Name: Naruto DxD Chronicles EX
Author: The World Arcana
Rating: M
Genre: Adventure, Romance
Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukanlah punya saya melainkan OC yang bertebaran dalam cerita ini.
Pair: Naruto Uzumaki x Gabriel, Sasuke Uchiha x Rossweisse, Ajuka Beelzebub x Serafall Leviathan, Sirzech Lucifer x Grayfia Lucifuge, Leon Strife x Lily Trina, Kurama x Yasaka, Matatabi, Toneri Otsutsuki x ?, Minato Uzumaki x Iriana Liliana Strife, Kagami Uchiha x Erina Lucifer, Vali Lucifer x Kuroka, Issei Hyoudou x Irina Shidou x Rias Gremory x Asia Argento x Ravel Phenex, Yuuto Kiba x Xenovia Quarta, Gasper Vladi x Valerie Tepes x Koneko.
Chapter 5: Naruto vs Sirzech Part II
Melihat perubahan wujud Naruto membuat para iblis veteran Civil War selain Ajuka, Serafall dan Ruval tidak percaya kalau Naruto mempunyai kemampuan yang lebih dari Bijuu Mode. Menurut mereka, Bijuu Mode Naruto saja sudah cukup kuat meskipun lebih lemah dari True Form milik Sirzech meskipun beberapa dari mereka masih mengganggap Naruto masih menahan diri karena Naruto masih menghormati Sirzech yang merupakan saudara angkatnya dan juga putra kandung dari Zeoticus Gremory dan Venelana Gremory. Melihat Rikudou Senjutsu Mode Naruto, membuat mereka semakin penasaran akan kekuatan manusia mantan pahlawan Civil War tersebut.
"Tch, tidak kusangka dia benar-benar akan serius dan menggunakan mode itu secepat ini. Sirzech benar-benar mendorongnya sejauh ini."
Mendengar ucapan rekannya yang bernama Ajuka Beelzebub... Falbium Asmodeus yang terlihat mengantuk pun melihat Naruto dan Sirzech yang masih bertatapan mata dengan sengit "Apa kau benar-benar yakin Naruto akan menang, Ajuka? Kau tidak terlihat khawatir."
"Untuk apa?" Tanya Ajuka dengan dengusan dan dia pun berkata "Rikudou Senjutsu Mode milik Naruto itu sangat kuat bahkan berkali-kali lipat lebih kuat dari Bijuu Mode dan Bijuu Senjutsu Mode miliknya... Aku tahu karena aku pernah melihat sendiri dampak kehancuran yang dilakukan Naruto dengan mode itu dalam Civil War. Dan ditambah Sirzech masih mengganggap enteng Naruto karena dia mengira Rikudou Senjutsu Mode milik Naruto sama kuatnya dengan Bijuu Mode dan Bijuu Senjutsu Mode miliknya, membuatku yakin Naruto yang akan memenangkan pertarungan ini. Iya kan Serafall?"
"Kau benar Ajuka-kun."
Sedangkan dalam medan pertarungan, Naruto yang bosan pun melipat kedua tangannya dan menutup matanya "Sampai kapan kau akan menyerang Sirzech? Apa kau ingin menatapku sampai matamu keluar sendiri dari socket matamu?"
Kesal karena perkataan dan tindakan Naruto yang seolah meremehkannya, Sirzech pun melesat ke arah Naruto dan berniat memukulnya dengan tangannya yang terlapisi dengan Power of Destruction miliknya tapi Naruto menghilang dengan cepat dan muncul di belakangnya membuatnya terkejut 'Ba-Bagaimana bisa? D-Dia tidak menggunakan Hiraishin kan? Aku tidak melihat dia menggunakan kunai-nya...'
Tidak mau menyerah disitu, Sirzech pun membalikkan badan-nya tepat waktu dan menahan tinju Naruto dengan tinju-nya membuatnya menyeringai karena dia yakin tangan Naruto akan hancur setelah terkena pukulannya yang telah dilapisi Power of Destruction, tapi itu tidak terjadi 'A-APAA!!!'
"Kau pikir tinjumu yang kau lapisi dengan Power of Destruction milikmu akan menghancurkan tanganku ya... Kau terlalu meremehkanku Sirzech."
Booooofff
'Jadi dia adalah Kage Bunshin. Lalu dia ada dimana?'
