Hello there~

Sekut lanjukeun saja yak


"Itulah kira-kira strategi yang memungkinkan. Mungkin ada beberapa improvisasi tergantung keadaan, jadi pertahankan alat komunikasi sebisa mungkin." Ucap Kaizo sambil mematikan hologram dari padnya kemudian melihat kearah adiknya yang kini sedang berkonsentrasi mempelajari data yang ada di padnya dan sesekali menggumamkan strategi yang dijelaskannya tadi. Tak lama, Kaizo melihat perubahan ekspresi Fang dari serius menjadi termenung. Tatapan Fang yang awalnya fokus pada padnya menjadi terlihat jauh seperti merenungi sesuatu. Kaizo menepuk pelan kepala adiknya, membuyarkan lamunan adiknya. Fang mengangkat kepalanya dan memasang ekspresi heran kepada abangnya.

"Abang?"

"Ini bukan misi mu yang pertama. Kenapa? Gugup?"

"Ti-tidak ada apa-apa, bang. Hanya sudah lama aku tidak ikut misi seperti ini." jawab Fang, mengalihkan pandangan dari abangnya.

Kaizo terdiam, tidak puas dengan jawaban adiknya. Sudah dua minggu di stasiun TAPOPS mereka habiskan untuk beristirahat, sediki sesi kakak-adik disana-sini, melatih kemampuan mereka dengan sparring, mempersiapkan misi mereka untuk membantu Laksamana Maskmana dan Kaizo tetap merasa adiknya masih memiliki sesuatu yang dia sembunyikan.

Melihat abangnya terdiam cukup lama, Fang memanggil abangnya.

"Abang? Kenapa?"

'Kau yang kenapa, Fang. Apa yang kau sembunyikan?' batin Kaizo, namun merasa itu hanya membuat Fang makin tertutup nantinya, Kaizo tersenyum dan menjawab.

"Jangan terlalu dibawa pusing. Kita tidak harus mengikut persis sesuai strategi, yang penting kita tau garis besarnya, sisanya sesuaikan dengan keadaan."

Kemudian, terdengar dering dari pad Kaizo. Kaizo menganggkat panggilan tersebut dan kemudian muncul hologram dari Laksamana Tarung dan Komandan Koko Ci. Kaizo dan Fang reflek memberi salam kepada atasan mereka yang dibalas salam kembali dari keduanya.

"Kaizo, Fang, bersiap-siaplah, kalian akan berangkat lima jam lagi. Periksa kapal angkasa kalian dan lihat apa yang perlu ditambahkan baik senjata atau perbekalan yang lain. Setelah kalian selesai bersiap, pergilah ke ruang rapat untuk pengarahan." Perintah Laksamana Tarung yang dibalas anggukan dari kakak beradik itu.

Kaizo dan Fang langsung bersiap-siap untuk menjalankan misi mereka nanti. Kaizo dan Lahap sibuk mempersiapkan kapal angkasa sementara Fang sibuk menyiapkan beberapa senjata dan peralatan yang mungkin akan mereka untuk melancarkan misi atau saat terdesak. Setelah dirasa cukup, mereka mulai mempersiapkan diri mereka. Kaizo mempersiapkan pedang, armor dan mask-helmetnya. Fang memeriksa kacamata, jam kuasanya dan armornya. Kaizo sudah selesai bersiap dan melirik jam yang ada dikamarnya.

'Masih ada dua jam.' Batinnya kemudian melihat kearah adiknya yang baru saja selesai memakai sarung tangannya.

"Fang? Sudah siap?"

"Sudah, bang."

"Hmm.. ayo lekas ke ruang rapat."

Mereka berjalan beriringan ke ruang rapat. Sesampainya mereka di ruang rapat, mereka melihat Laksamana Tarung, Komandan Koko Ci dan hologram dari Laksmana Maskmana. Kaizo dan Fang memberi salam kepada mereka.

"Salam, Laksamana, Komandan."

"Salam Kapten Kaizo, Prajurit Fang. Masuk dan duduk lah dahulu. Kita diskusikan perkembangan terakhir dari Laksamana Maskmana dan strategi kalian."


"Kita sudahi dahulu. Aku tidak bisa berlama-lama, yang lain akan curiga. Kaizo, Fang, akan ku temui kalian ditempat yang sudah ditentukan tadi. Maskmana melapor keluar." Ucap Laksamana Maskmana yang kemudian diikuti hologramnnya yang menghilang. Komandan Koko Ci kemudian memberikan data tambahan dan melakukan beberapa pengarahan dan informasi tambahan untuk keduanya. Selesai pengarahan, Laksamana Tarung bertanya pada Kaizo.

"Semua sudah siap?"

Kaizo mengangguk. "Sudah, Laksamana."

