"Daddy.. sedang apa?"

Suara Chelsea yang bertanya kearah mereka berdua terdengar dengan jelas pada pendengaran masing – masing, tubuh Chanyeol bahkan tak bergerak sedikit pun, memutuskan sepihak ciuman pada bibir Baekhyun dan kini ia memandangi wanita yang masih berada dibawah kuasa tubuhnya dengan ketegangan penuh rasa gugup dan juga takut. Berbeda dengan Baekhyun yang cukup berani untuk melirik sekilas ketika suara puteri kecil Chanyeol itu tak lagi bertanya kearah mereka berdua.

Ya, Chelsea ada disana, diseberang tak begitu jauh dari ranjang dimana mereka berdua berada, berdiri dengan keadaan telanjang tanpa pakaian renang dengan rambutnya yang terlihat basah dan busa – busa dari shampoo rambutnya menutupi bagian matanya.

"Daddy.. perih.." Chelsea meringis berusaha berjalan lagi untuk menghampiri dimana Daddy-nya berada. Sementara Baekhyun dengan sigap mendorong badan Chanyeol untuk terlempar kesamping—atau tepatnya terlempar jatuh dari atas badannya dan atas ranjang. Pria itu meringis tersungkur beradu pada lantai kamarnya dan Baekhyun berlari cepat meraih tangan Chelsea membawa anak itu masuk kedalam kamar mandi dan berharap melupakan pemandangan tak lazim untuk anak kecil yang mungkin saja sedikit ia dapatkan.

"Okey, bilas matamu.." Baekhyun membantu, memberikan siraman air kearah tangan Chelsea agar anak itu bisa membilas wajah dan bagian matanya yang terkena sedikit busa dari shampoo yang digunakkan, "Sedikit lagi." Baekhyun memberi tahu serta menunjuk bagian ujung mata Chelsea yang masih terdapat sedikit busa disana.

"Masih perih.."

Baekhyun membawa Chelsea lebih dekat, ia sedikit berjongkok dan beralih mengusap keseluruhan wajah Chelsea terutama bagian matanya, puteri Chanyeol itu bahkan menurut ketika diperintahkan untuk membuka dan menutup mata setelah Baekhyun mengusapkan dengan air bersih.

"Apa masih perih?" Baekhyun menanyakkan setelah ia memastikan tidak ada lagi busa didaerah wajah ataupun mata Chelsea, dan balasannya adalah sebuah gelengan kepalan.

"Sudah tidak perih. Baekhyunnie terima kasih." Chelsea tersenyum lebar, "Baekhyunnie.. bantu Chelsea keramas ya." Dan kini bocah kecil itu memohon padanya, "Chelsea mau berendam bersama Baekhyunnie.. di bathtub itu." Ia menunjuk kesana dan Baekhyun masih terdiam, sejujurnya ia memikirkan hal yang sama seperti yang Chelsea tawarkan padanya tapi pemikiran mengenai keadaan Chanyeol yang ia dorong dan terjungkal diatas lantai masih mengisi sebagian besar isi kepalanya.

"Chelsea selesaikan keramasnya dan bilas badan lebih dulu, Baekhyunnie akan memeriksa keadaan Daddy dan mengambil handuk untuk kita."

"Hm." Chelsea mengangguk, "Daddy pasti menggoda Baekhyunnie ya.." anak itu bergumam pelan dan Baekhyun tidak mendengarkan karena ia beranjak lebih cepat sebelum mendengarkan pertanyaan mengenai apa yang ia dan Daddy-nya lakukan dalam keadaan telanjang sebelumnya.

Sementara kondisi Chanyeol masihlah sama seperti saat Baekhyun meninggalkannya dengan terburu – buru, pria itu masih terbaring meringis merasakan sakit pada punggung dan juga bagian bokongnya, serta bagian vitalnya yang masih menegang sempurna terlihat disana.

"Maaf—maafkan aku.. sungguh aku panik dan tidak tahu harus bagaimana.." Baekhyun yang berlari kecil menghampiri Chanyeol, membantu pria itu untuk berdiri dan memastikan tidak ada luka – luka serius pada bagian tubuhnya. "Maaf.." Baekhyun merajuk memohon maaf kembali.

Chanyeol tidaklah memberikan jawaban langsung padanya, pria itu memakai kembali celana jeans hitamnya sambil terus memperhatikan wanita di hadapannya yang masih dalam keadaan telanjang. Ada pemandangan bibir menekuk begitu imut yang tersaji di hadapannya dan tentu saja itu membuat Chanyeol semakin gemas dibuatnya hingga ia menarik badan Baekhyun kedekatnya hanya untuk meraup memberikan lumatan penuh gairah pada bibir wanita itu.

"Kau berhutang padaku untuk ini." Chanyeol berbisik tepat didepan bibir Baekhyun yang sedikit terbuka karena ciuman yang telah ia lakukan.

Mata Baekhyun berkedip dengan cepat membalas pandangan lurus dari tatapan mata Chanyeol disana, "Ber—berhutang apa?" ia menanyakkan dengan gugup karena pikirannya sama sekali tidak menangkap maksud dari apa yang Chanyeol katakan.

Dan Chanyeol disana membalasnya dengan menyeringai nakal, mencuri kecupan singkat lainnya sebelum ia melangkah meninggalkan Baekhyun berdiri seorang diri yang hanya memandangi langkah pergi Chanyeol menuju pantai. Wanita itu bahkan terdiam cukup lama melupakan dirinya masih sepenuhnya bertelanjang dan melupakan keberadaan Chelsea yang menunggu dirinya di kamar mandi hanya karena pemikiran di kepalanya sepenuhnya memikirkan apa yang Chanyeol katakan padanya dan juga bagaimana bentuk tubuh pria itu yang masih ingin ia kagumi lebih lama.


LOVELESS

.

Chapter 11

.

Chanyeol-Chelsea-Baekhyun

OC

Drama-Family-Romance

GS

.

.

You want a Love that consumes you, You want passion and adventure,

And even a little danger.

LJ Smith

.

.

.


"Baekhyunnie! Chelsea sudah mandi." Anak itu memberi tahu kearah Baekhyun yang baru saja masuk dengan badan yang dililit handuk putih berukuran besar hingga menutupi keadaan tubuhnya sampai lutut kaki. "Baekhyunnie terlalu lama jadi Chelsea berendam lebih dulu."

"Hm, pintar." Baekhyun membalas singkat, "Sudah memasukkan garam mandi di airnya?" Ia menanyakkan pada Chelsea, memainkan air didalam bath tub itu hanya untuk memastikan kadar panas airnya lalu menyiramkan sedikit kearah Chelsea yang tengah sibuk bermain dengan beberapa mainan air seperti bebek dan juga bola – bola kecil—entah darimana datangnya mainan itu.

"Sudah dong! Baekhyunnie cepat mandi, lalu bergabung disini, duckkie ingin bermain juga dengan Baekhyunnie." duckkie sebutan untuk ketiga bebek yang tengah mengapung diatas air itu.

Baekhyun tertawa kecil mendengarnya lalu beranjak menuju ruangan shower yang berada terpisah didalam kamar mandi itu.

"Duckkie.. Duckkie.. nanti Mommy akan ikut bermain.. jadi jangan nakal eoh." Chelsea berucap seorang diri tidak peduli apakah Baekhyun bisa mendengarnya atau tidak, yang jelas ia merasa cukup senang ketika mengucapkan kalimat itu dan bahkan merasakan kegemasan pada dirinya sendiri hingga meremas salah satu bola di tangannya.

Baekhyun yang sepenuhnya menikmati acara mandinya juga tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh puteri Chanyeol disana, bahkan ketika ia keluar dari ruangan shower dengan keadaan basah ia segera masuk kedalam bath tub disana bergabung dengan Chelsea untuk berendam air panas bersamanya.

