Name: Naruto DxD Chronicles EX
Author: The World Arcana
Rating: M
Genre: Adventure, Romance
Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukanlah punya saya melainkan OC yang bertebaran dalam cerita ini.
Pair: Naruto Uzumaki x Gabriel, Sasuke Uchiha x Rossweisse, Ajuka Beelzebub x Serafall Leviathan, Sirzech Lucifer x Grayfia Lucifuge, Leon Strife x Lily Trina, Kurama x Yasaka, Matatabi, Toneri Otsutsuki x ?, Minato Uzumaki x Iriana Liliana Strife, Kagami Uchiha x Ingvild Leviathan, Vali Lucifer x Kuroka, Issei Hyoudou x Irina Shidou x Rias Gremory x Akeno Himejima x Asia Argento x Ravel Phenex, Yuuto Kiba x Xenovia Quarta, Gasper Vladi x Valerie Tepes x Koneko.
Chapter 6: Half-Blood Leviathan
Setelah kejadian pertarungan antara Naruto Uzumaki dan Sirzech Lucifer... Naruto pun pergi menemui Ajuka yang katanya ada urusan penting dengan-nya. Dia kemudian menemukan Ajuka tapi yang membuatnya bingung adalah di sebelah Ajuka ada seorang gadis muda cantik berambut ungu panjang dan bermata jingga, dia juga memakai baju berwarna putih.
"Naruto, kau datang..."
"Tentu saja." Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan sambil menatap tajam Ajuka "Jadi apa tujuanmu memanggilku ke sini secara mendadak begini, Ajuka? Jangan bilang kalau gadis ini adalah putrimu dari gadis lain selain Serafall dan kau ingin aku menyembunyikan dia dari Serafall."
"Jangan salah paham dulu." Ucap Ajuka dengan cepat "Gadis ini adalah salah satu dari keturunan asli Maou Leviathan terdahulu namanya adalah Ingvild Leviathan."
Naruto kemudian melihat gadis bernama Ingvild itu dengan tatapan sulit diartikan dan kemudian dia berkata "Tapi yang aku bingung Ajuka... Apa kau tidak takut kalau dia akan bergabung dengan Old Satan seperti Cruz dan Rizevim, lalu mengibarkan perang dengan kalian?"
"Aku tidak akan melakukan hal seperti itu."
Mendengar pernyataan Ingvild, Naruto pun menatap tajam dia dan berkata "Apa kau yakin akan pernyataanmu itu nona muda?"
"Percayalah padanya Naruto..." Ucap Ajuka dan dia pun berkata "Dia itu sama seperti sahabat putramu yang bernama Vali dan adiknya Erina."
"Jadi dia Half-Devil yang lahir dari seorang iblis dan manusia?"
"Iya..." Balas Ajuka dan kemudian dia melanjutkan "Dia adalah anak dari salah satu dari iblis dari keluarga Maou lama yang mendukung pemberontak saat dalam Civil War karena keluarganya tidak menyukai hubungannya dengan seorang manusia dari dunia atas. Setelah Civil War berhasil kita menangkan berkat bantuanmu dan si brengsek itu, mereka berdua menikah dan tinggal di Eropa dan lahirlah dia."
"Lalu kenapa dia bisa berada padamu, Ajuka?"
"Orang tua-nya mengirimkan dia ke Underworld setelah dia mengalami koma untuk mengobati dia dan dia terbangun beberapa tahun kemudian setelah Longinus miliknya bangkit."
"Tapi itu tidak mungkin!!! Aku tahu dimana semua lokasi 13 Longinus dan pemegangnya dan kau bilang di depanku adalah seorang Longinus User juga?"
"Kau tidak mengetahuinya karena Longinus yang dia miliki sama dengan milik Gasper-kun."
"Maksudmu, Sacred Gear-nya cukup kuat untuk bisa dibilang Longinus jilid ke-2?"
"Tepat sekali..."
"Tunggu dulu, Ajuka." Ucap Naruto yang menyadari sesuatu dan kemudian melanjutkan "Kau bilang kan orang tuanya mengirim dia ke Underworld untuk mengobatinya... Lalu kenapa mereka tidak berada disini untuk melihat kesembuhan putrinya?"
