Name: Naruto DxD Chronicles EX

Author: World Arcana

Rating: M

Genre: Adventure, Romance

Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukanlah punya saya melainkan OC yang bertebaran dalam cerita ini.

Pair: Naruto Uzumaki x Gabriel, Sasuke Uchiha x Rossweisse, Ajuka Beelzebub x Serafall Leviathan, Sirzech Lucifer x Grayfia Lucifuge, Leon Strife x Lily Trina, Kurama x Yasaka, Matatabi, Toneri Otsutsuki x ?, Minato Uzumaki x Iriana Liliana Strife, Kagami Uchiha x Ingvild Leviathan, Vali Lucifer x Kuroka, Issei Hyoudou x Irina Shidou x Rias Gremory x Akeno Himejima x Asia Argento x Ravel Phenex, Yuuto Kiba x Xenovia Quarta, Gasper Vladi x Valerie Tepes x Koneko.

Chapter 7: A New Threat

"Na-Naruto..."

Sirzech Lucifer, kakak kandung Rias Gremory dan salah satu Yondai Maou mulai sadarkan diri setelah kekalahannya dalam duel dengan Naruto Uzumaki, sosok adik angkatnya. Dia cukup terkejut saat melihat sosok sang adik berada di dekatnya dan terlihat melakukan sesuatu pada tubuhnya.

"Apa yang kau lakukan disini, Naruto?"

"Aku hanya mengobatimu." Balas Naruto singkat "Kau tidak usah takut aku akan membunuhmu, Maou Lucifer."

Sirzech merasa sedikit lega karena hal itu. Apalagi saat dia tahu Naruto ternyata mempunyai kekuatan yang cukup besar yang bisa dia gunakan untuk membunuhnya kalau dia mau.

"Terima kasih karena telah mengobatiku, Naruto."

"Tch, jangan berterima kasih padaku. Berterima kasihlah pada okaa-sama." Balas Naruto dengan dingin "Kalau bukan karena beliau. Aku tidak sudi untuk mengobatimu Sirzech."

Mendengar itu Sirzech pun menggertakkan giginya dan berkata "Sebegitu bencinya kah kau padaku Naruto?"

"Aku tidak benci padamu Sirzech." Balas Naruto yang kemudian melanjutkan "Aku hanya jijik padamu yang tidak bisa mengambil Grayfia secara jantan dan malah memilih menusukku dari belakang seperti binatang. "

Mendengar itu Sirzech hanya bisa menatap adik angkatnya yang pergi dari kamar-nya dengan tatapan sedih 'Maafkan aku, Naruto.'

Saat Naruto keluar dari kamar Sirzech, dia cukup dikejutkan oleh kehadiran Grayfia yang sedang bersender di pintu dekat kamar milik Sirzech.

"Terima kasih karena telah mengobati suamiku, Naruto-kun."

"Seperti yang sudah aku bilang pada suamimu. Kalau mau berterima kasih, bilanglah pada okaa-sama."

Setelah itu mereka terdiam karena perkataan Naruto dan kemudian Naruto berkata "Hei Grayfia..."

"Ada apa Naruto-kun?"

"Apa kau sudah puas?"

Raut wajah bingung terpancar di wajah cantik Grayfia, membuatnya berkata "Apa maksudmu?"

"Dulu kau selalu cemburu dan benci karena kedekatanku dengan Gabriel-chan kan?" Tanya Naruto dan itu membuat wajah Grayfia terlihat terkejut karena perkataan Naruto "Sekarang apa yang terjadi? Aku akhirnya benar-benar berakhir dengan Gabriel-chan dan bahkan kami berdua dikaruniai oleh dua sosok anak yang sangat berharga bagi kami— Minato dan Aria-chan."

Grayfia kemudian menundukkan wajahnya karena hal itu "Berhentilah membenci Gabriel-chan, Lucifuge. Kau yang memutuskan ini, bukan aku. Bukan aku yang memintamu berhubungan badan dengan Sirzech. Kau sendiri yang memutuskan itu dengan King-mu itu. Kalau kau tidak melakukan itu, mungkin kita akan mempunyai seorang putra bernama Menma seperti nama karakter utama di buku utamaku dan juga seorang putri bernama Seneca seperti yang kita diskusikan. Tapi itu tidak akan terjadi karena perbuatanmu itu Lucifuge. Kau terlalu termakan rasa takut dan cemburumu yang berlebihan itu kepadaku dan Gabriel-chan."

