TITTLE : Beauty Lawbreaking

ALTERNATIVE TITLE : The Shape of Voice

PAIR : ALLxJIN / EVERONExJIN


"I always say beauty is only sin deep." - Hector Hugh Munro


Dua Jam setelah penemuan tujuh perempuan.

Meja podium yang sudah dirusak oleh Seokjin dibawa bersama dengan patung – patungnya. Enam dinyatakan positif tewas sementara wanita pertama yang Seokjin temukan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Namun pameran tetap diadakan sesuai dengan keinginan penyelenggara. Spot patung milik Jungkook tadi terpaksa digantikan dengan koleksi poci, gelas, dan piring dari tanah liat dan keramik milik artis lainnya, Xiumin EXO. Semua berusaha mencoba keep it cool meski Seokjin tahu Wooil sudah menatap 'ganas' Jungkook sedari tadi beserta dengan member BTS lainnya yang diam membisu.

"Mereka akan habis sekarang" geram Wooil namun terdengar oleh Seokjin.

"Gitae hyung baru saja dapat informasi dari pihak rumah sakit. Katanya, perempuan yang ditemukan oleh Seokjin masih dalam fase kritis, ia mengalami malnutrisi dan dehidrasi serta kehabisan nafas karena ditempatkan di meja podium tersebut" ujar Eunho memberi laporan dari rumah sakit.

"Na Jung Eun, tujuh belas tahun dan bersekolah di School of Performing Arts dan merupakan adik kelas Jungkook di klub paduan suara" ujar Kyungwoo memberikan dua lembar kertas berisi informasi pribadi korban kepada Seokjin dan Wooil.

"Untuk ke-enam wanita lainnya masih diselidiki oleh Chanwook dan tim forensik jadi dimohon kesabarannya" lanjut Kyungwoo kemudian sambil menepuk pundak Wooil memberi semangat. Karena Kyungwoo tahu seberapa desperatenya Wooil ingin menangkap member BTS yang selama ini selalu menjadi 'Calon Tersangka Utama' namun mereka selalu saja dapat lolos.

"Kita lihat alibi apalagi yang mereka buat untuk lolos kali ini" ujar Wooil tertahan.

"Kasus ini akan dilimpahkan kepadamu Seokjin, Captain Woo baru saja menelponku" ujar Kwang Il sambil memberi surat penugasan.

"Nde? Tapi bukankah harusnya Wooil hyung yang menyelidiki?" kaget Seokjin.

"Tapi kau yang menemukan korban duluan"

"Tapi bukankah kita ini tim?" jawab Seokjin tidak yakin dia akan bisa bekerja sendiri.

"Dalam prosesnya tentunya kita juga akan ikut bekerja bersamamu, Captain Woo hanya tidak yakin jika Wooil hyung yang melakukan investigasi" ujar Seunghwan menjelaskan.

Karena semua yang ada di Unit Investigasi Khusus tahu bahwa Wooil sangat akan amat tempramental jika berhubungan dengan BTS dan tokoh publik figur lainnya.

"Kau tak usah khawatir, kami akan membantumu" ujar Wooil meski tidak dapat menyembunyikan kemarahannya.

Seokjin hanya bisa menghela nafas merasakan beban di pundaknya yang semakin berat.

/-/

Dua jam kemudian pameran telah selesai diakhiri dengan acara pelelangan banyak juga fans dari berbagai artis khususnya fans BTS datang untuk memperebutkan barang milik Taehyung dan Jungkook yang dimana akhirnya mereka kebingungan karena hanya Taehyung yang berpartisipasi dimana Jungkook sudah tercantum dalam daftar artis yang ikut menyumbangkan hasil karyanya justru karya 'tak kelihatan.' Pihak agensi merilis surat permohonan maaf kepada fans, dan 'pihak galeri' karena kesalahan teknis karya yang ingin Jungkook tampilkan di pameran ini tidak bisa diikut sertakan.

Meski hanya kepolisian dan artis yang hadir pada waktu itu yang tahu alasan 'sebenarnya' mengapa karya Jungkook tidak jadi tampil dalam pelelangan.

Namun acara berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya kini tertinggal Seokjin dan para member BTS serta pihak - pihaknya.

"Sersan Kim, anda harus tahu bahwa artis kami sama sekali tidak tahu menahu-" ujar Tuan Kim mencoba membela Jungkook.

"Tuan Kim apakah saudara V-shi siap untuk dimintai keterangan besok pagi?" ujar Seokjin mencoba tersenyum sopan.

"Nde!? kenapa harus V-shi?" tanya Tuan Kim kebingungan.

"Bukan hanya V-shi yang dimintai keterangan Tuan Kim, tapi juga orang - orang yang terlibat dalam acara ini. Anda tidak perlu cemas jika Jungkook-shi bukanlah tersangkanya. Tentunya ada surat pemanggilan untuk Jungkook-shi tentunya, diharap kalian bisa bersabar dan bekerja sama dengan pihak kepolisian" ujar Seokjin menjelaskan pelan - pelan.

"Tidak perlu menunggu hari esok, saya bisa di wawancarai sekarang" ujar Taehyung kemudian menatap Seokjin pasti.

"Kalau begitu saya tunggu kehadirannya di kantor polisi" ujar Seokjin membungkuk hormat sekaligus berlalu pergi. Tuan Kim sudah mencak - mencak dan panik atas sikap Taehyung yang dianggap 'tidak berpikir sebelum bertindak.' Kini Tuan Kim sedang mencoba memikirkan berbagai cara supaya nama artisnya tetap bersih dan tidak tercium oleh pihak media maupun pers karena kalau sampai Taehyung ketahuan menginjakkan kakinya di kantor polisi media massa terutama Dispatch akan sudah siap merilis berita 'aneh - aneh' yang akan menurunkan pamor artis mereka.

Sementara itu Taehyung sendiri sedang dihakimi bersama dengan Jungkook dihadapan para member BTS lainnya.

"Taehyung! Bagaimana bisa kau mengiyakan ajakan polisi itu!?" ujar Namjoon frustasi sementara Jimin hanya diam mengelus pundak Taehyung yang sedari tadi dicerca oleh Hyung Line. Meski Hoseok tampaknya diam dan Yoongi serta Namjoon paling vokal disini.

"Aku pikir dia adalah jawaban kita hyung" bela Taehyung.

"Jawaban apa!? Kau sudah tahukan kita sudah dituduh banyak melakukan berbagai macam-"

"Tapi kenapa kita tidak melaporkannya ke polisi hyung?" ujar Taehyung juga sama emosinya.

"Apa maksudmu Taehyung kau tahu jelas alasan kita selama ini adalah-" ujar Yoongi terpotong oleh Jungkook.

"Aku setuju dengan Taehyung hyung. Dia bisa jadi jawaban kita, Wooil memang sudah tak terharapkan tapi mungkin dia bisa. Hyung tak lihat dia tetap tenang berbicara dengan kita maupun dengan Tuan Kim meski ketujuh perempuan itu jelas - jelas ditemukan di meja podium patung milikku? Jika hyung jadi dirinya aku rasa hyung juga sudah siap memborgol dan menggiringku kepenjara" ujar Jungkook membela Taehyung.

Mereka terdiam kemudian.

"Tapi Taehyung dengan ini, rahasia kita akan terbongkar yang justru memperparah dan membawa kita menjadi tersangka-"

"Aku lelah hidup dalam bayang - bayang ketakutan, kalau kalian mau jadi pengecut silahkan tapi aku tidak" ujar Taehyung kemudian pergi dari ruangan tersebut meninggalkan keheningan. Tak lama kemudian Tuan Kim datang menanyakan dimana keberadaan Taehyung.

"Dia sudah pergi" ujar Jimin lemah menuai histeris dari Tuan Kim yang segera keluar memanggil staf - staf mereka lainnya untuk mencoba menghentikan Taehyung.

Yang sudah entah dimana.

Seokjin sendiri kembali ke kantor kepolisian menemukan Eunho dan Chanwook masih sibuk di mejanya masing - masing.

