Name: Naruto DxD Chronicles EX
Author: The World Arcana
Rating: M
Genre: Adventure, Romance
Naruto dan Highschool DxD bukanlah punya saya melainkan OC yang bertebaran dalam cerita ini.
Pair: Naruto Uzumaki x Gabriel, Sasuke Uchiha x Rossweisse, Ajuka Beelzebub x Serafall Leviathan, Sirzech Lucifer x Grayfia Lucifuge, Leon Strife x Lily Trina, Kurama x Yasaka, Matatabi, Toneri Otsutsuki x ?, Minato Uzumaki x Iriana Liliana Strife, Kagami Uchiha x Erina Lucifer, Vali Lucifer x Kuroka, Issei Hyoudou x Irina Shidou x Rias Gremory x Asia Argento x Ravel Phenex, Yuuto Kiba x Xenovia Quarta, Gasper Vladi x Valerie Tepes x Koneko.
Chapter 3: The Darkness Within
Serafall Leviathan benar-benar kesal dengan sahabatnya yang bernama Naruto itu, padahal mereka sudah lama berteman dan dia juga sudah bertemu dengannya yang waktu itu mengenalkan putranya yang bernama Minato tapi dia bisa-bisanya lupa memberitahukan pada dirinya kalau istri serta ibu dari Minato dan adiknya yang bernama Aria itu adalah rivalnya sendiri yang bernama Gabriel. Kemudian dia tersenyum pada rivalnya itu yang telah menyelamatkan dia dari lubang keterpurukan yang disebabkan oleh Sirzech dan Grayfia, meskipun ada hal yang masih janggal menurutnya.
"Uhm, jadi Naruto-kun..."
"Ada apa Sera?" Tanya Naruto pada sahabatnya itu.
"Bagaimana kau bisa menikah dengan Gabriel dan mempunyai kedua anak darinya tapi dia tidak menjadi malaikat jatuh. Aku masih penasaran akan hal itu." Jawab Serafall yang sedang dalam pose berfikirnya membuat dua pasang suami istri serta Rias dan Sona serta semua anggota peeragenya kecuali Koneko juga penasaran kenapa hal taboo dan mungkin juga mustahil bisa terjadi seperti ini.
Kemudian dia pun tersenyum pada Michael dan Ajuka dan dibalas dengan senyuman dari mereka berdua "Ini semua berkat bantuan Michael dan Ajuka..."
Mendengar itu Serafall pun menatap kekasihnya itu dengan tatapan tajam membuat salah satu dari Super Devil selain Sirzech Lucifer dan Rizevim Livan Lucifer salah tingkah "Jadi kau tahu tentang hubungan Naruto-kun dan Gabriel sebelum aku, Ajuka-kun?"
Ajuka yang melihat kekasihnya terlihat sangat kesal pun meneguk ludahnya sendiri dan berkata "Iya, karena aku dan Michael lah yang membuat hubungan Naruto dan Gabriel-san ke level yang lebih tinggi."
"Maksudmu?" Tanya Serafall.
Kemudian Ajuka menatap Sirzech dan Grayfia dengan tajam dan kemudian dia berkata dengan sendu "Karena kejadian di masa lalu yang menyakitkan bagi Naruto, dia memutuskan untuk tidak pernah mencintai siapapun lagi tapi Gabriel-san yang diam-diam menyukai Naruto berhasil membuat Naruto mencintainya tapi ada satu hal yang menghalangi hubungan mereka itu."
"Apa itu karena status Gabriel sebagai malaikat terutama salah satu dari seorang Seraphim?" Tanya Serafall dan juga dia pun melihat ekspresi Grayfia yang terlihat kesal saat mendengar hubungan special antara Naruto dan Gabriel karena memang saat mereka masih bersama, sahabatnya itu selalu berhubungan dengan rivalnya itu mengakibatkan keretakan pada hubungan mereka berdua 'Sudahlah tahan dirimu itu Lucifuge. Kau sudah mengkhianati Naruto-kun dan memilih Sirzech, kau tidak berhak marah saat ketakutanmu itu menjadi kenyataan. Dimana Naruto-kun dan rivalku itu menjadi sebuah pasangan sehidup semati.'
