Way to close

Jasmine mengenakan celana jeans hitam dengan atasan tanktop berwarna kuning dan kardingan berwarna sama, tak lupa sepatu flat hitam sebagai pemanis. Alice menata rambutnya dengan model kuncir ikat kuda satu sisi. Jasmine hanya memakai gelang dan anting - anting berbentuk bunga matahari sebagai aksesorisnya.

Hari ini adalah hari dimana pembaca naskah dan pengenalan tokoh - tokoh di dalam drama tersebut. Anthony Goldstein, managernya pun telah menjemput artisnya. Pemuda berambut cokelat itu mengantarkan Jasmine ke gedung Slytherin.

Jasmine melangkah masuk ke dalam gedung Slytherin tersebut. Sudah ada beberapa kamera disana, Ia melambaikan tangan dengan anggun pada salah satu kamera sebelum menuju ruangan yang digunakan untuk pembacaan naskah. Salah seorang staff memberikan naskah padanya. Tak terlalu banyak orang yang ia kenal di ruangan itu, setelah berbasa - basi sebentar. Jasmine duduk di kursi dan meja yang telah disediakan dan mulai membaca naskah yang diberikan sambil sesekali memberikan tanda pada linenya.

Draco Malfoy yang baru saja tiba ke lokasi pun mencari gadis berambut hitam dan berbola mata hijau jamrud itu. Sebuah senyuman tulus menghiasi wajah tampan dari tuan muda keluarga Malfoy tersebut, begitu ia menemukan gadis yang ia cari. Dengan santai, Draco mendekati gadis yang akan menjadi lawan mainnya itu. I duduk disebelah Jasmine yang masih berkonsentrasi pada naskah didepannya.

"Kau selalu fokus pada naskahmu?" tanya Draco. Jasmine langsung menoleh ke arah Draco. "Halo" sapa Jasmine singkat dan ia kembali lagi berkutat pada naskahnya. Draco menghela nafas. "Apa kau selalu dingin begitu?" tanya Draco lagi. Kali ini ganti Jasmine yang menarik nafas. "Mohon maaf tuan muda Malfoy, aku kesini untuk bekerja. Jadi tolong berhenti mengangguku"balas Jasmine dingin. Ia paling benci jika ada orang yang menganggu sesi baca naskah pribadinya. Draco pun terdiam namun ganti ia menarik kuncir kuda Jasmine demi menarik perhatian gadis itu. Jasmine masih terus terdiam,walau dalam hati ia ingin sekali memukul kepala belakang pemuda yang duduk di sebelahnya.

Kesabaran Jasmine pun telah habis, ia pun membuka ikatan kuncir kudanya. Membiarkan rambutnya terurai sebelum mengulungnya menjadi sebuah cepol dan menggunakan sumpit kayu untuk menahan rambutnya. Tindakan Jasmine itu membuat Draco memikirkan cara lain untuk menarik perhatian gadis itu.

James Potter dan Lily Potter yang menjadi bintang utama ini pun tiba. Pasangan itu kompak memakai baju dengan warna merah. Jasmine yang telah memahami sebagian jalan ceritanya, hanya terdiam sambil sesekali menyapa Su Li, rekan satu agensinya.

Pembacaan naskah pertama di mulai dari perkenalan diri dan peran yang dimainkan. Untuk awal baik Draco dan Jasmine hanya mengikuti pembacaan. Karena mereka baru muncul saat episode lima.

Jasmine yang berperan sebagai Sarah, berhasil membawakan sosok gadis muda yang pintar namun manja pada ayahnya. Banyak yang bertepuk tangan untuk Jasmine. Draco sendiri berhasil memerankan si jenius, Ryan kekasih dari Sarah.

Jasmine menarik nafas lega begitu pembacaan ini selesai. Biasanya setelah pembacaan akan ada pemotretan karakter untuk poster. James dan Lily mengajak Jasmine untuk makan bersama. Sesungguhnya Jasmine hendak menolak hal tersebut namun Draco sudah menyetujui atas namanya.

Jasmine bersyukur saat indera pengelihatannya menangkap sosok Theo. "Theo!"panggil Jasmine ceria. Jasmine pun melepaskan diri dari rangkulan Draco. Ia pun bergelayut manja pada sahabatnya itu. "Nott? Nak mau makan malam bersama kami?" tawar Lily.

Seketika Theo menelan ludah, Ia menghadapai tatapan penuh harap dari Jasmine yang kini bergelayut manja pada lengannya. Tatapan mematikan penuh ancaman dari Draco juga tatapan biasa dari pasangan Potter. "Ah ha ha ha. Aku tidak pernah menolak makan malam. " kata Theo sambil meringis. Kuku milik Jasmine sangat tajam.

Mereka makan malam di restoran pizza hit terkenal. James memilih makan di tempat ini agar mereka bersantai. Jasmine sendiri sudah mengganti celana jeans panjang dengan rok selutut berwarna putih. Ia memang tidak tahan memakai celana panjang. Untuk pertama kalinya Lily tersenyum. Ia bisa makan dengan suami dan anaknya, meskipun Harrieta tidak ingat tapi kesempatan ini ia gunakan untuk memahami dan belajar hal baru dari putrinya.