Eternal love
Summary :
Hidup Minhyun itu sederhana, dia hanya ingin menjadi penyanyi dan bertemu Idolanya tapi hidup sederhananya musnah sejak ia menolong laki-laki berkulit tan namun memiliki suhu tubuh sedingin es. Apalagi ketika ia mengetahui ia tengah mengandung anak dari laki-laki misterius itu. #Vampire #2Hyun JR/Minhyun BaekRen JaeYong Bnior KaiHun Ongniel #NU'EST #Mpreg.
.
.
.
.
Achan Van Jeevas
.
Chapter 8 : Red String Of Blood Part II
.
Benang merah berdarah ini telah mengikat takdir kalian bersama
.
.
.
BUSAN
"Minhyunie." Yoona langsung memeluk putranya dengan pelukan hangat. "Eomma dan Appa merindukanmu, sayang."
Minhyun membalas pelukan Ibunya. "Minhyun juga merindukan Eomma dan Appa." Minhyun melepaskan pelukan Ibunya dan bergantian memeluk Ayahnya, Sehun yang berada dibelakangnya juga ikut memeluk paman dan bibinya itu.
"Sayang, kenapa kau memakai baju tebal seperti ini dan saat Eomma memelukmu tadi, Eomma merasakan sesuatu yang menendang." Tanya Hwang Yoona pada putranya.
Minhyun menundukan kepalanya, dia merasakan Sehun menggenggam tangannya memberinya semangat.
"Ahjumma, Ahjusshi bagaimana kalau kita masuk kedalam." Ujar Sehun dengan nada pelan pada keduanya.
Yoona mengangguk. "Ayo ayo kita masuk ke dalam."
.
"Jadi, Minhyunie. Katakan pada Eomma ada apa sayang?"
Minhyun memandang kedua sosok yang disayanginya itu lalu mendudukan dirinya dilantai, tangannya menggenggam kedua tangan orangtuanya. "Eomma, Appa. Kalian mungkin berpikir aku gila tapi… Aku hamil. Minhyunie hamil."
Kedua orangtuanya melebarkan mata mereka mendengar ucapan putra yang paling mereka sayangi itu.
"Kau.. hamil?" tanya Hwang Jinki dan hanya dibalas anggukan kecil Minhyun, air mata sudah keluar dari matanya.
"Iyah, Appa.. Aku hamil. Maafkan Minhyunie sudah mengecewakan Eomma dan Appa."
Sehun ikut mendudukan dirinya disamping Minhyun. "Maafkan Sehunnie juga yang tidak bisa menjaga Minhyunie dengan baik, Ahjumma Ahjusshi. Ini salah Sehun."
Minhyun menggeleng mendengar ucapan sepupunya. "Sehun-hyung tidak salah disini. Semuanya murni salah Minhyunie."
"Appa tidak akan menyalahkan kalian berdua, ceritakan semuanya pada Appa. Appa akan mendengarkannya dengan baik-baik. Semuanya memiliki alasan."
Minhyun memandang sang Ayah dan menundukan kepalanya. "Satu bulan yang lalu…"
.
Yoona memeluk putranya dengan erat ketika Minhyun sudah selesai menceritakan semuanya. "Putraku.. putraku yang malang. Maafkan Eomma yang tidak ada disisimu, Sayang. Ini semua salah Eomma."
Minhyun menggeleng. "Eomma tidak salah apa-apa. Tolong jangan meminta maaf."
"Kita akan membesarkan cucu kita disini, kita akan melindungi dan membesarkannya."
Minhyun, Yoona dan Sehun memandang pria dewasa didepan mereka.
"A-appa? Appa tidak marah? Appa tidak kecewa pada Minhyun?" tanya Minhyun pada sosok laki-laki terbaik dalam hidupnya.
"Appa tidak mungkin kecewa pada Minhyunie. Tidak pernah sedikitpun Appa kecewa padamu."
.
.
Tok Tok Tok
"Itu pasti Kris-ge, Ahjumma. Tadi siang dia bilang ingin bertemu dan aku mengatakan sedang di Busan dan dia datang." Jelas Sehun pada Yoona dan menuju pintu rumah bibinya.
