Taehyung itu anak yang iseng. Dan hasil dari keisengannya adalah berbagai inovasi DIY yang dibuat oleh Taehyung sendiri. Seperti rautan pensil yang dibuat dari sepotong kecil silet disambung dengan tutup botol. Dan juga handal memperbaiki sesuatu. Kipas angin rusak, bisa dia betulkan. Kran air mampet, dia bersihkan. Semuanya ia dapat dari iseng-iseng.
Dia iseng masuk di Universitas Shinju. Jurusan manajemen. Padahal dia memilih program sains saat SMA. Dan kebetulan, dia cocok masuk manajemen. Taehyung mungkin akan meneruskan bisnis toko besi ayahnya di pinggir kota.
Padahal dia cocok masuk jurusan teknik.
Dia iseng melamar kerja part-time di Sunny Ji, warung ayam dekat kontrakannya. Warung ayam itu milik Kim Jongin, salah satu kenalannya di kampus. Berhubung Taehyung butuh dana tambahan untuk kebutuhan hidup, dia melamar kerja di sini. Dan cocok.
Recruitment masuk ke Sunny Ji itu sulit ditembus, dan sedikit pelamar yang bisa lolos menjadi pegawai di sini.
Satu. Wajahmu harus tampan.
Dua. Telaten.
Tiga. Kamu harus memilih job yang sesuai dengan keterampilanmu.
Si pemilik warung ingin membuka usaha yang berbeda. Warung ayam itu hal yang biasa, tapi di Sunny Ji, ayam goreng dibuat berbeda dari yang lain. Ada tambahan menu saos, mau dicampur dengan ayam atau dipisah. Modelnya juga mirip sedikit dengan restoran fast food dari luar negeri. Faktor marketing juga mempengaruhi. Dengan direkrutnya pegawai yang tampan, memikat, dan mempesona, diharapkan warung ayam ini bisa ramai dikunjungi pelanggan. Apalagi pelanggan perempuan.
Taehyung bisa lolos karena ketampanannya - yang sangat berlebih.
Dia telaten - apalagi saat memodifikasi barang bekas dan menghitung pemasukan dalam sehari.
Dan dia mengambil job sebagai petugas counter dan pramusaji. Sekali lagi, dia iseng mengambil bagian itu, dan berkat dia, Sunny Ji makin ramai dipadati pelanggan.
Shift kerjanya tiap hari, kecuali hari Jumat dan Selasa. Dimulai dari jam 3 sore sampai tutup. Kuliahnya selalu pagi, dan selesai kuliah paling lambat jam 2 siang. Mulai minggu ini, salah satu rekan kerjanya cuti, dan ia iseng tambah hari kerja di hari Jumat, yang bukan hari kerjanya. Dan ia bisa bertemu dengan seorang murid SMA yang sangat imut.
.
A BTS Fict
Sunny Ji, Me, and You.
#2 Iseng-iseng Berhadiah
Kim Taehyung
Jeon Jungkook
Romance! Teen!
Copyright @ Choi Miun
2017
.
nb : semua nama tempat hanya fiksi belaka.
nb 2 : plagiat haram hukumnya.
nb 3 : bisa dibayangkan Jungkook itu male/fem. Up to you.
nb 4 : percakapan banyak memakai bahasa non baku lo-gue.
nb 5 : fiksi ini dibuat tidak untuk menjelekkan suatu hal. Kesamaan di beberapa bagian merupakan sebuah ketidaksengajaan.
.
Taehyung bertemu dengan Jungkook saat yang lebih muda datang ke warung sendirian. Hari Jumat, jam 4 sore. Saat itu Taehyung melamun di belakang counter. Memikirkan bagaimana mereparasi resleting tas dan jaket yang lepas dari tempatnya. Memakai cara jadul tak kunjung membuahkan hasil. Resletingnya tetap sulit dipasang.
