Diner
Draco menunggu di area penerimaan tamu di kantor agensinya. Ia tengah menunggu, gadis yang mirip dengan Harrietanya. Draco pun melakukan pencarian secara online mengenai Jasmine Black. Entah mengapa ia memiliki firasat bahwa Jasmine adalah Harrieta.
Berkat informasi online, Ia mengetahui Jasmine bukanlah public figure sembarang. Gadis itu memiliki fan base yang cukup banyak. Sebagai model,Aktris,dan penyanyi kemampuannya telah mumpuni. Draco seratus persen yakin Paman Sev akan menerimanya,Terlebih bola mata itu. Bola mata yang sama dengan bibi Lily.
Gadis bernama Jasmine itu keluar dengan terburu - buru dan masuk ke dalam mobil yang Draco tahu persis milik Kakek Orion. Pemuda berbola mata abu - abu itu pun memasuki kantor direktur Slytherin sekaligus ayah baptisnya itu.
"Paman Sev."panggil Draco. Panggilan itu membuat Severus Snape yang tengah melamun sedikit kaget. "Ada apa ?" tanya Severus. Pewaris Malfoy menjatuhkan dirinya disofa. "Gadis itu, yang bernama Jasmine Black. Bagaimana menurut paman ?" tanya Draco. Severus terdiam. Gadis yang baru saja keluar dari kantornya mengingatakannya pada Harrieta, gadis cilik yang selalu mengikuti Draco. "Dia mirip Harrieta" jawab Severus.
"Atau ia memang Harrieta, Sev"balas Draco.
"Hentikan imaginasimu. Lebih baik kau pulang sekarang. Setahuku kau ada undangan makan malam dengan keluarga Black" usir Severus halus. Draco berdiri dan meninggalkan ruangan tersebut. Ia harus mencari tahu tentang gadis yang amat mirip dengan Harrieta.
Kastil keluarga Black selalu terlihat mewah, apalagi saat mereka mendekorasi tempat ini untuk acara atau pun event tertentu. Draco memperbaiki dasi hijau berbahan sutra miliknya. Ibunya, Narcissa Malfoy nee Black tampak anggun dengan gaun berwarna hitam putih sepanjang mata kaki. Sementara ayahnya, Lucius memakai Tuxedo yang sama dengannya.
"Reg, apa kabar?" sapa Narcissa begitu nyonya Malfoy itu melihat sepupunya. Regulus tersenyum. "Hai Cissy." balas Regulus. Ia juga memberikan senyuman pada Lucius dan Draco. Regulus juga mengenalkan istrinya Alice yang malam itu memakai yukata berwarna ungu dengan corak bunga. Tentu saja Draco memasang senyum palsunya. "Mom, bisa bantu aku memasang jepit rambut?" kata Jasmine yang baru saja keluar dari kamarnya.
Pandangan Draco langsung menjadi cerah, saat melihat gadis itu. Ia memperhatikan bagaimana Alice memasangkan jepit rambut berbentuk Kupu-kupu itu di sanggul Jasmine. "Reg itu putrimu? Aku merasa ia mirip dengan seseorang." kata Narcissa.
Regulus menarik nafasnya. "Jasmine putriku, Cissy. Aku mengadopsinya, salah satu alasanku kembali kesini adalah untuk mencari keluarga kandungnya. Jasmine tidak mengingat apa pun, saat aku dan Alice mengadopsinya." jelas Regulus. Penjelasan itu membuat Draco melihat ke arah Regulus.
Baik Lucius maupun Narcissa mempertimbangkan kemungkinan Jasmine adalah Harrieta. Regulus pun memanggil Jasmine untuk diperkenalkan pada keluarga Malfoy. Kali ini Jasmine cukup tenang menghadapi Keluarga Malfoy. Draco pun melihat gadis itu tampak cantik dengan yukata berwana hitam dengan corak bintang.
"Jasmine, selamat datang di London." sapa Narcissa.
"Terima kasih Nyonya" balas Jasmine.
"Hush, jangan memanggilku Nyonya. Cukup bibi Cissy dan paman Lucius."kata Narcissa.
"Jasmine, Jika aku boleh memanggilmu begitu. Paman ingin tahu apa pendidikan formal terakhirmu?" kata Lucius penasaran. Jasmine tertunduk malu. "Ia lulusan Universitas Tokyo. Jurusan seni peran"jawab Alice.
"Mom" keluh Jasmine yang malu.
Tak berapa lama kemudian, Kakek Orion datang untuk mengumumkan makan malam. Draco selalu memperhatikan Jasmine yang selalu menghindar darinya. Pertama, Draco harus memastikan identitas Jasmine yang sebenarnya.