"Iya begitulah..." Jawab Ajuka dan kemudian dia melanjutkan "Lalu kemudian, aku di datangi oleh Michael. Dia memberikan sebuah proposal untuk membantu Naruto dan Gabriel-san. Sebagai seorang sahabat dan aku juga ingin melihat Naruto dan Gabriel-san bahagia, maka aku menerimanya."
Sirzech Lucifer, sang Maou Lucifer dan mantan saudara angkat dari Naruto pun kemudian mulai angkat bicara dan berkata "Proposal apa yang kau maksud itu, Ajuka?"
"Pembuatan Interdimensional Room..."
"Tapi apa fungsi dari Interdimensional Room itu Ajuka-sama?" Tanya calon adik iparnya yang bernama Sona Sitri.
"Dengan ruangan itu maka malaikat yang jatuh cinta entah itu kepada manusia, iblis, malaikat jatuh, youkai, dan lain-lain lalu berhubungan di dalam ruangan itu tidak akan membuatnya jatuh. Itulah kenapa Gabriel-san tidak jatuh meskipun telah menikahi Naruto dan juga mempunyai dua anak yaitu Minato-kun dan Aria-chan."
Sekarang terbongkarlah sudah, misteri kenapa Gabriel sang malaikat dan Seraph di Heaven bisa menikah bahkan mempunyai dua anak tanpa menjadi malaikat jatuh. Ternyata itu adalah berkat Michael, Ajuka dan Interdimensional Room buatannya.
Sirzech kemudian melihat Ajuka dan berkata "Kau membuat penemuan yang berbahaya saat ini, Ajuka."
"Apa maksudmu?"
"Apa kau tidak sadar bahwa dengan penemuanmu itu kau bisa membuat banyak Nephilim dan Nephalem yang bisa saja akan menghancurkan perdamaian yang baru kita capai ini?"
"Kau terlalu paranoid, Sirzech." Balas Ajuka yang dengan santainya meminum tehnya tanpa menatap wajah Sirzech. Banyak para iblis muda disana merasa kalau Ajuka sangat tidak sopan pada pemimpin tertinggi dari bangsa mereka meskipun dia juga salah satu seorang Yondai Maou, tapi kalau mereka tahu kejadian sebenarnya... Pasti mereka akan tahu kenapa Ajuka Beelzebub bersikap seperti ini pada Sirzech yang notabene-nya merupakan seorang Maou Lucifer "Kau pikir aku membuat massal ruangan itu, huh Sirzech? Jangan khawatir, karena aku dan Michael hanya membuat satu saja ruangan spesial itu. Jadi jangan takut, para Nephilim dan Nephalem yang kau takuti itu hanya ada 2 yaitu Minato-kun dan Aria-chan."
Sirzech pun terdiam mendengar perkataan Ajuka. Dia harusnya tahu kalau Ajuka akan merespon seperti itu karena dia tahu kalau dia masih sangat membencinya karena pengkhianatannya pada Naruto. Naruto memang merupakan saudara angkatnya tapi hubungan persahabatan antara Naruto, Ajuka dan Serafall lebih kuat dibandingkan dengan hubungan persaudaraan-nya dengan Naruto. Dulu saja saat mereka bertiga dihadapi krisis dimana Serafall menyukai Naruto dan Ajuka menyukai Serafall tapi itu tidak menghancurkan persahabatan mereka. Yang ada Naruto menolak Serafall saat tahu Ajuka mempunyai perasaan pada Serafall dan malah membantu Ajuka mendekati Serafall yang membuat Serafall jatuh cinta pada Ajuka sedangkan dia malah mengambil mantan kekasih yang saudara angkatnya sendiri cintai dengan cara kotor. Dan saat ini dia benar-benar menyesal saat dia dengan seenak jidatnya mengatakan dua anak Naruto berbahaya dan bisa menyebabkan kehancuran perjanjian damai 4 fraksi karena statusnya sebagai Nephilim yang kemampuannya di luar nalar.