"Oy maknae kau belum pulang?" tanya Eunho dan Seokjin menggeleng sambil merebahkan tubuh lelahnya di sofa. Dia hampir saja terlelap kalau tidak mencium bau jajangmyeon yang menyengat.

Rupanya Eunho memesan mie tersebut beserta dengan nasinya.

Sungguh late mid-night snack yang nikmat membuat Chanwook dan Seokjin datang ke meja besar ditengah ruangan yang biasa dipakai untuk rapat, duduk diam dengan manis menantikan mie hitam tersebut yang diaduk oleh Eunho. Eunho hanya bisa terkekeh melihat tingkah dua pemuda paling muda di timnya tersebut.

"Makanlah yang banyak aku tahu kalian kelelahan" ujar Eunho dan tak lama kemudian soju dan fried chicken pesanan Eunho datang menambah sorak - sorai dari Chanwook dan Seokjin.

"Kau tidak minum Soju, Seokjin?" tanya Eunho melihat bahwa Seokjin hanya memakan mie dan ayamnya dengan segelas cola yang tersimpan di kulkas.

"Nde hyung, aku light drinker jadi sangat tidak disarankan untuk minum - minuman beralkohol" ujar Seokjin terkekeh canggung melihat Chanwook dan Eunho yang nampaknya baik - baik saja meminum Soju berbotol - botol.

"Ah ini hasil pemeriksaan korban yang kau minta. Aku baru saja dapat dari tim forensik" ujar Chanwook melampirkan file - file yang baru saja selesai di print dari mejanya.

Seokjin pun menghentikan acara makan - makannya dan memilih melihat file yang diberikan Chanwook. File pertama atas nama Lee Sae Bom, berusia dua puluh delapan tahun dan dinyatakan hilang sejak tiga bulan lalu. Korban pernah menjadi backdancer BTS. Korban kedua bernama Choi Reanee, perempuan berdarah Perancis - Korea ini dinyatakan hilang dua minggu setelah Saebom. Perempuan ini berusia tiga puluh lima tahun dan bekerja sebagai interpreter di salah satu program stasiun televisi. Selanjutnya Kim Yun Ah, mahasiswa tingkat akhir yang bekerja part timer disalah satu coffee restaurant langganan BTS juga letak posisinya yang dekat dengan perusahaan. Korban ke-empat merupakan seorang siswa mahasiswa Busan Arts College jurusan Seni Lukis, Seo Hae Soo. Disinyalir dia salah satu masternim untuk fansite milik Jimin, usianya dua puluh satu tahun. Korban kelima dan ke-enam adalah sepasang kakak adik, Oh Soo Jin dan Oh Eun Byul. Sang kakak berusia dua puluh tujuh tahun bekerja sebagai dokter anak disalah satu rumah sakit dan adiknya Eunbyul berusia dua puluh tahun bekerja sebagai guru TK. Keduanya tampak aktif di fancafe milik BTS

Dan ke-enamnya meninggal akibat keracunan karbon monoksida.

Mereka beserta Jungeun mempunyai kesamaan.

Sama - sama cantik dan fans dari anggota member BTS.

"Mereka semua keracunan monoksida dan juga terdaftar di fancafe resmi milik BTS?" tanya Seokjin memastikan.

"Nde, terutama Jungeun-shi. Dia akhir - akhir ini menjadi tengah dituduh di sosial media sebagai salah satu sasaeng fans-nya Suga. Entah benar atau tidak karena Gitae masih belum memberikan kabar dari rumah sakit." jawab Chanwook sambil mensapu bersih mie didalam mangkuknya beserta satu basket cup ayam yang kini tinggal tulang belulangnya saja.

Chanwook pasti tidak makan seharian.

"Jin-ah, seseorang mencari-mu" ujar salah satu orang dari unit lain dan dibelakangnya ada sosok Taehyung. Membuat Eunho terkejut, Chanwook tersedak sojunya sendiri dan Seokjin yang menatapnya dengan penuh arti.

/-/

"Dimana Tuan Kim?" tanya Seokjin sambil menaruh segelas kopi instan dan sepiring ayam yang dipesan oleh Eunho tadi dihadapan Taehyung. Saat ini mereka beruda berada dalam ruang investigasi, baik Eunho dan Chanwook kini berada diruang operator memantau Taehyung dan Jungkook.

"Aku tidak tahu jika diruangan 'dingin' ini aku mendapat santapan malam" balas Taehyung sarkas namun tetap memakan dan meminum kopinya.

"Ck, sudah dikasih hati masih menghadap muka setinggi langit. Uri Jinnie kita seharusnya-"

"Pst! Kita harus fokus pada investigasi ini bukannya menaruh opini subjektif"

Seokjin hanya bisa menghela nafas mendengar percakapan Eunho dan Chanwook.

"Diluar sana dingin, melihat anda datang sendirian, saya berasumsi bahwa anda menghadapi dingin luar biasa diluar sana. Maaf kami hanya mempunyai kopi dan ayam ini saja" jawab Seokjin sopan sambil duduk dihadapan Taehyung dan membuka laptopnya.

"Nama?"

"Kim Tae Hyung"

"Tempat dan tanggal lahir?"

"Daegu, 30 Desember 1995"

"ID Number?"

"951230-1306213"

"Kim Taehyung-shi bisa anda jelaskan lebih detil apa saja yang ada lakukan selama seharian ini?"

"Saya bangun pukul sepuluh pagi, biasanya saya bangun lebih pagi. Namun karena hari ini jadwal saya kosong selain menghadiri pameran hari ini, saya tidur lebih lama. Setelah bangun saya bersama Jungkook mengunjungi pet shop di daerah Nonhyeondong untuk melakukan pengecekan berkala terhadap anjing peliharan saya selepas dari sini kami menuju kantor dan Jungkook di studionya sementara saya bersama Jimin mengunjungi sebuah book cafe dimana khusus menawarkan komik saja. Dari sini kami kembali ke kantor pukul setengah tiga sore untuk bersama - sama berangkan menuju galeri tersebut. Kami nampaknya tiba pukul tiga sore dan langsung menuju loader room memastikan barang - barang kami aman disana sebelum di display"

"Selama di loader room tersebut apakah anda melihat sesuatu yang janggal? Seperti meja podium milik Jungkook-shi yang nampaknya terlalu 'tinggi'?"

"Meja podium itu tidak ada di loader room melainkan di storage room"

"Nde?" ujar Seokjin kaget.

"Meja podium itu tidak satu paket dengan patung tangan milik Jungkook? Alibi macam apa ini!?"

"Tenanglah Chanwook!"

Bahkan koleganya tidak bisa mempercayai ini.

"Bukankah seharusnya meja podium satu paket dengan patung tangan tersebut?"

"Annimida. Loader room hanya berisi seluruh hasil karya yang akan dipamerkan saat itu juga tapi tidak semua mempunyai alas display. Itu juga berlaku untuk foto - foto saya. Foto - foto saya tidak mempunyai figura jadi pihak penyelenggara yang menyediakannya, namun-"

"Namun?"

"Jungkook sendiri yang memilihnya. Alasannya karna meja podium itu lumayan tinggi sekitar 120-150 cm membuat patung - patung olahan tangannya terasa lebih 'elegan' menurutnya. Sedangkan saya mencari figura besar yang sekiranya dapat memuat foto - foto saya dalam satu frame"

"Apakah kalian sendiri yang mengangkat meja podium itu beserta patungnya ke ruang display?"

"Bukan, melainkan staf yang disediakan penyelenggara. Namun memang saat itu mereka mengeluhkan meja podium terasa lebih berat dari yang seharusnya namun saat itu baik kami dan staf properti saat itu tidak berfikir terlalu panjag dan menganggap mungkin meja podium tersebut dari kayu dengan serat yang cukup tebal"

"Apakah alibimu ini bisa diperhitungkan?"

