Seoul, 2013
Salju pertama menjadi saksi kedatangan kembali dua insan itu, kaki mereka dengan ringannya melangkah bersama untuk berjalan keluar dari Bandara Incheon menuju tempat penjemputan. Pria yang lebih tinggi menuntun gadis mungilnya yang masih menempel bersandar pada badannya dengan wajah masih mengantuk dan dengan hati-hati sang pria tetap merangkulnya dengan penuh kehangatan hingga salah satu mobil mewah yang berwarna putih itu tiba dihadapan mereka dan membawa mereka menuju sebuah tempat yang menjadi tempat tinggal mereka hingga beberapa tahun kedepan.
Sebuah apartemen mewah telah siap dengan berbagai fasilitas lengkap untuk memenuhi waktu senggang bagi kedua insan itu, ruang tidur yang luas, kamar mandi yang dilengkapi dengan shower, bathtub dan bahkan permandian air panas tersedia di dalam apartemen itu. Fasilitas pada ruang keluarga pun tak kalah mewahnya, dilengkapi dengan segala perlengkapan home theatre dan sofa yang cukup nyaman untuk bersantai.
Bahkan ruang kerja yang sudah disiapkan untuk kedua orang yang akan menetap dan bekerja sama itu sudah tersedia dengan baik, cukup baik bahkan. Komputer dengan merk ternama sudah memenuhi meja kerja masing-masing, perlengkapan kantor yang lainnya juga tersedia dengan baik dan ditata sebaik mungkin. Bahkan penghias dinding untuk ruangan tersebut sudah dihiasi dengan warna favorite bagi keduanya, tak lupa pada sudut ruangan terdapat rak buku yang dipenuhi buku-buku referensi mengenai bisnis kerja mereka.
Fasilitas penghibur juga tersedia disana. Terdapat meja billiard dan beberapa perlengkapan untuk melepas penat pun sudah tersedia dan berada di lantai kedua di apartemen tersebut, ,mini bar dan lounge tersedia dengan pemandangan yang menampilkan hampir setengah dari kota Seoul di malam hari yang diyakini bisa menjadi pemandangan malam hari terbaik untuk keduanya.
Chanyeol menarik senyumnya sesaat melihat bagaimana Apartemen yang menjadi impiannya ini sudah tersedia cukup baik. Setelah membaringkan Baekhyun pada kamarnya, kini ia melakukan tour kecil untuk melihat segala hal yang berada pada Apartemennya. Pilihan pertama ia segera melangkah ke area dapur, dimana ia akan bertugas menjadi chef pada tempat itu dan menyediakan makanan yang terbaik untuk dirinya dan tentunya gadis mungil yang kini masih terlelap.
"This is nice." Sanjungannya terdengar setelah melihat dapurnya sudah dianggap layak dan cukup mewah untuk dirinya. Perjalanan mengelilingi ruangan itu kembali ia lanjutkan dan langkahnya kali ini menuju lantai dua dimana segala permainan yang ia ingikan tersedia. Billiard, dart board, bahkan alat games untuk permainan basket sudah tersedia dengan rapi di sudut ruangannya. "Awesome." Kembali gumaman terdengar sebagai pujian pada seisi apartemennya.
"Kau tidak membangunkanku." Gerutu si mungil yang kini sudah terduduk manis di meja dapur dengan wajahnya terpangku kedua tangannya.
Chanyeol tidak memberikan jawaban dan hanya tersenyum dengan sendirinya tanpa Baekhyun ketahui. Tangannya masih sibuk mengolah bahan makanan yang akan menjadi santapan malam mereka di kota ini.
Baekhyun yang masih menguap beberapa kali mengalihkan pandangannya melihat beberapa bagian dalam apartement yang akan menjadi tempat tinggal bersama Chanyeol.
"Wuaaahhh.." Mulutnya berucap kagum. "Ini benar-benar seperti yang kau impikan Yeol. Ckckckck. Daebak!" Tangannya bertepuk tangan sebagai respon memuji usaha keras sahabat prianya itu yang sudah susah payah menyusun segala rencana untuk kepindahan mereka.
