Chapter 2
Foursome one
.
.
.
Suara dentuman keras yang berasal dari jalan raya di luar gedung kantor terlihat memekakkan telinga. Di pagi yang basah karena hujan deras menyebabkan tabrakan beruntun di depan gedung produksi .
Baekhyun berlari memasuki gedung dengan tubuh setengah basah. Mengangguk saat para staff hingga orang-orang menyapanya. Dia terlihat tergesa, bahkan tanpa memperbaiki dirinya, Baekhyun segera membuka pintu ruangan privat yang ada di kantor itu.
Mendapati Sehun yang ternyata telah menunggunya dengan wajah datar dan tangan di lipat. "Maaf, aku sedikit terlambat dan berantakan" ujarnya canggung dan mengambil duduk di depan Sehun. Lelaki itu tersenyum sekilas dan menyerahkannya sebuah handuk kecil.
Baekhyun menatap handuk dan Sehun bergantian. "Apa?" tanyanya. Sehun mencongkan tubuhnya ke depan dan mengulurkan tangannya, mengusap tetesan air di dagu dan dahi Baekhyun. Hingga gadis itu terkesiap dan mengambil alih handuknya. Membiarkan Sehun memperhatikan dalam diam sementara dia membereskan sedikit kekacauannya.
"Terima kasih," katanya sambil menaruh handuk kecil setengah basah itu meja yang menjadi pembatas mereka. Sehun tersenyum dan mengangguk. "Jadi, apa yang ingin kau bicarakan, Hunna?"
Sehun terlihat menarik nafasnya sebelum menatap Baekhyun. Wajahnya menjadi sangat serius hingga Baekhyun sedikit takut menatapnya. "Sejak kapan kau ingin terikat dengan seseorang?" tanyanya memicu segaris tak paham di dahi Baekhyun. "Aku tidak menikah dengan siapapun, Sehun. " Balasnya dengan nada suara sedikit heran.
"Jadi menurutmu bagaimana dengan perjanjian itu?"
"Perjanjian? Perjanjian apa maksudmu?" Baekhyun mulai keheranan. "Kau menolakku waktu itu, Baekhyun. Lalu bagaimana bisa kau mengikat diri dengan orang lain?"
"Aku benar-benar tidak mengerti ini. Aku bersumpah bahwa aku tidak menikahi siapapun."
"Kau katakan padaku bahwa kau tidak ingin menjalin ikatan, nyatanya kau menyakiti orang lain."
"Orang lain? Siapa? Sehun. Aku tidak menjalin hubungan apapun dan tidak menyakiti siapapun—"
"Lalu kau sebut Chanyeol itu apa? Mainanmu?"
Baekhyun membola. Kini ia baru paham. Perjanjian, ikatan, permainan, dan penolakan.
Singkatnya, Sehun pernah menyatakan cinta padanya bahkan sebelum Chanyeol masuk diantara mereka. Dan Sehun menolaknya dengan alasan tidak ingin terikat, nyatanya ia mendengar semua percakapan Baekhyun dan Chanyeol saat di restoran Jepang kemarin. Tengah membicarakan pasal partner seks, dan keduanya sepakat akan hal itu.
Sehun menatap Baekhyun tajam. "Bagaimana bisa kau melakukan itu?" Baekhyun menatapnya dengan tatapan redup. Bahunya turun dan matanya berkaca-kaca. "
Terkadang kita tidak tahu akan apa yang terjadi di masa depan, Sehun. Maafkan aku."
"Dengan aku melakukan hubungan badan dengannya, bukan berarti aku mencintainya. Tidak tahukah kau bahwa aku bahkan kehilangan harga diriku sampai sekarang kau menginjakkan kaki di lantai gedung berdosa ini dan menghirup udara yang sama dalam satu ruangan denganmu?"
Sehun tersentak dengan ucapan Baekhyun. Bersiap mengambil kedua tangannya sebelum Baekhyun menariknya. "Kau tidak mencintainya? Jadi siapa yang kau cintai, hm?"