"Dimanapun aku dan Jungkook berada selalu tersedia CCTV kalian bisa melihat itu sendiri"

"Baiklah Taehyung-shi terima kasih atas kesediannya untuk hadir. Kamu diperbolehkan pulang" ujar Seokjin mengulurkan tangannya untuk menjabat Taehyung namun Taehyung justru menatapnya tajam.

"Hanya itu saja?"

"Nde...hanya itu saja..." ujar Seokjin membalikkan tangannya ke posisi semula.

"Aku kecewa...ternyata begini kemampuan polisi pindahan dari Amerika sana" ujar Taehyung lalu berbalik pergi membuat Seokjin membungkuk hormat menghormati Taehyung sebelum berbalik kemejanya dan membereskan file - filenya.

"Kuharap dia mengerti..."

Seokjin berbalik menghadapi pintu yang dilewati Taehyung.

Seokjin tidak salah dengar.

Itu memang suara gumaman milik Taehyung.

/-/

Seokjin sibuk dengan pemikirannya sendiri sampai tidak sadar bahwa Eunho dan Chanwook sudah ada dihadapannya dengan Chanwook yang menyerocos kesana kemari merutuki sifat sombong Taehyung.

"Chanwook hyung..." ujar Seokjin lirih.

"Nde? Mwoga?"

"Bisakah hyung mengakses seluruh rekaman CCTV di apartemen tempat BTS tinggal, pet shop di daerah Nonhyeondong, book cafe, dan storage dan loader room di pameran kemarin selama tiga bulan terakhir ini"

"NDE!?"

"Tolong kirimkan kepadaku ya hyung, ah satu lagi aku juga minta akses CCTV terakhir dimana para korban menghilang" ujar Seokjin pamit undur diri dengan segera pergi melenggang keluar kantor polisi sambil membawa asal semua file - filenya.

"Eunho hyung! Kau tidak akan berniat meninggalkanku sendiri kan hyung?" ujar Chanwoo memohon kepada Eunho yang hanya menatapnya nanar.

"Mianhae Chanwoo, hyung juga ingin istirahat dan punya pekerjaan lain besok. Selamat bekerja" ujar Eunho menepuk pundak bahu Chanwoo memberi laki - laki itu semangat.

"Yak hyung! Hyung! GO EUN HO HYUNG! YAK KIM SEOK JIN!" teriak Chanwoo meluapkan emosinya.

Seokjin sendiri pulang sudah menunjukkan pukul satu malam. Pamannya yang masih terjaga karena ada berkas yang harus diselesaikan menatapnya kasihan meratapi nasib keponakannya yang belum sampai dua hari di Korea Selatan sudah pulang larut malam dengan setumpuk berkas ditangan dan mungkin didalam tasnya. Seokjin hanya bisa tersenyum tipis ketika pamannya menyambutnya dan Seokjin mensalim dan mencium tangan pamannya. Sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh keluarga ayahnya. Setiap berangkat atau pulang harus menyalami anggota rumah yang lebih tua dari kita. Sang paman segera menyuruh mandi dan berganti baju lalu makan sembari pamannya menghangatkan makan malam mereka tadi. Sebenarnya Seokjin sudah cukup kenyang dengan jajangmyeon dan ayam dari Eunho tadi cuman melihat bagaimana khawatirnya pamannya membuat Seokjin tidak bisa menolak. Seokjin segera membasuh dirinya cepat - cepat dan memakai sepasang gaun malam sutra putih miliknya.

Seokjin memang punya selera aneh untuk piyamanya.

Setelahnya Seokjin datang kebawah melihat pamannya sudah menyiapkan satu set dinner berisi bibimbap dengan sup tofu tidak lupa segelas air mineral dan teh hijau dengan buah apel yang sudah dikupan dan dipotong. Melihatnya membuat Seokjin tidak tega sekaligus tersentuh dengan kebaikan paman dan bibinya juga tidak lupa sepupunya. Seokjin benar - benar diperlakukan selayaknya keluarga inti di rumah ini, selayaknya seorang anak dan adik, Seokjin diperlakukan sama dengan Domin dan Daeho. Terbukti dari figura besar dimana foto yang mereka ambil di studio milik kawan lama kakeknya kini bertengger apik diruang tamu sejajar dengan figura keluarga ini. Padahal Seokjin selama ini kurang mengenal keluarga ayah dan ibunya, terlebih ibunya memanglah seorang anak tunggal. Jadi, satu - satunya saudara yang ia punya ialah dari ayahnya alias hanya pamannya ini. Seokjin tidak pernah berkunjung ke Korea Selatan meski ini adalah kampung halaman kedua orang tuanya membuat kontak dan hubungan Seokjin dengan pamannya menjadi jauh. Seokjin sedikit bersyukur mendapat tugas kemari sehingga lebih mengenal keluarga satu - satunya. Seokjin selama makan ditanya mengenai tugasnya, apakah berat, apakah dia makan dengan teratur membuat Seokjin hampir meneteskan air mata.

Sebegitu murninya kasih sayang keluarga pamannya ini kepadanya.

Malamnya Seokjin melakukan video group call dengan teman - temannya dan sehabis itu keluarganya terlebih ibunya yang khawatir luar biasa takut anaknya menghadapi cultural shock di negeri ginseng sana. Setelah sesi kangen dan temu rindunya Seokjin menyadari kini di meja kerjanya terdapat tiga figura baru disamping figura ia dan teman - temannya serta figura keluarganya.

Figura dirinya yang berfoto bersama keluarga pamannya, lalu bersama sepupunya, dan yang terakhir ia sendiri tersenyum bebas difoto itu meski dalam balutan formal layaknya pas foto.

Seokjin terenyuh.

Seokjin tidak bisa begini terus. Ia tidak boleh mengecewakan keluarganya, pamannya, juga pak menteri yang sudah mengamanatkan tugas kepadanya. Ia harus kuat dan tegar. Segera saja ia membuka seluruh berkas - berkas korban dan lainnya. Seokjin juga telah mendapat rekaman CCTV yang dimintanya beserta omelan dari Chanwook yang mengeluh karena membuatnya menjadi begadang semalaman penuh.

Jin segera mengambil foto profil Lee Sae Bom, Choi Reanee, Kim Yun Ah, Seo Hae Soo, Oh Soo Jin, Oh Eun Byul, dan Na Jung Eun. Seokjin kemudian menaruh foto mayat mereka yang ditemukan di lokasi TKP disamping foto profil mereka terkecuali Jungeun yang saat itu bersyukur masih bisa bernafas. Seokjin kemudian mengambil spidol berwarna hitam dan mulai menulis nama mereka di transparent board miliknya. Jin kemudian mengambil spidol berwarna biru dan mulai menulis dibawah nama mereka masing - masing.

Lee Sae Bom

Dua puluh delapan tahun.

Dinyatakan hilang sejak 07-11-2018.

Pernah menjadi backdancer BTS.

...

Choi Reanee

Tiga puluh lima tahun.

Dinyatakan hilang sejak 21-11-2018.

Pernah menjadi interpreter BTS di salah satu interview untuk media internasional.

...

Kim Yun Ah

Dua puluh satu tahun.

Dinyatakan hilang sejak 14-12-2018.

Part timer disalah satu coffee restaurant langganan BTS.

...

Seo Hae Soo

Dua puluh satu tahun.

Dinyatakan hilang sejak 14-12-2018.

Masternim dengan nama "smile for you" untuk fansite milik Jimin.

...

Oh Soo Jin dan Oh Eun Byul.

Dua puluh tujuh tahun dan Dua puluh tahun.

Keduanya tampak aktif di fancafe milik BTS dengan nama "SooJinNam" dan "EunHope".

...

Na Jung Eun

Tujuh belas tahun.

Dinyatakan hilang sejak 28-12-2018.

Adik kelas Jungkook di klub paduan suara.

...