Sehun membuka pintu rumah keluarga Hwang untuk melihat kakak tirinya itu, Kris itu kakak tirinya dari pihak sang Ayah. Ayahnya Oh Hangeng sebelum menikah dengan Ibunya sudah lebih dulu berkeluarga dengan Nyonya Wu namun mereka akhirnya berpisah ketika Kris berusia 3thn. Nyonya Wu membawa Kris ke Canada dan tinggal disana walaupun begitu Ayahnya sering meminta Kris untuk berkunjung ke Korea mangkanya Sehun dekat dengan Kris dan juga karena mereka sama-sama memiliki darah Ayah mereka yang adalah Warlock.
Mata sipit Sehun melebar melihat sosok selain kakaknya didepan pintu. "Eomma, Appa…"
Heechul tersenyum melihat putranya. "Halo, Princess."
"Ke-kenapa kalian semua ada disini?" tanyanya dengan bingung.
"Sehun kita sengaja berkumpul karena ada yang ingin kami beritahukan padamu dan Minhyun." Jelas Hangeng.
Sehun ingin bertanya tentang apa namun ia urungkan dan mempersilahkan masuk kedua orangtuanya serta Kris.
Sehun menyentuh lengan Kris. "Ge, ada apa ini?"
Kris mengacak rambut Sehun dengan lembut, dia mencium kening adiknya. "Gege akan menjelaskannya didalam."
Heechul menghentikan langkah kakinya ketika melihat keponakannya. "Minhyunieeee."
Minhyun menghentikan kegiatannya menata piring dimeja makan ketika mendengar suara genit bibinya. "Ahjumma, Ahjusshi Annyeong." Sapanya manis sambil membungkukan tubuhnya walaupun agak susah karena kondisi perutnya.
Heechul menjatuhkan tas jinjingnya ketika melihat perut besar Minhyun, matanya melebar. "Mi-minhyunie perutmu."
"Heechul Ahjumma, aku akan menjelaskan–" namun sebelum Minhyun melanjutkan ucapannya Heechul sudah lebih dulu memeluknya dengan erat.
Heechul menciumi leher Minhyun. "Aku tidak bisa mencium bau apapun, janin ini begitu kuat hingga melindungi aromanya sendiri. Katakan pada Ahjumma siapa Ayah bayi ini Minhyun? Seorang Alpha, High Warlock atau Vampire Murni?"
Minhyun memandang bingung Heechul. "Ahjumma mengetahui hal-hal seperti itu?"
Bukannya menjawab Heechul malah memandang suaminya Hangeng. "Pantas Kris mengumpulkan kita."
"Eomma, Appa, Gege. Ada apa ini?" tanya Sehun. "Minhyun tidak mengetahui semua tentang kaum kita."
"Kau tidak memberitahunya sedikitpun?" tanya Hangeng.
"Tentu saja tidak, kalian yang menyuruhku untuk tidak mengatakan apapun pada Minhyun."
Minhyun memandang keluarga sepupunya lalu memandang Ayah dan Ibunya yang bersikap tenang dan tidak terkejut sama sekali. "Apa yang kalian bicarakan? Mengetahui tentang apa?"
Kris mendekati Minhyun, dia sekilas melihat perut Minhyun. "Ayah dari janin ini adalah Vampire, Heechul. Dan aku akan menceritakan semuanya pada kau dan Sehun."
"Aku sudah mengetahui semuanya." Ucap Sehun.
Hangeng menggeleng. "Kau masih tidak mengetahui semuanya, Sehun."
.
Kris memandang Sehun dan Minhyun yang memfokuskan mata mereka padanya, Kris menarik nafas dalam. "Ini akan menjadi cerita yang panjang namun yang pertama harus kalian ketahui yaitu Hangeng dan Heechul bukan orangtuamu Sehun begitu juga Jinki dan Yoona, termasuk Minhye, dia bukan Noonamu Minhyun."
Mata Sehun dan Minhyun melebar seketika. "Apa?!"
"Ge, apa maksud ucapanmu?"
Kris tersenyum pada Sehun. "Aku juga bukan kakak tirimu, Sehun. Aku adalah Pamanmu."
"Lelucon macam apa ini?" marah Sehun.
"Ini bukan lelucon, Princess." Jawab Heechul dengan tenang. "Inilah kenyataan yang sesungguhnya."
Minhyun menundukan kepalanya lalu memandang kedua orangtuanya. "Apakah itu benar? Kalian bukan orangtuaku?"