"Haaa.." Baekhyun menghela, gumamannya menandakkan ia benar – benar menikmati apa yang ia lakukan saat ini.

"Baekhyunnie suka?" Chelsea menanyakkan kearahnya, dan Baekhyun membalas dengan anggukan kepala, matanya masih terpejam menikmati semuanya.

Chelsea kembali disibukkan dengan kegiatan bermainnya, membawa bebek – bebek disana untuk terarah pada badan Baekhyun dengan menggerakkan tangannya membuat dorongan air, sementara Baekhyun belum membuka matanya dan semakin menenggelamkan seluruh badannya di dalam tempat mandi itu.

"Baekhyunnie mau berenang lagi?" Chelsea bertanya padanya karena memperhatikan wanita itu tenggelam dan timbul berulang kali.

"Ani.." Baekhyun mengusap wajahnya.

"lalu?"

"Aku sudah lama tidak menikmati acara berendam air panas seperti ini."

"Oh." Penjelasannya diterima oleh Chelsea,

"Di apartemenku tidak ada bath tub jadi biasanya aku harus mencari sauna atau permandian air panas hanya untuk berendam seperti ini."

Chelsea mendengarkan meskipun tangannya masih bermain – main dengan para bebek – bebek disana. "Daddy punya bath up di kamarnya.. Sauna itu apa?" alisnya saling menekuk satu sama lain, mendengar satu kata yang terasa asing untuknya.

Baekhyun tersenyum serta menggelengkan kepalanya, menggeser badannya untuk berada didekat Chelsea dan ikut bermain dengan para bebek – bebek, "Sauna itu mandi uap." Baekhyun menjelaskan singkat meskipun ia tahu anak perempuan dihadapannya ini masih tidak mengerti dengan apa yang ia katakan barusan.

"Jadi kita berada diruangan, seperti kamar kecil yang memiliki suhu panas hingga badan kita akan mengeluarkan keringat yang banyak."

Pandangan matanya menangkap pergerakan mata Chelsea yang berkedip berulang kali mencoba memahami yang ia katakan, "Kita harus mencobanya supaya Chelsea lebih paham apa yang disebut dengan sauna." Baekhyun menyimpulkan sekaligus menjanjikan suatu hal pada anak itu.

"Yes! Chelsea mau, kita pergi ke Sauna."

Baekhyun mengangguk menyetujui ajakan itu dan mereka kembali terdiam satu sama lain menikmati saat – saat berendam, Chelsea juga kembali bermain dengan para bebek – bebeknya dan sesekali mengajak Baekhyun bergantian bermain dengan salah satu bebek yang berukuran besar disana,

"Ini Mommy duckkie.." Chelsea menunjuk bebek besar disana, lalu membawa kedua bebek yang berukuran kecil mengelilingi bebek besar itu dimana Baekhyun yang tengah memainkannya.

Seharusnya semua berjalan damai dan tentram dengan kedua orang disana yang saling bermain bersama namun pintu kamar mandi terbuka dimana Chanyeol muncul disana, pria itu bertelanjang dada dan hanya mengenakkan celana jeans hitam yang sudah sepenuhnya basah seperti seluruh bagain tubuhnya. Tanpa ada suara satu kata pun. Chanyeol melenggang masuk menuju ruangan shower, menyempatkan memberikan kedipan nakal pada Baekhyun yang melongo disana sementara ia mengabaikan pertanyaan anaknya yang menanyakkan kenapa sang Daddy mandi dikamar mandi yang sama dengannya.

"Daddy! Daddy tidak boleh masuk!" Anaknya berteriak kesal, merengut membuat bibirnya mengerucut sempurna, ia bahkan memukul air disana dan membawa dua bebeknya dalam dekapan tangannya.

"Daddy kan bisa mandi di kamar mandi yang lain.. kenapa menganggu kita disini, ya kan duckkie?"

Baekhyun sebetulnya sudah meminta anak itu meredakan kekesalannya tapi setelah ia mendengar barisan kata yang menerangkan adanya kamar mandi yang lain berada dirumah itu, sontaknya kedua matanya terbelak sempurna dan bahkan hampir membuatnya ingin beranjak dari dalam air itu.

"Ya Park Chanyeol!" kini giliran suaranya terdengar melengking sempurna, Chelsea bahkan menutup kedua telinganya dan sosok yang dipanggil itu menunjukkan wajahnya menatap kearah Baekhyun, bingung.

"Kenapa? Ada apa?" Chanyeol menanyakkan dengan wajah polos disana.

"YAAAA! KAU MENGATAKAN TIDAK ADA KAMAR MANDI LAIN DISINI!" teriakan itu dibalas oleh Chanyeol dengan senyuman menyeringai tanpa rasa bersalah sebelum ia kembali melanjutkan acara mandinya mengabaikan pertanyaan Baekhyun. Namun untuk Baekhyun yang masih menyimpan rasa kesal karena percaya akan kebohongan yang Chanyeol ucapkan sebelumnya mengenai tidak ada lagi kamar mandi di rumah itu, membawa badannya yang sepenuhnya telanjang untuk menyusul dan memberikan pukulan pada Chanyeol didalam ruangan shower.

Chelsea yang tidak mengerti kenapa dua orang dewasa yang ia sayangi itu terlibat adu mulut dan masuk dalam ruangan shower bersama tidak ambil pusing, anak itu kembali membawa ketiga bebeknya untuk bermain mengapung bersama dengannya hingga waktu berendam air panas itu usai.

"kkkk~ Daddy suka menggoda Baekhyunnie.. duckkie – duckkie tidak boleh lihat." Ada senyuman lebar dan suara tawa kecil dari puteri Chanyeol disana yang tentunya tidak didengar oleh sang Daddy dan juga Baekhyun.


LOVELESS


"Kau mengatakan tidak ada kamar mandi lainnya tadi." Baekhyun memukul dada pria itu yang tengah memenjarakan badannya dalam pelukan erat , dibawah guyuran air shower diatas mereka.

Chanyeol tersenyum disana , mengusap wajahnya dan kembali membawa tangannya mendekap tubuh wanita didekatnya. Mereka jelas sama – sama tengah bertelanjang satu sama lain dan seharusnya paham bahwa hormone seksualiatas yang dimiliki tidak bisa terkontorl dengan baik dalam situasi seperti ini.

"Kau tidak menanyakkan padaku tadi." Pria itu menggoda Baekhyun, sedikit mendorong agar wanita itu terpojok beradu dengan dinding kamar mandi disana.

"Dasar pembual." Baekhyun menggerutu.

Chanyeol menyeringai, mematikan aliran air pada showernya, dan juga mengusap wajahnya agar bisa lebih jelas melihat bagaimana raut wajah Baekhyun saat ini. "Aku bukan pembual sayang." Tangannya berada tepat disamping wajah Baekhyun menahan dirinya untuk menjaga jarak kedekatan diantara mereka berdua.

Kedua mata mereka saling memandang satu sama lain dengan pemikiran yang berbeda menyadari keadaan mereka saat ini sangatlah tidak wajar meskipun mereka berdua sama – sama seorang pria dan wanita dewasa, namun berada dalam satu tempat dengan keadaan tubuh sama – sama telanjang, sangatlah tidak logis kecuali mereka adalah pasangan suami-istri atau sepasang kekasih.

"A-aku akan menemani Chelsea lagi." Baekhyun lebih dulu berkomentar, suaranya terdengar canggung dengan kedua matanya yang tidak berani menatap Chanyeol atau bagian tubuh lain pria itu. Lain halnya dengan Chanyeol yang sedari tadi sengaja mengedarkan pandangan matanya menikmati bagian tubuh Baekhyun yang tersaji dengan begitu bebasnya disana, kini ia bahkan sudah mengunci tubuh wanita itu dengan kedua tangannya bersandar pada dinding kamar mandi disamping kanan dan kiri leher Baekhyun.