Seokjin lalu mengambil spidol berwarna merah dan mengaitkan ketujuh profil wanita ini lalu dibawahnya menulis "BTS" dan "Karbon Monoksida." Setelah Seokjin memandangi boardnya yang sudah penuh dengan foto dan coretan warna - warni hasil spidolnya, Seokjin masih belum bisa mengerti mengenai kasus ini. Jika memang ada kaitannya dengan BTS apakah sudah yakin seratus persen bahwa ini ulah BTS? Seperti Reanee misalnya, hubungannya dengan BTS hanyalah sebatas partner kerja saja dan mereka hanya bertemu tepat disitu saja. Reanee pun tak menunjukkan kedekatan yang berarti atau semacam interest dengan BTS.

Lalu yang kedua, Karbon Monoksida.

Jungeun yang sedang dirawat dirumah sakitpun terdeteksi menghirup gas berbahaya tersebut. Lalu pertanyaan yang muncul adalah, mengapa mereka menghirup gas tersebut? Apakah mereka dipaksa? Dilihat dari mayatnya, tidak ada tanda - tanda pemaksaan atau penolakan dari korban sendiri. Luka bekas tanda penyiksaan pun tidak ada selain bekas pengikat kaki dan lengan.

Mereka dibiarkan mati seolah - olah dengan "Damai."

Seokjin segera menulis kan hal tersebut dengan spidol warna merah.

Sekarang iya mendapat tiga kata kunci, BTS, Karbon Monoksida, dan Damai.

Apa korelasi ketiganya atau mungkin ada keyword lain? Seokjin segera membuka laptopnya kembali dan mencoba mencari di situs portal kesehatan mengenai seluruh jurnal mengenai Karbon Monoksida, dan bagaimana cara kerjanya. Setelah tiga puluh menit tanpa henti membaca hingga membuat matanya perih sebuah artikel menarik perhatiannya.

Keracunan Karbon Monoksida = Mati Indah

Deg.

Jantung Seokjin seketika berdegup cepat dan tanpa babibu langsung mengklik artikel tersebut.

Kematian yang disebabkan oleh keracunan karbon monoksida (CO) adalah kematian yang tidak pernah disadari. Gejalanya pun "menyenangkan", merasa rileks dan berhalusinasi. Korban keracunan jarang sekali bisa menyelamatkan diri dari kondisi sekitar yang penuh gas CO. Dokter Elisna Syahrudin Sp P dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Persahabatan Jakarta, bahkan menyebut mati akibat keracunan gas CO sering disebut "mati indah". "Karena tanda-tandanya memang merasa rileks, di mana mati yang begitu namanya mati indah," ujar Elisna ketika dihubungi, Selasa (16/6), berkait dengan kembali ditemukannya pasangan muda-mudi yang tewas akibat keracunan gas CO di dalam mobil di Ancol, kemarin.

Seokjin pun akhirnya dengan penemuan ini. Ia baru sadar bahwa Karbon Monoksida memang gas berbahaya yang memang tidak akan berpengaruh atau menimbulkan sakit apa - apa.

Secara medis, katanya, gas CO adalah kompetitor dari Hemoglobin Oksida (HbO) yang mengikat oksigen dan mengantarkan ke paru-paru dan ke seluruh sel tubuh, mulai dari otak hingga sel-sel tubuh lainnya. Ketika gas CO terhirup berlebihan, maka gas ini mengikat lebih kuat sehingga meghalangi Hemoglobin darah mengikat oksigen. "Padahal yang disebut bernafas adalah (menghirup) oksigen dari luar masuk ke darah, diikat Hemoglobin, baru diantarkan ke sel-sel tubuh. Jadi kalau CO menghalangi, ya sel-sel tubuh itu tidak mendapat oksigen," ujar Eslina. Otak, katanya, termasuk sel tubuh yang akan berhenti bekerja jika tidak menerima pasokan oksigen lebih dari delapan menit dan akan menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh yang lain.

Dokter spesialis paru ini juga mengingatkan bahwa kasus keracunan juga sering terjadi di kawasan dingin, di mana masyarakatnya sering menggunakan kayu bakar untuk menghangatkan ruangan atau bahkan badan. "Padahal, itu berpotensi mengakibatkan kematian jika kayu bakarnya masih basah atau tidak terlalu kering," katanya.

Seokjin tersentak kemudian. Seokjin seketika berdiri memperhatikan satu persatu foto korban yang diambil di TKP dimana mereka menunjukkan warna tubuh yang membiru, memerah, atau pucat terutama dibagian dada. Seokjin seketika mengingat bahwa korban ditemukan di meja podium yang terbuat dari kayu. Kemungkinan mereka menghirup gas itu selama didalamnya tanpa sengaja karena cuaca yang diluar sangat ekstrim dinginnya. Seokjin segera mengambil sticky notes berwarna kuning lalu menulis dengan pulpen berwarna ungu.

Cara pembunuhan :

Korban disekap di sebuah 'space' kecil dimana susah untuk mendapat oksigen terkhususnya space tersebut terbuat dari kayu dimana cuaca sekarang memasuki musim salju sehingga uap didalam space tersebut menciptakan karbon monoksida. Dilihat dari bercak kebiruan, kemerahan, serta pucatnya para korban. Korban hanya butuh waktu dua jam untuk dapat meninggal.

Sticky notes itu ditempel kemudian semakin meramainkan boardnya.

Akhirnya Seokjin bisa menemukan korelasi "Karbon Monoksida" ini dengan "Damai."

Tapi apakah hanya itu? Sesuai artikel yang ia baca tadi, dokter tersebut mendeskripsikannya sebagai sesuatu kematian yang indah. Lalu apa hubungannya dengan BTS?

Tunggu dulu.

Seven Deadly Sins

Created by BTS, Jungkook.

Seokjin baru menyadarinya sekarang. Jika Seokjin perhatikan seluruh korban berusia kelipatan tujuh, seperti Saebom dua puluh delapan tahun (4 X 7), Reanee tiga puluh lima tahun (5 X 7), dan Yunah dua puluh satu tahun (3 X 7). Lalu bagaimana dengan Oh bersaudara juga Jungeun? Soojin berusia dua puluh tujuh tahun dimana jika dikurangi dengan usia adiknya menghasilkan tujuh (27-20), lalu angka tujuh tersebut ada diangka terakhir usia Jungeun (17), dan jika ditotal maka korban tersangka ini juga berjumlah tujuh.

Dan tanggal mereka dinyatakan hilang juga berkelipatan tujuh (7,14,21, dan 28).

Seokjin segera mengambil spidol merahnya dan menuliskan "Seven Deadly Sins."

Sekarang ia punya empat kata kunci.

Bagaimana sekarang menghubungkannya?

花樣年華

Hwa Yang Yeon Hwa

Picture taken by BTS, V.

Seketika jantung Seokjin berdegup cepat.

"Hwa Yang Yeon Hwa..."

"...The Most Beautiful Moment in Life"

/-/

Taehyung balik ke apartemennya mendapati Tuan Kim, tim manajer, beserta membernya dalam muka harap - harap cemas setelah mendapati Taehyung kembali.

"Polisi baru itu tidak mencurigaiku apa -apa. Ia hanya menanyakan aktifitasku selama kejadian berlangsung, itu saja"

"Kau yakin?" tanya tuan Kim memastikan.

"Dia berbicara dan bertutur dengan sopan, dia bahkan menawarkan segelas kopi dan sepiring fried chicken" ujar Taehyung duduk di sofa meregangkan badannya untuk melemaskan ototnya. Tuan Kim yang puas dengan jawaban Taehyung segera menghela nafas lega dan keluar bersama Tim Manajer lainnya untuk memastikan bahwa saat Taehyung ke kantor polisi tidak tertangkap media apapun dan memastikan kepolisian tidak me-release statement apapun mengenai artisnya. Taehyung yang kelelahan segera membasuh dirinya dikamar mandi.

"Diluar sana dingin, melihat anda datang sendirian, saya berasumsi bahwa anda menghadapi dingin luar biasa diluar sana. Maaf kami hanya mempunyai kopi dan ayam ini saja"

Taehyung tergelak dalam mandinya, dia baru menyadari Seokjin punya suara yang lembut. Taehyung bahkan ragu jika Seokjin memang seorang polisi. Setelah menyelesaikan mandi malamnya, ia memilih memakai piyama berwarna biru dan mulai membuka laptopnya yang sudah lama tidak ia sentuh.

