12 Bintang di Tempat Berhantu

.

.

.

.

Disclaimer : Starry Sky ©HoneyBee

Ehm kadang Yuka-chan berpikir, apakah Yuka-chan harus melanjutkan fanfic setelah yang baca ff ini yang baca jumlahnya dikit banget bahkan gak ada yg review . Tapi tak masalah karena cinta Yuka-chan pada fandom anime/game Starry Sky, Maka Yuka-chan akan membuatkannya untuk saya dan untuk para readers tercinta

Ya semua berawal dari iseng, kemudian tiba tiba langsung ngefans sama nih Anime. Entah kenapa langsung kepincut sama pesona salah satu karakter disini. Membuatku langsung menetapkannya menjadi husbando resmiku hehehehe

Okee seperti yang diungkapkan di chapter sebelumnya. Trio Osis kita : Tsubasa, Kazuki, dan Aozora akan debut pertama kali disini diikuti member member lainnya *halah kayak apa saja*

Jadi untuk kalian yang zodiac Aquarius, Aries, dan Virgo jangan baper yak wkwkwkw ( Eeh lupa ini ff horror yak )

Scroolllll ke bawah yak

.

.

Good Reading

.

.

~~Kau tidak pernah menjadi kami, tidaklah kau tahu mengapa hal itu terjadi, karena kau tidak ingin mencobanya dan merasakannya.~~

.


.

"Aaah, bosan tugasnya selalu menumpuk terus, tanda tangan ini itu, buat agenda rapat, sebeel" keluh seorang laki laki berambut abu abu tua sedang duduk dengan kedua kaki di atas mejanya sampai beberapa kertas jatuh di dekatnya.

"Heey, turunkan kakimu, Apa Kazuki-senpai tidak malu jika guru pembimbing melihat kelakuanmu seperti ini!" tegur seorang di depannya sambil memunguti kertas laporan yang jatuh. Sambil menyibaki rambut pinknya yang lembut menutupi matanya,

Ia mengambil satu persatu kertas tersebut sampai bercucuran keringat hasil jerih payah menghadapi kakak kelas sekaligus bos di ruangan ini.

"Iya ya" jawab laki laki bernama Kazuki tersebut sambil menurunkan kakinya

"Hey Aozora, adik kelasku yang manis, baik, dan tidak sombong, cepat beliin aku minuman kaleng apa gitu, aku haus banget" suruh Kazuki menyuruh adik kelasnya bernama Aozora tersebut yang memiliki rambut pink manis.

Merasa tegurannya tidak diperhatikan, muncullah tanda segiempat terbalik di kepalanya meskipun ia sempat dipuji di awal.

Karena Aozora orangnya sabar menghadapi kakak kelasnya tersebut sambil menahan emosinya yang hampir meluap, ia menghela nafas, "Mana uangnya, Kaichou?" tanya Aozora meminta uang dengan wajah datar. ( Kaichou : "Ketua" )

"Sebentar aku ambil di dompetku" jawab Kazuki sambil mencari dompetnya, namun ia tidak menemukan di saku celananya. Tempat biasa ia menaruh dompetnya tersebut.

"Eeeh dompetku dimana ya?" Aozora memandang kakak kelasnya tersebut dengan wajah menahan emosi

"Oh iyaa, aku lupa, dompetku ketinggalkan di kelas. Ehm, pake uangmu dululah, Aozora" ucap Kazuki sambil menepuk dahinya.

Dengan wajah cemberut yang tidak bisa ditahan lagi, Aozora hanya tersenyum palsu lalu pergi dari ruangan tersebut untuk membeli minuman pesanan kakak kelasnya tersebut karena ia tidak mau terkena masalah yang bisa menyangkut harga dirinya.

Aozora juga akan mencatatnya dalam buku piutang Kazuki. ( Piutang adalah saat orang lain mempunyai utang pada kita )

"Dasar mentang mentang ia Ketua Osis, memerintah seenaknya, pelupa lagi, seandainya aku menolak tawarannya menjadi pengurus OSIS dulu, mungkin sekarang aku tidak akan diperlakukan seperti babu" omel Aozora dalam hati di luar ruang OSIS

Di dalam ruang OSIS sendirian, Kazuki bermalas malasan di soa fsambil memainkan handphonenya.

"Ehm, dimana Tsubasa ya, huh pasti dia bolos lagi" ujar Kazuki melipat tangannya sambil menaruh handphonenya lalu memandang ruangan di sekililingnya.