"Chelsea sibuk bermain dengan para bebeknya." Suara yang terdengar diucapkan oleh Chanyeol adalah bisikan rendah dan terucap disela – sela leher dan bahu Baekhyun dimana semua itu jelas mengundang gairah lain dari dalam tubuh Baekhyun hingga wanita itu memejamkan matanya sementara tangganya bergerak meremas bagian dinding dibelakang tubuhnya.

Chanyeol menyeringai disana, dengan sengaja ia mendekatkan tubuhnya yang basah oleh guyuran air menempel dengan bagian tubuh Baekhyun, dan gerakkan itu membuat Baekhyun menggeliat, mulutnya terndengar mengeluarkan desahan kecil, Chanyeol bahkan bisa mengetahui wanita dihadapannya kini tengah menahan nafasnya dengan begitu susah payah hanya karena mulutnya tengah mengecupi bagian bahu dan leher hingga ke dagu wajah Baekhyun.

Tak sampai disitu, Chanyeol dengan sengaja meremas kedua tangan Baekhyun, membawa tangan itu untuk berada diatas kepala dan terkunci dengan genggaman tangan Chanyeol, dan detik berikutnya bibir pria itu meraup dengan penuh nafsu hanya untuk menikmati lumatan bibir tipis Baekhyun, dan balasan yang didapat sangat sepadan dengan apa yang sudah tertahan dalam dirinya sedari tadi. Baekhyun membalas lumatan itu seirama dengan gerakkan mulutnya, keduanya saling melumat dan menyesap, menggigit dan mengecup hingga lidah mereka saling bergesekkan satu sama lain menukar saliva dengan hasrat yang tak lagi bisa ditahan.

Seandainya Chanyeol membiarkan ciuman ini berlanjut pada tahap berikutnya, mungkin mereka bisa saja kembali bercinta di dalam ruangan shower itu, tapi pria itu menahan keinginannya dengan sekuat tenaga dan hanya mencumbu bibir dan juga bagian leher serta bahu Baekhyun, dan tentunya menyiksa bagian intim wanita itu yang sudah tergesek oleh kejantannanya dengan begitu kurang ajar membuahkan kelembapan yang menyiksa karena Chanyeol menghentikkan semua kegiatan pelecehan itu secara sepihak, terlebih ia menyeringai puas sebelum meninggalkan Baekhyun terengah – engah dengan nafsu yang menggebu.

"Chelsea sudah terlalu lama bermain air." Satu kalimat Chanyeol ucapkan sebelum ia meninggalkan Baekhyun disana, terdiam kaku dengan nafas tersenggal dan juga pelampiasan yang tidak terselesaikan. Sementara Chanyeol meninggalkan dirinya, pria itu menyempatkan diri memakai baju handuk sebelum menyusul puterinya untuk ia bawa keluar kamar mandi .

Yang bisa Baekhyun lakukan saat itu setelah dirinya sepenuh tersadar adalah mengumpat mencurahkan segala sumpah serapah untuk mengatai Chanyeol didalam kamar mandi.


LOVELESS


Baekhyun masih menyimpan semua kekesalan atas apa yang Chanyeol lakukan didalam hatinya dengan begitu baik, ia tidak menunjukkan semuanya ketikan Chelsea duduk bersama dengannya, namun ketika hanya ada Chanyeol dan juga dirinya, tangan wanita itu bergerak cepat untuk memukul atau pun mencubit badan pria itu sebagai pelampiasan kekesalan, dan Chanyeol menyukainya. Pria itu bahkan selalu tertawa diakhirnya yang mana membuat Baekhyun semakin kesal dibuatnya.

Kini mereka tengah berada disebuah tempat bermain dengan jarak tak jauh dari kediaman dimana Rumah Pantai Chanyeol berada. Saint Monica Pier, sebutan untuk tempat dimana mereka kunjungi saat ini. Dermaga kecil dimana terdapat berbagai restoran, café atau bar untuk memanjakkan lidah para pengunjung dan juga wahan bermain yang tersedia bagi para anak – anak bermain. Tempat ini memang cukup terkenal di sekitaran Los Angeles karena bukan hanya sebagai tempat rekreasi atau berman dan berkumpul, sajian pantai yang tersaji di ujung dermaga adalah pemandangan yang tidak mungkin dilewatkan oleh siapapun.

Chelsea adalah pencetus ide bagi mereka untuk mendatangi tempat ini, anak itu menginginkan bermain didalam wahana yang tersedia disana, dan menurut informasi yang ia berikan pada Baekhyun, Chanyeol sering mengajak kesini untuk bermain jika mereka mengunjungi rumah pantai.

"Chelsea akan bermain games ini sampai lelah.. dan Daddy hanya duduk disana, atau bermain bola stick." Anak itu menunjuk kearah Chanyeol yang tengah berdiri didekat meja billiard. Baekhyun tengah menemani puteri Chanyeol menikmati permainan dance yang melibatkan gerak kaki cepat dan juga gerak tangan, sementara Chanyeol berada pada salah bar yang berada cukup dekat dengan area mereka. Niatan awal Baekhyun memang mengikuti Chelsea bermain, namun pandangan matanya tidak bisa untuk melewatkan memandangi Chanyeol sedikit pun, terbukti ia berulang kali berusaha mencuri pangan hanya untuk melihat apa yang tengah pria itu lakukan.

Chelsea tengah membicarakan kesenangannya bermain jenis games, anak itu berharap Baekhyun yang berada didekatnya mendengarkan apa yang ia ucapkan namun pada kenyataannya, Baekhyun saat ini tengah memperhatikan Chanyeol yang tengah fokus membidik bola diatas meja billiardnya. Pada awalnya memang pria itu yang ia perhatikan, namun kini matanya tertuju pada sosok wanita yang tengah berdiri didekat Chanyeol dan terlihat berbicara dengan pria itu disana, terlebih ketika Chanyeol berhasil memasukkan bola yang ia bidik, pria itu membalas tersenyum kearah wania itu.

"Daddy bersama siapa?" kini Chelsea ikut memperhatikan.

"Tidak tahu."

"Tante itu cantik." Sahutan lainnya terdengar dan Baekhyun tidak menggubrisnya, sebenarnya Chelesa mengucapkan kalimat itu dengan sebuah senyuman lebar bermaksud menggoda kearah Baekhyun yang jelas terpaku memandangi sang Daddy dan wanita asing itu. "Daddy selalu begitu, menggoda tante – tante lainnya." Ocehan anaknya kembali terdengar dan kali ini berhasil membuat Baekhyun memburu langkahnya untuk menyusul Chanyeol yang masih menikmati permainnya.

"Kkk.. Baekhyunnie cemburu." Dan ada yang menertawakan tingkah Baekhyun.

.

.

"Bola itu cukup sulit." Wanita berambut pirang yang sedari tadi memperhatikan Chanyeol bermain seorang diri lagi – lagi mengomentari pesimis mengenai bidikan yang akan dilakukan oleh pria itu.

Dan Chanyeol tidak mudah terpengaruh akan suara – suara itu, ia membalasnya dengan fokus membidik dan mengerahkan gerak sticknya untuk tepat mengenai titik pada bola yang tengah ia incar agar bisa bergerak berputar menuju lubang pada meja billiardnya ini, dan ketika pada akhirnya bola itu masuk kedalam lubangnya, Chanyeol menegakkan badannya dan memberikan seringai kebanggan pada wanita yang tengah menganggapnya remeh sedari tadi.

"I know what I am doing, Love." Ia mengedipkan mata pada wanita itu dan berniat melanjutkan acara bermain seroang diri kembali, namun ketika ia berbalik untuk mengganti stick billiardnya, Baekhyun sudah berada disana dengan wajah dingin dan tatapan kesal kearahnya. Wanita itu bahkan tidak mengucapkan satu kata pun, mengambil salah satu stick billiard yang tersedia disana lalu menyiapkan posisi untuk membidik salah satu bola yang masih berada diatas meja billiard itu.

