TITTLE : Beauty Lawbreaking

ALTERNATIVE TITLE : The Shape of Voice

PAIR : ALLxJIN / EVERONExJIN


"There is a charm about the forbidden that makes it unspeakably desirable." - Mark Twain


Lima Jam sebelum penemuan Gi Han Gyeol

17.00 KST – Unit Investigasi Khusus, Seoul Metropolitan Police Agency

"Kamu bisa memulai persentasinya" ujar Captain Woo memberikan Izin. Seokjin segera maju kedepan memberikan flashdisknya kepada Kyungwoo dan tak berlangsung lama, persentasi yang disiapkan Seokjin muncul.

"Tersangkanya adalah seorang seniman" statement pertama Seokjin yang membuat mereka tercengang.

"Lalu?" tanya Wooil.

"Dan BTS 'digiring' menjadi tersangkanya"

"NDE!?" kaget mereka serempak. Chanwook yang tadi sedang minum iced coffee terpaksa menyemburkan minumannya saking kagetnya.

BTS bukan main suspect mereka selama ini? Hell, no! Seluruh bukti yang mereka kumpulkan dengan sekuat tenaga mengarah langsung kepada boygroup yang sedang naik daun tersebut. Bagaimana bisa Seokjin dengan mudah mementalkan semua efforts yang mereka lakukan selama ini!?

"Aku harap kamu bisa memberikan penjelasan yang masuk akal Jin, karna jika tidak, kamu sama saja melecehkan kami karna salah target" tegas Wooil dengan suara tertahan dan berat, suara emosi tertahan yang mampu membuat Seokjin bergetar.

Jin menarik nafas panjang sebelum memutar sebuah rekaman CCTV yang menampakkan Taehyung dan Jungkook.

"Dihari kita menemukan tujuh korban, baik Jungkook dan Taehyung mengunjungi sebuah pet shop, lalu mereka berpisah disini. Jungkook ke BigHit mengerjakan sesuatu di studionya sementara Taehyung bersama Jimin mengunjungi sebuah book cafe. Dari sini baik Jimin dan Taehyung kembali ke agensinya pukul setengah tiga sore untuk bersama - sama berangka menuju galeri tersebut. Mereka nampaknya tiba pukul tiga sore dan langsung menuju loader room memastikan barang - barang disana sebelum di display"

"Lalu?" tanya Kwangil.

"Dari kedua testimony baik Taehyung dan Jungkook. Keduanya sama – sama tidak mengetahui mengenai bagaimana bisa perempuan itu ditemukan didalam meja podium. Karena dari sini kita menemukan bahwa meja podium bukan berasal dari mereka tapi dari pihak penyelenggara atau dari pihak gallerynya sendiri. Aku sendiri sudah mengecek langsung CCTV di storage room selama tiga bulan terakhir dan tidak ditemukan member BTS yang dating kesana selain pada hari pameran tersebut dan itupun hanya memakan waktu sekitar lima menit dimana kalian bisa lihat sendiri bahwa mereka hanya sebatas memilih meja dan figura" jelas Seokjin dan semua fokus pada layar proyektor yang menampilkan rekaman CCTV dimana Jungkook hanya keliling sementara Taehyung berdiri di satu spot mencari sebuah figura diantara figura yang tertimbun disana lalu memanggil staff setelah menentukan pilihan dan pergi.

"Jadi maksudmu testimony mereka benar?" tanya Gitae memperjelas semuanya dan Seokjin mengangguk.

"Tidak ditemukan pemalsuan dari semua CCTV yang dikumpulkan, dan bukti bahwa BTS sama sekali terlibat interaksi langsung dengan para korban membuat potensi mereka menjadi tersangka sangat sulit karena kita hanya menjadikan mereka tersangka atas asumsi korban dekat dengan BTS atau dalam hal ini Jungkook" jawab Seokjin.

"Tapi kenapa bisa korban ini punya kesamaan. Maksudnya mereka datang dari berbagai latar belakang namun punya satu kesamaan yaitu punya 'hubungan' dengan BTS?" tanya Kyungwoo.

"Itulah sebabnya aku berkata bahwa BTS 'digiring' menjadi tersangkanya" ujar Seokjin mantap lalu menampilkan slide yang sebenarnya kurang lebih sama dengan board di kamarnya.

"Menurut hasil autopsy korban meninggal karena keracunan karbon monoksida. Maka dilihat dari waktu hilanganya korban dan tempat dimana mereka ditemukan, aku berasumsi bahwa korban disekap di sebuah 'space' kecil dimana susah untuk mendapat oksigen terkhususnya space tersebut terbuat dari kayu dimana cuaca sekarang memasuki musim salju sehingga uap didalam space tersebut menciptakan karbon monoksida. Dilihat dari bercak kebiruan, kemerahan, serta pucatnya para korban." ujar Seokjin membuat mereka semua berfikir bahwa penjelasan Seokjin tentang penyebab kematian korban cukup masuk akal.

"Jika aku perhatikan seluruh korban berusia kelipatan tujuh, seperti Saebom dua puluh delapan tahun (4 X 7), Reanee tiga puluh lima tahun (5 X 7), dan Yunah dua puluh satu tahun (3 X 7). Lalu Soojin berusia dua puluh tujuh tahun dimana jika dikurangi dengan usia adiknya, Eunbyul, menghasilkan tujuh (27-20), lalu angka tujuh tersebut ada diangka terakhir pada usia Jungeun (17), dan jika ditotal maka korban tersangka ini juga berjumlah tujuh. Belum lagi fakta bahwa tanggal mereka dinyatakan hilang juga berkelipatan tujuh (7,14,21, dan 28)."

"Oh my god…" ujar Changwook kaget dan tak menyadari fakta yang selama ini ada didepan mata mereka semuanya. Bahkan Wooil yang tadi emosi mendadak mereda amarahnya dan justru kebingunan.

"Menurut testimony Jungkook, ia membuat ketujuh patung tersebut sejak empat hingga lima bulan yang lalu. Ia menamakannya seven deadly sins karena ia merasa bahwa sebagai manusia kita selalu sering jatuh kedalam dosa ini. Jungkook bilang bahwa karyanya terinspirasi dari pernyataan seorang temannya yang bisa dibilang taat terhadap ajaran anglikan. Jungkook juga mengatakan karyanya untuk melengkapi karya Taehyung yang juga berisi tujuh foto yang ia beri nama Hwa Yang Yeon Hwa atau yang artinya The Most Beautiful Moment In Life. Menurut para anglikan Seven Deadly Sins hanya memberi 'keindahan semanta' di dunia fana ini maka dari itu kebahagiaan yang sejati ialah Seven Virtues lawan dari Seven Deadly Sins. Aku kemarin bersama Taehyung pergi ketempat dimana Taehyung mengambil fotonya dan disitu adalah tempat dimana para korban hilang dan…"

"Dan?" tanya Wooil tidak sabaran.

"Aku menemukan bahwa sebelum korban hilang bahwa korban sekitar seminggu atau sebulan lalu mereka bertemu dengan sesosok pemuda yang aku taksir berkisar diakhir dua puluhan atau awal tiga puluhan dan selalu mengenakan masker hitam dan topi hitam"

"Jadi kesimpulannya?" tanya Kwungwoo

"Yang jelas perkiraanku saat ini adalah seorang artis atau tepatnya seorang aktor yang mungkin saja pintar, menguasai beberapa bahasa asing, ramah, cinta pada anak - anak, ahli memahat dan bermain alat musik, dan seorang pemeluk agama yang taat karena begitu obsesinya ia terhadap seven virtues"

Rapat pun selesai

/-/

19.00 KST – Press Release

Seokjin berbaring di taman setelah menjawab semua berbagai pertanyaan yang diajukan oleh reporter. Terlihat bahwa mereka sangat ambisius mengejar berita ini, terutama karena menyangkut BTS sendiri.

Seokjin mempunyai spot menyendiri miliknya. Sebuah pohon beringin di belakang kantor polisi tempatnya bekerja. Dari sini ia bisa melihat dengan jernih pemandangan langit biru sambil memandang hasil jepretan fotonya berkat ajaran Taehyung kemarin. Taehyung dengan baik hati meminjamkan kameranya untuk Seokjin pakai memotret panorama yang Seokjin anggap rasa bagus. Jumlahnya ada lima foto, dua foto diantaranya berisi foto mereka berdua di atas menara terbengkalai di dermaga pantai kemarin, dan foto candid Seokjin yang tengah duduk santai dengan dua tangan dibelakang terpejam merasakan hembusan angina menerbangkan helai rambutnya yang tidak disengaja terpotret oleh Taehyung. Sisanya adalah foto sunset di pantai, mobil pick up tua yang Taehyung dan Seokjin pakai, dan menara terbengkalai tadi.

Seokjin menghela nafas.

Ia teringat dengan percakapannya dengan Taehyung.

"Boleh aku tanya mengapa V-shi-"

"Taehyung. Namaku Taehyung"

"Ah nde, maaf Taehyung-shi. Mengapa anda menamakan koleksi foto anda sebagai Hwa Yang Yeon Hwa...?"

"Karena foto itu berisi momen - momen kebahagiaanku. Disaat aku lelah dan ingin mati aku melihat kembali foto - foto itu. Kau lihat menara tinggi terbengkalai diujung sana" ujar Taehyung menunjuk sebuah menara tinggi terbengkalai.

"Nde..." Jawab Seokjin.

"Aku selalu memikirkan bagaimana jika aku terjun ke laut dari ketinggian itu, apakah aku mati oleh dinginnya laut, atau mati karena kehabisan nafas, pikiran - pikiran seperti itu sering hinggap dikepalaku"

Hening menyapa.

"Apakah dirimu pernah terjun sebelumnya…?" tanya Seokjin dan raut wajah Taehyung berubah menjadi lebih kaku dan dingin.

