SPY AND KILLER

.

.

Naruto © Masashi Kishimoto, saya cuma pinjam karakternya

SPY AND KILLER © ShiraNoHikari

Genre: Crime/friendship/Romance (maybe)

Pairing: Sasuke Uchiha/Sakura Haruno

Warning : OOC, GaJe (pasti), typo bertebran dimana-mana, alur terlalu cepat, dll.

RnR

.

.

.

Chapter 5 : Kemungkinan

.

.

.

Di dalam ruangan yang terlihat sedang, bisa dibilang ruangan itu tidak terlalu besar namun juga tidak bisa dikatakan kecil. Ya, jadinya ruangan sedang—(ngomong apaan sih)

Di ruangan itu hanya terdapat tiga orang, yang satunya seorang wanita dan dua orang lainnya adalah pria. Mereka seperti sedang membicarakan sesuatu dengan sangat serius.

"Jadi, bagaimana hasilnya?" tanya salah seorang dari mereka.

"Menurut identifakasi dari tim forensik, diketahui bahwa orang itu bernama Sasame. Dia adalah salah satu pengedar narkoba antara desa Suna dan Konoha. Dan dia tewas hanya dengan satu luka tusuk tepat dijantungnya." Jawab seorang lagi. Dia duduk berhadapan dengan dua orang lainnya.

"Ini aneh. Kapten, bukankah orang itu adalah orang luar? Sejauh ini Black Rose tidak pernah membunuh orang luar. Tapi jika dilihat dari cara dia mati, itu seperti Black Rose yang membunuhnya." Kali ini Sakura—satu satunya wanita yang berada diruangan itu, menimpali perkataan seseorang yang dipanggilnya sebagai kapten.

"Bagaimana menurutmu, Sasuke?" kali ini pertanyaan dari sang kapten yang diajukan kepada bawahannya yang sedari tadi tidak menyuarakan pendapatnya.

"Aku tidak tahu. Jika ini benar-benar Black Rose, apa yang sebenarnya dia inginkan? Mengapa dia memainkan permainan ini? Dan—"

"Sudahlah, bertanya padamu juga percuma Sasuke. Pikiranmu sedang tidak berada di sini." Sang kapten memotong cepat perkataan dari bawahannya, yang malah balik bertanya.

'Ya, kau benar. Pikiranku sedang tak menentu.'

Dan respon yang diberikan Sasuke hanyalah menghela napas lelah. Tentu saja dia lelah, lelah dengan semua permainan konyol yang dimainkan oleh orang gila—ya gila, Black Rose benar-benar orang gila. Demikian lah pendapat Sasuke mengenai seorang Black Rose.

"Kalian kembalilah ke apartemen kalian. Istirahat lah sebentar, aku akan memikirkan cara untuk menangkapnya. Jika ada kabar terbaru aku hubungi kalian."

"Tapi kapten, kita tidak bisa bersantai-santai sedangkan pembunuh itu berkeliaran mengancam penduduk sipil." Mendengar ucapan sang kapten, Sakura lantas langsung menolak hal tersebut. Dia berpikir bagaimana dia bisa beristirahat dengan tenang sedangkan pembunuh itu masih berkeliaran.

"Kita butuh tenaga ekstra untuk mencari dan menangkap Black Rose. Jadi, istirahat yang cukup diperlukan. Dan kalian juga harus masih kembali memerankan peran kalian sebagai murid." Tidak terpengaruh ucapan dari Sakura, Kakashi berkata dengan tenang sambil menyenderkan punggungnya disenderan kursi.

"Tapi—"

"Sudahlah. Aku mau kembali dulu." Tidak ingin mendengar keributan yang tidak jelas berakhir seperti apa, Sasuke memotong cepat perkataan Sakura. Sepertinya sekarang ini sudah menjadi kebiasaan baru untuk Sasuke memotong perkataan dari Sakura.

Sedangkan Sakura hanya menghela napas pasrah. Sudah biasa perkataannya dipotong oleh seorang Sasuke, dan saat ini jujur saja Sakura sudah cukup terbiasa dengan kebiasaan Sasuke itu. Yah, walaupun itu sangat menyebalkan bagi Sakura, tapi mau bagaimana lagi, dia tidak akan pernah bisa menang jika berdebat dengan Sasuke. Yang ada malahan akan membuat Sakura tambah kesal.

"Ya sudahlah. Kapten, kami kembali ke apartemen dulu. Selamat malam." Sakura berdiri, lalu membungkuk sembilan puluh derajat kearah sang kapten. Setelah itu Sakura berbalik badan dan meninggalkan ruangan itu dan hanya meninggalkan sang kapten dengan sejuta tanda tanya dipirannya.

.

.

"Sasuke. Hey, Sasuke! Kenapa dari tadi kau diam saja saat di perjalanan?" tak kuat dengan sikap Sasuke yang kelewat dingin, Sakura bertanya dengan nada menuntut.

"Apasih?" dan Sasuke hanya membalas tanpa minat sama sekali.

Jawaban yang dibagikan pria itu sangatlah menjengkelkan bagi Sakura. Bagaimana tidak? Saat diperjalanan sehabis dari kantor, aura Sasuke bertambah dingin.

*Flashback on*

"Sasuke, kemarin kau bilang sempat melihat Black Rose di Club kan? Bagaimana penampilannya?" tanya Sakura kepada pria yang sedang duduk diam sambil menyetir mobil yang mereka kendarai.

