Kerjap. Kerjap. Kerjap.
Seorang lelaki mungil sedang terbaring di atas kasur. Memandangi langit-langit kamarnya yang berhiaskan bintang-bintang glow in the dark. Hadiah ulang tahun dari kekasih-ah lebih tepatnya mantan kekasihnya.
Sudah pukul 2 lewat. Beberapa jam lagi dia harus bangun untuk pergi kuliah. Tapi nyatanya, Baekhyun belum juga bisa tidur. Entah kenapa seminggu belakangan ini, dia jadi insomnia. Padahal biasanya dia adalah orang yang sulit untuk dibangunkan.
Pikirannya menerawang jauh. Kembali ke waktu dua bulan yang lalu.
(ㅌxㅇ)
"Chanyeol, aku ingin bicara."
"Kenapa Bee?"
"Aku.. aku ingin kita putus."
Deg.Chanyeol yang sedang memainkan gitarnya, tiba-tiba membatu.
"Ke-kenapa tiba-tiba?"
"Ini tidak tiba-tiba Chan!"
"Tapi, kenapa Bee? Apa aku berbuat salah?"
"Ya, kau belakangan ini sangat sibuk dan mengabaikanku. Kau sibuk dengan bandmu. Kau bahkan melupakan kencan kita dua hari yang lalu."
"Ta-tapi Bee, bukankah aku sudah minta maaf? Kau bahkan bilang tak apa waktu itu."
"Ya itu kemarin, tidak sekarang. Pokoknya aku ingin kita putus."
Setelah itu Bakhyun berdiri dan segera meninggalkan Chanyeol yang masih saja terdiam, kaget.
'Padahal aku sibuk untuk mempersiapkan lomba. Nantinya hadiah lomba akan kuberikan kepadamu, Bee.' ujar Chanyeol dalam hati sambil menatap punggung sempit Baekhyun yang semakin menjauh.
(ㅌxㅇ)
Baekhyun mengambil ponselnya di atas nakas. Menimbang, akan menelepon siapa untuk menemaninya ngobrol sampai tertidur.
"Heungg, Luhan? Ah pesan terakhirku saja belum dia balas. Kalau Kyungsoo, pesan terakhirku malah tidak terkirim. Uh.. siapa ya?"
Saat sibuk berpikir, jari-jari Baekhyun mengetuk-ngetuk layar ponselnya yang masih menyala. Tak sengaja dia menekan ikon telepon pada salah satu kontak di ponselnya.
Terdengar dua kali nada sambung. Baekhyun seketika panik dan melihat ke arah ponselnya. Oh, astaga, ternyata nomor mantan kekasihnya yang tak sengaja dia tekan.
"Hallo?" terdengar suara serak menjawab di seberang.
"Ha-hallo."
"Kenapa Bee?"
Hening sejenak. Baekhyun sedang bergulat dengan pikirannya. Haruskah dia jujur atau tidak. Akhirnya dia memutuskan untuk jujur.
"A-aku tidak bisa tidur."
"Oh, tumben sekali. Biasanya kau malah susah dibangunkan."
"Ish. Tak usah meledekku ya."
"Baiklah-baiklah."
"La-lalu kenapa kau sendiri belum tidur?"
"Hm?"
"Itu.. kau mengangkat panggilanku, artinya kau belum tidur. Jadi... kenapa?"
"Oh itu. Sebenarnya aku tadi sedang tidur."
"Lalu kenapa mengangkat panggilanku?"
"Ahh. Apa kau lupa Bee?"
"Hah?"
"Itu, aku kan sudah pernah bilang. Saat kita telah berpisah. Dan kau membutuhkanku. Sekalipun itu jam 3 pagi. I'm always on call."
Hening menjadi balasan atas kalimat yang dilontarkan Chanyeol.
"Bee? Hallo? Apa kau sudah tid-"
"Chan..." Baekhyun memanggil dengan suara bergetar menahan tangis.
"Kenapa... aku jadi menyesal telah memutuskanmu? Hiks.." lanjutnya sembari terisak.
fin.