"Ya. Pernah. Sayangnya, aku selamat"

Seokjin menggeleng kepalanya kuat-kuat menghalau berbagai rasa merinding yang tubuhnya terima ketika memikirkan ekspresi Taehyung saat itu. Seokjin baru saja ingin tidur sampai seseorang menyentil dahinya. Ketika ia membuka matanya, mendapati Chanwook dengan senyum konyolnya menunjukkan dua kantung McDonald's berisi dua cheese beef burger dan dua kaleng coca-cola di masing – masing tangannya. Jin tersenyum simpul lalu duduk bersandar pada pohon mengambil makanan yang disodorkan oleh Chanwook.

"Karna aku tahu foreigner kita belum bisa makanan khas korea, kubawakan burger" dan mereka berdua bersulang mendentinkan kaleng minum mereka berdua.

"Gomawo hyung" ujar Seokjin tulus.

"Kau lebih pucat dari Wooil hyung. Ku harap ini bukan jetlag" dan Seokjin terkekeh.

"Ya jetlag setelah seminggu di Seoul, lucu sekali" mereka berdua pun tertawa bersama merilekskan pikiran sambil memandangi sekelompok burung yang tengah terbang di atas langit sana.

"Aku harap kau tidak terperangkap oleh mereka Jin" ujar Chanwook tiba-tiba.

Seokjin paham arah bicara ini kemana dan memilih diam.

"Eunho hyung bilang ia melihat rekaman CCTV saat dirimu menemukan korban itu. Dan disitu terlihat kau sempat bertukar pandang cukup lama dengan Jungkook tepat saat dirimu menemukan ketujuh korban tersebut"

Seokjin masih diam.

"Ingat Jin, aku bukannya tidak percaya dengan hipotesismu tapi setelah melihatmu pergi dengan Taehyung kami jadi-"

"Khawatir bahwa aku menggiring opini? Karena 'ketertarikanku' dengan BTS begitu?" ujar Seokjin memotong menatap mata ahli tracking mereka tersebut.

"Kami hanya khawatir karena kau masih muda dan polos-"

"Chanwook hyung" potong Seokjin.

"Nde?"

"Bagaimana bisa kalian yakin aku terpengaruh oleh BTS disaat kalian sendiri menggiring penyelidikan ini untuk pembenaran 'opini' kalian sendiri? Aku menjabarkannya tadi dengan bukti dan fakta yang ada. Kita juga sudah liat rekaman CCTV pemuda berpakaian serba hitam itu tadi kan? Menurut hyung bagaimana bisa hal ini luput dari pengamatan kita? Bukankah itu kesalahan fatal? Bukankah tugas polisi dalam menentukan calon tersangka sampai menjadi tersangka utama adalah meragukan semua orang yang terkait sampai kita bisa mendapatkan semua alibi dan testimoni mereka?" jelas Seokjin.

Chanwook diam tak bisa berkata apa-apa.

"Aku tidak bilang bahwa BTS bukan tersangka ataupun korban maupun saksi. Tapi untuk kasus ini mereka jugalah korban. Tidak bisakah kalian berpikir dengan netral dan tenang? Yang membuat kita lamban dalam penyelidikan adalah mencari fakta mengenai keterlibatan BTS dan bukan mencari akar permasalahannya" ujar Seokjin yang akhirnya juga tersulut emosi. Antara efek tenaganya yang terkuras habis secara fisik dan pikiran atau karena perasaan terluka merasa dipermalukan atas 'kinerjanya'.

Seokjin beranjak berdiri meninggalkan Chanwook sebelum tangannya ditahan oleh Chanwook.

"Jin, aku percaya padamu. Tapi aku tidak percaya dengan mereka"

Seokjin kini benar-benar tersulut.

"Jika hyung masih-" ucapan Seokjin terputus ketika Chanwook mendekat kearahnya dan mengambil foto yang berada di saku celana Seokjin dan menunjukkan foto candid Seokjin.

"Foto ini, V yang memfotomu bukan?" ujar Chanwook serius, jauh dari kesan kekanak-kanakkannya yang selama ini ia tunjukkan.

"Iya, lalu?" tanya Seokjin entah kenapa dadanya berdegup kencang ketika Chanwook mengeluarkan ponselnya dan membuka sesuatu lalu menunjukkan sekumpulan foto – foto.

Yang membuat Seokjin merinding foto-foto itu persis dengan hasil jepretan Taehyung. Taehyung sering memfoto suatu objek tanpa memblur backgroundnya. Dan backgroundnya rata – rata di pantai busan.

"Para pemuda ini hilang dan tak ditemukan sampai sekarang dan semuanya pergi hanya meninggalkan sepucuk foto polaroid ini. Seokjin aku khawatir padamu, bahwa kau juga akan ikut 'menghilang.' Dirimu bilang kami fokus pada BTS bukan? Ya kami akui itu karna kami merasa bahwa BTS lah jalan kami menuju kepada tersangka utama dibalik semua malapetaka ini" jelas Chanwook disambut langit makin malam.

Seokjin menelan ludahnya sendiri.

20.00 KST – Unit Investigasi Khusus

"HYUNG!" ujar Gitae panik.

"Waeyo?" ujar Kwangil yang tengah berdiskusi laporan dengan Wooil.

"Unit 112 mendapat telfon dari salah satu penghuni apartemen di Hongdae bahwa ia mendengar suara tembakan dari unit kamar sebelahnya"

Seokjin dan Chanwook yang baru saja datang dari luar kaget mendengar beritanya.

"Nde!? Suara tembakan!?" ujar Seunghwan.

"Kemasi barang kalian dan segera menuju lokasi kejadian. Kyungwoo minta laporan dari Unit 112 dan Kwangil perintahkan unit patroli yang ada di Hongdae untuk segera lebih dulu mengamankan TKP. dan- Eunho. Dimana Eunho?"

"Ini adalah hari liburnya hyung. Mau kupanggilkan dia?" jawab Chanwook.

"Tidak usah. Chanwook kau selidiki pemilik unit yang dilaporkan. Seunghwan dan Seokjin kalian berdua ikut denganku dan yang lainnya menyusul segera"

"NDE!"

Selama persiapan menuju parkiran Kyungwoo dan Chanwook datang menyusul sambil membawa kertas membuat mereka menjadi satu mobil meninggalkan Gitae dan Kwangil.

"Hiruka Jung, 25 Tahun, ibunya orang Korea dan ayahnya orang Jepang. Ia tinggal di Komplek apartemen Hongdae JD House. Dia melapor bahwa pukul 23.45 KST dia mendengar suara tembakan dan suara gaduh dari balkon kamar tetangganya. Dia tinggal di Gedung B Unit 24 No. 2" ujar Kyungwoo.

"Profil tetangganya?"

"Gi Han Gyeol, aktor pendatang baru yang tengah naik daun berkat perannya sebagai pemeran pembantu di film Battleships. Ia tinggal di komplek apertemen yang sama dengan si penelpon" ujar Chanwook.

22.00 KST – Hongdae JD House Apartement

Sesampainya mereka di apartemen tersebut, para penghuni sudah diamankan keluar dari gedung mereka dengan desas desus yang heboh melihat mobil kepolisian dan mobil ambulan ada dikompleks perumahan mereka. Kwangil sudah tiba duluan dengan polisi patroli yang terlebih dahulu memasang garis kuning.

"Bisa jelaskan tata letak kompleks apartemen ini?" tanya Wooil pada Kwanggil.

"Polisi yang berpatroli disini bilang bahwa ini hanyalah kompleks apartemen biasa dan biasa dihuni oleh mahasiswa Hongik University karna jaraknya yang dekat dari kampus dan biaya sewa atau kepemilikan yang lumayan pas untuk golongan menengah. Komplek ini terdiri dari lima gedung dan yang termahal ialah Gedung A dan B, biasa dihuni artis atau publik figur"

Wooil mengurut keningnya. Tanpa banyak basa - basi mereka segera menuju unit kamar yang dilaporkan oleh penelpon tadi dan membukanya menggunakan kunci cadangan dari si pemiik gedung. Tidak lupa mereka memakai sarung tangan alas kaki agar tidak merusak TKP.

Dan benar saja.

Gi Han Gyeol.

Ditemukkan tewas dengan bekas tembakan tepat ditengah keningnya.

Seokjin terbelalak melihatnya.

Bukan. Bukan karna mayat Hangyeol.

Tapi surat diatas mejanya yang bertuliskan.

Mianhae appa...

Mianhae eomma...

Putra yang kau banggakan ini...

Tidak lebih dari seorang pembunuh...

Polisi sudah mencariku...dan...

Mianhae Jungkook-ah...

Aku mengkhianati persahabatan kita...

Telah memojokkanmu sebagai tersangkanya...

Seokjin melempar pandangan terhadap Wooil.

"Hyung dia..." ujar Seokjin tak bisa menyelesaikan omongannya.

"Seunghwan, wawancarai Haruka Jung sedetil mungkin mengenai laporannya. Apa yang ia lihat dan ia dengar tanyakan semuanya"

"Nde!"

"Gitae, minta data seluruh penghuni gedung ini selain Haruka Jung termasuk satpam. Apa yang mereka lakukan dari kemarin hingga malam ini, dan apakah mereka pernah melihat korban atau orang lain datang keapartemen ini. Informasi sekecil apapun berguna untuk kita"

"Nde!"

"Kwangil panggil tim forensik untuk segera mengakses ruangan ini dan rekaman CCTV gedung ini dan minta informasi dari agensinya dan juga agensi Jungkook bahkan orang - orang terdekatnya"

"Segera kulaksanakan" ujar Kwangil pergi.

