TITTLE : Beauty Lawbreaking

ALTERNATIVE TITLE : The Shape of Voice

PAIR : ALLxJIN / EVERONExJIN


"If you could read my mind, I'm pretty sure you'd either be traumatized, sexually aroused or both." – Unknown


Dua jam setelah insiden Seokjin

10.00 KST – Poliklinik Studio 1, MBC Station

Seokjin yakin seratus persen dengan kekuatan telinganya.

Salah satu suara yang ia dengar ialah suara Eunho.

Namun, bagaimana bisa Eunho ada disini sementara orang itu sedang ada dirumah?

Tapi bagaimana bisa telinganya salah akhir – akhir ini?

Seokjin bersyukur bahwa kakinya hanya cedera ringan dan hanya perlu di gips saja, bersyukur baik Seokjin dan salah satu orang yang ia amankan dan tak lain dan tak bukan salah satu member EXO, Kai, yang bertugas menjadi MC Spesial tersebut juga baik – baik saja.

Seokjin menghela nafas.

Tanpa ia sadari ia sedang viral sekarang.

Seokjin terpaksa dipindahkan ke rumah sakit karena keterbatasan alat di poliklinik. Seoul National University Hospital menjadi pilihan mereka. Penangannya cukup cepak dan baik. Kaki Seokjin langsung di rontgen dan segera memakai gips. Seokjin juga menjalankan serangkaian tes untuk memastikan tidak ada anggota tubuhnya yang terluka baik luka luar maupun luka dalam.

Seokjin diperintahkan untuk untuk menginap selama satu minggu.

Di hari pertama Kai datang.

Bersama manajernya.

Juga reporter.

Dan juga fans yang terhalang didepan pintu rawat inapnya.

"Gyeongchal-nim, jeongmal khamsahamnida" ujar Kai datang dengan isak tangis dan beberapa reporter yang merekam kejadian tersebut ikut terenyuh.

Seokjin hanya bisa memasang tampang 'kebingungan.'

Seokjin hanya bisa tersenyum kikuk menanggapi Kai yang menjenguknya layaknya menjenguk pasien kanker stadium akhir yang sudah akan divonis mati dalam waktu beberapa hari. Tak lama kemudian beberapa member EXO lainnya seperti Sehun dan Baekhyun datang menjenguk Seokjin dan menampilkan ekspresi kurang lebih sama dengan Kai. Perbedaannya mereka tampak mensupport Kai.

Seokjin hanya bisa menghela nafas melihat segala tingkah laku drama disini.

Enam puluh menit berlalu dan para reporter pamit undur diri. Kai, Sehun, dan Baekhyun atau tepatnya hanya Kai langsung segera menghapus air matanya.

"Heish, reporter itu, awas saja muka menangisku jelek nanti" ujar Kai membuat Seokjin menganga.

Oh, jadi ini hanya untuk sandiwara? Untuk menaikkan personal branding?

Seokjin seharusnya tak berharap banyak setelah perlakuan member TWICE, BTS, bahkan Hangyeol sendiri.

Sang manajer langsung mengucapkan terima kasih kepada Seokjin sekaligus meminta maaf atas syuting dadakan ini. Sang manajer ingin menyelipkan uang sebagai 'suap' dan Seokjin segera menolak dengan terang – terangan.

Heck, bahkan gajinya di PI mampu membeli seluruh saham SM saat ini juga.

Kai, Sehun, dan Baekhyun mau tidak mau tertarik juga dengan pemuda ini. Maksudnya memang sudah banyak polisi berwajah 'tampan,' tapi tidak ada yang setampan ini. Maksudnya setampan Seokjin adalah memancarkan aura imut, elegan, cantik, enchanting, dan 'menggoda.' Kedua, Seokjin adalah orang pertama yang tidak takluk terhadap pesona mereka, terlihat selama enam puluh menit penuh kepura – puraan itu Seokjin sama sekali tidak terpengaruh dengan segala drama yang mereka buat atau sekedar mengatakan 'tak apa, ini bukan salahmu' layaknya drama – drama seperti biasanya.

Dan yang ketiga.

Seokjin itu popular setelah kemunculannya di kasus Hangyeol.

Jadi katakanlah mereka bertiga tertarik.

"Biarkan aku membayar segala pengobatanmu. Dirimu seperti ini karena aku juga" ujar Kai.

"Terima kasih, tapi tidak usah. Kepolisian masih mengcover biaya pengobatanku" jawab Seokjin sopan.

Kai menaikkan salah satu alisnya.

Pertanda tertarik.

Kai duduk mendekatkan mukanya kearah Seokjin.

"Boleh aku bertanya mengapa kau bisa secepat itu bahkan menjadi orang yang pertama melihat lighting?"

Seokjin panik seketika.

"Eum…aku disana untuk mengawasi ruangan tersebut. Jadi tentu saja aku yang pertama melihat lighting tersebut" ujar Seokjin mencoba berbohong sehalus mungkin.

Padahal dalam hatinya, jantungnya sudah berdetak tidak karuan berharap orang ini tidak menemukan 'talenta' milik telinganya.

Kai mengangguk sementara sang manajer langsung menggiring artisnya keluar karena betapa bodohnya artisnya menggoda seorang polisi.

Dimana otaknya ditaruh?

Sementara Seokjin menghembuskan nafas sepanjang yang ia bisa.

"Dia ada disini"

"Bersihkan dia"

Namun pikiran Seokjin masih tetap pada satu hal.

Pemilik suara tersebut.

Siapa yang sedang ia incar? Kai? Atau mungkin Seokjin?

Apa ini ada hubungannya dengan kematian Hangyeol?

/-/

Breaking News : [14/02/2019] Minor Accident happened today in Music Core due to Lighting Malfunction. The only victim of the accident was a police officer and now being rushed to the SNU Hospital

Pemuda yang masih mengenakan Silk Satin Sleepwear Robes Long-Sleeve berwarna merah marun tersebut tersenyum kecil begitu melihat layar ipad-nya menampilkan berita dengan mobil ambulan sebagai fotonya. Ia kemudian menaruh ipad-nya dan dengan tenang memotong steak yang telah disediakan oleh pelayannya.

"Well kau tidak mencari pengganti Hangyeol saat ini?" ujar pemuda yang baru saja masuk keruang makannya dan melepaskan jas dan merenggangkan dasinya.

"Hm, aku sedang dalam masa berkabung. Steak ini merupakan makanan favoritnya" ujar pemuda itu tadi sambil mengaduk - aduk wine digelas miliknya sementara pemuda berjas tadi menyampirkan jasnya di kursi dan duduk disebelah pemuda tadi sambil berdecih.

"Kau bilang sedang dalam masa berkabung tapi 'ipadmu' berkata lain" ujar pemuda yang melepaskan jas tadi menggulung kemejanya dan memakan steak yang kini tersedia didepannya.

"Ups, apa aku ketahuan? Aku sebenarnya tidak ingin memberinya kecelakaan. Tapi pemuda itu tahu benar lokasi anak buahku. Dan lagi, kau yang menyuruhnya untuk membersihkannya! Kau hampir membunuh calon pengantinku, Yool!" ujar pemuda tadi membuat pemuda berjas tadi yang tak lain dan tak bukan adalah Yool mendengus sarkas.

"Dia ancaman bagi Alpha Agency, wajar aku mau membersihkannya. Dan lagi Jaewook tidak suka dengan pemuda itu setelah ia tahu pemuda itu mencabut semua hidden cam yang dipasang dirumah-" ucapan Yool terhenti ketika melihat Jaewook kini terduduk di kursi roda, pucat layaknya orang mati.

"YAK! APA YANG KAU LAKU-" ucapan Yool terhenti ketika ia merasakan sensasi panas ditenggorakannya.

Pemuda tadi hanya tersenyum ringan.

"Pertama, kalian tahu dia adalah incaranku, kedua, Jaewook bahkan berani menyentuhnya dengan tangan kotornya sebelum aku, ketiga, kau berani menghabisinya diluar perintahku. Ck, ck, ck aku tak bisa mentolerir ini Yool. Maaf tapi kalian sudah tak berguna lagi" ujarnya sambil dengan santai menyantap steaknya membiarkan Yool mati perlahan mengeluarkan busa dari dalam mulutnya.

Para pelayan tersebut hanya bisa keringat dingin menyaksikan 'kebengisan' bosnya dalam diam tanpa tahu apa yang terjadi kepada mereka lima menit kemudian.

Seseorang menggunakan jas berwarna navy blue masuk kedalam rumah megah tersebut mendapati kini ruang makan tersebut penuh dengan darah dari lima pelayan disana, Yool, dan Jaewook yang sudah memucat disebuah kursi roda. Sementara 'tuannya' tengah menikmati wine seperti biasa.

"Tidak bisakah kau tidak bar – bar sedikit? Aku mulai lelah membereskan mainanmu" ujar pemuda itu menggurutu dan tak lama kemudian dia menelpon seseorang dan beberapa laki – laki berjas hitam datang dan membereskan mayat – mayat tersebut.

Si pemuda yang diomeli hanya bisa tertawa polos layaknya anak kecil dan menuangkan wine kedalam gelas untuk disodorkan ke pemuda tadi mengetahui bahwa 'kawan lamanya' harus bersusah payah membereskan 'ulahnya.'

"Maafkan aku. Aku terbawa emosi tadi. Bagaimana kau sudah menemukan yang melukai Jinnieku?" ujar pemuda itu polos sementara pemuda lainnya meminum wine tersebut sambil mengangguk.