"Huuh, sepi banget sekarang, padahal dulu rame banget, jadi nostalgia nih" keluh Kazuki menunjukkan wajah cemberut.

Dulu saat Kazuki masih menginjak kelas junior alias kelas satu dan dia diterima menjadi pengurus OSIS. Saat itu pengurus OSIS tidak sedikit dan berpencar seperti sekarang. Semua pengurus ditempatkan di ruangan yang sama dan bisa mengobrol bersama satu sama lain.

Namun, sekarang pengurus inti dan pengurus bagian alias seksi seksi dibedakan ruangannya, membuat Kazuki dan pengurus inti lainnya jarang berinteraksi dengan pengurus OSIS lainnya.

"Pengen banget bisa liburan bareng teman teman lainnya pasti seru" ujar Kazuki membayangkan bisa berlibur bareng, bermain, tertawa, dan berpesta bersama.

"Aaaah, aku punya ide…." girang Kazuki kemudian dia meng-sms Aozora dan Tsubasa untuk segera ke ruang OSIS.

.

.


.

.

"APAAA, tidak tidak, aku tidak setuju dengan usulmu" tolak Aozora setelah membelikan minuman dan sekaligus mendinginkan kepala meskipun sekarang kepalanya kembali panas setelah mendengar ucapan Kazuki

"Yeeeee, ada liburan" senang Tsubasa, siswa bertubuh tinggi semampai meskipun usianya masih muda diantara mereka karena dia masih kelas satu, tiba tiba datang di ruangan tersebut setelah disuruh untuk datang di ruang OSIS oleh Kazuki.

"Hehehehe, tentu saja dan kalian harus berterima kasih karena Kazuki kakak kelas kalian yang tampan dan pintar ini mempunyai ide cemerlang agar kalian tidak terlalu stress menghadapi tugas tugas menumpuk OSIS dan bisa refreshing bersama" ujar Kazuki sambil melipat tangannya

"Yeee, hidup Kazuki-senpai" sorak Tsubasa yang anaknya memang suka liburan karena ia jarang sekali diajak liburan. ( Anak rumahan yang ingin keluar melihat dunia luas )

"Kau aja yang stress dari dulu" tanggap Aozora dengan datar

"Juga aku ingin mengajak beberapa teman temanku yang lain, aku harap kalian berdua juga mengajak teman teman kalian untuk acara ini agar makin ramai dan meriah"

"Mengajak teman teman, aku kira cuman kita bertiga saja yang liburan" bingung Aozora

"Tentu saja tidaklah, gak asyik kalau cuman bertiga, jadi aku ingin kalian berdua mengajak teman kalian minimal 3 orang untuk ikut acara ini, aku juga akan mengajak tiga temanku lainnya" jawab Kazuki menunjukkan 3 jari

"Tiga orangnya ya, mungkin Azusa bisa kuajak nih" ujar Tsubasa langsung teringat teman masa kecilnya Azusa lalu ia terlihat berpikir mencari 2 orang lainnya.

"Oh ya, Aozora kau sebagai bendahara, kau kutugaskan yang mengurus bagian keuangan yak" suruh Kazuki menunjuk Aozora yang terlihat berpikir.

"Haaah? Mau dapat uang anggaran darimana? Apalagi kau bilang kami harus mencari 3 orang lain termasuk senpai juga. Berarti ada 12 orang yang ikut, bagaimana komsumsinya, transport, dan keperluan lain lainnya?" tanya Aozora berbelit belit membayangkan berapa banyak biaya yang dibutuhkan.

"Karena kau orang teliti, aku menugaskanmu sebagai bendahara kami Aozora. Juga apa kamu tidak punya uang yang cukup untuk membiayai kami'kah?" tanya Kazuki balik sambil tersenyum licik. Kazuki tahu kalau Aozora adalah anak salah satu pemain musik terkenal di negeri ini. Pasti Aozora memiliki uang dan aset yang banyak.

"Tidak, tidak, kau pasti ingin menghabiskan hartaku'kan?" tolak Aozora emosi

"Eeeeh, gaklah Aozora"

"Ayolah Aozora, bantu dikitlah kami agar kita semua bisa liburan bersama, jarang sekali lho kita bisa mengadakan acara special ini" mohon Kazuki sambil berlutut di depan Aozora

"Nggak…"

"Ayolah Aozora"

"Nggaak"

"Plisss…"

"Nggak…"

"Ayolah Aozora-senpai, huhuhu aku juga pengen liburan bersama teman teman, apalagi ini pertama kalinya dan terakhir kalinya aku bisa liburan bersama Kazuki-senpai" kali ini Tsubasa juga ikut memohon setelah dikodein Kazuki untuk ikut memohon dengan akting polos sambil menangis

Aozora melihat adik kelasnya dengan suara cempreng namun menggemaskan memohonnya sambil menangis membuat hatinya tersebut dan dengan berat hati, Aozora menyiakan permintaan kakak kelas dan adik kelasnya tersebut untuk memberikan dana untuk kegiatan ini.