Klining~
Suara lonceng dari pintu mengalihkan perhatian Taehyung dari lamunannya. Ia melihat calon pelanggan yang..
Astaga. Imut sangat.
Pipinya tembam dan merona. (Taehyung penasaran apakah rona itu asli dari dalam atau efek krim perona pipi?) Gigi yang mirip gigi kelinci. Model poni seperti buah kelapa. Bajunya, sih, baju rumahan biasa. Kaos plus kolor basket. Sama sendal jepit. Tapi memakai luaran jaket abu-abu.
Gewla, Taehyung baru menemukan pelanggan yang sangat imut seperti ini. Berdeham sambil mengatur suara, ia menyambut pelanggan yang sudah menarik perhatiannya.
"Selamat siang. Mau pesan apa?"
"Eng... saya pesen sayap 8 biji."
Aduh, suaranya.
"Dibungkus atau makan di sini?"
"Dibungkus."
"Ayamnya mau yang original, pedas, asin, manis, atau asam manis?"
"Eng... yang ori aja."
"Mau pakai saos apa?"
"Saos keju."
"Ada tambahan lain?"
"Kamu, Bang."
Taehyung terbatuk keras.
"Huahaha bercanda kok. Tambah acar lobak yang banyak."
"Baik, ditunggu beberapa menit, ya." iseng, Taehyung memberi sebuah wink centil. Muka Jungkook langsung memerah. Taehyung tertawa keras.
Menggoda anak orang itu menyenangkan.
Untuk take-away order, ayamnya langsung diambil dari heater yang ditaruh di antara counter dan dapur. Taehyung mengambil 8 potong sayap -usahakan potongan yang paling besar untuk Jungkook, karena dia masih dalam masa pertumbuhan. Dia juga membungkus saus keju ke dalam kantong zip-lock kecil. Lalu membungkus kecil acar lobak putih yang segar, dan dimasukkan ke dalam kresek putih berlabel 'Sunny Ji'.
Diam-diam dia memamerkan ototnya yang hawt.
Sampai Jungkook melamun melihat ototnya.
"Totalnya 5.500 won."
"Oh, ya." Jungkook segera merogoh kantong belakang celananya. Dia membuka dompet. Taehyung sedikit mengintip isi dompet hitam Jungkook.
5000 won selembar.
Uangnya kurang 500 won.
Bisa Taehyung lihat, Jungkook sibuk mencari sepeser uang senilai 500 won yang mungkin terselip di antara kartu game center, atau masuk ke celah terdalam dompet. Semuanya dia keluarkan. Kartu game, kartu pelajar, nota belanja berbulan-bulan tertumpuk di dompet, kartu berobat, sampai bungkus permen.
Setidakrapinya Taehyung, dompetnya tidak pernah dipenuhi nota belanja sampai sebanyak ini. Apalagi bungkus permen, mau yang bekas atau baru tapi sudah tidak layak makan.
Tapi lucu, sih, melihat Jungkook yang kebingungan mencari 500 won.
Sembari Jungkook mencari-cari 500 won, Taehyung melirik nama di kartu pelajar.
SMA Hanran Jeonju.
Jeon Jungkook.
Angkatan 2015.
"Nah! Ada 500 won!"
Taehyung segera mengalihkan pandangan menuju Jungkook, yang menyodorkan sekeping 500 won.
"Uangnya pas, ya."
Hening, hanya ada suara struk yang sedang dicetak. Taehyung sok fokus melihat proses mencetak struk. Padahal dalam hati ketawa keras. Sekilas, pipi Jungkook merona parah.
"Ini notanya. Terima kasih sudah membeli ayam goreng di sini, Jungkook-ssi."
Dan hal itu membuat Jungkook malu setengah mati, ia segera keluar dari warung setelah menerima nota.
"Jungkook-ssi, pesanannya ketinggalan!"