Kemudian hal yang aneh pun terjadi, waktu serasa terhenti dan membuat beberapa dari peserta rapat tidak bisa bergerak karena ada yang menghentikan waktu. Issei pun shock melihat beberapa temannya tidak bisa bergerak dan membuatnya berkata "Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Sepertinya Gasper-kun sedang mendapatkan masalah, Rias..."
Mendengar perkataan kakaknya yang tidak memangilnya Ri-tan dan raut wajahnya terlihat serius, Rias pun jadi khawatir pada salah satu dari dua Bishop-nya "Bisa kau kirim aku langsung ke tempat Gasper, onii-sama? Jika benar bukan hanya Gasper saja yang berada dalam bahaya tapi Koneko-chan."
"Aku bisa melakukannya..." Jawab Sirzech dan kemudian dia melanjutkan "Tapi apakah kau mempunyai bidak yang tidak dipakai?"
"Aku ada satu bidak Rook yang belum aku pakai di ruang klub-ku."
"Itu bagus..." Ucap Sirzech dan kemudian dia membuat lingkaran sihir dengan crest klan Gremory "Apa ada yang ingin membantu adikku menyelamatkan Bishop dan Rook miliknya?"
"Aku, Kiba dan Xenovia akan ikut denganmu buchou." Ucap Issei, sang Sekiryuutei "Gasper dan Koneko-chan adalah rekan serta sahabat kami, jadi kami tidak ingin hanya kau saja yang pergi menyelamatkan mereka sedangkan kami bertiga berdiam diri disini."
"Arigatou minna." Balas Rias.
"Tunggu Sekiryuutei..."
'Kenapa dia memanggilku?' Batin Issei saat melihat Michael dan Azazel menghampirinya "Ada yang bisa aku bantu, Michael-dono dan Azazel-dono."
Kemudian Michael mengeluarkan sebuah pedang dari ketiadaan dan memberikannya pada Issei "Aku ingin kau memiliki pedang ini, Sekiryuutei."
Minato yang melihat itu pun shock saat melihat kalau pedang yang akan diberikan Michael adalah Ascalon atau kadang biasa disebut Dragon Killer, pedang yang punya kemampuan khusus untuk membunuh naga "Kau serius akan memberikan Ascalon padanya, paman? Kalau pada Yuuto Kiba, aku bisa mengerti karena kemahirannya sebagai seorang Swordsman tapi Issei itu berbeda karena dia itu tipe Brawler yang lebih ahli dalam pertarungan tangan kosong bukan permainan pedang. Dan juga kalau dia ceroboh saat menggunakan pedang itu, bisa-bisa nyawanya melayang."
"Kenapa kau bisa berkata seperti itu, Minato-san?" Tanya Issei.
Tapi bukan Minato yang menjawab tapi Vali dengan seringai yang seakan mengejeknya "Karena pedang yang akan diberikan Michael-dono itu berbahaya bagi kita berdua serta pawn dari Sona Sitri itu, rivalku yang baka. Mengingat pedang itu adalah Ascalon, pedang pembunuh naga."
"A-APAAAA!!!"
Michael pun memikirkan dua kali kata-kata dari keponakannya itu untuk memberikan Ascalon pada Issei, karena dia tidak ingin Issei mati sia-sia karena masih banyak musuh yang akan muncul meskipun 4 fraksi telah berdamai karena tidak seperti Vali yang masih lumayan kuat meskipun tidak memakai Divine Dividing, Issei hanya bergantung pada Boosted Gear saja karena meskipun dia iblis tapi dia tidak mempunyai Demonic Energy sama sekali bahkan melakukan teleportasi menggunakan Magic Circle tapi Minato ada benarnya juga, memberikan Ascalon sama sama saja dengan membunuh Issei karena pedang itu merupakan kelemahan dari Issei, Vali dan Saji yang Sacred Gear-nya terdapat jiwa dari dua naga surgawi yang bernama Ddraig dan Albion serta Vvitra yang merupakan salah satu dari 5 raja naga. Beberapa lama kemudian terjadilah sesuatu yang cukup mengejutkan terjadi.
"Ascalon masuk ke dalam Boosted Gear milik Issei-kun..."
