TITTLE : Beauty Lawbreaking

ALTERNATIVE TITLE : The Shape of Voice

PAIR : ALLxJIN / EVERONExJIN


"Don't be self-conscious, if I could dream at all, it would be about you. And I'm not ashamed of it."― Stephenie Meyer


"Kau lihat tadi Seokjin? Mereka banyak memberikan aku album, tanda tangan, bahkan armybomb! Impianku sebagai seorang fanboy! Akhirnya tercapai!" ujar Myeongyi kalap sehabis berpamitan dengan BTS dan kembali ke apartemen Seokjin menangis haru memandang semua barang yang ia punya kini langsung dari artis favoritnya.

Seokjin tersenyum miris.

"Myeongyi-ah..."

"Nde?"

"Kau bilang kau mengenal mereka sejak zaman pre-debut?"

"Uhm! Dulu aku punya teman sewaktu bersekolah di Daegu yang suka sekali nge-rap bersama dengan dirinya aku diajak menonton stagenya bersama underground rapper lainnya. Lalu RM-shi dan Suga-shi datang ikut meraimaikan acara tersebut dengan nama Runch Randa dan Gloss."

Seokjin tersedak minumannya sendiri.

Dulu mereka punya stage name se'lucu' itu?

Seokjin tidak habis pikir.

"Aku terpesona dengan cara mereka rap, dan saat itu juga meyakinkan diri menjadi fans tapi mereka waktu itu tiba-tiba saja menghilang...?" jawab Myeongyi ragu.

Menarik perhatian Seokjin.

"Menghilang katamu...?"

"Eum, aku rasa mereka menghilang karena persiapan debut menjadi BTS. Aku juga tidak punya ponsel secanggih yang kupunya dan dirumah tidak punya internet. Disaat aku masuk ke akademi kepolisian, disaat itu mereka debut menjadi anggota BTS. Hanya itu yang aku tahu..." jawab Myeongyi sambil menggaruk lehernya kikuk.

Kini Seokjin mengerti mengapa Myeongyi tidak begitu update soal BTS.

Anak ini tertinggal terlalu jauh.

Namun itu artinya Seokjin bisa mengulik mengenai BTS sebelum debut.

"Myeongyi, jika aku boleh tahu, dirimu bertemu mereka saat itu diumur berapa?"

"Ah, aku rasa disekitar tahun 2008 hingga 2010. Aku ingat waktu itu RM-shi sempat berkolaborasi dengan Zico-shi dari Block B. Waktu itu stage name dirinya bukan Zico melainkan Nakseo" jawab Myeongyi sambil mengingat-ingat kenangan sewaktu kecil.

Seokjin hanya menjawab dengan lenguhan kecil sebelum membawa Myeongyi ke kamar tamu untuk beristirahat dan pamit ke kamarnya sendiri.

Namun ia tidak tidur.

Seokjin berpikir keras.

Jika perkataan Myeongyi benar bahwa ia bertemu Namjoon dan Yoongi di sekitar tahun 2008 hingga 2010. Itu artinya umur keduanya masih belasan tahun dan begitu pula Jungkook. Menurut info yang ia dapatkan di internet, Jungkook di training selama tiga tahun. Itu artinya disekitar tahun 2010, Jungkook sudah masuk kedalam agensi BigHit bersamaan dengan Namjoon dan Yoongi yang masih menjadi underground rapper.

Apakah ditahun itu baik Namjoon dan Yoongi sama sekali tidak tahu mengenai apa yang dilakukan oleh maknae mereka?

Atau jangan-jangan, anggota lain melakukan hal yang sama?

Kalau diingat-ingat mengenai insiden kemarin. Seokjin terbangun dengan seperangkat alat medis dan gipsnya yang telah diganti. Suatu hal yang seharusnya hanya bisa dilakukan oleh orang-orang profesional atau yang ahlinya.

Namun Seokjin tidak sempat bertanya, diantara keenam orang tersebut siapa yang mengobatinya.

Seokjin segera ingin tidur namun ia mendengar bunyi derit balkon sebelah terbuka.

Seokjin memutuskan untuk keluar dan memasak teh hijau untuk dua gelas dan keluar dari balkonnya mendapati Hoseok masih lengkap dengan pakaian piyamanya yang kini memandangnya.

Kini jarak mereka terhalang balkon.

"Ah, J-hope-shi. Tidak tidur?" jawab Seokjin sambil meletakkan kedua gelas teh hijaunya di meja balkonnya dan duduk dikursi atau bahkan lebih tepatnya kasur balkonnya. Hoseok hanya tersenyum lirih dan mengintip kearah dua gelas teh yang dibuat Seokjin.

"Myeongyi masih bangun?" tanya Hoseok yang masih mengarahkan pandangannya kearah dua teh tersebut. Seokjin yang mengerti arah pandangan Hoseok hanya bisa tersenyum kecil. Tentu Seokjin tidak bisa mengatakan 'secara langsung' bahwa ini untuk Hoseok karena pemuda tersebut akan terheran-heran bagaimana Seokjin tahu bahwa Hoseok 'masih' bangun.

"Aku yang tidak bisa tidur, jadi kupikir minum dua teh hijau cukup untuk membuatku mengantuk. J-hope-shi mau?" tanya Seokjin.

"Well aku baru saja menawarkan diri jika tidak ada yang 'empunya' teh tersebut" canda Hoseok dan Seokjin terkekeh pelan.

"Ah sayang sekali, kita terpisah balkon ini- astaga ya Tuhan J-hope-shi!" ucapan Seokjin terpotong begitu melihat Hoseok dengan mudah meloncati pagar balkonnya dan masuk kearea balkon Seokjin.

"Aku punya bakat dan hobi parkour tolong jangan beritahu siapa-siapa. Ini rahasia" ujar Hoseok dengan mudah duduk disamping Seokjin dan mengambil salah satu gelas sambil mengedipkan matanya penuh jahil.

Seokjin hampir tidak bisa bernafas dan hanya bisa geleng-geleng kepala.

Kini keduanya membaringkan diri sambil menyelimuti tubuh masing-masing menjaga tubuh keduanya dari angin malam.

"Balkonmu sangat nyaman. Tidak menyangka bahwa menempatkan kasur di balkon adalah ide yang bagus" ujar Hoseok dan Seokjin yang sedang terpejam hanya bisa tertawa kecil sebelum membuka kelopak matanya mendapati Hoseok yang kini menatap wajahnya.

Malam makin sunyi.

Seiring dengan Seokjin dan Hoseok saling beradu pandang.

Dibawah hiasan bulan dan bintang di langit malam.

Seokjin yang merasa tensi dikeduanya memutus kontak mata diantara mereka dan kembali membenarkan posisi tubuhnya lurus keatas menghadap bintang-bintang yang berkilauan diatas.

"Dokter yang menyarankannya"

"Nde?"

"Dokter yang menyarankannya. Lebih tepatnya psikolog/psikiatri yang menanganiku bekerja sama dengan design interior untuk mengatur layout apartemen ini. Untuk membantu mengurangi atau memulihkan insomnia dan anxiety disorder milikku" jawab Seokjin.

Kini matanya meredup lesu.

Pancaran mata yang teduh dan cerah kini berubah menjadi penuh letih dan muram dipenglihatan Hoseok.

"Apa yang terjadi jika anxiety mu kumat?"

"Paling parah aku mengalami hyperventilation. Sedihnya, itulah yang sering terjadi" ucap Seokjin.

Hening kembali menyapa.

"Oh ya, aku lupa bertanya. Diantara kalian siapa yang mengganti gips dan mengobatiku" tanya Seokjin lagi kini menanyakan hal yang ada di benaknya tadi.

"Sederhananya semua member kami saling bekerja sama membantumu, tapi yang melakukan hal teknis aku dan Jimin" aku Hoseok dan Seokjin dengan usil menyorakinya.

"Ohh~ J-hope-shi, aku rasa dirimu dan Jimin-shi bisa menjadi dokter betulan~" canda Seokjin yang ditanggapi wajah dingin dari Hoseok.

Seokjin bisa melihat hal tersebut dengan jelas.

Ah maaf...apa aku kelewatan batas..?" tanya Seokjin namun Hoseok hanya menatap dirinya kaku.

"Tangan ini terlalu berdosa untuk mendapat gelar tersebut" ujar Hoseok kini dirinya yang gantian memejamkan matanya.

"Kenapa...?"

"Apakah ini investigasi?"

"Bukan, ini percakapan antara dokter dan si pasiennya" ucap Seokjin mampu membuka mata Hoseok dalam sekejap mendapati pemuda tersebut kini tersenyum dengan manisnya.