"Ya, ya, ya, aku akan membiayai kegiatan ini tapi tidak semuanya, sisanya kalian semuanya harus bayar juga"

"Terima kasih Aozora" senang Kazuki dan Tsubasa bertingkah seperti anak anak.

"Terus…, Kazuki-senpai, liburan ini kita akan pergi kemana?" tanya Aozora sambil menghela nafas

"Eeeeh, soal itu, sebetulnya aku belum tahu kita mau pergi kemana, hehehehe" jawab Kazuki sambil

"Apaaa?, dasar rambut mendung" ejek Aozora yang pusing setelah mengetahui kakak kelasnya bicara panjang lebar berjam-jam membicarakan liburan bersama tetapi tidak tahu tempat liburannya.

"Bagaimana kalau di villamu saja Aozora yang ada di pegunungan selatan itu?" tanya Kazuki setelah mereka terdiam sebentar memikirkan tempat wisata mereka.

"Iyaaa, benar tu, dulu Aozora-senpai pernah bercerita soal villa yang senpai bilang besar dan berkelas" setuju Tsubasa semangat

"Demi Tuhan,kenapa aku cerita soal itu dulu" Aozora mengesal dulu pernah menyombongkan diri saat pertama masuk pengurus OSIS dan saat itu ia belum tahu kebiasaan Kazuki dan Tsubasa yang aneh dan berantakan. Ia bisa bayangin nanti Villanya nanti akan berantakan ditambah 9 orang nanti

"Baiklah karena jika di Villa Aozora biaya liburannya jadi tidak bertambah, aku putuskan kita akan liburan di Villa Aozora"

"Horeeeee" sorak Tsubasa sambil membunyikan terompet buatannya

"Apa? Senpai jangan memutuskan seenaknya tanpa persetujuan pemiliknya"

"Eh, Aozora-kun, sekarang aku tanya padamu?" Kazuki mendekati dan merangkul di pundak Aozora

"Kau tidak ingin'kan, biaya liburannya bertambah jika kita pergi ke tempat liburan yang mahal, lebih baik kita menghabis malam bersama di villamu" bujuk Kazuki sambil merangkul adik kelasnnya tersebut

Aozora berpikir memang benar juga kata Kazuki, uangnya akan aman jika mereka liburan di Villanya, "Kau ini selalu saja mempunyai ide yang bagus dan bisa membujukku, Kazuki-senpai" ucap Aozora diikuti senyuman Kazuki.

"Ya, mau tak mau aku harus menyewakan Villaku"demi menyelamatkan uangnya

"Yeeee, terima kasih banyak Aozora" senang Kazuki diikuti Tsubasa yang ikut ikutan senang.

"Baiklah, mulai sekarang sampai minggu depan, aku tunggu kalian untuk mengajak tiga teman lainnya untuk mengikuti kegiatan ini. Lalu untuk acaranya mulai kapan, ehm mungkin diadakan akhir bulan ini" ucap Kazuki menyusun rencana diikuti anggukan lainnya.

"Sekarang kalian boleh pulang"

Tidak terasa langit sudah menjadi oranye karena mereka rapat dan berseteru di ruangan tertutup dan ber-AC ini. Kisah mereka dimulai dari sini…

.

.

.

.

Bersambung


Yeeee, Yuka-chan comeback again mas bro mbak broo

Ya di sela sela Yuka-chan sedang tidak enak badan. Yuka-chan pengen melanjutkan fanfic ini. Ya meskipun baru awal awal konflik tapi yang penting kalian sudah tahu asal muasal mereka menghadapi situasi yang genting nantinya.

Disini baru tiga zodiak yang muncul yaitu : Aries, Virgo, dan Aquarius. Selanjutkan sudah main semua kok karakter Starry Sky jadi ini hanya sekedar pembuka saja jadi mohon bersabar untuk chapter selanjutnya yak.

Oh ya kalian yang fansnya Starry Sky ataupun masih baru, jangan lupa di follow, favorite, dan review ini fanfic oke. Arigatou Minnaaa