Minato yang melihat itu pun langsung menghela nafas dan menatap Issei dengan tatapan serius "Ascalon memang mungkin telah memilihmu, Issei Hyoudou... Tapi jangan sekalipun memakai Ascalon sampai kau benar-benar bisa menggunakan pedang seperti rekanmu, Yuuto Kiba dan Xenovia. Mengerti..."
"Hai..."
"Jadi giliranku ya hahaha..." Ucap Azazel dengan tawa garing yang membuat semua orang disana sweatdrop, kemudian dia memberikan sebuah gelang pada Issei.
"Gelang apa ini, Azazel-dono?"
"Itu bukan gelang!!!" Jawab Azazel yang menangis ala anime dan kemudian dia melanjutkan "Tapi itu adalah device yang bisa membuatmu memasuki mode Balance Breaker dengan mudah. Tapi jangan senang dulu, bocah Sekiryuutei... Device itu mempunyai batasan, jadi pakai dengan bijak."
"Aku mengerti, Azazel-dono."
"Kau tidak akan mengatakan apapun pada adikmu, Naruto-kun?" Tanya Gabriel.
"Aku hanya akan menanyakan sesuatu pada Rias-chan." Jawab Naruto dan itu membuat sang adik angkat menatapnya "Rias-chan, apa kau masih ingat dengan pertanyaanku yang bertanya dari mana munculnya kekuatan sejati itu?
Mendengar itu Rias pun tersenyum dan membalas "Kekuatan sejati muncul karena tekad kuat pada diri kita untuk melindungi orang yang kita sayangi. Iya kan, onii-chan?"
Semua orang pun tersenyum saat mendengar jawaban dari Rias, sedangkan dengan Sirzech... Entah kenapa dirinya saat ini mengepalkan tangan saat mendengarkan interaksi Rias dan Naruto 'Kenapa aku tidak bisa sedekat itu denganmu, imouto? Kakakmu bukan hanya dia tapi aku juga, kau tahu... Apa kau marah karena pertunanganmu dengan Raiser dulu yang akhirnya digagalkan oleh Hyoudou-kun atau pengkhianatanku dengan Grayfia pada Naruto.'
"Kau benar Rias..." Jawab Naruto yang mengusap-ngusap rambut Rias dengan kasih sayang layaknya seorang kakak pada adik kandungnya "Sekarang pergilah dan selamatkan mereka, imouto. Sekiryuutei, Xenovia tolong jaga adikku baik-baik."
"Kau bisa percayakan itu pada kami, Naruto-san."
"Kau mau kemana, Minato-kun?" Tanya Gabriel saat melihat putranya sudah mengeluarkan pedang terkuatnya yaitu Ragnarok, pedang suci terkuat selain Excalibur, Caliburn dan Durandal. Pedang itu merupakan pemberian Michael setelah Minato lulus dengan nilai memuaskan di akademi untuk para Exorcist di Vatikan.
"Saat aku berada di dekat jendela aku melihat banyak Majutsu yang berniat menyerang Kuoh Academy, jadi aku akan menghentikan mereka kaa-chan." Jawab Minato. Gabriel hanya bisa menghela nafas akan hal ini, sebenarnya dia tidak ingin putranya ikut-ikutan bertarung dan membiarkan para generasi lama seperti dirinya dan suaminya serta teman-temannya bertarung tapi mengingat sang anak sama keras kepalanya dengan sang suami, dia pun dengan terpaksa menyetujui keinginan putranya itu. Sebelum Minato keluar dari ruangan rapat, dia langsung menatap kedua sahabatnya dan berkata "Hoi, Vali, Kagami... Kau mau ikut denganku melawan para Majutsu di bawah atau tidak?"
"Tch, aku kira kau tidak akan bertanya Minato." Balas Kagami yang juga mengeluarkan pedangnya yang terlihat sama dengan Kusanagi no Tsurugi, meskipun hanya replika-nya saja karena yang asli masih dipegang sang ayah. Tapi jangan salah, meskipun hanya replika saja tapi daya potongnya sama dengan yang original bahkan pedang replika itu bisa membelah berlian asli yang keras tidak kalah dengan yang asli.