"Kyungwoo akses seluruh sosial media, fanpage, fancafe, atau apapun di internet mengenai dirinya, dan kau Chanwook akses camera box mobilnya dan retas ponsel, laptop, dan telephone di rumah ini. cocokkan semuanya, gali informasi sekecil apapun lihat list panggilan, pesan, apapun kalau perlu kau mengakses seluruh cctv lalu lintas dimana mobilnya berada"

"Hyung...bukankah...ini berlebihan untuk sekedar kasus bunuh diri-"

"KAU PIKIR INI KASUS BUNUH DIRI!? KERJAKAN TUGASMU KWAK CHAN WOOK!"

"N-nde...h-hyung..." ujar Chanwook ciut dan Seokjin yang kaget melihat perubahan emosi Wooil.

"Dan kau Kim Seokjin..."

"Nde..."

"Kau bersamaku selidiki seluruh rumah ini" titah Wooil dingin.

23.00 KST – Kediaman Gi Han Gyeol, Pasca Penemuan Korban

"Prediksi kematian pukul 19.00 KST akibat tembakan tepat di tengah dahi, prediksi sementara kemungkinan akibat shotgun melihat lingkaran didahinya sekitar 8-10 mm" ujar Kwangil setelah mendapat informasi dari tim forensik.

"Kapan hasil visumnya keluar?" tanya Wooil tidak sabaran.

"Paling cepat subuh nanti, mereka masih memfoto seluruh ruangan dan korban sebelum membawanya kelaboratorium" ujar Kwangil melihat orang – orang berseragam khusus berwarna putih tengah memfoto, membuat garis kuning, menggambar garis letak korban, dan sebagainya.

"Bagaimana dengan agensinya?"

"Dia tak beragensi, namun karena dia aktor jebolan survival show buatan MBC dan kebetulan acara tersebut bekerja sama dengan Alpha Agency untuk kontrak satu tahun. Kita akan coba berbicara dengan keduanya"

"Bighit?"

"Mereka saat dihubungi sedang rapat mengenai world tour BTS sekitar tiga jam lagi baru selesai dan mereka akan menghubungi kita" dan tak lama kemudian Seunghwan datang bersama Hyeon dan mereka semua segera memberi hormat.

"Bagaimana progressnya?" tanya Hyeon tanpa basa-basi. Melihat dirinya paling anti terjun langsung kelapangan bersama anak buahnya dan memilih untuk memantau dari kejauhan, kini berdiri dihadapan mereka semua menandakan kasus ini 'cukup' besar.

"Kwangil baru saja memberi laporan bahwa hasil visum baru bisa diterima subuh nanti dan para agensi sertai MBC-nya sendiri baru bisa memberikan keterangan besok pagi" ujar Wooil merangkum semua hasil investigasi mereka.

"Seunghwan juga tadi memberitahuku dari hasil interview Haruka bahwa penghuni di lantai ini hanya dia, Hangyeol, sepasang kakek-nenek, dan juga seorang aktris musikal. Baik Hangyeol dan aktris ini jarang pulang, terutama Hangyeol selama tiga bulan terakhir sepertinya tidak pernah kesini" jelas Hyeon merangkum percakapannya tadi dengan Seunghwan.

Gitae dan Chanwook pun datang bersamaan serta kaget mendapati Hyeon disini segera memberi hormat sebelum memberi laporan.

"Tiap gedung disini dibangun dengan tingkat dua puluh lima dengan dua puluh empat lantai diisi sepuluh unit per lantai. Dan lantai terakhir atau lantai dua puluh lima dijadikan balkon kosong untuk tangki air, pusat listrik, dan sebagainya. Terkhusus gedung ini, kamera CCTV-nya hanya ada di lift dan lantai dasar. Gedung ini memang khusus untuk hunian privat. Jadi sangat jarang para tetangga saling bertegur sapa" ujar Gitae.

"Hasil camera box mobilnya, ponsel, laptop, bahkan teleponnya pun bersih. Rata-rata nomor yang ia hubungi hanyalah manajernya, adik perempuan, appa, eomma, anggota membernya, kawan-kawannya yang tergabung dalam grup 97L, dimana salah satunya ada- maksudku ada Jungkook, Minggyu, DK, The8 Seventeen, Yugyeom dan Bambam GOT7, serta Jaehyun NCT dan rata-rata berisi ucapan semoga cepat sembuh" ujar Chanwook meralat kalimatnya karena 'ditegur' Seokjin tadi.

"Selaras dengan seluruh isi fansite, fancafe, serta sosial medianya. Kaki kanannya terkilir akibat jatuh dari panggung" ujar Kyungwoo nimbrung membagikan kertas berisi printan berita dan komen mengenai kesembuhan Hangyeol.

Lagi-lagi kasus tanpa tersangka menambah deretan kasus tak terselesaikan.

/-/

Dua jam setelah evakuasi korban Seokjin dan Wooil segera memakai perlengkapan agar tidak merusak crime scene dan mulai menelusuri rumah ini. Tak ada yang spesial dari apertemen milik Hangyeol. Kamarnya penuh dengan kado dari fans serta meja belajarnya berisi foto ia dengan kelima membernya yang debut setelah menang di acara MBC setahun silam dan kini dirinya debut sebagai aktor. Jin mengelilingi ruangan dapur, kamar mandi, dan kamar pribadi Hangyeol dan tidak ada bukti – bukti otentik selain sebuah kitab untuk penganut anglikan dan foto para korban.

Hangyeol terbukti benar sebagai tersangka atas tujuh perempuan itu?

Wooil menemukan sebuah dark room yang isinya kurang lebih mirip dengan kamar tidur tapi dipenuhi dengan berbagai macam sex toys.

Pemuda imut seperti Hangyeol pecinta BDSM?

Terlalu banyak teka-teki yang mereka temukan malam ini dan besok pagi mereka sudah harus melakukan press release membuat Hyeon memilih menyudahi sementara investigasi hari ini.

Seokjin terbangun keesokkan harinya akibat mendengar suara pintunya terbuka mendapati seorang pemuda berkacamata dan mengenakan masker serta seragam warna biru khas layanan jasa cleaning yang sering dipesan oleh bibinya.

"Ah! Mianhamnida! Tadi nyonya sudah berpesan untuk tidak membangunkan anda tapi-" ujar pemuda itu gelagapan dan Seokjin tersenyum menenangkan dan mengatakan tidak masalah. Seokjin segera bangkit dari tempat tidurnya dan duduk di sofa santai memandangi langit pagi hari yang dihiasi gerimis kecil. Sesungguhnya apabila bukan karena telinga pekanya ia ingin kembali tidur, tapi suara vacuum cleaner dan alat pembersih lainnya membuat Seokjin bersabar menahan rasa kantuknya dan tubuhnya yang meronta kesakitan akibat pegal – pegal.

Setelah semuanya dibersihkan, Seokjin mengucapkan terima kasih sedangkan si pipinya petugas Nampak memerah dan Seokjin baru menyadari ia masih berpakaian dengan 'piyama' khasnya.

"Ah maaf, aku biasa memakai piyama jenis seperti ini untuk tidur. Terlihat aneh ya untuk laki-laki" dan si petugas laki-laki sontak menggeleng cepat.

"Sangat bagus dipakai oleh tuan" ujar sang petugas.

"Ah terima kasih" ujar Seokjin dan tak lama kemudian kakinya keram dan hampir jatuh apabila tidak ditangkap petugas kebersihan ini dan Seokjin baru menyadari bahwa dibalik tubuhnya yang Nampak 'kurus' ternyata otot – ototnya cukup berisi.

"Mianhamnida, saya kurang tidur dan akibatnya tubuh saya pegal – pegal dan keram begini" si petugas merasa tidak enak dan menawarkan jasa pijit yang entah kenapa setiap sentuhannya membuat seluruh tubuh Seokjin rileks dan membuat matanya semakin berat.

"Bagaimana Jinnie? Enak?" ujar petugas itu dengan suara yang berbeda dari yang Seokjin dengar. Seokjin merasa 'waspada' dan otaknya telah memberi 'alarm' namun tubuhnya berkata lain dan memilih tidur dan menghamburkan dirinya dalam dekapan petugas itu.

"Kau cantik Jin"

Itu kalimat terakhir yang didengar telinga kebanggaannya itu sebelum ia benar – benar terlelap.

Seokjin terbangun sejam kemudian dengan tubuh yang lebih rileks dari sebelumnya. Waktu menunjukkan pukul setengah tujuh pagi membuat Seokjin segera bergegas bersiap-siap untuk segera berangkat. Di meja makan kini tersisa sepupunya, Domin dan bibinya.

"Aigoo kamu pasti kelelahan hingga baru bangun sesiang ini sayang" ujar sang bibi memeluk sang ponakan sambil mengelus pipi sang ponakan yang mulai kehilangan chubby cheeksnya.

"Kau semakin kurus semenjak pindah kemarin Jinnie. Samchon, imo, dan Sungjin hyung bisa mengomeli kami karna tidak bisa mengurus maknae mereka dengan benar" ujar Domin juga menampakkan kekhawatiran yang sama.

"Jangan dibawa serius hyung, aku hanya kelelahan saja. Makan banyak dari imo akan menambah berat badanku" ujar Seokjin menggoda bibinya.

Tak tanggung-tanggung bibinya menaruh dua potong ayam goring dengan dua porsi nasi untuk Seokjin seorang.

"Maka dari itu habisi ini semua atau imo akan melapor pada eommamu" ujar bibinya dan Seokjin hanya bisa cengengesan dan mulai melahap habis 'sarapan' paginya dengan sangat amat terpaksa meski perutnya meronta kekenyangan. Domin menyalakan televisi menampilkan berita pagi ini.

