Helloww aku kembali :D
Chapter 4
"Begitulah ceritanya. Sekarang aku tidak tau harus apa."
Boboiboy mengakhiri ceritanya kemudian menghela napas. Ia sebenarnya malas mengingat kejadian kemarin, ditambah dengan kabar yang diberitahu pak guru tadi pagi, Ia makin kesal. Yaya, Ying dan Gopal yang menyimak ceritanya sampai akhir juga terlihat terkejut.
"Pantas Fang keluar dari sekolah. Aku pun juga tak tahan." Gopal menanggapi, yang lain juga mengangguk, setuju dengan ucapannya.
"Iya la. Tega sekali mereka sampai fitnah seperti itu. Tidak tau apa Fang juga salah satu dari anggota TAPOPS. Dia juga menolong mereka." Ketus Ying.
"Jadi mereka begitu hanya karena Fang itu alien?" tanya Yaya.
Boboiboy mengangguk, "Aku bingung. Padahal, Fang juga membantu kalau ada serangan dari penjahat luar angkasa lain. Kapten Kaizo juga sudah tidak memberontak lalu kembali ke TAPOPS."
"Lalu ini juga bukan pertama kali?"
"Aku tidak tau, tapi mereka yang bilang sendiri."
Mereka terdiam sejenak melanjutkan makan mereka sebelum Yaya melanjutkan bertanya, "Tapi kenapa dia tidak minta bantuan kita?"
"Iyala, kita kan temannya." Sambung Ying heran.
Boboiboy kemudian teringat kata-kata Fang beberapa hari lalu, "Mungkin karena dia merasa tidak ada orang yang mau menjadi temannya."
Boboiboy disambut tatapan heran dari para sahabatnya.
"Beberapa hari lalu, aku pernah mengajak Fang untuk makan bersama teman yang lain karena dia selalu makan sendiri. Awalnya ku kira dia mau, tapi dia marah lalu bilang kalau aku menghinanya karena tidak ada yang mau berteman dengannya. Maaf sebelumnya, tapi dia juga bilang kalau kalian juga tidak ingin dia didekat kalian."
Gopal, Yaya dan Ying terkejut mendengar itu, tidak tahu harus menjawab apa karena mereka tidak pernah merasa seperti itu. Melihat sahabatnya tidak merespon Boboiboy melanjutkan, "Dia bilang saat bertarung kalian lebih mementingkan aku dan melupakannya. Dia juga bilang kalau dia lebih baik tidak bertemu denganku. Aku tidak tau kenapa dia berkata seperti itu, padahal kita di tim yang sama dan sudah bertarung bersama cukup lama."
Mereka kembali terdiam. Mereka tidak tahu kalau itu yang dirasakan Fang selama ini. Rasa bersalah mulai mendatangi mereka. Mereka akui karena mereka lebih lama berteman dengan Boboiboy, mereka lebih mendahulukan Boboiboy. Mereka juga sebenarnya ingin mengajak Fang masuk dalam pertemanan mereka, tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya dan mungkin itu sebabnya Fang berkata seperti itu. Mereka sadar mungkin sedikit banyak mereka juga penyebab kenapa Fang merasa seperti itu.
"Kalau begitu, sepulang sekolah nanti kita ke rumah Fang. Kita minta maaf."
"Fang, sudah siap?"
"Dah, bang."
"Kau yakin?"
"Un."
"Kapten, mesin kapal angkasa sudah siap."
"Hm, bagus, kita berangkat."
"Siap, Kapten."
"Ah, sudah jam pulang ternyata. Baik, sekian dari ibu anak-anak. Jangan lupa tugas kalian dikumpul minggu depan."
Boboiboy tersadar dari lamunannya. Ia terlalu larut dalam lamunannya dan baru sadar kelas sudah selesai, tidak, lebih tepatnya dia juga tidak sadar kalau kelas dimulai daritadi. Ia memandangi kelasnya. Ada yang mulai merencanakan jalan-jalan, ada yang diskusi soal klub mereka, ada juga yang langsung lari keluar karena ingin cepat pulang. Tidak ada tanda-tanda kalau mereka khawatir atau merasa bersalah soal Fang. Ini orang-orang yang Ia lindungi dari serangan penjahat luar angkasa. Entah kenapa muncul sedikit rasa benci kepada teman-teman sekelasnya itu tapi langsung Boboiboy tepis jauh-jauh perasaan itu.
