I choose Ravenclaw
Narcissa mengemudikan mobilnya menuju kediaman keluarga Potter. Ketika ia sampai Lily tengah menyiram di taman kecil miliknya. "Lily." panggil Nyonya Malfoy tersebut. Wanita berambut merah yang tengah menyiram tanaman itu berhenti dan menoleh. "Narcissa, masuklah." ajak Lily.
Narcissa menerima tawaran sahabatnya tersebut. Narcissa membuat dirinya nyaman di ruang tamu, sementara Lily membuat minuman untuknya. Lily yang sekarang bukanlah Lily yang bersemangat seperti dulu. Semenjak Harrieta menghilang, Lily seakan - akan kehilangan terangnya. Kali ini Narcissa akan membawa kabar gembira.
Nyonya Potter itu menyuguhkan teh susu untuk sahabatnya. "Ada apa kau kemari Cissa?" tanya Lily yang duduk berhadapan. "Lily, Harrieta masih hidup." kata Narcissa membuat Lily terkejut.
Wanita yang menyandang nama Malfoy itu pun menceritakan semua. Air mata mengalir di kedua pipi Lily tak mempercayai sang buah hati masih bernafas. Lily benar-benar bersyukur, Harrieta masih hidup walaupun Narcissa menceritakan ia hilang ingatan. "James dan Sirius harus tahu ini" kata Lily sambil tersenyum untuk pertama kalinya semenjak Harrieta menghilang.
Di tempat lain, Jasmine menerima dua surat dari dua agensi. Ayah dan ibunya mengatakan manapun yang ia pilih mereka akan mendukungnya. Kakeknya, Orion Black pun mengatakan yang sama.
Tanpa penuh keraguan, Jasmine memilih Ravenclaw. Karena itu, hari ini akan mengunjungi lagi kantor agensi tersebut. Ia harus mengurus dan memberitahu kerja samanya di label musik milik ayahnya. Ya, Regulus berniat untuk mengadakan konser dunia sebagai awal Jasmine memulai debut internasional. Untungnya nama Jasmine sudah mulai di kenal sejak ia membintangi drama sejarah asia.
Jasmine mengenakan gaun putih berwarna putih dengan Blazer berwarna hitam. Hari ini gadis berbola mata hijau itu sangat ingin mengenakan tema monochrome.
Regulus yang kali ini akan mengantarkan Jasmine, sekaligus ia berangkat menuju kantor barunya. Alice mencium kening Jasmine sebelum gadis itu masuk ke dalam mobil. Regulus ganti mencium kening istrinya. "Aku berangkat, sayang" pamit Regulus.
Jasmine selalu terpukau dengan lambang gagak di kantor agensi Ravenclaw. Dengan semangat, ia memasuki agensinya tersebut. Direktur Flitwick sangat bahagia mengetahui gadis berbakat seperti Jasmine bergabung. Ia bahkan menyiapkan Manager dan Publicist untuk gadis itu. Luna Lovegood yang bertugas menjadi Publicistnya dan Anthony Goldstein sebagai managernya.
Beliau juga sangat senang, saat Jasmine memberitahu semua sisa jadwal termasuk tentang label milik Regulus. Anthony berpendapat, lebih baik Jasmine bekerja di CV. Mengingat Jasmine adalah salah satu ambassador make up. Hal itu juga memberinya waktu untuk membuat ulang album - albumyan untuk versi inggris. Jasmine pun setuju hal itu. Ia lebih baik mengerjakan hal - hal kecil daripada tidak sama sekali.
Dengan hal - hal yang telah disepakati, Jasmine pun menandatangani kontrak dengan agensi Ravenclaw. Tentu saja, Luna kan secara resmi memposting berita ini di media sosial.
Hari itu juga ia mendapatkan jadwalnya selama sebulan ke depan. Esok hari ia memiliki dua jam sesi pemotretan dan dua jam sesi rekaman. Jasmine mengucapkan terima kasih dan kembali pulang dengan taksi.