Taehyung tertawa geli melihat Jungkook yang kelabakan mengambil kresek yang tertinggal di counter. Sudah begitu mukanya merona. Membuat dada Taehyung deg-degan saja. Dia memperhatikan Jungkook, mulai dari counter sampai keluar dari warung.
Duh, dek. Jalannya buru-buru sekali. Suara dari sendal jepitnya teplak-teplok, karena kakinya dihentakkan tiap melangkah. Sudah begitu kantong jaketnya bergoyang akibat tidak diresleting.
Taehyung tertawa sendiri. "Hehehe lucu banget itu anak."
Sungjae, rekan kerjanya yang baru saja lewat, menimbrung gumamannya. "Lo sakit, bro? Ngomong sendiri."
"Kagak, gue lagi seneng aja."
Sungjae, yang mengikuti pandangan Taehyung, melihat Jungkook yang baru saja keluar dari warung dan masih terlihat dari kaca. "Gebetan lo?"
"Mungkin, dan semoga jadi pacar gue, ya," jawab Taehyung. Berharap Jungkook bisa dia gebet.
Sungjae memasang muka tidak santai. "Lo suka sama anak kecil?!"
"Anjir."
.
Semenjak hari itu, Taehyung belum pernah bertemu Jungkook lagi. Mungkin dia sedang sibuk. Atau malu? Salah tingkah ya, di depan cowok ganteng macam Taehyung.
Pede sekali, bang.
Tapi memang no doubt. Tidak diragukan lagi. Ketampanan Taehyung membawa kesuksesan Sunny Ji dalam hal marketing. Banyak pelanggan perempuan yang penasaran dengan spesialnya warung ayam di pojok jalan. Pegawainya tampan, ayamnya enak, tempatnya nyaman.
Apalagi makan sambil melihat Taehyung yang berdiri di kasir, dan kadang-kadang mengantarkan pesanan ke meja.
Hidup itu memang enak kalau dinikmati dengan sepenuh hati.
Omong-omong, Taehyung penasaran dengan eksistensi seorang Jeon Jungkook.
Kemarin dia sukses melihat kartu identitas yang tidak sengaja Jungkook taruh di counter. Iseng, dia baca. Ternyata Jungkook bersekolah di Hanran. Sekolah yang sama dengan Taehyung dulu. Dan juga tidak jauh-jauh amat dari Sunny Ji.
Sudah pasti, jodoh tidak pergi kemana-mana.
Ih, Taehyung jadi malu sendiri.
Hari ini dia datang ke warung sedikit terlambat, hanya 8 menit. Namun karena di sini tiap karyawan diwajibkan untuk datang tepat waktu, maka bagian kerja Taehyung terpaksa dikurangi sedikit. Dia hanya mendapat jatah kerja mengantarkan pesanan ke meja, tanpa jatah berdiri di meja counter.
Otomatis, honornya dikurangi sedikit oleh Bos Jongin.
Juragan, sih, lebih tepatnya, karena Jongin otoriter.
Sudah begitu, dia harus menunggu di dalam dapur. Taehyung kerja di belakang layar, dia baru maju kalau ada pesanan yang sudah matang dan siap dihidangkan. Dia melihat Sungjae yang sibuk menggoda Jeonghan, sampai dia mendengar sebuah suara yang familier.
"Eh.. Paket dada 1. Ori, saos keju, tambah acar lobak putih."
Suara Jungkook-nya!
Taehyung keburu senang sampai-sampai dia melompat dari kursi dan tangannya tak sengaja menyenggol gelas medium berisi kola hingga jatuh dan isinya tumpah semua.
"Aduh aduh aduh maaf maaf gue mengotori dapur kalian."
Buru-buru dia mengepel lantai. Untung saja ada kain pel di dekatnya. Belum selesai, suara Jonghyun menggema membacakan pesanan. "paket dada satu, original, saos keju, sama paket 4 sayap, pedas manis, saos barbekyu."