Baekhyun berlari mengelilingi ruangan apartemen seperti yang Chanyeol lakukan sebelumnya, ia menjelajahi setiap bagian dan akan berkomentar dengan suaranya yang menggemaskan. Chanyeol bahkan tak henti-hentinya tersenyum lebar saat mendengar gadis mungilnya itu berteriak kagum. Bahkan ketika derap langkah kaki gadis itu berlari kearahnya dan memeluknya dari belakang hingga beberapa makanan terjatuh namun tak membuat ia merasa kesal karenaya.
"Aku menyukai isi kamarku dan ruangan kerjanya!" Baekhyun masih memeluknya dari belakang dengan badannya yang bergoyang ke kanan dan ke kiri. "Dan aku menyukai kolam mandi air panas yang kecil itu." Badannya bergerak untuk melihat kearah Chanyeol.
"Kau menyukainya?"
"Hm. Sangaaattt! Ini sangat perfecto Tuan Park."
Chanyeol yang melihat tingkahnya semakin gemas dan mencubit pipi Baekhyun yang baginya sangat mirip dengan mochi menempel pada wajahnya.
"Kalau begitu.. mana hadiah untukku?" Chanyeol menundukkan wajahnya kearah Baekhyun yang masih tersenyum lebar.
"Hadiahmu?"
"Eum. Aku sudah susah payah menyiapkannya Nona Byun, setidaknya hargai usahaku ini." Chanyeol memeluk pinggang ramping itu dan membawanya mendekat pada badannya, senyum menggodanya terpancar yang mengidentifikasikan banyak arti dari semua kalimatnya.
Dan Baekhyun bukanlah gadis bodoh yang tidak tahu apa yang Chanyeol inginkan, gadis itu sudah mengenal Chanyeol hampir 10 tahun dan tentu saja sudah paham betul dengan isi kepala lelaki dengan tingkat kemesuman yang berada diatas level maksimal.
Cup.
Baekhyun memulai untuk mengecup singkat bibir tebal milik sahabatnya itu dengan cepat. "Itu hadiahmu, dan ku ijinkan kau merasakan kenikmatan wanita-wanita Korea pada malam ini." Baekhyun mengedipkan matanya dan mencoba melepaskan diri dari pelukan Chanyeol.
Tapi bukan itu yang terjadi, Chanyeol masih merengkuhnya dengan erat, tangannya yang lain bergerak meraih tengkuk lehernya dan mencium bibir tipis miliknya dengan ganas. Melumat dan menyesapi bibir bawahnya hingga membengkak, lidahnya bergerak menyusup masuk kedalam mulut sang gadis demi mendapatkan kenikmatan yang lebih untuk merasakan kembali bagaimana manisnya rasa dari bibir Baekhyun.
Dan semua pergerakan itu tidak ada penolakan.
Baekhyun tersenyum merasakan ciuman Chanyeol, dan sebaliknya Chanyeol semakin menggebu untuk mempercepat ciumannya dan melakukan hal yang lebih pada sahabatnya. Tangannya bergerak mengangkat tubuh ringan gadis itu untuk duduk pada meja dapur, bibir mereka masih saling mengecap dan melumat dengan kepala masing-masing yang bergerak ke kanan dan ke kiri untuk mencari kenyamanannya sendiri.
Tangan Chanyeol tak berhenti bergerak untuk menyentuh setiap permukaan leher dan lengan Baekhyun, begitu pun tangan Baekhyun yang semakin gencar menggerayangi surai rambut Chanyeol hingga bahkan ia menariknya berkali-kali bila Chanyeol terlalu mendalami ciuman mereka.
Setidaknya mereka berdua masih bisa menahan segala nafsu yang ada setelah terdengar bunyi bel pada pintu yang sudah berbunyi beberapa kali.