Mata Hoseok yang salah atau langit malam tengah memainkan trik kepadanya.

Karena kini dipandangannya Seokjin terlihat glowing bak malaikat-malaikat yang sering digambarkan ditelevisi.

"Apa-" ujar Hoseok terpotong ketika Seokjin mengangkat tangannya ke udara bersamaan dengan tangan pemuda itu.

"Lihat tangan ini J-hope-shi. Bukankah ia indah dibanding tanganku yang crooked. Jari-jarimu sangat panjang dan ramping" ujar Seokjin masih memandang tangan mereka lalu mengenggam tangan tersebut.

Mampu membuat Hoseok terdiam kaku yang kini hanya bisa memperhatikan wajah bahagia Seokjin yang kini tersenyum lebar memandangan genggaman tangan mereka.

"Terlebih tangan ini hangat, menolongku dalam kedinginan. Hal yang sama mereka lakukan ketika aku pingsan. Tangan dan jari-jari ini dengan telaten merawatku"

Hoseok terdiam memandang wajah Seokjin yang kini memandangnya dengan senyum penuh hangat.

"Aku tidak tahu 'seberdosa' apa yang tangan ini pernah lakukan. Tapi yang aku tahu, setiap pendosa punya hak untuk penebusan. Dan untuk semua hal baik yang pernah dirimu lakukan padaku, aku rasa dirimu punya hak itu" ujar Seokjin lembut.

Hoseok hanya bisa ikut membalas senyuman Seokjin dan keduanya tertawa memandangi wajah masing-masing dan memandang langit yang entah mengapa begitu cantik malam ini.

Keduanya tertidur lelap dibalkon milik Seokjin,

Dengan tangan yang masih erat menggenggam satu sama lain.

/-/

Tiga Jam setelah penemuan bangkai mayat massal

20.00 KST – Unit Investigasi Khusus, Seoul Metropolitan Police Agency

"Acel Delano Kalman, 30 tahun, berkewargenaraan Perancis namun berdarah campuran. Ibunya merupakan orang Korea. Diketahui bahwa dirinya adalah seorang bankir disebuah bank swasta di Amerika Serikat jadi itu yang membuat dirinya sering berpindah-pindah dan suka membeli properti atau rumah. Untuk di Korea, ia memiliki dua apartemen dan satu mansion, mansion itu adalah vila yang tadi kita investigasi" ujar Chanwook begitu melihat Seunghwan, Kyungwoo, Wooil, Kwangil dan Eunho datang dari vila.

Chanwook bisa mencium bau anyir menguar dari kelima tubuh laki - laki tersebut. Gitae dan Hyeon yang baru datang bahkan bisa mencium bau darah tersebut.

"Kalian lebih baik membersihkan diri, bau 'dari sana' terlalu tajam" ujar Hyeon dan kelimanya memutuskan mengambil pakaian salinan dan segera bebersih dikamar mandi. Seunghwan dan Kyungwoo adalah orang pertama yang selesai membersihkan diri datang dengan celana pendek hitam dan kaus putih dengan logo kepolisian didada kiri.

Memang nampaknya baju tersebut adalah seragam milik keduanya.

Gitae pun menyambut keduanya dengan dua gelas kopi disusul Eunho yang baru masuk menggunakan celana jogger berwarna abu-abu dengan kaus seragam yang sama sambil mengambil satu potong fried chicken milik Chanwook yang dihadiahi erangan sebal dari si yang empunya.

Hyeon datang bersamaan dengan Wooil dan Kwangil dengan dua plastik belanjaan besar berisi botol coca-cola satu liter sebanyak lima botol dengan plastik satunya lagi berisi dua keranjang basket fried chicken.

Yang dalam waktu lima menit habis ludes di perut masing-masing.

Semua orang yang ada disana diam rehat sejenak sebelum Gitae memandang board mereka yang kemarin dirapihkan oleh Seunghwan dan Seokjin.

14 Februari 2019 : Kwon Yool dan Kim Jae Wook mengunjungi restaurant 'Wooden House.'

14 Februari 2019 : Geum Hong Shim mencelakai Seokjin atas suruhan Kwon Yool.

14 Februari 2019 : Geum Hong Shim meninggal di apartemennya.

14 Februari 2019 : Kim Jae Wook meninggal akibat keracunan sianida.

15 Februari 2019 : Kwon Yool meninggal akibat keracunan sianida.

15 Februari 2019 : Mobil Jaewook mengalami kecelakaan dan terbakar.

22 Februari 2019 : Penemuan bangkai mobil Jaewook didaerah Dongjak-gu.

"Aku baru saja menerima hasil forensik ulang untuk mobil Jaewook dan ternyata benar yang menyebabkan rem mobilnya blong adalah karena tali remnya diputus secara sengaja" ujar Eunho menyadari Gitae memandang board tersebut penuh seksama.

"Jadi hipotesis Seokjin benar huh? Jaewook dan Yool bukan orang yang membunuh Hongshim" monolog Gitae namun dapat didengar dengan jelas oleh semua orang diruangan tersebut."

"Aku telah menelaah ulang hidden cam diruang tunggu Hangyeol bersama Seokjin. Seokjin bilang tubuhnya memang mirip Jaewook, namun suara dan cara perangainya bukan Jaewook sama sekali. Seokjin menjamin itu orang yang berbeda" ucap Kyungwoo menimpali menuai atensi dari semua orang.

"Seokjin katamu?" tanya Eunho memastikan.

"Hm, Seokjin bilang figur Jaewook sedikit lebih tinggi dan lebih ramping daripada sosok yang ada di video ini. Suara Jaewook adalah tipe baritone sedangkan divideo ini, pemuda yang tengah bersetebuh dengan Hangyeol suaranya bertipe bass. Orang ini memiliki ciri khas tertawa kecil atau terkekeh. Tipe orang yang berbicara dengan nada santai sedangkan Jaewook adalah tipe orang yang berbicara dengan nada formal dan eloquent. Setidaknya itu penjelasan dari Seokjin" balas Kyungwoo.

"Berarti, Hangyeol dan Hongshim tidak dibunuh oleh Yool maupun Jaewook. Karena kekasih Hangyeol bukanlah Jaewook dan baik Yool dan Jaewook meninggal dihari kita mencari mereka. Seakan-akan bahwa-" ujar Hyeon menimpali namun terhenti.

"Mereka berdua dijebak untuk menjadi pelaku pembunuhan Hangyeol dan Hongshim dan dikarenakan mereka sebagai tersangka meninggal, maka polisi akan memberhentikan penyelidikan" ujar Wooil memotong ucapan Hyeon.

Chanwook terkesiap.

"Astaga! Jadi hipotesis milik Seokjin benar!? Selama ini kita ditipu untuk mengikuti alur penjahat sebenarnya, tapi siapa tersangka sebenarnya?" tanya Chanwook terkagum kaget.

"Orang yang sama yang mem-framing BTS" tukas Hyeon singkat, jelas dan padat.

Hening menyapa.

"Kita harus lakukan pengivestigasian ulang mengenai kasus Hangyeol dan Hongshim seiring dengan investigasi vila dan Jaewook dan Yool. Aku yakin ini saling terkait satu sama lain" timpal Kwangil.

"Kita mulai besok pagi, dan panggil Seokjin nanti untuk ikut mengivestigasi bersama. Kita akan adakan rapat internal besok pagi. Sekarang kalian semua balik kerumah dan beristirahatlah. Ini akan menjadi penyelidikan yang akan panjang bagi kita semua" ujar Hyeon memutuskan untuk membubarkan anggotanya.

"Aku yang akan menjemput Seokjin besok pagi" titah Wooil tegas, tidak menyediakan ruang untuk dibantah lalu pergi begitu saja.

Chanwook yang mendengar pernyataan Wooil mendengus lucu dan Eunho hanya bisa tertawa melihat salah satu kelakukan maknae mereka dan memutuskan mengajak Chanwook pulang bersamanya.

Hyeon pun tadi pulang bersama Kwangil dan Gitae menyisakan Kyungwoo dan Seunghwan yang keduanya memutuskan untuk bertandang ke rumah milik Kyungwoo.

Ralat,

Rumah milik Kyungwoo dan mendiang Joomin ketika mereka menikah nanti.

Ya, Seharusnya.

"Kau ingin minum apa?"

"Apa saja, lagipula aku disini hanya ingin menumpang tidur" ujar Seunghwan sambil merenggangkan otor dan urat syarafnya. Bunyi retakan ala 'pijat urut' memberi suara dirumah Kyungwoo yang sepi ini.