Chanyeol tidak berkomentar pada awalnya, ia hanya merasa bingung melihat Baekhyun yang secara tiba – tiba bergabung dengannya dan mengambil alih permainan. Namun ketika ia memperhatikan lebih intens pada wanita itu yang selalu memberikan tatapan dingin sinis pada sosok wanita lain yang berada didekat meja billiard—sosok wanita yang sebelumnya berbicara dengan Chanyeol—kini Chanyeol yakin bahwa Baekhyun tengah cemburu karena wanita itu.

Meskipun Chanyeol sudah mengetahui alasan kenapa Baekhyun berada bersamanya saat ini, pria itu masih membiarkan dirinya mengambil alih permainan, menghabisi bola – bola yang tersisa untuk dimasukkan kedalam lubang seorang diri sementara Chanyeol sesekali berbincangn singkat dengan wanita asing yang masih memperhatikan mereka berdua. Baekhyun jelas bisa mendengar apa yang Chanyeol katakan dengan wanita itu, pendengarannya menangkap dengan jelas apa pun yang Chanyeol katakan tapi meskipun Baekhyun bisa mendengar Chanyeol sepenuhnya mengenalkan dirinya sebagai kekasih pria itu, masih ada perasaan cemburu karena bagaimana pun juga, ia tidak suka mendapati Chanyeol berbincang dengan wanita lain terlebih memanggilnya dengan sebutan 'Love'.

"Rendahkan badanmu." Chanyeol berbicara kearah Baekhyun ketika mendapati wanita itu akan menyelesaikan satu bola terakhir yang tersisa diatas meja billiard. Baekhyun tidak menuruti, Ia mengacuhkan Chanyeol secara sengaja selagi dirinya memikirkan posisi yang tepat dan dari sudut mana ia bisa melakukan bidikan agar bola berwarna hitam nomor delapan itu bisa ia berhasil masukkan agar permainan singkat ini selesai.

Baekhyun masih menimang – nimang, berpikir memperkirakan sudut mana yang harus ia ambil. Kembali ia mencondongkan badannya untuk menyatu dengan meja billiard itu, salah satu tangannya sudah menekuk sempurna siap menyangga stick billiard yang akan ia arahkan pada bola nomor delapan itu.

"Buka tanganmu." Chanyeol lagi – lagi mengarahkan, pria itu kini berada dalam jarak begitu dekat—sangat dekat—badannya bahkan terlihat menyatu sempurna dibelakang badan Baekhyun yang tengah membungkuk bersandar pada meja billiard. Wanita dibawahnya bahkan hampir tersenggal dengan nafas yang tertahan merasakan jelas bagaimana tubuh mereka saling berdekatan.

"Rentangkan kedua kakimu.." Chanyeol berucap lagi, memerintahkan tepatnya namun dengan suaranya yang berbisik dekat dengan telinga Baekhyun. Perintahnya seharusnya terdengar sedikit ambigu namun Baekhyun sadar mereka berdua tengah berada didalam sebuah bar dan banyak pasang mata yang memperhatikan saat ini.

Bila sebelumnya Baekhyun bisa terfokus pada bola hitam dipandangan matanya kini setelah Chanyeol mengarahkan dan berada begitu dekat dengannya fokus yang ada dipikirannya adalah merasakan aroma maskulin pria itu yang tercium begitu kuat dan juga suara berat yang berbisik di pendengarannya, Chanyeol tidak mengatakan kalimat erotis tapi Baekhyun membayangkannya seperti itu.

"Gerakkan sticknya pada tanganmu dengan pelan.. rasakan ketika stick itu bergerak dengan begitu pasti sesuai dengan gerakkan tanganmu yang mendorongnya.." Chanyeol mengatakan demikian guna mengajari namun Baekhyun membayangkan kembali saat beberapa jam yang lalu mereka berdua menikmati waktu bercintanya. Bagaimana Chanyeol melesakkan kejantanannya dan juga bergerak begitu pelan seirama dan kemudian mengguncang badannya dengan cepat. Baekhyun menutup matanya dengan erat terbuai dengan pandangannya sesaat dan Chanyeol kembali menyadarkan ketika pria itu mengatakan untuk mencoba memainkan sticknya terarah pada bola putih yang akan terguling terarah pada bola hitam disana.

"Kau harus tepat membidiknya, tidak terlalu keras namun tidak terlalu pelan." Baekhyun mengangguk, mengusir imajinasi kotornya dan kembali fokus pada bola dihadapannya.

Chanyeol tidak lagi berbisik dan memberika arahan padanya, pria itu sepenuhnya menyatu dengan dirinya dan bersama – sama melakukan gerakkan untuk melesakkan ujung stick billiard pada bola putih supaya terarah pada bola hitam disana. Kedua tangan Chanyeol masing – masing menggengam kedua tangan Baekhyun, satu berada sebagai kuda – kuda menahan stick billiard itu dan satu lagi berada pada genggaman tangan Baekhyun yang tengah mengarahkan pergerakkan maju mundur gagang sticknya itu sebelum ia pastikan terarah sepenuhnya pada bola putih yang siap dibidik.

"Kau siap?" Chanyeol menanyakkan dengan menolehkan dan mendekatkan wajahnya lebih dekat pada wajah Baekhyun disana. Wanita itu menyahut dan hanya memberikan anggukan kepala meskipun wajah mereka sama – sama saling memandangi satu sama lain dengan begitu dekat.

"Okey." Chanyeol berucap seorang diri, kini wajahnya kembali diarahkan pada bola putih yang akan mereka bidik, sementara Baekhyun masih terpaku memandangi wajah Chanyeol disana.

Bukan lagi Baekhyun yang bermain sepenuhnya saat ini, Chanyeol adalah yang menggerakkan semuanya, gerak tangannya dan juga pijakan tangan Baekhyun sepenuhnya dikendalikan oleh Chanyeol hingga ujung pada stick kayu billiard yang dipegang olehnya tepat mengenai titik pada bola putih dimana pada akhirnya mengarahkan bola itu pada bola hitam disana dan berputar putar terarah pada lubang meja billiard hingga melesak masuk.

Beberapa pasang mata yang melihat kejadian itu mengapresiasi dengan memberikan tepukan tangan pelan termasuk wanita asing yang sebelumnya mengaja Chanyeol bicara—ya wanita itu masih ada disana memperhatikan keduanya sedari tadi dan kini Ia menyeringai memberikan senyuman pada Chanyeol kembali sebelum akhirnya melenggang melangkah pergi.

"Wow, kau berbakat juga." Chanyeol memuji sembari dirinya meletakkan kembali stick billiard yang ia ambil dan juga mengembalikan stick yang digunakkan Baekhyun.

"Hm." wanita itu masih merasa canggung dan hanya membalas singkat, Chanyeol bahkan sempat memperhatikan dimana Baekhyun mengusak rambut hitamnya dan juga menggigit bibir disana.

"Dadddyyy!" dan penyelamat keadaan canggung diantara mekera datang. "Daddy.. Chelsea mau pipis.." anak itu berbisik ketika menarik tangan Chanyeol agar badan tinggi pria itu sejajar dengan tinggi badannya. "Chelsea mau pipis.." ia mengulang lagi.

"Okey.. okeey.. sebentar." Chanyeol tertawa kecil, dan kini beralih kepada Baekhyun yang masih terdiam berdiri memperhatikan dirinya. "Tolong pesan makanan dan minuman dan cari tempat untuk kita duduk.. aku akan mengantarkan Chelsea lebih dulu, bisakan?"