Setelah mendengar pesanan yang dibacakan, Jeonghan mengolah sayap ayam yang sudah digoreng dengan tambahan saos pedas manis. Jisoo, rekan dalam hal platting, menyiapkan piring dan menaruh nasi bungkusan. Dada ayam ditaruh di satu piring, bersama satu tempat saos berisi saos keju. Sayap ayam yang sudah dibumbui ditaruh pula di piring satunya, ditambah saos barbekyu. Kedua piring dipindahkan ke nampan, dan hendak dibawa Jisoo, namun
"Bang, biar gue aja yang anter makanan." Taehyung mengambil nampan berisi pesanan Jungkook, dan dia langsung melangkah keluar dengan semangat.
Mau bertemu gebetan, kok loyo. Harus semangat, dong.
Taehyung muncul dari pintu dapur. Dia berjalan ke meja yang mepet tembok, yang ditempati Jungkook dan satu orang lain. Bisa dia lihat kepala Jungkook menoleh ke segala arah warung. Padahal temannya sedang berbicara padanya, dia malah sibuk mencari sesuatu.
Jangan-jangan, Jungkook mencari dirinya.
Ih, pede banget.
Saat menghidangkan makanan, Taehyung iseng berpura-pura tidak tahu siapa yang memesan makanan, dan mencoba memberi kejutan.
"Permisi, satu paket dada dan paket sa-eh, Jungkook-ssi?"
Dan respon yang diberikan Jungkook sangat berlebih. Terkejut sih iya, ditambah lagi terjungkal dari kursi. Dalam hati Taehyung tertawa keras.
Iseng-iseng begini lumayan juga, ya.
.
Modus operandi untuk menggaet Jungkook sukses besar.
Setelah insiden Jungkook terjungkal dari kursi, mereka punya kesempatan untuk mengobrol berdua. Temannya Jungkook sudah pergi lebih dulu sambil membawa pesanannya.
"Good luck ya, Kook. Pamit dulu, gih."
Taehyung langsung duduk di depan Jungkook sesudah menitip ijin ke Jaehyun yang baru saja lewat. "Halo, Jungkook," sapanya sambil tersenyum ganteng.
"Halo, kak."
"Panggil aja Taehyung."
"Iya, Kak Taehyung."
Dalam hati Taehyung menjerit keras. Bahagia namanya disebut oleh gebetan imut kesayangannya!
Setelah seminggu tidak bertemu, akhirnya mereka bisa berjumpa lagi, dan kesannya lebih intim. Berdua, bro! Berdua! Taehyung senang bukan main melihat calon gebetannya berada di depan hidungnya.
Iya, masih calon. Belum resmi jadi gebetannya.
Mereka duduk canggung. Jungkook sibuk menepuk kedua pipinya, menyamarkan rona pipinya yang tembam.
"Kamu sekolah di Hanran ya?"
"Iya, kak."
"Wah, itu sekolahku dulu, lho!"
Taehyung bisa melihat ekspresi Jungkook yang kaget.
"Aku lulus tahun 2015. Tahun itu kamu masuk sana, kan?"
"I... iya, kak."
"Kemarin aku nggak sengaja lihat kartu pelajarmu."
"oh.."
Hening. Jungkook melihat cup soda reguler di depannya. Taehyung sendiri masih sibuk melihat Jungkook. Mungkin gemes. Dia suka sama yang imut-imut, kawaii, tembem, mirip kelinci. Ya, tipe-tipe orang macam Jungkook, gitu.
"Anu, Kakak kuliah di mana?"
Taehyung terkaget, sadar dari melamun. "Oh, aku kuliah di univ Shinju. Jurusan manajemen. Besok rencananya kamu mau kuliah di mana?"
"Anu, rencananya sih mau ke Seoul. Ke Namsun. Tapi kalau gak lulus suneung aku mau masuk Shinju aja."