"Jadi, apa yang Seokjin katakan padamu?" ujar Kyungwoo sambil membawa dua gelas dan dua botol Soju.

"Ia mencurigai Eunho." satu utas kalimat padat yang dikeluarkan Seunghwan mampu membuat Kyungwoo menghela nafas.

Membawa ingatannya kepada sebuah percakapan di pantry.

"Kyungwoo-ah..."

"Nde hyung..."

"Aku mencintaimu...kau tahu itu kan...?" ujar si pemuda lebih tua dengan lembut. Si pemuda yang lebih muda memberikan senyuman meneduhkan membawa tubuh kecil tersebut ke pelukannya.

"Tentu aku mencintaimu, kalau tidak aku tidak akan melamarmu hyung"

"Hyung punya perasaan tidak enak akan kasus ini, jika boleh maukah kau membantuku untuk menyetujui agar UIK tidak terlibat dalam kasus ini...?"

"Hyung, mengapa berbicara demikian? Wooil dan Hyeon hyung sudah bekerja semaksimal untuk kasus ini, appa hyung juga bahkan kita semua termasuk dirimu. Kasus kita telah menemukan titik terang-"

"Daripada titik terang, aku punya firasat kita mendapat 'blackhole' Kyungwoo-ah...hyung..." ujar Joomin akhirnya terbata-bata membuat Kyungwoo menarik tubuh tunangan yang kelak menjadi pasangan hidupnya itu keluar kearah taman belakang. Membantu pasangannya menenangkan diri.

"Ada sesuatu yang menganggu pikiranmu hyung?"

"Tolong apapun yang aku katakan jangan marah padaku..."

"Baiklah, katakan"

"Bagaimana jika...BTS...enam orang didalam grup itu dijebak menjadi tersangka atas kasus ini dan Eunho mengetahuinya?"

Dan Seunghwan yang saat itu beristirahat dibalik pohon yang tidak sengaja menguping terkesiap kaget mendengarnya.

"Ini aneh Kyungwoo...bagaimana dua orang dari dua 'kehidupan' yang berbeda mengatakan hal yang sama..." keluh Seunghwan memijat dahinya berkali-kali sambil menuangkan Soju kedalam gelasnya dan meminum dalam sekali teguk.

"Joomin...Seokjin... dua orang tersebut apa yang menyebabkan mereka berdua bisa menyimpulkan hal itu terhadap BTS dan Eunho?" tanya Kyungwoo menghela nafas sambil merebahkan dirinya.

"Seokjin menemukan memoar milik Hongshim, tepat disaat ia menemukan mayatnya" ucap Seunghwan membuat Kyungwoo terduduk kaget.

"Apa kau bilang!? Seokjin menemukan memoar milik Hongshim? Kenapa kalian tidak memberi tahu siapapun" ucap Kyungwoo jelas menyuarakan keterkejutannya.

Seunghwan pun mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan salinan memoar yang ia terima dari Seokjin.

01.01.2013

Aku mau mati saja rasanya. Apa salahnya jika aku seorang gay? Jin Soo Wan dan Jo Jung Sun berani menklaim design iklan milikku. Aku benci mereka.

23.01.2013

Ckck,kini aku bisa membalas dendamku. Soowan dan Jungsun kini pasti panik siapa yang memperkosa adik dan pacar mereka saat party semalam. Itulah akibatnya merebuk karya milikku. Perempuan itu juga bodoh dengan mudahnya mabuk ditempat umum. Rasakan! Kini keperawananmu direngut oleh seorang gay!

10.02.2013

Ra Joon Ki songsaenim adalah dosen terbaik yang pernah ada.

07.03.2013

Ra Joon Ki songsaenim mensupportku dengan beasiswa S2 ke KAFA. Aku tidak tahu aku bisa lolos atau tidak tapi kuharap aku bisa.

07.04.2013

Aku baru tahu situs web ini ada untuk para gay. Seseorang dengan username MasterLife bahkan dengan baik hati memberikan aku uang.

12.05.2013

Aku merasa kasihan kepada Jungkook dia harus bekerja ditempat kotor ini diusia yang sangat muda.

06.06.2014

Aku lulus kuliah dan mendapat beasiswa ke KAFA, tapi mengapa hatiku merasa kosong? Ra Joon Ki songsaenim dan calon tunangannya membuatku lemas tak berdaya. Joonki songsaenim, saranghamnida.

29.08.2015

Sudah setahun aku tidak menulis memoir dan sebentar lagi aku akan lulus kuliah Ra Joon Ki songsaenim menyarankanku melanjutkan S3 ke Prancis dan memulai hidup disana. Ra Joon Ki songsaenim aku tidak bisa hidup tanpamu.

09.10.2016

Semua orang tidak mau menerima karyawan gay sepertiku. Aku benci mereka semua. Satu – satunya tempat paling menghibur hanyalah website itu.

12.12.2017

MasterLife membantu berkenalan dengan Shin Moon Soo. Siapa sangka dia seorang polisi? Dunia ini tidak adil. Moonsoo yang gay bisa jadi polisi mengapa aku tidak?

21.03.2018

Hari ini kami resmi berpacaran. Bukan karna aku mau dengannya, tapi aku butuh pemuas nafsu dan juga uang untuk bertahan hidup. MasterLife memberitahuku banya polisi – polisi 'cantik' di Seoul. Haruskah aku melamar jadi polisi?

14.05.2018

Undangan Ra Joon Ki songsaenim kini resmi ditanganku. Aku mencintaimu hingga sekarang songsaenim tapi mengapa kau tidak melihatnya?

27.09.2018

Hari ini aku ke club Alpa Pack. Ini klub terhebat sepanjang masa. MasterLife benar – benar baik hati memberikan tiketnya untukku. Cukup kaget melihat banyak artis disini. Hangyeol lumayan cantik tapi menurutku masih cantikan Moonsoo. Aku ingin menggodanya tapi ia punya MasterLife. Jungkook dan kawan – kawannya juga ada disini. Aku bersyukur anak itu tumbuh dengan baik.

02.02.2019

Fix aku jatuh cinta dengan Kim Seok Jin. Dunia sekarang begitu mencintaiku. Aku mendapat uang dari MasterLife untuk melanjutkan karirku dan mendapat free pass ke Alpha Pack. Moonsoo yang dengan senang hati memberikan foto Seokjin untuk jadi bahan masturbasi. Mianhae Moonsoo-ya, aku memang sejak dulu tidak bisa mencintaimu.

14.02.2019

Shit! Seharusnya aku tahu bahwa MasterLife adalah Hyungnim. Aku menyesal mengikuti permintaan Yool untuk membunuh Seokjin. Seharusnya aku sadar bahwa Seokjin adalah kekasih Hyungnim!

"Wow...ini cukup menjelaskan betapa gilanya Hongshim semasa hidup. Tapi apa hubungan memoar ini dengan BTS dan Eunho?" tanya Kyungwoo penasaran.

"Seokjin menanyakan apakah Eunho mempunyai membership card dan aku menjawab bahwa Eunho justru punya unlimited membership card . Sedangkan, didalam memoar tersebut Hongshim menyebut nama Jungkook disaat tahun 2013. Itu artinya Eunho mengenal Jungkook"

"Eh...?"

"Kyungwoo-ah, Pada Mei 2013, Jungkook bekerja sebagai pekerja seks di klub itu dan pada saat itu umurnya bahkan masih enam belas tahun. Menurutmu bagaimana bisa Eunho tidak menyadari klub itu memperkerjakan anak dibawah umur secara illegal bahkan ini merupakan pekerjaan yang juga illegal?"

Kyungwoo terdiam mencermati perkataan Seunghwan.

Juga fakta mengenai Alpha Pack Club mempunyai sistem pre-booking orang-orang yang masuk kesana harus mendaftar paling maksimal enam jam sebelum pembukaan dan hanya terbatas untuk seratus lima puluh orang perharinya terkecuali bagi mereka yang punya unlimited membership card seperti Eunho mungkin bisa masuk meski kuota terpenuhi. Terlebih, Orang yang mem-booking tersebut bisa melihat list nama-nama siapa saja yang sudah memesan tiket masuk dalam bentuk username seperti 'MasterLife' ini dan bukan hanya itu mereka bahkan bisa langsung melihat siapa saja 'staff' yang bekerja dimalam itu. Semuanya ditampilkan secara 'transparan' maka dari itu semakin kecil kemungkinan Eunho tidak mengetahui Jungkook"

Semua terasa jelas bagi Kyungwoo.

"Jadi maksudmu, Eunho terlibat dengan si pemilik username 'MasterLife'/ hyungnim ini?"