"Dey, Boboiboy, ayo cepat. Kenapa kau? Bengong aja." Gopal mencolek bahunya.
Menghela napas, Boboiboy mulai memasukan barang-barangnya kedalam tasnya, tidak memedulikan Gopal yang menatapnya heran. Jarang Boboiboy sepeti ini, seperti marah, kecewa dan merasa bersalah di waktu yang sama. Sebenarnya, Gopal tahu Boboiboy seperti ini masih ada hubungannya dengan Fang tapi entah apa yang ada di kepala temannya itu yang membuat temannya yang biasanya ceria bersinar seperti matahari (mungkin itulah kenapa Boboiboy Solar ada) kini murung luar biasa seperti suasana badai petir (mungkin itu juga kenapa Boboboiboy Halilintar ada). Tapi, jelas Boboiboy seperti ini juga bukan karena masalah Fang juga. Teman-teman sekelasnya juga sama salahnya. Gopal melihat seisi kelas yang bertingkah biasa-biasa saja, seakan tidak terjadi apa-apa. Dari situ saja, dia mengerti kenapa Boboiboy bisa sampai seperti ini walau hanya sedikit.
"Aku dah selesai. Ayo ke gerbang." Ucap Boboiboy sekenanya.
Gopal mengangguk. Tidak mau membuat sahabatnya makin marah.
Suasana perjalanan mereka ke gerbang sekolah masih ramai. Siswa-siswi mulai berhamburan keluar tapi ada juga yang tinggal di sekolah karena kegiatan ekstrakurikuler mereka atau kelas tambahan untuk mengulang beberapa pelajaran. Hal yang biasa, tapi entah kenapa juga tidak biasa. Ketika mereka mulai mendekati gerbang, terlihat Yaya dan Ying sudah menunggu. Yaya dan Ying yang melihat dua temannya melambaikan tangan mereka yang dibalas sapa balik dari Gopal dan anggukan dari Boboiboy. Mereka pun berangkat ke rumah Fang.
Di tengah perjalanan, Boboiboy kembali diam. Ketiga sahabatnya tahu untuk tidak menganggunya kalau dia sedang seperti ini jadi mereka hanya berbicara bertiga soal hal-hal kecil untuk mengisi kekosongan. Tapi tetap saja mereka penasaran. Boboiboy jarang seperti ini, malah bisa dibilang ini mungkin pertama kalinya dia sampai seperti ini. Mereka berharap setelah masalah ini selesai, Boboiboy bisa kembali seperti semula, Fang bisa memaafkan mereka, mungkin kalau mereka beruntung dia mau berteman dan kembali bersekolah dengan mereka.
Sesampainya mereka di rumah Fang, mereka mulai merasakan ada yang tidak beres tapi memang setiap kali ke rumah Fang itu yang mereka rasakan. Salahkan rumah tua yang terlihat angker itu dan mungkin juga mereka yang tidak terlalu sering ke rumah Fang sehingga masih tidak terlalu terbiasa dengan suasananya. Setidaknya rumah ini sekarang terlihat lebih baik dari sebelumnya. Pohon yang dulunya kering sekarang sudah rimbun, ada beberapa tanaman seperti bunga dan pohon kecil yang tumbuh dengan baik dan beberapa hal yang disudah diperbaiki seperti pintu dan jendela.
Boboiboy mencoba mengetuk pintu dan memanggil empunya rumah, tapi tidak terdengar balasan dari dalam. Ia mencoba lagi namun tetap tidak ada balasan.
"Tidak ada orang kah?" Tanya Ying.
"Mungkin tidak dengar." Jawab Yaya.
Boboiboy mencoba membuka pintu rumah itu dan ternyata tidak terkunci. Mereka heran karena Fang adalah tipe orang yang selalu mengunci pintu entah dia keluar rumah atau hanya diam dirumah. Merasa khawatir rumah teman mereka dicuri atau semacamnya, mereka kemudian memasuki rumah tersebut.
Di dalam, mereka disambut dengan ruangan gelap. Yaya mencoba mencari dan menyalakan lampu. Setelah lampu dinyalakan, mereka melihat tidak ada yang aneh, tapi juga ada yang aneh. Mereka kemudian berpencar dan memastikan keadaan rumah tersebut. Tidak terlihat ada yang berantakan atau lemari-lemari yang dibuka. Tapi mereka tidak menemukan empunya rumah. Sisa satu ruangan yang belum mereka periksa, kamar Fang.