Buuuuuaaaakkk
"Uaaaaarrrrggggghhhh!!!"
Sirzech pun terlempar ke atas udara saat Naruto memukulnya dari bawah tanah, kemudian Naruto membentuk elemen angin yang dia miliki dan dia pun melemparkannya "Futon: Rasenshuriken!!!"
Boooooommmm
"Anata!!!"
"Sirzech-sama!!!"
"Sirzech!!!"
Naruto cukup terkejut saat melihat Sirzech berhasil selamat karena dia membentuk Power of Destruction miliknya menjadi bola yang berhasil menahan sepak terjang Rasenshuriken milik Naruto.
"Aku tahu hal seperti itu belum cukup untuk menghentikanmu Sirzech."
"Kau memang kuat tapi jangan remehkan aku Naruto." Ucap Sirzech dan kemudian dia menatap Naruto dengan serius dan berkata "Aku mau tanya satu hal padamu Naruto?"
"Huh..."
"Apa kau menerima tantanganku karena Grayfia?"
Para iblis yang mengikuti Civil War pun menatap tajam Sirzech atas pertanyaannya pada Naruto karena mereka tahu atas perbuatan Sirzech dan Grayfia pada Naruto. Sejujurnya mereka lebih memilih Naruto menjadi seorang Lucifer kalau dia merupakan seorang iblis seperti mereka karena sifat Naruto yang rendah diri karena bantuannya dalam Civil War dan mengaku kalau dirinya hanyalah figuran saja dalam Civil War padahal banyak hal yang dilakukan Naruto selama Civil War antara mereka dan Old Satan Faction dan dia juga meminta namanya untuk tidak dicantumkan dalam buku mengenai Civil War karena dia tidak ingin mendapatkan perhatian yang berlebih.
"Hahahahaha."
Naruto pun tertawa saat mendengar perkataan Sirzech dan kemudian Naruto pun berkata dengan nada sedingin mungkin sambil melipat kedua tangannya "Kau sudah tidak waras ya Sirzech? Mana mungkin aku menerima tantangan darimu ini karena dia. Orang yang mengkhianatiku demi saudaraku sendiri. Aku sudah punya istri yang cantik dan anak-anak yang lahir dengan sehat, apalagi yang kurang? Aku akui... Aku menerima tantangan darimu ini karena aku bosan."
"Eh..."
"Semenjak aku menjadi wakil ketua fraksi manusia, aku selalu saja mengerjakan berkas-berkas bersama Leon dan kekurangan waktu untuk bertarung dan melemaskan otot-otot di tanganku ini apalagi Sasuke sedang malas sparring denganku dan sibuk menghabiskan waktu bersama istri dan anaknya terlebih Rosie sedang hamil saat ini."
Kagami yang mendengar itu pun menatap sahabat-nya dan berkata "Kalau ibuku dengar akan hal ini... Dia akan menghajar ayahmu, Minato. Karena telah memanggilnya dengan panggilan Rosie."
"Hahaha, kau ada benarnya Kagami."
"Dan juga aku punya alasan lain."
"Apa itu?"
"Aku ingin memperkenalkan istri dan kedua anakku pada otou-sama dan okaa-sama."
"Gaaagghhh..."
Melihat ayahnya yang terlihat kesakitan meskipun Sirzech belum menyerangnya, Minato pun berkata "Apa yang terjadi pada tou-chan?"
"A-Anata... Apa jangan-jangan Sirzech-kun telah menggunakan itu?"
"Tidak salah lagi." Jawab Zeoticus yang menjawab pertanyaan istrinya. Wajahnya terlihat kecewa dan shock karena dia tidak berpikiran bahwa Sirzech akan menggunakan teknik itu pada Naruto.
"Jurus apa yang dilakukan Lucifer-dono, jiji? Aku tidak melihat dia bergerak sama sekali."
"Itu adalah teknik Ruin the Extinct." Balas Zeoticus dan kemudian dia melanjutkan "Sirzech adalah seorang prodigy, kemampuannya yang dia dan bibimu warisi dari nenekmu sangat luar biasa dan bahkan melebihi kemampuan dari semua anggota klan Bael. Dia bisa membuat Power of Destruction-nya sebebas mungkin dan dia membuat puluhan, ratusan atau ribuan Power of Destruction berukuran nano yang bisa memasuki anggota tubuh melalui pori-pori kulit dan menghancurkan sel-sel tubuh musuhnya dari dalam."