"Bukan hanya itu, aku juga yakin bahwa hipotesis yang dikatakan oleh Joomin sebelumnya berhubungan dengan ini Kyungwoo-ah. Itu sebabnya aku meminta rekaman CCTV tiga tahun kebelakang ini"

Kyungwoo menghela nafas.

"Wooil dan Daejun sunbaenim tidak akan mengizinkan penyelidikan ulang atas kematian putranya" ujar Kyungwoo.

Keduanya menyapa keheningan dalam diam.

"Bagaimana jika hipotesis kita- maksudku hipotesis Joomin mengenai Eunho salah?"

"Kita akan dibenci oleh Eunho, Wooil dan seluruh tim UIK" jawab Seunghwan lugas.

Meninggalkan helaan nafas panjang dari Kyungwoo.

"Tapi Kyungwoo, bagaimana jika itu benar?" tanya Seunghwan menghabiskan sebotol soju dan kini menatap mata Kyungwoo dalam penuh arti.

"Semua orang dalam bahaya, terkhusus Seokjin" ucap Kyungwoo mantap pula.

Menyadari bahwa Joomin dan Seokjin sama-sama tengah memancing amarah iblis yang tidak diketahui keberadaannya.

/-/

Seokjin terbangun merasa helaian rambutnya bergerak seiring deru angin.

Mendapati kini dirinya disebuah pantai yang tampak familiar.

Ah, ini adalah pantai dermaga di Busan.

Salah satu spot yang Taehyung sempat foto.

"Ini indah bukan...?" tanya salah seorang pemuda berpakaian serba putih yang tiba-tiba kini sudah ada disampingnya merentangkan tangan dengan mata terpejam menghirup angin laut sebanyak yang ia bisa.

Seokjin tersenyum dan melakukan hal yang sama, kekanakkan memang, entah mengapa, tapi senyumnya semakin mengembang begitu melihat sebuah cincin terpasang apik di jari manis kanan pemuda tersebut.

Kwon Joomin hadir kedalam mimpinya.

Sebuah sentuhan dipipi membangunkan dirinya dari tidur.

Hoseok yang kini duduk memandang dirinya sambil menghalau mentari menjadi pelaku yang menyentuh pipinya.

Atau lebih tepatnya menghapus air matanya.

"Mimpimu sebegitu sedihnya hingga dirimu menangis?" tanya Hoseok dengan intonasi lembut.

Seokjin tersenyum menenangkan.

"Tidak, justru mimpiku terlalu membahagiakan sehingga mampu membuatku menangis" ujar Seokjin pelan.

Seokjin mengundang maksud Hoseok kedalam apertemennya untuk sarapan karena mereka juga tidak menyadari semalaman tertidur di balkon.

Myeongyi yang juga ikut bangun karena mencium bau daging yang kemarin masih sisa dan sedang dihangatkan oleh Seokjin juga ikutan terbangun histeris mendapati salah satu member grup favoritnya ada disini. Merasa tidak enak dengan member lainnya Seokjin menawarkan member lainnya untuk ikut sarapan dirumahnya jika berkenan dan tak sampai semenit pintu depannya sudah berbunyi dengan lima orang yang sudah menunggu didepan pintu untuk dibukakan oleh Myeongyi.

Myeongyi bahkan tidak pernah sedikitpun bisa membayangkan akan sarapan bersama idolanya.

Namun tak lama berselang kemudian Wooil datang membuat suasana yang tadinya hidup kini menjadi dingin.

Ini bukan sarapan ideal yang Myeongyi harapkan karena baik BTS dan Wooil saling melempar deathglare satu sama lain.

"Silahkan dinikmati hidangannya" ujar Seokjin kepada seluruh 'tamu-tamunya.'

"Aku tidak tahu kau memiliki banyak tamu tidak di-" ujar Wooil namun dipotong oleh Seokjin.

"Mereka tetanggaku hyung, dan lagi aku punya banyak stok daging yang tidak bisa kuhabiskan sendirian. Aku bahkan berencana untuk membawa Myeongyi kesini karena apartemen ini terlalu luas untuk sendirian"

"Woah, jinjja!?" tanya Myeongyi tidak percaya dan Seokjin mengangguk penuh senyum.

"Tapi gajiku tidak cukup untuk membiayai apartemennya..." ujar Myeongyi sedih.

"Tidak usah khawatir, gajiku masih cukup kok, lagipula apartemen ini dibayarkan oleh pihak atas" ujar Seokjin dan Myeongyi kembali berteriak girang.

"Lalu, bagaimana dengan tamu kita satu ini. Aku tidak tahu bahwa mereka punya jadwal 'selonggar' ini hingga mampu sarapan disini"

"Ah tuan Ok, kami hanya menerima undangan disini. Lagipula tidak enak menolak kebaikan dari seorang 'tetangga' terlebih dirinya sempat kami bantu" ujar Namjoon formal.

Namun penuh sindiran.

"Bantu? Seokjin tidak butuh bantuan kalian. Koleganya jauh lebih baik bisa merawatnya" jawab Wooil sombong.

"Ah, benarkah? Apakah Seokjin-shi belum menceritakan bahwa ia pingsan dan kami yang merawatnya?" ujar Taehyung ikut mengompori.

"Seokjin?" tanya Wooil kaget.

"Err hyung aku bisa jelaskan...waktu itu aku kehujanan dan aku seharian berada diluar jadi-"

"Ah Seokjin-shi, sebagai sesama kolega seharusnya kau memberi tahu tuan Ok, lihat dirinya, 'merasa gagal' melindungi 'koleganya' sendiri" sulut Jimin.

Seokjin yang merasakan situasi semakin memanas memandang Wooil yang nampaknya sudah siap untuk mengucapkan sumpah serapahnya segera menyuapi mulut itu dengan lettuce wrap berisi daging, nasi, dan bumbu lainnya.

"Bisakah kita sarapan dengan tenang, Wooil hyungie~" ujar Seokjin mengeluarkan jurus aegyeo terakhirnya. Membuat Wooil akhirnya diam namun dia memandang ada raut cemburu diwajah member BTS membuat Wooil semakin senang mengusili keenam orang tersebut.

"Aku marah padamu, kau sakit dan tidak bilang apapun padaku"

"Eiy~ jangan seperti Chanwook ah, dirimu tidak cocok" ujar Seokjin geleng-geleng kepala.

"Kalau begitu suapi aku lagi, aku menolak makan selain dari makanan yang disodorkan dari tanganmu sendiri" ujar Wooil membuat Seokjin terkekeh namun dengan senang hati menyuapi Wooil dan mengatakan betapa kekanakkannya Wooil.

Sementara itu Wooil menaikkan satu alisnya ketika berhadapan dengan BTS tidak luput dengan senyum meremehkan miliknya yang seolah berkata,

Sadar diri, bahwa aku yang menang dan kalian tidak pantas bersanding dengan pemuda ini.

Myeongyi yang menyaksikan perang dingin dan 'kepolosan' Seokjin hanya terdiam plongo.

Sungguh suatu pagi yang 'cerah' untuk menjalani hari.

Seokjin datang bersama dengan Wooil yang sebelumnya singgah untuk melepas gips di kaki Seokjin dan diganti dengan perban biasa. Semua orang yang hadir disana menyambut bahagia keduanya. Terkecuali Seunghwan dan Kyungwoo yang datang belakangan dan tampak terlihat 'teler'

"Ugh, kalian habis mabuk di club mana?" ejek Chanwook dihadiahi jitakan oleh Kyungwoo.

Hyeon akhirnya kembali membagi tugas. Wooil, Gitae dan Eunho disuruh kembali datang ke Alpha Agency untuk memeriksa Soohyuk, Taejoon, dan Joohwan. Sementara Kwangil diminta untuk menghubungi dan mengakses informasi mengenai pemilik vila sementara Chanwook dan Seokjin diminta untuk melihat hasil visum mayat-mayat dan Hyeon menggelar konferensi pers mengenai Jaewook dan Yool.

Seunghwan dan Kyungwoo yang masih teler dibiarkan beristirahat dulu.

Breaking News : [03/03/2019] The two actors who are also CEO of Alpha Agency, Kim Jae Wook and Kwon Yool who died were confirmed as victims of premeditated murder by police this morning. Police are still investigating further to see if it has anything to do with the death of an idol and actor, Gi Han Geyol who died a few months ago.

"Dia sama sekali tidak terperangkap oleh jebakanmu?" ujar seorang pemuda dimobil menanyankan kepada seorang pemuda berjas yang tengah mengurut kepalanya.

"Iya, jadi bisakah kau diam sejenak dan tidak seperti 'anjing kepanasan' sehingga aku tidak perlu berpikir keras untuk membersihkan namamu" ujar pemuda berjas tadi yang ditanggapi dengan kekehan ringan.