"Tanganku juga sudah gatal untuk menghajar para Majutsu faker tersebut." Ucap Vali yang sudah mengaktifkan Balance Breaker miliknya tanpa kesulitan berarti "Mereka bilang mereka penyihir seperti Le Fay. Tapi Le Fay sendiri jauh lebih kuat dari semua Majutsu itu, cuih."
Sang adik pun melepaskan genggamannya pada sang ibu dan dia pun menghampiri sang kakak "Onii-chan, aku mau ikut..."
Naruto dan Gabriel pun menatap horor sang putri karena keinginannya tapi Minato pun mengelus rambut sang adik dan berkata "Maaf imouto, kau tidak boleh ikut denganku kali ini. Tunggu saja disini bersama dengan tou-chan dan kaa-chan."
"Tapi aku mau ikut..."
Melihat adiknya yang seakan akan menangis, dia pun membatin dengan nada panik 'Gaah!!! Apa yang harus aku lakukan? Kaa-chan, tou-chan, aku butuh bantuan kalian...'
"Ne, Aria-chan..." Ucap Naruto yang menepuk kepala sang putri dengan lembut dan kemudian dia melanjutkan "Kalau kau menuruti permintaan kakakmu, nanti setelah pulang aku akan memberikan 1 lusin es krim untukmu putriku."
"Hhmm..." Pikir Aria dan kemudian dia berkata "Dua lusin atau tidak sama sekali ayah."
"Tentu saja, apapun untuk putriku" Balas Naruto dan membuat putrinya memeluknya, kemudian dia melihat putranya dan berkata "Sekarang pergilah, Minato. Urusan dibawah, aku serahkan pada kalian bertiga."
Tapi belum Minato pergi, tangannya pun ditahan oleh Iriana dan membuatnya bertanya "Kenapa kau menahanku, Iriana-chan?"
Cup
Wajah banyak orang disana memerah karena perbuatan berani Iriana mencium Minato di depan publik terutama di depan orang tuanya sendiri dan juga dua orang Minato kecuali Erina yang menatap Iriana dengan kesal 'Berani sekali dia melakukan ini pada Minato-kun...'
"Jaga dirimu baik-baik diluar sana, Minato-kun." Ucap Iriana pada Minato yang wajahnya telah memerah hebat karena tindakan frontal pacarnya menciumnya di depan umum, tapi dia tidak bisa memungkiri kalau bibir pacarnya itu terasa sangat manis seperti rasa campuran vanilla dan strawberry.
"Tentu saja Iriana-chan..." Balas Minato dengan seringaian dan kemudian dia pun menatap kedua sahabatnya "Ayo kita pergi, Kagami Vali."
"Ayo kita pergi." Ucap Kagami meskipun saat ini dia mengepalkan tangannya saat melihat kecemburuan Erina pada Iriana 'Kapan kau menyadari kalau aku yang mencintaimu selama ini, Erina.'
'Sepertinya Kagami menyukai adikku tapi tetap saja Erina masih menyukai Minato yang notabene-nya sudah berpacaran dengan Iriana. Kapan kau sadar dan mulai menatap ke depan dan menyadari perasaan Kagami kepadamu, saudariku.' Batin Vali yang melihat kesedihan dari mata onyx milik Kagami 'Ah, aku benci dengan hal rumit. Sepertinya aku harus mengunjungi Kuroka nanti malam, aku lumayan rindu padanya.'
"Tck, tck, tck... Anak muda jaman sekarang." Celetuk Azazel saat Minato, Vali, serta Kagami pergi dari ruangan itu dan kemudian dia melihat Leon dan Lily dan berkata "Mereka sudah berani berciuman di depan publik seperti itu, aku yang belum mempunyai pasangan jadi iri."
Lily Trina sang ibu dari Iriana pun menatap Azazel dengan tatapan tajam atas sindirannya pada putrinya dan membuatnya berkata "Kalau kau bukan teman dekat dari suamiku dan Naruto-kun sudah aku tembak kedua matamu dengan anak panahku, Azazel. Dan soal pasangan, sepertinya salahmu sendiri kau belum mendapat pasangan. Sudah playboy, mesum dan suka memancing di tempat yang tidak ada ikannya lagi. Apa yang mau kau tangkap? Sepatu boots hahahaha..."
