Hola~ sudah waktunya hm?
Makasih loh kalian yang nungguin. Asli seneng banget masih ada yang mau baca :')
Yodah langsung aja lah yak, Happy Reading!
"Oh? Aku tidak bilang aku akan menyerahkannya hidup-hidup bukan?"
Semua—kecuali para prajurit TAPOPS- terkejut dengan kata-kata Amato sementara orang yang bersangkutan sekarang memegang jaring dengan Ochobot didalamnya dengan seringaian menyeramkan terpasang di wajahnya.
"Boboiboy! Tolong aku, Boboiboy!"
"Laksamana! Lepaskan Ochobot!"
Tarung, Maskmana, Boboiboy dan kawan-kawannya berniat untuk mengaktifkan kekuatan mereka dan menyerang kalau saja tidak dihentikan oleh satu tembakan peringatan dari Amato sendiri.
"Ah, ah... Jangan buru-buru. Ada giliran siapa yang harus dibunuh terlebih dahulu. Kecuali kalian buru-buru? Aku bisa buat pengecualian." Ucap Amato dengan nada santai kemudian kembali menoleh kearah Aztryx yang kini memasang wajah datar walau sebenarnya Amato sendiri bisa melihat kepalan tangan Aztryx yang semakin keras, tanda sedang menahan amarahnya.
"Berikan anak dan power sphere itu sekarang." Ucap Aztryx dengan nada datar dan memberikan tatapan dingin kearah Amato.
"Iya.. akan ku berikan, Azzy. Tapi sabar... aku harus membunuh mereka terlebih dahulu."
"Tidak perlu. Berikan kepada ku sekarang."
Amato terkekeh, "Tapi Azzy, untuk apa kau menyimpan bocah itu dan bola ini? Aku jauh lebih baik—atau jahat- daripada mereka."
"Aku tidak membutuhkan mu. Kau sendiri yang menyerahkan diri."
"Ah... kau lebih memilih bocah itu dan bola ini? Azzy, aku cemburu." Ucap Amato sambil menyentuh dadanya, berpura-pura sakit hati.
Aztryx sudah muak dengan Amato dan mengangkat tangannya untuk mengomando pasukannya menyerang dan merebut Boboiboy. Namun, niatnya terbaca oleh Amato dan Amato mengangkat tangannya, membuat para prajurit TAPOPS mulai membidik kerah Tarung, Maskamana, Boboiboy dan kawan-kawannya.
"Jangan bodoh, Azrtyx. Aku lebih memiliki kemungkinan besar untuk membunuh mereka lebih dulu daripada kau. Tidak ada bedanya apa yang kau ingin lakukan, mereka akan mati di tangan ku. Bukan kau."
"Pasukanku lebih banyak daripada pasukanmu." Aztryx mengertakkan giginya.,
"Hahahaha... lihat sekarang. Kau terlihat seperti pahlawan yang ingin menyelamatkan orang. Jujur, tidak cocok dengan personaliti mu, Azzy."
"Lagipula aku yakin mereka hanya akan menambah masalah," lanjut Amato, "Apa kau tidak berpikir? Kalau kau hanya menahannya sekarang, hanya masalah waktu sampai mereka berdua menghancurkan organisasimu dari dalam dan TAPOPS untuk menghancurkannya dari luar. Lebih baik jika mereka musnah sekarang bukan? Aku pikir kau yang harusnya lebih pintar disini."
Aztryx terdiam sejenak memikirkan perkataan Amato, "Apa motivasimu?"
"Anggap saja aku sedang malas jadi orang baik, Azzy."
Boboiboy masih berusaha memproses apa yang terjadi. Ia tahu ayahnya pasti akan melakukan sesuatu yang aneh. Bahkan ia sudah memprediksi beberapa skenario yang mungkin akan ayahnya lakukan, namun yang pastinya tidak ada skenario dimana ayahnya menyerahkan diri, membunuh Boboiboy dan menghancurkan Ochobot. Walau ia yakin ayahnya tidak akan melakukan itu padanya dan Ochobot, setelah melihat ekspresi dari ayahnya, ada sebagian dari dirinya yang tidak yakin dengan perkataan ayahnya yang akan membawa mereka pulang dengan selamat. Ia tahu ia harus mempercayai ayahnya jika mereka ingin misi ini selesai dan mereka bisa menahan musuh mereka, tapi ia juga tidak yakin apa yang harus dia lakukan untuk menyesuaikan diri dengan rencana dari ayahnya.
