Searching You

Guard

Remus dan Regulus membujuk Jasmine untuk membiarkan pihak kepolisian tahu. Ia tidak bisa terus paham akan hal itu. Regulus, Severus dan Lucius menambah jumlah bodyguard si sekitar Jasmine. Narcissa dan Alice selalu menemani gadis itu setiap kali ia bekerja.

Seusai makan malam, Tom Riddle seorang detektif sekaligus rekan kerja Remus menemui mereka. Alice membuat secangkir kopi dan teh herbal untuk mereka semua. "Pusat operasi Grindelwald berada di Jerman."kata Jasmine membuka pembicaraan. Tom tersenyum datar. Tentu saja ia sudah tahu informasi itu.

Jasmine melihat map yang berada dipangkuan Tom. "Kau ingin informasi mengenai korban – korban Grindelwald."kata Jasmine. Tom mengangguk. Jasmine mencecap tehnya. "Jasmine akan memberikanmu informasi, namun kau harus mengerti batas – batasan. " kata Regulus. Ia juga harus memperhatikan mental Jasmine.

Tom menyetujui hal itu. Ia pun memberikan sebuah foto. "Ah, Sofia Smith" kata Jasmine memandang foto seorang anak perempuan berusia delapan tahun dengan rambut berwarna merah. "Ya dia diculik dari depan sekolahnya" jelas Tom.

"Sofia masih hidup. Ia diberikan nama baru dan dijual ke New York. Rose nama barunya. "jawab Jasmine.

"Ah kedua orang tuanya, akan senang" balas Remus.

"Kalau kau ingin mencarinya, ia akan berada di rumah – rumah bordil atau rumah kumuh. Ia dijadikan budak seks atau mereka hanya membutuhkan rahimnya untuk melahirkan bayi –bayi yang akan dijual"kata Jasmine. Ia ingat betul hal yang ia baca di berkas – berkas milik Fenrir. Remus segera membuat catatan tentang hal itu. Ia akan berkordinasi dengan Newt di Amerika.

Berbekal informasi tersebut, Remus dan Tom bekerja sama dengan Newt dan Leta. "Bagaimana dengan ini?" tanya Tom yang masih mencoba peruntungannya. "Amanda La Ven, kau tidak akan bisa menemukannya dimana pun. Mereka membunuhnya untuk mendapatkan organ mata dan jantung"jawab Jasmine. Lily hamper ingin memeluknya namun Alice sudah membelai rambut Jasmine terlebih dahulu.

"Kalau begitu dimana.." ketika Tom hendak bertanya Jasmine sudah menghentikannya. "Pembunuhan yang sempurna adalah pembunuhan tanpa mayat."kata Jasmine.

"Dengan kata lain, Kelompok Grindlewald benar – benar menghilangkannya. Apa dengan menggunakan acid?"kata Severus yang mulai menebak. Jasmine mengangguk. Ia pun menulis sebuah alamat. "Ini tempat mereka melakukannya, jika kau beruntung kau akan menemukan tempat dimana mereka menawan mereka" kata Jasmine. Ia sudah lelah dan ingin beristirahat.

Apa yang dikatakan Jasmine benar adanya, tiga hari setelah Jasmine memberikan informasi tersebut. Tom dan Remus berhasil menemukan salah satu base operasi mereka. Mereka menemukan sejumlah bukti meskipun tidak mengarah pada Grindelwald langsung juga menangkap beberapa orang. Peter Pettigrew termasuk dalam penangkapan itu. James dan Sirius langsung datang ke kantor polisi untuk berbicara dengan Peter sekaligus kalian tahu sendirilah.

Jasmine tengah membaca beberapa naskah di halaman belakang. Dengan season satu drama gabungan yang ia kerjakan berakhir, banyak tawaran membintangi drama datang padanya. Godstein memintanya memilih satu dari sekian banyak pilihan. Sejauh ini, ia mendapat tawaran dengan genre crime dan drama juga supranatural. Ia juga mendapatkan tawaran beberapa romance.

Mata jasmine tertuju pada penawaran dari agensinya di Jepang. Dua drama menginginkannya, satu bercerita tentang pemburu hantu dan satu berdasarkan sebuah novel. Keduanya akan berlokasi di Asia tentu saja.

"Sudah menentukan drama berikutnya, Rieta?". Pertanyaan Draco itu membuat Jasmine terkejut. "Kau tidak memiliki pekerjaan lain Draco?" ganti Jasmine kembali bertanya pada teman masa kecilnya itu. "Aku menunggumu menentukannya pilihan"jawab Draco santai.

"Bagaimana bila aku memilih drama asia? Apa kau juga akan mengikutiku?" kata Jasmine. Draco duduk di sebelah Jasmine. "Kau tidak akan memilihnya" jawab Draco. Jasmine menaikkan salah satu alisnya. "Percaya diri sekali, aku mempertimbangkannya." Kata Jasmine. Mata Draco tertuju pada dua naskah yang berada di pangkuan Jasmine.

Pemuda berambut pirang platina itu dengan cepat mendorong Jasmine dan mengurung gadis itu dalam pelukannya. Draco tersenyum melihat semburat pink menghiasi pipi Jasmine. "Apa yang kau lakukan?" tanya Jasmine takut – takut. "Kau tidak akan memilih apa pun yang membuatmu jauh dariku'kan"kata Draco memastikan . Jasmine menelan ludah.

"Aku tidak tahu, jika tidak ada naskah disini yang membuatku tertarik" jawab Jasmine. Draco terdiam. Wajahnya sangat dekat dengan wajah pun memisahkan dirinya dengan Jasmine. "Aku yakin kau akan menemukannya sebentar lagi"balas Draco. Pemuda itu sedang memikirkan rencananya.