"Tapi terima kasih, sungguh." Ucap Naruto yang tersenyum pada Grayfia "Karena— Tanpa keidiotanmu itu. Aku tidak akan menyadari perasaanku pada Gabriel-chan dan Minato dan Aria-chan tidak akan lahir di dunia ini. Jadi terima kasih atas apa yang kau lakukan padaku ini, Grayfia."

Melihat kepergian Naruto, air mata Grayfia pun menetes dan dia pun membatin 'Maafkan aku, Naruto-kun.'

-Line Break-

"Huzzzaaaaahhh!"

Pedang Kusanagi milik Kagami dan pedang Ragnarok milik Minato saling beradu satu sama lain, membuat suara dentingan yang terdengar lumayan keras di telinga mereka berdua. Kemudian Kagami menjauh dan menancapkan pedangnya ke tanah dan membuat handseal

"Katon: Housenka no Jutsu!"

Muncullah bola api berukuran kecil dari mulut Kagami yang kemudian memcah menjadi beberapa bola api berukuran kecil dengan bentuk seperti burung phoenix yang mengarah ke arah Minato yang dengan sigap menebas semuanya dengan Ragnarok miliknya

"Kau hebat juga Minato."

"Kau juga hebat Kagami." Balas Minato menanggapi pujian sahabatnya itu "Sharingan milikmu itu sangat merepotkan seperti biasa."

"Terima kasih, Minato."

"Kagami..."

"Ada apa?"

"Apa kau membenciku?"

Mendengar itu, Kagami hanya menatap Minato denga tatapan bingung "Kenapa aku harus membencimu, Minato?"

"Aku mendengar masalahmu dengan Vali tadi di sekolah." Balas Minato dan kemudian dia melanjutkan "Aku tidak menyangka kalau kau menyukai Erina-chan, Kagami. Kau selalu saja mengatakan kalau aku ini populer di kalangan gadis-gadis setiap Erina-chan menunjukkan perasaannya kepadaku Vali. Tapi selama ini kau sakit atas perasaan Erina-chan yang dia tunjukkan kepadaku kan meskipun aku sudah memiliki Iriana-chan? Maafkan aku Kagami. Aku ini sahabatmu tapi—"

"Kalau kau mengira aku marah padamu hanya karena hal sepele seperti ini, kau salah paham Minato." Balas Kagami yang mengambil pedang Kusanagi miliknya yang dia tancapkan di tanah barusan "Kita sudah kenal lama, bahkan saaat kita masih bayi. Kau pikir hanya karena seorang gadis seperti Erina misalnya, aku akan membencimu? Dimana kepercayaanmu kepadaku sebagai sahabat?"

"Ma-Maaf."

"Kalau begitu bisa kita lanjutkan?* Tanya Kagami yang sifat maniak bertarungnya sudah mulai muncul kembali.

Minato mempererat pegangannya pasa Ragnarok dan dia pun berkata " Tentu saja, Kagami."

"Huzzzzzaaaaahhhh!"

Dan sparring antara mereka berdua pun berlanjut dan nanti sang battle maniac, Vali Lucifer juga akan ikut bergabung dan bertarung melawan mereka berdua.

-Line Break-

"Jadi bagaimana keadaan dia, Lily?"

Kemudian wanita cantik berambut pirang panjang tergerai dan memakai dress kuning panjang membuka buku laporan yang berisi tentang kondisi Toneri dan berkata "Kondisi dia sudah stabil, Naruto-kun. Tapi dia belum sadarkan diri sampai sekarang."

"Syukurlah kalau begitu. Arigatou, Lily."

"Sama-sama Naruto-kun." Balas wanita bernama Lily itu. Istri dari atasan Naruto yang bernama Leon dan juga ibu dari pacar putranya Minato yang bernama Iriana.

Kemudian Naruto keluar dari kamar tempar Toneri dirawat dan dia melihat Sasuke yang sedang bersender di sebelah pintu kamar rawat Toneri "Jadi bagaimana keadaannya?"

