Hellow there :D

Karena kemaren sedih mulu, kali ini bakal lebih banyak fluffnya. Check it out!

(Author Note dibawah ;D)


Chapter 5

"Kapten, kita sudah di luar angkasa."

"Hmm, masukan koordinat ke markas dan aktifkan auto-pilot."

"Baik, Kapten."

Kaizo mengangguk puas dan kembali ke tempat duduknya. Ia melihat adiknya yang sedari lepas landas hanya diam dan melihat ke luar jendela. Sebenarnya itu hal yang biasa mengingat setiap kali mereka di kapal angkasa Fang pasti seperti itu, tapi kali ini ada raut sedih dari adiknya itu. Kaizo tahu sebenarnya adiknya itu tidak rela pergi dari Bumi walaupun di Bumi pun dia diperlakukan kurang baik. Ia ingat cerita Fang waktu itu malam itu setelah Fang bangun dari tidurnya. Ia ingin sekali menemui orang-orang itu dan memberinya pelajaran, tapi Fang menahannya dengan alasan Fang sudah memberi mereka pelajaran dan Fang juga akan keluar dari sekolah itu. Fang ingin keluar dari sekolah dengan bersih, bukan karena konflik. Fang juga tidak ingin reputasi Kaizo kembali kotor hanya karena memberi beberapa anak-anak pelajaran. Kaizo sempat ragu untuk mengikuti keinginan adiknya itu, tapi Fang mengungkit soal janji Kaizo kepada orangtua mereka. Akhirnya, Kaizo menuruti keinginan adiknya itu walau sedikit terpaksa.

Kaizo berpikir mungkin saja kalau itu dia tidak egois dan dingin kepada Fang, lebih perhatian dan menjaga Fang, mungkin Fang tidak akan diperlakukan seperti ini. Ia akui ia bersalah karena berlaku tidak adil dan bersikap dingin pada Fang karena Kaizo ingin melindungi Fang dari pertempuran dan perang dan kemungkinan jika sesuatu terjadi pada dirinya sehingga Fang kadang takut padanya. Akhirnya, Ia sadar saat itu cara yang dipakai salah dan berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Fang.

Perjalanan mereka tidak memakan waktu yang terlalu lama. Tak lama kemudian mereka sampai di markas TAPOS. Setelah mereka mendarat di markas, mereka disambut oleh Komandan Koko Ci dan Laksamana Tarung.

"Salam, Kapten Kaizo, Prajurit Fang." Sambut Laksamana Tarung yang dibalas salam hormat dari keduanya.

"Terima kasih sudah menyanggupi permintaan kami dalam misi kali ini. Kami akui kali ini kami sedang kekurangan orang sehingga mungkin cuti kalian harus kami undur." Ucap Komandan Koko Ci sambil mengarahkan mereka untuk mengikutinya ke ruang rapat.

"Tak apa, Komandan. Lebih baik menyelesaikan ini secepatnya." Balas Kaizo.

Sesampainya mereka di ruang rapat, Maksmana ternyata sudah terhubung dalam hologram dan Komandan Koko Ci langsung menjelaskan misi mereka kali ini. Misi mereka kali ini sebenarnya misi untuk membantu Laksamana Maskmana dalam misi penyerangan markas musuh. Maskmana sudah lama masuk dan menyamar untuk menjadi anggota disana untuk mengumpulkan informasi dari markas musuh tersebut. Mereka merasa informasi yang dibutuhkan sudah cukup dan mereka siap menyerang, tapi karena mereka kekurangan orang, mereka akhirnya membutuhkan bantuan Kaizo. Mereka berdiskusi tentang taktik dan rencana yang mereka akan lakukan nanti. Ketika mereka sudah sepakat dengan rencana mereka dan bubar, Laksamana Maskmana bertanya,

"Sebelumnya aku ingin bertanya. Bagaimana dengan tim Boboiboy?"

"Kami memberikan mereka cuti khusus kepada mereka mengingat mereka sebentar lagi ujian untuk menyelesaikan sekolah mereka, Laksamana." Jelas Komandan Koko Ci.

"Lalu, kau Fang? Kau tetap ikut misi walau sebentar lagi kau juga ujian?"