"Kau adalah temanku yang paling baik dan terbaik~ hubungkan aku dengan little brat kita" ujar pemuda tersebut membuat pemuda berjas tadi mendecak kesal dan menghubungi seseorang.

"Oy hyung! ada apa?"

"Bocah keras kepala itu ingin berbicara kepadamu" ujar pemuda berjas tersebut dihadiahi tawa dari si pemuda dan orang disebrang sana.

"Hahaha~ Apalagi yang kau perbuat hyung? Kau membuat uri hyungnim pusing tujuh keliling" gelak tawa disebrang sana.

"Tidak ada lil brat! Aku berani bersumpah hari ini aku menjadi anak penurut. Aku bahkan ikut kedalam meeting - meeting yang dia atur!"

"HAHAHAH! Aku ingin sekali melihat wajah kesal hyungnim saat ini. Tapi Taejoon, Joohwan dan Soohyuk dalam bahaya. Kepolisian itu mengendus agensi mereka"

Suasana mobil kini sedingin kutub utara.

"Jelaskan."

"Well, kau menelponku karena sudah melihat berita hari ini bukan? Kemungkinan mereka akan melakukan re-investigasi ulang. Tiga orang temanmu bisa terseret"

"Kau dimana?"

"Sedang melanjutkan hobiku"

"Kim Seokjin. Anak itu, seberapa cerdasnya dia bisa berpikir bisa menangkapku?"

"Tidak tahu, anak itu penuh kejutan...tapi..."

"Tapi apa?"

"Aku punya 'hadiah kecil untuk calon kekasihmu dan peliharaanmu itu"

"Oh ya? Apakah sanggup membuat mereka terkesan?"

"Oh, bahkan lebih cukup untuk membuat Wooil kesaysanganmu mengamuk"

Pemuda itu tersenyum kembali.

Kali ini senyumnya sangat mengerikan.

"Kalau begitu lakukan. Kirim hadiah itu 'atas namaku' untuknya"

Lalu telepon pun terputus.

"Kau tidak bisa sehari untuk tidak berbuat ulah ya?" jawab pemuda berjas tadi menghela nafas lelah.

"Oh~ kau menyakiti hati uri lil brat, kau meragukan kemampuannya"

"Justru karena aku tidak meragukannya, aku yakin kali ini aku akan bekerja lebih ekstra membersihkan kekacauannya" pemuda berjas tadi geleng-geleng kepala dan si pemuda yang diajak bicara tadi kembali terkekeh kecil.

"Aku ingin singgah kemakam mereka. Bagaimanapun kita harus berkujung" ujar pemuda itu memakai kacamata hitamnya.

"Dan kalau bisa kita juga mengunjungi makam Joomin, aku rindu padanya"

/-/

Seokjin dan Chanwook terkejut begitu mendengar hasil autopsi yang didapat dari unit forensik.

"Aku tidak salah dengar bukan...? Ada lima puluh orang yang meninggal dirumah itu?"

"Iya, dan kesemuanya merupakan imigran illegal dari Korea Utara, kita tidak bisa mengeksplor lebih banyak karena kita masih bersitegang dengan Korea Utara ditambah jika mereka tahu rakyat mereka meninggal disini, maka ada kemungkinan ada perlawanan dari sana. Ini sangat sensitif Seokjin, kita tidak bisa mengidentifikasi lebih lanjut"

Seokjin dan Chanwook menghela nafas sebelum Seokjin teringat sesuatu.

Nametag dengan nama Kang Eun Seom.

"Apakah kalian bisa mencari identitas atas nama Kang Eun Seom diantara para korban ini?"

"Kami mohon maaf tidak bisa melakukan itu karena itu diluar kewenangan kami, tapi aku rasa kalian bisa. Kami akan menyerahkan laporan sidik jari, beberapa ciri badan, dan laporan lainnya kepada kalian" ujar salah satu staf sambil memberikan sebundel folder putih dengan stempel merah besar bertuliskan"classified" di tengah-tengahnya.

Seokjin dan Chanwook menghela nafas dan pamit undur diri.

"Darimana kita harus mencari..." ujar Chanwook menghela nafas.

"Mereka bilang mereka imigran illegal. Setidaknya pasti mereka memiliki 'ktp palsu' untuk mengurus segalanya bukan?"

Lalu Chanwook mengangguk.

"Coba hubungi agen-agen yang biasanya melakukan pemalsuan identitas seperti ini dan tanyakan apakah mereka pernah membuat atas nama Kang Eun Seom?" tanya Seokjin dan Chanwook menghela nafas dan kedua maknae tersebut masuk kedalam ruangannya mendapati ruangan mereka telah kosong melompong nampaknya Seunghwan dan Kyungwoo sedang pergi entah kemana.

Seokjin pun yang mendapat soft copy dari unit forensik segera mendownloadnya dan membuka email 'pribadi-nya' dan mengirim pada Sophia, temannya di PI yang juga sesama forensik.

Semoga teman koleganya tersebut bisa membantunya.

Seokjin bisa melihat bahwa Myeongyi yang sedang libur tiba-tiba lari panik bagai dikejar hantu.

"Myeongyi? ada apa kemari?" tanya Seokjin mendapati Myeongyi datang dengan nafas terputus-putus.

"Hah...hah...kauhh...hh...harus...liat...inih.." ujar Myeongyi sambil menyodorkan ponselnya.

Dispatch : [03/03/2019] The one member of BTS J-Hope caught oversleep with one man in his neighbor balcony. Are they dating?

"Ya tuhan..." ucap Seokjin tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

Foto dirinya dengan Hoseok yang tertidur di balkon miliknya yang terpotret dari jauh.

Bagaimana bisa!?

- Comment Section –

[Ddokkomi34] : Mwoya? J-hope seorang gay?

[Hobimang94] : Ini artikel sampah. Bagaimana bisa dispatch berani memfoto privasi! Pasti foto ini didapat dari sasaeng fans! Report dan block artikel ini guys!

[Dumbledoreee] : LOL! Army menship member BTS seperti taekook, sope, dan minimoni tapi giliran salah satu membernya beneran gay, dan seketika mereka panik! Hahaha! suck it motherfucker!

[Jezebeluv] : Tunggu dulu, orang yang bersandar pada dada J-Hope bukankah si polisi terkenal itu?

[Aintnotrash] : Mwoya? Polisi itu juga gay? ㅋㅋㅋ

[rundevilrun] : Dia terlalu cantik, jadi wajar saja dia gay! Berapa harga tubuhnya jika dijual?ㅋㅋㅋ

[armyborahae] : Army, ayo bantu report dan block artikel ini agar di take down.

[namjachingu] : Heol, ayo gaes, bantu share, like, dan repost agar semua dunia tahu kejelekkan boygroup yang katanya 'paved the way'

[xixixi69] : Tidak menyangka bahwa mereka serendah ini? Jangan-jangan BTS sudah menyuap polisi untuk menutup kasusnya

[sparkieswithlove] : Petisi untuk menangkap BTS atas kasus pembunuhan Hangyeol dan pemecatan terhadap polisi gadungan itu.

[mesparks555] : Sign petition here to blue house guys *insert links* that police did dirty to my hangyeolie

[IpurpleU] : Polisi itu harus didepak dari sini guys. Dia bukan berasal dari Korea Selatan tapi Amerika Serikat! Dia membawa image buruk untuk BTS!

[bt21FAN] : Uri hoseokie tidak pantas bersanding dengan polisi lacur itu

[exolforever] : Wait? Dia bukannya yang muncul di variety show dimana Kai oppa menjenguknya? Itu dia kan?

[whirlwind] : Ew! This is why i hate gay people! Jauh-jauh dari EXO oppadeul!

Seokjin merasa tubuhnya bergetar.

"Seokjin? hey? tenanglah! bernafas Jin! bernafas!" ujar Chanwook mendapati tubuh Seokjin yang bergetar hebat.

"Aku...akuh...tidak melakukan hal yang dituduhkan oleh mereka...aku tidak menerima suap apapun..hiks.." akhirnya tangis Seokjin pun pecah.

Seunghwan dan Kyungwoo yang melihat artikel tersebut di cafe kantin segera menuju ruangan mereka mendapati Myeongyi dan Chanwook yang kini memeluk dan mengelus punggung pemuda itu menenangkan.

Seokjin yang mendapati keduanya segera berhambur kepelukan keduanya.

"Hiks...aku bersumpah hyung...aku tidak berbuat demikian, aku tidak pernah berbuat demikian..." ujar Seokjin berkali-kali seperti rapalan.