"Kembali lagi di Berita Pagi. Kali ini kabar duka cita datang dari kalangan dunia hiburan. Idol sekaligus aktor yang tengah naik daun Gi Han Gyeol ditemukan tewas di unit apartemenya kemarin malam. Dugaan sementara dari kepolisian adalah bahwa ini adalah pembunuhan, dari sini diketahui pula bahwa Hangyeol merupakan tersangka atas menghilangnya ketujuh perempuan tiga bulan silam. Berikut reportasenya"

"Selamat pagi pemirsa, saya saat ini bersama dengan salah satu kerabat Hangyeol. Appa dari Hangyeol. Selamat pagi Gi Joon-shi"

"Pagi…"

"Pak bagaimana respon bapak terhadap semua pemberitaan ini"

"Hiks… anak kami adalah pemeluk agama yang taat. Tidak mungkin ia pembunuhnya. Polisi sedang menyelidikinya hiks…anak kami yang malang. Ini semua karena kedekatannya dengan JUNGKOOK! ANAK BEDEBAH ITU TELAH MEMBUAT ANAK KAMI TIADA! HIIKS! KEMBALIKAN PUTERAKU!-"

Klik.

Domin mematikan siaran televisinya.

"Hapus dulu air matamu" ujar Domin menyadari bahwa Seokjin sedari tadi menonton siaran berita itu dengan air mata yang tanpa ia sadari sudah mengalir.

"Aigoo, uri Jinnie mengapa menangis" ujar sang bibi yang juga sadar bahwa keponakannya sudah meneteskan air mata sementara Seokjin cepat –cepat meghapus air matanya dan tersenyum menenangkan.

Seokjin menangis karena sudah tahu seberapa lagi kobaran kebencian untuk grup yang tengah jadi kambing hitam tersebut.

Seokjin pun kembali ke kantor kepolisian dengan menaikki bus umum sambil membuka internetnya hari ini

Trending on NAVER

#1 Gi Han Gyeol

#2 Jungkook

#3 ARMY WithJungkook

#4 BTS Cancelled

#5 Pray for Hangyeol

- Comment Section –

[+248][-0] : Plot twist. Semua pers memojokkan BTS sebagai pelaku tapi ternyata pembunuhnya adalah Hangyeol. Another twist, pelakunya juga terbunuh. Dunia hiburan sungguh keras. Aku berdoa agar para korban yang meninggal hidup dengan tentram dan korban yang saat ini masih mendapatkan perawatan bisa segera pulih.

[+36][-0] : Dari dulu aku menyadari bahwa Hangyeol itu aneh. Maksudku sebagai seorang idol dan aktor wajar saja ia menampilkan kesan 'cute'. Tapi kesan cutenya sangat aneh seperti dibuat – buat. Jungkook dan kawan – kawannya tidak pantas mendapatkan teman seperti Hangyeol

[+2019][-1945] : *post a picture* lol BTS Cancelled trendingdi berbagai situs internet. Aku sudah tahu dari awal grup itu memang bermasalah.ㅋㅋㅋ

[+20,128,019][-55] : Hey para army. Saat ini maknae kita butuh support. Terus trendingkan army with Jungkook dan doakan para korban juga Hangyeol juga terus support kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Kita buktikan Jungkook tidak bersalah.

[+158][-8] : Army masih saja delusional lol #BTSCancelled

[+1,547][-71] : *post a picture* aku tinggal di komplek yang sama namun beda gedung. Polisi baru selesai penyelidikan pukul tiga pagi dini hari. Aku cuman mau bilang polisi yang memakai oversize hooded parka berwarna putih lebih manis dari Hangyeolㅋㅋㅋ

[+636][-5] : Sepertinya wajahnya tidak asing dia yang muncul sewaktu press release ketujuh perempuan yang hilang itu bukan?

[+843][-21] : Heol, aku pernah bertemu dengannya sewaktu datang ke Seoul Metropolitan Police Agency. Dia yang memberi sosialisasi kepada beberapa universitas dan harus kuakui ia lebih cantik dari Hangyeol

[+2.156][-139] : *post a picture* Apakah ini yang dimaksud komen diatas? Aku tak sengaja memfotonya sewaktu meng-update penyuluhan tersebut.

[+126][-237] : Temanku seorang warga negara USA dan saat penyuluhan itu dia sangat lancar mengucapkan step by stepnya. Temanku terpana dengannya.

[+990][-179] : Aku laki – laki dan sudah punya pacar, tapi bisa begitu terangsang hanya melihat fotonya tersenyum.

[+2,338][-14] : 'Angel's face with Demon's body'

[+2,164][-18] : Punya wajah sempurna, karir yang mapan, dan cerdas. Aku mau jadi istrinyaㅋㅋㅋ

[+134][-4] : Semua hype dengan 'polisi tampan' dan melupakan dalang dibali kasus ini

[+1,945] [-8] : Komen diatas terlalu butthurt padahal ini dilakukan supaya tidak tegang antara army dan Sparkies (fandom Hangyeol).#PrayForHangyeol

Seokjin menghela nafas. Ini akan menjadi hari yang panjang untuknya. Ia masuk dengan Eunho yang sudah stand-by dengan dua gelas kopi yang salah satunya adalah chocolatte kesukaan Seokjin. Waktu menunjukkan pukul tujuh lewat tiga puluh menit ketika Seokjin datang.

"Gomawo hyung"

"Kau tampak seperti monster. Kurang tidur heh?" ujar Eunho jahil.

"Ya aku baru tidur pukul empat pagi dan bangun kembali pukul enam lewat tiga puluh. Aku hanya tidur dua setengah jam" ujar Seokjin mengeluh dan Eunho terkekeh.

"Kau belum saja seperti Wooil yang bisa tidak tidur tujuh hari berturut- turut Jinnie" ujar Eunho kemudian kembali ke mejanya.

Seokjin terkesiap.

"Kau cantik Jin"

Seokjin tidak salah dengar. Suara Eunho mirip dengan suara petugas cleaning service yang disewa bibinya.

"Hyung, kau yang datang pertama hari ini?" tanya Seokjin.

"Anni. Hyeon dan Wooil sudah disini terlebih dahulu. Sepertinya mereka berdua tidak pulang dari semalam. Aku kesini setelah mendapat informasi dari rumah sakit bahwa Na Jung Eun sudah siuman dan bisa dimintai keterangan dan mereka langsung bergegas kesana. Sementara yang lain belum datang"

"Hyung, kau buatkan dua kopi dan tahu aku akan datang setelah dirimu?" ujar Seokjin skeptis.

Eunho tertawa.

"Kau ini kenapa Jin? Tentu saja aku tahu kau akan datang. Kau tidak lihat mejaku langsung megarah kekaca ruangan ini? Dari sini aku bisa melihatmu yang sudah berjalan sempoyongan seperti manusia mau mati" ujar Eunho membuat Jin merasa bodoh mencurigai Eunho tiba-tiba tanpa ada alasan yang jelas.

Seokjin menghela nafas dan menghabiskan kopinya sekali teguk, Eunho hanya bisa geleng – geleng kepala melihat kelakuan maknae baru mereka. 'pagi ini masih damai' pikir Eunho sebelum trouble maker mereka-

"WOOIL HYUNG BAJINGAN!"

-datang.

Chanwook tampak lebih 'mengerikan' dari Seokjin. Seokjin yang sempat tertidur tersentak dan keduanya saling bertukar pandang lalu kembali memfokuskan diri di komputer meja masing-masing.

Eunho menyipitkan mata.

"Kalian bertengkar?"

"ANNI!" sentak mereka berdua kompak.

"Oh oke…" jawab Eunho kebingungan.

"Ada apa dengan kau baby bear?" tanya Eunho

"Wooil hyung menelponku tanpa henti untuk mengakses video CCTV untuk Na Jung eun padahal ini hari liburku dan masih ada Kyungwoo hyung yang juga dari divisi pelacakan selain aku!" gerutu Chanwook emosi.

"Kyungwoo ada disini bersama Wooil dan Hyeon hyung sampai pagi dan mungkin diberi tugas lagi" jelas Eunho.

Seokjin hanya bisa terdiam. Ia berusaha untuk mengistirahatkan pikirannya.

Telinganya tidak mungkin salah.

Itu memang suara Eunho. Bukan suara Eunho yang 'biasa' tapi suara Eunho ketika menggeram.

"Kau cantik Jin"

Kalimat cleaning service itu terlalu 'ambigu' dipikiran Seokjin.

Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi ketika Wooil datang bersama Seunghwan. Hyeon nampaknya tengah memberi laporan kepada atasan untuk mempersiapkan press release berikutnya. Seunghwan nampaknya juga datang dengan kantung mata yang tebal. Sepertinya mereka bertemu ketika hendak masuk kemari. Wooil dan Seokjin saling bertubrukan pandangan, Seokjin membungkukkan kepalanya sedikit sebagai tanda hormat dan Wooil langsung membuang pandangannya seketika.

Wooil nampaknya masih tidak terima dengan hasil 'rapat' mereka kemarin ditambah hal ini. Seokjin hanya bisa menunduk lesu.

"Jin kau ada waktu?" singgung Seunghwan menghampirinya.

"Nde, waeyo?"

"Kita ke MBC sekarang. Wooil dan Eunho akan ke Bighit memanggil Jungkook, sementara kita ke MBC dan kalau bisa seketika ke Alpha untuk mewancarai semuanya" Seokjin hanya mengangguk patuh dan berjalan mengikuti Seunghwan. Dibanding Wooil, Seunghwan sedikit lebih ramah meski pembawaannya cukup kalem sehingga ia tidak banyak bicara. Terkadang ia iri dengan divisi Chanwook yang sepertinya menyenangkan bekerja dengan Kyungwoo.

Seokjin seketika merindukan seragam PI-nya. Disana kerjanya hanyalah menyelidiki bukti yang ada, Seokjin rindu jas labnya.

Seokjin menghela nafas dan Seunghwan hanya bisa tersenyum tipis.

"Kau bukan orang pertama yang ingin menembakkan peluru dikepala Wooil aku dan tim kita sudah berkali-kali ingin menembaknya" ujar Seunghwan membuat Seokjin merasa tidak enak.

"Homesick?" tanya Seunghwan membuat Seokjin mengangguk.