Mendengar itu, Minato pun murka dan dia pun berkata sambil mengambil Ragnarok dari sarung pedangnya "Yang benar saja!!! Setelah mengkhianati tou-chan, dia juga ingin membunuh tou-chan juga. Akan aku bunuh dia!!!"
Saat Minato ingin pergi ke tempat pertarungan ayahnya dan juga Sirzech, Gabriel pun menahan tangan putranya dan berkata "Tenanglah, Minato-kun..."
"Tapi kaa-chan..."
"Percayalah pada ayahmu. Ayahmu tidak selemah itu." Potong Gabriel dan kemudian dia tersenyum dan menatap suaminya 'Aku percaya padamu, Naruto-kun.'
"Hei Sirzech..." Ucap Naruto yang menghapus darah yang keluar dari mulutnya.
"Ada apa? Apa kau ingin menyerah?" Sindir Sirzech.
"Hmm, seranganmu kurang menarik bro." Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Seranganmu itu memang menyakitkan tapi melawan serangan Kaguya, seranganmu bukanlah apa-apa."
"Jangan meremehkanku!!!" Ucap Sirzech yang melemparkan Power of Destruction berukuran besar pada Naruto yang meremehkannya.
"Serangan yang cukup besar, tapi apa kau mempunyai unsur Senjutsu dalam seranganmu?" Ucap Naruto yang terlihat santai meskipun melihat serangan Sirzech semakin mendekat padanya.
Booooommmm
"Sepertinya aku yang menang Naruto." Ucap Sirzech dengan desahan kecewa "Aku pikir kau lebih kuat dariku jika kau tidak menahan diri untuk melawanku, ternyata hasilnya sama saja. Cukup mengecewakan... Umumkan hasilnya, Naruto sudah tidak bisa melanjutkan lagi."
"Are, are... Jangan buru-buru begitu Sirzech."
Sirzech dan para penonton disana selain Gabriel, Zeoticus, Venelana, Ajuka dan Serafall pun terkejut saat melihat tidak terjadi apa-apa pada Naruto yang seperti memegang tameng hitam besar berukuran bulat dan kemudian tameng itu berubah menjadi bola dan kembali ke belakang tubuh Naruto.
"Bagaimana bisa?"
"Gudoudama..." Balas Naruto simpel dan kemudian dia melanjutkan "Kau lihat bola-bola hitam kecil di belakang tubuhku ini, Sirzech? Kau kira ini hanya hiasan saja ya? Kau salah Sirzech. Bola-bola ini adalah senjata sekaligus pertahanan terbaikku. Jika aku menggunakannya sebagai senjata apalagi merubahnya menjadi Nunoboku no Ken, kau sudah tamat dari tadi Sirzech apalagi kau mencoba membunuhku dengan teknikmu tadi tapi aku tidak bisa melakukannya karena aku tidak mau Underworld kehilangan pemimpin tertinggi mereka dan aku sudah berjanji pada otou-sama dan okaa-sama. Oh ya, aku lupa sesuatu Sirzech. Apa kau tahu kenapa aku menanyakan seranganmu mengandung unsur Senjutsu atau tidak?"
Sirzech pun terdiam dan kemudian Naruto membuat Rasengan yang memiliki tanda Juinjutsu milik Shukaku "Itu karena pertahanan Gudoudama milikku hanya bisa dihancurkan oleh Senjutsu dan itu juga kalau serangan itu sangat kuat, melebihi kekuatan pertahanan Gudoudama milikku... Senpo: Jiton Rasengan!!!"
"Urkkhhh..."
Setelah menyerang Sirzech dengan Rasengan yang anehnya tidak terdorong jauh dengan kekuatan dorong Rasengan yang biasanya. Naruto pun membuat 2 bunshin dengan Rikudou Senjutsu Mode yang sudah aktif dan mereka bertiga memancarkan aura Senjutsu yang sangat kuat membuat Shirone atau Koneko, putri kedua dari Kurama dan Matatabi merinding mengingat kekuatan Senjutsu Naruto melebihi kekuatan dari kakaknya, Kuroka dan ayahnya yaitu Kurama.
'Kekuatan ojii-san benar-benar kuat, ugh...'
