A Chance

Baik James dan Lily harus mengakui Harrieta dalam identitas lain, gadis itu menjaga jarak dengan orang asing. Dari makan malam, semalam di rumah keluarga Black. Gadis itu memang sangat pemalu. Ia tidak banyak bicara namun tertawa bila Nott berbicara dengannya.

Lucius dan James beserta istri - istri mereka berembuk bagaimana caranya mendekati Harrieta secara natural. James dan Lily sudah sangat merindukan bidadari kecil mereka. Sebagai orang tua, mereka tentu saja sedih. Tidak bisa memeluk putri mereka yang telah lama hilang.

Narcissa pun mencetuskan ide. Setiap tahunnya, empat agensi akan selalu berkollaborasi membuat sebuah drama. Sebagai lambang persahabatan. Dengan drama kolaborasi itu, mereka bisa dekat dengan Harrieta secara natural. Lucius akan bekerja sama dengan Severus, sedangkan James akan mengusulkan hal ini pada Minerva.

Time skip,

Jasmine baru saja menyelesaikan olah raga paginya saat Anthony Goldstein menemuinya di manor. Tony hanya mengatakan, Direktur Filius perlu bicara dengannya. Jasmine pun segera mandi dan berdandan.

Jasmine memakai dress berwarna hijau giok lengkap dengan anting - anting berwarna yang dan Jasmine pun segera berangkat menuju kantor agensi Ravenclaw dengan Tony yang menyetir.

"Apa kau tahu yang akan dibicarakan, Tony?" tanya Jasmine.

"Mungkin, kollaborasi antar empat agensi. Setiap tahunnya keempat agensi selalu memiliki proyek bersama."Jelas managernya tersebut. Jasmine mengangguk tanda ia mengerti. Gadis pemilik bola mata hijau itu pun menikmati perjalanan menuju kantor agensinya.

Direktur Filius Flitwick sudah menunggu Jasmine di ruangannya. "Duduklah, Jasmine dan Kau Anthony." kata Filius. Pembicaraan mereka pun dimulai. Tampaknya Filius ingin Jasmine menggunakan kesempatan bermain di drama kollaborasi antar empat agensi ini sebagai debutnya di di Eropa.

Drama yang dimaksud adalah drama crime humor yang ditulis oleh Susan Bones. Drama yang memiliki judul "Smith" itu bercerita tentang seorang novelist misteri yang menemukan inspirasi pada dir seorang kapten polisi wanita dan mengikuti polisi wanita itu untuk melakukan riset. Disini Jasmine mendapatkan peran pembantu sebagai anak dari Novelist misteri itu.

Ketika Jasmine membaca sinopsis drama ini dari naskah yang di berikan oleh Tony. Ia pun tak bisa berkutik saat melihat daftar pemain. Jasmine menghembuskan nafas panjang. Ia hanya bisa pasrah.

Pengambilan gambar akan dimulai dua bulan lagi. Bukan berarti ia bisa bersantai. Hari jumat besok akan ada pembacaan naskah pertama sekaligus mengenal para pemain, Itu akan terjadi sampai pembacaan reading. Setelah itu pemotretan poster juga visual character. Gadis itu hanya menghela nafas.

Jasmine pun segara menuju sebuah cafe dimana ia kan melakukan mini konser bagi para fansnya. Disana ia akan menyanyikan lima lagu dan di lanjutkan oleh pembagian tanda tangan. Di cafe yang di tuju, Theo sudah menunggunya. Suasana riuh terjadi saat ia memasuki cafe. Jasmine hanya tersenyum dan melambaikan tangan.

Ia pun berjalan menunju panggung. Theo tersenyum dengan gitar di tangannya. "Halo semua," sapa Jasmine pada ke semua penggemarnya. Diluar cafe tersebut, Blaise mengajak sahabat - sahabatnya, Draco dan Daphne untuk bersantai sejenak. Yang tidak ketahui adalah cafe ini adalah cafe dimana Harrieta mengadakan mini konser.

Indera pendengaran Draco di sambut dengan suara lembut gadis pujaan hatinya. "Cantik." kata Draco pelan. Ia melihat Harrieta yang menikmati hal yang dilakukannya meski itu bersama Nott. Draco berharap suatu saat nanti ia bisa menggantikan posisi Theo dan mengadakan konser bersama.