Laksamana tarung mengangguk puas kemudian melihat jam tangannya.

"Sudah waktunya. Kapten Kaizo, Prajurit Fang, kalian bisa berangkat sekarang. Berhati-hatilah."

"Baik, Laksamana." Ucap keduanya kemudian beranjak dari tempat duduk mereka, memberi salam dan pergi ke kapal angkasa mereka.

Sesampainya mereka dikapal angkasa mereka, Lahap yang sedari tadi mempersiapkan mesin kapal angkasa menyadari mereka dan menyambut mereka.

"Kapten, Fang."

"Lahap, kapal sudah siap kah?"

"Sudah, kapten."

Kaizo mengangguk kemudian berucap, "Bagus. Bersiap di posisi kalian masing-masing. Fang, masukan koordinat yang sudah diberikan sebelumnya. Lahap, bersiap lepas landas. Kita akan berangkat."

"Baik, Kapten." Ucap keduanya kemudian bersiap di posisi mereka.


"Kita hampir sampai di planet tujuan, kapten." Ucap Fang.

"Hmm... Lahap aktifkan sphera tembus pandang. Kita akan mendarat. Fang, setelah mendarat, ikut aku menemui Laksamana Maskmana. Lahap, tolong jaga kapal " Perintah Kaizo kemudian berjalan kearah pintu kapal angkasa diikuti oleh Fang.

Setelah mendarat Lahap langsung membuka pintu kapal angkasa untuk Kaizo dan Fang yang sedari tadi sudah siap di depan pintu kapal. Mereka berjalan keluar dan mengamati keadaan sekitar. Merasa sudah aman, Kaizo dan Fang berjalan kearah koodinat yang diberikan Maskmana sambil tetap berjaga-jaga.

Mereka berdua sudah tiba di koordinat yang diberikan oleh Laksmana Maskmana dan disana, mereka bisa melihat Laksamana Maskmana yang sudah menunggu mereka.

"Salam, Laksamana Maskmana." Ucap Kaizo dan Fang.

Laksmana Maksmana menoleh kearah mereka dan membalas mengangguk. "Salam, Kaizo, Fang. Ikut aku. Kita tidak bisa buang waktu lagi."


"Akhirnya selesai juga cobaan neraka ini. " ucap Gopal lemas kemudian meletakan kepalanya ke atas meja. Boboiboy tertawa pelan melihat sahabatnya itu.

"Segitu parahnya kah? Menurut ku biasa saja. Kau terlalu berlebihan Gopal." ucap Boboiboy.

Gopal mengangkat kepalanya kemudian menatap sinis Boboiboy.

"Kau pintar, aku pas-pasan. Bisa lulus walau nilai pas-pasan saja aku sudah bersyukur." Ketus Gopal

"Hahaha maaf, maaf..."

Gopal tetap melihat sinis sahabatnya itu sebelum akhirnya menghela napas dan menyenderkan punggungnya ke kursi.

"Aku heran kenapa kau senang sekali sepertinya?"

"Ini hari terakhir ujian dan aku yakin lulus dengan nilai bagus. Lagipula, besok kita bisa kembali ke markas TAPOPS, menjalankan misi seperti biasa. Aku mulai bosan belajar terus-terusan."

Gopal menggumam setuju tapi ia merasa ada yang ditutupi oleh Boboiboy.

"Tapi sebenarnya kau sudah tidak sabar untuk meminta maaf pada Fang 'kan?"

Gopal melihat ekspresi Boboiboy berubah menjadi senyum sendu namun tidak menjawab pertanyaannya.

'Anak ini benar-benar suka pada Fang dan dia sendiri tidak menyadarinya, bagaimana ceritanya?!' Batin Gopal frustasi.

"Boboiboy! Gopal! Kalian tidak pulang kah?"

Boboiboy dan Gopal menoleh kearah pintu kelas mereka dan melihat Yaya dan Ying yang menunggu mereka.

"Oh ya, tunggu sebentar!"

Boboiboy dan Gopal merapikan alat tulis mereka kemudian berjalan keluar kelas. Mereka berjalan pulang bersama dan memutuskan untuk mampir sebentar ke kedai Tok Aba. Ochobot yang melihat mereka berempat berjalan mendekati kedai menyambut mereka.

"Boboiboy! Gopal! Yaya! Ying!" panggilnya sambil melambaikan tangan yang dibalas balik oleh mereka.

"Ohh... mereka datang rupanya. Ochobot siapkan milkshake choconya."

"Baik, tok!"

Sesaat mereka duduk ditempat biasa, Ochobot sudah selesai menyiapkan milkshake dan meletakannya didepan mereka.

"Nah, untuk kalian karena sudah selesai ujian." Ucap atok diikuti dengan sahutan terima kasih kepadanya dan Ochobot.