"Dia baik-baik saja dan berhasil melewati masa kritisnya. Tapi dia belum sadarkan diri."

"Syukurlah kalau begitu."

"Sasuke—"

"Ada apa?"

"Bisa kau jelaskan apa yang kau ketahui tentang duo Otsutsuki yang menyerangmu dan Toneri-san?"

"Menurut penelusuranku sebelum aku kemari kesini, mereka berdua— Momoshiki Otsutsuki dan Kinshiki Otsutsuki adalah sosok yang dimaksud oleh Kaguya."

"Maksudnya sosok yang memaksa Kaguya membuat pasukan Shiro Zetsu?"

"Iya." Balas Sasuke singkat, kemudian dia melanjutkan "Tapi aku tahu melawan mereka berdua adalah tindakan bunuh diri. Melawan sosok yang bernama Kinshiki atau Momoshiku itu dalam keadaan duel satu lawan satu, aku masih sanggup. Tapi kalau melawan mereka berdua sekaligus, jujur saja aku tidak akan menang Naruto. Beda ceritanya kalau kau masih ada di Elemental Nation saat itu."

"Sekuat itukah mereka? Sampai-sampai aku juga harus turun tangan baru dua orang itu kalah dari kita."

Sasuke hanya terdiam tapi kemudian dia menepuk pundak sahabatnya yang terlihat cemas "Kau jangan cemas begitu, usuratonkachi. Mereka berdua tidak akan bisa kesini. Aku yakin kalau orang itu mencoba menerobos masuk kesini, maka Great Red akan menghabisi mereka berdua."

"Aku harap kau benar, teme." Balas Naruto dan kemudian dia meninggalkan Sasuke dan membatin 'Sepertinya aku harus berlatih lebih giat lagi. Walaupun Sasuke bilang begitu, belum tentu dua orang itu tidak akan lolos dari Great Red. Aku akui kalau Red memang kuat, sangat kuat malah. Tapi kalau yang dia hadapi mempunyai tingkat kelicikan seperti Kuro Zetsu atau Orochimaru sebelum bertobat, belum tentu Red bisa mengatasinya jika dia hanya menggunakan kekuatannya yang gila-gilaan itu.'

-Line Break-

"Kagami-kun, tidak bisakah kita melakukan ini besok saja."

"Ayolah, Ingvild-chan. Tidak apa-apa." Balas Kagami yang melihat kecemasan Ingvild. Dia tahu kalau Ingvild masih merasa takut untuk membeberkan statusnya sebagai Half-Devil dari keturunan Leviathan terdahulu "Aku tahu kau masih takut untuk memberitahukan identitasmu yang sebenarnya pada yang lain. Tapi aku yakin Erina dan Vali akan menerimamu dengan baik. Lagipula, kau tidak sendirian. Ada aku disini."

Wajah Ingvild terlihat memerah dan dia pun meninggalkan Kagami yang tertinggal di belakangnya 'Sigh, Kagami-kun. Berhentilah membuatku merasakan hal seperti ini. Kalau kau terus memperlakukanku seperti ini, maka kau bisa membuatmu jatuh cinta padamu nanti.'

"Eh, kenapa Ingvild-chan meninggalkanku seperti itu? Apa aku salah bicara ya?"

Kagami pun kemudian mengejar Ingvild ke tempat teman-temannya sekaligus Erina biasa berkumpul. Saat mereka berdua sampai mereka pun disambut dengan Minato dan adiknya yang sedang berada di pangkuan bibinya, Rias yang sepertinya diundang Minato, Vali dan Erina sekaligus anggota peerage dari Rias.

"Jadi kenapa kau memanggilku kemari Minato? Aku sih tidak apa-apa bisa bertemu denganmu dan Aria-chan tapi kau memanggilku dan anggota peerageku karena urusan lain kan."

"Sebenarnya aku memanggilmu karena keinginan dia." Balas Minato yang menunjuk Kagami yang baru masuk bersama dengan Ingvild

"Woi, kenapa kau memanggilku Kagami? Kalau kau ingin memperkenalkan Naomi-san bukannya aku dan Minato serta Erina sudah mengenal dia kemarin."