Leon dan Naruto tidak menyangka Lily yang biasa sekalem dan selembut Gabriel bisa menjadi mengerikan seperti itu. Mereka berdua juga tidak bisa menyalahkan dia begitu saja yang notabene-nya sangat membenci orang mesum. Pantas saja tadi saat Issei sedang memperhatikan dia dan putrinya dengan tatapan mesumnya, dia hampir merasakan kalau kedua matanya hampir kehilangan fungsinya saat melihat mata dari Lily dan itu sungguh menakutkan
"Oyyy, tenanglah Lily-san tidak usah semarah itu." Ucap Azazel dan kemudian dia menyengol Leon dan berbisik "Hey, Leon... Apa yang kau lakukan sampai-sampai istrimu jadi temperamental seperti itu. Jangan-jangan kau lupa memberikan jatah padanya kemarin malam ya guahahaha?"
Sebenarnya Leon juga agak kesal akan perkataan Azazel sampai-sampai dia ingin langsung meninju Azazel ke gunung Fuji tapi dia urungkan saat dia melihat raut wajah serius dari wakil ketua di fraksi yang dia buat "Ada apa Naruto?"
"Kita mendapatkan tamu, minna. Bersiap-siaplah..."
Kemudian muncullah wanita cantik nan seksi bermata ungu dan memakai kacamata dengan model rambut diikat yang hampir mengingatkan Naruto pada salah satu sahabatnya dari Elemental Nation yang bernama Ten-Ten. Dia juga memakai pakaian yang bagian tengahnya memperlihatkan bagian dadanya... Naruto, Serafall, Ajuka, Grayfia dan Sirzech tahu benar siapa orang yang telah menyusup ke rapat 4 fraksi yang mereka adakan ini. Dia adalah...
Katarea Leviathan
"Katarea..."
"Jangan dekati dia Serafall..." Ucap Naruto. Ucapan Naruto tidak lembut seperti saat dia bicara dengan dirinya, Ajuka, istri dan kedua anaknya... Ini terdengar seperti sebuah titah.
"Tapi Naruto-kun, Katarea adalah..."
"Temanmu, aku tahu." Potong Naruto dengan dingin dan kemudian dia melanjutkan "Tapi saat ini dia adalah musuhmu dan semua fraksi iblis. Kau tahu itu kan, Sera. Jangan lupa tentang Civil War. Aku, kau dan Ajuka sudah membujuknya dengan susah payah untuk bergabung dengan kita tapi yang ada dia malah memihak dengan Rizevim dan membunuh rekan-rekan kita yang tidak berdosa. Atau kau lupa!!!"
Serafall yang masih dalam pelukan Ajuka dan memberontak pun tersentak akan perkataan Naruto dan membuatnya terdiam. Sasuke yang melihat itu pun menepuk pundaknya dan berkata "Naruto, kau tidak perlu seperti itu pada Serafall kau tahu. Bukannya kau dan aku seperti itu dulu, huh."
"Kau memang benar, tapi pada akhirnya kau kembali di pihak yang benar kan?" Tanya Naruto dan Sasuke pun tidak menjawab "Kau hanya kehilangan arah karena kau mengira kakakmu membantai klanmu atas kehendaknya sendiri, tapi setelah kau mengetahui kebenaranya kau mulai membenci Konoha dan dunia dan berkat ayahku, jiji, dan Shodaime dan Nidaime... Kau kembali ke jalan yang benar."
Kemudian dia menunjuk Katarea dan berkata "Berbeda dengannya, dia tidak peduli dengan apapun yang terpenting baginya adalah Underworld dipimpin oleh mereka yang merupakan keturunan dari para Maou asli bukannya Serafall, Ajuka dan yang lain. Bahkan Madara tidak menjadi jahat karena dia tidak terpilih sebagai Hokage tapi karena dia merasa dunia kita waktu itu telah bobrok dan dia menginginkan perdamaian walau caranya salah dan tergolong extreme."