"Oh iya, karena ujian sudah selesai, kita bisa kembali ke markas. Kemarin kapal angkasa kita sudah dikirim kembali kesini jadi kita bisa berangkat besok."

Mendengar itu, keempat sahabat itu antusias dan mulai berbicara kira-kira apa misi yang akan diberikan kepada mereka nanti dan apa saja yang sudah mereka lewatkan. Mereka juga membicarakan apakah nanti saat mereka kembali akan ada orang-orang baru yang mendaftar ke TAPOPS. Atok hanya tertawa pelan dan menggelengkan kepalanya.

'Anak muda, anak muda...'


Keesokan harinya, Boboiboy dan yang lain sudah siap di depan kapal angkasa sementara ochobot mempersiapkan kapal angkasa. Orang tua mereka pun datang untuk mengantar anak mereka. Ochobot keluar dari kapal angkasa dan mengatakan kalau kapal angkasa mereka sudah siap. Mereka kemudian pamit sebelum masuk ke dalam kapal angkasa.

"Atok, aku pergi dulu ya."

"Ya... jangan lupa pesan atok. Kalian berdua harus berbicara."

Boboiboy mengangguk dan masuk kedalam kapal angkasa. Di dalam kapal, mereka melambaikan tangan kepada orangtua mereka—dan atok untuk Boboiboy- sampai akhirnya mereka tidak terlihat lagi karena jarak kemudian mereka kembali ke posisi mereka.

"Ke Markas TAPOPS, sekarang." Ucap Boboiboy.


Ketika mereka sudah mendarat di markas, mereka melihat banyak orang yang berlari kesana kemari, seperti bersiap untuk pergi. Mungkin terlihat biasa saja kalau bukan karena teriakan dan perasaan yang seperti tertekan. Tak lama, mereka melihat ada kapal angkasa yang mendarat dan dari dalam ada banyak prajurit yang keluar dengan luka baik ringan dan berat sampai ada yang tidak sadarkan diri. Merasa ada yang aneh, mereka langsung berlari kearah ruang utama untuk mencari Komandan Koko Ci dan Laksamana Tarung. Di ruang utama, mereka melihat banyak prajurit yang terbaring dan terbalut perban.

"Ada apa ini?" Boboiboy bertanya sambil tetap mengedarkan pandangannya di ruang utama.

"Seperti ada serangan, la." Jawab Ying.

Mereka terdiam memproses apa yang terjadi sampai suara familiar memanggil mereka.

"Boboiboy, Gopal, Yaya, Ying, syukurlah kalian sudah kembali!" teriak Komandan Koko Ci.

Mereka menoleh kearah Komandan Koko Ci dan mendapatinya terbalut perban di mata dan tangannya berjalan kearah mereka terpincang-pincang. Mereka berlari menderkati Komandan tersebut dan membantunya.

"Komandan, kenapa sampai luka seperti ini?" tanya Yaya.

"Aku tidak penting. Kalian harus pergi ke koordinat ini sekarang." Ucap Komandan Koko Ci kemudian mengirimkan koordinat ke jam kuasa mereka.

Mereka melihat bahwa koordinat itu hanya planet yang kelihatannya tidak berbahaya. Merasa semakin bingung dengan apa yang terjadi, Boboiboy bertanya. "Ada apa komandan?"

"Panjang ceritanya. Intinya kalian harus membantu Laksamana Maskmana dan Kapten Kaizo. Fang ditangkap oleh musuh sekarang dan dijadikan sandra sekarang. Mereka ada digaris depan dan mereka tidak bisa menolong Fang dan memimping perang bersamaan. Aku sudah mengabarkan Laksamana Amato dan yang lain namun mereka akan memakan banyak waktu untuk sampai kesana. Mereka butuh bantuan secepatnya."

"Fang? Sandra? Apa maksud komandan?" Boboiboy bertanya dengan nada panik.

"Nanti aku jelaskan. Sekarang kalian harus pergi."

"Bagaimana dengan Komandan?" Tanya Ochobot.

"Aku tidak apa. Cepat pergi bantu mereka."

Mendengar itu, Boboiboy dan yang lain berlari kembali ke kapal angkasa mereka. Mereka duduk di posisi mereka masing-masing bersiap untuk lepas landas.

"Ochobot, masukan koordinat. Yaya, siapkan navigasi kapal angkasa. Ying dan gopal siap lepas landas. Kita berangkat sekarang." Perintah Boboiboy.

'Fang, ku harap kau baik-baik saja.' Batin Boboiboy yang tak sadar mengepal keras tangannya di kendali kapal.


Uuuuuu... kira kira apa yang akan terjadi kawan-kawan?

Kita mulai mendekati klimaks ;3