"Se-sehun.. dia sudah datang." Chanyeol berbisik saat ciuman mereka terpisah, benang saliva yang masih bertautan antara mereka bahkan masih mengikat bibir masing-masing. Jari-jari Chanyeol bergerak mengusap bibir mungil kesukaanya yang kini membengkak dan kemerahan.
Chanyeol dengan pelan menurunkan badan Baekhyun dari atas meja dapur dan memintanya berganti pakaian yang lebih layak dibandingkan kaos putih yang menerawang dan hot pants yang menampilkan paha mulusnya. Tepukan pelan ia layangkan pada si mungil saat berjalan bersama sebelum Baekhyun berlari cepat menuju kamarnya.
"Kau yang memintaku segera datang tapi kau tidak menyambutku dengan baik." Ocehan panjang Sehun terdengar diiringi langkahnya yang memasuki ruangan tamu pada Apartemen Chanyeol. "Huaaaaaa.. Park Chanyeol kau memang luar biasa." Kini Sehun berbalik memuji isi apartemen yang ia masuki dan melupakan kekesalan yang ia rasakan sebelumnya karena hampir 20 menit menunggu sang pemilik membukan pintunya.
"Have a seat Mr. Oh."
Sehun masih mengabaikan sambutannya, sedangkan Chanyeol hanya menggelengkan kepala dan beranjak kedapur untuk mengambilkan beberapa minuman yang bisa ia suguhkan pada tamu pertamanya.
"Se—huunnn!" Teriakan kecil menandakkan bahwa gadis mungil itu sudah bergabung di ruangan tamunya dan menyambut tamu istimewa mereka.
"Wow Byun!" Sehun berdecak kagum. "Kau Byun Baekhyun?" Sekali lagi ia merasa tercengang melihat gadis yang berada di hadapannya dan hendak meberikan pelukan untuk menyambutnya. Sehun menggelengkan kepala dan langsung menerkam gadis itu, memeluknya erat dan bahkan membawa badan mungil itu berputar beberapa kali.
"Daebak! Kau sangat berbeda dari di foto dan video call waktu itu. Huaaa! Yak! Park Chanyeol!" Kini Sehun berteriak kearah Chanyeol yang masih di dapur. "Kau tidak berniat memacarinya bukan?" Ucapannya itu mendapatkan pukulan pada lengannya dan tentu saja pelakunya adalah sosok mungil yang masih berada di dekapannya.
"Huaaa.. huaaa.. kau benar-benar luar biasa." Sehun masih mengaguminya.
"Kenapa kau terlihat tidak percaya melihatku?" Baekhyun mengernyitkan alisnya memandang kearah Sehun yang masih memperhatikannya dari ujung rambut hingga kakinya.
"Ha?" Sehun menjawab heran hingga mulutnya terbuka lebar dan kaku untuk bergerak. "Tentu saja tidak percaya.. lihatlah tubuhmu yang terlihat—wow!" Kedua tangannya menutup mulutnya yang masih terbuka dengan tidak elit. Sedangkan sosok yang diperhatikan itu masih menggelengkan kepala tidak menyadari apapun mengenai perubahannya.
"Kau banyak berubah semenjak di Standford hah?"
"Hmm.."Baekhyun menyetujui dengan anggukan kepala. "Aku rasa Standford mengajarkan banyak hal." Baekhyun tertawa kecil.
"Yang kau maksudkan itu bercinta—ouch!" Sehun menyahut cepat dan setelahnya pukulan pada kepala ia rasakan karena tangan seorang Park Chanyeol sudah melayangkan tangannya tepat setelah ia menyelesaikan kalimat terakhirnya.
"Language! Dia masih anak kecil." Chanyeol menarik badan Baekhyun untuk duduk disebelahnya, sedangkan Sehun yang masih meringis kesakitan pada kepala belakangnya kini ikut duduk pada sofa yang berhadapan dengan Chanyeol.
"Aku bukan anak kecil." Baekhyun merajuk karena panggilan yang Chanyeol berikan padanya.
"Tentu saja kau masih anak kecil."