"Aku tidak tahu apa yang menyebabkanmu mau jauh-jauh datang kemari hanya karena menjadi seorang polisi disaat prestasimu cukup bagus disana. Wooil adalah orang pertama yang merasa janggal akan kehadiranmu, lucunya kau pingsan tepat di pelukannya" membuat Seokjin terpaksa mengingat kejadian memalukan saat pertama kali ia ke pasar.

"Maaf…" hanya itu yang bisa Seokjin lakukan. Seunghwan hanya bisa menatap Seokjin kasihan.

"Ia tak benci denganmu, ia peduli denganmu. Kau tahu saat Hyeon hyung memberikan profilmu kepadanya? Ia tidak bertanya kau berkompeten atau tidak. Ia hanya bertanya apakah dirimu bisa melindungi diri sendiri karena kau tidak punya basic martial arts sama sekali selain pelatihan gun firing. Dia paham dalam sekali lihat kau bukanlah orang jahat Seokjin, dimatanya kau jauh lebih rapuh dari korban yang ia temui. Dia sudah pernah kehilangan kawannya satu kali dan jangan terjadi lagi. Melihat dirimu seperti 'membela' BTS menyakitkan untuknya. Karena ia seperti menggiringmu kepada bahaya itu sendiri. Hipotesismu benar soal BTS, tapi tidak bisa membuktikkan apakah benar BTS tidak terlibat apapun. Aku harap kau mengerti. Kau maknae kebanggaan kami. Chanwook bisa menangis semalaman kalau tahu kau seperti ini" jahil Seunghwan dan Seokjin hanya bisa tersenyum lega.

Ini pertama kalinya ia mendengar Seunghwan berbicara panjang lebar.

Ia memang rindu suasana di Amerika sana, tapi disini, ia merasakan banyak orang mencintainya dengan 'berbagai' cara.

/-/

Alpha Agency benar-benar perusahaan besar. Seokjin baru pertama kali mendatangi sebuah agensi. Menurut sumber yang mereka dapatkan Alpha Agency sebenarnya hanyalah sebuah perusahaan saham. Mereka menaruh investasi di sektor mana saja. Namun banyak orang menyebutnya menjadi Agency ketika mereka mulai menaruh investasi pada aktor-aktor atau boygroup yang butuh suntikan dana atau sekedar menambah popularitas. Juga sebenarnya pemilik perusahaan ini adalah kumpulan dari para aktor – aktor papan atas yang mulai lelah bermain didepan layar dan memilih bekerja dibelakang layar.

Bisa dibilang Alpha Agency ini multifungsi. Meskipun ini hanyalah perusahaan saham biasa tapi mereka memiliki cafeteria, ruang latihan, studio music, bahkan sampai studio rekaman. Oranng seperti Hangyeol yang tak memiliki agensi sangat terbantu dengan Alpha Agency karena mereka juga menyediakan jasa manager. Selain itu mereka juga punya ruang bermain dan ruang meeting yang membuat para aktor sering singgah kemari. Orang-orang yang bekerja disini rata-rata punya sikap profesionalitas yang baik, namun satu hal yang pasti.

Seokjin menyadari bahwa perusahaan ini tidak mempekerjakan perempuan.

"Apa dia calon baru sajangnim?"

"Entahlah. Dia lebih oke dibanding Hangyeol"

"Hahah, jika bukan untuk sajangnim dia bisa kuperkosa saat ini juga"

Ucapan yang didengar telinga Seokjin yang datang dari para staf yang berdiri jauh darinya membuat Seokjin reflek mencengkram lengan Seunghwan.

"Jin kau baik-baik saja? Kau tampak pucat" tanya Seunghwan khawatir.

"Aku tidak apa-apa hyung. Hanya saja tadi aku sedikit pusing" ujar Seokjin membuat Seunghwan menggelengkan kepala. Ia melepas cengkraman tangan Seokjin dan memilih mengaitkan jari tangan Seokjin dan memasukkannya ke saku jaketnya. Supaya kalau Seokjin ambruk ada yang menahan katanya. Mereka diantar ke lantai sepuluh dimana tempat para eksekutif berada. Staff yang mengantar mereka sampai diruang tunggu kembali ke bawah dan kini mereka disambut sekretaris yang juga laki-laki dan menyambut mereka hangat sekali lagi dan mengatakan CEO mereka sedang rapat.

Seokjin berusaha mencoba menembus ruangan sang direktur tapi karena kondisi tubuhnya tidak fit Seokjin hanya bisa mendengar samar-samar.

"….saham….menurun…"

Karena saham kita menurun drastis

"….kita….merekrut…"

Sebaiknya kita merekrut orang baru

"Hangyeol…dampak…"

Kematian Hangyeol membawa dampak bagi kita

Hanya itu yang bisa Seokjin dengar dan kepalanya semakin pusing. Seunghwan melihatnya khawatir.

"Hey, kau baik – baik saja…?" tanya Seunghwan sambil mengusap keringat dingin Seokjin sementara yang ditanya hanya tersenyum tipis dan mengangguk kemudian mencoba menenangkan.

Satu jam kemudian rapat pun bubar. Semua orang keluar dan kini Seokjin dan Seunghwan diizinkan masuk. Mereka disambut oleh dua orang. Kwon Yool dan Lee Jae Wook. Alpha dibangun oleh lima orang dan tiga lainnya tidak bisa hadir karena mempunyai kesibukan sendiri.

Dan Seokjin bisa memastikan bahwa dirinya tidak menyukai orang ini.

"Perkenalan saya Gi Seung Hwan dan ini partner saya yang sedang bertugas Kim Seok Jin kami dari Seoul Metropolitan Police Agency" keduanya membungkuk hormat.

"Perkenalkan saya Kwon Yool dan ini Lee Jae Wook. Tiga orang lainnya adalah Lee Soo Hyuk, Choi Tae Joon, dan Im Joo Hwan yang kebetulan tidak bisa hadir saat ini jadi mohon maaf apabila hanya kami berdua yang bisa melayani kalian. Ah, silahkah duduk" ujar Yool dan mereka pun duduk.

"Jadi langsung ke intinya saja bagaimana kalian bisa berhubungan dengan Gi Han Gyeol?" tanya Seunghwan.

"Ah kebetulan kami mendapat proposal untuk menaungi artis bentukan acara MBC yang namanya Finding Idol satu tahun silam. Hangyeol lolos ke final debut line up bersama empat membernya dan kami menaungi mereka sampai kontrak mereka habis dalam satu tahun itu. Sampai sekarang kami masih berhubungan baik dengan mereka hingga kami mencari agency entertainment yang pas untuk mereka semua. Hangyeol nampaknya juga tertarik ingin ke Bighit mengingat ia punya hubungan baik dengan Jungkook BTS. Tetapi Bighit baru saja mendebutkan boygroup baru dan kelihatannya akan lama untuk Hangyeol debut disana jadi kami memilih untuk menampung sementara Hangyeol dengan komisi untuk kami kisaran tiga puluh persen saja" jelas Jaewook panjang lebar.

Seokjin melihat pembawaan keduanya cukup tenang. Namun dilihat dari keterangan yang mereka buat nampak menyudutkan Jungkook sepihak.

"Bagaimana dengan Pledis dan JYP? Atau SM? Hangyeol juga berteman baik dengan member Seventeen, NCT dan juga Got7" tanya Seunghwan kemudian.

"Pledis diketahui punya track record management yang kurang baik. Sedangkan JYP sama sekali tidak bisa mengembangkan talenta Hangyeol di bidang akting. Untuk SM, mereka tidak akan merekrut wajah seperti Hangyeol, mungkin wajah seperti Seokjin-shi yang mereka cari" kali ini Yool menjawab sambil meminum tehnya santai.

Seokjin sadar.

Ia tengah di-hitting. Seokjin bisa merasakan sexual tension disini.

"Kalau begitu apakah Hangyeol memiliki hubungan yang dekat dengan seseorang?" tanya Seunghwan lagi.

"Itulah sebenarnya yang ingin kami beritahu" ujar Jaewook dengan muka tampak sedih sembari memberikan amplop yang sudah ada dibalik jasnya. Seunghwan membuka amplop tersebut dan baik Seokjin dan Seunghwan sama kagetnya.

Foto tersebut berisi 'adegan panas' antara Jungkook dan Hangyeol tepat di dark room kediamannya Hangyeol. Yang membuat mereka lebih kaget lagi adalah, Jungkook disini tampak 'liar' melihat Hangyeol diborgol dan Jungkook yang memegang cambuk.

"Ini…" ujar Seokjin kehabisan kata – kata.

"Ya benar. Selama ini keduanya terlibat hubungan khusus, kedekatannya mereka telah berubah lebih dari sekedar sahabat. Hangyeol kami yang malang" ujar Jaewook sedih.

"Kalau memang benar begitu adanya, mengapa Hangyeol membunuh perempuan dan memframing Jungkook?" kini Seokjin yang bertanya mencoba untuk tidak membuat asumsi dan mempertanyakan semuanya.

"Eum, bisa dibilang ini one-sided love. Kau tahu bukan bahwa dating ban sangat membuat para entertainer frustasi. Ketika mereka memesan layanan prostitusi atau sekedar datang ke klub malam maka semua pers akan meliput yang aneh – aneh tentangnya. Untuk itu sangat lumrah mereka melakukan sex relief diantara 'sesama' mereka. Bahkan ada dalam satu grup yang saling 'memakan' satu sama lain" jelas Yool.

"Jadi maksud anda Jungkook dan Hangyeol terlibat dalam hubungan friend with benefit namun Hangyeol disini jatuh cinta dengan Jungkook?" tanya Seokjin.

"Betul sekali…"

"Tapi ini tak bisa menjelaskan alasan mengapa ia membunuh perempuan itu tiba – tiba Kwon Yool-shi"

"Bisa saja sebagai balas dendam-"

"Maka jika untuk balas dendam, keterangan anda sebelumnya tidak valid"

Situasi ruangan ini menegang.