"Err, Vali-san— Sebenarnya namaku bukan Naomi Uchiha."

"Lalu siapa?"

"Ingvild Leviathan."

Tanpa aba-aba Yuuto Kiba langsung menyerang Ingvild tapi Kagami berhasil menggunakan Sunshin tepat waktu dan menghalang jalur pedang Yuuto dengan Kusanagi miliknya "Kau pikir apa yang kau lakukan pada Ingvild-chan, Yuuto Kiba?"

Mendengar nada bicara Kagami yang sedingin es, Yuuto terlihat meneguk ludah dan dia berkata dengan nada tenang "Karena dia adalah iblis dari keturunan Old Satan Faction, Kagami-san. Kenapa kau melindunginya? Apa kau tahu kalau dia itu berbahaya bagi King-ku dan teman-temanku."

"Berbahaya bagi King-mu dan teman-temanmu— Apa dasarmu mengatakan hal itu, Yuuto Kiba? Bahkan dia dia baru bertemu Rias-san dan kalian hari ini." Balas Kagami yang memasukkan Kusanagi miliknya ke sarungnya setelah melihat Yuuto menghilangkan pedangnya "Lain kali jangan beramsumsi berlebihan dan seenaknya."

"Tch..."

Setelah mengurus Yuuto yang kembali ke bangkunya dan dimarahi oleh Rias, Kagami pun melihat Ingvild yang terlihat gemetar karena kejadian tadi.

Ctaaak

"Ouch! Jangan menyentil dahiku seperti itu, Kagami-kun. Sakit tahu."

Kagami yang melihat Ingvild memegang dahinya hanya bisa terkekeh dan berkata "Maaf Ingvild-chan. Kau sepertinya masih ketakutan karena hal itu jadi aku melakukan hal yang biasa ayah lakukan pada ibuku supaya dia bisa lebih tenang dan agak rileks pikirannya."

Minato yang melihat interaksi Kagami dan Ingvild dan mengingat hal yang selalu senseinya lakukan pada istrinya pun berkata 'Oh, jadi ini rencanamu tou-chan. Aku harap rencanamu ini berhasil. Kagami berhak dicintai mendapatkan sosok yang juga mempunyai perasaan yang sama kepadanya.'

Ingvild hanya bisa menggembungkan pipinya dengan kesal tapi harus dia akui kalau dia saat ini menjadi lebih tenang dan pikirannya sudah agak rileks karena perbuatan Kagami itu "Arigatou, Kagami-kun."

Erina yang melihat itu menatap Ingvild dan Kagami dengan tatapan cemburu 'Apakah aku telah terlambat untuk menyadari perasaanmu kepadaku, Kagami?'

'Erina...'

"Jadi bisa kau jelaskan kenapa seorang keturunan dari Old Satan Faction bisa menetap dan tinggal di rumahmu Kagami-san?" Tanya Rias yang sedang memangku keponakannya, Aria "Kalau Vali-san dan Erina-san, aku tahu dari Azazel-sensei setelah Vali-san dan Erina-san mengaktifkan Sacred Gear mereka dan membunuh ayah mereka yang menyiksa ibunya, mereka memutuskan pergi dari rumah mereka dan kemudian Azazel-sensei menemukannya dan merawatnya sampai sekarang."

"Kalau kau tidak keberatan, aku yang akan menjelaskannya bibi. Karena aku sudah diberitahu tou-chan kemarin." Balas Minato dan Rias pun menggangguk setuju atas permintaan kakak dari keponakan favoritnya selain Millicas "Begini— Jadi Ingvild-san adalah putri kandung dari keturunan Maou Leviathan yang berpihak kepada pihak pemberontak karena keluarganya tidak mengizinkan hubungannya dengan manusia di dunia atas dan juga seorang manusia yang mampu menggunakan sihir. Namanya adalah Zain Leviathan dan Estella Edelfelt. Setelah Civil War yang terjadi di Underworld, mereka pun menikah dan Ingvild-san pun lahir. Tapi beberapa tahun kemudian, Ingvild-san mengalami koma dan itu membuat kedua orang tuanya mengirimkan dia ke Underworld, tepatnya pada Ajuka-oji. Setelah kedua orang tua Ingvild-san terbunuh oleh salah satu anggota Old Satan Faction dan Ingvild-san sadar dari koma-nya, Ajuka-oji berniat menitipkan Ingvild-san pada keluarga kami tapi tou-chan menolak dan dia kemudian menawarkan keluarga Kagami untuk merawat Ingvild-chan. Sasuke-sensei yang melihat Ingvild-san cukup dekat dengan Rossweisse-oba dan Kagami pun setuju untuk merawat Ingvild-san. Begitulah ceritanya kenapa Ingvild-san bisa tinggal di keluarga Kagami, bibi."