"Orang suruhan Yool sudah kubereskan. Dia sudah mati dengan video porno menyala di komputernya"

"Mwo? Kau membunuhnya saat masturbasi? Sungguh keji, setidaknya berikan dia kepuasan"

"Lol, aku sungguh takjub dengan orang yang berbicara 'mengenai kekejian' yang justru berulah lima menit lalu" sindir pemuda jas tersebut dan si pemuda yang mengenakan silk robe tadi hanya bisa tertawa lucu.

"Lagipula kau akan melakukan hal yang sama dengan yang aku lakukan setelah tahu apa yang diperbuatnya" ujar pemuda jas tersebut memberikan ponselnya untuk memperlihatkan sebuah video editan atau animasi hentai yaoi dimana ukenya mirip atau bahkan identik dengan Seokjin.

"Cih, dia masturbasi dengan video ini?" ujar pemuda silk robe tadi tak percaya.

"Namanya Geum Hong Shim. Dua puluh lima tahun, gay, dan creator animasi gagal. Nampaknya ia terpesona pada 'Jinniemu' itu"

"Ck kalau aku jadi kau, sudah kumutilasi dia"

"Sayangnya aku bukan dirimu. Pembantu ini seperti biasa akan dikuburkan di hutan. Bagaimana dengan Yool dan Jaewook?"

"Buat seperti kecelakaan mobil yang menghanguskan tubuhnya seketika sehingga polisi tak akan bisa menemukan jejaknya. Oh ya, buat rutenya ketempat yang tidak mungkin orang lain lewati sehingga prosesnya semakin kecil. Soohyuk sepertinya berkompeten-"

"Ck, bilang saja kau memang hendak menyingkirkan Yool dan Jaewook karena Soohyuk, Taejoon, dan Joohwan adalah kawan lamamu bukan"

"Hey jangan begitu, kau juga kan kawan lamaku. Setelah kita mendapatkan Jinnie. Mari kita share bersama" ucap pemuda tadi menggerling nakal yang dibalas muntahan saja. Dan si pemuda berjas tadi yang bersiap pergi.

"Joohwan baru saja menghubungiku dan mengatakan ia sudah mengedit CCTV-nya. Tapi kita harus tetap hati – hati karena sepertinya calon pengantinmu bukan sembarang orang. Oh ya dan satu lagi pesan dari Joohwan. Karena scapegoat-mu tidak bisa digunakan saat ini, aku akan menggunakan Jaewook" ujar pemuda berjas tadi pergi meninggalkan pemuda tadi dan orang suruhannya yang tengah membersihkan 'darah' disini.

"Justru hal itu yang membuatku semakin tertarik dengannya…Kim Seokjin…mengapa kau buat aku seterangsang ini hm..?"

/-/

Hari kedua ia dirawat. Eunho dan Wooil datang bersama sambil membantu Seokjin berjalan ketaman mencari udara segar. Seokjin yang penasaran apakah suara yang ia dengar sebelumnya saat insiden kemarin adalah Eunho atau bukan. Namun sebelum ia mengkonfirmasi hal tersebut, Chanwook datang sambil membawa Jajangmyeon dan bergerutu semalam ia kalah telak main overwatch dengan Eunho semalam.

Membuat Seokjin lagi – lagi merasa bodoh mengapa telinganya akhir – akhir ini tidak bisa berfungsi dengan normal.

"Seokjin, kau nampaknya banyak pikiran?" tanya Eunho yang pertama kali menyadari Seokjin yang sedari tadi hanya mengaduk mienya saja.

"Ah gapapa hyung. Aku hanya merasa bersalah kemarin tidak bisa melakukan investigasi dengan baik" ujar Seokjin murung yang dihadiahi Wooil dengan tepuk di bahu.

"Kau tak perlu khawatir. Kami telah menemukan titik terang. Pelayan yang biasanya melayani Hangyeol diruang tunggu pernah mendengar suara aneh layaknya orang yang tengah berhubungan badan. Diruang tunggu tersebut kami menemukan hidden cam yang tengah diselidiki Chanwook semalam" dan Chanwook menggeleng.

"Kuserahkan kepada Kyungwoo hyung. Karena chat hyung semalam aku kalah bermain dengan Eunho hyung" ujar Chanwook yang hanya dibalas kekehan dari mereka semua. Seokjin pun harus masuk kekamarnya karena sudah jadwal makan siang dan Chanwook dengan semangat mendorong kursi roda milik Seokjin.

Dimana dikamarnya kini terdapat banyak karangan bunga dan sang bibi justru tengah sibuk menatanya. Sang bibi berkata bahwa ini adalah karangan bunga dari fans EXO dan Kai diberbagai belahan dunia mungkin/? Yang mendaulat Seokjin kini sebagai 'guardian angel' bias mereka.

Seokjin hanya bisa menepuk jidatnya tanda menahan marah sementara rekan sejawatnya hanya bisa terkekeh senang.

Maknae mereka mendadak viral sekarang.

/-/

Seokjin sudah keluar dari rumah sakit, namun kakinya masih di gips. Seokjin masih harus berjalan menggunakan tongkat kruk atau kursi roda. Bosan, Seokjin memilih menghubungi teman – temannya di PI. Seperti biasa Sophia dan Aiden yang paling bersemangat melakukan video calling bersamanya sementara Hana hanya bisa merengut sebal karena tidak kebagian jatah berbicara. Mereka berbicara banyak hal. Mulai dari Aiden yang kini tengah mencoba berkencan dengan seorang karyawan perusahan elektronik. Sophia juga yang mulai ikut main tinder dan Hana yang kini melanjutkan hobi boxing-nya setelah menemukan klub boxing yang dirasa cocok untuknya.

Menghabiskan waktu satu jam mengobrol bersama mereka, Seokjin pun memutuskan untuk menghubungi keluarganya mengingat disana waktunya makan malam. Ketiganya makan steak tenderloin dengan green salad yang membuat Seokjin juga ingin makan demikian. Terlanjur lapar dan tergiur Seokjin memilih untuk belanja di supermarket untuk membuat steak dan salad tersebut. Namun apalah daya, berujung pada belanjaan yang banyak dengan kondisi kaki yang tidak memungkinkan membuat Seokjin bersusah payah mengangkat kantung – kantung plastik belanjaannya.

Tidak sampai seseorang menggunakan loose sweater berwarna hitam membantunya mengangkat barang belanjaannya.

Jeon Jungkook ada dihadapannya.

"Butuh bantuan gyeonchalnim?" tanya Jungkook dengan nada lembut.

Dan Seokjin hanya bisa tersenyum mengiyakan.

"Aku tidak tahu bahwa kau merupakan tetanggaku Seokjin-shi" tanya Jungkook ketika sampai di apartment milik Seokjin dan menaruh barang belanjaannya.

"Hanya untuk beberapa bulan. Dirimu mau minum apa-"

"Bolehkah aku makan disini?" tanya Jungkook lagi dan Seokjin terdiam mengiyakan melanjutkan dirinya untuk memasak.

Kini steak dan salad yang menambah nafsu makannya mendadak hilang rasa. Baik Seokjin dan Jungkook makan dalam diam dan tenang. Seokjin dari awal ingin menanyakan bagaimana luka lebam yang ada di wajah Jungkook, namun Seokjin menyadari bahwa ini pasti ulah Wooil sehingga ia memilih untuk menutup mulutnya rapat - rapat. Setelah selesai makan, Jungkook memutuskan untuk pulang namun sebelum ia pulang, dirinya ditahan oleh Seokjin untuk menunggu sebentar dan tak lama kemudian Seokjin datang dengan kotak P3K, menawarkan dirinya untuk mengobati luka – luka lebam di sekujur wajahnya.

Seokjin meringis pertama kalinya melihat ujung bibir Jungkook yang hampir robek, sedangkan Jungkook terkekeh kecil.

Entah untuk menghibur diri atau mengasihani dirinya sendiri.

"Saat itu aku mendengar kau menangis hebat ditelepon, apakah dirimu dan keluargamu baik – baik saja?" tanya Jungkook kepada Seokjin yang dengan telaten mengobati luka di bibirnya.

"Iya, aku ketakutan saat itu, tapi tak apa. Sekarang sudah baik – baik saja dan keluargaku juga sudah mendapat pengawalan yang ketat" ujar Seokjin mengolesi krim di ujung bibir Jungkook menimbulkan desisan yang membuat mereka berdua berjengit kaget kemudian kembali mendekat untuk mengobati luka di pipi Jungkook.

Untuk pertama kalinya Jungkook bisa melihat wajah Seokjin sejelas ini. Mata, hidung, dan bibir.

Jungkook dengan jelas bisa melihat bagaimana wajah Seokjin bak dilukis oleh para dewa dan dewi.

"Kamu tidak ingin menanyakan hubunganku dengan Hangyeol" tanya Jungkook membuat mata Jungkook dan Seokjin beradu pandang dengan jarak sejengkal.

Jarak yang sangat amat dekat hingga membuat tensi diantara keduanya.

"Jungkook-shi sudah diinterogasi saat itu. Aku tidak punya hak untuk menanyakannnya kembali" ujar Seokjin berdalih dan fokus kembali ke pekerjaannya yang kini beralih pada luka di kening Jungkook.

Bohong Seokjin tidak penasaran

Dia orang pertama melihat foto dan rekaman 'vulgar' tersebut.

Sesungguhnya banyak hal yang ditanyakan oleh Seokjin.