Baekhyun mengangguk cepat, tangannya menerima dompet milik Chanyeol yang entah kenapa sengaja diberikan kepadanya tapi Baekhyun juga tidak sempat menanyakkan karena Chanyeol telah melangkah cepat membawa Chelsea dalam gandengannya kearah luar dari bar tempat mereka berada sedari tadi. Tanpa menunggu lama, ia menghampiri salah pelayan yang ada didekatnya untuk meminta dicarikan tempat duduk dan beruntungnya dengan cepat pelayan itu menggiring Baekhyun untuk duduk disalah satu tempat duduk yang berada di dekat pintu keluar masuk bar tersebut. Ia menyetujui dan langsung menempati salah satu kursi dan memilih menu yang sekiranya bisa dinikmati oleh Chelsea dan juga Chanyeol setelahnya.

.

.

Para pengunjung semakin memenuhi bar itu hanya dalam selang waktu lima belas menit menurut perhitungan Baekhyun mengingat sedari tadi ia melirik kearah penunjuk waktu di ponselnya sambil menungu kabar dari Chelsea maupun Chanyeol yang belum terlihat kembali menghampirinya sampai saat ini sejak mereka berdua pergi. Beberapa makanan dan minuman yang telah ia pesan bahkan sudah beberapa tersaji di depan mejanya namun belum ada yang ia sentuh sedikit pun.

"Kau sudah memesan." Dan akhirnya suara Chanyeol terdengar dimana sontak membuat kedua amata Baekhyun berpijar merasa lega karenanya.

"Eoh, aku memesan beberapa.. kau mau menambahkan?" Baekhyun membalas seraya mengembalikan kembali dompet Chanyeol yang telah ia pegang sedari tadi.

"Pegang dulu." Chanyeol menahan, pria itu tengah memeriksa menu dan kemudian memanggil salah satu pelayan hanya untuk memesan dua gelas cocktail.

"Dimana Chelsea?" Baekhyun melihat ke kanan dan kiri sekitar meja mereka dan tidak menemukan puteri kecil Chanyeol disana.

"Dia kembali bermain, dan untuk itu aku memintamu memegang dompetku. Dia akan kembali dan meminta uang tambahan untuk dihabiskan dimesin injak – injak itu." Baekhyun hampir saja meledakkan suara tawanya mendengar sebutan mesin mainan dances yang Chanyeol sebutkan disana.

"Bermain permainan itu sangat asyik." Baekhyun sengaja membela Chelsea disana, "Aku bahkan ikut bermain tadi." Ia menjelaskan lagi.

"Ya, kau dan Chelsea sama – sama menikmatinya." Chanyeol menyetujui, memandangi wajah Baekhyun yang tengah tersenyum manis dihadapannya namun tak lama wanita itu menunduk menolehkan wajahnya untuk menghindari.

"Kau memesan cocktail?" Menutupi rasa canggungnya Baekhyun mengalihkan topik pembicaraan mereka.

"Hm, kau tidak memesan apapun selain jus, kenapa?" Chanyeol berbalik bertanya dan wanita itu mengangkat kedua bahunya.

"Kau membawa mobil.. dan juga Chelsea tengah berada bersamamu.. bukankah lebih baik tidak meminum apapun yang mengandun alkohol."

Chanyeol tersenyum kecil dan mereka kembali pada keadaan canggung tanpa ada yang bicara lebih dulu. Chanyeol duduk diam dihadapan Baekhyun dan masih menikmati kegiatanya untuk sesekali memperhatikan wanita itu yang tengah menikmati minumannya namun pandangan matanya terarah melihat sekeliling bar tempat mereka berada hanya untuk menghindari tatapan mata Chanyeol disana.

"Mengabaikanku hm?" pada akhirnya Chanyeol membuka suara menanyakkan sikap Baekhyun yang berusaha menghindari tatapan matanya atau pun sekedar melihat kearahnya namun meskipun ia sudah mengatakan secara langsung kepada Baekhyun, wanita itu masih terlihat tidak mendengarkan. Minuman jus strawberry yang tengah Baekhyun nikmati Chanyeol pikir lebih beruntung dibandingkan dirinya.

"Seingatku kita bahkan sudah hampir bercinta entah untuk keberapa kalinya dan aku masih ingat jelas ketika kau memintaku untuk menyelesaikan percintaan kita yang baru saja kita lakukan kurang lebih empat jam yang lalu—

"YA!" Baekhyun memotong, suaranya nyaring terdengar dengan sedikit teriakan memprotest disertai dengan gerak tangannya yang menutup mulut Chanyeol dimana pria itu akan menjelaskan lebih panjang mengenai apa yang mereka lakukan pada empat jam yang telah berlalu. "Tidak perlu kau jelaskan.. aku masih ingat.." suaranya berbisik dan semakin menghilang.

"Lalu kenapa kau bersikap seperti ini?" tangan Baekhyun tak lagi menutup mulutnya hingga Chanyeol bisa mengutarakan pertanyaannya yang lain pada Baekhyun, sementara wanita itu masih enggan memandang wajahnya dengan waktu yang cukup lama. Bibirnya tergigit menandakkan sebuah keraguan dari dalam dirinya, tangannya bahkan bermain – main dengan sedotan yang berada digelas jus dimana tengah tidak ia nikmati saat ini.

Pembicaraan mereka tertahan ketika sang pelayan membawakan cocktail yang mana Chanyeol pesan sebelumnya lalu berbincang dengan pria itu disana bermaksud menggoda dan Chanyeol sempat membiarkannya dengan maksud memancing kecemburuan Baekhyun dihadapannya.

"You sure won't order anything else.. I can serve it right away if you want."

"I want too, but for now.. only this cocktail please."

"Aight handsome.. call me if you need anything." Chanyeol memberikan senyuman sebagai balasannya, ia bahkan memperhatikan bagaimana pelayan itu berjalan membelakanginya untuk kembali bekerja dan tentu pemandangan bokong wanita yang tengah berjalan selalu dianggap sebagai pemandangan indah bagi kebanyakkan pria, termasuk Chanyeol.

Setelah menikmati pemandangan bokong indah sang pelayan ia kembali menoleh untuk memperhatikan Baekhyun yang masih enggan memandangnya—tadinya—tapi kini wanita itu tengah memberikan tatapan kekesalan padanya, Chanyeol bahkan yakin Baekhyun sudah menyimpan beratus kata umpatan untuk diumpatkan kearahnya.

"Seingatku tadi kau yang mengatakan masih ingat mengenai percintaan yang baru kita lakukan empat jam yang lalu." Chanyeol mendengarkan selagi ia menikmati sedikit rasa cocktail yang baru saja tiba.

"Aku masih ingat."

"Lalu, apa maksudnya dengan pandangan matamu pada bokong aneh yang dimiliki pelayan itu?" nada sinis penuh rasa cemburu bisa dipastikan terdengar dari suara Baekhyun yang kembali melemparkan pertanyaan padanya.

"Kau cemburu?"

"Tidak." Ada yang menyangkal sekuat tenaga.

"Kau yakin?"

"Tentu saja!"

Chanyeol lagi – lagi tersenyum bahagia disana, ia bahkan memutuskan untuk berpindah posisi agar bisa duduk disamping Baekhyun guna merangkul badan wanita itu dan membawanya mendekap dekat dengan badannya, ia bahkan mencuri kecupan singkat pada bibir Baekhyun yang sudah mengerucut menyamakkan bibir Chelsea bila anak itu tengah merajuk.

"Jangan cemburu seperti ini…"

"Aku benci melihat mereka menggodamu!"" Chanyeol lagi tersenyum merasa gemas melihat wanita dihadapannya yang secara cepat mengalami perubaha mood dan bahkan melupakan penyangkalan yang ia katakan sebelumnya.