"Diriku sendiri. Sebelum itu, kumohon jangan pernah datang padaku untuk mencampuri urusan pribadiku, Sehun. Aku punya hak dan aku tahu yang terbaik bagiku, kau tidak di berikan hak untuk mencampuri bagaimana aku dalam menjalani kehidupanku."
Baekhyun hanya tidak tahu betapa Sehun memikirkan tentang kontak fisik mereka yang akan sering terjadi dan berapa lama kurun waktunya, menyebabkan mereka saling suka atau lebih parahnya jatuh cinta.
Ia hanya tidak ingin, wanita itu jatuh ke pelakuan Chanyeol.
Sehun marah. Hanya karna satu hal.
.
.
.
Setelah mendapatkan jadwalnya untuk besok, Baekhyun tersenyum sumringah dan berjingkrak saat mengetahui bahwa partnernya kemungkinan besar adalah Park Chanyeol—lagi dan lagi. Lelaki hot idaman setiap kaum hawa.
Baekhyun menggapai ponselnya dan membuka situs kebugaran. Menelisik satu persatu gerakan senam lantai dan work-out. "Mungkinkah aku harus mencobanya?" tanyanya pada diri sendiri.
...
Dan di sinilah dia sekarang, di sebuah pusat kebugaran tak jauh dari apartemennya.
Berkenalan dengan pelatihnya saat menjalani latihan fisik, Baekhyun bertemu dengan Chanyeol yang juga ternyata tengah mengolah otot-ototnya di gym itu.
"Aku tidak percaya kau melakukannya demi adegan itu."
Mereka tengah duduk di sebuah taman kota yang sepi setelah usai melakukan latihan fisik. Meminum cairan ionnya, Baekhyun menghardikkan bahu.
"Well, aku harus totalitas, benar?" Chanyeol tertawa. Dan meringis kemudian saat melirik beberapa orang yang berbisik dan melihat pada mereka. Hal itu sering terjadi.
"Aku juga sering mendapatkannya, sewaktu-waktu." Kata Baekhyun, menatap Chanyeol dan tersenyum tipis. Terlihat di paksakan, ia tahu hidupnya memang berat. Dia harus memekakkan telinga dan membutakan mata tentang tanggapan orang padanya. Tapi inilah Baekhyun. Dia juga sama sepertinya.
Menghela nafas, Chanyeol mengambil tangan wanita itu dan mengusapnya lembut. Mata berkaca-kaca Baekhyun menatapnya lembut, terlihat rapuh. "Kau tahu... terkadang semua ini membuatku lelah, aku ingin berhenti untuk melakukan segala hal tapi aku tidak bisa," ia tertawa miris. "Baek," panggil Chanyeol lembut. "Ya?"
Dan sedetik kemudian Chanyeol menempelkan bibir mereka. Cukup lama dan tanpa bergerak, membuat hatinya menghangat. Dan melepaskannya, menangkup pipinya dan tersenyum.
"Itu sebabnya aku menawarkanmu perjanjian itu, aku tidak ingin kau terjerat dengan kontrak dan diperlakukan sesuka hati dengan orang lain. Kau berharga, Baek. Dan aku berusaha membuat mata dunia juga berpikir tentang itu. Aku membawakan sebuah tawaran bukan semata-mata ingin mendapatkan keuntungan sepihak. Aku hanya tidak mau kau diperlakukan hina, kau tidak pantas menerimanya, aku tidak suka."
"Ini sudah cukup. Kau bisa berhenti melakukannya, kau tahu, aku akan selalu ada untukmu."
Baekhyun menatapnya dengan mata yang kabur karena air mata. Memeluk Chanyeol dengan pelukan erat dan menangis di sana. "Terima kasih, Yeol."
Dia bersyukur menemukan lelaki itu.
"Besok adalah shooting terkhirmu, kontakmu akan habis, kan? Kau tidak akan datang ke kantor saat itu. Kuharap kau beristirahat di rumahmu."