Masuk ke kamar Fang mereka tidak melihat ada yang aneh. Tempat tidur masih rapi dan tidak ada yang berantakan. Boboiboy larut dalam pikirannya, memikirkan apa yang terjadi sampai Yaya mengalihkan pikirannya.
"Rak buku Fang kosong."
Boboiboy menoleh ke arah rak buku tersebut dan ternyata benar kata Yaya, rak itu kosong. Boboiboy terdiam sejenak kemudian terpikirkan sesuatu. Ia membuka lemari Fang dan mendapati lemari itu juga kosong.
"Tidak mungkin."
Gopal, Yaya dan Ying menatap bingung Boboiboy. Gopal menepuk bahu temannya dan Boboiboy menoleh kearahnya kemudian kearah Yaya dan Ying. Mereka menunggu Boboiboy untuk mengucapkan sesuatu.
"Fang tidak ada disini."
Boboiboy berlari menuju kedai Atoknya. Menyadari Fang sudah pergi, Ia langsung berubah menjadi Halilintar dan lari secepat mungkin, meninggalkan teman-temannya di rumah itu. Dipikirannnya, Boboiboy mencoba berpikir positif.
'Tidak, tidak. Fang tidak mungkin pergi. Mungkin dia diberi misi kemarin. Mungkin Ochobot tau soal ini.'
Tapi hal itu tetap tidak membuatnya tenang dan malah makin mempercepat lajunya.
Sesampainya ia di kedai Atoknya, tanpa basa-basi ia langsung bertanya pada Ochobot yang sedang mencuci gelas. Tanpa sadar, Boboiboy langsung memegang Ochobot dan mengguncangnya.
"Ochobot! Kau tau Fang kemana?" tanya Boboiboy sambil mengguncang Ochobot.
"O-oy, oy, Boboiboy, lepaskan! Aku tidak bisa menjawab kalau begini!"
Sadar apa yang dia lakukan, Boboiboy berhenti dan melepaskan Ochobot. "Ma-maaf, Ochobot."
"Hm, tak apa. Tadi kau tanya soal Fang?"
Boboiboy mengangguk.
"Kau tidak tau kah?"
Boboiboy memasang tatapan heran kepada Ochobot, "Soal apa?"
"Fang ditugaskan dalam misi penting dengan Kapten Kaizo."
Boboiboy menggeleng tapi juga lega karena ternyata Fang memang dalam misi. Seharusnya dia
"Dia juga bilang kalau selesai dari misi itu dia tidak kembali ke Bumi. Dia pindah ke planet lain. Agak sedih sih dia tiba-tiba harus pergi."
DEG
Boboboiboy terdiam mendengar itu. Fang pindah ke planet lain?
Melihat reaksi Boboiboy, Ochobot heran dan bertanya, "Loh dia tidak pamit pada mu kah? Tadi dia masih pamit pada ku dan Atok sebelum pergi."
Boboiboy tidak menjawab. Ochobot yang cemas dengan temannya itu menepuk bahu Boboiboi dan memanggilnya, "Boboiboy, kau gak apa-apa?"
Dari jauh terlihat Gopal, Yaya dan Ying datang kearah mereka dengan wajah cemas.
"Dey, Boboiboy. Apalah tiba-tiba lari begitu saja? Lelah tau kejarnya." Keluh Gopal sambil mengambil napasnya.
"Ish, Gopal. Diam dulu lah. Tak liat apa Boboiboy seperti itu? Lagipula jaraknya tak terlalu jauh." ucap Ying.
"Hey, aku lari dengan kekuatan ku sendiri la. Memang seperti kau dan Yaya yang pakai jam kuasa." Balas Gopal kesal.
Yaya yang mendengar itu kemudian menenangkan mereka, "Dah, dah tu. Jangan bertengkar.". Setelah itu ia menatap Ochobot dengan tatapan bertanya apa yang terjadi dengan Boboiboy yang kemudian dibalas gelengan oleh power sphere kuning itu.
Yaya melihat Boboiboy yang masih tidak bergerak kemudian menepuk keras temannya itu. Boboiboy yang tersadar dari pikirannya menganggkat kepalanya dan melihat kearah teman-temannya. Teman-temannya hanya diam dan menatap heran Boboiboy, menunggu Boboiboy mengucapkan sesuatu. Waktu terasa berjalan begitu lama sampai akhirnya Boboiboy mengatakan,
"Kita harus susul Fang."
YEAY ANOTHER UPDATE!
Reviewnya mungkin kakak-kakak?