Seperti bagaimana kedekatan Jungkook dengan Hangyeol, bagaimana mereka ppunya hubungan yang 'demikian' sehingga Jungkook menjadi calon tersangka sekarang, dan,

"Para pemuda ini hilang dan tak ditemukan sampai sekarang dan semuanya pergi hanya meninggalkan sepucuk foto polaroid ini. Seokjin aku khawatir padamu, bahwa kau juga akan ikut 'menghilang.' Dirimu bilang kami fokus pada BTS bukan? Ya kami akui itu karna kami merasa bahwa BTS lah jalan kami menuju kepada tersangka utama dibalik semua malapetaka ini"

"Hasil autopsi memperlihatkan bahwa Joomin meninggal bukan karena kekerasan fisik melainkan mental. Joomin kami selama lima hari 'digilir' berturut – turut sebagai pemuas nafsu. Kami menemukan banyak 'DNA' yang tertinggal ditubuhnya dan tujuh diantaranya positif milik semua member BTS"

Dan hubungan BTS dengan kasus Joomin dan lima belas pemuda yang hilang tersebut.

Tapi Seokjin tidak berani berasumsi.

Ia sungguh tidak berani berasumsi.

Namun sepertinya Jungkook menangkap apa yang Seokjin pikirkan lewat matanya.

"Sepertinya Wooil telah 'berbicara banyak' mengenai kami" tanya Jungkook kali ini dengan intonasi dingin.

Cukup buat bulu kuduk Seokjin merinding ketika mereka kembali beradu tatap.

"Aku ingin meninggalkan kesan baik, tidak bisakah? Apa kau juga berpikiran sama? Bahwa aku pembunuhnya? Dalang di balik semuanya? Apakah kepindahanmu ini juga bagian dari rencana kalian mengawasiku? Tidak bisakah dirimu melihatku sebagai Jeon Jungkook?" tanya Jungkook tanpa melepas pandangannya terhadap Seokjin.

Seokjin bisa mendengar nada kefrustasian disana.

Tapi siapa Seokjin bisa menilai yang benar dan yang salah?"

"Aku tidak memandang siapa – siapa Jungkook-shi, aku kan sudah pernah bilang apabila-"

"Aku tidak akan ditangkap apabila tidak dibuktikan bersalah, jadi jangan khawatir jika memang bukan aku pelakunya. Aku lelah Seokjin karena bagaimanapun kalian akan menemukan 'buktinya' bukan?" tanya Jungkook kembali dan kali Seokjin diam.

Ia tak bisa berbicara apa – apa.

"Ternyata benar kata Yoongi hyung. Kau sama saja Seokjin-ah" ujar Jungkook yang kini berlalu pergi meninggalkan Seokjin terpaku diam di kursi tidak bisa mencerna apapun.

Sama saja?

Apa yang sama saja?

Seokjin tidak bisa tidur semalaman memikirkan demikian

/-/

Seokjin mencoba sekali lagi mengunjungi MBC kali ini ia langsung menuju tempat saat set lighting-nya jatuh. Sesuai dengan perkataan salah satu staf yang mengantar Seokjin bahwa mereka sering merekrut pekerja harian dari luar. Termasuk saat insiden kemarin, orang yang memasanng lighting Seokjin adalah orang luar namanya Geum Hong Shim setelah mendapati data yang diberikan Seokjin kesana dengan menggunakan taksi.

Alamat yang diberikan oleh staf MBC tadi mengantarkannya kepada sebuah kompleks apartemen menengah kebawah di pinggiran Seoul. Seokjin dengan bantuan supir taksi yang untungnya baik membantunya mencari alamat rumah orang bernama Hong Shim tadi. Seokjin mencoba bertanya pada semua orang yang mereka temui di sekitar areal apartemen ini namun tidak ada satupun yang mengenal orang bernama Geum Hong Shim. Sang supir taksi pun menanyakan mengapa Seokjin tidak punya alamat yang jelas selain Komplek Panel Apartment, Mapo-gu, Seoul.

Seokjin hanya bisa menunduk pasrah ketika sang supir taksi berhasil menemukan seseorang yang mengetahui pemuda bernama Geum Hong Shim ini. Orang ini merupakan petugas mart yang selalu mendapat shift malam dan sering berpapasan dengan Hongshim ini. Orang bernama Oh Dal Sung ini mengantarkan mereka pada Basecamp di gedung Apartemen tersebut yang disinyalirnya sebagai rumah Hongshim. Seokjin pun berterima kasih kepada sang supir dan memintanya untuk pergi karena pasti supir tersebut harus mengejar orderan. Namun melihat kondisi kaki Seokjin membuat supir paruh baya itu tidak tega dan memilih menunggu Seokjin hingga urusannya selesai. Kini bersama sang supir taksi dan pemuda bernama Dalsung ini mereka mencoba mengetuk pintu rumah tersebut tapi tak ada yang menjawab.

Namun Seokjin masih bisa mendengar samar – samar suara desahan dari dalam.

"Eumh…ahh…hongshim hyung…ahh"

"Seokjin-ah…nghh…shit! Kamu sempit sayang"

"Akh…hyung-hhh…ahh…"

Seokjin merinding luar biasa, tidak percaya apa yang ia dengar. Sementara supir taksi dan Dalsung hanya bisa melongo bingung karena mereka tak bisa mendengar apa yang Seokjin dengar.

"Dalsung-shi, apakah Hongshim-shi memiliki orang terdekat bernama Seokjin?" tanya Seokjin gugup.

"Seokjin? Aku tidak tahu ia punya kenalan bernama Seokjin. Tapi…" ujar Dalsung ragu.

"Tapi…?"

"Eum tiap malam Hongshim hyung selalu membawa pemuda mabuk dan ehm..membeli kondom di mart tempatku bekerja" ujar Dalsung ragu.

Seokjin segera panik berfikir bahwa mungkinkah Hongshim tengah memperkosa pemuda mabuk didalam. Iya segera saja mengetuk pintu dengan keras, supir taksi yang tadi bersamanya berinsiatif membawa kunci linggis dari kotak perkakas di mobilnya untuk dipakai mencungkil kunci kamar Hongshim.

Dalsung pun ikut membantu sang supir taksi tersebut hingga pada akhirnya kunci pintunya jebol dan mereka kaget bukan main menemukan Hongshim mati tertembak tepat ditengah dahinya persis seperti Hangyeol dengan tangan kanan yang masih memegang 'adiknya' dan cipratan darah dimana – mana.

Dalsung segera keluar tidak tahan dengan bau mayat Hongshim.

Bukan itu saja.

Seluruh dinding rumah ini berisi foto Seokjin dan video tersebut menampilkan animasi dirinya dengan Hongshim yang tengah melakukan hubungan badan.

Tubuh Seokjin gemetar luar biasa.

Supir taksi tadi pun segera menelpon polisi untuk melaporkan penemuan mereka ini.

/-/

12.00 KST – Unit Investigasi Khusus, Seoul Metropolitan Police Agency

Wooil menghela nafas lelah. Kasus Hangyeol berujung pada titik buntu. Ia bersama Hyeon sudah berdiskusi dengan Kwangil dan Kyungwoo. Keduanya sama – sama tidak bisa menganalisis dengan cermat. Orang yang mereka harapkan saat ini ialah Eunho, Seunghwan dan Seokjin. Namun Seokjin baru saja mendapat kecelakaan dan baik Seunghwan dan Eunho kewalahan menggabungkan pattern yang berbeda dari satu kasus ke kasus lainnya.

Alasan Hangyeol membunuh masih belum ditemukan.

Dan alasan Hangyeol dibunuh juga masih belum ditemukan.

Eunho hanya sepakat bahwa memang Hangyeol pembunuhnya terbukti dari hasil sidik jari dan pengakuan dari saksi hidup.

Namun itu justru menjadi 'titik mati' untuk kasus selanjutnya.

Mengapa Hangyeol dibunuh? Adakah suatu hal yang ia tahu sehingga ketika ia 'tercium' oleh polisi orang – orang 'dibelakangnya' panik?

Tapi mereka tidak menemukan banyak bukti untuk mencari orang – orang dibelakang tersebut.

Satu – satunya harapan mereka ialah rekaman yang ditemui oleh Chanwook yang kini diselidiki oleh Kyungwoo dan tengah menelusuri pelayan yang pernah bekerja bersama Hangyeol. Kyungwoo sendiri masih bisa belum mengakses rekaman tersebut karena rupanya kamera yang ditemukan Chanwook berbasis portable wireless sehingga tidak bisa diakses selain pemilik kamera itu sendiri atau Kyungwoo yang harus memecahkan password-nya sendiri yang tentunya memakan waktu yang lama.

Mereka sudah pada ambang kefrustasian dan kini mirror board dan whiteboard mereka sudah penuh dengan foto, coretan, notes yang semrawut.

"Ini sudah waktunya makan siang. Lebih baik kita istirahat" ujar Hyeon menyuruh anak buahnya untuk me-refresh tubuh, jiwa, dan raga mereka masing – masing. Eunho dan Chanwook pun datang membawa kimchi fried rice dan jajangmyeon sementara Gitae hadir membawa sekantung besar berisi fried chicken dan ditangan saatunya lagi berisi cola. Kwangil mengeluh mengapa makanan mereka selama tujuh hari berturut – turut hanya seputara jajangmyeon atau fried chicken. Yang mau tidak mau harus menghadapi perdebatan sengit dengan Chawook yang notabenenya pecinta mie tersebut. Untungnya Seunghwan datang membawa Sundubu Jjigae membuat makanan mereka sedikit bervariasi. Hyeon bahkan berkata masih bersyukur mereka bisa makan sebelum diganggu oleh kasus lainnya.