"Mereka berdua tewas. Dibunuh oleh keturunan Maou lama, dugaanku oleh Shalba dan Cruzerey." Jawab Ajuka dan kemudian dia melanjutkan "Itulah kenapa aku berada disini, Naruto. Aku ingin kau menjaga dia dan merawatnya. Itu juga kalau kau tidak keberatan."
"Aku tidak bisa sepertinya Ajuka." Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Tapi aku tahu seseorang yang akan mau merawat dan menjaga dia. Tapi nona Ingvild, bisakah aku berbicara berdua saja dengan Ajuka sebentar saja."
"Tentu saja paman."
Melihat kepergian Ingvild, Naruto pun berkata pada Ajuka dengan serius "Apakah dia putri dari Zain dan Estella, Ajuka?"
"Ya..."
Naruto pun menahan diri supaya air matanya tidak menetes karena salah satu rekannya di Civil War dan istrinya tewas dibunuh oleh musuh dari mereka bertiga dan kemudian dia membatin 'Aku berjanji seseorang yang aku maksud akan merawat dan menjaga putri kalian dengan baik. Beristirahatlah dengan tenang, Zain, Estella...'
Setelah itu, Naruto pun pergi bersama dengan Ingvild menuju rumah sahabat dari Naruto yaitu Sasuke Uchiha. Disana, dia pun bertemu dengan Sasuke dan istrinya yang bernama Rossweisse, seorang Valkyrie yang mereka temui saat Odin meminta pertolongan mereka untuk melawan Loki. Dan setelah pertemuan itu, mereka semakin dekat dan kemudian Sasuke pun menghadap Odin dan melamar Rossweisse di hadapan Odin dan dari pernikahan mereka berdua, lahirlah seorang pemuda bernama Kagami Uchiha dan juga bayi yang masih ada di kandungan Rossweisse tapi telah diketahui bahwa gender bayi mereka adalah perempuan.
Saat Naruto menyatakan keinginannya, awalnya Sasuke menolak tapi karena melihat istrinya terlihat dekat dengan Ingvild ditambah tatapan puppy eyes dari sang istri membuat ninja sekaliber Sasuke pun luluh dan dia pun berubah pikiran dan mengizinkan Ingvild untuk tinggal di rumahnya.
"Aku pulang..."
"Selamat pulang putraku."
"Hn.. "
Kagami terlihat sudah pulang dari sekolahnya dan kemudian dia pun menatap Naruto "Eh, paman Naruto... Kenapa kau ada disini?"
"Aku hanya mengantarkan dia saja, Kagami-kun."
Melihat Naruto yang menunjuk Ingvild... Kagami serasa terpesona dengan kecantikan Ingvild meskipun dia mempunyai perasaan pada Erina 'Gaaahhh!!! A-Apa yang aku lakukan? Aku tidak seharusnya seperti ini. Aku mencintai Erina bukan gadis ini.'
"Kau kenapa putraku?"
"Aku tidak apa-apa kaa-chan. Kalau begitu aku pergi ke kamarku dulu."
"Bersihkan badanmu dulu baru kau boleh main game di kamarmu, putraku."
"Baik-baik, kaa-chan."
Saat Kagami menaiki tangga menuju kamarnya, Ingvild pun menjulurkan tangannya dan berkata "Namaku Ingvild Leviathan. Mulai hari ini, aku akan mulai tinggal di sini. Mohon bantuannya dan salam kenal, Kagami-san."
Kagami pun menjabat tangan Ingvild dan tersenyum "Salam kenal juga, Ingvild-san. Semoga kau nyaman tinggal bersamaku dan keluargaku disini, Ingvild-san."
'Menurutmu, mereka berdua cocok tidak? Sasuke-kun, Naruto-kun...'
'Aku tidak terlalu peduli akan urusan ini, Rosie.'