Boboiboy menoleh kearah Maskmana, Tarung dan Kaizo dan mendapati mereka berusaha memasang ekspresi netral mereka. Ia juga melihat kearah teman-temannya yang kebingungan dengan keadaan mereka sekarang. Ia melihat kearah Fang yang ada digendongan Kaizo. Kulit Fang yang penuh dengan lebam, luka dan baju yang terkoyak membuat Boboiboy bisa merasakan amarah dalam dirinya. Ia mengembalikan pandangannya ke arah ayahnya yang kini sedang berbicara dengan Aztryx. Ia berpikir keras apa yang sebenarnya ingin ayahnya lakukan. Kemudian, ia menyebarkan pandangannya ke arah para prajurit dan lingkungan yang ada disekeliling mereka. Tak lama, ia mengerti apa yang ingin dilakukan oleh ayahnya. Ia menarik jubah maskmana dan membisikan rencananya kepadanya. Setelah mendengar rencana Boboiboy, Maskmana menoleh kearah Boboiboy seakan ragu dengan rencananya, namun Boboiboy mengangguk yakin yang membuat Maskmana menghela napas sebelum akhirnya mengangguk menuruti rencana Boboiboy. Setelah yakin Maskmana akan menjalankan rencananya, Boboiboy melangkah kedepan.
"Cih, ini mulai tidak masuk akal. Aku tidak bisa berpura-pura lagi! AKU MENYERAHKAN DIRI!" Ucap Boboiboy dengan lantang dan nada kesal, membuat semua perhatian kearahnya.
Melihat Boboiboy mulai berjalan, semua prajurit baik dari TAPOPS maupun dari pihak musuh mulai membidik Boboiboy, sementara yang bersangkutan hanya mengangkat tangan, mengisyaratkan dia tidak akan melawan.
"Laksamana, Tuan Aztryx, bisakah pasukan anda untuk santai. Aku tidak akan menyerang, kecuali jika kalian memulainya dulu."
Amato mengangkat alisnya, tertarik dengan apa yang dilakukan Boboiboy.
"Kenapa aku harus menurutimu, prajurit? Kau tidak mungkin bisa mengalahkan prajurit sebanyak itu. Tenang, aku akan membunuhmu terlebih dulu supaya kau tak berlu repot-repot."
"Oh, begitukah, laksamana? Mohon maaf sebelumnya, tapi kekuatan saya jauh lebih kuat daripada kekuatan anda. Jelas saya lebih berguna jika saya hidup." Ucapnya sombong. Ia bisa melihat senyum bangga tipis yang diberikan ayahnya kepadanya sebentar sebelum berubah menjadi seringai.
"Ahaha, bangun, anak muda. Pengalaman ku dalam bertempur dan berperang jauh diatasmu. Kau hanya salah satu dari orang mengandalkan kekuatannya. Aku yakin kau tidak bisa melakukan apa-apa tanpa jam kuasamu."
"Hah, dengan segala hormat laksamana, tapi secara umur, saya lebih muda dan masih kuat. Bukankah lebih baik anda yang mati daripada saya?" Boboiboy kemudian menoleh kearah Aztryx, "Bukankah begitu, Tuan Aztryx?"
"Azzy, kita sekubu bukan sekarang? Bantu aku bunuh anak itu. Lihat, dia sudah mulai tidak sopan." bujuk Amato.
"Tuan Aztryx, anda menginginkan saya dan Ochobot bukan? Saya jenuh di TAPOPS, terlalu membosankan. Saya akan menyerahkan diri, sebagai gantinya bantu saya membunuh orang tua yang ada di depan anda."
Aztryx hanya diam dan memasang ekspresi datarnya. Walaupun begitu, Amato bisa melihat dia tertarik dengan apa yang terjadi di depannya.
'Bagus. Sekarang tinggal membuat kekacauan.'
"AHHH! LAMBAT! Kalian sudah tua kah sampai berpikir saja membutuhkan waktu lama?! Tuan Aztryx, saya kira anda cekatan dalam mengambil keputusan. Ternyata anda sama dengan orang tua umumnya."