"Tidak. Hanya kau yang menganggapku anak kecil."
"Karena iya, Baek."
"Anii.. aku sudah cukup tahu mengenai hubungan seks—hmmppttt" Tangan Chanyeol membungkam bibir mungil itu dengan cepat dan tawa Sehun kembali lepas karena sedari tadi memperhatikan kedua orang dihadapannya beradu pendapat.
"Kalian masih tetap serasi." Sehun memuji lagi.
"Tidak." Chanyeol menjawab singkat dengan tangannya yang masih membungkam bibir Baekhyun supaya tidak berkomentar apapun. "Bisa kita lanjutkan urusan kita?" Chanyeol menunjuk beberapa dokumen yang berada di tangan Sehun.
"A-ah! Aku hampir lupa." Sehun mengeluarkan dokumen itu dan kemudian meletakkannya di meja.
Chanyeol sempat melirik Baekhyun dan memberikan tatapan mengancam kemudian melepaskan tangannya supaya Baekhyun bisa bersuara kembali.
"Sebanyak ini?" Si mungil sudah bisa berkomentar.
"Hm, sesuai permintaan kalian. Ini perjanjian pembagian saham dan mengenai perijinan segala pembangunan usaha yang kau minta." Sehun memberikannya pada Chanyeol. "Dan ini.." Sehun mengambil map yang berwarna cokelat untuk Baekhyun. "Itu perjanjian bisnis dengan Park Foundation mengenai kerja sama dengan Perusahaan peninggalan keluargamu."
Baekhyun menganggukkan kepala dan dengan cepat ia membaca satu per satu halaman pada dokumen itu, Chanyeol juga melakukan hal yang sama. Hingga beberapa saat keduanya hanyut dalam isi perjanjian tersebut dan beberapa kali menanyakkan hal yang dituangkan dalam dokumen itu.
"Aku tidak bisa mengembangkan bidang property atas nama Byun Corp?"
"Tidak, kau harus menggunakkan Park di Korea, itu menjaga bisnis pemerintah antara China-Jepang dan Korea sayang.."
"O-ooh.. baiklah. Dan Park tidak bisa masuk ke China?"
Sehun memandang sosok keduanya secara bergantian dan berusaha mengerti apa yang tengah mereka bicarakan.
"Oke cukup." Baekhyun lebih dulu selesai membaca isi dokumennya. "Aku harus menandatanginya sekarang?"
"Hanya paraf di berbagai halaman." Sehun memberikan bolpointnya. "Besok baru acara penandatangan resmi untuk semua dokumen." Sehun menghentikkan kalimatnya karena tatapan tajam yang Chanyeol berikan, sedangkan Baekhyun tersenyum kecil mendengarnya. "Yap, kalian sudah tahu dengan apa yang kumaksud."
Chanyeol melakukan hal yang sama dengan memberikan paraf pada halaman di dokumen tersebut dan setelah selesai ia segera memberikannya pada Sehun.
"Apa Yoora datang diacara besok?" Baekhyun lebih dulu membuka suara memecah keheningan.
"Tentu saja, Yoora dan Luhan akan datang." Sehun menjawab dengan kedua tangannya merapikan dokumen yang baru saja selesai diparaf oleh Baekhyun dan Chanyeol.
"Mereka perwakilan masing-masing dari pihak Park dan Byun." Chanyeol menambahkan informasi itu kepada Baekhyun.
"O-oh.. aku kira Luhan tidak bisa menjadi perwakilan—
"Nona Xi baru memberikan informasinya beberapa hari lalu." Sehun menyahut.
"Dan ini dokumen khusus yang sangat gila dan aneh yang pernah ku buat untuk kedua orang yang ku kenal." Tangannya mengeluarkan dokumen dari dalam map berwarna hitam. "Dokumen perjanjian antara Nona Byun dan Tuan Park, silahkan kalian baca sendiri karena aku tidak mau menjelaskannya." Sehun memberikan dua dokumen itu pada keduanya.