Memang apa yang diucapkan adalah doa.

Belum selesai mereka mengunyah suapan pertama seorang petugas dari divisi 911 datang menghampiri mereka dengan panik.

"Seorang supir taksi melapor ada mayat yang tewas tertembak sambil masturbasi" ujar petugas tersebut membuat mereka mengutuk Hyeon dan mulutnya. Chanwook bahkan dengan sigap melahap mie-nya takut – takut kalau ia tidak bisa menikmati makananbya dengan 'tenang.'

"Bisa jelaskan lebih detil?" ujar Wooil, orang pertama yang meletakkan seluruh makanannya.

"Yang Dong Chul, lima puluh tahun, salah satu supir taksi perusahan Daehyung Taxi. Ia mengantar seorang pemuda dari MBC Station ke daerah Mapo-gu. Untuk alamat dan data penumpang sedang dicari oleh tim kami yang lain" ujar sang petugas memberikan berkas tersebut ke Wooil membuat mereka segera bersiap – siap. Sementara Hyeon memilih untuk menghabiskan ayam gorengnya merasa bahwa dirinya tidak diperlukan. Hanya Wooil dan Seunghwan yang bersiap. Hingga tak lama kemudian salah satu petugas 911 datang membawa kertas lain.

"Alamatnya di Komplek Panel Apartment, Unit 3F, 383-14 Hapjeong-dong, Mapo-gu, Seoul. Sedangkan untuk penumpangnya bernama Kim Seokjin, dua puluh satu tahun, seorang polisi- Ya! Penumpangnya adalah uri Seokjinnie!" ujar petugas itu kaget mendapati bahwa penumpang supir taksi tadi adalah Seokjinnya mereka. Chanwook serta Hyeon yang ogah – ogahan ikutan pergi segera menuntaskan makanan mereka dan ikut bersiap bersama yang lainnya.

"Kalian lebih baik disini menunggu berita yang lain. Aku hanya butuh Eunho dan Kyungwoo" titah Wooil tegas membuat Chanwook mendengus kesal. Membuat Eunho dan Kyungwoo yang sudah bersiap segera mengikuti Wooil dan Seunghwan. Sesuai perintah Eunho dan Kyungwoo disuruh memanggil tim forensik dan datang bersama mereka sementara Seunghwan dan Wooil berangkat lebih dulu.

Namun dalam perjalanan Wooil tidak bisa menyembunyikam kekhawatirannya.

Ada urusan apa Maknae mereka disana? Terlebih nampaknya Seokjin yang mencari korban.

"Seunghwan, kau tidak bisa lebih cepat lagi-"

"Ini sudah yang paling cepat dan berhentilah untuk khawatir hyung. Seokjin bukan Joomin" tegas Seunghwan mencoba mengendalikan tensi yang ada.

Seunghwan tahu Wooil protektif luar biasa terhadap Seokjin dan itu bisa dimaklumi. Kejadian dua tahun silam masih terasa segar diingatan mereka. Fakta bahwa kasus tersebut juga tak terselesaikan tentu menuai teror untuk mereka karena menyadari bahwa mereka gagal menangkap pelaku sebenarnya yang masih berkeliaran diluar sana dan mungkin mengincar salah satu dari mereka. Tapi Seunghwan sebagai yang paling 'waras' disini harus sebisa mungkin menata hati dan pikirannya. Bohong apabila ia tidak khawatir saat ini. Setelah kejadian rumah Seokjin disadap dan kecelakaan di panggung MBC kemarin cukup menyadarkan mereka bahwa seseorang mulai mengincar Seokjin. Yang tentunya membuat mereka semakin lebih awas terhadap Seokjin.

Namun kini mereka bisa bernafas lega karena mereka melihat Seokjin masih dengan gips di kakinya tengah duduk dipinggir tanaman bersama seorang supir dan seorang pemuda. Ketiganya masing – masing memegang sebuah cup kopi dan petugas kepolisian setempat sudah membuat garis kuning didepan apartment tersebut yang rupanya bagian basement.

"Kim Seokjin! Neo! Aish- apa yang tengah kau lakukan disini sih!? Lihat! Kakimu masih sakit" ujar Wooil seketika marah mendapati Seokjin duduk diam menundukkan kepala dengan kedua tangannya menggenggam cup kopi tersebut.

Tidak berani mengucapkan sepatah kata apapun.

"Hyung!" tegas Seunghwan yang daritadi sudah mewanti-wanti Wooil untuk tidak memarahi Seokjin ketika bertemu kembali.

Namun memang ini bukan hanya salah Wooil.

Baik Wooil dan Seokjin pun sama bebalnya.

Eunho dan Kyungwoo pun datang tidak lama setelah mereka datang bersamaan dengan tim forensik yang langsung masuk kedalam bersama Wooil dan Kyungwoo sementara Eunho ditugasi meminta data penghuni apartemen tersebut beserta rekaman CCTV dan Seunghwan ditugasi meninterogasi saksi mata.

Termasuk Seokjin.

"Aku ke MBC hari ini berniat untuk mencarti tahu apa lighting set yang jatuh waktu itu kecelakaan yang disengaja atau bukan. Pihak MBC bilang bahwa mereka selalu mempekerjakan 'pekerja sehari' untuk urusan 'kasar' termasuk staf – staf yang memasang lighting tersebut. Aku meminta data orang yang memasang waktu itu dan ditemukan bahwa namanya adalah Geum Hong Shim dan ia mencatumkan alamatnya di apartemen ini. Aku menaiki taksi ahjussi ini" ujar Seokjin lesu ketika dimintai keterangan.

"Alamat yang diberikan Seokjin-shi kurang lengkap dan diapun nampaknya juga mencari alamat spesifik tersebut. Karena kasihan melihat kakinya yang digips saya menawarkan diri membantunya mencari alamat atau tepatnya unit yang ditinggali oleh Hongshim tadi. Lalu kami bertemu dengan Dalsung-shi yang mengenal Hongshim ini. Ketika sampai diapartemennya, pintunya terkunci dan saya berinisiatif membuka paksa dengan kunci linggis. Lalu kami menemukan dirinya sudah dalam kondisi demikian" jelas sang supir dan Dalsung hanya menambahi informasi yang ia punya seputar Hongshim.

Kyungwoo dan Wooil kaget luar biasa ketika memasuki ruangan tersebut. Seluruh dinding di apartemen ini dipenuhi dengan foto Seokjin. Tidak sampai disitu, yang membuat mereka merinding luar biasa ialah komputer Hongshim yang menampilkan animasi dimana dua laki – laki yang sama persis dengan Hongshim dan Seokjin tengah bersenggama.

"Seokjin harus out dari kasus ini" putus Wooil final.

Dan Kyungwoo bisa mengerti kenapa.

Eunho datang kemudian menghampiri Seunghwan dan ditangannya sudah ada list penghuni beserta CD berisi rekaman CCTV. Kyungwoo datang kemudian menghampiri mereka hanya untuk mengantar Seokjin pulang sesuai titah Wooil dan menyuruh Eunho untuk menemui Wooil. Supir taksi dan Dalsung juga sudah dibolehkan untuk pergi. Kyungwoo, Seunghwan, serta Seokjin membungkuk hormat kepada sang bapak supir tadi karena telah berbaik hati membantu Seokjin. Seokjin pun tidak enak hati membayar lebih ongkosnya namun sang bapak menolak hingga Seokjin tetap memaksa dan akhirnya sang bapak tua tersebut menerima dengan ucapan terima kasih.

Kyungwoo pun segera memapah Seokjin kedalam mobil Seunghwan sementara Seunghwan kembali masuk ke TKP menyusul Wooil dan Eunho yang sedang didalam.

Seokjin seketika tidak banyak bicara.

"Seokjin…" panggil Kyungwoo.

"Arraseoyo…dia tidak mengizinkan aku ikut campur dikasus ini bukan?" tembak Seokjin langsung to the point. Kyungwoo hanya bisa menghela nafas sambil mengusap lembut rambut Seokjin.

"Percayalah apapun keputusan yang dibuatnya. Ini hanya untuk kepentinganmu" dan Seokjin hanya bisa mengangguk lesu.

/-/

Begitu lift di apartemennya terbuka ia tidak sengaja mendapati Yoongi yang baru saja ingin masuk, keduanya saling bertatapan sebelum Yoongi memutuskan keadaan canggung tersebut dengan memilih masuk keunit miliknya. Namun sebelum ia menekan pin rumahnya, Seokjin memotong atensinya.

"Suga-shi…boleh kita bicara?"

Ini pertama kalinya Yoongi mengunjungi apartemen tetangganya dan kebetulan sekali 'tetanggannya' tak lain dan tak bukan adalah Seokjin. Tuan Kim bisa panik luar biasa mengetahui fakta ini atau bahkan menyuruh BTS untuk segera pindah hunian. Nuansa apartemen milik Seokjin cukup minimalis dengan sentuhan aksen warna milky white, cream, dan merigold.

Suasana vintage pastel-nya ketara sekali.

Seokjin susah payah menghidangkan teh madu untuk Yoongi yang sebenarnya bukan pecinta teh. Namun mengingat ia tamu disini, ia mencoba menghargai si tuan rumah.

Yang sebenarnya dirinya pun masih skeptis dengan orang dihadapannya ini.