"Apa dia tinggi? Atau pendek? Perempuan atau laki laki ? Bagaimana menurutmu tentang dia, Sasuke?" Sakura masih bertanya dengan pandangan dan nada antusias yang tinggi, tanpa menyadari bahwa pria yang sedang diajuinya pertanyaan hanya duduk diam tak merespon sedikitpun perkataan nya.

Merasa pertanyaan yang diajukannya tidak digubris sama sekali, Sakura menolehkan kepalannya kesamping, menghadap kearah Sasuke.

"He-hei, Sasuke. Apa kau tadi mendengarku?" untuk kali ini, perkataan Sakura direspon oleh Sasuke. Ya, Sasuke merespon perkataan Sakura dengan menoleh dan menatap Sakura sebentar dan dingin.

Tatapan yang seolaah berkata.'bisakah kau diam.' Walaupun sebentar tapi tatapan dingin Sasuke berhasil membuat Sakura bergidik ngeri.

Refleks Sakura mengalihkan pandangannya. Memandang kemana saja, asal tidak melihat tatapan dingin Sasuke. "K-kalau tidak mau menjawab tak apa," Sakura memalingkan wajah dengan gugup, "Sapi, auramu biasa saja bisa tidak, sih."

Setelah itu, suasana didalam mobil menjadi hening. Tidak ada yang mau membuka pembicaraan lagi.

*Flashback off*

"Ada apasih dengan mu? Kenapa kamu dari tadi diam saja? Jujur saja, aku tidak tahan dengan sikapmu ini." Ya, kali ini Sakura sudah lelah diam saja memperhatikan kelakuan Sasuke. Semakin didiamkan aura Sasuke malah semakin tambah dingin.

Sakura sudah tidak peduli jika akan mendapat tatapan tajam Sasuke lagi, yang terpenting dia mendapat jawaban.

"Sasu-".

"Aku merasa, aku tahu siapa Black Rose." Sebuah kalimat singkat, padat dan tidak jelas keluar dari bibir sasuke yang sedari tadi bungkam. Perkataan yang sulit dicerna oleh sakura.

"A-apa maksudmu, Sasuke?" dan hanya perkataan itu yang dapat dilemparkan oleh Sakura sebagai respon, tanpa menutupi rasa terkejutnya sedikitpun.

"Kita bicarakan nanti didalam."

Sepenggal kalimat itulah yang menutup percapan mereka disana.

.

.

.

"Sakura, bagaimana jika aku bilang bahwa kemungkinan aku tahu siapa Black Rose." Kalimat singkat yang diajukan Sasuke cukup sangat membuat sakura terperangah.

Saat ini mereka berdua sedang didalam ruangan Sasuke untuk membicarakan tetatang hal itu.

"A-a-apa yang ba-barusan kau katakan, Sasuke?" Sasuke sudah menduga reaksi Sakura akan apa yang baru saja dikatakannya. Tapi, Sasuke tak masalah akan hal itu, wajar saja jika Sakura sangat terkejut akan hal itu. " Kau tidak sedang bercanda kan?!"

"Apa menurutmu saat ini waktunya untuk bercanda, Sakura?" Sakura yang mendengar penuturan dari Sasuke hanya dapat menggelengkan kepalanya. Dan, Sasuke juga bukan tipe orang yang suka mengatakan sebuah candaan, apalagi dalam situasi saat ini. Tapi entahlah, Jujur saja, Sakura benar-benar tidak mengerti.

Suasana diruangan itu mendadak hening untuk sesaat sebelum Sasuke mulai menceritakan apa yang dia ketahui. Tentang kejadian tiga tahun lalu di Sunagakure.

"Sebelum sasori tewas, dia berkata padaku 'Mungkin memang sekarang aku kalah. Tapi ingat, suatu saat kematianku akan dibalaskan oleh seseorang yang takkan pernah kau duga sebelumnya. Ingat itu Agen Uchiha! Tak lama lagi!'"

"Jadi maksudmu, Black Rose ada kaitannya dengan kejadian itu?" setelah mendengar cerita dari sasuke, sukura sedikit lebih paham.

"ya. Tapi.. lebih tepatnya, Black Rose adalah seseorang yang akan membalaskan dendamnya Sasori Akasuna yang tiga tahun lalu tewas ditanganku." Sasuke mencoba untuk menerawang jauh, pikirannya kembali pada tiga tahun lalu. Tapi, setelah dipikir berulang kalipun Sasuke tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.

Siapakah black rose ini? Dan apa hubunganya dia dengan Sasori? Apakah dia ada ditempat Sasori tewas dan melihat semua kejadiannya? Tapi, bukankah ditempat itu hanya ada dia dan Sasori saja, Sasuke yakin akan hal itu. karena Sasuke tidah melihat siapapun di sekitar tempat itu. Siapa sih, sebenarnya Black Rose ini? Sasuke tidak tahu. Benar-benar tidak tahu.

"Sasuke—" belum Sakura menyelesaikan perkataannya, Sasuke memotongnya.

"Permainan ini—yang dimainkan oleh Black Rose, adalah bertujuan untuk memancingku keluar dan setelah aku masuk perangkapnya, dia akan mempermainkanku," pandangan Sasuke menatap lurus kedepan, "Karena target Black Rose adalah aku—Uchiha Sasuke." Sedetik setelah mengatakan tersebut, Sasuke menyeringai.

Entah kenapa saat Sakura melihat seringaian Sasuke, dia merasa sedikit agak aneh.

'Kita lihat saja nanti, keparat gila'.

—TBC—

Waah udah lama gak up ni ffn, sampai berdebu. Gomen gomen, apalah saya yang masih sibuk dengan tugas sekolah.

Dan terima kasih bagi yang masih ngikutin ini ffn.

smg, 25022018

SnH