Rossweisse terlihat akan menonjok wajah Naruto karena memanggilnya Rosie tapi Sasuke berhasil menyelamatkan nyawa sahabatnya itu 'Sepertinya terlalu dini untuk memikirkan ini, Ross. Kita lihat saja nanti ke depannya.'
'Baiklah, Sasuke-kun.'
Setelah Naruto selesai dengan urusannya, dia pun pulang ke rumahnya. Sedangkan dengan Kagami... Dia terlihat sedang memainkan game di PS4 miliknya dan kemudian dia mendengar ketukan pintu.
Tok
Tok
Tok
"Permisi... Bisa aku masuk, Kagami-san?"
"Masuklah, pintunya tidak dikunci." Balas Kagami dan kemudian Ingvild masuk mengenakan dress berwarna biru dan rambutnya diikat satu membuatnya terlihat semakin cantik dan itu membuat wajah sang putra sulung Sasuke Uchiha dan Rossweisse itu memanas 'Gah!!! A-Ada apa dengan hari ini? Aku rasa hari ini terasa lebih panas dari biasanya.'
"Kau kenapa Kagami-san? Wajahmu terlihat memerah?"
"Aku tidak apa-apa Ingvild-san, duduklah." Balasnya dengan cepat tanpa menghiraukan pertanyaan dari Ingvild.
Setelah Ingvild duduk, dia pun menawarkan gelas berisi susu dan juga piring kecil yang berisi kue-kue kecil kepada Kagami "Makanlah, Kagami-san..."
Kagami kemudian men-pause game yang sedang dia mainkan dan kemudian dia berkata "Buatanmu kah?"
"Iya tapi Rossweisse-san yang mengajariku untuk membuatnya." Jawab Ingvild dan kemudian dia berkata saat melihat Kagami mulai memakan kue-nya "Bagaimana rasanya, Kagami-san?"
"Hm, enak sekali. Kau berbakat juga dalam hal ini, Ingvild-san." Puji Kagami dan wajah Ingvild pun memerah tapi Kagami tidak menyadarinya karena dia terlalu berfokus ke layar TV-nya.
"Arigatou..."
"Kalau begitu aku pamit ke kamarku dulu, Kagami-san."
Kemudian Ingvild pun berjalan keluar dari kamar Kagami tapi Kagami memanggilnya "Ingvild-san..."
"Ya..."
"Mendengar nama lengkapmu, aku bisa menebak kalau kau itu merupakan keturunan dari Maou lama sama seperti sahabatku dan adiknya ya?"
"Ya, memangnya kenapa Kagami-san?"
"Mungkin kau merasa canggung tinggal di rumah yang merupakan musuh dari fraksi Maou lama tapi kau harus tahu sesuatu. Menurutku kau bukanlah Ingvild Leviathan."
"Kalau aku bukan Ingvild Leviathan, lalu aku ini siapa?"
"Kau hanyalah Ingvild. Gadis cantik yang jago memasak kue seperti ibuku dan juga gadis yang akan tinggal disini dan bergabung dalam keluarga kecil kami. Jadi tidak usah sungkan-sungkan untuk menceritakan semua masalahmu pada kami, karena kami adalah keluarga barumu Ingvild-chan."
Ingvild kemudian keluar dari kamar Kagami dan kemudian dia tersenyum 'Arigatou, Kagami-kun.'
Kembali pada Naruto... Naruto pun kembali ke rumahnya dan disambut oleh ciuman hangat dari Gabriel. Setelah membersihkan dirinya, Naruto pun pergi ke ruang makan yang sudah terisi oleh istri dan kedua anaknya.
Saat Naruto duduk di bangkunya, Gabriel pun bertanya "Jadi Naruto-kun... Apa yang diinginkan Ajuka darimu?"
"Dia ingin aku mengasuh seseorang disini."
"Siapa?"
"Seorang gadis, keturunan dari Maou Leviathan terdahulu."
Mendengar itu, Gabriel dan Minato pun terkejut dan Minato pun berkata "Apa itu tidak berbahaya, tou-chan? Ajuka-sama membiarkan kita mengasuh keturunan dari Maou lama."
"Tenang saja, dia sama seperti Vali dan Erina."