"Dan aku benci melihatmu mengacuhkanku." Kali ini pembicaraan mereka kembali dalam suasana serius. Chanyeol sengaja membawa permasalahan itu kembali mengingat mereka berdua masih berada dalam status yang tidak bisa dikatakan jelas berada dalam sebuah hubungan. "Aku sudah mengatakan padamu ketika aku bercinta denganmu itu berarti kita berada dalam sebuah hubungan, kau adalah kekasihku dan aku adalah kekasihmu. Aku milikmu sepenuhnya dan begitu pun sebaliknya, jadi jangan pernah mengacuhkanku lagi seperti yang biasa kau lakukan dengan pria – pria one night standmu karena aku bukan mereka dan kau pun bukan wanita yang hanya aku nikmati untuk sekali hubungan seks!"Chanyeol menjelaskan secara cepat dan begitu jelas, ucapannya sudah dapat dipastikan terdengar jelas dan bisa dipahami oleh Baekhyun disana.

"A-aku belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun." Baekhyun menjawab ragu, keduanya matanya tak berkedip memandangi manik mata Chanyeol yang terpaku dengan pandangan matanya. "A-aku tidak pernah memiliki perasaan terhadap siapapun—

"Aku tahu."

Mereka berdua kembali saling memandang dalam diam, "Aku juga tidak pernah berhubungan serius atau menjalin hubungan singkat dengan siapapun. Wanita yang aku kenal adalah one night stand seperti yang kau lakukan sebelumnya, aku adalah pria brengsek Baekhyun. Dulu." Chanyeol menjelaskan dengan cepat dan Baekhyun menurunkan kepalanya, memandangi Chanyeol dengan tatapan tidak percaya.

"Percayalah, aku lebih brengsek dibandingkan pria – pria yang pernah menidurimu." Chanyeol kembali meminum cocktailnya lalu memandangi Baekhyun yang masih terdiam seakan – akan menilai dirinya.

"Aku tidak akan menjanjikanmu sebuah hubungan klise layaknya pasangan muda.. kita sudah tidak berada dijalur percintaan seperti itu. Yang aku tawarkan adalah sebuah hubungan dewasa yang hanya melibatkan diriku dan dirimu. Kau sepenuhnya adalah milikku begitu juga sebaliknya dan akhir yang akan kita dapatkan adalah pernikahan. Bila kau merasa tidak menginginkan hal itu pada akhirnya maka jangan lanjutkan hubungan ini denganku." Baekhyun memperhatikan bagaimana keseriusan nampak pada wajah Chanyeol ketika pria itu mengungkapkan apa yang ada didalam benaknya.

"Aku belum memiliki pemikiran hingga sejauh itu.."

"Ya, aku tahu." Chanyeol menjawab cepat, "Aku mengatakkannya diawal hanya agar kau tahu bahwa aku menginginkan hubungan ini sejauh itu."

Baekhyun menggigit bibirnya lagi membiarkan Chanyeol memandanginya dengan begitu mendalam dan ia pun melakukan hal yang sama hingga keduanya saling bertukar tawa merasakan canggung dari pandangan masing – masing yang dilakukan begitu lama.

"Daddy!" suara puterinya terdengar menghampiri mereka berdua. "Daddy, Chelsea mau bermain lagi.. uangnya sudah habis." Puterinya bukan duduk pada kursi kosong dihadapan Chanyeol dan juga Baekhyun, melainkan bergabung ditengah – tengah mereka duduk dipangkuan Chanyeol saat ini. "Chelsea masih mau bermain dad.." rayuannya kembali digunakkan hanya untuk mengeluarkan uang dollar lainnya dari dalam kantong dompet sang Daddy.

"No.. kau sudah bermain cukup lama." Chanyeol memeluk badan Chelsea dan mencium pipi anaknya itu, "Makan dulu lalu kita lanjutkan bermainnya, Daddy akan ambilkan boneka lain yang ada didalam mesin boneka disana. setuju?" tangannya menunjuk pada mesin boneka yang berada di arena bermain tepat diseberang Bar mereka berada saat ini.

"Tapi Chelsea masih mau bermain.." puterinya menundukkan wajahnya yang terpangku dengan kedua tangan dengan arah pandangan pada Baekhyun yang disamping. "Baekhyunnie minum apa?" kali ini fokusnya sudah berpindah melupakan rajukan untuk bermain.

"Jus Strawberry, mau?" Baekhyun menyodorkan gelasnya dan Chelsea mengangguk semangat hanya karena mendengar kata buah yang ia sukai disana. "Enak?" pertanyaan ia arahkan sehubungan dengan anak itu yang tak berhenti meminum berulang kali.

"Um, enak." Sahutannya terdengar, "Daddy Chelsea mau ini."

"Oh-key. Duduk disini, Daddy akan memesankan yang baru untukmu tapi.. habiskan makanannya." Chanyeol menggeser makanan yang sebelumnya sudah dipesan oleh Baekhyun berupa salad, kentang goreng dan juga beberapa potongan ayam disana.

Chelsea memberikan ibu jarinya pada Chanyeol dan juga anggukkan kepala menyanggupi persyaratan yang diberikan padanya, "Tapi Chelsea boleh bermain lagi."

"Hm,"

"Daddy juga ambilkan boneka beruang disana." kini tangannya menunjuk kearah mesin pengambil boneka lagi.

"Iya, Daddy ambilkan boneka beruangnya."

"Yash!" Puterinya memberikan tepukan tangan meluapkan kegirangannya lalu melanjutkan mencicipi makanan yang sudah ia janjikan akan dihabiskan demi peluang bermain lainnya. Baekhyun tertawa gemas melihat tingkah Chelsea disana, ia bahkan mengusak rambut anak itu dan membenarkan kunciran rambut pada rambut Chelsea sembari mengajak puteri Chanyeol itu berbicara agar anak itu menikmati acara makannya.

LOVELESS

Apa yang sudahh dijanjikan oleh Chanyeol terhadap anaknya haruslah ditepati ketika puterinya menyelesaikan tanggung jawab yang sudah ia berikan. Makanan dan minuman yang sudah dipesan sudah habis sepenuhnya oleh Chelsea, anak itu mengingatkan janji Chanyeol untuk membiarkan dirinya bermain kembali serta janji lainnya dimana Chanyeol akan mengambilkan boneka beruang pada mesin pengambil boneka.

Baekhyun ikut serta menemani Chelsea untuk bermain kembali dalam permainan dances sementara Chanyeol harus berurusan dengan mesin pengambil boneka seorang diri.

Selang beberapa jam setelah Chelsea mengeluhkan kelelahan sama halnya dengan Baekhyun mereka berdua memutuskan berhenti bermain dan menyusul Chanyeol yang sudah duduk dengan santainya pada kursi tunggu didekat arena permainan ditemani dua boneka beruang disampingnya, tentu saja hal itu mengembalikan semangat Chelsea ketika melihatnya.

"Daddy, ini buat Chelsea 'kan? Dua – duanya?!"

"No." Chanyeol mengambil salah satu boneka itu dan memberikannya pada Baekhyun yang tengah mengembalikan tenaganya yang terkuras. "Yang satu untuk Baekhyunnie."

"Oh.." Chelsea mengeluh diawalnya tapi kemudian senyumnya terlihat menyetujui apa yang dikatakan Daddy-nya.

Setelah tanpa terasa menghabiskan waktu begitu lama berada di area Saint Monica Pier, Chanyeol mengajak Chelsea untuk pulang kembali kerumah mereka dan beruntungnya kali ini puterinya dengan sigap menyetujui—bisa terlihat wajahnya kelelahan karena permainan dances yang sedari tadi dimainkan.

.

.

Mereka kembali tiba di rumah pantai milik Chanyeol dengan Chelsea yang sudah tertidur pulas memeluk kedua boneka beruang pada dekapannya, Chanyeol jelas segera membawa puterinya itu gendongannya untuk ia rebahkan diatas ranjang tidur kamar mereka dan juga menggantikkan pakaian yang dikenakkan anak itu sebelumnya. Baekhyun mengikuti apa yang Chanyeol lakukan namun pria itu tidak mengijinkannya membantu dan hanya mengijinkan untuk memperhatikan apa yang ia lakukan. Baekhyun turut bersiap – siap untuk menjemput waktu tidurnya karena Ia berpikir Chanyeol juga akan bersiap untuk tidur setelah membawa puterinya terbaring dengan nyaman diatas ranjang, namun ketika ia keluar dari kamar mandi yang ia dapati hanyalah puteri Chanyeol seorang yang tertidur pulas disana.

