And the tiger came at night
Hari - hari berikutnya Jasmine disibukkan oleh pemotretan poster drama tersebut. Terkadang ia bersama dengan Draco, Terkadang ia bersama dengan James. Yang jelas Jasmine berusaha profesional. Untuk season pertama ini, ia mengenakan seragam SMA. Karena di season pertama ini, karakternya adalah siswi SMA yang akan lulus.
Syuting episode pertama dan kedua telah dilakukan. Diepisode ketiga inilah, karakter yang ia perankan akan muncul. James Potter sebisa mungkin membuat suasana menjadi ceria. Direktur agensi Slytherin, Severus Snape juga sering berkunjung ke lokasi.
Pada awal syuting Draco sering membawakan Jasmine kopi. Mulai dari kopi hitam sampai French latte, sayangnya Jasmine bukan penikmat kopi. Begitu mengetahui Jasmine bukan penikmat kopi, Draco berpindah haluan kini ia membawakan teh. Awalnya Draco membawakan teh hitam untuk Jasmine namun Jasmine menolak. Draco pun membawakan teh herbal,seperti Teh mawar,Teh apel dan Teh peppermint.
Setelah mendapatkan bocoran dari Theo bahwa Jasmine pecinta cokelat, terutama cokelat putih. Draco menjadi rajin membawakan cokelat panas dan beberapa kreasi dessert terbuat dari cokelat. Seperti kata pepatah, hal yang paling mudah mendapatkan hati seorang wanita adalah dari perutnya dan itu benar. Jasmine lama - kelamaan mulai membuka diri pada Draco. Mereka sering ditemukan sedang menikmati Snack Time saat jam istirahat
Seperti saat ini, Jasmine dan Draco tengah menikmati segelas cokelat susu panas dan sepotong red velvet cake yang dibawakan Draco, saat slah satu staff memberikan naskah untuk mereka. Jasmine merasakan tubuhnya dingin, saat ia membaca naskah tersebut adegan pembunuhan di episode kali ini mengingatkannya pada masa lalu. Meskipun begitu, Jasmine mencoba bersikap biasa.
Tangan Jasmine mulai gemetaran, saat sang sutaradara memanggil mereka untuk berkumpul. Setting lokasi di studio menggambarkan ruang operasi tiruan. Nafas Jasmine mulai memburu dengan cepat. Setting lokasi ini sangat mirip. Gadis itu bisa mendengarkan suara teriakan yang ia kenali di pikirannya.
Jasmine mundur hingga ia menabrak tembok dibelakangnya. "Tolong aku"katanya pelan. Lily menyadari keanehan yang pada putri kandungnya itu segera menghampiri. Jasmine kini menyentuh dada dimana jantungnya berada sambil menutup mata. Kalimat tolong aku ia ucapkan berulang - ulang layaknya mantra. "Jasmine sayang? Ada apa ?" tanya Lily yang khawatir. Wajah Jasmine berubah menjadi pucat. "James!" panggil Lily panik.
James yang mendengar teriakan panik istrinya tersebut langsung mencari arah sumber suara, hanya untuk melihat Lily yang panik dan Jasmine bersikap aneh. "Harrieta, Harrieta ada apa?" tanya James. Mendengar nama aslinya di panggil, sontak Jasmine membuka matanya. "Aku mohon, jangan panggil aku dengan nama itu. Ia akan menemukanku" kata Jasmine sambil memohon. Tubuhnya semakin bergetar dan Jasmine pun sudah menangis. Lily memeluk Jasmine walaupun gadis itu memberontak.
Severus Snape yang melihat kejadian tersebut langsung menghubungi Regulus. Regulus Black dan Alice Reed Black langsung meluncur ke lokasi setelah pemberitahuan dari Snape.
Sesampainya di sana, Regulus dan Alice menemuka Jasmine masih memberontak di pelukan James dan Lily. Kata - kata aku bukan Harrieta terus terucap dari bibir gadis itu. " Jasmine" kata Alice.
"Hahaue, Aku bukan Harrieta. Aku Jasmine"balas Jasmine. Alice langsung duduk bersimpuh di hadapan Jasmine. "Iya sayang, Kau Jasmine. Putriku"jawab Alice berusaha menenangkan putri angkatnya dan memeluknya.
Hati Lily terasa sakit ketika putri kecilnya mulai tenang di pelukan orang lain dan jatuh tertidur. Regulus meminta izin untuk membawa Jasmine pulang. Ia juga membuat janji dengan James untuk membicarakan ini. Draco yang melihat itu semua merasa kesal. Pewaris Malfoy itu bersumpah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