"Kau tidak apa-apa, Koneko-chan?"
"Aku tidak apa-apa, buchou."
Sedangkan dengan Sirzech, tubuhnya pun telah diselimuti oleh corak Juinjutsu milik Shukaku dan tubuhnya tidak bisa digerakkan 'Sialan!!! Apa yang sebenarnya Naruto lakukan? Aku tidak bisa bergerak?'
Kemudian muncullah asap berukuran besar dan saat asap itu menghilang, Naruto dan bunshin-nya pun tidak terlihat tapi sosok Humanoid Kyuubi raksasa dengan tiga kepala dan enam tangan yang mengingatkan banyak orang disana dengan dewa jahat mitologi Hindu, Asura. Dia kemudian membuat dua Rasenshuriken. Yang satu Rasenshuriken biasa berukuran raksasa dan yang satu-nya Rasenshuriken yang intinya terbuat dari Bijuudama "Sudah berakhir Sirzech... Rikudou: Chou-Oodama Rasenshuriken!!!"
Booooommmm
Muncullah ledakan besar di tempat Sirzech berada dan kemudian warga Underworld pun terkejut saat melihat pemimpin mereka terbujur... Armor-nya hancur, kekuatan Power of Destruction miliknya yang melapisi dirinya telah tiada, kondisinya mengkhawatirkan meskipun matanya masih bisa menahan diri untuk tidak tertutup. Naruto pun berjalan keluar ke arah keluarganya setelah barrier yang mengurungnya dan Sirzech menghilang setelah kekalahan Sirzech. Merasakan bahaya dari belakang tubuhnya, dia pun langsung sigap membuat sebuah tongkat kecil dari Gudoudama dan menjatuhkan penyerangnya ke tanah dan menusuk tangannya dengan tongkat itu.
"Agggghhhh..."
"Naruto-sama, kumohon maafkan dia."
"Souji..."
"Apa-apaan kau ini Okita!!! Untuk apa kau meminta maaf pada dia. Dia telah melukai King kita."
"Jangan membuat masalah dirimu bertambah, Beowulf." Balas Souji Okita, Knight terkuat Underworld dan Knight dari Sirzech dengan nada memperingatkan "Maafkan dia Naruto-sama, dia orang baru. Jadi dia belum mengenal anda."
Naruto pun mencabut tongkat miliknya dan dia pun menatap mata Beowulf dengan tajam dan berkata "Lain kali jangan lakukan hal itu lagi. Melakukan hal itu tanpa tahu kekuatan sebenarnya musuh sama saja mencari mati."
Plaaaaakkkk
Saat Naruto berniat meninggalkan Souji Okita dan Beowulf, wajah dia pun ditampar dengan keras oleh Grayfia yang tiba-tiba saja datang di hadapannya dan menatapnya dengan tajam "Kenapa kau melakukan ini, Naruto-kun? Kau terlalu berlebihan!!! Kau hampir membunuh suamiku!!!"
"Kau sudah puas?"
Grayfia serasa tidak percaya saat mendengar nada bicara Naruto yang seakan tidak memperdulikan apa yang telah dia lakukan pada Sirzech. Ini bukanlah sifat orang yang telah membuatnya jatuh cinta sebelum Sirzech, tidak sama sekali.
"Suamimu itu menantangku bertarung dan memintaku untuk bertarung dengan serius, menggunakan seluruh kemampuanku. Aku memenuhi keinginan-nya, bukan salahku kalau dia kalah dengan kekuatanku yang jarang aku keluarkan dan dia tidak mampu mengatasinya." Ucap Naruto dan kemudian dia berhenti di belakang tubuh Grayfia da melanjutkan "Dan harus-nya kau beruntung kalau aku tidak membunuhnya karena dia merupakan pemimpin tertinggi bangsa iblis dan putra kandung okaa-sama dan otou-sama padahal dia hampir saja membunuhku dengan kemampuannya tadi. Tch, mungkin aku masih terlalu naif."
Naruto pun menghilang dengan Hiraishin dan muncul di tempat Venelana dan Zeoticus serta keluarganya berada. Naruto pun menatap Venelana dan menundukkan kepalanya "Maaf okaa-sama, aku telah melanggar janjiku padamu."