"Maksudmu dia merupakan Half-Devil seperti Vali dan Erina-chan?"
"Ya begitulah..."
"Tapi kenapa aku tidak melihatnya?" Tanya Gabriel.
"Aku menolak keinginan Ajuka tapi aku menyarankan agar Ingvild-san tinggal di rumah orang lain yang aku percaya bisa menjaganya dari Old Satan Faction yang mengincarnya karena kematian Katarea di tanganku." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Dia tinggal di kediaman Sasuke dan keluarganya sekarang."
Mendengar itu, Minato pun menaikkan alisnya atas tindakan ayahnya itu dan kemudian dia berkata "Sepertinya kau punya alasan tersendiri untuk membuat Sasuke-sensei, bibi Rossweisse dan Kagami menjaga dia tou-chan."
Naruto hanya tersenyum saat mendengar perkataan putra-nya itu dan dia pun berkata "Ara, aku tidak tahu apa yang kau bicarakan itu putraku."
-Keesokan harinya-
Di Kuoh Academy tepatnya di kelas 2 yang merupakan kelas Minato, Irina, Xenovia, Yuuto, Issei, Kagami, Vali dan Erina... Kagami yang mengantuk karena main game semalaman dan juga bosan menunggu guru yang akan mengajar mereka pun tertidur meskipun sudah diperingatkan oleh Minato dan juga Vali. Saat dia akan masuk ke alam mimpinya, telinga dia pun dijewer dengan kencang.
"Sudah aku bilang jangan begadang terus main game, putraku."
"Kaa-chan!!!" Teriak Kagami dengan nada kaget saat melihat pelaku penjeweran telinga-nya "Kenapa kau bisa ada disini? bukannya kau seharusnya kau ada di rumah."
"Aku cuma ingin mengantarkan seseorang saja tapi melihat putraku tertidur dengan pulas di kelasnya tanganku jadi gatal untuk menjewernya."
Kagami pun tertawa kikuk karena ucapan ibunya dan kemudian dia berkata "Tapi siapa yang kau antarkan itu, kaa-chan?"
Sang guru yang baru masuk ke kelas pun menjawab pertanyaan Kagami "Dia adik angkatmu, Uchiha-kun."
'Huh, adik angkat. Apa maksudnya Ingvild-chan?'
Setelah itu, Ingvild yang telah memakai seragam Kuoh Academy masuk ke kelas Kagami dan pberkata "Perkenalkan, namaku Naomi Uchiha. Salam kenal, minna-san."
Setelah perkenalan Ingvild... Dia pun duduk di bangku di depan Kagami dan Minato "Naomi Uchiha, huh..."
"Nanti aku jelaskan, Kagami-kun." Balasnya dengan singkat.
Erina yang duduk di sebelah kakaknya dan menatap interaksi antara Kagami dan Ingvild, entah kenapa merasakan perasaan cemburu pada mereka. Vali yang melihatnya terlihat khawatir dan bertanya.
"Kau tidak apa-apa, Erina?"
"Ah, aku tidak apa-apa onii-chan."
-Time Skip-
"Ada apa denganmu sebenarnya Kagami?"
Mendengar sahabatnya Vali yang tiba-tiba saja duduk di sebelahnya dan berkata dengan nada marah, Kagami pun menatapnya dengan tatapan bingung "Apa maksudmu, Vali? Aku tidak mengerti."
"Kau bilang kau mencintai Erina tapi kenapa kau malah mengacuhkannya dan malah bermesraan dengan Naomi-san?"
Kagami pun menaikkan alisnya pada Vali dan berkata "Apa kau serius mengatakan hal itu, Vali? Maksudku... Tentu saja aku dekat dengan Naomi-san, dia itu saudara angkatku. Lagipula kenapa kau mengungkit-ungkit perasaanku pada adikmu? Memangnya kalau aku ada rasa suka pada adikmu, aku tidak boleh mendekati perempuan manapun di muka bumi ini? Toh aku tidak marah kalau dia mendekati Minato."