"Jadi gyeongchal-nim, ada urusan apa memanggil saya?" tanya Yoongi tanpa basa – basi, tidak ingin berlama – lama disini.

"Suga-shi, bolehkah saya bertanya sesuatu" tanya Seokjin dan Yoongi mendengus.

"Oh apakah anda mendadak melakukan investigasi dadakan? Baiklah, silahkan" ujar Yoongi sarkasme sambil menyeruput tehnya.

Yang ternyata lumayan enak juga.

"Jungkook-shi, dia pertama kali masuk kedalam Bighit pada umur berapa?" tanya Seokjin membuat Yoongi terbatuk.

Yoongi benar – benar tidak mengerti jalan pemikiran polisi didepannya ini. Dia pikir Seokjin akan membahas hubungan Jungkook dengan Hangyeol.

"Tiga belas tahun pada awal tahun 2011. Aku masih mengingat dia masih sering menangis saat pulang sekolah karena rindu orang tuanya" ujar Yoongi menambahkan informasi lainnya.

Hening menyapa kemudian.

"Dia alumni SOPA?" tanya Seokjin lagi dan Yoongi mengangguk.

"Apa Jungkook-shi tertarik dengan laki – laki?" tanya Seokjin kemudian mengundang tawa dari Yoongi.

'Konyol' monolog Yoongi dalam hati.

"Tentu saja, kau tidak lihat video dirinya dengan Hangyeol hm?"

Seokjin terdiam sebentar memandang Yoongi kini wajahnya penuh arogansi.

"Natural..? atau 'terpaksa natural'?" tanya Seokjin sekali lagi dan kini wajah arogan tersebut berganti menjadi wajah dengan smirk playful miliknya.

Yoongi meletakkan tehnya dan segera mengubah posisinya menjadi satu sofa dengan Seokjin lalu mendekati pemuda itu seketika membuat Seokjin flustering mendapati dirinya setengah berbaring disofa didalam kungkungan Yoongi yang kini berada diatasnya.

"Gyeongchal-nim, setiap hari berpapasan dengan orang – orang berwajah seperti anda tentu bisa merubah orientasi seksual seseorang" ujar Yoongi masih setia 'mengurung' tubuh Seokjin dan mengelus pipi pemuda dibawahnya yang kaget betapa halus dan lembutnya wajah Seokjin.

"Dia baru berumur tiga belas tahun saat menjadi trainee dan dia sudah memikirkan 'laki – laki'? Anda yang bilang sendiri bahwa dirinya saat itu menangis merindukan orang tuanya. Percintaan apalagi merasakan 'ketertarikan' teradap laki – laki tentu tidak akan ada didalam bayangannya bukan? Lalu sejak kapan ia menjadi tertarik dengan laki – laki? Sejak debut? Atau sejak bertemu Hangyeol? Atau sebelum bertemu Hangyeol?" tanya Seokjin masih dengan intonasi yang lembut dan perlahan.

Namun kini mampu membuat Yoongi terdiam yang tadinya berani menggoda Seokjin.

Justru kini Seokjin yang balik menggodanya dengan melakukan hal yang sama.

Tangan yang lembut nan hangat itu menyentuh pipinya.

"Min Yoongi-shi, apa yang terjadi setelah anda debut? Rahasia apa yang sebenarnya sedang kalian sembunyikan disini?" tanya Seokjin yang kini dengan intonasi yang cukup lemah bahkan hampir menyerupai bisikan.

Ada tersirat kelelahan dimatanya yang mampu membuat detak jantung Yoongi berdetum tidak karuan.

Yoongi segera mengangkat badannya dari atas kursi dan mengatakan tidak terjadi apapun selama mereka debut dan memilih pergi.

Meninggalkan Seokjin dengan seribu satu tanda tanya yang tengah ia coba pecahkan disini.

Chanwook yang datang keapartemen Seokjin dihadiahi semangkuk jajangmyeon dan Frappuccino tahu bahwa ini akan mengarah kemana.

Pasti sogok menyogok.

"Ha! aku tidak bisa disogok dengan ini!" tantang Chanwook.

"Ah, jinjjayo? Baiklah kalau begitu lebih baik hidangan ini kuberikan kepada tetanggaku saja kebetulan beberapa member BTS tadi kulihat ada dirumah" ujar Seokjin mengangkat mangkuk dihadapan Chanwook dan pemuda itu yang reflek menahan tangan Seokjin.

Seokjin tersenyum.

Chanwook atau bahkan anggota UIK lainnya paling tidak tahan melihat Seokjin dekat dengan BTS. Dan kartu ini merupakan 'senjata' paling ampuh untuk dipakai disituasi seperti ini.

"Apa maumu evil maknae?" tanya Chanwook yang melahap jajangmyeon yang dihidangkan dihadapannya.

Chanwook bersyukur kini ia bisa makan mie tersebut dengan tenang ditambah masakan buatan Seokjin selalu yang terenak.

"Aku minta informasi seputar kasus Geum Hong Shim" pinta Seokjin memohon.

"Ck, sudah kuduga" decak Chanwook kesal dihadiahi kekehan kecil Seokjin.

"Geum Hong Shim, lahir di Busan pada 24 April 1994. Usianya berarti dua puluh lima tahun sekarang, dia lulusan Sejong University jurusan Cartoon and Animation dan meperoleh gelar S2-nya di Korean Academy of Film Arts (KAFA) jurusan Animation Directing. Dua sekolah ini punya reputasi bagus untuk animasi dan diakui secara internasional tapi nasibnya sebagai animator cukup buruk. Tidak ada yang mau merekrutnya" ujar Chanwook sambil memberikan ponselnya bersi portofolio Hongshim dan Seokjin membacanya dengan seksama.

"Dia memiliki bakat. Dia banyak meraih penghargaan dan nilai – nilainya semasa kuliah luar biasa bagus. Kenapa tidak ada yang mau merekrutnya?" tanya Seokjin keheranan.

"Penghargaan yang ia terima itu rata – rata dari luar dan keseluruhan hasil animasinya bertema yaoi yang tentunya belum diterima dengan baik disini. Ia juga terkenal sebagai pelanggan klub malam khusus gay dimana tiap malamnya ia pulang sambil membawa 'laki – laki' yang berbeda dari malam ke malam. Perusahaan tidak akan mau merusak reputasi mereka dengan merekrut pegawai dengan latar belakang demikian. Sehebat apapun skillnya"

"Hanya itu saja infomarsi mengenai dirinya?"

"Ah, ia adalah user GeumDom94 yang meninggalkan komen ini di naver" ujar Chanwook menscrolling sesuatu lalu menyerahkannya kepada Seokjin.

[+990][-179] : Aku laki – laki dan sudah punya pacar, tapi bisa begitu terangsang hanya melihat fotonya tersenyum.

"Ini komen miliknya…?" tanya Seokjin bingung mau bereaksi apa dengan komenannya.

"Huum, dari situ kita tahu dia saat itu memiliki kekasih atau tepatnya mantan. Shin Moon Soo" ujar Chanwook menuai keterkejutan dari Seokjin.

"Shin Moon Soo? Anggota Unit Patroli dan Lalu Lintas!?"

"Huum, dia bahkan mengaku selama ini memfotomu diam – diam untuk diberikan kepada pacarnya tersebut. Hongshim berdalih tengah membuat karakter yang idenya dari penampilanmu dan Moonsoo pun hanya mengiyakan saja. Rupanya foto – fotomu dipajang di situs gay dan diedarkan untuk jadi bahan eum, fantasi seksual" ujar Chanwook sedikit malu mengatakannya melihat raut wajah Seokjin yang sudah berubah jadi kepiting rebus.

"Lalu…?" tanya Seokjin.

"Dia cukup aktif di situs tersebut dan sebenarnya Monsoo pun bertemu dengan Hongshim disitu. Ck, Monsoo hampir dilibas Wooil kalau tidak ada Eunho dan Seunghwan yang menahannya. Dia lagi dalam masa detensi sekarang"

"Monsoo tidak bersalah, dia hanya kelewat bucin terhadap Hongshim" bela Seokjin.

"Tapi tetap saja memfoto tanpa sepengetahuan itu dilarang. Apalagi dia aparat hukum yang seharusnya lebih paham. Sisanya adalah bukti – bukti yang kami temukan di rumahnya. Heish Wooil hyung padahal melarang keras bahwa kau harus dikeluarkan dalam penyelidikan kasus ini" ujar Chanwook meringis untuk memikirkan alibi apalagi yang ia sampaikan kepada Wooil nanti.

Chanwook sudah pulang sejak tadi dan kini Seokjin membereskan ruang makan dan mencuci bersih piring yang tadi dipakai.

Kini ia ada dikamarnya.

Merenung.

Haruskah ia 'menyelidiki' secara diam – diam atau tidak. Otaknya menyarankan untuk jangan ikut campur tapi rasa keingintahuan Seokjin lebih kuat.

Ia harus menguak kasus kematian Hangyeol, Hongshim, dan mungkin orang – orang yang berpotensi menjadi korban selanjutnya,

Termasuk dirinya.

Seokjin mengeluarkan ponsel dan laptopnya lalu menyambungkan ponselnya pada laptopnya. Ada file zip di ponsel Seokjin yang Seokjin retas dari komputer Hongshim sebelum Wooil dan tim kepolisian datang.

Memoir milik Hongshim.

12.05.2013

Aku merasa kasihan kepada Jungkook dia harus bekerja ditempat kotor ini diusia yang sangat muda.