"Kami sudah mengecek ruangan yang ada difoto ini bahkan seluruh jengkal apartemen Hangyeol dan tidak menemukan setitik DNA pun mengenai Jungkook"

"Jika anda berfikir kami menampilkan foto editan kalian bisa memastikan-"

"Maksudku adalah. Bagaimana bisa kalian mendapatkan foto ini dengan jelas disaat tidak ada CCTV didalam ruangan Hangyeol. Berarti tandanya kalian punya rekaman atas apa yang terjadi didalam ruangan itu kan?" tegas Seokjin emosi.

Kini mereka terdiam.

"Maaf kami tidak bisa memberikan rekaman itu karena itu aib-"

"Aib? Tapi kalian dengan bangganya menunjukkan foto – foto ini bahkan tanpa mensensor areal kemaluan Hangyeol? Tuan Lee Jae Wook, anda secara langsung membuktikkan bahwa agensi ini membenarkan tindakan relieven stress dengan melakukan seks ke orang – orang dan merekamnya. Anda bisa dituduh melakukan ekploitasi manusia dan molka!" sentak Seokjin dalam sekali nafas.

"Kwon Yool-shi dan Lee Jae Wook-shi. Anda kini dinyatakan terlibat bersama dengan tiga orang lainnya dalam kasus pembunuhan Gi Han Gyeol dan diminta kehadirannya besok dan kami disini berhak menyita seluruh properti yang ada di agensi ini" titah Seunghwan dan tak lama kemudian tim dari penyitaan datang membawa seluruh barang yang ada termasuk diluar ruangan direktur.

"Anda bisa kami tuntut atas kegaduhan-"

"Kami datang dengan surat resmi dan anda jelas – jelas menutupi sesuatu" potong Seokjin membuat Jaewook tertawa.

"Kita lihat nanti…" ujar Jaewook berlalu pergi.

"…sejauh mana kau bisa kabur"

DEG!

Suara itu!

"Bagaimana Jinnie? Enak?"

"Kau cantik Jin"

Itu suara yang sama yang Seokjin dengar. Dadanya berdegup cepat seakan – akan tahu bahwa Jaewook memiliki suara yang sama dengan pemuda cleaning service tadi. Seokjin jauh lebih berkeringat jika memang benar itu adalah Jaewook. Terutama maksud dari kalimat yang Seokjin dengar saat Jaewook berjalan pergi tadi.

Bukankah itu artinya…keluarganya dalam bahaya?

Seokjin jatuh seketika membuat Seunghwan panik.

"Hey Jin, kamu kenapa?"

"Hyung…Seunghwan hyung…?"

"Iya ada apa…?" tanya Seunghwan panik melihat Seokjin meneteskan air mata.

"Hiks…keluargaku dalam bahaya hyung…mereka…orang-orang dibalik semua ini…mungkin telah menaruh atau melakukan sesuatu dirumahku hiks…" dan kini tangisan Seokjin makin menjadi membuat Seunghwan terpaksa mendekap bahu pemuda itu erat sambil mengelus punggungnya. Tangannya yang lain mencoba menghubungi Wooil.

/-/

Wooil saat ini tengah berdiskusi dengan Chanwook dan Kyungwoo.

"Kau lihat ini hyung, ini adalah hari dimana Hangyeol mendatangi Jungeun dan sesuai testimonynya Hangyeol membawanya ke mobil dengan iming-iming bisa melihat backstage BTS dan disaat itu pula ia diculik"

"Dihari yang sama Hangyeol juga keluar dari komplek apartemennya menggunakan setelan yang sama" jelas Kyungwoo

"Jadi benar, Hangyeol pembunuhnya?" tanya Eunho.

"Dilihat dari keterangan korban dan bukti yang ada sepertinya Hangyeol pembunuhnya" ujar Gitae yang datang membawa hasil visum ketujuh korban.

"Disitu terbukti benar ada indikasi DNA hangyeol ditubuh korban"

"Tapi mengapa Hangyeol dibunuh?" tanya Chanwook.

"Itu artinya Hangyeol tidak sendiri. Ada dalang lain yang kubicarakan dengan Seunghwan dan Kwangil" jelas Wooil geram karena ketika mereka menemukan titik terang, mereka dihadapkan lagi dengan kegelapan.

"Ada apa kalian membicarakanku?" ujar Kwangil datang dengan Hyeon membawa Nasi Goreng Kimchi dan Bulgogi membuat Chanwook bersemangat keluar dari mejanya menuju meja besar mereka.

"Dimana Seunghwan dan Jin?" tanya Hyeon.

"Belum pulang" jawab Eunho singkat.

"Kalian sudah ke Bighit?" tanya Kwangil.

"Sudah dan seperti biasa mereka tidak banyak bicara. Bedanya kini mereka mau dipanggil kesini dan tidak mengelak. Mungkin karna Jinnie's Effect" sahut Eunho kemudian dan kini suasana ruangan ini mendadak lebih dingin dari AC. Chanwook pun mendadak tidak selera makan. Menyadari hal ini semua Hyeon memecah keheningan.

"Jangan terlalu keras dengannya Wooil. Aku tahu kau peduli padanya. Ia tidak tahu dengan mereka jadi wajar jika memberikan kesimpulan demikian. Lagipula, dilihat dari sisi manapun, persentase yang dibawakannya benar. Jika hatimu dipenuhi rasa benci dan amarah. Maka kita tidak bisa menangkap pelaku sebenarnya. Dan kau Chanwook, aku tidak tahu apa yang terjadi denganmu dan Jin tapi aku harap kalian menyelesaikan pertengkaran kalian"

"Kenapa selalu aku yang jadi trouble maker disini sih!?"

"Karena memang kau tukang ajak ribut" jawab Kyungwoo kalem disambut gelak tawa sampai ponsel Wooil bordering.

Seunghwan is calling…

"Seunghwan menelpon" ujar Wooil

"Loudspeaker saja barang kali penting" saran Eunho dan Wooil menekan tombol speaker

"Ya Seunghwan, ada apa?"

"Hyung segera bergegas ke rumah Jin! Sepertinya rumahnya dibajak oleh dalang dibalik semua ini. aku khawatir pelaku menyerang keluarga Seokjin"

Semua yang ada disana mendadak menghentikan acara makan siang mereka.

"Dimana Seokjin!? Dia dalam bahaya!?" tanya Wooil kalap.

"Dia aman bersamaku kami baru saja meminta keterangan dari Alpha Agency dan ada beberapa bukti yang kalian harus selidiki. Sepertinya akan segera sampai, tapi kondisi psikis Jin tidak stabil. Dia terlihat sangat shock dan aku tidak bisa menanyainya lebih lanjut" ujar Seunghwan panik di sebrang sana, mereka juga sayup-sayup bisa mendengar tangisan Seokjin.

"Kami segera meluncur kerumahnya. Kita bertemu disana" ujar Hyeon mengambil alih ponsel Wooil melihat koleganya sudah tersulut emosi.

Hal ini terjadi lagi.

'Mereka' mulai menyerang pribadi anggota kepolisian.

Semuanya bergegas bersiap sampai mereka beralih menuju pintu dan tidak sadar selama ini BTS sudah ada disana dengan Tuan Kim dengan raut wajah kebingungan.

Dan juga marah.

"Apa katamu? Seseorang mencoba melukai Seokjin?" tanya Jungkook mencoba meredam emosinya.

Kabut emosi terlihat jelas dimata Jungkook dan Taehyung.

Siapa yang berani menyakiti Seokjin?

Tapi, siapa BTS peduli dengan Seokjin?

"Wooil, Eunho, dan Kyungwoo. Kalian disini dan lakukan investigasi kepada member BTS"

"Hyung-" protes Wooil belum selesai.

"Aku hanya butuh Chanwook dan Gitae. Kwangil lebih baik urusi barang sitaan yang nanti datang dari Alpha Agency untuk mencari bukti terkait" ujar Hyeon memotong duluan.

Wooil akhirnya mau tidak mau menerima untuk mewawancarai BTS, terutama Jungkook. Jungkook pun nampak tidak tenang, tubuhnya ada diruang investigasi tapi pikirannya mengawang jauh. Jungkook tak menyangka bahwa dirinya bisa menjadi seprotektif ini kepada si polisi muda tersebut. Wooil datang dengan emosi yang sudah diubun-ubun.

"Jeon Jungkook, kau tahu akibat dari aksi tutup mulutmu dan member boygroup bodohmu itu nyawa orang sedang dipertaruhkan? Jawab dengan jelas Jungkook. Kau punya hubungan apa dengan Gi Han Gyeol" ujar Wooil membanting foto-foto 'tidak senonohnya' dengan Hangyeol yang ia dapatkan dari 'kiriman' Seunghwan tadi.

Jungkook menghela nafas.

"Friend with benefit"

"Kau tahu dia punya jiwa membunuh"

"Tidak"

"Jadi kau yang punya jiwa membunuh?"

"Tidak"

"KALAU BEGITU JELASKAN MENGAPA KAU BISA PUNYA FETISH INI BRENGSEK!" amuk Wooil.

Jungkook terkekeh, hal ini sudah biasa.

"Bukan aku yang punya fetish ini tapi Hangyeol. Aku meman punya sexual drive yang besar dan dominant, tapi aku bukan pecinta BDSM. Hangyeol terangsang kalau ia disiksa dan itu bukan karena aku tapi karena 'kekasihnya'"

"Siapa kekasihnya?"

"Aku tidak tahu karena dia tidak pernah memberi tahu? Mengapa tidak kau tanyakan pada agencynya? Toh agencynya yang merekam foto itu bukan?" ujar Jungkook kini menantang balik Wooil.

"Kau! Bajingan tengik!" sergap Wooil dan mulai meninju wajah Jungkook. Eunho dan Kyungwoo segera keluar dari ruang operator untuk segera melerai Wooil. Sementara Jungkook hanya terdiam lemas menertawakan hidung dan bibirnya yang berdarah.