Erina yang mendengar itu pun terkejut dan menatap Kagami yang terlihat sedang berseteru dengan kakaknya. Vali yang mendengar itu pun berkata "Kagami..."
"Aku sudah lelah Vali. Aku sudah tidak peduli pada perasaanku pada Erina lagi. Mau dia mendekati Minato atau siapapun, aku sudah tidak peduli lagi."
Kagami pun meninggalkan kelas dengan kekesalan di wajahnya dan Ingvild pun mengikutinya. Ingvild pun menemukan Kagami di atap sekolah dan berkata "Kau ternyata disini, Kagami-kun."
"Kenapa kau mengikutiku, Ingvild-chan?"
Ingvild kemudian duduk di sebelah Kagami dan berkata "Aku khawatir padamu, Kagami-kun."
Mendengar jawaban Ingvild, Kagami pun berkata "Jangan khawatir, Ingvild-chan. Aku baik-baik saja kok."
"Oh ya, kau mau tidak Kagami-kun?" Tanya Ingvild yang menyodorkan kotak yang setelah Kagami buka berisi kumpulan kue yang kemarin dibuatkan Ingvild untuk Kagami.
Kagami lalu mengambil salah satu dari kue itu dan memakannya, kemudian dia berkata "Enak seperti kemarin..."
"Arigatou, Kagami-kun."
"Oh ya, Ingvild-chan..."
"Ada apa, Kagami-kun?"
"Kalau kau ingin memperkenalkan dirimu pada temanmu dengan nama aslimu, tidak apa-apa kok."
"E-Eh, apa tidak apa-apa?" Tanya Ingvild dan kemudian dia melanjutkan "Bagaimana kalau mereka membenciku karena aku mempunyai darah Leviathan."
"Mereka tidak akan membencimu. Minato mungkin akan terkejut tapi aku rasa dia sudah tahu dari ayahnya, jadi dia tidak akan jadi masalah." Balas Kagami dan melihat ekspresi kebingungan Ingvild, Kagami pun menjelaskan "Dia anak dari paman Naruto yang mengantarkanmu ke rumah kami."
"Oh... Pantas saja dia terlihat agak mirip dengan Naruto-san, jadi dia itu anaknya." Ucap Ingvild dan dibalas oleh anggukan kepala Kagami "Lalu bagaimana dengan dua kakak beradik temanmu itu, Kagami-kun?"
"Jangan khawatir tentang mereka berdua karena aku yakin mereka bisa mengerti tentang kondisimu, karena mereka berdua itu sama denganmu." Balas Kagami dan itu membuat Ingvild terkejut "Kalau kau adalah Half-Devil yang mewarisi darah iblis Leviathan maka Vali dan Erina merupakan Half-Devil yang mewarisi darah Lucifer."
Tidak disangka oleh mereka berdua, ada dua orang yang sedari tadi menyaksikan interaksi dan kedekatan dari Kagami dan Ingvild dan salah satu sosok berambut hitam pun melihat partnernya yang merupakan pria berambut spiky berwarna kuning cerah.
"Sebenarnya apa tujuanmu membiarkan kami mengasuh Ingvild, Naruto?"
Partner dari orang tersebut yang ternyata ayah dari Minato Uzumaki dan suami dari Gabriel itu menaikkan alis-nya dan berkata "Kau masih tidak percaya padanya Sasuke?"
Orang yang ternyata adalah Sasuke Uchiha, ayah dari Kagami pun membalas "Bukan seperti itu... Aku, Rossweisse dan Kagami cukup senang dengan kehadiran dia tapi aku merasa kau melakukan ini demi Kagami, apa aku salah?"
"Tch, kau itu selalu bisa membaca pikiranku ya Sasuke." Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Ya, aku melakukan ini demi Kagami. Anakmu yang sudah aku anggap keponakan-ku sendiri."
"Tapi kenapa?"
"Apa kau tahu mengenai perasaan Kagami pada adik Vali yang bernama Erina?"