Kim Seok Jin.

Taehyung berdecak kesal begitu melihat layar laptopnya bertuliskan "Your search - Kim Seokjin - did not match any documents." Taehyung melampirkan handuknya dirambutnya yang basah dan mulai mengganti situs pencarian dari Naver ke Google. Namun hasilnya pun sama saja.

"Siapa namamu...?"

"Janice Kim"

Taehyung segera saja mengingat bahwa Seokjin bukan dari Korea Selatan, ia segera mencoba mengketik nama tersebut dan situs yang pertama kali muncul ialah, "Directory Search | Harvard Alumni"segera Taehyung mengklik link tersebut namun yang muncul kemudian ialah register dan login dimana kedua - duanya tidak mungkin Taehyung akses karena sama - sama membutuhkan ID Mahasiswa.

"Apakah ia benar - benar lulusan Harvard...?" ujar Taehyung ragu.

Ia pun kembali kekolom pencarian dan dibawahnya link yang tadi Taehyung klik ada "Catalog Records : Harvard alumni directory, 2017 | Hathi Trust Digital Library"

Taehyung tentu segera mengklik link tersebut menampilkan sebuah buku berbentuk pdf dengan deskripsi,

Harvard alumni directory : a catalogue of former students now living, including graduates and non-graduates, and the holders of honorary degrees. Boston, Mass.: Harvard Alumni Association, 2017.

Taehyung segera mengklik "full view" dan menyadari bahwa nama seluruh alumni Harvard ada ribuan dan memusingkan, Taehyung sendiri memiliki skill membaca cepat hingga ia sampai pada sebuah kolom bertuliskan,

Kim, Janice. [2017-06, LL.B, Criminal Justice and Law.] Manhattan, New York.

Taehyung tersenyum senang hanya karena sederet baris dikolom itu entah mengapa. Taehyung bahkan belum bisa memastikan bahwa itu 'Janice Kim' yang dia cari. Taehyung akhirnya mencoba membuka instagram dan mencari foto dengan tag location Harvard atau Harvard Law School, dan layaknya dewi fortuna yang berpihak kepadanya ia menemukan salah satu postingan username bernama catalinamarine di tanggal 13 Juni 2017 dengan caption "college is over" dimana didalam foto tersebut ada lima orang, tiga diantaranya perempuan dan dua laki - laki yang sedang memakai baju khas wisudawan dan salah satu laki - laki itu adalah Seokjin. Foto tersebut menuai banyak komentar salah satunya dari paul123 yang menulis "I should take more few pictures for you and your friends" dimana si pemilik akun itu membalas "Posted at your account! You such a great photographer!" membuat Taehyung segera men-stalking akun tersebut menemukan sebuah foto yang mirip dengan foto yang diposting Catalina ini didalam sepuluh slide, dan salah satunya,

Ada foto Seokjin sendiri tersenyum bahagia dengan topi toga dan baju hitam wisudanya, tangannya penuh dengan tabung khas wisudawan, sebuah map bertuliskan "Janice Kim" yang Taehyung prediksi didalamnya ialah sertifikat kelulusan dan sebuket bunga lily berwarna putih dan pink.

Untuk sedetik, jantung Taehyung akhirnya berdebar lagi setelah bertahun - tahun mati rasa.

Taehyung bahkan tidak sadar sudah men-download foto tersebut dan menjadikannya wallpaper laptop dan ponselnya.

Keesokan harinya Taehyung terbangun dengan Jimin yang membangunkannya dengan panik.

"Kau dipanggil keruang tamu" ujar Jimin panik.

"Ada apa memangnya?" tanya Taehyung masih mengumpulkan sisa - sisa kesadarannya.

"Lebih baik kau segera kesana Taehyung!" ujar Jimin panik menggereknya keluar kamar. Diluar, kesadaran Taehyung seketika balik begitu ponselnya dalam posisi nyala begitu juga laptopnya.

Wallpaper Seokjin disana.

Seketika Taehyung mendapat tamparan dari Yoongi.

"Kau gila Kim Tae Hyung! Dimana letak kesadaranmu!?" ujar Yoongi mengamuk dengan Hoseok mencoba menahan Yoongi yang segera ingin menghajar Taehyung kembali.

"Memang apa salahnya kalau aku tertarik dengannya hyung?" ujar Taehyung yang juga tersulut emosi.

"Dia anak buah Wooil! Kau gila!?" Amuk Yoongi.

"Ya terus memangnya kenapa kalau dia anak buah Wooil!? Toh selama ini kita memang selalu jadi incaran polisi kan!? Sekalian saja aku berhubungan badan dengannya!"

"Kim Tae Hyung kau sudah berlebihan sekarang" ujar Hoseok mencoba mendinginkan suasana.

"Berlebihan apanya hyung? Apa kita tidak lelah dituduh terus menerus? Hanya karna aib kita semua di masa lalu tidak ada satupun dari kita berani!"

"Kau-" perdebatan mereka terhenti dikala mendengar suara bel, Jungkook yang sedari tadi diam segera menuju Intercom mendapati Seokjin ada dilayar Intercom mereka nampak kedinginan memakai jaket parka berwarna putih senada dengan fur dibagian penutup kepala jaketnya tengah memegang sebuah amplop berwarna coklat yang sudah Jungkook hapal diluar kepala.

Surat Pemanggilan Kepolisian.

'"Nuguseyo?" ujar Jungkook asal meski tahu yang dihadapan mereka Seokjin.

"Ah, annyeong haseyo, Kim Seok Jin imnida saya ingin memberikan surat panggilan kepolisian" ujar Seokjin tersenyum sopan dibalik pintu sana.

"Surat pemanggilan? untuk apa?" tanya Jungkook karena melihat Seokjin dalam balutan pakaian santai membuatnya merasa bahwa Seokjin sedang tidak bertugas.

"Ah surat untuk dimintai keterangan untuk Jeon Jungkook-shi. Ah, apa yang bersangkutan berhalangan-" ujar Seokjin terhenti ketika melihat pintu terbuka dengan Jungkook dihadapannya.

"Ah, annyeong haseyo" ujar Seokjin membungkuk sembilan puluh derajat menghormati si tuan rumah.

"Silahkan masuk" ujar Jungkook mempersilahkan Seokjin masuk. Dalam sekejap Seokjin bisa merasakan aura dingin didalam apartemen ini dengan muka Taehyung yang nampak membiru di pipi sebelah kanannya meski kini Jimin menghidangkannya segelas teh lemon.

"Silahkan diminum, kami jarang dirumah jadi tidak banyak stok makanan untuk melayani tamu disini" ujar Jimin.

"Ah tidak apa - apa terima kasih" jawab Seokjin sopan merasa tidak enak harus dilayani seperti ini.

"Ini pertama kalinya seorang polisi datang ke apartemen kami tanpa mengacak atau membongkar isi apartemen kami" ujar Yoongi sarkas setia dengan muka dinginnya.

Seokjin tahu bahwa ia bukan tamu yang 'diharapkan'.

"Saya kesini hanya memberi tahu bahwa Jungkook-shi dipanggil kepolisian untuk dimintai keterangan lusa pagi, apakah bisa?" tanya Seokjin sopan.

"Jikalau tidak bisa memangnya kenapa?" tanya Namjoon sarkasme.

Tentu saja Jungkook harus bisa hadir-

"Jikalau memang tidak bisa tentu kami bisa me-reschedule ulang" jawab Seokjin tenang.

Tentu saja semua yang ada disana tercengang.

"Ah dan satu lagi saya ingin menyerahkan ini, seharushnya ini ditujukan kepada Tuan Kim tapi saat saya berkunjung ke agensi anda beliau nampak tidak ada disana jadi saya langsung bawa saja kesini" ujar Seokjin menyerahkan satu amplop lagi berwarna putih yang tersembunyi dibalik jaketnya.

"Ini apa?" tanya Namjoon yang mengambil amplop tersebut.