"Shh...aku tahu, kami tahu. Kau orang baik Seokjin, dan juga selalu bertindak benar. Apapun yang terjadi dan dituduhkan kepadamu 'kami' tahu itu tidak benar" ujar Kyungwoo mengelus rambut halus pemuda itu.

Hingga sebuah dobrakan membuat mereka memusatkan pandangan kearah pintu masuk dimana ada Gitae, Eunho, dan terkhusus Wooil yang kini mukanya memerah padam.

"Wooil hyung aku bisa jelaskan-" ucapan Seokjin terhenti,

Ketika satu tamparan keras mengenai wajah pemuda itu.

"Aku kecewa padamu Seokjin. Bagaimana bisa kau tidur dengan pemuda brengsek itu! Setelah semua fakta yang engkau ketahui tentang Joomin!" emosi Wooil meledak.

"Ok Woo Il, kau kelewatan. Kau percaya dengan artikel sampah itu!?" ujar Kyungwoo marah tak tega melihat Seokjin diperlakukan hina seperti itu.

"Kyungwoo-ah! Kau selalu membela anak ini! Artikel sampah kau bilang!? Bagaimana bisa foto-foto didalam artikel ini dikatakan sebagai sampah! Oh~ jangan-jangan kau juga memakai jasa tubuhnya. Hey Seokjin, katakan. Berapa harga tubuhmu huh"

Satu tinjuan mengarah langsung kemuka Wooil.

Dari Seunghwan.

"Jaga ucapanmu Wooil. Kau memandang Kyungwoo dan Seokjin hina seakan dirimu sendiri tidak hina, kau sendiri pernah memaksa untuk meniduri Joomin disaat kau tahu bahwa dia mencintai Kyungwoo! Kau yang lebih hina diantara semua yang lain! Kau berlagak seakan kau yang merasa kehilangan disaat Joomin tiada, tapi kau lupa ada Daejoon sunbaenim dan Kyungwoo disini sebagai APPA dan CALON SUAMINYA!" Akhirnya Seunghwan mengeluarkan segala unek-unek yang dimiliki olehnya.

"Kau merasa bahwa BTS sebagai tersangka yang menjauhkan dirimu dari Joomin, TAPI SEBENARNYA ULAHMU SENDIRI YANG MEMBUAT JOOMIN MENJAUH DARIMU! IA JIJIK DENGANMU! JAUH SEBELUM IA TIADA!" hantam Seunghwan sekali lagi membuat Wooil naik pitam hingga mereka adu tinju membuat Hyeon dan Kwangil yang baru saja datang segera melerai keduanya.

"Cukup! Hentikan! Tidak bisakkah kalian bersikap dengan kepala dingin!" titah Hyeon penuh dengan nada tinggi untuk pertama kali.

"Katakan ini kepada manusia hina satu ini!" ujar Seunghwan emosi mendulang emosi balik dari Wooil untuk melanjutkan baku hantam sebelum mereka mendengar sepatah kata dari Seokjin.

"Honor..." ujar Seokjin dengan lirih melihat kini pemuda itu duduk bersujud dengan kedua tangan terkepal di atas kedua pahanya.

Posisi seorang narapidana dahulu sebelum dieksekusi pada zaman Joseon.

"Hiks..Honor...to never do what you know is wrong, even if no one is watching...hiks..and always to do what you know is right, even though no one is watching...hhh...to defend the innocent, protect the weak, to aid the injured...hiks...to speak the truth in all things, and to stand against evil in all ways...hiks..honor is beyond price..hiks...and we welcome you as the part of us..hiks..." ujar Seokjin masih dengan posisi yang sama mengucap kalimat dengan terbata-bata.

Kalimat yang familiar ditelinga mereka.

Greeting card yang selalu diterima oleh para polisi baru ketiga bergabung.

Kartu penuh makna yang menjadi pedoman hidup seluru polisi diseluruh Korea Selatan.

"I'm being welcomed with such a honor...hiks...so why...hh...hiks..so why...hiks...i'm betraying the honor...when i'm still never do what i know is wrong, always to do what i know is right, to defend the innocent, protect the weak, to aid the injured...hiks...to speak the truth in all things, and to stand against evil in all ways...i'm still hold this honor, 'hyung'" ujar Seokjin untuk pertama kalinya berbicara dalam bahasa Inggris,

Untuk mempertegas dimanapun ia lahir dan dibesarkan ia masih memegang teguh prinsip, moral, dan nilai dari kampung halamannya.

Berani menatap Wooil dari posisi sujudnya hingga berdiri tertatih dengan tubuh bergetar.

Lalu keluar dari ruangan tersebut disusul dengan Myeongyi dan Chanwook yang menyusul Seokjin. Trio maknae itu membawa Seokjin pulang keapartemen Chanwook juga dengan mobil Chanwook yang diparkir dibelakang karena menurut pengakuan Myeongyi kini sudah banyak pers dan wartawan yang menunngu diareal perumahan, kantor polisi,

dan agensi BigHit.

Member BTS sedang melakukan latihan seperti biasa sebelum head manager mereka datang dengan wajah tertekan.

"Tuan Kim? Ada apa?" tanya Namjoon kebingungan

"Jung Ho Seok, apa yang kau lakukan semalam bersama Kim Seok Jin dibalkon polisi muda itu dan BAGAIMANA BISA IA ADALAH TETANGGA KALIAN!?" ujar tuan Kim sambil melempar print-an kertas berisi artikel dirinya dan Seokjin yang dirilis oleh Dispatch.

Member BTS segera mengambil ponsel masing-masing untuk melihat situasi dan kondisi internet saat ini.

Trending on NAVER

#1 PetitiontoBlueHouse

#2 Kim Seok Jin

#3 J-Hope

#4 SluttyPolice

#5 SeokjinWhore

- Comment Section –

[+0][-359] : Jadi si polisi cantik itu dihargai berapa? Lol menjual tubuuhnya dan tidak menegakkan keadilan

[+47][-58] : Dari dulu aku menyadari bahwa polisi itu terlalu cantik untuk menjadi seorang polisi. Lebih baik ia bekerja sebagai gigolo di gay club terkenal saja! Shame on you!

[+2106][-3220] : *post a picture* lol ini meme of the year.ㅋㅋㅋ (dia posting foto dimana ada dua aktor gayporn dan mengganti wajahnya dengan Seokjin dan J-Hope)

[+31,239,121][-166] : Hey para army. Saat ini uri hobi butuh support, ayok tunjukkan support dengan menghapus 'clear search' J-Hope yang berkaitan dengan polisi tersebut.

[+269][-100] : Segera tanda tangani petisi untuk mengeluarkan polisi lacur itu dari Korea guys.

[+1,571][-47] : *post a picture* Siapapun yang membuat meme ini, you are the king bruh!ㅋㅋㅋ (memenya berisi muka seokjin dengan tulisan 'cumpster')

[+636][-5] : Musnah saja dia kecuali dia ingin memuaskan nafsu seluruh pria korea selatan!

[+843][-21] : Heol, Ia lebih baik pergi saja, menggoda BTS dan EXO? Lama-lama dia menggoda bias kalian yang lain. Ewh, such a predator

[+2.156][-139] : *post a picture* Ayo segera tanda tangani petisi ini guys. Ini screenshot terakhir dan kita berhasil mendapat seratus ribu tandatangan.

[+126][-237] : Tolong musnahkan saja dia.

[+990][-179] : Jikalaupun Hobi-oppa gay, ia tidak pantas bersanding dengan laki-laki jalang itu.

[+2,338][-14] : Hangyeol deserves better. Polisi itu memframing Hangyeol sebagai penjahat. Sparkies tak akan pernah bisa menerima ini semua.

[+2,164][-18] : Tolong buang dia, si sampah masyarakat ini.

[+134][-4] : Jika aku bisa kerumahnya, akan ku tembak dia persis dengan luka tembak Hangyeol.

[+1,945] [-8] : Seluruh rakyat korea membenci dia jadi tolong buang dia jauh-jauh dari negeri ini.

"Ini gila..semua orang bisa berkata sekasar ini di internet.." ujar Jimin, kini emosinya tengah diubun-ubun dengan wajah memerah.

"Kita akan merelease statement bahwa Seokjin memang benar yang mengundangmu ke balkonnya, melihat kini Seokjin adalah sasaran empuk untuk menjadi kambing hitam kita saat ini. Reaksi publik saat ini tertuju kepadanya.