"Aku tidak tahu karena Kagami tidak pernah menceritakan tentang ini padaku dan Rossweisse." Balas Sasuke yang terlihat kecewa karena sahabatnya bisa mengetahui apa yang dirasakan anaknya sedangkan dia yang merupakan ayah-nya malah harus tahu dari sahabatnya sendiri, membuatnya mengepalkan tangannya "Tapi apa hubungannya tentang bantuanmu dengan perasaan Kagami ini?"
"Kau masih ingat tentang cinta segitiga antara aku, kau dan Sakura?" Tanya Naruto dan Sasuke pun menggangguk "Aku mencintai Sakura tapi dia mencintaimu bukan aku. Itulah yang di alami oleh Kagami, Sasuke. Dia mencintai Erina tapi Erina mencintai Minato yang lebih mencintai Iriana karena dia adalah kekasihnya. Aku memang sudah tidak mencintai Sakura lagi, itu adalah faktanya dan kau tahu itu tapi aku tidak ingin Kagami mengalami hal sepertiku."
"Jadi kau ingin mendekatkan Kagami dan Ingvild untuk membuatnya melupakan rasa cintanya pada Erina?" Tanya Sasuke dan Naruto pun menjawabnya dengan anggukan "Tapi apa kau yakin rencanamu ini akan berhasil? Bagaimana kalau Ingvild tidak merasakan hal yang sama pada Kagami? Kalau itu terjadi maka putraku akan hancur untuk kedua kalinya, Naruto. Aku ingin kau pikirkan kembali rencanamu ini, Naruto. Karena aku tidak ingin putraku terluka walaupun itu adalah ulah sahabatku sendiri."
Melihat ekspresi Sasuke, Naruto tidak bisa menyalahkannya. Walaupun dia terlihat dingin tanpa ekspresi dari luar tapi dia tahu betul kalau Sasuke sangat menyayangi istri dan putranya. Kemudian Naruto pun berkata "Aku tidak percaya kau tidak merasakannya, Sasuke. Padahal Rosie dan aku merasakannya."
"Merasakan apa?"
"Kalau Ingvild dan Kagami tertarik satu sama lain."
"Kau pasti bercanda."
"Aku tidak bercanda, Sasuke. Saat pertama kali Kagami menatap Ingvild, aku seperti merasakan nostalgia saat pertama kali kau bertemu dengan Rosie."
Mendengar itu wajah Sasuke pun memerah karena dia teringat jelas sekali saat pertemuan pertamanya dengan istrinya "Oi!!! Aku tidak seburuk itu juga, kau tahu Naruto."
Naruto yang mendengar balasan Sasuke pada dirinya hanya bisa tertawa dan membuatnya diberikan tatapan maut oleh Sasuke dan kemudian Sasuke pun berkata "Tapi bagaimana dengan Ingvild?"
"Kau lihat tatapannya pada putramu, Sasuke? Mengingatkanmu pada seseorang?"
Sasuke yang menatap tatapan Ingvild pun menyadari kalau tatapan gadis itu sama seperti tatapan Sakura dulu dan juga istrinya, Rossweisse.
"Kau ada benarnya." Balas Sasuke dan kemudian dia melanjutkan "Tatapan matanya mengingatkanku pada tatapan Sakura dan istriku."
"Naruto Uzumaki, Sasuke Uchiha..."
Terdengar suara yang muncul di kedua telinga Naruto dan Sasuke. Naruto yang mengenali suara itu berkata "Great Red... Kenapa kau menghubungi kami?"
"Ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan." Balas sosok yang ternyata adalah Great Red, sosok terkuat di dimensi DxD "Pergilah ke Dimensional Gap sekarang juga..."
"Tapi bagaimana caranya? Tidak mungkin aku menggunakan Hiraishin atau kekuatan mata Sasuke untuk kesana."
"Aku yang akan membawa kalian kesini kalau begitu." Balas Great Red yang kemudian berkata "Naruto... Peganglah tangan Sasuke. Sewaktu aku mengirimmu dan teman-teman Bijuu milikmu itu dari Dimensional Gap ke dunia manusia... Aku menyelipkan sebagian kekuatanku padaku tapi kau tidak bisa memakai kekuatan itu. Kekuatan itu hanya bisa kupakai untuk mentransferkan kau ke Dimensional Gap."