"Ah, apa kau sudah menemukan pembunuh di foto itu? Sayang sekali temanmu tidak bisa hidup dengan tenang" pancing Jungkook membuat Wooil hampir kalap kalau tidak ditahan oleh Eunho dan Kyungwoo.

"Jeon Jungkook! Kumohon kau keluar sekarang!" pungkas Kyungwoo menyadari situasi yang semakin runyam.

Dunia memang kejam.

Hyeon dan Chanwook datang lebih dahulu kerumah paman Seokjin dibanding Seokjin dan Seunghwan. Bibi Seokjin yang khawatir melihat polisi dan tujuan mereka datang kemari membuat istri sekaligus ibu itu segera menelpon suami dan anak-anaknya.

Yang dicurigai oleh Seokjin benar.

Terdapat lima puluh hidden cam yang tersebar diseluruh rumah dan paling banyak berada di kamar Seokjin. Selain itu terdapat tiga timer bomb kecil yang sudah dalam posisi menyala. Tinggal menunggu sang pengendali menklik tombol 'shut' dan Seokjin serta keluarganya ditemukan tewas. Bibi Seokjin pun tidak menyangka bahwa selama ini rumahnya disabotase tanpa ia sadari.

Tak lama kemudian Seokjin datang dengan berlinang air mata dan tubuh yang pucat. Dua porsi sarapan yang dibuat bibinya seakan-akan tidak berdampak apa-apa. Ponakan dan bibi itu sama-sama menangis lega mengetahui keduanya masih baik-baik saja. Seokjin sudah menelpon orang tuanya yang ada di Amerika sana dan sampai sekarang untungnya tidak ada 'ancaman' yang diarahkan kepada mereka. Mungkin karena tidak banyak yang tahu tempat tinggal Seokjin disana ditambah lagi kompleks perumahan tempat Seokjin tinggal memang dikhususkan untuk para agent sehingga punya security yang khusus.

Domin dan Daeho datang lebih dulu disusul oleh sang ayah yang kaget mendapati keponakannya sudah sepucat mayat. Menurut keterangan Seokjin, tadi pagi seseorang datang kekamarnya sebagai penyedia layanan cleaning service dan bibinya membenarkan bahwa ia setiap hari memakai layanan tersebut karena sudah tidak bisa lagi mengurus rumah sendirian ditambah pekerjaan barunya sebagai pemilik restaurant dan jasa layanan tersebut merupakan agen langganannya selama tiga tahun terakhir. Seokjin bilang bahwa gerak gerik pemuda itu cukup aneh dan dia menawarkan jasa massage dimana yang anehnya Seokjin dibuat mengantuk dan setelah itu dia bangun dengan keadaan yang biasa saja. Yang membuat Seokjin kepikiran bahwa rumah pamannya disabotase adalah bahwa ia mendengar Lee Jae Wook nampak seperti mengancamnya dengan membahayakan keluarganya.

Tentu saja bagian dimana Seokjin bisa mendengar gumaman lirih Jaewook tidak ia ceritakan.

Hyeon memutuskan bahwa Seokjin harus bed rest selama satu minggu ini mengingat guncangan psikis yang dia alami hingga membuatnya sepucat mayat seperti ini. Dia juga menyarankan agar Seokjin tidak tinggal disini mengingat bahwa nampaknya pelaku mulai mengincar Seokjin dan itu akan membahayakan keluarganya. Namun paman Seokjin bersikeras bahwa Seokjin harus tinggal disini karena ia sudah berjanji pada saudaranya akan melindungi keponakannya. Membuat Hyeon mau tak mau meminta kepolisian setempat membuat patroli khusus untuk rumah pamannya dan menyarankan agar password rumahnya diganti setiap satu hari sekali. Seluruh akses dari luar seperti balkon, jendela, rooftop, ditutup sementara dengan double lock sehingga orang hanya bisa keluar dan masuk melewati pintu utama saja.

Hari pertama ia diliburkan kondisi Seokjin memburuk. Ia terbangun hampir setiap dua jam sekali akibat telinganya yang terlalu 'awas' mendengar suara. Ia tak berani keluar rumah dan Seokjin seperti clean freak yang menghabiskan waktunya seharian membersihkan rumah sekaligus khawatir apabila masih ada spycam atau penyusup masuk kedalamnya.

Hari kedua lebih buruk. Seokjin tak bisa tidur, dirinya selalu berada di posisi siaga, dan semakin hari tubuhnya semakin pucat. Bibi serta paman yang melihat perubahan Seokjin hanya bisa menangis. Keeseokkan harinya bibinya menyarankan Seokjin untuk keluar rumah membantunya menjaga restaurant. Semua terpesona dengan tubuh dan paras indah tersebut namun menyayangkan bahwa Seokjin masih saja diam dan terlihat ketakutan.

Hari ketiga, akhirnya Seokjin ambruk. Ia dilarikan kerumah sakit dan disini keluarganya memutuskan, memang untuk sementara Seokjin dipindahkan ketempat yang lebih aman dan nyaman sesuai dengan saran dokter yang mendiagnosa Seokjin stress berat dan ketakutan berlebihan karena 'rumahnya sendiri.' Apartemen Hannam The Hill menjadi saran seluruh agent property di Korea Selatan namun pihak kepolisian terkhususnya, Wooil sangat menentang hal tersebut karena disanalah tempat tinggal BTS. Apalagi setelah mengetahui unit yang ditawarkan ialah persis di lantai dan gedung yang sama dengan tempat BTS tinggal.

Basically, Seokjin adalah tetangga BTS.

Tapi Seokjin butuh tempat tinggal yang nyaman, aman, dengan suasana yang teduh dan jauh dari hiruk pikuk keramaian.

Hari keempat semua sepakat Seokjin tinggal disana dengan satu syarat, tiap hari orang bergantian 'menginap' diapertemennya. Sekaligus 'memantau' BTS diam – diam. Lagipula ini semua hanya untuk sementara sampai Seokjin 'pulih.' Semua perlengkapan Seokjin dipindahkan kesana dan dimana hari ia pindah BTS nampaknya sedang tidak di Korea Selatan dan Wooil yang pertama menjaganya.

"Cobalah, aku baru saja menghangatkan masakan imo" ujar Seokjin selepas melihat Wooil sudah keluar dari kamar mandi dengan kaus putih polos dan celanan pendek hitam serta handuk yang masih setia di kepalanya. Sup Kimchi kini menjadi menu makan malam mereka ditemani dengan gyeranmari menjadi pelengkapnya. Setelah makan malam Wooil mengajak Seokjin duduk di balkon menikmati langit diteman secangkir chrysanthemum tea yang sesuai saran dokter dapat merilekskan tubuh.

"Bagaimana kondisimu sekarang?" tanya Wooil membuka percakapan. Seokjin menarik nafas panjang sebelum menjawab.

"Sedikit lebih baik" ujarnya lalu menghirup teh tersebut yang menenangkan untuknya. Wooil mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan sebuah foto.

Foto tersebut menampilkan Wooil dengan seorang polisi lainnya yang sekiranya nampak lebih tua dan polisi muda lainnya difoto itu yang ketiganya memakai seragam polisi khas patroli atau lalu lintas. Seokjin melihat foto itu dan tersenyum seraya membalikkan foto tersebut dan dibelakangnya terdapat tulisan.

Hari pertama setelah mengucapkan sumpah penghormatan!

Ini pertama kalinya Seokjin melihat Wooil tersenyum lebar meski hanya didalam selembar foto.

"Itu adalah temanku Kwon Joomin dan ayahnya sekaligus ketua Unit kita dahulu, Kwon Daejoon. Bekerja bersama mereka membuatku sangat bersemangat memberantas penjahat, menegakkan keadilan, menolong yang tak mendapatkan hak perlindungan yang seharusnya mereka dapatkan, dan memerangi penindasan dan ketidakadilan. Namun semuanya berubah…" ujar Wooil getir yang kini mengambil sebatang rokok dari sakunya dan menyalakannya sambil menghembuskan asap rokok tersebut jauh – jauh.

"Pada tahun 2016 unit kami mendapatkan kasus orang hilang secara berturut – turut dengan kemiripan yang sama. Pemuda usia dibawah dua puluh tahun, bersekolah di sekolah seni atau seorang trainee dan sejenisnya yang berhubungan dengan seni dan mereka hilang tanpa kabar. Maksudku tanpa kabar adalah mereka orang – orang yang tidak akan dicari kalau hilang"

Seokjin masih setia mendengar.

"Joomin bekerja siang dan malam demi menumpas habis kasus ini. Kami menemui titik terang, salah satu korban, Jo Woo Yeong, seorang anak yatim piatu yang bersekolah di Hanlim Arts School disinyalir menjadi trainee di BigHit membuat kami menivestigasi agensi tersebut. Faktanya, lima belas pemuda yang hilang berkaitan dengan BTS. Ada yang sebagai back dancer , sebagai seorang produser atau song-writer, sebagian ada yang pernah menjadi kawan 'akrab' salah satu member saat menjadi underground rapper. Namun anehnya tidak ada satupun yang kami selidiki mengarah kepada BTS kalau tidak terungkap hubungan Wooyeong dengan BTS ini. Masalah nampak semakin menemui akhir hingga…"

"Hingga…?" tanya Seokjin penasaran.

"Hingga Joomin hilang di kantor polisi saat itu. Rekaman CCTV terakhir yang kita temukan adalah saat Joomin menyeduh kopi kemudian mendapat panggilan lalu ia tiba –tiba saja keluar melewati pintu belakang dan tak ditemukan. Lima hari kemudian kami mendapat kiriman sebuah peti mati dimana didalamnya ada Joomin yang telah wafat dibalut jas putih dan tangannya memegang sebuket bunga lily putih"

Seokjin reflek menutup mulut dengan kedua tangannya pertanda terkejut luar biasa.