Yoona mengangguk, air mata sudah keluar dari mata jernihnya. "Benar, Sayang. Kita bukan orangtua kandung kalian. Kita memang berbohong pada kalian selama ini namun cinta yang kami berikan pada kalian adalah murni cinta dari hati kami."
"Awalnya kami ingin menyimpan rahasia ini lebih lama tapi aku memiliki penglihatan bahwa inilah saat yang tepat." Jelas Hangeng.
"Ceritakan semuanya pada kami dan maksud dari kau adalah pamanku." Ucap Sehun memandang sosok tampan didepannya.
"Sebelum aku menceritakannya, ada satu hal lagi yang akan aku katakan.. kalian berdua adalah saudara kandung dan Ayah kalian adalah kakakku."
"Saudara kandung?" Minhyun dan Sehun saling berpandangan, mereka terkejut tentu saja namun rasa terkejut itu segera tergantikan dengan perasaan hangat mengetahui jika ikatan mereka lebih kuat dari ikatan sepupu.
Kris mengangguk. Dia mendekati kedua keponakannya dan menyentuh tangan kanan Sehun dan tangan kiri Minhyun. "Aku akan membawa kalian ke masa lalu."
.
.
Delapan belas tahun yang lalu ada seorang putri rubah yang memiliki senyuman yang indah, namanya adalah Hwang Miyoung atau dikenal Tiffany Hwang. Usianya 18th ketika ia dinobatkan menjadi Ratu Fox (Siluman Rubah). Fox dikenal sebagai kaum yang memiliki kecantikan dan ketampanan luar biasa dan karena kecantikan Tiffany banyak para pria dari kaum supernatural ingin meminangnya namun Tiffany selalu menolak.
Kini ketiganya berada disebuah tempat yang tampak indah, banyak bunga-bunga bermekaran dan disana ada wanita cantik yang asing namun tampak familiar untuk keduanya.
"Wajahnya tampak mirip denganmu, Minhyunie." Ujar Sehun sambil memandang kagum pada kecantikan Ibu kandungnya.
Sedangkan Minhyun hanya terdiam dan memandang sosok yang baru pertamakali ia lihat. "Cantik."
Kris hanya tersenyum kecil mendengar ucapan-ucapan keponakannya.
Tiffany memiliki seorang sahabat dari kaum Warlock, namanya Nichkhun. Mereka berdua sudah berteman sejak kecil. Kedua orangtua Tiffany mendesaknya agar cepat menikah tapi Tiffany selalu menolak dan dia sering berbicara dengan Nichkhun masalahnya itu. Karena mereka berdua adalah sahabat dekat akhirnya keduanya setuju untuk dinikahkan."
"Dia.. Ayah kami?" tanya Minhyun setelah melihat sosok tampan Nichkhun. "Dia mirip denganmu, hyung."
Sehun mengangguk setuju mendengar ucapan adiknya. "Tapi kau memiliki matanya dan aku memiliki mata Mommy."
Pernikahan keduanya tidak begitu mengejutkan karena banyak yang mengira jika memang keduanya sudah berpacaran sejak dulu namun Tiffany dan Nichkhun mereka memang saling mencintai tapi mencintai sebagai sahabat, tidak lebih.
Dari pernikahan keduanya hadirlah dua sosok mungil yang semakin membahagiakan keduanya. Putra pertama mereka diberi nama Sehun dan putra kedua mereka yang lahir satu tahun kemudian diberi nama Minhyun. Putra sulung mereka mengikuti Ayah mereka sebagai Warlock dan si bungsu adalah Fox.
Air mata Sehun dan Minhyun sudah ada dipelupuk mata mereka ketika mereka melihat bagaimana ekspresi kebahagiaan yang terpancar diwajah kedua orangtua kandung mereka yang tidak pernah mereka ketahui.
Kaum supernatural lain begitu terkagum-kagum dengan kecantikan yang dimiliki Sehun dan Minhyun walaupun fakta bahwa keduanya adalah laki-laki.
Namun, Kebahagiaan keduanya direnggut secara paksa ketika kudeta yang dilakukan S. Coups pada keluarga kerajaan Vampire. Perang lima belas tahun yang lalu memporak-porandakan kebahagiaan antar kaum.