Baekhyun mengangguk. "Ya."
Aku tidak membutuhkan mereka lagi.
Aku telah menemukanmu.
.
.
.
Baekhyun berjalan memasuki kamar yang banyak kamera dan dua orang kru dengan ekspresi menggoda.
Wanita itu terlihat begitu sexy dan menggoda dengan G-string pink dan baju kekanakan yang menjadi tema film yang sedang ia perankan. Baekhyun berdiri di tengah ruangan dan tersenyum ke arah kamera, tertawa centil dan menggoyangkan badannya dengan hati riang.
"Apa itu di tanganmu?"
Suara kru yang dari balik kamera khas film Gang Bang bertanya. Baekhyun mengacungkan lollipop di tangannya kemudian tertawa centil. "Ini lollipopku. Eumm," kemudian ia membawa lollipop besar itu ke dalam mulutnya yang kecil. Menjilat dan mengulum seumpama sedang mengoral penis lelaki.
"Boleh aku minta?"
"Tidak." Kata Baekhyun sambil memainkan kucir kudanya lalu berbalik. Membiarkan kamera menyorot bokongnya yang bulat dan besar mencuat dari balik rok mininya. Rompi bajunya yang hanya menutupi setengah payudara itu ia tarik ke bawah, menyebabkan payudaranya memantul.
Kamera menyorot dari dekat pantatnya yang putih, Baekhyun menolehkan kepalanya ke belakang dan menjilat lollipopnya di hadapan kamera. Tersenyum lagi dan memasukkan lollipop itu ke dalam mulutnya, kemudian menaruh kedua tangannya di atas pinggul, menyibak roknya hingga menampilkan celana dalamnya yang berupa garis panjang yang menutupi lubangnya.
Baekhyun menggoyangkan pantatnya dan melakukan twerk, berbalik dan meremas payudaranya dengan ekspresi menggoda pada kamera. Kamera mulai menjauh saat seorang lelaki datang memasuki kamar, berjalan menghampiri Baekhyun yang berlutut sambil menikmati lollipop.
Kemudian terlihat lelaki dengan jeans koyak tanpa atasan itu berdiri di depan Baekhyun. Mengambil dua bongkah payudaranya dan meremasnya dengan pelan. Baekhyun mendongak dan terpejam. Membiarkan salivanya menetes dari sudut bibirnya yang masih tersumpal lollipop yang mulai mengecil.
Pria itu berlutut dan menyingkap rompi baju Baekhyun ke atas, hingga payudaranya menyembul ke luar dengan kedua puting merah yang mencuat. Di pelintirnya puting lembut itu sebelum membawa mulutnya menyapa putingnya dengan perlahan. Menggigit dan melumatnya dengan tempo yang memanas.
"Ohh Daddy ashh ahhh"
Nafas Baekhyun memberat dan desahannya mulai keluar. Ia kini mengangkang dengan kedua tangan menumpu tubuhnya. Membiarkan lelaki yang ia sebut 'Daddy' tengah menikmati dua belah payudaranya.
Tangan lelaki itu membuka atasan Baekhyun dengan cepat. Tergesa membuatnya telanjang. Ia mencium tulang selangka Baekhyun yang menonjol dan menjilatnya. Menjalankan bibirnya yang panas di sepanjang tubuh Baekhyun hingga berhenti pada perutnya. Lidahnya masuk ke dalam pusar Baekhyun dan menciumnya dengan sensual.
Ia behenti di depan rok Baekhyun dan menyingkapnya. Meniup vaginanya dari luar celana dalamnya yang basah. Baekhyun mengerang dan mendesah pasrah.
"Nghhh, Daddyhh"
Lelaki itu menatapnya dan tersenyum miring. "Bagus, sebut aku, sayang."
Ia menarik kedua sisi celana dalam Baekhyun hingga memisahkan belahan vaginanya namun menutupi lubang dan klitorisnya. Hidung Chanyeol mengendus di sana, lidahnya ia julurkan untuk menyapa labianya yang merah.