Fang diam sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Iya, Laksamana. Saya sudah keluar dari sekolah."

"Keluar? Kenapa?"

Fang terdiam, tidak tahu harus membalas apa. Kaizo yang melihat Fang bingung kemudian membantunya menjawab.

"Saya yang memintanya untuk membantu dalam misi kali ini, Laksamana. Kami juga sudah berdiskusi, setelah misi ini selesai, Fang akan kembali ke planet kami dan melanjutkan studinya disana. Fang juga sudah tidak ada kepentingan lagi di Bumi, jadi kami pikir lebih baik seperti itu daripada tinggal di planet lain."

Mendengar itu, Laksamana Maskmana terdiam sejenak kemudian mengangguk, merasa perkataan Kaizo masuk akal.

"Kalau begitu, kita selesaikan misi ini secepatnya. Maskmana melapor keluar." Ucap Laksamana Maskmana diikuti dengan hologramnya yang menghilang.

Pertemuan dan diskusi sudah selesai mereka lakukan, Laksamana tarung berucap, "Sekian pertemuan kali ini. Kaizo, Fang, kalian bisa membubarkan diri dan beristirahat. "

"Baik, terima kasih, Laksamana." Ucap keduanya kemudian mulai berjalan keluar.

"Ah, aku hampir lupa. Kaizo, Fang."

"Siap, Laksamana?"

"Kalian pergi ke ruang penerima tamu. Ada seseorang penting yang ingin bertemu kalian."

Mereka memasang wajah bingung. Melihat itu Laksamana Tarung hanya tertawa santai dan berkata, "Sudah cepat. Tidak baik membuat orang menunggu terlalu lama."

"Siap, Laksamana."

Dalam perjalanan mereka ke ruang penerima tamu, mereka hanya diam dan memikirkan siapa orang penting yang ingin bertemu. Jarang ada orang penting yang ingin bertemu dengan mereka. Kalaupun ada urusan dengan mereka, biasanya hanya akan meninggalkan surat, tidak sampai menunggu untuk bertemu mereka. Entah seberapa penting urusan orang ini sampai Ia mau menunggu untuk bertemu mereka. Sesampainya mereka di depan pintu ruang penerima tamu, pintu itu terbuka dan memperlihatkan seorang wanita paruh baya dengan rambut ungu yang disanggul rapi dan mengenakan cheongsam putih dengan aksen ungu. Menyadari ada seseorang yang masuk, wanita itu tersenyum kepada mereka. Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat sebelum akhirnya wanita itu memanggil mereka.

"Kaizo, Fang, kalian lupa mama kalian sendiri?"

"Ma?!" mereka berteriak yang hanya dibalas tawa kecil dari wanita itu.


"Jadi, maksudmu kita tidak bisa menyusul Fang?"

Jika Ochobot adalah manusia, mungkin Ochobot akan menghela napas. Ia sudah menjelaskan kepada Boboiboy beberapa kali soal ini.

"Iya, Boboiboy. Kalian sendiri yang minta cuti khusus untuk tidak diganggu dan berhubungan dengan markas kecuali memang sangat penting karena kalian akan ujian kelulusan sebentar lagi jadi kapal angkasa kalian ada di markas untuk diperbaiki dan kita tidak bisa menyusul Fang."

Boboiboy hanya menundukan kepalanya mendengar itu.

"Boboiboy, kita bisa minta maaf pada Fang nanti." Ucap Yaya sambil menenangkan Boboiboy.

"Fang pergi, Yaya. Bagaimana aku bisa minta maaf kalau dia saja tidak kembali ke Bumi setelah misinya itu?"

"Fang masih anggota TAPOPS, Boboiboy. Kalau kita selesai ujian kita bisa bertemu Fang nanti, jadi tenang saja la." Jawab Ying.

Mendengar jawaban Ying, Boboiboy menganggkat kepalanya. Benar kata Ying. Setelah ia dan kawan-kawannya selesai ujian, dia bisa menyusul Fang. Mungkin masih ada harapan untuknya. Boboiboy menatap kawan-kawannnya kemudian mengangguk dan tersenyum tipis.