"Itu surat penangguhan otorisasi kepolisian mengenai hak kalian untuk pergi ke luar negeri. Kalian sudah diperkenankan untuk beraktivitas di luar maupun dalam negeri" ujar Seokjin semakin menambah keterkejutan di wajah para member BTS.

"Kau serius?" tanya Hoseok memastikan.

"Nde, didalam surat tersebut sudah tertulis jelas, apabila ada yang ingin ditanyakan kalian bisa ke bagian imigrasi atau administrasi di kantor polisi. Mereka berdua bagian yang mengurus masalah ini"

"Bagaimana dengan kelanjutan kasus mengenai tujuh perempuan itu?" tanya Jungkook memastikan.

Bagaimanapun para wanita itu ada 'tiba - tiba' di dalam meja podium patung miliknya.

"Kasusnya masih kami usut jadi tolong dimohon kerja sama-"

"Maksudnya adalah kau tidak ingin memenjarakanku meski sudah jelas mayat itu ada didalam meja itu" tanya Jungkook terbawa suasana.

Semua hening.

"Jungkook-ah..." ujar Jimin prihatin.

Seokjin tersenyum.

"Tidak sebelum anda dibuktikan bersalah, jadi jangan khawatir jika memang anda bukan pelakunya..." ujar Seokjin mencoba tersenyum menenangkan.

"Ah, V-shi. Foto - foto yang anda tampilkan didalam pameran, bisakah anda tunjukkan spot foto pengambilannya?"

"Tentu saja, tunggu sebentar" ujar Taehyung menggebu - gebu tersenyum senang sekaligus mengejek member lainnya.

'Sudah kukatakan, dia berbeda'

/-/

Setelah sesi jamuan dan menunggu Taehyung yang terngah bersiap - siap, kini Seokjin hanya ditemani oleh Jungkook dan Jimin.

"Apakah benar aku bisa melakukan penjadwalan ulang?" tanya Jungkook sekali lagi memastikan.

"Pada hakikatnya, memenuhi permintaan Kepolisian untuk didengar keterangannya adalah kewajiban bagi setiap warga negara yang baik Jungkook-shi. Jika ada ketidakcocokan jadwal, bisa dikomunikasikan agar dijadwalkan kembali. Anda tidak dapat berprasangka Polisi sudah tidak netral jika belum memenuhi panggilan tersebut" ujar Seokjin mengerti kegelisahan Jungkook.

Sementara Yoongi hanya bisa curi - curi dengar dari dapur mengenai percakapan mereka.

"Berapa umurmu?" tanya Jimin sopan.

"Ah, saya kelahiran Desember 1998" jawab Seokjin.

"Berarti kita semua hyungmu, Jungkook kelahiran 1997. Taehyung punya bulan lahir yang sama denganmu, jadi tidak usah formal begitu" ujar Jimin mencoba mencairkan suasana yang tegang.

"Nde Jimin hyung" ujar Seokjin tersenyum hangat.

"Omong - omong kamu tidak bertugas hari ini" tanya Jungkook.

"Ah, sebenarnya aku habis dari kantor polisi tadi untuk memeriksa banyak hal tapi sebenarnya ini hari liburku seharusnya ada polisi lain yang mengantarkan surat ini tapi karena aku ada urusan dengan Taehyung jadi aku menawarkan diri" ungkap Seokjin.

"Memangnya kenapa tiba - tiba ada urusan dengan Taehyung?" tanya Jimin.

"Sebagian untuk penyelidikan sebagian lagi untuk mengetahui sisi fotografi. Saya tidak pandai mengambil foto jadi siapa tahu bisa diajari" jelas Seokjin jujur.

'Juga untuk mengetahui "Hwa Yang Yeon Hwa" milik Taehyung'

Taehyung siap dengan pakaian serba hitam dibalut topi dan masker berwarna senada. Spot pertama yang Taehyung antarkan adalah gedung agensinya dahulu. ruangan dance practice yang ada didalam fotonya.

"Ini ruangan dance practice ku dulu. Ruangan dance practice kami sudah lebih besar sekarang di lokasi agensi kami yang baru" Jelas Taehyung sambil bernostalgia di sebuah ruangan minimalis dengan dinding marmer berwarna putih dan lantainya yang terbuat dari kayu yang dipoles semengkilat mungkin.

Mungkin perbedaannya sekarang tidak ada lagi tulisan 'Big Hit Entertainment' yang ada di dalam foto Taehyung mengingat studio ini sudah tidak lagi menjadi milik agensi mereka.

"Ah, V-shi, apa dulu kalian berlatih dengan backup dancer disini?"

"Sebagian kurasa? Mengingat luas studio ini cukup kecil dan biasanya back dancer kami bisa sepuluh hingga dua puluh orang. Biasanya jika seperti itu kami menyewa studio yang sedikit lebih besar atau lapangan bola basket atau mungkin outdoor sekalian" ujar V.

Seokjin berkeliling gedung ini dan menemukan sebuah moodboard dimana ada BTS dan crewnya berfoto disini.

"Pemilik gedung ini suka memfoto siapapun yang pernah memakai studionya lalu ditempel disini sekaligus menulis pesan di board satunya" ujar Taehyung melihat dirinya dulu yang ceking dengan model rambut meessy undercut dengan warna orangey reddish brown.

Nampaknya foto ini diambil di era Boy In Luv.

Taehyung yang masih dengan dunianya sendiri tidak memperhatikan Seokjin yang sedari tadi mencari foto Lee Sae Boom dikalangan sekumpulan orang dengan foto yang saling tumpang tindih. Hingga akhirnya dirinya menemukan sebuah foto perempuan memakai crop top berlambang 'Nike' dan jogger pants berlambang 'Adidas' tengah berpose di depan kaca.

Saebom-ie, Queen of dancing machine!

Kira - kira begitu isi sticky notesnya.

Seokjin dengan secepat kilat mengambil foto dan sticky notes tersebut tanpa disadari Taehyung.

Selanjutnya ialah, sebuah kelas yang rupanya merupakan sebuah kelas di tempat Jungkook bersekolah dahulu. Foto itu diambil dihari kelulusan Jungkook. Tidak ada informasi yang berarti mengenai Jungeun selain bahwa ada foto Jungeun dan Jungkook dalam satu frame di sebuah figura. Sepertinya foto itu diambil saat klub ini melepaskan angkatan Jungkook telah resmi lulus. Seokjin memfoto figura tersebut. Mereka menuju sebuah kafe tempat dimana Yunah bekerja sebagai part-timer, Taehyung nampaknya tidak menyadari wajah para korban saat itu sehingga Taehyung nampak santai saja masuk kedalam kemari. Taehyung menunjukkan tempat duduk favoritnya. Dilantai dua, menghadap balkon kaca, tepat diujung kanan. Taman bermain yang Taehyung foto merupakan taman di sebuah TK yang dekat dengan sebuah rumah sakit dimana belakang gedung rumah sakit tersebut terdapat taman yang cantik. Taehyung mengajak Seokjin ke gedung KBS dimana lokasi tempat ia memfoto ialah karena dihari itu BTS pertama kali mendapat undangan jadi guest star di KBS World Radio.

"Boleh aku tanya mengapa V-shi-"

"Taehyung. Namaku Taehyung"

"Ah nde, maaf Taehyung-shi. Mengapa anda menamakan koleksi foto anda sebagai Hwa Yang Yeon Hwa...?"

Taehyung tersenyum dan mengajaknya ke lokasi terakhir.

Sebuah pantai dermaga di Busan.

"Karena foto itu berisi momen - momen kebahagiaanku. Disaat aku lelah dan ingin mati aku melihat kembali foto - foto itu. Kau lihat menara tinggi terbengkalai diujung sana" ujar Taehyung menunjuk sebuah menara tinggi terbengkalai.

"Nde..." Jawab Seokjin.

"Aku selalu memikirkan bagaimana jika aku terjun ke laut dari ketinggian itu, apakah aku mati oleh dinginnya laut, atau mati karena kehabisan nafas, pikiran - pikiran seperti itu sering hinggap dikepalaku"

/-/

Seokjin benar - benar buntu.