Kedua tangan Chanyeol menurunkan celana dalamnya dan membuangnya sembarangan. Chanyeol membuka paha Baekhyun lebih lebar dan menarik kedua sisi vaginanya hingga terbuka lebar untuknya. Ia menatap lubang kecil yang berkedut itu dan menggeram rendah.
"Fuck, kau sangat siap, Baby."
"Fuck me now daddy, fuck me raw."
"Not now, sweetheart." Kata Chanyeol sambil menghisap klitorisnya. Kedua tangannya semakin menahan belahan vagina Baekhyun untuk memudahkannya melahap sang pujaan hati. Ia menjulurkan lidahnya dan memutarnya di klitoris Baekhyun, menjalankannya naik turun di lubang anus hingga vaginanya kemudian melahap labianya yang terbuka.
"OHHHH—YA TUHAN!" Baekhyun berteriak dengan desahan yang nyaring. Matanya memutar dan pahanya mengencang. Chanyeol menatapnya dari bawah, mencumbu vaginanya lebih panas hingga ia datang.
Cairannya yang kental semakin banyak dan Chanyeol menyeruputnya hingga lubangnya menjadi lebih basah. Ia membuka kembali vagina itu dan melihat lubangnya yang berkedut.
"Datang pada Daddy, sayang. Datang untuk Daddy."
Ia tersenyum bangga melihat cairan itu keluar lagi dari vaginanya. Chanyeol melepas tangannya hingga melihat vagina Baekhyun yang terkatup, labianya menjadi lebar dan klitorisnya jelas terlihat seperti di hisap dengan keras.
Chanyeol bangkit untuk membuka celananya hingga penisnya yang besar dan panjang mengacung gagah. Baekhyun yang melihatnya segera bangkit, ia merangkak hingga di hadapan si perkasa.
"Ini lollipop sungguhanmu, Baby." Chanyeol menggoyangkan penisnya di hadapan Baekhyun yang berbinar. Menampar pipinya dengan panis berurat itu dan menggesekkannya di hidung Baekhyun.
Wanita itu terkikik senang dan memegangi sisi pinggul Chanyeol hingga lelaki itu berhenti. Ia menggenggam penisnya di satu tangan sedangkan tangannya yang lain memainkan dua bola kembar Chanyeol. Baekhyun menjulurkan lidahnya menjilat precum yang keluar dari lubang penisnya dan memasukkannya dalam sekali hentak.
"Ohhh, sial." Chanyeol menengadah dan mendesah keras. Baekhyun semakin gencar, ia mengecup, menjilat, mengulum, menggesek dan melumat hingga dua bola kembar Chanyeol. Lelaki itu menggenggam rambutnya hingga Baekhyun berhenti.
"Ermhhh eummmhhh"
Gumam Baekhyun saat Chanyeol menyodok mulutnya dengan keras hingga batangnya yang panjang menyentuh tenggorokan hingga membuat Baekhyun tersedak. Chanyeol mengeluarkan penisnya yang berkedut dan mengocoknya di depan payudara Baekhyun. Ia menarik putingnya dengan kencang dan mendesis saat menumpahkan cairannya di sana.
Chanyeol memutar penisnya untuk meratakan cairannya di tubuh Baekhyun. Menggendongnya menuju ranjang. Baekhyun dengan gesit turun dan menungging di depan wajah Chanyeol. Kedua tangannya membuka belahan pantatnya hingga dua lubangnya yang berkedut begitu mengiang dimata Chanyeol.
Lelaki itu menjilat bibirnya dan mengambil lollipop yang tergeletak di lantai. Menyapunya di sepanjang lubangnya yang basah. Memasukkan tiga jarinya ke dalam vagina Baekhyun hingga tubuhnya melengkung dan menjerit sakit.
"Ohhhh—ahh! Daddyhhh"
Chanyeol menampar pantatnya dan membalikkan posisi Baekhyun hingga ia dihadapkan oleh kewanitaan yang sangat basah.
