Eternal Love
by
Achan Jeevas
.
.
.
.
Chapter 6 : The Wolf and The Warlock
.
.
Auuuuuuu
Terdengar lolongan serigala terdengar dihutan belantara pinggir kota Seoul.
"Akhhhhh!"
Suara teriakan rasa sakit keluar dari mulut pemuda bertato ketika tubuhnya mendapatkan rasa sakit karena sosok serigala raksasa berwarna coklat menancapkan gigi-gigi tajamnya pada tubuhnya. "Akhhhhh…."
Serigala raksasa berbulu coklat itu mengoyak-oyak tubuh dibawahnya setelah tubuh tersebut tergeletak tak bernyawa. Mulutnya terbuka dan memakan daging perut korbannya.
Srakk
Serigala itu langsung mendongak ketika mendengar suara langkah kaki didepannya. Tatapan murka sang serigala berubah menjadi tatapan tenang ketika sosok yang ada didepannya adalah seorang pemuda berkulit pucat.
"Aku butuh darahnya." Ujar sosok pucat itu sambil memandang teduh serigala didepannya.
"Grrr." Walaupun menggeram tapi serigala itu memundurkan dua langkah, mengijinkan sang pemuda pucat untuk mengambil darah korbannya.
Setelah mendapatkan ijin dari sang serigala pemuda itu melangkah kedepan dengan tenang, setelah tepat berada didepan mayat bertato dibawahnya, ia mengeluarkan botol yang cukup besar dan mengalirkan darah mayat tersebut kedalam botol itu.
Selama beberapa menit hanya diisi dengan sang pemuda pucat mengambil darah mayat dibawahnya dan sang serigala berwarna coklat yang memandang teduh sosok pemuda pucat itu.
Setelah botol terisi penuh, pemuda pucat itu berdiri dan tersenyum pada sang serigala. "Terimakasih, lanjutkan acara makanmu. Aku akan menunggu di mobil, Kai." dan dengan itu sang pemuda berjalan meninggalkan serigala yang kembali memakan daging manusia yang sudah tak bernyawa itu.
.
.
Sehun tengah memandang langit malam kota Seoul yang bertabur bintang ketika merasakan lengan kokoh melingkar dipinggangnya.
"Untuk apa darah itu?" tanya Kai pada kekasihnya.
Sehun membalikan badannya untuk melihat tubuh kekasihnya, kekasihnya tidak memakan baju sama sekali hanya celana jeans hitam yang sudah robek-robek, tubuh kekasihnya dipenuhi dengan keringat dan tanah-tanah.
"Hanya untuk membuat ramuan. Ada pelangganku yang ingin ramuan ini dan salah satu bahannya adalah darah. Karena ingat malam ini adalah purnama jadi aku sekalian saja mengambilnya dari korbanmu ketimbang membeli di rumah sakit." Jelas Sehun sambil membersihkan noda tanah di muka kekasihnya.
Kai mengangguk mengerti lalu mencoba mencium kekasih pucatnya namun dadanya malah dipukul oleh Sehun. "Hey.. Aku ingin menciummu."
"Kau bau daging manusia. Setidaknya bersihkan dirimu dulu. Dan tentang daging manusia, siapa korbanmu tadi?"
Kai mengangkat bahunya acuh. "Hanya salah satu buronan nasional, dia pernah membunuh seratus orang lebih dan kabur jadi aku menangkapnya dan menjadikannya makananku."
Sehun mengangguk mengerti. Kai adalah manusia serigala tapi kekasihnya ini selalu memakan daging penjahat dan dirinya.. dia adalah penyihir. Sang Warlock.
Manusia serigala dan Penyihir.
Kombinasi yang mengerikan.
.
.
Minhyun menarik nafas dan membuangnya dengan pelan, Minhyun memandang gedung tinggi dibelakangnya untuk yang terakhir kalinya lalu kembali melanjutkan langkahnya sambil membawa ransel hitam yang berisi baju-bajunya. Beberapa menit yang dia baru saja mengundurkan diri dari menjadi trainee. Dengan kondisinya yang sekarang tidak mungkin dia bisa melanjutkan untuk menjadi Idol.
Minhyun menyentuh perutnya yang masih datar, jika dihitung dari malam sosok itu hadir dalam hidupnya berarti janinnya berusia sebulan. Satu bulan dan orang-orang tidak ada yang menyadari perbedaan pada tubuhnya tapi bagaimana jika sudah berusia tiga bulan atau empat bulan. Minhyun tidak bisa menyembunyikannya lagi. Bahkan hingga saat ini orantuanya masih tidak mengetahui tentang janin yang ada diperutnya ini.
.
.