"Kau tahu, sudah lama sekali semenjak kekalahanku padamu Naruto Uzumaki." Ucap Katarea dan kemudian dia melanjutkan "Cukup memalukan, aku kalah di tangan seorang manusia rendahan sepertimu."
Naruto tidak merespon, kemudian dia menatap Aria yang mengenggam tangan ibunya dengan erat karena takut pada sosok didepannya tersebut. Jujur sewaktu berhadapan dengan Kokabiel, dia juga takut tapi karena ada kakaknya disampingnya... Dia merasa aman karena dia yakin kakaknya cukup kuat untuk melindunginya.
"Jadi dia anakmu, huh Uzumaki..." Ucap Katarea dan kemudian dia melanjutkan dengan seringaian mengejek yang terpatri di wajahnya "Wajah memang mirip denganmu tapi warna rambutnya tidak secerah dirimu dan juga tidak berwarna silver seperti Grayfia."
Mendengar itu membuat banyak orang tergabung dalam peerage Rias dan Sona yang saat ini membeku dan tidak bisa bergerak karena Sacred Gear milik Gasper pun tersentak dan membatin
'Apa hubungan Naruto-san/Naruto-nii dan Grayfia-sama.'
"Kenapa rambut putriku harus sama dengan Grayfia, memang-nya dia siapaku?" Tanya Naruto dengan nada datar. Memang Naruto benar kalau Grayfia bukanlah siapapun untuknya tapi entah kenapa hati Grayfia serasa tertusuk sejuta belati. Pada malam itu memang dia telah memilih Sirzech bahkan hubungan intim mereka yang menjadi penyebab hancurnya hubungan tiga orang itu, Sirzech tidak memaksanya... Tidak sama sekali. Tapi kenapa melihat Naruto yang sudah move on bahkan menatap Gabriel yang merupakan istri dan ibu dari kedua buah hatinya dengan tatapan penuh cinta membuat hatinya sakit. Apa dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia masih mencintai Naruto... Dia kurang tahu akan hal itu tapi dia yakin akan satu hal, dia menyesal akan perbuatannya tapi dia cukup sadar penyesalan memang selalu datang terlambat.
"Jadi ternyata rumor itu benar..." Ucap Katarea yang menatap Sirzech dan Grayfia dengan seringai, membuat dua orang itu menundukkan kepala karena merasa bersalah atas apa yang mereka lakukan pada Naruto. Kemudian Katarea menjulurkan tangannya pada Naruto dan berkata "Bergabunglah dengan Khaos Brigade, Uzumaki. Ophis-sama tertarik pada kekuatanmu... Dia tidak menyangka kalau seseorang manusia rendahan sepertimu bisa mempunyai sebagian kekuatan seorang Deity. Kau bisa mengurus Sirzech dan Grayfia, soal Serafall dan Ajuka kami yang akan mengurusnya. Kau juga bisa membawa putrimu bergabung karena sepertinya dia memiliki potensial."
Selesai Katarea Leviathan mengatakan hal itu, sebuah tangan hitam terbentuk dari telapak tangan Naruto yang kemudian memanjang dan kemudian tangan hitam itu mencengkram leher Katarea dan mencekiknya
"Arrrkkkkhhh!!!"
"Maaf Katarea..." Ucap Naruto yang matanya sudah menunjukkan tipe cross antara mata dia dalam Sage Mode dan Bijuu Mode tapi tanpa efek di sekitar matanya saat dia memasuki Sage Mode biasa "Tapi aku tidak tertarik."
"Senseiku adalah orang yang mencintai perdamaian, bahkan saat dia sudah meninggal dia meninggalkan tekadnya padaku untuk menciptakan perdamaian." Ucap Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Aku dan semua yang berada disini ingin menciptakan perdamaian supaya kita semua bisa hidup damai dan anak cucu kita tidak lagi hidup dalam ketakutan."
"Hah, kau bicara omong kosong Uzumaki."
