Chapter 01, Release My Soul.
"A-apa kau benar-benar yakin Ise?"
"I-iya, aku sangat yakin, Buchou...—memang aku tidak terlalu melihatnya dengan jelas tapi ada seseorang yang melindungiku ketika aku diserang oleh Yuuma. Seorang pria dengan rambut pirang."
Setelah mendengar penjelasan dari Pawnnya, Rias Gremory menggigit kuku jari jempolnya dan keringat dingin mulai membasahi dirinya.
Dari sudut matanya Rias melirik Akeno yang terlihat sangat pucat dan shock ketika Issei menjelaskan apa yang terjadi pada mereka.
(Sekarang semuanya menjadi lebih masuk akal), batin Rias, (Uzumaki Naruto sudah tidak turun dari sekolah selama 4 hari tanpa ada keterangan tepat dihari ketika Issei diserang dan jika apa yang dikatakan oleh Issei benar maka orang yang mencoba menyelamatkannya waktu itu adalah...)
"Maaf, Buchou tapi...aku akan pulang lebih dulu."
"A-eh...tentu Akeno. Kau boleh pulang duluan."
Rias menatap Akeno yang pergi meninggalkan ruang klub dengan Khawatir.
Dia tahu tentang perasaan yang dimiliki oleh Akeno pada Uzumaki dan kemungkinan bahwa Uzumaki yang diserang oleh Datenshi—Kaum yang paling dibenci oleh Akeno—membuat Rias khawatir mencoba membalas dendam dan berakhir dalam lingkaran kebencian.
Rias ingin membicarakan hal ini dengan Akeno tapi dia merasa bahwa untuk saat ini Akeno memerlukan waktu untuk dirinya sendiri untuk memproses semua informasi yang baru didapatnya.
Rias memijit batang hidungya pelan seraya menghela nafasnya.
"Ada apa Buchou?"
"Tidak ada apa-apa Ise dan juga terima kasih karena sudah memberitahukan hal ini padaku.—sekarang kau boleh Pulang."
"Ha-Ha'i."
Ketika Issei sudah pergi menjauh, Rias mengalihkan perhatiannya pada Gadis kecil berambut putih yang sedari tadi hanya duduk diam dan mendengarkan sembari menikmati *Yokan yang menjadi makanan favoritnya.
"Koneko, bisakah kau kembali ke taman Kouh dan menyelidiki hal ini?—fakta bahwa kita tidak menemukan Tubuh Naruto maka masih ada kemungkinan dia masih hidup dan di bawa pergi oleh Datenshi."
"Un."
Koneko mengangguk sebelum langsung beranjak pergi.
(Berani sekali Datenshi itu melibatkan orang awam seperti Naruto.) batin Rias (Sebagai penguasa kota Kouh, semua orang yang tinggal di Kouh berada dalam perlindunganku...aku takkan membiarkannya berlaku semaunya di Kotaku.)
Rias sendiri pun bangkit dari kursi, melepaskan seragam yang dikenakannya sebelum memasuki Shower yang tersedia di dalam ruang Klub untuk membasuh tubuhnya yang dipenuhi oleh keringat dan kotoran kecil setelah beraktifitas seharian.
"...U-uuh..."
"Ara, kau sudah bangun?—baguslah kalau begitu, sekarang kita bisa melanjutkan permainan kita."
Amano Yuuma atau yang sebenarnya adalah seorang Datenshi bernama Raynare, kembali menunggangi tubuh seorang pria yang terika pada rantai besi.
Dengan kuku-kuku jarinya yang panjang dan tajam, Raynare menorehkan luka kecil di dada bidang pria itu hanya untuk melihat lukanya sembuh dengan cepat. Kemapuan Healing Factor.
Bagi orang yang memiliki sifat Sadis seperti Raynare, memiliki mainan yang bisa menymbuhkan dirinya berkali-kali walaupun sudah dirusak adalah sebuah harta yang tidak ternilai harganya.
Sebuah mainan yang mengalahkan segala kenikmatan yang terdapat disurga.
Suara erangan dan teriakan kesakitan dari pria yang terbaring lemah dibawah kendalinya terdengar seperti suara musik yang sangat indah layaknya sebuah melodi indah yang dimainkan oleh Mozart atau Beethoven.
"Ayo..teruslah mendesah...teruslah berteriak...perdengarkan padaku suara indahmu itu...Aaah~ ."
"..To-tolong...he-hentikan...tolong...le-lepaskan..."
"Ooh~ tentu saja aku akan melepaskanmu..."
Raynare mendekatkan dirinya pada pria yang memohon untuk berhenti dan memeluk tubuhnya dengan erat. Payudaranya yang sintal dan empuk menempel diatas dada bidang pria itu.
Dengan nada sensual Raynare berbisik ditelinganya dan menggodanya sesekali dengan menjilat lobang telinganya.
"tapi~...setelah kau bisa membuatku mencapai puncakku dan membuatku merasakan kenikmatan barulah aku akan melepaskanmu...karena itulah~...mendesahlah lebih kuat lagi untukku, sayang~ ."
Berdiri di ambang pintu ruang dimana Raynare tengah bermain, seorang wanita dengan rambut biru dan mengenakan pakaian kulit merah yang terlihat ketat menyaksikan adegan panas dengan tatapan bernafsu.
Dengan suara rendah namun masih dapat terdengar, dia memanggil Raynare.
"Raynare..."
"Uh...?—ada apa Kala. Kau mengganggu momenku saja."
"Aku Cuma mau bertanya, jika kau sudah selesai dengannya bolehkah aku bermain dengannya?"
Raynare tersenyum menggoda.
"Hoo~ bagaimana dengan Donhaseek?—bukankah dia kekasihmu. Apa kau yakin ingin berselingkuh dibelakangnya dengan Manusia ini."
"Kheh, Manusia yang bersamamu saat ini memiliki Penis yang lebih besar dari Dohnaseek dan sepertinya memiliki stamina yang besar di lihat dari berapa lama sudah permainan kalian berlangsung..."
Kalawarner melepaskan pakaian yang dikenakannya dan membiarkannya terjatuh kelantai. Membiarkan Tubuh telanjangnya dilihat oleh Raynare.
"...Salahkan Penisnya yang kecil dan Staminanya yang buruk hingga aku harus berselingkuh darinya dengan Manusia untuk mendapatkan kenikmatan."
Kalawarner berjalan mendekati Raynare dan mencium Raynare tepat dibibirnya sementara tangan kanannya memegang dan meremas Payudara Raynare yang belum tersentuh, memberikan lonjakan kenikmatan kepada Raynare.
Dan permainan Threesome antara satu pria Manusia dan 2 Wanita Datenshi berlangsung hingga sepanjang malam, bahkan mungkin berhari-hari jika tak ada yang mencoba menggangu aktifitas mereka.
Sang pria yang kini menjadi korban pencabulan oleh 2 Wanita datenshi hanya bisa menangisi nasib buruk yang dialami.
"...To-tolong aku...Akeno..."