Isi salah satu memoirnya yang langsung menangkap perhatian Seokjin. Itu sebabnya ia tadi bertanya pada Yoongi. Melihat reaksi Yoongi tadi membuat Seokjin kian penasaran.

Maka dari itu Seokjin mengcopy memoir tersebut dan mulai membacanya satu persatu.

01.01.2013

Aku mau mati saja rasanya. Apa salahnya jika aku seorang gay? Jin Soo Wan dan Jo Jung Sun berani menklaim design iklan milikku. Aku benci mereka.

23.01.2013

Ckck,kini aku bisa membalas dendamku. Soowan dan Jungsun kini pasti panik siapa yang memperkosa adik dan pacar mereka saat party semalam. Itulah akibatnya merebuk karya milikku. Perempuan itu juga bodoh dengan mudahnya mabuk ditempat umum. Rasakan! Kini keperawananmu direngut oleh seorang gay!

10.02.2013

Ra Joon Ki songsaenim adalah dosen terbaik yang pernah ada.

07.03.2013

Ra Joon Ki songsaenim mensupportku dengan beasiswa S2 ke KAFA. Aku tidak tahu aku bisa lolos atau tidak tapi kuharap aku bisa.

07.04.2013

Aku baru tahu situs web ini ada untuk para gay. Seseorang dengan username MasterLife bahkan dengan baik hati memberikan aku uang.

12.05.2013

Aku merasa kasihan kepada Jungkook dia harus bekerja ditempat kotor ini diusia yang sangat muda.

06.06.2014

Aku lulus kuliah dan mendapat beasiswa ke KAFA, tapi mengapa hatiku merasa kosong? Ra Joon Ki songsaenim dan calon tunangannya membuatku lemas tak berdaya. Joonki songsaenim, saranghamnida.

29.08.2015

Sudah setahun aku tidak menulis memoir dan sebentar lagi aku akan lulus kuliah Ra Joon Ki songsaenim menyarankanku melanjutkan S3 ke Prancis dan memulai hidup disana. Ra Joon Ki songsaenim aku tidak bisa hidup tanpamu.

09.10.2016

Semua orang tidak mau menerima karyawan gay sepertiku. Aku benci mereka semua. Satu – satunya tempat paling menghibur hanyalah website itu.

12.12.2017

MasterLife membantu berkenalan dengan Shin Moon Soo. Siapa sangka dia seorang polisi? Dunia ini tidak adil. Moonsoo yang gay bisa jadi polisi mengapa aku tidak?

21.03.2018

Hari ini kami resmi berpacaran. Bukan karna aku mau dengannya, tapi aku butuh pemuas nafsu dan juga uang untuk bertahan hidup. MasterLife memberitahuku banya polisi – polisi 'cantik' di Seoul. Haruskah aku melamar jadi polisi?

14.05.2018

Undangan Ra Joon Ki songsaenim kini resmi ditanganku. Aku mencintaimu hingga sekarang songsaenim tapi mengapa kau tidak melihatnya?

27.09.2018

Hari ini aku ke club Alpa Pack. Ini klub terhebat sepanjang masa. MasterLife benar – benar baik hati memberikan tiketnya untukku. Cukup kaget melihat banyak artis disini. Hangyeol lumayan cantik tapi menurutku masih cantikan Moonsoo. Aku ingin menggodanya tapi ia punya MasterLife. Jungkook dan kawan – kawannya juga ada disini. Aku bersyukur anak itu tumbuh dengan baik.

02.02.2019

Fix aku jatuh cinta dengan Kim Seok Jin. Dunia sekarang begitu mencintaiku. Aku mendapat uang dari MasterLife untuk melanjutkan karirku dan mendapat free pass ke Alpha Pack. Moonsoo yang dengan senang hati memberikan foto Seokjin untuk jadi bahan masturbasi. Mianhae Moonsoo-ya, aku memang sejak dulu tidak bisa mencintaimu.

14.02.2019

Shit! Seharusnya aku tahu bahwa MasterLife adalah Hyungnim. Aku menyesal mengikuti permintaan Yool untuk membunuh Seokjin. Seharusnya aku sadar bahwa Seokjin adalah kekasih Hyungnim!

Seokjin keringat dingin membaca memoir milik Hongshim. Hongshim meninggal kira – kira pada 15 Februari, itu artinya mayatnya sudah tujuh hari disana.

Dan itu juga artinya sehari setelah Hongshim mencoba mencelakainya.

Seokjin mengunjungi situs web yang dibicarakan oleh Hongshim, yang ia maksudkan adalah situs komuniti untuk LGBT secara anonymous Seokjin melihat username GeumDom94. Dilihat dari ranknya Hongshim nampaknya cukup lama menjadi member disitus tersebut. Dan sebanyak dua puluh lima fotonya tersebar bebas disini.

Lalaland : GeumDom-nim sudah seminggu tidak aktif lol aku menunggu asupan foto – foto si polisi cantik itu.

MakeOut : Mungkinkah dia sudah mendapatkan si polisi cantik itu?

LilKit00 : Kalian tidak lihat berita? Polisi yang terkena kecelakaan di MBC itu si Seokjin. Kita tidak mendapat footagenya karena dia pasti sedang tidak dikantor polisi. GeumDom kan polisi.

Oh, jadi si GeumDom ini mengaku menjadi seorang polisi?

Sucker99 : Jika Seokjin datang ke Alpha Pack kira – kira dia ingin tidur denga siapa? MasterLife atau GeumDom94

MasterLife : Tentu saja denganku, GeumDom bahkan hanya bisa masturbasi dengan video animasi buatannya.

Tunggu dulu.

Mungkinkah si pemilik username MasterLife ini orang yang terakhir kali melihat Hongshim?

Mungkinkah orang yang sama membunuh Hangyeol?

Pernyataannya disitus ini beserta memoir Hongshim memperlihatkan bahwa MasterLife adalah orang yang sama dan yang terakhir 'berkomunikasi' dengannya.

Alpha Pack Club

MasterLife atau Hyungnim?

Serta Jungkook dan Hangyeol.

Seokjin sedang mencoba mengurai benang kusut disini.

Seokjin seketika langsung mensearch mengenai Alpha Pack Club yang rupanya klub malam elit di Gangnam yang masuk saja harus punya tiket 'tersendiri' dan sahamnya delapan puluh persen milik Alpha Agency. Berbicara mengenai saham, Bighit punya riwayat hutang dengan Alpha Agency dan dikabarkan baru lunas di pertengahan 2018.

Mengapa selalu bermuara ke Alpha Agency?

/-/

Seokjin menapaki dirinya didepan Sejong University. Kampus swasta ini telah menghasilkan banyak aktor dan aktris berbakat. Benar – benar tipikal perguruan tinggi yang tepat untuk orang – orang pecinta Seni. Seokjin segera mengunjungi fakultas Arts and Physical Education dimana gedung jurusan Cartoon and Animation berada.

Tempat Hongshim menempuh pendidikannya. Seokjin segera masuk kedalam dan ingin bertemu dengan dosen bernama Ra Joon Ki. Syukurnya, dosen tersebut masih mengajar disana sebagai dosen mata kuliah Video Arts. Joonki nampaknya masih mengenal Hongshim dan menceritakan kisahnya seingat yang ia bisa. Hongshim dalam deskripsinya orang yang pendiam dan pemalu namun punya potensi dan talenta dibidang yang ia geluti sekarang. Hongshim adalah anak tertua dari dua belas bersaudara dan dari istri pertama. Nampaknya ayahnya punya empat istri di Busan sana, sehingga bisa dibilang Hongshim adalah anak broken home. Ibunya meninggal karena sakit jantung dan ayahnya yang mulai tua sudah tidak bisa lagi membiayainya kuliah, adik – adiknya rata – rata menikah muda dan melaut jika laki – laki dan yang perempuan jadi istri orang lain.

Hongshim benar – benar hidup sebatang kara.

Seokjin menanyakan apakah Joonki tahu bahwa mahasiswanya itu dulu seorang gay, dan Joonki menjawab ia tahu. Ia bahkan tahu bahwa Hongshim menaruh rasa padanya tapi ia tak bisa membalasnya karena Joonki hanya menganggapnya sebatas mahasiswa atau adik kandungya sendiri.

Joonki dengan baik hati menampilkan video animasi buatan Hongshim yang menang berbagai penghargaan dan harus Seokjin akui bahwa Hongshim benar-benar berbakat.

Namun bakatnya disalahgunakan.

Seokjin menanyakan bagaimana Hongshim bertahan hidup dan Joonki mengatakan bahwa Hongshim mengambil banyak part time job, namun ditahun kedua ia kuliah Hongshim mendapat sponsor dari Alpha Agency hingga ia lulus. Setelah dia masuk ke KAFA karena memperoleh beasiswa jadi Joonki tidak tahu menahu apakah perusahaan tersebut masih membiayai Hongshim atau tidak.

Dan fakta ini cukup membuat Seokjin terkejut. Seokjin pamit undur diri dan mengucapkan terima kasih karena Joonki mau meluangkan waktunya.

Seokjin memesan taksi kemudian untuk kembali pulang namun destinasinya kali ini ke tempat restaurant bibinya karena sudah lama tidak mengunjungi keluarga pamannya.

Namun sepanjang perjalanan kepalanya dipenuhi banyak pikiran. Sesuai dengan memoir milik Hongshim, MasterLife yang memberikannya 'uang' dan juga akses ke Alpha Pack Club. Berarti MasterLife atau Hyungnim ini adalah orang yang sama membiayai pendidikannya Hongshim yang ternyata orang Alpha Agency.