Semua omongan Taehyung membuat Seokjin lagi - lagi bingung memikirkan kasus rumit ini. Seokjin segera saja keruang rapat untuk melakukan persentasi kasusnya. Semua orang sudah hadir termasuk Wooil dan Captain Woo.

"Kamu bisa memulai persentasinya" ujar Captain Woo memberikan Izin. Seokjin segera maju kedepan memberikan flashdisknya kepada Kyungwoo dan tak berlangsung lama, persentasi yang disiapkan Seokjin muncul.

"Tersangkanya adalah seorang seniman" statement pertama Seokjin yang membuat mereka tercengang.

"Lalu?"

"Dan BTS 'digiring' menjadi tersangkanya"

"NDE!?"

/-/

BTS announce 'Love Yourself' world tour dates and locations.

"Sepertinya pihak kepolisian sudah menangguhkan otorisasi mereka..." ujar pemuda yang baru saja masuk kedalam melepaskan jas dan merenggangkan dasinya.

"Hm, sepertinya begitu...apa yang membuat mereka tidak menerima 'hadiahku'" ujar pemuda lainnya yang sedari sudah ada didalam kamar sedang mengaduk - aduk wine digelas miliknya tengah memakai bathrobe

"Kurasa pemuda itu sudah menerima hadiahmu" ujar pemuda yang melepaskan jas tadi menggulung kemejanya dan menarik sebuah tablet dari tasnya dan menyerahkan kepada si pemuda wine tadi dan duduk dihadapannya sambil menuangkan wine untuknya.

Pemuda tadi yang mendapat tablet mendapati slide - slide foto Seokjin yang tengah menunggu didepan apartemen BTS, Jungkook yang membukakan pintu, dan keduanya yang tengah masuk kedalam, lalu ada foto Taehyung yang masuk kedalam kantor kepolisian begitu pula Jungkook yang sehabis keluar dari kantor kepolisian.

"Jungeun masih hidup, dia dirawat di rumah sakit sekarang, mungkin itu sebabnya scapegoat andalanmu tidak berfungsi kali ini" ujar pemuda berkemeja tadi merilekskan badannya sambil meminum wine yang ia tuang tadi.

Tak lama kemudian si pemuda bathrobe tadi mendapat sebuah pesan masuk.

Hidupkan TV-mu and see how the table turned now.

"Ada apa?" ujar si pemuda berkemeja tadi.

"Dia memintaku menyalakan TV" ujarnya lagi membuat si pemuda bathrobe tadi menyalakann TV-nya.

"Breaking News, Tujuh wanita yang hilang tiga bulan yang lalu telah ditemukan. Enam diantaranya tewas dan identitas mereka ialah Lee Sae Bom dua puluh delapan tahun, Choi Reanee tiga puluh lima tahun, Kim Yun Ah dua puluh satu tahun, Seo Hae Soo dua puluh satu tahun, dan yang terakhir Oh Soo Jin dan Oh Eun Byul dua puluh tujuh tahun dan dua puluh tahun. Tersisa satu yang masih hidup saat ini menjalani perawatan intensif ialah siswi berusia tujuh belas tahun bernama Na Jung Eun. Sampai berita ini diturunkan pihak kepolisian masih mencari pelakunya, saat ini saya bersama dengan kepala investigasi yang mengurus kasus ini. Selamat Malam Kim Seok Jin-shi"

"Nde, Selamat Malam"

"Bagaimana perkembangan kasus ini?"

"Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan kami masih menunggu hingga sadarnya korban yang masih dirawat sebagai kunci utama dari kasus ini. Namun, disaat kami menunggu, kami memanfaatkan waktu ini untuk mencari tersangka"

"Apakah pihak kepolisian sudah menemukan tersangka yang pasti? Karena tiga bulan yang lalu warga Korea Selatan geger akan berita kehilangan tujuh perempuan ini yang ada kaitannya dengan pekerja seniman tersohor di negeri ini"

"Ya memang benar bahwa tersangkanya adalah seorang seniman, mungkin saja bagian dari publik figur terkenal tapi jika yang anda maksudkan adalah grup yang diasumsikan banyak orang hal itu tidak benar"

"Besarkan volumenya" ujar si pemuda berkemeja tadi membuat si pemuda bathrobe meninggikan sedikit volume suaranya.

"Maksud anda? Bukankah ketujuh wanita tadi adalah seorang Army?"

"Kami menemukan kejanggalan didalam mayat korban dimana tubuh korban diawetkan dan dibentuk sedimikian rupa sehingga terlihat sangat indah dilihat mata. Namun kami dengan teliti menemukan bahwa yang melakukannya ialah seorang laki - laki berkisar diakhir dua puluhan atau awal tiga puluhan mengenakan masker hitam dan topi hitam. Orang inilah yang membunuh serta menculik ketujuh wanita ini dan mem-framing kejahatannya kepada BTS, Setelah kami selidiki, para korban bukanlah seorang Army sepenuhnya sebagian dari mereka hanyalah orang - orang yang pernah bekerja dengan BTS sehingga BTS menjadi suspect utama kami dan mengabaikan tersangka sesungguhnya. Prediksi kami adalah seorang artis atau tepatnya seorang aktor yang mungkin saja pintar, menguasai beberapa bahasa asing, ramah, cinta pada anak - anak, ahli memahat dan bermain alat musik, dan..."

"Dan...?"

"Dan seorang pemeluk agama yang taat karena begitu obsesinya ia terhadap seven virtues. Saya rasa hanya itu saja yang bisa saya sampaikan karena kami masih mencari aktor dengan kriteria tersebut. Apabila masyarakat menemukan orang dengan karakter demikian segera hubungi pihak kepolisian"

"Terima kasih atas ketersediaan anda dalam wawancara kami. Saya Min Hyun Soo, melaporkan dari Seoul Metropolitan Police Agency, SBS News, Selamat malam"

Klik.

Pemuda bathrobe tersebut mematikan televisinya dan tertawa. Tertawa lebar dan kencang hingga mampu membuat botol wine diatas mejanya bergetar. Pemuda yang berkemaja tadi hanya bisa geleng - geleng kepala. Tak lama kemudian ponsel milik pemuda berkemaja tadi kembali bergetar.

Hangyeol is calling...

"Hangyeol tampaknya sedang panik" ujar pemuda berkemeja tadi menghentikan tawa pemuda bathrobe tadi membuatnya duduk tenang dan menyesap winenya.

"Angkat" titahnya membuat pemuda berkemeja tadi mengangkat telponnya dan mengaktifkan speakernya.

"Hyung! Hyung sudah lihat beritanya kan!? Hyung dinama Hyungnim! Hanya hyungnim yang bisa membantuku!"

"Hangyeol-ah..." ujar pemuda bathrobe tadi sambil mengambil ponselnya dan membuka pesan masuk.

"Hiks...hyungnim kau ada disana!?...tolong aku hyungnim..."

Hidupkan TV-mu and see how the table turned now.

Reply : Aku sudah melihatnya dimana kau sekarang.

"Apa yang harus aku bantu, aku sudah membantumu semampuku. Aku sudah menyiapkan BTS sebagai scapegoatmu dan aku tak bisa-"

"BTS BAJINGAN ITU TIDAK TERTANGKAP HYUNG! WANITA JALANG SIALAN! MEREKA SEMUALAH YANG BERDOSA!" teriak Hangyeol histeris membuat pening kuping kedua pemuda tadi, tak lama kemudian pemuda bathrobe itu mendapat pesan masuk.

Didalam kamar Hangyeol. Membersihkan 'bekas - bekasmu.' Kenapa? Kau ingin aku membersihkannya juga?

Pemuda bathrobe tersebut tersenyum mengerikan.

"My love..."

"Hiks...yes daddy" ujar Hangyeol disebrang sana.

"Kau tahu aku mencintaimu bukan, aku tak akan membiarkanmu disentuh oleh siapapun..."

Reply : Ya. Bersihkan dia sekarang juga.