"Heh, dan kau dan organisasimu yang bahkan tidak mengerti akan makna perdamaian tidak membuatku tertarik sama sekali." Balas Naruto dan kemudian dia berkata "Gabriel-chan tutup mata Aria-chan. Aku tidak mau dia melihatku melakukan ini."
"Hai"
"Kau dengan nekad dan beraninya mencoba menyabotase acara rapat perdamaian 4 fraksi yang sudah aku, Sasuke, Leon dan Azazel dengan susah payah. Aku paling benci dengan orang sepertimu." Ucap Naruto yang mengencangkan cekikan tangan hitamnya yang berbentuk dari Gudoudama yang keluar dari bagian tangannya membuat Katarea berteriak kesakitan "Hukuman untuk orang yang tidak menginginkan perdamaian dan selalu menebar kebencian adalah..."
Dan para anggota aliansi dibuat terkejut saat jatuhnya kepala Katarea Leviathan yang terjatuh ke tanah dengan keras karena leher Katarea yang merupakan penghubung kepala dan juga tubuhnya sudah hancur terpotong oleh tangan ekstension Naruto yang terbuat dari Gudoudama miliknya.
"Kematian..."
Review:
irfai1918:
Khaos Brigade maybe, Momoshiki and Kinshiki maybe.
Tsukasa:
Kau benar, nilai 100 untuk anda.
EdyBrr:
Ada penjelasannya di chap ini
Aneh:
Saya mau update itu tadi tapi karena blank jadi enggak jadi.
Gyuuki-koi:
Apa yang anda maksud fic Axis Artelion atau yang lain juga. Karena jika fic si Axis yang ada maksud, apa anda tahu kalau fic dia awalnya fic saya tapi saya ambil alih kembali karena akun dia bermasalah
TekoTitanic:
Iya dan dia juga saudaraan sama si Kuroka dan Koneko serta Kunou yang paling bungsu.
Qiqi:
Lebih dari 100 tahun lebih tapi penampilan cuma kaya Sirzech, Azazel dan Michael. Itu karena kekuatan Rikudou Naruto dan Sasuke.
Grand560:
Minato fix sama Iriana aja soalnya ane bakal bikin Minato berbanding terbalik dengan Menma di Shinobi DxD Chronicles. Minato kekuatan Chakra dan Angelic Power sedangkan Menma kekuatannya Chakra dan Demonic Power, Minato single pair sedangkan Menma harem, dll. Pokoknya kekuatannya fullpower kok enggak di nerf soalnya meskipun udah enggak ada para Bijuu di tubuhnya tapi seluruh chakra mereka masih ada, ya walaupun Naruto agak holdback di Civil War pas dia masih tinggal di Underworld bahkan membuat Sirzech mengira Naruto lebih lemah darinya karena dia enggak pernah make Rikudou Senjutsu Mode
Namikaze Yohan 396:
Penjelasan ada di chap ini.
Korutsuki Makito:
Read chapter 1 man, you're drunk.
Raitogecko:
Itu anak kandung Kurama dan Matatabi tuh, jadi Kurama menikah sama Matatabi dulu baru Yasaka. Para bijuu di Kyoto kok sama kaya si Kurama. Elemental Nation enggak hancur cuma Sasuke pergi dari sana karena rindu sama Naruto dan setelah beberapa puluh tahun mencari dimensi tempat Naruto tinggal, akhirnya dia menemukannya dan bahkan dia menemukan seseorang yang jauh lebih cintai dari Sakura dan dia pun menjadi istri Sasuke di fic ini, Rossweisse. Toneri hanya datang untuk memberitahukan bahaya yang akan datang pada Sasuke dan Naruto tapi dia jadi betah dan enggan untuk balik ke Elemental Nation.
Guest:
Dia bukan tiba-tiba muncul tapi itu memang sengaja ane timeskip karena di antara timeline chapter 1 sama 2 ane buat Sasuke menjelajah banyak lubang dimensi untuk mencari keberadaan sahabat sekaligus saudaranya selama berpuluh-puluh tahun lebih
Sinnhua:
No comment, nikmati aja sampai chapter berapa. Kalau dikasih tau ya gak sedap lah boss.