Tapi siapa?

Kepala Seokjin pusing memikirkannya hingga sampai di restaurant bibinya menemukan Domin tengah membantu ibunya menjadi pelayan. Nampaknya kakak sepupunya sedang tidak ada jadwal latihan. Domin yang pertama kali menyambut Seokjin kaget luar biasa mendapati kaki adik sepupunya tengah digips dan berjalan menggunakan kruk. Nampaknya latihan intensif di asrama membuatnya ketinggalan banyak berita. Sang bibi yang keluar dari dapur pun hanya bisa mengeluh kenapa Seokjin masih membandel keluyuran disaat tengah sakit begini. Seokjin hanya bisa terkekeh pelan dan ngotot ingin membantu membuat bibinya terpaksa menaruh Seokjin dibagian kasir, pekerjaan paling ringan dibanding menjadi pelayan, atau tukang memasak. Daeho datang dua jam kemudian dan mengeluh melihat Seokjin ada dikasir tempat dirinya biasa berada, membuat Daeho dilempar kebagian cuci piring. Daeho merengek lucu layaknya anak kecil berbanding terbalik dengan tubuh bongsornya.

Restaurant bibinya nampaknya cukup laris. Melihat kini bibinya sudah memperluas restaurantnya. Memang restaurant punya bibinya sangat pas di kantong orang – orang kelas menengah. Sehingga rata – rata konsumen bibinya para pekerja, murid SMA dan anak kuliahan, dan lain-lain. Tentunya juga dengan kualitas masakan bibinya yang patut diacungi jempol.

Oh dan jangan lupakan kehadiran Daeho dan Domin yang parasnya nan rupawan sehingga banyak memikat konsumen wanita disini.

Seokjin hanya bisa mendengus geli sedari tadi telinganya menangkap banyak percakapan perempuan disini yang 'haus' akan sepupunya.

Dua jam kemudian sang paman ikut mendatangi restaurant bibinya yang nampaknya membawa para koleganya. Sang paman yang rindu sekali dengan keponakannya tersebut tersenyum sumringah mendapati Seokjin tersenyum lebar dikasir. Suasana hati sang paman yang tengah gembira bukan main membuatnya mentraktir para koleganya tersebut membuat bibinya cemberut karena pasti dia yang akan menalangi biaya makan koleganya yang ada sekitar dua puluh orang tersebut ditambah lagi apabila mereka 'makan besar'.

Sang paman dengan bangga menyombongkan Seokjin sebagai bagian dari anggota kepolisian bahkan ditempatkan di unit investigasi khusus. Unit yang jarang sekali bisa dimasukki orang banyak.

"Lihat Jinnie, appaku nampaknya lebih bangga denganmu daripada aku" tukas Daeho cemberut.

Seokjin hanya bisa tertawa menanggapinya.

"Samchon sedang terkena Uncle-Complex biarkan saja" ujar Seokjin jahil.

"Ck, dan kau juga. Kenapa jarang sekali mengunjungi rumah eomma dan appaku jadi rindu berat kan"

"Oh jadi hanya mereka yang rindu berat dan hyung tidak eoh?" goda Seokjin jahil.

"Untuk apa merindukanmu, kau kan sudah ada dihati dan pikiranku" ujar Daeho menggerling nakal yang dihadiahi dengan seruan 'ewh' dari Seokjin sambil mengejuntukan badannya dan pukulan ringan dari nampan milik Domin yang mengusir adiknya untuk kembali kebelakang karena banyak piring dan gelas yang harus dicuci membuat Daeho merana dan kembali kebelakang. Seokjin terkekeh melihat kelakuan kakak-beradik tersebut mengingatkannya akan hubungannya dengan kakaknya juga.

Seokjin sadar ia sudah jarang sekali menengok keluarga pamannya ini.

Waktu menunjukkan pukul satu dini hari ketika tiba – tiba saja Eunho dan Kyungwoo datang dengan panik mengunjungi restaurant bibinya. Mereka berdua juga nampak cukup kaget mendapati Seokjin ada dimeja kasir.

"Seokjin…? Kamu mengapa ada disini?" tanya Eunho keheranan.

"Ini restaurant imoku. Kalian mengapa kemari?" tanya Seokjim juga kebingungan.

"Kwon Yool dan Kim Jae Wook ditemukan mati terbakar didalam mobilnya. Dan dari rekaman terakhir di black boxnya, mobil itu berhenti disini sekitar delapan hari yang lalu" jelas Kyungwoo.

Sebelum Seokjin bisa memproses apa yang terjadi, ia mendengar piring dan gelas yang jatuh dan pecah.

Ulah Daeho.

"Apa kau bilang? Yool dan Jaewook hyung meninggal?" ujar Daeho kaget luar biasa.

/-/

Satu jam sebelum penemuan Kwon Yool dan Kim Jae Wook

24.00 KST – Unit Investigasi Khusus, Seoul Metropolitan Police Agency

Chanwook terlihat menunduk dan mendongakkan kepalanya pertanda bahwa dirinya mulai mengantuk. Kyungwoo menggeplak kepalanya dengan segulung kertas yang dijilid dengan spiral membuat Chanwook bangun seketika dengan perasaan kesal sementara yang pembuat onar hanya terkekeh lucu sambil menyerahkan paper tersebut kehadapan Chanwook.

"Ini list nomor telepon beserta data pemiliknya yang tersimpan didalam ponsel Hongshim selidiki satu persatu dan jangan sampai ada yang terlewat"

"Yak hyung~~ ini sudah larut malam biarkan aku-" ucapan Chanwook terhenti ketika Kyungwoo menaruh sepiring fried chicken dihadapannya.

"Saranghaeyo hyung" ujar Chanwook menangis haru dan yang lain hanya bisa terkekeh lucu melihat kelakuan salah satu maknae mereka.

Berbicara tentang maknae membuat mereka seketika berpikiran mengenai Seokjin.

"Kau yakin dia tidak akan ikut menginvestigasi kasus ini?" tanya Eunho sambil menyerahkan minuman isotonik kearah Wooil yang diambil pemuda itu dengan senang hati. Chanwook hanya bisa diam pura-pura mendengarkan sambil memakan ayamnya padahal dalam hati deg-degan luar biasa karena telah membocorkan ke Seokjin kemarin.

"Seokjin punya caranya sendiri untuk menginvestigasi. Aku yakin dia sudah mencari entah kemana, aku hanya berharap kita selangkah lebih cepat dari dia sehingga anak itu tidak perlu ikut campur" jawab Wooil.

"Kau khawatir karena ini pertama kalinya ada orang blak-blakkan mengincar dia?" tanya Kwangil dan Wooil hanya bisa mengangguk pasrah.

Ia sudah bersumpah pada dirinya sendiri bahwa hal yang terjadi pada Joomin tidak akan terjadi pada anggotanya termasuk Seokjin. Hyeon dan Kwangil hanya bisa bertukar pandang sambil ikut menghela nafas.

Mereka berdua ditambah Wooil dan Joomin adalah kawan dekat dari mulai masuk kuliah hingga diterima dikepolisian. Waktu yang mereka habiskan bersama Joomin jauh lebih lama dibanding dengan anggota UIK lainnya. Terutama Wooil, mulai dari satu asrama dan satu kamar, satu jurusan, satu kepolisian, satu unit kepolisian pula membuat Wooil dan Joomin lebih dekat diantara keempatnya.

"Seokjin bukan Joomin, Wooil-ah…sudah saatnya kau lepas dari bayang-bayang kematiannya" ujar Hyeon sebagai yang tertua disini.

"Aku tahu hyung…hanya saja aku tidak siap untuk kehilangan yang kedua kalinya" jawab Wooil jujur membuat suasana di ruangan mereka semakin muram. Chanwook bahkan mendadak tidak bernafsu dengan ayamnya dan melirik Kyungwoo sementara yang dilirik hanya bisa tersenyum tipis menenangkan dan lanjut fokus kepada komputernya yang berisi banyak rekaman CCTV.

Selain Wooil yang paling terluka disini,

Kyungwoo, selaku tunangan Joomin, juga adalah salah satu orang yang masih belum bisa melupakan kejadian tersebut dan bahkan masih belum berani membuka hatinya untuk orang lain terbukti dengan cincin pertunangannya yang masih terpampang apik menjadi bandul kalungnya.

Dibanding Wooil yang mengekpresikan kesedihannya luar biasa saat itu, Kyungwoo cenderung lebih diam dan tabah. Mencoba menenangkan Gitae dan Wooil yang paling terpukul saat itu.

Kehilangan seorang sahabat tidak jauh lebih menyakitkan dan kehilangan seorang kekasih yang dimana dirimu kehilangannya sehari setelah melamarnya untuk menikah.

Chanwook tak bisa membayangkan sesakit apa rasanya.

Gitae datang memecah suasana kelabu dengan nafas terengah-engah, nampak ia habis berlari menuju kemari membawa folder map bening berwarna putih yang mereka hapal milik siapa.

Lab foresic

"Hyung! Kwon Yool yang memerintahkan Hongshim untuk membunuh Seokjin dan Kim Jae Wook yang membunuhnya. Pistol yang digunakan sepertinya sama yang digunakan untuk Hangyeol"

"Sialan! Jadi mereka selama ini dalangnya!?" celetuk Chanwook emosi. Rasa sedih dan kantuknya hilang seketika.