"Ckckck, kalian selamanya akan tetap menjadi peliharaanku. Menjadi kambing hitam kesayanganku"

"...Tapi yang aku tahu, setiap pendosa punya hak untuk penebusan. Dan untuk semua hal baik yang pernah dirimu lakukan padaku, aku rasa dirimu punya hak itu"

"Tidak" jawab Hoseok tegas.

"Huh? Apa maksudmu?" tanya tuan Kim.

"Aku tidak akan menggunakan Seokjin menjadi kambing hitam. Aku tidak akan melakukannya. Aku akan menghandlle ini bersama dirinya" putus Hoseok final tidak menerima bantahan membuat tuan Kim berdecak kesal dan frustasi hingga memutuskan untuk keluar sambil membanting pintu keluar.

"Hyung...jelaskan apa yang terjadi di foto ini" tanya Taehyung panas.

Ini tidak adil menurutnya.

Bagaimana bisa Hoseok mendapat kesempatan untuk 'tidur' bersama Seokjin dan justru membuat Seokjin kedalam lingkaran api.

"Aku tidak bisa tidur dan kebalkon kita, lalu mendapati anak itu masih bangun juga dengan dua gelas teh hijau. Aku meminta satu gelasnya dan singgah dibalkonnya, hingga kami tertidur disana sampai pagi" ujar Hoseok terduduk lemas dilantai studio dance mereka.

"Tapi bagaimana bisa kau tertidur disana hanya demi segelas teh hijau Hoseok! Lihat akibat perbuatanmu ini. Sadar diri bahwa kita publik figur dimanapun dan kapanpun selalu ada kamera yang mengintai kita" akhirnya Yoongi meluapkan emosinya.

Hoseok tak sadar kini air matanya telah mengalir.

Ah, kapan terakhir dia menangis?

"Yoongi hyung...Taehyung benar...dia berbeda...hingga tak sadar telah kulabuhkan hatiku padanya" ujar Hoseok dengan sisa tenaga yang ada membiarkan dirinya tersenyum lega dengan derasnya air mata penuh kelegaan.

Akhirnya Hoseok untuk pertama kali dalam hidup bisa merasakan apa itu 'kebahagiaan'

/-/

Seokjin terbangun merasa helaian rambutnya bergerak seiring deru angin.

Mendapati kini dirinya disebuah pantai yang tampak familiar.

Ah, ini adalah pantai dermaga di Busan.

Salah satu spot yang Taehyung sempat foto.

"Ini indah bukan...?" tanya salah seorang pemuda berpakaian serba putih yang tiba-tiba kini sudah ada disampingnya merentangkan tangan dengan mata terpejam menghirup angin laut sebanyak yang ia bisa.

Seokjin tersenyum dan melakukan hal yang sama, kekanakkan memang, entah mengapa, tapi senyumnya semakin mengembang begitu melihat sebuah cincin terpasang apik di jari manis kanan pemuda tersebut.

Kwon Joomin hadir kedalam mimpinya.

"Lelah ya...?" ujar suara lembut itu lagi membuat Seokjin memandang Joomin yang telah memandangnya lebih dulu.

"Sedikit..."

"Tak perlu khawatir...ada enam pemuda yang menjadi kekasihmu. Aku iri..." ujar Joomin dengan nada jahil.

"Jika maksudmu adalah BTS, maka aku akan segera loncat kelaut ini" ujar Seokjin.

"Hey aku serius!"

"Mana mungkin! Kau mau aku muncul di berita dengan headline 'Seorang polisi mengencani enam tersangka sekaligus!' bisa-bisa imo dan samchonku terkena serangan jantung!" jawab Seokjin sambil tertawa.

"Mereka bukan tersangka, Seokjin-ah..." jawab Joomin dengan lesu seiring dengan hembusan angin yang semakin menderu-deru.

"Huh...?"

"Tolong bantu aku, Kali adalah pelakunya tolong temukan dia. Little bean adalah kunci utama untuk menemukannya. Bantu aku menuntaskan kasus yang tak bisa kutuntaskan Seokjin-ah. Demi aku, demi Wooil, demi Kyungwoo, dan demi cintamu"

"Tapi-"

"Dan selalu, untuk tetap bahagia"

Seokjin terbangun begitu ia merasakan mesin mobil sudah dimatikan. Seokjin masuk kedalam hunian apartemen milik Chanwook bersama Myeongyi yang memapahnya. Myeongyi sibuk mengompres pipinya yang membengkak sementara Chanwook mendapat telpon dari seseorang.

Chanwook menjauh namun berterima kasihlah kepada telinga Seokjin.

"Chanwook-ah, Seokjin dan Wooil akan diberhentikan sementara dari penyelidikan ini. Kasus ini juga sedang dirapatkan untuk dipindahtangankan ke Unit Investigasi Umum atau unit lain. Jadi lebih baik kalian berdua fokus menjaga dirinya saja"

Seokjin kembali menangis mendengar suara lelah Hyeon diujung sana.

"Hiks...Myeongyi..aku ingin pulang...aku ingin pulang..." ujar Seokjin membuat Chanwook dan Myeongyi menyalahartikan untuk kembali keapertemen milik Seokjin padahal yang Seokjin maksud mengenai pulang ialah ia ingin kembali ke Amerika.

Ia rindu teman-temannya.

Ia rindu pelukan hangat ibunya.

Namun dirinya tetap dibawa entah bagaimana bisa selamat dari kerubungan pers dan wartawan hingga sampai ke apartemennya. Sampai di apartemennya Seokjin dibantu oleh Myeongyi untuk diganti bajunya dengan piyamanya membiarkan si pemuda itu untuk istirahat.

Namun dengan berbagai macam stress yang menghampirinya, akhirnya anxiety-nya kembali lagi. Seokjin kembali demam tinggi dan kesulitan bernafas, Myeongyi sudah berulang kali bolak- balik untuk mengompres Seokjin dan mengatur suhu ruangan namun Seokjin masih kesulitan bernafas dan demamnya tidak turun.

Chanwook ingin memutuskan membawa Seokjin ke rumah sakit namun wartawan semakin malam, semakin banyak dan Chanwook dan Myeongyi hampir menangis putus asa ingin menghubungi semua hyungnya.

"Ah, benarkah? Apakah Seokjin-shi belum menceritakan bahwa ia pingsan dan kami yang merawatnya?"

Myeongyi seketika mengingat percakapan mereka saat sarapan.

"BTS! BTS tahu bagaimana merawat Seokjin. Mereka pernah merawat Seokjin" ujar Myeongyi dan Chanwook tak perlu menunggu waktu yang lama untuk segera menekan bel pintu apartemen BTS.

Namun tak ada jawaban.

Nampaknya member BTS belum balik.

Hingga bunyi 'ding' khas lift di pukul sebelas malam menyadarkan Chanwook akan kehadiran enam pemuda dengan muka lusuh.

Chanwook berlari kearah mereka dengan muka penuh air mata.

"Tolong bantu aku. Seokjin tidak bisa bernafas dan mengalami demam tinggi selama tiga jam lebih" ujar Chanwook mengesampingkan kebencian dirinya dengan BTS.

Mereka serempak membulatkan mata dan berlari menuju apertemen Seokjin dan mendobrak masuk kekamarnya mendapati Myeongyi sudah menangis histeris mengompres Seokjin berkali-kali.

"Hey, kau bisa mendengarkanku kan?" ujar Hoseok dan Seokjin mengangguk pasrah.

"Kita butuh nebulizer, tabung oksigen portable, heart monitoring patch, dan beberapa perban juga obat penurun demam" ujar Hoseok hyung akhirnya berani memeriksa tubuh Seokjin dan Myeongyi cukup kaget melihat Yoongi dan Namjoon segera pergi entah kemana membawa alat dan barang-barang yang disebutkan oleh Hoseok tadi

"Kondisinya separah itu...?" tanya Chanwook tidak menyangka Seokjin sebegitu tersiksanya.

"Ia sepertinya terlalu banyak mendapat tekanan dan kakinya masih belum terlalu kuat mengingat gips baru saja dilepas. Kita tidak punya alat medis untuk membantunya waktu itu, ini adalah alat yang kami simpan waktu itu ia pingsan juga waktu itu" ujar Jimin

"Taehyung-ah, kau siapkan baskom berisi air hangat dan beberapa handuk" titah Hoseok dan tanpa basa-basi segera menuju dapur lalu tanpa dikomando juga Jungkook dengan sendirinya segera menyusul kedapur memasak air panas sendiri dan memasukkan gunting dan alat metal lainnya yang nanti.

Taehyung dan Jungkook segera bergegas menuju kamar Seokjin mendapati kini Seokjin sudah dalam penanganan Hoseok dan Jimin kembali. Dengan cekatan memotong perbang milik Seokjin yang menyelimuti kakinya.