S. Coups membunuh Nichkhun seperti ia membunuh Ayah dan Ibunya sendiri karena Nichkhun adalah High Warlock yang memiliki ikatan yang kuat dengan bangsa Vampire.
Pemandangan indah didepan mereka langsung berubah dengan kobaran api berwarna merah yang menyala terang dan kekacauan terjadi dimana-mana.
Ketiga kini memandang dimana Tiffany tengah berbicara dengan putra sulungnya.
"Sehunnie, lihat Mommy sayang. Lihat dan dengarkan Mommy, ok." Ucap Tiffany pada putra sulungnya.
"Mom-mommy ada apa ini? kenapa semuanya rebut-ribut hiks hiks. Dimana Daddy, Mom?" tanya Sehun sambil sesenggukan, dia memandang kebelakang punggung Ibunya. Istana mereka tengah terbakar dan mereka berada dipinggir hutan.
Tiffany mengelus pipi chuby putranya, air mata juga sudah keluar dari mata indah sang ratu. Putranya memang masih berusia 2th namun fisik dan cara berpikir putranya seperti sudah berusia 7th. "Sayang, bawalah adikmu dan pergilah kearah selatan hutan. Temuilah wanita bernama Yoona dan berikan surat ini padanya."
Tiffany memberikan putra bungsunya yang baru berusia satu tahun beserta sebuah surat pada putra sulungnya.
"Apa Mommy tidak ikut?"
Tiffany menggeleng, air mata sudah membasahi pipinya. "Hiks, tidak sayang. Mommy harus membantu rakyat kita."
Sehun memandang tangannya yang digenggam oleh Tiffany. "Berjanjilah, berjanjilah pada Mommy kau akan melindungi adikmu. Berjanjilah, sayang."
"Aku berjanji, Mom. Aku akan selalu melindungi Minhyun."
Tiffany tersenyum lalu mencium kening Sehun, ia memandang wajah Minhyun yang masih terlelap.
"Minhyunie, maaf Mommy tidak bisa menjagamu tapi kau memiliki hyung terbaik yang pernah ada." Tiffany menciumi wajah mungil Minhyun lalu memandang Sehun. "Pergilah, Sehun. Pergi."
Sehun mengusap matanya, tangan kirinya menggengdong adiknya. "Sehunie mencintai Mommy dan Daddy."
"Kami juga sangat mencintai kalian berdua." Dan dengan itu Tiffany mendorong putra sulungnya yang menggendong Minhyun untuk keluar dari garis pelindung dan masuk kedalam hutan.
Sehun memandang sekelilingnya ketika ia tidak lagi melihat wajah cantik Ibunya. Sehun sudah akan melangkah kedepan namun ia ingat pesan Ibunya. Kearah selatan dan menemui wanita bernama Yoona.
Sehun menghentikan langkah kaki kecilnya ketika ia sudah hampir satu jam menuju arah selatan namun yang terlihat dipandangannya hanyalah pohon dan pohon.
"Eaakkkk."
"Hush Hush Hushh." Sehun menimang-nimang adiknya. "Hushh, sabar yah Minhyun-ah. Hyung masih belum menemukan Yoona. Sebentar lagi yah. Minhyun tidur saja dulu."
Minhyun menghentikan tangisannya dan memandang wajah kakaknya.
"Nah, begitu dong. Jangan menangis lagi yah."
Sehun melanjutkan langkah kaki mungilnya dan semakin masuk kedalam hutan.
"A-aku tidak ingat ini." ujar Sehun lalu memandang Kris. "Apakah ini nyata?"
Kris mengangguk. "Yoona dan Jinki menghapus ingatanmu tentang semua ini, mereka ingin menjauhkanmu dari dunia supernatural."
"Tapi kenapa saat ulang tahunku yang kelima belas Hangeng Appa memberitahuku bahwa aku Warlock jika memang mereka ingin menjauhkanku dari dunia ini?"
"Karena adat untuk para Warlock saat usiamu 15th kau setidaknya harus menegtahui satu mantra dan mempraktekannya." Jelas Kris dengan tenang.
"Kau mengetahui jika kau Warlock, hyung? Apakah ini ada kaitannya dengan setiap tanggal 13 kau selalu menghilang?" tanya Minhyun.