"Aku sebenarnya agak kecewa atas apa yang terjadi, putraku. Tapi aku memaafkanmu karena Sirzech juga bersalah, sebab dia berniat membunuhmu dengan teknik Ruin the Extinct miliknya."
Naruto kemudian menatap istrinya, Gabriel dan dia pun berkata "Gabriel-chan, gomenasai."
"Untuk apa kau meminta maaf, Naruto-kun?"
"Aku tahu kau tidak menyukai hal ini, Gabriel-chan. Tapi... Aku membutuhkan ini. Aku ingin mengakhiri semua perasaan negatif yang menggerogoti hatiku atas apa yang dilakukan Sirzech dan Grayfia. Bukan berarti aku masih mencintai Grayfia karena hatiku sudah kau miliki, Gabriel-chan. Aku hanya ingin menuntaskan hal dengan Sirzech, hanya itu."
"Naruto-kun, aku tidak perlu memaafkanmu karena aku tidak merasa kau memiliki salah padaku. Lagipula... Mendengar kau tidak melakukan ini demi dia dan kau bilang hidupmu sudah cukup puas dengan aku, Minato-kun dan Aria-chan... Aku sudah sangat bahagia Naruto-kun." Balas Gabriel dengan senyuman yang telah merekah di wajahnya dan dibalas oleh senyuman oleh sang suami. Kemudian Gabriel pun menatap tajam suaminya dan dia pun berkata "Tapi karena perbuatanmu yang hampir membuat aliansi fraksi iblis, malaikat dan iblis retak padahal kita baru saja bekerjasama maka kau harus kuhukum Naruto-kun."
"Eh..."
"Sebagai hukuman, kau tidak boleh memakan ramen selama sebulan Naruto-kun. Aku akan membuatkan ramen tapi itu hanya untuk aku dan anak-anak kita saja."
"Gabriel-chan, kau bercanda kan? Hidup tanpa makanan favoritku selama sebulan, kau mau menyiksaku ya?"
"Jangan mengeluh seperti itu." Balas Gabriel dan kemudian dia melanjutkan "Setidaknya aku tidak menendangmu keluar dari kamar kita dan menyuruhmu tidur di luar rumah kita kan? Oh, atau kau ingin merubah hukumanmu jadi kau akan tidur di luar rumah supaya kau bisa bersama dengan ramen-chan, eh Naruto-kun?"
"Ah, tidak-tidak. Baiklah kau menang Gabriel-chan. Aku akan memilih opsi pertama."
"Baiklah kalau begitu. Ayo kita cepat pergi dari sini Naruto-kun, kau tidak lupa janjimu pada putri kita kan?"
"Aku tidak lupa tapi kalian kembali saja duluan. Aku ada urusan dengan Ajuka?"
"Urusan apa?"
Naruto kemudian mendekatkan tubuhnya ke tubuh istrinya dan membisikkan sesuatu padanya "Ini tentang hal yang terjadi pada Asia. Kata-nya dia diasingkan karena menyembuhkan seorang iblis kan? Aku sudah mencurigai dia sejak lama apalagi aku dengar semua anggota peerage-nya adalah mantan biarawati seperti Asia."
"Maksudmu, orang yang membuat Asia-chan da para biarawati di Vatikan itu adalah..."
"Ya, kau benar Gabriel-chan. Dia adalah Diadora Astaroth, heir dari klan Astaroth dan adik dari Ajuka. Aku tidak mau dia terkena masalah karena adiknya itu."
-Beberapa menit kemudian-
Setelah Gabriel, kedua anaknya, Kagami dan yang lain pulang... Naruto pun pergi ke tempat yang biasa dia, Ajuka dan Serafa untuk berkunjung.
"Apa kau menunggu lama, Naruto?"
Naruto pun menatap Ajuka dan dia pun berkata "Tidak juga, aku juga baru sampai kok."
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?"
"Apa Michael pernah bilang padamu tentang kronologis tentang diusirnya, Asia Argento dari Vatikan?"
"Ya, dia memberitahukannya tentang itu." Balas Ajuka dan kemudian dia melanjutkan "Tapi apa masalahnya, Naruto? Iblis yang disembuhkan oleh Asia-san adalah Stray Devil kan?"
"Yang disembuhkan oleh asia bukanlah seorang Stray Devil tapi iblis dari fraksi iblis, bahkan dia merupakan salah satu dari 34 pilar."
"Kau tidak bercanda kan?"