Chanyeol melepas tiga jarinya dan melihat dengan jelas lubang Baekhyun yang terbuka lebar dan berkedut. Ia tidak tahan dan mengurut kejantanannya. Membawa membali mulutnya untuk memanjakan vagina itu, menghisap klitorisnya dengan keras hingga Baekhyun menjerit dan menggelinjang.
Chanyeol menahan kedua belah vagina Baekhyun dan memasukkan seluruh lidahnya pada lubang hangatnya. Chanyeol menggeram, Baekhyun menjerit putus asa.
Chanyeol memutar lidahnya di dalam sana hingga isi di dalam vagina Baekhyun yang lembut begitu memanjakan lidahnya. Memijatnya dengan kuat dan menjepit dengan hangat. Baekhyun menahan kepala Chanyeol lebih lama dan menaik turunkan tubuhnya, Chanyeol mengambil tangan lentik itu dan menahannya. Menaik turunkan kepalanya untuk memompa lidahnya di dalam sana dan menarik keluar, menjilat dan menghisap klitorisnya.
"Daddy! Daddy! Ahhh... Yaa! Dadhh" Baekhyun bahkan menangis karena mendapatkan kenikmatan yang berlebih ini. Ia melihat ke bawah saat Chanyeol menarik wajahnya, menahan kedua sisi vaginanya agar terbuka semakin lebar dan menunggu cairannya keluar. Dan Baekhyun keluar dengan keras. Ia menjerit dan Chanyeol segera menghabisi vaginanya dengan cumbuan lebih mematikan.
"No, daddy. Fuck me, fuck me, please. I need you in me, i want you so bad. "
Chanyeol yang tidak tahan segera menarik dirinya, mengeluarkan jeans nya dari kaki dan merangkak pada tubuh panas Baekhyun. Menciumnya dan memasukkan kejantanannya dalam sskali hantak hingga kepala Baekhyun menengadah ke atas. Chanyeol menggeram dan mulai menggerakkan tubuhnya.
Mengeksplorasi segala isi di dalam vagina itu dan menggeram dalam, di bawahnya Baekhyun terus mengalunkan suara indahnya yang menjadi vocal kesukaan Chanyeol. Menarik pria itu dan melakukan french kiss.
Baekhyun melepaskannya dan menganga lebar, suaranya tercekat di tenggorokan sementara di bawah sena terus beradu hingga twins ball Chanyeol terus menampar klitorisnya. Chanyeol membuka lebih lebar paha Baekhyun dan menaikkan kedua kakinya ke atas. Menahan pahanya dan memberikan ruang untuk menyorot kelamin mereka.
Mulai memompa kembali miliknya yang terasa di pijat. "Dad, again! Again!" Chanyeol memperhatikan bagaimana kejantanannya di lahap dengan luar biasa oleh kewanitaan Baekhyun. Ia mendesis dan menaruh dua jemarinya di klitoris Baekhyun yang membengkak dan mengocoknya. Memasukkan satu jemari lagi pada analnya dan mendiamkannya lama sebelum di gerakkan sama temponya dengan tusukannya pada lubang vagina merah itu.
"AHH! DADDY! I'M CUM!" Baekhyun datang dengan keras. Ia berteriak dengan lantang dan mendongak, mengerling nakal pada dua lelaki tanpa sehelai benang yang masuk ke dalam ruangan dengan mengurut penisnya. Chanyeol terus bekerja di bawah sana sementara Baekhyun mulai membawa dua tangannya untuk memompa penis dua lelaki tadi. Sesekali mendongak karena tumbukan yang pas mengenai prostatnya.
"Kulum, sayang." Ucap pria bernama Jaehyun, Baekhyun menegakkan tubuhnya dan mulai mengoral penis gemuk itu. Menjilat, menghisap, memaju mundurkan kepalanya hingga pria bersurai hitam itu mengangkat kepalanya. Mendesah keras.