Sehun mengangguk. "Setiap tanggal 13 para Warlock disetiap kota akan berkumpul dan bermeditasi bersama."
.
Sudah tiga jam kaki mungilnya bergerak kearah selatan dan dia masih tidak menemukan apa-apa selain kegelapan hutan.
"Hey, Nak. Sedang apa kau disini?"
Sehun segera membalikan badannya, dia memandang tajam sosok pria didepannya, tangannya melindungi tubuh sang adik. "Siapa kau?"
"Hangeng Appa/Ahjusshi." Ujar Sehun dan Minhyun ketika mereka melihat secara jelas siapa sosok laki-laki itu.
Pria itu memandang anak kecil didepannya. "Sama sepertimu, aku juga Warlock. Sekarang jawab pertanyaanku, apa yang dilakukan anak kecil ditengah hutan ini."
"Aku sedang mencari wanita bernama Yoona. Ibuku menyuruhku menemuinya." Jawab Sehun. "Apa anda mengenal wanita bernama Yoona, Tuan?"
"Tentu saja, dia adalah adik dari istriku. Ayo ikut aku, Nak. Ngomong-ngomong namaku Hangeng."
Sehun kecil tau harusnya dia tidak mengikuti sosok yang tidak ia kenal namun ia juga merasakan kalau Warlock didepannya ini jujur.
"Heechul bisa kau panggil Yoona, ada anak kecil yang ingin menemuinya." Ujar Hangeng pada istrinya ketika memasuki mansion yang ada ditengah hutan. "Duduklah, aku akan mengambil minum, kau pasti haus."
Sehun mengangguk lalu mendudukan dirinya dikursi, tangannya masih menggendong adik bayinya.
"Tenang saja Minhyunie, Hyung berjanji akan selalu menjagamu."
Minhyun menggenggam lengan Sehun yang ada disamping kanannya. "Kau selalu menajagku sejak aku kecil, hyung."
Sehun tersenyum manis lalu mengelus rambut Minhyun dengan lembut. "Itu gunanya seorang kakak. Aku bahagia mengetahui fakta bahwa kita adalah saudara kandung."
"Dan jikapun tidak aku akan tetap menganggapmu kakakku, Sehun-hyung."
"Hey, adik manis. Minumlah dulu." Seorang wanita cantik memberikan gelas pada Sehun. Dibelakangnya ada tiga sosok lain yang memandang kakak adik tersebut.
Sehun mengambil gelas tersebut dengan kedua tangannya dan bukannya langsung meminumnya ia malah menempelkan gelas itu dibibir adiknya. "Minhyunie minum dulu yah."
Keempat orang dewasa yang ada disana terkejut dengan sikap bocah kecil itu.
Setelah hampir setengah gelas air masuk kedalam mulut kecil adiknya, Sehun langsung meminum sisanya dengan pelan. "Apakah anda adalah Nona Yoona?"
"Nde, namaku Yoona."
"Mommy menyuruhku untuk menemui anda dan memberikan surat ini untuk anda." Sehun memberikan surat yang Tiffany berikan padanya.
Yoona mengambil surat dari Sehun dan langsung membacanya.
Yoona, S. Coups sudah memulai rencana kejinya. Tolong jaga kedua putraku dengan sepenuh hati. Aku mohon padamu Yoona, aku tidak tahu dengan siapa lagi aku meminta tolong. Jauhkan mereka dari dunia supernatural hingga mereka dewasa dan berikan mereka cinta yang aku tidak sempat berikan untuk mereka. Katakan bahwa aku akan selalu mencintai mereka untuk selamanya.
Tiffany
Air mata kini merembes keluar dari mata Yoona, dia langsung memeluk kedua bocah kecil didepannya. "Aku berjanji Tiffany, Aku berjanji akan memberikan cinta untuk mereka dengan sepenuh hatiku."
.
Heechul memandang adiknya yang tengah menyanyikan lagu untuk Sehun dan Minhyun yang tertidur pulas. "Satu-satunya cara agar mereka tidak mengetahui tentang dunia ini adalah dengan kita membaur bersama manusia."
"Eonnie, benar." Yoona mengelus rambut Sehun dan Minhyun. "Sehun adalah Warlock dan Minhyun adalah Fox namun aku merasakan kalau Minhyun memiliki takdir yang besar menantinya."