Amato melihat kepalan tangan Aztryx yang semakin mengencang.
"Ego mu terlalu tinggi anak muda. Aztryx?"
Aztryx mengangkat tangannya tinggi, para prajurit dibelakangnya mengambil ancang-ancang.
"Serang dia."
Boboiboy dan Amato tersenyum melihat umpan mereka dimakan.
"BOBOIBOY KUASA TIGA!"
dan teriakan dari para prajurit pun pecah.
Fang sebenarnya sudah terbangun sejak dia dibawa keluar oleh salah satu prajurit dari musuh. Namun, ia memilih diam. Ia takut dengan apa yang akan dilakukan mereka kepadanya setelah ia tertangkap saat ia berhasil kabur. Tak lama kemudian, ia bisa merasakan saat ia dilempar dan ditangkap oleh seseorang sampai akhirnya ia diberikan kepada seseorang yang ia yakin adalah abangnya. Walau begitu, semua terasa buyar. Ia tahu ia ada diluar, ia bisa mencium wangi baju yang ada di bawa armor kakaknya, ia bisa merasakan keringnya udara menerpa kulitnya. Namun, ia tetap masih takut itu hanya sebuah ilusi sehingga ia memilih tetap menutup matanya, berpura-pura tidak sadarkan diri. Kemudian ia merasakan ia dipeluk erat dan mendengar suara lirih.
"Maafkan abang, Fang."
Fang pun memutuskan untuk membuka matanya perlahan,
"A-a... bang..." panggilnya dengan suaranya serak.
Mendengar itu, Kaizo langsung mengarahkan padangannya kearah adik semata-wayangnya itu dan melihat manik merahnya. Kaizo kembali memeluk erat adiknya.
"Maaf, Fang. Maaf." ucap Kaizo berulang-ulang. Fang hanya menghela napas dan menyenderkan kepalanya ke bahu kakaknya. Kesadaran dan indranya mulai kembali berfungsi. Pengelihatannya mulai jelas walau kacamata yang ia kenakan sekarang pecah di sekitarnya. Ia mulai melihat sekitar dan menyadari mereka dikepung oleh prajurit TAPOPS. Bingung dengan apa yang terjadi ia bertanya kepada abangnya.
"A..pa yang ter.. jadi?" tanyanya dengan suara kecil.
"Abang sendiri tidak tahu, Fang." bisik Kaizo.
Tak lama kemudian ia mendengar teriakan dari suara yang ia tahu berasal dari Boboiboy.
"...pura lagi! AKU MENYERAHKAN DIRI!"
Fang terkejut dengan pernyataan Boboiboy dan menolehkan kepalanya kearah Boboiboy yang sekarang berjalan ke depan mendekati barisan musuh.
'Apa yang dia lakukan?'
Ia melihat Boboiboy dan Laksamana Amato saling bersahut-sahutan. Ia bisa mendengar "Bunuh", "Kuasa", "Lebih kuat" dan "Menyerahkan diri" dari percakapan mereka. Fang tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan, tapi ia bisa merasakan kekacauan yang akan terjadi setelahnya. Ia masih berusaha memproses apa yang terjadi disekitarnya sampai akhirnya ia mendengar teriakan prajurit dan Boboiboy.
"SEMUA! BANTU, BOBOIBOY! PERANG DIMULAI!" Komando Laksamana Maksmana sambil berlari maju ke medan perang.
Fang bisa melihat Laksamana Tarung, Yaya, Gopal dan Ying berlari mengikuti Maskmana. Ia mengira ia akan diturunkan oleh abangnya dan mereka akan membantu dalam peperangan. Namun, abangnya berbalik badan, mengaktifkan dinding energi pelindungnya dan berlari menjauhi medan perang.
"A.. abang?"
"Kau harus segera ke medik."
"Ta-tapi.."
"Kau terlalu lemah untuk membantu mereka sekarang, Fang. Jangan buat abang dan mereka khawatir dan turuti kata-kata abang."
Fang membuka mulutnya mencoba melawan, namun ia tahu apa yang dikatakan abangnya benar. Ia kemudian diam dan mengeratkan pegangan di leher abangnya sambil melihat medan perang yang semakin mengecil.
YEAY! AKHIRNYA PERANG!