"Jadi begitu ya?" Ucap Rias dan kemudian dia melanjutkan "Kalau Ajuka-sama dan onii-chan mempercayainya, maka aku juga akan mempercayainya."

Wajah Ingvild pun terlihat sumringah dan dia pun berkata "Arigatou, Gremory-san."

"Panggil aku Rias saja. Jangan terlalu formal." Balas Rias dan kemudian dia melanjutkan "Kau juga tidak perlu memanggilku buchou seperti para peerageku. Karena hanya anggota Occult Research Club yang diharuskan memanggilku begitu. Tapi kalau kau mau bergabung, aku tidak keberatan kok Ingvild-san."

"Terima kasih atas tawarannya, Rias-senpai. Tapi sepertinya aku tidak bisa."

"Kenapa?"

"Karena dia dan Kagami akan ikut dalam klub milikku bibi."

Mendengar perkataan Minato, Rias pun menatap keponakannya itu dan berkata "Klub apa maksudmu, Minato?"

"Begini. Aku, Vali dan Kagami berencana membuat klub Game dan Animanga. Dan kami sudah mendapatkan member yang cukup untuk membuat sebuah klub. Aku, Kagami, Vali, Erina dan juga Ingvild-san yang ingin bergabung dengan klub buatan kami karena Kagami juga merupakan member disana. Iriana-chan juga akan bergabung disana. Aku hanya perlu mengatakan hal ini pada Sona-san dan klub milikku akan resmi terbentuk."

"Lalu bagaimana dengan Irina? Apa dia tidak akan bergabung dengan klubmu, Minato-san?"

Mendengar pertanyaan dari Pawn sang bibi, Minato pun menjawab "Hm, dia belum memutuskan. Tapi aku yakin kalau dia akan bergabung dengan Occult Research Club kalau kau yang memintanya, Issei-san."

"Are— Kenapa?"

'Serius? Orang yang gak peka begini punya keinginan untuk menjadi Harem King? Kau sedang mengetes kewarasanku ya Jiji.' Batin Minato tapi dia melihat banyak iblis yang menatap tajam dirinya termasuk Vali, Erina dan juga Ingvild karena Minato menyebutkan nama kakek dari ibunya "Maaf, minna..."

-Time Skip-

-Uzumaki Residence-

"Naruto-kun, kau tahu kan kalau hari sudah malam. Hentikan latihanmu itu dan tidurlah. Besok kau harus bekerja kan?" Ucap Gabriel yang melihat suaminya. Gabriel bingung atas apa yang terjadi pada suaminya. Setelah pulang dari pekerjaannya sebagai wakil dari fraksi manusia yang dipimpin Leon Strife, yang dia lakukan hanya berlatih bahkan makan pun tidak. Gabriel cukup cemas akan kondisi suaminya itu. Setelah suaminya berhenti berlatih, Gabriel pun menghampiri suaminya dan berkata dengan lembut "Naruto-kun, apa kau ada masalah di pekerjaanmu?"

"..."

Melihat suaminya hanya terdiam, Gabriel pun memeluknya dari belakang dan berkata "Kumohon, Naruto-kun. Jangan buat aku cemas seperti ini. Katakanlah apa yang membebanimu seperti ini. Aku ini istrimu kan?"

Naruto yang mendengar suara Gabriel pun mulai membuka suaranya "Aku takut, Gabriel-chan."

"Takut kenapa?"

"Kemarin, Great Red menghubungiku dan Sasuke. Aku dan Sasuke kemudian bergegas ke Dimensional Gap dan disana aku menemukan Great Red sedang merawat seorang disana. Tepatnya seorang dari duniaku yang dulu, Elemental Nation."