"...selain aku."

Dan tak lama kemudian terdengar suara tembakan.

"Kupastikan kau tidur tenang tanpa dosa, sayang..." ujar pemuda bathrobe tadi santai sambil menghabiskan winenya.

"Ini pertama kalinya kau kehilangan kekasihmu" ujar pemuda berkemeja tadi.

"Mau bagaimana lagi, aku tak ingin dia menangis ketakutan seperti tadi. Itu melukai hatiku" ujar pemuda bathrobe tadi.

"Cih, kau bersikap seolah kehilangan kekasih, namun kini matamu menatap ganas polisi muda itu" pemuda berkemeja itu berucap sarkasme.

Sang pemuda bathrobe tertawa.

"Haruskah aku mencari pengganti Hangyeol? Kim Seokjin? Pemuda ini bukanlah pantas menggantikan Hangyeolku? Dia akan tampak sangat manis dan menggoda..."

"...setelah ia menerima hadiah tambahanku ini"

/-/

"HYUNG!" ujar Gitae panik.

"Waeyo?" ujar Kwangil yang tengah berdiskusi laporan dengan Wooil.

"Unit 112 mendapat telfon dari salah satu penghuni apartemen di Hongdae bahwa ia mendengar suara tembakan dari unit kamar sebelahnya"

Seokjin dan Chanwook yang baru saja datang dari luar kaget mendengar beritanya.

"Nde!? Suara tembakan!?" ujar Seunghwan.

"Kemasi barang kalian dan segera menuju lokasi kejadian. Kyungwoo minta laporan dari Unit 112 dan Kwangil perintahkan unit patroli yang ada di Hongdae untuk segera lebih dulu mengamankan TKP. dan- Eunho. Dimana Eunho?"

"Ini adalah hari liburnya hyung. Mau kupanggilkan dia?" jawab Chanwook.

"Tidak usah. Chanwook kau selidiki pemilik unit yang dilaporkan. Seunghwan dan Seokjin kalian berdua ikut denganku dan yang lainnya menyusul segera"

"NDE!"

Selama persiapan menuju parkiran Kyungwoo dan Chanwook datang menyusul sambil membawa kertas membuat mereka menjadi satu mobil meninggalkan Gitae dan Kwangil.

"Hiruka Jung, 25 Tahun, ibunya orang Korea dan ayahnya orang Jepang. Ia tinggal di Komplek apartemen Hongdae JD House. Dia melapor bahwa pukul 23.45 KST dia mendengar suara tembakan dan suara gaduh dari balkon kamar tetangganya. Dia tinggal di Gedung B Unit 24 No. 2" ujar Kyungwoo.

"Profil tetangganya?"

"Gi Han Gyeol, aktor pendatang baru yang tengah naik daun berkat perannya sebagai pemeran pembantu di film Battleships. Ia tinggal di komplek apertemen yang sama dengan si penelpon" ujar Chanwook.

Sesampainya mereka di apartemen tersebut, para penghuni sudah diamankan keluar dari gedung mereka dengan desas desus yang heboh melihat mobil kepolisian dan mobil ambulan ada dikompleks perumahan mereka. Kwangil sudah tiba duluan dengan polisi patroli yang terlebih dahulu memasang garis kuning.

"Bisa jelaskan tata letak kompleks apartemen ini?" tanya Wooil pada Kwangil.

"Polisi yang berpatroli disini bilang bahwa ini hanyalah kompleks apartemen biasa dan biasa dihuni oleh mahasiswa Hongik University karna jaraknya yang dekat dari kampus dan biaya sewa atau kepemilikan yang lumayan pas untuk golongan menengah. Komplek ini terdiri dari lima gedung dan yang termahal ialah Gedung A dan B, biasa dihuni artis atau publik figur"

Wooil mengurut keningnya. Tanpa banyak basa - basi mereka segera menuju unit kamar yang dilaporkan oleh penelpon tadi dan membukanya menggunakan kunci cadangan dari si pemiik gedung. Tidak lupa mereka memakai sarung tangan alas kaki agar tidak merusak TKP.

Dan benar saja.

Gi Han Gyeol.

Ditemukkan tewas dengan bekas tembakan tepat ditengah keningnya.

Seokjin terbelalak melihatnya.

Bukan. Bukan karna mayat Hangyeol.

Tapi surat diatas mejanya yang bertuliskan.

Mianhae appa...

Mianhae eomma...

Putra yang kau banggakan ini...

Tidak lebih dari seorang pembunuhu...

Polisi sudah mencariku...dan...

Mianhae Jungkook-ah...

Aku mengkhianati persahabatan kita...

Telah memojokkanmu sebagai tersangkanya...

Seokjin melempar pandangan terhadap Wooil.

"Hyung dia..." ujar Seokjin tak bisa menyelesaikan omongannya.

"Seunghwan, wawancarai Haruka Jung sedetil mungkin mengenai laporannya. Apa yang ia lihat dan ia dengar tanyakan semuanya"

"Nde!"

"Gitae, minta data seluruh penghuni gedung ini selain Haruka Jung termasuk satpam. Apa yang mereka lakukan dari kemarin hingga malam ini, dan apakah mereka pernah melihat korban atau orang lain datang keapartemen ini. Informasi sekecil apapun berguna untuk kita"

"Nde!"

"Kwangil panggil tim forensik untuk segera mengakses ruangan ini dan rekaman CCTV gedung ini dan minta informasi dari agensinya dan juga agensi, jungkook bahkan orang - orang terdekatnya"

"Segera kulaksanakan" ujar Kwangil pergi.

"Kyungwoo akses seluruh sosial media, fanpage, fancafe, atau apapun di internet mengenai dirinya, dan kau Chanwook akses camera box mobilnya dan retas ponsel, laptop, dan telephone di rumah ini. cocokkan semuanya, gali informasi sekecil apapun lihat list panggilan, pesan, apapun kalau perlu kau mengakses seluruh cctv lalu lintas dimana mobilnya berada"

"Hyung...bukankah...ini berlebihan untuk sekedar kasus bunuh diri-"

"KAU PIKIR INI KASUS BUNUH DIRI!? KERJAKAN TUGASMU KWAK CHAN WOOK!"

"N-nde...h-hyung..." ujar Chanwook ciut dan Seokjin yang kaget melihat perubahan emosi Wooil.

"Dan kau Kim Seokjin..."

"Nde..."

"Kau bersamaku selidiki seluruh rumah ini" titah Wooil dingin.

Seokjin hanya bisa menatap mayat Hangyeol nanar.

'Hangyeol-shi...apa yang terjadi...kau kah pelaku pembunuhan berantai itu...atau...apakah dirimu benar - benar bunuh diri...?'


AUTHOR'S NOTE :

Hehehe gimana guys? seru nggak? ada yang bisa Hangyeol kah pelaku penculikan tujuh perempuan tadi? atau ada yang bisa menebak apa rahasia BTS? coba yang bisa menebak semua teka - teki ini silahkan tulis teorinya di komen.

Oh ya, kabar baik buat kita semua kini author sudah punya wattpad! bagi yang ingin mem-follow author silahkan cari dengan id yang sama yaitu HealingSigma. Menurut kalian perlukah author menulis disana? atau me-republish karya author disini? atau dua - duanya? wkwkw . Author tunggu saran kalian ya!

Oh ya, ada yang ingin tahu profil team Kepolisian Seoul dan team PI milik UNSC? Bisa author cantumkan di chap berikutnya bagi kalian yang kepo tentang kawan - kawan Seokjin ini dan ya disini Seokjin lebih muda dari member BTS lainnya.

Bagi kalian yang kurang paham sama 'teka - teki' didalam ceritanya juga bisa tulis di komen dan author sebisa mungkin menjawabnya~~

Dan seperti biasa,

DONT FORGET TO RnR ALSO FAV&FOLLOW

BUDAYAKAN MENINGGALKAN JEJAK YA TEMAN -TEMAN~~

p.s : Karena percayalah komen - komen kalian penambah semangat author buat update