"Kau harus kembali ke SOPA, anak-anak pasti kelabakan tidak ada yang memimpin latihan mereka." ujar Sehun sambil mendorong tubuh Kai dari tubuhnya. Saat ini keduanya berada didepan pintu apartement Sehun. Sehun sendiri tengah terperangkap karena punggungnya bersandar dipintu sedangkan Kai berada didepannya.
"Ada Youngmin disana." Kai kembali menjilati leher putih kekasihnya dan Sehun hanya cekikan karena geli.
Kegiatan mereka hanya berlangsung beberapa menit karena wajah Kai langsung berubah menjadi datar.
"Lintah." Ucapnya lalu membalikan badannya, tubuhnya secara reflek menyembunyikan tubuh Sehun dibelakang punggungnya.
Tepat ketika Kai membalikan badannya kini lima langkah didepannya ada sosok tinggi berambut coklat yang memiliki kulit putih bersandar di dinding. "Hey, perkenalkan namaku Jaehyun."
"Pergilah sebelum aku mengoyak jantungmu." Geram Kai memandang Jaehyun.
Jaehyun tersenyum kecil, dia tahu reaksi seperti inilah yang didapat ketika sepupunya memberinya perintah. "Karena kejadian 15 tahun yang lalu membuat bangsa kita bermusuhan lagi yah. Vampire dan Manusia Serigala."
"Tunggu, kau bilang namamu Jaehyun." Sehun mendorong sedikit tubuh Kai untuk melihat lebih jelas sosok pucat didepan mereka.
"Minhyun pernah menceritakan tentangmu seminggu yang lalu." Sehun memandangi tubuh Jaehyun dari atas hingga kebawah. "Kau Vampire."
Jaehyun tersenyum mendengar ucapan Warlock didepannya. "Yup, Aku Vampire. Dan aku kesini karena mendapat perintah dari seseorang."
Mata Sehun berubah menjadi tajam. "Jika ini menyangkut Minhyun lebih baik kau pergi dari sini sebelum aku merapalkan kutukan untukmu."
Bukannya merasa takut Jaehyun hanya memandang tenang keduanya. "Wolf dan Warlock. Kombinasi yang lumayan. Dan untungnya aku yang datang kesini bukan Baekho, jika Baekho yang datang sepertinya akan ada pertumpahan darah disini."
Jaehyun tersenyum sambil mengingat sahabatnya yang bernama Baekho, Baekho itu terkenal karena memiliki temperamental yang buruk. "Dan sayangnya aku kesini menyangkut Minhyun."
Setelah Jaehyun mengatakannya mata Kai berubah menjadi lebih tajam dan siap menyerang vampire didepannya.
"Wow wow wow, tenang ok. Aku belum menyelesaikan ucapanku dan Aku tidak akan menyakiti Minhyun. Bisa-bisa aku dibunuh oleh orang yang menyuruhku kemari."
Sehun mencengkeram lengan Kai dan memandang tajam Jaehyun. "Cepat katakan setelah itu pergilah."
Jaehyun mengambil sesuatu dari jaket hitamnya dan melemparkannya pada Sehun.
Sehun memandang sesuatu ditangannya. "Kantung darah?" lalu kembali memandang Jaehyun. "Aku sudah memiliki persediaan sendiri."
Jaehyun menggeleng. "Itu bukan darah manusia, darah manusia tidak akan cukup untuk Minhyun. Dia akan terus meminta lebih tanpa merasa puas. Setelah meminum itu Minhyun akan kembali seperti dulu. Kau bisa membuang persediann kantung darahmu."
"Sayang, apa yang dia bicarakan?" tanya Kai bingung.
Sehun memandang Kai sekilas lalu memandang Jaehyun. "Darah ini… milik siapa?"
"Milik seseorang yang mengirimku kesini." Jawab Jaehyun.
"Monster yang sama yang membuat Minhyun-ku seperti ini?"
Jaehyun mengangguk kecil, sedikit tersinggung ketika sosok Warlock didepannya menyebut kata Monster.
"Mengapa dia tidak memberikan secara langsung pada Minhyun dan mengembalikan Minhyun-ku seperti semula."
"Dia sibuk. Dia bahkan ada di benua lain sekarang, bulan depan mungkin dia akan kembali dan meminta maaf secara langsung pada Minhyun."
Sehun memandang Jaehyun, dia memandang aura disekeliling vampire didepannya lalu mengangguk kecil. "Pergilah, kau sudah selesai disini."
.
"Jadi katakan padaku, apa maksud ucapannya?" tanya Kai pada Sehun ketika mereka sudah memasuki apartement Sehun. Kai tidak peduli bahwa dia menelantarkan anak-anak club dance, saat ini dua sosok yang disayanginya lebih penting.