"Wow, rencanamu mateng banget, Kook. Mau ambil jurusan apa?"
"Arsitektur, Kak."
"Wah, mesti kamu pinter banget ya, Kook," puji Taehyung sambil tersenyum tampan.
"Hahaha, gak juga, kok."
Mereka mengobrol banyak. Mulai dari pelajaran, makanan, tongkrongan yang enak, harga alat tulis yang meningkat drastis, sampai peluang kerja untuk masa depan. Ditambah lagi Jungkook yang semangat bercerita, dan Taehyung mencermati tiap cerita yang Jungkook bicarakan.
Ah, mereka cocok, pokoknya.
Jungkook menatap Taehyung. "Kak, boleh minta tolong?"
Taehyung mengangguk. "Ini, kak. Sebenernya, tadi aku ada taruhan sama temen. Kalau aku ketemu Kak Taehyung, aku harus minta foto bareng sama minta ID Line. Boleh tidak?" jelas Jungkook sambil melayangkan puppy eyes.
Taehyung hampir mimisan melihat puppy eyes Jungkook. "o.. oke. Gapapa."
Jungkook segera pindah ke kursi sebelah Taehyung. Dada Taehyung dag-dig-dug-ser merasakan Jungkook di sampingnya. Buru-buru dia merapikan rambutnya yang dia beri pomade tadi pagi, dan membersihkan apron. Jungkook mengangkat tangan kanannya yang memegang handphone, memposisikan angle yang pas untuk wajah mereka berdua.
"satu, dua, tiga~"
Cekrek
Pose mereka, bisa dibilang, dekat. Apalagi untuk mereka berdua yang baru saja berkenalan dengan resmi. Jungkook memasang bibir pout, di sisi lain, Taehyung memasang muka tampan dan v-sign. Hasilnya wow.
Jungkook makin terpesona dengan ketampanan Taehyung.
Taehyung makin terpesona dengan keimutan Jungkook.
Makin tertarik nih, mereka berdua.
Jungkook melihat hasil foto dengan puas. "Makasih ya, kak. Maaf ngerepotin kakak sampai nggak kerja setengah jam."
Taehyung menggeleng sambil menggoyangkan tangan. "Ah, nggak ngerepotin, kok. Justru aku seneng, kamu mau dateng ke sini, udah begitu kita bisa kenalan dan ngobrol berdua."
Kode keras, Kook!
Jungkook tersipu malu. "Ah, kakak, bisa aja."
Dan pencapaian yang paling besar, dia bisa bertukar ID Line dengan milik Jungkook! Taehyung berterima kasih kepada temannya Jungkook yang sudah rela meluangkan waktu untuk pergi ke Sunny Ji -dan akhirnya pergi lagi dari warung ayam.
Tak diragukan lagi, Taehyung langsung add ID Line Jungkook.
Bodo amat mau dibilang agresif.
Yang penting ada kontak dahulu, kontak-kontakan kemudian.
.
-KimTaeHyung-
Halo.
Ini benar akunnya Jungkook?
Kalau bener, aku minta foto selca tadi ya
Makasih
wink*
"Kalau lo pakai stiker ini, dia pasti senang banget. Garansi 1000 persen, deh."
Taehyung sedang berkonsultasi dengan Minho, kakak kelas, di kontrakannya. Minho merupakan seorang yang, menurut Taehyung, sangat ahli dalam hal gombal menggombal. Dia juga pro dalam hal tembak memembak gebetan, goda menggoda, dan hal semacam itu. Pokoknya profesional dan bersertifikat.
"Yakin, bang? Nanti dia nggak merasa jijik ke gue, kan?"
"Tenang saja. Banyak cewek dan uke terpikat sama modus ini. Pokoknya aman, dan lo nggak bakal dianggep aneh," terang Minho sambil mengunyah pepero. Taehyung mengangguk setengah yakin. Dalam hati dia merasa agak aneh, bisa saja Jungkook menganggapnya terlalu agresif.