"Siapa orang itu, Naruto-kun?"

"Orang itu adalah Toneri Otsutsuki. Sosok dari klan Otsutsuki yang pada awalnya melawan Sasuke tapi kemudian berbalik melindungi Sasuke dari dua anggota klan Otsutsuki yang berniat mengincar Sasuke yang statusnya merupakan reinkarnasi Indra Otsutsuki sepertiku yang merupakan reinkarnasi Ashura Otsutsuki." Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Toneri-san membantu Sasuke untuk kabur kesini dan melawan mereka berdua sendirian. Tapi ternyata mereka lebih tangguh dari Toneri-san dan itu membuatnya kalah telak dari mereka berdua. Tapi sebelum mereka membunuh Toneri-san, dia berhasil melarikan diri menggunakan sedikit chakra yang dia curi dari Sasuke dan menggunakan teknik Jikukan untuk menyusulnya kemari dan kemudian Great Red menemukannya dan mengobatinya."

"Tapi apa yang membuatmu takut Naruto-kun?"

"Aku takut kalau dua orang dari klan Otsutsuki yang bernama Momoshiki dan Kinshiki itu akan menyusul Toneri-san dan mengincar kami berdua Gabriel-chan." Balas Naruto yang kemudian meneteskan air mata dan kemudian dia mengeluarkan mode Rikudou Senjutsu miliknya "Aku takut Gabriel-chan. Karena aku pernah berhadapan dengan salah satu dari anggota klan Otsutsuki dan yang aku dapatkan adalah aku kehilangan sosok yang kucintai sebelum kau dan Grayfia. Bahkan dengan mode yang aku gunakan untuk mengalahkan Sirzech ini— Aku tidak berdaya dan hanya bisa melihat sosok Hinata mati karena serangan sosok bernama Kaguya itu. Aku takut— Aku takut kehilanganmu dan dua putra-putri kita sama seperti saat aku kehilangan Hinata, tsuma."

'Naruto-kun...'

Gabriel yang mendengar itu langsung mempererat pelukannya pada suaminya dan berkata "Kau tidak akan kehilangan kami, Naruto-kun. Karena aku percaya kalau kau cukup kuat untuk melindungiku dan kedua putra-putri kita. Kau hanya perlu percaya pada dirimu sendiri."

Mendengar itu, Naruto melepaskan pelukan Gabriel dan berkata "Kau benar, Gabriel-chan. Arigatou..."

"Jangan berterima kasih padaku, baka. Itu sudah tugas seorang istri untuk membantu suaminya."

"KYAAAAAA! Na-Naruto-kun, turunkan aku! Nanti Minato-kun dan Aria-chan akan melihat kita." Teriak Gabriel saat sang suami tiba-tiba saja menggendongnya dengan gaya bridal

"Aku tidak peduli sayang." Balas Naruto yang saat ini sedang menggendong istrinya bridal style "Kau siap untuk membuat adik untuk Minato-kun dan Aria-chan, tsuma?"

Wajah Gabriel memerah karena tindakan frontal suaminya itu 'Baka...'

"Tidak ada penolakan kan? Kalau begitu ayo kita mulai..."

"Tunggu dulu, Naruto-kun. Aku belum siap— KYAAAAAA!"

-Uchiha Residence-

"Jadi Minato dan Ingvild telah tidur, Ross?"

"Ingvild-chan sepertinya telah tidur setelah belajar di kamarnya barusan sedangkan putra kita mungkin sedang bermain game di kamarnya." Balas Rossweisse yang kemudian melanjutkan dengan kesal "Ck, anak itu. Harusnya dia kurangi waktu bermain game-nya jadi dia tidak selalu keletihan dan mengantuk di sekolah."

Melihat suaminya terdiam, dia pun berkata dengan cemas "Apa ada yang mengganggu pikiranmu, anata?"

"Aku hanya cemas."

"Cemas kenapa?"