Merasa aneh dengan keadaan seperti itu, ia menggerakkan tungkai kakinya untuk mencari Chanyeol pada ruangan lain. Dan tentu pencariannya terlihat sangat mudah karena ketika dirinya baru saja keluar dari kamar, fokusnya matanya sudah menangkap silluet tubuh pria itu tengah duduk didepan balkon teras rumah itu sambil memangku sebuah gitar dipangkuannya.

Baekhyun semakin melangkah mendekatinya dan Chanyeol pun menyadari gerak langkahnya karena dengan cepat pria itu kini sudah menoleh kearahnya.

"Kau tidak tidur?" Baekhyun menggeleng.

"Aku belum mengantuk." Dirinya tidak bergegas duduk tepat di samping Chanyeol, Ia memilih bersandar pada daun pintu yang terbuka lebar dan menikmati similir angin malam yang begitu terasa membelai wajah dan kulitnya.

"You want?" tangan Chanyeol menyodorkan segelas minuman yang baru saja ia sesap dan Baekhyun menerimanya disana, menyesap sedikit dan kemudian menyusul Chanyeol untuk duduk disampingnya serta mengembalikan gelas minuman itu padanya.

"So.. kau bisa bemain gitar?"

Chanyeol tersenyum disana, ia sempat melihat kearah Baekhyun yang tengah memperhatikannya penasaran dengan sebuah gitar yang berada dipangkuannya. "Kenapa, kau akan jatuh cinta padaku bila aku bermain gitar?" godaanya tentu dibalas dengan sebuah pukulan ringan oleh wanita itu, dan juga suara tawa yang kini menjadi suara favorit untuk Chanyeol.

"Tergantung.." Baekhyun mendongakkan wajahnya menunjukkan kembali sifat dingin tanpa perasaan yang terkadang ia miliki namun ada senyuman kecil pada akhirnya sebagai penanda kini ia tengah menggoda Chanyeol disana. Pria itu membalas dengan suara tawa seakan – akan tidak terima diremehkan oleh seorang wanita, tangannya bergerak cepat membawa gitar itu pada posisinya yang nyaman dan jari – jemarinya seakan – akan sudah mengerti apa yang harus dilakukan setelahnay karena sebuah melodi secara spontan terdengar dan juga lantunan lirik dari mulut Chanyeol yang bernyanyi mengiiringi.

Don't break my heart before I give it to you

Lirik diawal yang Chanyeol nyanyikan seakan – akan mewakili isi hati pria itu.

Don't tell me no before I ask you to

Baekhyun secara langung tidak bisa untuk memutuskan apakah ia harus terfokus pada gerak tangan Chanyeol yang memainkan senar – senar gitar disana atau pada wajah pria itu yang tengah menatapi dirinya sambil terus menyanyikkan penggalan lagu lainnya.

Don't say it doesn't fit before you try it on
There's too much to lose to be wrong

And it feels like there's something here
But I wanna see it before it disappears
And if there's something real between me and you

Chanyeol menghentikan gerak tangannya memetik senar – senar disana, matanya tidak pernah ia biarkan untuk menoleh kearah manapun selain wajah Baekhyun dihadapannya yang juga terus memandangi kearahnya. Gerak tubuh atasnya lebih dulu bergerak untuk condong lebih dekat dengan tubuh Baekhyun disana, namun kepalanya lebih jauh mendekat hingga kini ia berada sangat dekat dengan wajah Baekhyun. Ia tidak secara langsung mencium bibir Baekhyun disana, bibirnya bergerak takut – takut untuk memulai meskipun ia bisa melihat dimana Baekhyu membiarkan bibirnya terbuka sedikit dan matanya yang bergerak terpejam menunggu Chanyeol untuk memulai.

Chanyeol memulai dengan kecupan singkat dengan sebuah lumatan lembut, ia sedikit menjauh hanya untuk memastikan Baekhyun mengharapkan ciumannya yang lain, namun memang begitulah keadaanya. Baekhyun masih terdiam pada posisinya, masih dengan mata terpejam menunggu Chanyeol untuk kembali memberikan ciuman padanya.

Tentunya Chanyeol kembali mencium bibir Baekhyun, kali ini ciumannya lebih dalam disertai dengan lumatan seakan – akan ia tidak mau melewatkan sedikit pun untuk tidak mencicipi manisnya bibir wanita itu. Tangannya bahkan turut membantu untuk menarik tekuk leher Baekhyun agar mereka semakin lebih dekat untuk melakukan sebuah ciuman yang lebih intens.

Entah karena ukuran badannya yang terlalu kecil atau Chanyeol yang terlalu besar, Baekhyun hanya bisa ingat Chanyeol membawa badannya dalam gendongan layaknya seorang koala hanya agar mereka bisa berpindah kedalam ruangan tengah. Menidurkannya pada sebuah sofa disana dalam posisi bibir masih saling terpagut mereka dan tentunya mereka sama – sama memulai untuk membawa kegiatan panas ini pada puncaknya.

Chanyeol jelas lebih lihai untuk urusan seperti ini, ia dengan mudahnya melepaskan pakaian tidur yang Baekhyun kenakkan segera membuai setiap bagian dari tubuh wanita itu, desahan Baekhyun bahkan terdengar hanya karena ia menjamah dua bongkahan sintal didada wanita itu menggunakan mulutnya bersamaan dengan perlakuan tangannya yang membelai area kewanitaan Baekhyun. Tak ada kata utuh yang mereka lontarkan selain desahan dimana sebagai tanda kenikmatan yang mereka lakukan. Gairah masing – masing sepenuhnya menguasai dan sulit dikendalikan terlebih ketika Baekhyun tengah meledak hanya karena perlakuan mulut dan tangan Chanyeol, wanita itu jelas membutuhkan hal lebih untuk mengisi lubangnya dan ia menginginkannya segera.

Baekhyun sepenuhnya tidak tersadar kapan tepatnya Chanyeol melesakkan miliknya dan kini sudah bersarang didalam lubangnya, karena sebelumnya yang ia ingat jari tangan pria itu sepenuhnya melecehkan lubangnya namun kini ketikan miliki pria itu yang berada didalamnya, gairah dalam dirinya lebih meluap hingga ia bahkan terus mendesahkan kata – kata memohon agar Chanyeol terus menghujamnya tanpa henti.

Tak berbeda dengan Chanyeol yang mendominasi pergerakan mereka berdua, pria itu juga tidak menginginkan percintaan malam ini hanya berakhir dengan cepat, tapi semakin ia bergerak menyiksa Baekhyun untuk mendapatkan pelepasannya maka itu mengundang dirinya untuk mendapatkan pelepasan yang lainnya. Mereka kembali merasakan apa yang disebut dengan orgasm dalam waktu bersamaan dan juga kembali tidak menyadari ada satu hal kecil yang terlupakan disana.

LOVELESS

Malam itu makin terasa panjang bukan karena mereka terus melanjutkan kegiatan bercinta untuk keempat kalinya dalam rentang waktu yang sedikit, tapi dikarenakan mereka tengah menimati saat – saat berbincang dimana sepenuhnya membicarakan diri masing masing. Baekhyun yang memulai lebih dulu setelah Chanyeol tanpa henti menciumi bibirnya setelah pria itu menumpahkan orgasm-nya.

"Seks pertama kali?"ia menanyakkan pertanyaan berikutnya setelah mendengar jawaban berapa banyak wanita yang sudah Chanyeol tiduri. Mereka kini sama – sama berbaring diatas sofa dan tentunya Baekhyun menyadarkan kepala dan bagian tubuh atasnya pada dada Chanyeol. Hanya bantak kecil yang menutupi bagian badan mereka untuk memberikan sedikit kehangatan dari angin malam yang menyelubungi ruangan itu.

