah sudahlah cari dulu." Setelah tiba di taman kota segeralah dia memarkirkan mobilnya di tepi jalan, dan langsung mencari Sasuke. Partnernya. Setelah mencari cukup lama akhirnya dia menemukan partnernya.

"Sasuke?!" panggil Sakura setelah menemukan keberadaan Sasuke. Merasa dipanggil Sasuke menoleh kesumber suara yang memanggilnya.

Setelah memastikan bahwa itu adalah Sasuke Sakura segera menuju ke bangku yang sedang diduduki oleh Sasuke dan duduk di sebelahnya.

"Dimana kau bertemu dengan-nya?" tanya Sakura setelah duduk disamping Sasuke. Dan menghadap kearah Sasuke.

"Di club malam. Cukup jauh dari sini." Jawab Sasuke dengan suara datar dan pandangan menatap depan.

"Kenapa malam-malam kau keluyuran? Ke club lagi. Kau itu—"

"Bukan urusanmu." Potong sasuke cepat. Lagi. Sepertinya Sasuke suka sekali memotong perkataan partnernya. Sedangkan Sakura yang perkataannya dipotong oleh Sasuke hanya memilih untuk mengalihkan pandang ke depan. Sakura sudah mulai terbiasa dengan Sikap Sasuke yang suka sekali memotong perkataanya. Sakura hanya bisa menghela napas pasrah.

Setelah itu mereka terdiam cukup lama. Tidak ada yang ingin mulai membuka pembicaraan. Saat mereka masih disibukkan dengan pemikiran masing-masing, terdengar teriakan dari seorang wanita yang tak jauh dari tempat kedua agen itu berada. Sontak saja mereka langsung berdiri dan berlari menuju asal sumber teriakan tersebut.

Sesampainya disana mereka dikejutkan dengan mayat seorang wanita yang sudah terbujur kaku. Tanpa pikir panjang lagi, Sakura mulai mendekati mayat tersebut. Sedangkan Sasuke, dia sedang menelpon pihak polisi setempat supaya melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Setelah selesai menelpon, Sasuke berjalan kearah Sakura dan menanyainya, "Bagaimana? Apa yang terjadi?"

"Aku tidak yakin. Sepertinya wanita ini dibunuh oleh—" jawab Sakura merasa tidak yakin dengan apa yang ditemukannya didekat mayat tersebut.

"Apa maksudmu?"

"Ini."tanpa banyak menunggu, Sakura menyerahkan sebilah pisau yang ditemukannya tergeletak disamping mayat korban. Paham akan maksud Sakura, Sasuke mengambil pisau itu dari tangan Sakura. Di perhatikannya pisau itu lekat-lekat, sampai akhirnya Sasuke terkejut dengan apa yang dipikirkannya barusan.

"Sudah kubilang kan. Maka dari itu aku tidak yakin." Karena paham akan apa yang partnernya pikirkan, Sakura mengarahkan pandangannya ke mayat wanita itu sekilas dan kembali menatap sasuke, "Tapi aku yakin itu Dia. Aku sudah mengeceknya sendiri, dia mati hanya dengan satu luka tusuk tepat dijantungnya. Itu seperti cara membunuhnya Black Rose pada korban sebelumnya."

'Black Rose.' Batin Sasuke, seraya tangannya menggenggam erat ganggangan pisau yang dibawanya.

—TBC—

A/N

Wahh~ udah lama enggak update. Maap ye, karena baru bisa up nih FF.

SnH

Smg, 17092017 (1842)