"Tentu saja dia memiliki takdir yang besar menantinya, dialah penerus kerajaan Fox." Ujar Jinki.
"Walau bagaimanapun saat usianya 15th Sehun harus mengetahui jika dia adalah Warlock. Jadi biarkan Aku dan Heechul yang mengurus Sehun, kau dan Jinki harus melindungi Minhyun." Saran Hangeng.
Yoona mengangguk. "Gege benar. Tapi sebelum itu mari kita hapus ingatan keduanya." Yoona menyentuh kening Sehun dan Minhyun.
.
.
"Yoona Eomma.. siapa dia sebenarnya?" tanya Minhyun ketika mereka melihat tangan Yoona yang bercahaya dan merapalkan mantra yang baik Sehun sendiripun tidak tahu.
"Dia adalah High Witch (Penyihir perempuan) begitu juga Heechul dan Jinki dia adalah Animagus (yang bisa berubah menjadi binatang)." Jelas Kris. "Setelah hari itu keempatnya pergi kedunia manusia dan membesarkan kalian disana."
"Kenapa mereka berempat tidak didunia kaum supernatural, kenapa mereka berempat ada di hutan?" tanya Sehun.
"Mereka berempat sejak 400 tahun yang lalu memang memilih tinggal dihutan, mereka adalah pelindung dari perbatasan dunia manusia dan dunia kaum supernatural."
Sehun dan Minhyun mengangguk mengerti.
"Lalu bagaimana keadaan Mommy hari ini, apa dia… meninggal?"
"Setelah perang besar 15 tahun yang lalu para Dewa meminta Ibu kalian memberitahukan lokasi kalian namun Tiffany menolaknya dan akhirnya para Dewa mengasingkannya selama 13 tahun. Dua tahun yang lalu ia sudah bebas namun ia harus tetap di istana fox karena dia adalah Ratu."
"Kenapa dia diasingkan?"
Kris memejamkan matanya. "Karena kalian adalah Half-Blood, setelah perang besar itu, siapapun yang memiliki darah dua kaum maka akan dimusnahkan oleh para Dewa walaupun kalian sudah memiliki sisi Warlock dan Fox namun para Dewa menganggap kalian berbahaya dan kalian harus dimusnahkan."
"Paman." Sehun memandang pamannya entah bagaimana kata itu dengan mulus keluar dari lidahnya padahal dia merasa sudah terbiasa memanggil sosok tampan disampingnya denagn sebutan Gege. "Ceritakan padaku tentang perang besar 15 tahun yang lalu, aku memang pernah mendengarnya namun aku masih merasa banyak sisi yang hilang dari cerita itu."
"Aku juga tidak tahu begitu banyak dengan perang itu karena saat itu aku sedang berada di Canada dan perang itu terjadi di Seoul." Kris memandang Minhyun. "Maafkan aku Minhyun."
"Kenapa Paman meminta maaf padaku." Setelah mengucapkan kalimat itu Minhyun langsung tertidur dan dengan sigap Kris membopong Minhyun.
"Apa yang Paman lakukan?!"
"Sehun jawab aku apakah Ayah dari janin Minhyun bernama JR?" tanya Kris.
Sehun membulatkan matanya. "Ba-bagaimana Paman tahu?"
"Karena Minhyun adalah reinkarnasi dari tunangan JR yang bernama Hwang Minah tujuh puluh tujuh tahun yang lalu dan JR adalah salah satu kunci kenapa perang besar itu terjadi. Jadi lebih baik Minhyun tidak mengetahuinya."
"Reinkarnasi?"
Kris mengangguk. "Lebih tepatnya Minhyunlah belahan jiwa sesungguhnya JR."
"Bagaimana Paman tahu semua itu?"
"Karena dulu aku adalah tangan kanan Lord U-Know sebelum 50 tahun yang lalu aku memberikan jabatanku pada Nichkhun." Jeda selama beberapa saat Kris memandang wajah manis Minhyun dan Sehun masih mencerna sedikit demi sedikit informasi yang ia dapatkan.
"Aku akan menceritakan perang besar 15 tahun yang lalu yang aku dapatkan dari banyak sumber terutama dari pikiran Ayahmu yang ia kirim padaku pada saat nafas terakhirnya."
.
.
.
.
TBC
10 August 2017