"Hasil autopsi memperlihatkan bahwa Joomin meninggal bukan karena kekerasan fisik melainkan mental. Joomin kami selama lima hari 'digilir' berturut – turut sebagai pemuas nafsu. Kami menemukan banyak 'DNA' yang tertinggal ditubuhnya dan enam diantaranya positif milik semua member BTS"

Seokjin kini paham mengapa Wooil sangat membenci BTS.

"Kami tak bisa menangkapnya karena alibi BTS sangat kuat. Bahwa sebulan sebelum Joomin hilang mereka tengah berada di Amerika. Sedangkan sesuai hasil autopsi korban wafat dipagi hari tepat kami menemukannya, itulah mengapa suhu tubuhnya masih hangat. Yang artinya tidak mungkin peti mati itu dikirimkan dari Amerika sana dan juga seluruh maskapai domestik dan internasional diseluruh bandara di Korea Selatan tidak memiliki 'daftar peti mati' yang dikirim pada hari itu juga. Terlebih peti mati itu didesain oleh sebuah pembuat peti mati di Jeju. Kami tak bisa menangkap BTS dan ayah Joomin, Kapten Daejoon memilih mengundurkan diri dari kepolisian dan menutup kasus puteranya. Semuanya menjadi abu"

Wooil menghabiskan rokok terakhirnya dan meminum kembali tehnya.

"Sejak saat itu aku bersemangat membasmi seluruh kasus. Orang bilang bahwa aku sudah hilang 'kewarasan' atau aku si 'Serigala Liar'. Apapun itu tidak masalah asalkan aku bisa menuntaskan kasusku. Menuntaskan kasus – kasus yang tidak bisa kuselesaikan bersama Joomin. Setiap kali BTS tersangkut di kasus yang kuselidiki aku semakin marah dan semakin kecewa karena semakin tidak menangkapnya hingga kau datang mengatakan padaku bahwa BTS bukan pelakunya. Aku marah saat itu juga" ujar Wooil jujur.

"Mian…" ujar Seokjin lirih.

"Tapi aku lebih marah kepada diriku sendiri. Bahwa aku tidak menyadari mungkin memang BTS bukanlah tersangkanya, mungkin BTS adalah kambing hitam orang – orang yang punya kuasa untuk menyentuh 'BTS'. Atau mungkin BTS dan Kita bisa menjadi korban selanjutnya dan itu sebabnya aku khawatir padamu Jin. Siapapun 'mereka', mereka berbahaya untukmu dan aku tidak ingin kehilangan maknae terbaikku lagi. Melihatmu bagai mayat hidup seperti ini mengingatkanku akan apakah yang dialami oleh Joomin selama tujuh hari 'neraka' itu seratus kali lebih buruk dari yang kau alami?" ujar Wooil kini dengan suara tenang menatap lembut Seokjin yang kini tidak sadar telah meneteskan air mata.

Wooil tidak membencinya,

Wooil hanya trauma kehilangan orang yang ia sayang.

Dan Seokjin adalah bagian orang – orang yang Wooil sayang.

Hari kelima. Nafsu makan Seokjin mulai meningkat dan kini ia mulai bisa tidur dengan tenang, dihari ini Chanwook datang menggantikan Wooil dan keduanya canggung. Chanwook yang canggung melihat 'piyama unik' milik Seokjin karena Chanwook datang pagi – pagi disaat Seokjin bahkan belum sempat cuci muka dan Seokjin yang canggung karena perkelahian kecil mereka kemarin. Chanwook datang bersama bibi Seokjin yang datang mengecek keadaan Seokjin sekaligus memasak Jajangmyeon dan Maeun-tang, hidangan sup yang dipenuhi dengan ika, udang, dan lobster kesukaan Seokjin. Siangnya, keduanya makan dengan nikmat karena merupakan makanan favorit masing – masing dan dari sini mereka melakukan lunch talk sekaligus mengakhiri 'acara ngambek' mereka yang kekanakkan.

Hari keenam yang datang ialah Daeho karena kebetulan hari itu ia tidak mendapat panggilan untuk pemotretan. Daeho datang sambil membawa daging panggang yang dimasak dari restaurant ibunya untuk dimakan bersama Seokjin dan sehabis itu keduanya bermain game Super Mario lalu tertidur setelah menonton film berturut – turut. Seokjin nampak lebih hidup setelah Daeho amati. Tubuhnya kembali berisi dan baby cheeksnya kembali terlihat. Tubuhnya tidak terlihat pucat lagi melainkan lebih cerah dan rona merah alami di wajah dan beberapa bagian tubuhnya mulai terlihat.

Hari ketujuh, Eunho yang ditugasi menjaga Seokjin kaget melihat Seokjin kini sudah siap sedia dengan jaket putih, celana jeans, dan sepatu bootsnya.

Seokjin siap bekerja kembali sebelum masa rehatnya habis.

Atau bahkan sebelum Eunho 'menuntaskan kewajibannya' menjaga Seokjin dua puluh empat jam.

/-/

Tentunya Wooil adalah orang pertama yang kaget melihat kini Eunho ada di pintu masuk dengan Seokjin disampingnya yang sudah tersenyum cerah.

Hyeon bahkan tersedak kopinya sendiri saat melihat Seokjin sudah ada di mejanya dengan Chanwook yang lagi – lagi menyemburkan air mineralnya ke wajah Kyungwoo yang naasnya berada di sampingnya saat itu. Seunghwan bahkan harus mengecek dua kali apakah ini Seokjin yang sama dengan yang tujuh hari lalu menangis histeris dipelukannya. Kwangil dan Gitae saling menabrakkan diri ketika Seokjin menyapa mereka berdua yang masuk berbarengan.

Semua bereaksi layaknya Seokjin hantu.

Namun semua berbahagia bahwa kini maknae manis mereka telah kembali.

Wawancara dengan MBC kini sudah dilakukan dan pengecekan barang sitaan milik Alpha Agency juga sudah selesai saat Seokjin reses. Polisi sudah mengeluarkan press release bahwa memang Hangyeol terbukti benar menjadi dalang dalam kasus Seven Deadly Sins itu setelah korban yang satu – satunya selamat dan sekaligus saksi hidup yang mengkonfirmasi bahwa yang menculik mereka adalah Hangyeol. Sesuai dengan paparan Seokjin saat persentasi. Hangyeol memang sengaja melakukan kejahatan karena atas 'pensucian diri' sekaligus menaruh dendam pada Jungkook. Tapi Jungeun mengatakan bahwa Hangyeol kerap menelpon seseorang yang ia panggil dengan sebutan 'Daddy' dan itu bukan ayah Hangyeol mengingat ayah Hangyeol dipanggil dengan sebutan 'Appa'.

Untuk itu kasus atas pembunuhan Hangyeol tetap dibuka meski kini kejahatannya telah dibongkar. Wooil menyarankan untuk menyelidiki kembali ke MBC mengingat bahwa Hangyeol menghabiskan sebagian besar waktunya disini. Wooil bersama Seokjin dan Kwangil kembali menyelidiki stasiun TV tersebut. Seokjin melangkahkan kakinya kestudio Music Core dimana para penyanyi tengah melakukan rehearseal dan pre-recording. Tidak ada yang aneh selama acara berlangsung dan mereka tengah menyiapkan video clip untuk tribute kepada Hangyeol. Setelah semua selesai dan acara sudah mau mulai Seokjin memilih undur diri dan berjalan melewati back stage ketika ia mendengar sesuatu.

"Dia ada disini"

Seokjin seketika menghentikan langkahnya dan fokus mulai memperhatikan seluruh sekitarnya. Suaranya berasal dari keramaian dan sepertinya tidak cukup jauh dengan posisi Seokjin.

"Bersihkan dia"

Seokjin kembali mendengar suara itu lagi dan itu berasal dari panggung atau tepatnya dari atas set dimana lampu lighting atas hampir jatuh mengenai salah satu orang yang berdiri disana apabila Seokjin tidak lari dan menyelamatkan keduanya. Lampu tersebut pecah dan terbakar dan nampaknya kaki Seokjin terkena pecahan beling tersebut dan terkilir.

Dan itu semua terjadi setelah kamera utama dan control room distudio itu bertuliskan "on air"

Kecelakaan ini disaksikan seluruh jutaan masyarakat Korea Selatan yang kini tengah menonton acara tersebut.


AUTHOR'S NOTE :

Nunggu update ya? Maaf ya akhir-akhir ini author disibukkan dengan tugas kuliah ㅠ.ㅠ. Gimana, disini sudah adakah yang bisa menyelidiki dalang dibalik pembunuhan Hangyeol? atau jangan - jangan kasus Hangyeol berakhir unsolved? Apa kabar dengan keterlibatan BTS? Ada yang bisa membuat teorinya? hwhwhw

Oh ya, kabar berhubung kini aku sudah punya wattpad, bagi yang ingin mem-follow author silahkan cari dengan id yang sama yaitu HealingSigma. Sesuai janji author, aku bakal mempublish profil team Kepolisian Seoul dan team PI milik UNSC disana karena di ffn tidak mensupport attachment. Jadi bagi kalian yang kepo tentang kawan - kawan Seokjin bisa cek disana nantinya.

Oh ya berhubung author ini hanya penulis freelancer, author lagi coba buat akun , jadi bagi kalian yang mau support aku bisa kesana ya guys ㅠ.ㅠ

Oh ya, bagi kalian yang kurang paham sama 'teka - teki' didalam ceritanya juga bisa tulis di komen dan author sebisa mungkin menjawabnya~~

Dan seperti biasa,

DONT FORGET TO RnR ALSO FAV&FOLLOW

BUDAYAKAN MENINGGALKAN JEJAK YA TEMAN -TEMAN~~

p.s : Karena percayalah komen - komen kalian penambah semangat author buat update!^^