-Jeon Kook-
Halo kak.
"Astaga! Line gue dibales!"
Minho langsung melihat jawaban yang diberikan Jungkook. "Ih, singkat banget jawabannya."
-Jeon Kook sent a photo-
Taehyung segera mengunduh foto yang dikirim Jungkook. Minho menggeleng heran. "Duh, Tae, kalo soal gebetan, lo langsung gercep, ya." Taehyung mengangguk cepat. "Iya dong, bang. Biar bisa cepet-cepet digebet."
-KimTaeHyung-
Wah, makasih banget ya, Kook, fotonya. *thanks*
-Jeon Kook-
Sama-sama, kak Tae.
-KimTaeHyung-
Kok kamu jawabnya pendek banget, sih... *sad moon*
-Jeon Kook-
Emang harus gimana?
-KimTaeHyung-
Panjangan sedikit, kek, biar kita bisa chatting lebih lama. *wink moon*
-Jeon Kook-
Okedeh, tapi nggak janji, lho. *agree moon*
Taehyung tidak tahu bagaimana hebohnya respon Jungkook tiap dia mengirim chat. Menggelundung kesana kemari sambil menjerit bahagia.
.
KimTaeHyung changed his profile picture.
'selca bareng kesayangan'
5 likes 9 Comments.
Sungjaeyook : Dasar pedofil
Jaejaehyun : Gebetan baru bro?
Yunjeonghan : kepsyen tolong dikondisikan
Chull : kepsyen tolong dikondisikan (2)
Kim Jisoo : kepsyen tolong dikondisikan (3)
Seulgikang : gebetan baru bro? (2)
Jeon Kook : kenapa pakai foto selca yang ini, kak?
KimTaeHyung : diem lu predator darat @Sungjaeyook / iya, baru dan cocok @Jaejaehyun @Seulgibear / komentar tolong dikondisikan (999) @Yunjeonghan @ Chull @Kim Jisoo
KimTaehyung : soalnya kamu imut, Kook *wink* @Jeon Kook
.
Note:
Halo. Di sini ada Choi Miun. (kabur)
Setelah berpikir lama sambil nongkrong di toilet, akhirnya saya menulis lanjutan dari SJMY /beuh singkatannya manjiw
Awalnya saya berniat membuat oneshoot saja, tapi karena rasanya nanggung akhirnya saya buat lanjutannya. Mungkin ini menjadi series, tapi belum tentu juga. Tunggu saja tanggal mainnya. Doakan saja fict ini up tiap minggu, kalau saya tidak sibuk dan ada waktu luang buat nulis. /amin. Maklum anak tingkat akhir SMA :'
Buat yang kemaren kasih review, terima kasih banyak. Harapan kalian terkabul lho. Fict ini dilanjut, seneng gak? /party. Di sini memang karakter Jungkook dibuat gaje tidak tahu malu gimana gitu. Anak teledor yang sering salting dan agak gaje tapi kiyowo en unch-unch /njir. Taehyung juga dibuat menjadi cowok yang suka godain anak orang, apalagi tipe" macam Jungkook :v
Untuk jenis kelamin Jungkook, saya tidak memberi warn di atas dia harus male/fem. Sesuka reader, sih, bayanginnya mau male/fem. Bisa yaoi atau GS. Kalau saya sih suka semuanya huehehehe /plak
Makasih juga buat yang sudah rela fict abal ini masuk dalam list favorite dan following stories di bio kalian. Ku terhura dan tersipu malu :') Diem" tapi gercep pencet fav n follow lebih baik timbang diem" no respon :)
See u next chap!
Special thanks to reviewers:
Multifandomgirl, peiluvjae, Botol Gas, Kyunie, guest (mumu), Nyonya Jeon, Nochu13, guest (Kimizaku), guest (kim-s)
Last, review plz :D