"Ulang tahunku, 16 tahun."

Baekhyun mengernyitkan alisnya, mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Chanyeol diatasnya. "Dengan siapa?" ia kembali menanyakkan. "Apa ada dalam daftar 120an wanita yang kau tiduri itu?" ejekannya dibalas sebuah ciuman oleh Chanyeol sebelum pria itu akhirnya mengangguk mengakui.

"Tetangga rumahku, Ia lebih tua 3 tahun."

"Oh, kau menyukai wanita lebih tua ternyata." Baekhyun menggoda lagi dan kini ia mendapatkan gigitan pada daun telinganya karena mengucapkan itu.

"Giliranku." Chanyeol memeluk badan wanita itu untuk semakin dekat dalam dekapannya. "Kapan seks pertamamu?"

Baekhyun nampak berpikir mengingat – ingat kembali kapan pertama kalinya ia melakukan hubungan seks.

"Jangan katakan kau lupa mengenai momen itu, biasanya wanita akan mengingatnya dan terus dikenang sampai mereka tua nanti." Tangan Chanyeol mengusap kepala Baekhyun dengan lembut dan kembali memberikan kecupan disana dan itu semakin membuat Baekhyun terdiam memikirkan kembali setiap perlakuan Chanyeol ketika bercinta dengannya tidaklah sama dengan perlakuan pria – pria sebelumnya.

"19 tahun, ketika aku sudah berada di LA." Baekhyun menyamankan kepalanya dan mengusap tangan Chanyeol yan tengah memeluk pinggangnya.

"Ternyata kau nakal setelah kuliah hm." pria dibelakangnya menggoda dengan suara gelak tawa selagi menciumi leher dan pipi Baekhyun.

"Eoh."

"Siapa pria yang beruntung mendapatkan keperawananmu?" pertanyaan lainnya ditanyakkan kembali kearahnya.

Baekhyun merubah posisinya untuk berhadapan dengan Chanyeol, ia kini berbaring diatas badan pria itu. Tangannya mengusap wajah Chanyeol dan juga bagian dadanya sebelum ia menjawab pertanyaan yang Chanyeol berikan.

"Aku mabuk saat itu, pergi ke bar dan meminum minuman apapun hingga akhirnya aku mabuk dna berakhir disebuah hotel kecil dengan keadaan telanjang. Aku tidak ingat siapa yang melakukannya karena pria itu hanya meninggalkan secarik kertas berisikan ucapan terima kasih dan juga uang." Baekhyun menjadi satu – satunya orang yang tersenyum kecil disana mengingat kilasan balik kejadian itu. "Mungkin ia mengira aku adalah pelacur – pelacur di bar tersebut." Ia menjelaskan lagi lalu setelahnya merapatkan bibirnya karena Chanyeol begitu memperhatikan dirinya dengan pandangan lain, tidak seperti sebelumnya. "K-kau tidak menganggapku seperti itu kan?" meskipun Baekhyun ragu menanyakkan hal itu pada Chanyeol, namun ucapannya tidak bisa ia tahan dan tarik kembali saat itu.

Chanyeol belum memberikan jawaban untuk apa yang baru dikatakan Baekhyun sebagai jawaban dari pertanyaan yang ia berikan, tapi pria itu menggenggam tangan wanita itu yang mana tengah mengusap bagian dadanya untuk ia bawa melingkar pada lehernya. Ia bahkan bangkit untuk duduk tegap membawa Baekhyun pada pangkuannya.

"Sejujurnya aku ingin tidak peduli siapa pria yang sudah bersama denganmu, siapa yang sudah melakukan seks denganmu karena aku yakin mereka adalah lelaki brengsek yang hanya memanfaatkanmu untuk satu malam. Tapi aku juga tidak mungkin mengabaikan itu semua, jadi…" Baekhyun mendengarkan apa yang ia katakan disana dan Chanyeol tahu pandangan mata wanita itu mulai sayup – sayup entah karena takut mendengar apa yang ia katakan atau takut karena malu.

"Jangan lakukan hal seperti itu lagi." Chanyeol menyelesaikanya dengan cepat untuk menghindari suasana canggung diantara mereka berdua kembali. "Aku sudah katakan padamu aku tidak berbagi dan kau adalah milikku… sejak kemarin." Penjelasannya ia tekankan sembari dirinya memastikan penunjuk waktu ditangannya dan hanya karena hal itu ada suara gelak tawa yang terdengar tentunya berasal dari Baekhyun.

Bukan hanya suara tawa kecil yang terdengar dari wanita itu, Baekhyun bahkan sedikit meremas rambut belakang Chanyeol dengan cukup keras sementara pria itu membalasnya dengan gigitan bada bahun telanjangnya.

"Seingatku aku belum mengatakan mau menjadi milikmu—ah!" decitan dengan suara desahan yang mendominasi ia keluarkan karena Chanyeol bukan hanya meremas bagian dari payudaranya, pria itu dengan sesuka hati menggigit dan melumat kasar hingga membuat Baekhyun terbuai dibuatnya.

"Benarkah?" Baekhyun mengangguk menggigit bibirnya untuk menahan desahan karena Chanyeol terus menggoda dan menciumi bagian tubuhnya yang bisa dijangkau oleh pria itu. "Bukannya kau sudah jatuh cinta padaku karena permainan gitarku tadi?" kedua tangan Chanyeol membawa wajah Baekhyun untuk mendekat kearahnya dan ia memberikan ciuman pada belah bibir Baekhyun disana serta mencium kedua mata wanita itu yang tengah terpejam.

"Aku tidak mengatakan apapun.." Sahutan Baekhyun terdengar dengan matanya masih terpejam, Chanyeol masih menciumi bagian wajah dan bibirnya bergantian dengan dehaman yang entah bisa diartikan sebagai kata 'iya' atau 'tidak'.

Ciuman bibir penuh gairah kembali mereka lakukan yang mana bisa dianggap akan berakhir sama dengan kegiatan bercinta sebelumnya. Chanyeol yang memulai ciuman itu namun kini ia juga yang menahan badan Baekhyun agar ciuman mereka terhenti dan itu semuan ia lakukan hanya untuk mengungkapkan tiga suku kata dalam satu kalimat kepada Baekhyun yang mana lagi – lagi tidak mendapatkan jawaban darinya dan setelahnya Baekhyun beranjak dari pangkuan Chanyeol. ia berlari keluar menuju pantai dalam keadaan telanjang dan memaksakan tubuhnya berada didalam air.

Chanyeol menunduk mendapati pernyataan hatinya kembali diacuhkan, namun ia juga tidak bisa membiarkan Baekhyun yang pergi begitu saja meninggalkan dirinya; memutuskan berenang dini hari di pantai dalam keadaan telanjang seperti itu dibandingkan harus mendengarkan dan juga menjawab pernyataan hatinya. Chanyeol menyusul dengan cepat dengan keadaan dirinya yang juga telanjang, langkah kakinya yang bergerak cepat menguntungkan dirinya untuk meraih badan Baekhyun yang mana ia angkat dalam gendongannya. Baekhyun sempat berteriak karena dirinya tidak terpikir Chanyeol akan menyusul terlebih membawa badannya dengan mudah dalam gendongan layaknya karung beras lalu menghempaskan badannya kedalam air pantai disana.

Mereka berdua menikmati semua itu layaknya anak kecil yang baru saja diijinkan bermain bersama oleh kedua orang tuanya tanpa memikirkan akan pasang mata yang mungkin melihat mereka saat ini. Keduanya masih berada didalam air dengan Baekhyun yang berada di gendongan Chanyeol dan memeluk pria itu dan memberikan ciuman pada bibir Chanyeol pada akhirnya.

Tbc.