Sedangkan pria satunya lagi yang bernama Jongin mulai mengambil posisi di samping vagina Baekhyun. Mengulurkan tangannya untuk meremas payudara besarnya dan memulutinya sedangkan Chanyeol menggeram karena Baekhyun yang otomatis mengetatkan vaginanya. "Oh, shit! Kau squirt, sayang." Chanyeol mendesah, "aku akan datang!"
Baekhyun melepaskan penis Jaehyun dan menatap Chanyeol. "Yeah, Daddy. Cum inside me, cum in my pussy." Chanyeol menampar pantatnya dan menusuk dalam, menyemburkan cairannya hingga ke luar dari vaginanya karena terlalu banyak. Keduanya mendesah keras dan berciuman.
Melihat semua itu, Jaehyun dan Jongin semakin mengurut penisnya dan mendekatkan diri untuk menatap vagina Baekhyun yang di singkap lebar oleh Chanyeol. Cairan pria iru meluber ke luar dengan banyak hingga membuat siapapun tidak tahan. Selagi kemera menjauh, Chanyeol mengangkat tubuh ringan itu dan mendudukkannya di atas dirinya. Membuat posisinya menjadi berbaring dan memasukkan penisnya dengan mudah. "Anghh!" Jongin mengurut penisnya yang tegak menantang sedari tadi dan memasuki lubang vagina yang telah terisi itu dengan susah payah. Setelah termasuk, Jaehyun berdiri di atas mereka, perlahan menurunkan tubuh dan memasukkan penisnya pada lubang anal Baekhyun.
Wanita itu berteriak kesakitan berkali-kali namun juga mendesah karena nikmat yang menerpanya. Ketiga lelaki itu mendiamkan diri sebentar sebelum memajukan pinggul dalam sekali dorongan dan mengeluarkannya hingga batas kepala dan memasukkannya berbarengan. Hingga mata Baekhyun menjadi putih dan dia tersedak ludahnya.
"Oohhhh... Yes... Daddiess... Fuck me, yeah, its feels so good. So good!"
Jaehyun menampar pantatnya yang bulat hingga gadis itu bergetar. Ramai suara desahan saling bersahutan. Tubuh harum Baekhyun menjadi sasaran empuk Jaehyun dan Chanyeol untuk dinikmati.
Sekitar 15 menit pada posisi itu, hingga akhirnya ketiga pria itu secara bersamaan merasakan betapa ketatnya Baekhyun yang menjepit mereka. Jaehyun melepaskan penisnya dan beralih pada payudara Baekhyun, ia berlutut dan membuat Baekhyun menjadi duduk. Mengocok penisnya di payudara wanita itu sementara dia mulai menegakkan tubuh.
Membantu Jongin untuk memasuki analnya yang sedikit terbuka. Jongin menggeram dalam dan mulai menggerakkan penisnya setempo dengan Chanyeol, hingga keduanya menyemburkan benih mereka di dalam tubuh Baekhyun sementara Jaehyun menghiasi wajah Baekhyun dengan spermanya.
Chanyeol dan Jongin mengeluarkan kesejatian mereka hingga terpampang lubang lebar yang mengeluarkan banyak cairan kental. Bagaimana tidak melebar? Dia di masuki 3 penis besar secara bersamaan. Sangat menggoda hingga ketiga lelaki itu kembali berdiri.
"How beautiful creampie pussy."
Selagi kamera terus menyorot intimnya, Chanyeol beranjak naik ke atas ranjang. Memeluk kepala Baekhyun dsn berbisik di telinganya. "Ini yang terakhir, kita akan keluar dari ini. Aku berjanji."
Dan dia tersenyum lembut saat merasakan dadanya basah.
.
.
.
TBC
AN :
HEY GUYS, HOW ARE you?
Ok, gw panas dingin nulis ini. Bye
Maap y kalo ada typo, amboi tak kuase aku nak bace ulang
Ps. Riview kalo mau lanjut! Lebih panjang riview juga lebih panjang naenanya, hahaha!