Sehun menatap kekasihnya. "Sebulan yang lalu…"
.
Kai terdiam tanpa kata, tangannya mengepal menahan amarahnya ketika sang kekasih telah selesai menceritakan semuanya. "Aku akan membunuhnya. Jadi ini alasan kau meminta darah akhir-akhir ini? untuk Minhyun."
Sehun mengangguk lalu menyenderkan kepalanya dibahu Kai. "Tapi sepertinya Jaehyun dan sosok yang mengirimnya alias Ayah dari janin Minhyun tidak mengetahui jika Minhyun tengah mengandung."
"Bagaimana kau tahu?"
"Aku sekilas memandang mata Jaehyun dan disana ada ingatannya ketika dia diperintahkan memberikan kantung darah itu. Dia memberikan darahnya untuk Minhyun agar Minhyun kembali seperti semula karena jika seseorang mendapatkan gigitan dari vampire maka orang tersebut akan tenang jika sudah meminum darah."
"Aku pikir maka orang tersebut akan menjadi vampire."
Sehun menggeleng mendengar ucapan Kai. "Vampire akan mengubah korbannya menjadi Vampire jika saat mereka mengigit korbannya air liur mereka juga keluar dan menetes diluka leher korban makan korbannya akan menjadi vampire tapi dalam kasus milik Minhyun tidak."
"Jadi, saat ini Minhyun tengah mengandung dan jika dia meminum darah dari Ayah janin yang dikandungnya maka apa yang akan terjadi?"
"Minhyun akan lebih tenang dan dia bisa meminum darah seminggu sekali. Dalam adat bangsa Vampire, jika pasangan mereka tengah mengandung maka sang suami akan memberikan darahnya agar diminum pasangannya untuk membuat janin mereka menjadi vampire yang kuat." Sehun memandang foto dirinya dan Minhyun yang ada di dinding apartementnya. "Tapi aku pastikan Minhyun meminum darah dari Ayah janinnya untuk yang pertama dan terakhir kali, aku tidak ingin keponakanku menjadi salah satu dari bangsa supernatural seperti kita, keponakanku haruslah manusia."
"Apa kau tahu siapa nama Ayah dari Janin yang dikandung Minhyun?"
Sehun menundukan kepalanya. "Dalam ingatan Jaehyun tadi, dia memanggilnya JR dan Minhyun pernah menyebut nama JR."
"Kau yakin namanya JR?"
Sehun memandang kekasihnya dengan bingung. "Memang siapa JR?"
Sang manusia serigala itu memandang pasangan jiwanya. "Kau memang baru dua tahun di dunia supernatural ini Sehun, tapi aku sudah mengenal dunia ini sejak aku bayi dan JR… dia adalah Pangeran Vampire berdarah murni."
.
.
Minhyun memandang Kai dengan tatapan memohon. "Kai-hyung, aku mohon pergilah dari apartement ini. Baumu aneh, hyung."
Kai hanya menganga mendengar ucapan polos sosok manis didepannya. "Bauku aneh? Aku baru saja mandi setelah kau memintaku mandi, Minhyun sayang."
"Tapi kau bau seperti anjing yang terkena air. Aku tidak sukaaa."
Sehun terkekeh kecil mendengar perbincangan keduanya. "Pergilah, Kai. Besok kita akan bertemu lagi."
Kai hanya mendesah pasrah lalu mencium bibir Sehun dan mengacak rambut Minhyun yang langsung ditepis oleh Minhyun.
"Kai-hyung, bauuuu."
.
.
Minhyun memandang gelas didepannya.
"Kenapa hanya dipandangi, cepat diminum." Perintah Sehun.
"Ini darah apa, Hyung? A, B, AB atau O?"
"Kenapa memangnya?" tanya Sehun dengan lelah, dia sudah lelah dengan tugas-tugas sebagai ketua OSIS dan semakin lelah karena sifat Minhyun yang semakin hari semakin manja.
"Warnanya lebih merah dan lebih kental. Baunya jugaa.."
"Itu darah lintah. Sudah cepat minum." Desak Sehun, dan itu memang darah lintah alias Vampire. Sehun jadi ketularan Kai yang memanggil bangsa Vampire dengan julukan Lintah. Vampire dan lintah sama-sama penghisap darah.
Minhyun memajukan bibirnya mendapatkan omelan Sehun, dia tahu Sehun berbohong. Minhyun meminum gelas berisi darah itu dengan pelan. Darah ini rasanya juga berbeda dari darah-darah kemarin yang Sehun berikan, awalnya berbau anyir namun lama kelamaan menjadi harum dan janin diperutnya juga tampaknya menyukai darah ini.
.
.
TBC