"Iya aku dan Seunghwan baru saja menuju sebuah villa yang dijelaskan oleh pelayan tersebut dan hidden cam yang diretas oleh Kyungwoo positif milik Kim Jae Wook, sepertinya kekasih yang dibilang Jungkook adalah Jaewook. Tapi sebelum kita sampai ke villa tersebut kami menemukan mobil terbakar dan didalamnya terdapat dua jasad. Dan itu positif milik Yool dan Jaewook" jelas Gitae dalam satu tarikan nafas sambil menyerahkan berkasnya kepada Hyeon yang posisinya paling dekat dengannya.

"Bagaimana kondisi mobilnya?" tanya Eunho.

"Rusak parah. Kita tidak bisa berharap banyak pada blackbox-nya yang juga sepertinya ikut terbakar tapi Seunghwan dan tim forensic disana berhasil meretas beberapa dan lokasi terakhirnya mengunjungi salah satu restaurant di Gangnam. Seunghwan masih disana melakukan penyelidikan" jelas Gitae tentu masih dalam kondisi panik.

"Eunho dan Kyungwoo kalian segera selidiki di restaurant tersebut sementara Gitae dan Kwangil akan menuju lokasi menyusul Seunghwan. Chanwook kau segera kabari kerabat terdekat Yool, Jaewook, dan juga Hongshim. Sementara kau Wooil, ikut aku menuju Alpha Agency" titah Hyeon membuat mereka mau tidak mau segera meluncur kedestinasi masing – masing.

Eunho dan Kyungwoo langsung mengunjungi restaurant bernama 'Wooden House Restaurant' dan kaget mendapati Seokjin ada dimeja kasir restaurant tersebut.

"Seokjin…? Kamu mengapa ada disini?" tanya Eunho keheranan.

"Ini restaurant imoku. Kalian mengapa kemari?" tanya Seokjim juga kebingungan.

"Kwon Yool dan Kim Jae Wook ditemukan mati terbakar didalam mobilnya. Dan dari rekaman terakhir di black boxnya, mobil itu berhenti disini sekitar delapan hari yang lalu" jelas Kyungwoo.

Mereka langsung mendengar piring dan gelas yang jatuh dan pecah dari arah dapur membuat pandangan mereka mengarah pada seorang pemuda tinggi yang tengah mengenakan kaus hitam polos.

"Apa kau bilang? Yool dan Jaewook hyung meninggal?" ujar pemuda itu dan terlihat jelas ada amarah dan kesedihan disana.

"Daeho hyung…" ujar Seokjin lirih membuat keduanya akhirnya secara tidak langsung mengetahui nama pemuda tadi bernama Daeho.

"Daeho-shi. Maaf kami harus memberitahukan kabar ini. Nde, Kwon Yool-shi dan Kim Jae Wook-shi ditemukan meninggal terbakar didalam mobilnya yang juga terbakar. Kami kemari meminta informasi karena gps terakhirnya menunjukkan mereka singgah kemari" ujar Kyungwoo menjelaskan pelan – pelan sementara mata Daeho terlanjur merah mencengkram erat bajunya.

"Kalian berbohong! Tidak mungkin itu Jaewook hyung dan Yool hyung, kalian pasti salah orang! Hiks…tidak mungkin-" ujar Daeho tidak percaya dengan apa yang ia dengar sementara Seokjin yang paling dekat diantara mereka tertatih menghampiri Daeho dan memeluk kakak sepupunya itu erat yang sudah menangis dipelukannya.

"Daeho hyung tenanglah…semua akan baik-baik saja" ujar Seokjin sambil mengelus perlahan punggung Daeho. Paman, bibi, serta Domin sudah menampakkan pandangan cemas sedari tadi.

/-/

Dua jam setelah penemuan Kwon Yool dan Kim Jae Wook

03.00 KST – Unit Investigasi Khusus, Seoul Metropolitan Police Agency

Wooil serta Hyeon adalah orang pertama yang datang dan disambut langsung oleh Chanwook yang sedari tadi sudah didalam.

"Gimana Chanwook? Kau sudah menghubunginya?" tanya Hyeon

"Keluarga Yool dan Jaewook segera datang menuju rumah sakit untuk memberikan sampel DNA memastikan sekali lagi bahwa itu keluarga mereka. Sedangkan salah satu adik Hongshim baru bisa datang besok pagi karena mereka tinggal di Busan" ujar Chanwook dan Hyeon hanya bisa mengangguk. Wooil segera menyerahkan kepada Chanwook CD berisi rekaman CCTV selama dua minggu terakhir di Alpha Agency dan perwakilan mereka juga baru bisa datang besok pagi. Seunghwan, Gitae, dan Kwangil pun ikut datang setelah membereskan TKP disana serta membawa blackbox kebagian forensik.

"Eunho dan Kyungwoo belum selesai?" tanya Kwangil kepada semua orang disana.

"Kami disini" ujar Eunho membuat mereka kaget seketika.

Bukan, bukan karena kemunculan Eunho dan Kyungwoo.

Tapi kemunculan Seokjin bersama mereka yang masih lengkap mengenakan gips dan kruknya.

"Seokjin? Mau apa kamu kemari? Kan sudah dibilang bahwa dirimu sedang dilibur-"

"Hyung ini kasusku. Aku yang bertugas melakukannya, Inspektur Jo Hwan mengizinkan aku menangani kasus ini" ujar Seokjin kemudian membuat mereka kaget bukan kepalang, Wooil yang tidak terima segera keluar sementara Eunho hanya bisa menghela nafas lelah sambil menepuk pundak Seokjin perlahan. Sudah tahu akan begini jadinya.

"Seokjin kau tidak bisa merebut kasus orang lain. Ini kasus milik Wooil" jelas Kwangil terlihat dari nada suaranya ia terdengar jengkel.

"Seokjin tidak mengambil kasus Wooil, ia hanya boleh dilibatkan. Kasus ini sepenuhnya masih milik Wooil dan kita semua" bela Kyungwoo.

"Kyungwoo, kau ada disana dan mengizinkan Seokjin untuk ikut terlibat? Anggotamu sedang sakit Jeon Kyung Woo!" sentak Gitae.

Seokjin menunduk. Ini pertama kalinya sejak ia datang mereka mengalami pertengkaran.

"Kalian termasuk kita semua yang membuat Seokjin harus terlibat. Kita lalai saat inspeksi MBC kemarin sehingga meluputkan fakta bahwa Geum Hong Shim adalah tersangka atas kecelakaan yang menimpa Seokjin sekarang. Lalu untuk kedua kalinya kita lalai menginvestigasi Alpha Agency sehingga ini terjadi. Seokjin yang pertama kali berinisiatif menemui Alpha Agency dan Seokjin pula yang berinisiatif mencari Hongshim. Kita lalai dua kali dan menurut kalian, Inspektur membiarkan kita lalai ketiga kalinya? Tunggu sampai berapa banyak lagi korban yang berjatuhan? Tunggu sampai Seokjin benar – benar menjadi korban seperti Joomin baru kalian bisa mengerti?" sentah Kyungwoo sekali lagi dan ini pertama kalinya ia berbicara dengan panjang dan intonasi yang penuh amarah.

Kalimat 'Tunggu sampai Seokjin benar – benar menjadi korban seperti Joomin' mampu menampar mereka semua disini. Terbukti kini mereka saling diam dan mungkin merutuki diri masing – masing.

"Kita semua kelelahan karena tengah menangani dua kasus sekaligus. Kalian harus pulang dan pagi nanti baru kembali kesini. Kau juga Seokjin, jika kau ingin bergabung kau harus siapkan stamina besok. Chanwook, antar Seokjin pulang. Biar Wooil menjadi urusanku dan Kwangil" ujar Hyeon dan semuanya memilih bubar, pulang kerumah masing – masing. Chanwook pun segera menghampiri Seokjin dan membawanya pulang.

Seokjin pertama kalinya menangis dihadapan orang lain dan Chanwook mengutuk dirinya menjadi orang pertama yang melihat Seokjin menangis sesakit itu.

Untuk pertama kalinya setelah dua tahun, tim mereka mengalami 'perpecahan' kembali.


AUTHOR'S NOTE :

Hello guyseu! Gimana, disini sudah adakah yang bisa menyelidiki dalang dibalik pembunuhan Hangyeol? atau jangan - jangan kasusnya Hongshim berakhir unsolved? Apa kabar dengan keterlibatan BTS yang membuat Yoongi kalang kabut saat ditanya Seokjin? Ada yang bisa membuat teorinya? hwhwhw

Oh ya, sesuai janji author kemarin, author sudah mempublish profil team Kepolisian Seoul dan team PI milik UNSC di watppad guys! Jadi bagi kalian yang kepo tentang kawan - kawan Seokjin bisa cek disana. Silahkan cari dengan id yang sama yaitu HealingSigma dan kalian bisa berfantasi ria seputar teman - teman Seokjinnie!

Oh ya berhubung "This Night" by Jin udah keluar, jangan lupa streaming di soundcloud ya guys ㅠ.ㅠ

Serta, bagi kalian yang kurang paham sama 'teka - teki' didalam ceritanya juga bisa tulis di komen dan author sebisa mungkin menjawabnya~~

Dan seperti biasa,

DONT FORGET TO RnR ALSO FAV&FOLLOW

BUDAYAKAN MENINGGALKAN JEJAK YA TEMAN -TEMAN~~

p.s : Karena percayalah komen - komen kalian penambah semangat author buat update!^^