"Iya..."
"Kalau begitu katakan, Naruto." Ucap Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Kalau kita tahu siapa orang itu... Aku, Sera, Sirzech dan Falbium bisa mengurusnya."
"Ajuka, maaf..."
"Huh..."
"Aku sebenarnya tidak mau mengatakannya padamu, mengingat kau adalah sahabatku tapi perbuatan dia sudah melewati batas." Ucap Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Orang yang aku maksud, ssok yang telah membuat beberapa biarawati di keluarkan dari Vatikan termasuk Asia-san adalah adikmu sendiri Ajuka yaitu Diadora."
"Oy, Naruto... Bercandamu itu tidak lucu kawan." Ucap Ajuka yang mencengkram bahu Naruto "Kau menuduh adikku? Apa kau tidak salah?"
Kemudian Naruto melepaskan cengkraman Ajuka dan mengeluarkan sebuah scroll dan Naruto pun membuat segel tangan.
"Kai!!!"
Kemudian keluarlah sebuah dokumen yang keluar dari scroll milik Naruto dan dia pun memberikannya pada Ajuka.
"Ini..."
"Jika kau tidak percaya padaku, bacalah berkas itu. Aku yang melakukan investigasi atas hal itu sendiri." Ucap Naruto dan kemudian dia melanjutkan saat melihat ekspresi terkejut dan kecewa yang terpancar dari wajah Ajuka "Nama-nama yang ada di berkas itu adalah nama-nama dari anggota peerage dari Diadora, Ajuka. Sepertinya adikmu itu mempunyai fetish pada para suster gereja dan lalu dia membuat mereka terusir dari pihak gereja dan kemudian dia merusak fisik dan mental mereka. Kasus ini terjadi lagi pada Asia Argento yang sekarang telah menjadi Bishop adikku. Dia melukai dirinya sendiri dan Asia karena kebaikannya pun menyembuhkannya dan membuatnya terusir dari gereja. Dia berniat memiliki dan menjadikan Asia sebagai anggota peerage-nya pada saat Sacred Gear-nya akan diambil oleh malaikat jatuh yang membangkang pada Azazel tapi sayangnya dia gagal karena kedatangan Rias dan seluruh anggota peerage-nya."
Naruto yang melihat Ajuka serasa terkhianati oleh adiknya sendiri pun merasa iba dan membuat Naruto berkata "Asia memang mungkin sudah aman di tangan Rias. Tapi bisa saja Diadora melakukan sesuatu untuk merusaknya sama seperti yang dia lakukan pada seluruh anggota peerage-nya. Kalau hal itu terjadi... Aku yang akan membunuhnya untuk meringankan beban-mu."
"Kau tidak perlu melakukan itu, Naruto." Balas Ajuka dan kemudian dia melanjutkan "Kalau dia melakukan hal itu, aku yang akan membunuhnya sendiri. Aku harus bertanggung jawab atas apa yang adikku lakukan."
"Kalau begitu, aku pergi dulu Ajuka."
"Hei, Naruto..."
"Hmmm..."
"Aku minta maaf atas sikap-ku padamu tadi, Naruto."
"Kau tidak perlu meminta maaf Ajuka. Wajar kalau kau bersikap seperti itu. Aku membicarakan tentang adikmu sendiri lagipula, salah satu anggota keluargamu." Balas Naruto yang kemudian menghilang menggunakan Hiraishin.
'Heh, kau memang selalu seperti itu Naruto. Tapi arigatou karena telah memaafkanku, kawan.' Batin Ajuka yang mengikuti jejak Naruto yang pergi dari tempat itu.
Setelah itu Naruto muncul di rumahnya tepatnya di kamarnya dan menemukan istrinya yang sedang duduk di kasurnya dan mengenakan pajama miliknya "Jadi bagaimana, Naruto-kun?"
"Awalnya Ajuka tidak bisa menerimanya dengan baik, ya mau bagaimana lagi... Aku membicarakan tentang saudaranya sendiri disini." Balas Naruto yang duduk di samping Gabriel "Tapi aku berhasil membujuknya dengan menunjukkan hasil investigasiku selama beberapa tahun ini pada dia. Omong-omong Gabriel-chan... Apa anak-anak sudah tidur?"
"Aria-chan sudah tidur dan Minato-kun bilang dia akan menginap di rumah Kagami-kun."