"Jadi dengan kekuatanmu ini, kau ingin aku memegang tangan Sasuke jadi dia bisa kau kirim berdua bersamaku ke Dimensional Gap?"
"Begitulah..."
Naruto kemudian memegang tangan Sasuke dan mereka pun dikirimkan oleh Great Red langsung ke Dimensional Gap. Naruto yang sampai bersama dengan Sasuke ke Dimensional Gap pun menatap Great Red dan Naruto berkata "Jadi apa yang kau ingin katakan, Great Red?"
Great Red kemudian melebarkan sayap-nya dan memperlihatkan seseorang dengan rambut silver bergaya berantakan yang menggunakan obi dengan motif magatama di lehernya dan itu membuat Sasuke terkejut tapi Naruto dan Great Red tidak menyadarinya "Jadi kalian mengenalinya? Karena aku merasakan dia mempunyai energi chakra yang sama seperti kalian berdua."
Lama tidak bersuara, Sasuke pun berkata "Dia adalah Toneri Otsutsuki."
"Tunggu, kau mengenalnya Sasuke? Dan tunggu dulu!!! Dia seorang Otsutsuki!!! Aku pikir sudah tidak ada member klan Otsutsuki lagi di Elemental Nation selain kita yang mewarisi kekuatan Ashura dan Indra dan juga dua orang yang menyerangmu disana."
"Dia adalah Otsutsuki yang berasal dari bulan di Elemental Nation."
"Bulan?"
"Ya setelah Rikudou menyegel Kaguya, adiknya yang bernama Hamura memutuskan untuk pergi ke bulan untuk menjaga segel Kaguya. Dia adalah salah satu keturunan dari Hamura Otsutsuki."
"Tapi kenapa kau bisa mengenalinya?"
Sasuke yang mendengar itu bukannya menjawab malah berbalik bertanya pada Naruto "Kau ingat dengan cerita aku yang diserang oleh kedua anggota klan Otsutsuki kan? Dia yang menyelamatkanku. Dia yang menahan dua orang itu untuk tidak membunuhku dan aku berhasil membuka portal dan secara tidak sengaja masuk ke Dimensional Gap."
"Ugh..."
Sasuke yang mendengar itu pun langsung mendekati Toneri dan berkata "Kau baik-baik saja, Toneri-san?"
"Apa itu kau, Sasuke-san?"
"Ya, ini aku..."
Toneri tidak bersuara selama beberapa detik dan kemudian dia berkata "Maaf..."
"Untuk apa?"
"Aku tidak bisa mengalahkan mereka."
"Tenang saja..." Ucap Naruto yang menepuk pundak Toneri "Kau aman disini. Mereka tidak akan bisa menembus Dimensional Gap yang dijaga oleh Great Red."
"Siapa kau?"
"Namaku Naruto Uzumaki"
"Reinkarnasi Ashura, huh... Senang bertemu denganmu." Ucap Toneri yang sudah pingsan karena tidak bisa menahan dirinya lagi.
"Luka dia lumayan berat dan mengeluarkan banyak darah..." Ucap Naruto yang menggendong Toneri "Kita harus membawanya ke markas dan mengobatinya. Kau bisa mengirim kami langsung ke markas fraksi manusia kan, Great Red?"
"Tentu saja, jangan remehkan aku."
Dan kemudian mereka bertiga pun menghilang ditelan oleh cahaya berwarna kemerahan dan meninggalkan Great Red di Dimensional Gap sendirian.
-To Be Continued-
Review:
Aulshi:
Bakal ane pikirkan.
IchiBoy52:
Ini remake. Kakak ane yang punya fic itu nyerahin lagi fic itu ke ane, sigh. Padahal fanfic ane udah banyak.
Michael Gabriel 455:
Ya gimana ya, dia itu cemburu dan curiga kalau Naruto dan Gabriel punya perasaan khusus masing-masing pre chapter satu eh malah jadi kenyataan, Naruto dan Gabriel malah nikah satu sama lain dan punya dua anak pula.