Namun kali ini Jimin nampaknya lebih tenang dan mampu mengatur tekanan 'powernya' memastikan guntin tersebut tidak mengenai kulit Seokjin.

Meski ia masih nampak menahan nafas.

Balutan atau bantalan pada perban dibuka oleh Jimin dengan menggunakan gunting dengan hati – hati dan perlahan. Setiap lapisan dilepas secara sempurna hingga balutan tidak lagi menutupi kakinya.

Dan kini kita bisa jelas melihat bahwa kaki Seokjin sedikit memerah namun syukurnya tidak mengalami pembengkakan yang cukup berarti. Hanya terlihat merah saja.

Kaki Seokjin yang telah dilepas perbannya dibersihkan sejenak di baskom dengan menggunakan air hangat yang dibawa oleh Taehyung tadi lalu direndam sementara untuk merilekskan otot dan saraf kakinya.

Hoseok sendiri sudah berkutat dengan alat-alat yang dibawa Yoongi. Seperti sama dengan sebelumnya, ia pertama membuka beberapa kancing pakaian Seokjin dan menempelkan heart monitoring patch tadi ke dada Seokjin dan alat itu daritadi berbunyi seakan menandakan proses monitoring.

Hoseok memantau dengan hati-hati untuk mengetahui ritme jantung Seokjin.

Kini giliran Hoseok yang jauh lebih tegang daripada Jimin.

Setelah memastikan semuanya aman, obat penurun demam yang dibeli Namjoon dan masih sisa kemarin digiling halus dan dimasukkan kedalam tube yang ada pada nebulizer yang akan dipakai. Salah satu selangnya dimasukkan kedalam tabung oksigen portable yang mengeluarkan bunyi desisan mirip tabung gas. Masker pada nebulizer tadi dipakaikan kewajah Seokjin lalu kemudian dinyalakan dan baik tube dan tabung oksigennya seketika berfungsi melihat munculnya kabut pada masker yang dikenakan Seokjin. Hoseok menaruh dua bantal dikepala Seokjin supaya pernafasan tubuh pemuda itu berjalan lancar.

Memastikan kali ini Seokjin bisa bernafas dengan baik, dengan tegang memperhatikan ritme jantung milik Seokjin sambil mengenggam tangan pemuda itu erat.

Yoongi yang melihat Hoseok sudah dalam mode panik memutuskan untuk membantu Jimin mengangkat kaki Seokjin yang sedari tadi direndam didalam baskom kemudian dibersihkan dengan sabun yang lembut. Setelah dikeringkan dengan handuk kaki Seokjin dilumasi minyak atau krim sehingga kulit yang telah lama kaku, perlahan pulih. Sebelum dipasangkan kembali bantalan perbannya dan diperban dengan perban halus yang baru saja dibeli oleh Yoongi tadi.

Chanwook dan Myeongyi hanya bisa menatap dalam diam juga penuh harap-harap cemas karena mereka sendiri bahkan tidak tahu bahwa alat-alat tersebut ternyata diperjualbelikan secara bebas.

Heart monitoring patch pada dada Seokjin sudah tidak berbunyi lagi membuat Hoseok kembali mengecek nadi Seokjin kemudian menempelkan tangannya pada kening Seokjin lalu bernafas lega.

"Kondisinya sudah membaik. Detak jantungnya sudah normal tapi nafasnya masih pendek. Dia masih butuh nebulizer" ujar Hoseok hyung sambil melepas pelan patch pada dada Seokjin tadi kemudian mengancingkan kembali pakaian pemuda itu dan menyelimutinya. Jungkook membawa air purifier dan heater yang ia baru beli dikamarnya dan ia taruh dikamar Seokjin dan menyalakan supaya kondisinya tetap hangat dan sejuk.

Kami semua keluar membawa peralatan dan perban yang sudah dibuka tadi untuk dibuang. Semua duduk diruang tamu dan tidak ada yang berani beranjak kekamarnya masing-masing. Hoseok masih ada didalam dengan mode mengenggam tangan pemuda itu erat.

Seokjin membuka matanya perlahan dengan pening luar biasa, Seokjin menengok kesamping melihat tangannya digenggam erat oleh Hoseok yang kini sudah tersenyum hangat kepadanya.

Seokjin meneteskan air matanya kembali.

'mianhae...'

Hanya itu yang bisa Seokjin ucapkan dibalik masker oksigennya meski tak mengeluarkan suara sama sekali.

Terlalu lelah.

Hoseok mengangguk dan akhirnya ikut meneteskan air matanya.

"Shh...kau tidak salah apa-apa. Aku yang minta maaf...aku yang salah...jangan sakit..kami tidak kuat melihatmu menderita...jangan bersedih...kau tidak salah, kami yang salah...aku yang salah...maafkan aku.."

Dan Seokjin kembali terlelap dalam tidurnya begitu Hoseok dengan berani mengecup keningnya.

"Hyung...jelaskan apa yang terjadi di foto ini" tanya Taehyung panas.

"Aku tidak bisa tidur dan kebalkon kita, lalu mendapati anak itu masih bangun juga dengan dua gelas teh hijau. Aku meminta satu gelasnya dan singgah dibalkonnya, hingga kami tertidur disana sampai pagi" ujar Hoseok terduduk lemas dilantai studio dance mereka.

"Tapi bagaimana bisa kau tertidur disana hanya demi segelas teh hijau Hoseok! Lihat akibat perbuatanmu ini. Sadar diri bahwa kita publik figur dimanapun dan kapanpun selalu ada kamera yang mengintai kita" akhirnya Yoongi meluapkan emosinya.

Hoseok tak sadar kini air matanya telah mengalir.

Ah, kapan terakhir dia menangis?

"Yoongi hyung...Taehyung benar...dia berbeda...hingga tak sadar telah kulabuhkan hatiku padanya" ujar Hoseok dengan sisa tenaga yang ada membiarkan dirinya tersenyum lega dengan derasnya air mata penuh kelegaan.

"Ini tidak adil..aku mencintainya leih dulu...aku menyukainya lebih dulu" ujar Taehyung yang ikut terjerambab duduk dilantai dingin tersebut.

"Aku juga tahu Yoongi, Jungkook, dan Jimin juga mulai menyukainya kan?" ujar Taehyung lagi dan Jimin tertawa sambil duduk disamping Taehyung ikut menangis.

"Aku bahkan kalah cepat dari Jungkook. Anak itu sudah membeli air purifier dan heater model terbaru berharap jika pemuda itu datang lagi kita bisa melayaninya dengan baik"

"Yoongi hyung kau diam saja?" ujar Jungkook

"Namjoon lebih tahu seberapa whipped aku terhadap pemuda itu" ujar Yoongi.

Namjoon akhirnya juga ikut duduk bersama membernya.

Lelah menjadi 'leader' dan sekali-kali ingin menjadi 'dirinya sendiri'

"Dia menerima kita dengan tangan terbuka, menerima kisah kelam Jungkook dengan senyuman, dengan berani ia berkata setiap manusia berhak atas pengampunan dan kini kita membuat malaikat seperti dia jatuh kedalam lubang terdalam neraka. Apa yang harus kita lakukan?"

Dan keenam-enamnya sibuk dengan pikiran masing-masing

"Apa yang harus aku lakukan untukmu Seokjin...apa yang harus kami lakukan untukmu..." monolog Hoseok merasa hatinya tercabik-cabik melihat kondisi Seokjin sekarang.

Sementara itu member BTS beserta Chanwook dan Myeongyi yang diruang tamu hanya bisa duduk dengan tenang memandang teh yang dihidangkan oleh Myeongyi dari tadi.

"Chanwook-ah, apakah kalian sudah menemukan Kali?" ujar Namjoon akhirnya angkat bicara menuai atensi semuanya.

"Huh...Kali?"


AUTHOR'S NOTE :

Hello reader-nim!Long time no see! Terima kasih sudah bersabar ya hehehe.

Bagaimana? Ada yang tahu apa yang ingin Joomin katakan waktu itu semasa hidup? Apakah benar Eunho terlibat!? APAKAH TIM UIK DAN BTS DALAM BAHAYA!? AYO BANTU UNIT INVESTIGASI KHUSUS MEMECAHKAN KASUS INI SEBELUM SEMAKIN BANYAK KORBAN BERJATUHAN!

P.s : Mianhae untuk beberapa kata kasar yang ada disini, tolong jangan benci artis, maupun fandomnya ya reader-nim. Ini semua murni hanya fiksi!

Dan jangan lupa,

Lanjut atau tidak tergantung dari komen dan fav dari kalian semua ;-;

See you!~