"Ayo sini duduk. Ma bawa sup dan donat lobak merah."

Mendengar itu Kaizo dan Fang langsung masuk dan duduk di depan ibu mereka. Ibu mereka tertawa melihat tingkah kedua anaknya itu sebelum mengeluarkan makanan favorit mereka di meja. Ia bisa melihat kilau mata kedua anaknya ketika melihat makanan favorit mereka.

"Sebelum kalian makan, Ma mau bertanya." Ucap ibu mereka dengan suara tegas.

Mendengar perubahan nada dari ibu mereka, Kaizo dan Fang memandang ibu mereka dengan wajah heran dan sedikit takut.

"Sudah lama kalian tidak mengunjungi Pa dan Ma, bahkan hanya sekedar menelpon saja tidak. Kemana saja kalian, hm?" tanya ibunya dengan intonasi yang ditekan.

Keduanya terdiam, tidak tahu harus menjawab apa. Jujur mereka takut dengan ibu mereka ketika beliau marah. Ibu mereka memang jarang marah, namun sekalinya marah kadang beliau marah sampai tidak mengijinkan mereka ikut dalam misi apapun dan harus membantu pekerjaan rumah, kalau beruntung mungkin hanya diomeli panjang lebar saja.

Melihat kedua anaknya terdiam, Beliau hanya menghela napas kemudian berkata, "Ma tahu kalian sibuk. Kaizo sibuk dengan tugasnya sebagai kapten dan Fang yang sekarang tinggal di Bumi. Ma tidak akan memaksa kalian untuk memberi kabar setiap hari, tapi setidaknya kalian bisa kirim surat atau telpon barang hanya sebentar jadi Ma tidak akan khawatir."

Perkataannya dibalas dengan ucapan maaf dan anggukan kecil dari kedua anaknya. Beliau tetap memasang wajah serius sebelum akhirnya tertawa kecil kemudian berdiri dan mengacak rambut anak-anaknya yang ada di depannya.

"Ughh... Kalian ini kadang menyebalkan tapi imut juga diwaktu yang bersamaan. Gemas Ma lihatnya."

"Ma!"

"Ma! Hentikan!"

Beliau berhenti dan kembali duduk sambil tersenyum dan memandang anak-anaknya yang sekarang menggerutu karena rambut mereka yang baru saja diacak olehnya.

"Sudah, makan sekarang selagi masih hangat."

Mendengar itu, tanpa butuh waktu lama Kaizo dan Fang langsung menyantap makanan yang ada di depan mereka. Sembari mereka makan, mereka berbincang-bincang soal hal-hal kecil seperti kabar mereka masing-masing dan keadaan di planet mereka. Sesekali mereka berbicara soal misi mereka dan perkembangannya.

"Oh iya, Kita juga akan pulang setelah misi ini selesai, Ma." Ucap Fang kemudian disambut dengan senyum dari ibunya.

"Ah, bagus. Kalau begitu, Ma akan siapkan kembali kamar kalian. Berapa lama kalian akan tinggal?"

"Aku hanya bisa tinggal beberapa hari, tapi Fang akan menetap,Ma." Jawab Kaizo.

"Benar itu, Fang?" Tanya beliau kepada anak terakhirnya

Fang mengangguk. Kemudian beliau memegang tangan Fang yang ada diatas meja dan tersenyum kearahnya sambil berkata, "Selamat pulang kembali, Fang."


Ya, sekian dulu chap hari ini... maaf loh ini pendek banget asli.

Sebenernya ini terinspirasi dari background storynya Kaizo sama Fang di BBB comic galaxy vol.7.

Aku pengen banget beli komiknya, tapi apa daya tangan tak mampu menggapai hiks :') Akhirnya aku research disemua medsos sama di page wikinya Boboiboy dan ketemu beberapa info yang kurang lebih cukup lah buat nambah-nambah di cerita ini. ngomong-ngomong, buat kalian yang nungguin Boifang moment, sabar yah, rada slowburn soalnya hehehe

Okeh, sampai jumpa di chap selanjutnya!

Review dari kalian buat aku semangat nulis jadi jangan malu-malu barang cuma say hi :D review kalian sangat ditunggu