"Eh, dia menginap dia rumah Sasuke dan Rosie. Untuk apa?"
"Katanya karena Minato-kun sudah lulus dari akademi Exorcist di Vatikan, maka Sasuke-san akan melatih Minato-kun dengan penuh sama seperti putranya."
"Gabriel-chan apa kau sudah memberitahukan pada Minato kalau mulai besok dia, Kagami, Vali, Erina, Iriana dan Ace dari Michael yang bernama Irina tersebut akan mulai bersekolah di Kuoh Academy?"
"Aku sudah memberitahunya pada dia, Naruto-kun." Jawab Gabriel dan kemudian dia berkata "Tidurlah, besok kau ada banyak pekerjaan di fraksi manusia kan?"
"Kau tidak mau melakukan 'itu' dulu, Gabriel-chan? Siapa tahu kau akan hamil lagi dan Minato sekaligus Aria akan mempunyai saudara baru lagi." Bisik Naruto dengan nada sensual pada telinga Gabriel.
"Jangan macam-macam..." Balas Gabriel yang kemudian melanjutkan "Aku masih kesal atas perbuatanmu tadi tahu. Jadi kalau kau macam-macam, aku akan tendang kau keluar rumah Naruto-kun."
"Ayolah, aku kan sudah minta maaf barusan."
-Keesokan harinya-
"Aku tidak mengerti kenapa aku harus melakukan ini. Maksudku, aku sudah lulus dari akademi Exorcist di Vatikan... Jadi kenapa aku harus bersekolah lagi?"
Mendengar ucapan pemuda berambut pirang jabrik bernama Minato ini, gadis berambutberambut orange dengan gaya twin-tail itu pun membalas "Jangan mengeluh seperti itu, senpai. Aku juga sudah lulus sama sepertimu dan aku tidak masalah kok kalau aku harus bersekolah lagi di Kuoh Academy. "
Mendengar itu, Minato pun mendengus dan dia pun berkata "Itu karena Kuoh adalah kota kelahiran-mu dan juga kau ingin bertemu dengan Pawn bibiku yang bernama Issei yang juga teman masa kecilmu itu, Irina."
Wajah Irina pun memerah hebat karena tebakan telak dari sang senpai dan dia pun berkata "Itu tidak benar, senpai. Kau salah paham."
'Salah paham tapi kok mukanya seperti terbakar begitu, dasar tsundere.' Batin Minato dan kemudian dia pun tersenyum saat melihat sosok Kagami dan Iriana "Yo, Iriana-chan!!! Kagami!!!"
"Minato-kun!!!" Teriak Iriana yang kemudian melesat dan memeluk Minato dengan erat membuat wajahnya memerah.
"Hehehe, masih pagi sudah dipeluk oleh gadis cantik. Aku jadi iri padamu, Minato."
"Urusai Kagami!!!"
"Jadi kalian sudah berkumpul..." Ucap Azazel yang memutuskan berhenti menjadi gubernur malaikat jatuh dan memberikan jabatannya pada Baraqiel, setelah itu dia pun memutuska menjadi guru di Kuoh Academy. Saat ini dia telah datang dengan Vali dan Erina yang menjadi perwakilan malaikat jatuh yang bersekolah di Kuoh Academy.
Minato pun melepaskan pelukan Iriana saat melihat tatapan tajam Erina pada Iriana dan Iriana pun membalas tatapan Erina dengan tatapan yang lebih tajam. Azazel yang melihat itu pun berdehem untuk menghilangkan tensi disana dan dia pun berkata "Kalau sudah semua, ayo kita semua masuk ke dalam."
-To Be Continued-
Mr. Uzumaki 22:
Gak ada, maaf... Ane lagi males buat lemon.
Hyu0050:
Sebenarnya alasan Naruto bertarung sama Sirzech ada di chap ini.
Bolt:
Alasan Naruto cuma karena dia ingin menuntaskan masalahnya dengan Sirzech mengingat dia di chap 1 kabur tanpa menuntaskan masalahnya sama Sirzech.
Fahrul742:
Mungkin di chapter depan atau 2 chapter lagi.
Guest:
Kekuatan Naruto masih Full Power kok, ini aja dia menggunakan mode yang sama saat dia gunaka saat pertarungan terakhir dia dengan Sasuke.