"Kau ingat soal Toneri-san yang aku dan Naruto temukan di Dimensional Gap dan sedang dirawat oleh Great Red?" Tanya Sasuke dan direspon dengan anggukan kepala istrinya "Aku takut kalau dua sosok yang telah membuat sosok Toneri-san seperti ini. Sosok yang mengincarku karena statusku sebagai reinkarnasi Indra Otsutsuki akan pergi ke sini dan akan mengincarku, Naruto dan Toneri-san. Aku takut kalau mereka akan melukai kau dan putra kita, Ross. Aku tidak ingin kehilangan kalian berdua."

Mendengar itu, Rossweisse memeluk erat Sasuke dan berkata "Kalau aku tidak akan takut pada mereka. Karena aku tahu kau cukup kuat untuk melindungi kami berdua dan Ingvild-chan."

"Arigatou, Ross." Balas Sasuke yang mencium perut istrinya yang sedang berisi janin hasil perbuatan mereka berdua, calon adik dari sang anak tunggal yang bernama Kagami Uchiha."

"Sama-sama Sasuke-kun."

-Line Break-

"Hmm..."

"Ada apa Momoshiki-sama?"

"Kita kehilangan jejak dua reinkarnasi putra Hagoromo dan pengkhianat klan Otsutsuki itu, Kinshiki." Balas sosok berambut panjang putih bernama Momoshiki pada rekannya yang bernama Kinshiki "Jadi kau tahu dimana keberadaan mereka, Kinshiki?"

"Mereka berada di sebuah dunia asing yang kita belum pernah kita datangi, Momoshiki-sama." Balas Kinshiki dan itu membuat Momoshiki menyeringai dan Kinshiki yang melihat itu pun berkata "Aku tahu kau senang saat mendengar kabar dariku Momoshiki-sama. Apalagi banyak yang sosok disana yang memiliki chakra yang bisa kita ambil. Tapi—"

"Tapi apa Kinshiki?"

"Ada sebuah area di dunia itu yang akan menjadi pintu masuk kita menuju dunia itu tapi disana ada sebuah penjaga yang sangat kuat. Seekor naga dengan kekuatan besar. Kekuatannya melebihi kemampuan kau, aku, dan Kaguya."

"Tch, dengan benda ini aku tidak akan terkalahkan Kinshiki. Mau itu manusia, naga, iblis, bahka Dewa sekaligus tidak akan bisa berdaya jika aku sudah memakan benda ini." Ucap Momoshiki dengan arogan sambil mengeluarkan benda berbentuk seperti buah "Cepat pakai teknikmu dan kirim kita kesana. Ada yang harus kita buru disana."

'Kearogananmu ini akan menjadi titik jatuhmu, Momoshiki-sama.' Batin Kinshiki yang membuat sebuah portal dengan kekuatan matanya dan mereka pun memasuki portal itu.

"Jadi kalian adalah orang yang dimaksud Naruto dan Sasuke." Ucap seekor naga merah besar yang terbang di atas mereka dan langsung mendarat ke tanah dengan wujud manusia-nya "Aku Great Red, penjaga Dimensional Gap yang akan menghadapi kalian berdua makhluk sampah."

"Kaulah yang akan kalah sampah." Balas Momoshiki yang memakan benda yang dia perlihatkan pada Kinshiki, menambah kekuatannya berkali-kali lipat tapi Great Red tidak terlihat kagum dan malah terlihat tidak tertarik dengan bertambahnya kekuatan Momoshiki.

"Bisa kita mulai?"

-To Be Continued-

Review:

Fazakhi Indra:

Kakak angkat sih. Dia bikin akun FFN kalo login pake Twitter, tapi ID sama Pass Twitter dia udah lupa. Ya gitu deh.

Aulshi:

Mungkin email di Inbox penuh. Oh jelas dia jealous. Apalagi Kagami ngasih Ingvild sentilan penuh cinta ala paman Itachi. Toneri bukan musuh. Ini baru duo bangke yang sok lawan Great Red baru musuhnya.

Jessica9906:

Maybe after this.

Blaze Hell:

Akan saya usahakan tapi saya akan menambahkan beberapa sihir pada Ingvild. Soalnya di fic ini, ibu si Ingvild adalah seorang magus.

Michaelgabriel455:

No spoiler, sorry. Tenang aja, dia gak bakal jadi dark dan malah gabung sama kakeknya dan Euclid.