Truth
Dua hari pasca, Jasmine breakdown. James dan Lily bertekad untuk mencari tahu apa yang sebenarnya nama Harrieta ditolak oleh Jasmine. Karena itu bersama dengan Sirius juga Remus, mereka mengunjungi kediaman Regulus Black.
Tak hanya pasangan keluarga Potter, Severus Snape dan Draco Malfoy yang ingin tahu juga melakukan hal yang sama. Di Black Manor, Jasmine sudah bersikap seperti biasa. Ia sedang memeriksa emailnya dari Managernya. Jasmine bersikeras melanjutkan dramanya, ia harus bersikap professional meski untuk season satu , ia memiliki sedikit scene. Karena itulah, Jasmine memilih pekerjaan yang ringan seperti pemotretan. Jenis pekerjaan yang bisa selesai satu dan dua hari.
Anthony mengirimkan banyak tawaran pekerjaan yang berhubungan dengan pemotretan. Ia juga mengatur jadwal photoshoot untuk pemotretan sampul majalah. Jasmine membuka email sekaligus berkomunikasi dengan Anthony via telepon. " Tony, Aku lihat ada tawaran wawancara untuk majalah F"kata Jasmine.
"Hmm mereka ingin sekali memewawancaraimu" Balas Anthony yang berada di seberang.
"Aku akan melayani mereka. Pastikan saja mendapat kopi pertanyaan mereka" jawab Jasmine.
Begitu selesai, Alice memasuki kamar putrinya bahwa ia kedatangan tamu. Jasmine dan Alice pun menuju ke ruang tamu bersamaan. Jasmine membuat dirinya di sofa. Ia paham kedatangan mereka kesini. "Apa yang ingin kalian ketahui?" tanya Jasmine langsung ke inti pertanyaan. James dan Lily saling berpandangan. "Kau Harrieta ?" tanya Sirius langsung.
Jasmine mengangguk. "Kenapa tidak bicara jujur? Kenapa menutupi?" tanya James yang berusaha mengendalikan emosinya. Alice menghidangkan teh untuk mereka semua. "Aku memang tidak mengingat apa pun sampai umurku dua belas tahun."jawab Jasmine.
"Harrieta" panggil Lily.
"Tolong jangan panggil aku dengan nama itu. Aku menolak menjadi Harrieta"pinta Jasmine. Draco segera berdiri dan berjalan menuju gadis berbola mata hijau tersebut. Satu tangan kanan Draco terangkat dan mendarat mulus di pipi Jasmine. "Kenapa kau begitu egois? Aku juga kedua orang tuamu mencarimu. Mereka menyangka kau sudah meninggal! " bentak Draco.
Jasmine menunduk. "Kau tidak tahu apa pun Draco. Kau pikir aku mau begini. Kau pikir aku mau menolak jati diriku. Kau pikir mudah bersembunyi di balik identitas lain." kata Jasmine dingin. Nada yang dingin itu membuat Regulus dan Alice kaget. Jasmine tidak pernah menggunakan nada itu selama tinggal bersama mereka.
Severus menarik Draco duduk. "Kau tidak tahu apa yang sudah ku alami. Dia akan menemukanku."kata Jasmine.
"Jelaskan Pronglet" kata Sirius. Tatapan Jasmine melembut saat mendengar Sirius memanggilnya Prongslet. Jasmine tidak menjawab apa pun. James menghela nafas. "Aku mengerti, orang yang menculikmu terlibat adalah sebuah organisasi besar. Kami bisa melindungimu" kata James.
Jasmine menggelengkan kepalanya."Tidak dengan dia. Ia akan menemukanku dan mengejarku."balas Jasmine.
"Apa istimewanya dirimu hingga mereka mau repot - repot mengejarmu"kata Severus sinis.
"Apa kau tahu selain aku ada belasan anak lainnya? Kami ditandai. Ketika kami cukup umur, mereka akan membunuh dan mengambil organ tubuh kami untuk dijual. Sebagian ada yang dijadikan budak seks. Khusus untukku setiap bulan mereka akan mengambil darahku sebanyak dua kantong. Aku menjadi favoritenya. Karena jantung dan darahku langka ditambah aku memiliki ingatan fotographic. Dia berencana mendidikku menjadi pembunuh bayarannya. Untuk itu ia perlu membuang kemanusiaanku, Setiap malam aku harus menyaksikan anak - anak yang dibunuh. Hingga detik ini aku belum bisa melupakannya. Mereka akan mengejarku sekarang. Karena aku tahu setiap detail organisasi mereka. "kata Jasmine. Segera mengatakan hal tersebut, Jasmine langsung meninggalkan mereka.
Para orang dewasa termasuk Draco diam membeku. Pantas saja Harrieta menolak mati - matian namanya. "Apa kau tahu siapa dibalik semua ini?" tanya Remus memecah keheningan. Alice menarik nafas. "menurut penyelidikan kakakku, Gellert Grindlewald"jawab Alice membuat yang lain terkejut mendengar nama itu.
Remus Lupin tahu nama itu dari rekan kerjanya Tom tahu masih mencoba menangkap Gellert namun Tom tidak memiliki bukti. Nama Gellert terhubung dengan banyak kejahatan internasional namun tidak ada yang memberatkannya.