Mereka berdua tersenyum dengan penuh arti saat menerimanya dan kemudian terhanyut dengan serius untuk membaca dan memahami isi dari dokumen yang sudah disiapkan oleh Sehun. Tidak ada pertanyaan yang keluar dari mereka setelah beberapa lama membaca dokumen tersebut, bahkan beberapa kali Sehun menanyakkan pada mereka apa ada hal yang tidak sesuai, atau bahkan menanyakkan apakah mereka sendiri mengerti dengan isi dokumen itu.
"Ehm Hyung.. bisakah kalian menjadi berisik seperti sebelumnya? Melihat kalian diam seperti ini membuatku semakin takut."
Chanyeol dan Baekhyun yang mendengarnya hanya tertawa sebentar dan melanjutkan fokus pada dokumennya, dan Sehun semakin merasa aneh melihat keduanya.
Apa perjanjian seksual lebih menarik untuk dipahami?—Sehun berucap dalam hatinya dan menggelengkan kepala berulang kali.
"Kau tidak mengijinkanku berciuman dengan wanita lain?" Akhirnya Chanyeol bersuara kearah Baekhyun.
"Hum. Aku tidak mau bibir tebalmu itu menjilat bibir wanita lain selain bibirku. Aku tidak mau berbagi dan merasakan bekas bibir wanita yang bisa saja beracun." Baekhyun menjawab sinis. "Kau pun melarangku untuk berciuman dengan pria lain, bahkan aku tidak kau ijinkan memberikan blow job pada pria lain." Tangannya menunjuk pada beberapa pasal yang tertulis di dokumen itu.
"Tentu saja. Anak kecil tidak boleh melakukan itu." Chanyeol menyahut lalu setelahnya ia tertawa kecil.
Sehun yang masih memperhatikan mereka hanya bisa duduk termenung, pandangannya kali berubah menatap dengan jeli bagaimana kedua orang yang duduk dihadapannya masih terfokus pada dokumen yang mereka baca, tapi salah satu tangan sang gadis mungil sudah bergerak memainkan surai rambut sang pria disebelahnya. Dan tangan pria itu kini ikut bergerak membelai paha gadis itu dengan perlahan-lahan.
Apa maksudnya dengan segala perlakuan itu hah?—Kembali Sehun bertanya dalam hatinya.
Beberapa menit berlalu bagi Sehun seakan-akan sudah menjadi satu hari penuh ia duduk diam dan memperhatikan kedua orang itu membaca dokumen perjanjiannya. Tidak ada tanya jawab yang ditujukan padanya, hanya kedua pihak lah yang aktif saling menanyakkan dan menjawab mengenai segala pasal yang dituangakn pada perjanjian yang ada.
"Okey." Baekhyun lebih dulu selesai membacanya.
Sehun menaikkan alisnya mendengar gadis mungil itu akhirnya berucap kearahnya.
"Bisa aku tanda tangani sekarang?"
Sehun menggelengkan kepala. "Kalian harus sama-sama menandatangani perjanjian itu." Tangan Sehun menunjuk Chanyeol yang masih serius membaca.
"Ck. Lama sekali." Baekhyun berkomentar dan melirik kearah Chanyeol, rasa ingin tahunya kembali muncul. "Pasal apa yang tidak kau pahami?" Baekhyun sudah bersandar pada bahu Chanyeol dengan matanya tertuju pada apa yang Chanyeol lihat.
"Pihak wanita berhak menolak pasangan yang disewa oleh pihak pria dalam keadaan tertentu bila menurut pihak wanita dan atau pendapat pihak wanita pasangan yang disewa oleh pihak pria tidak cocok dan tidak sesuai keinginannya." Chanyeol menjelaskan dengan lantang dan kemudian matanya melirik kearah Baekhyun untuk meminta kejelasan dari perjanjian yang ia buat.
Baekhyun menganggukkan kepala dengan polosnya. "Kenapa? Apa yang salah dengan itu?" komentarnya yang tanpa peduli apa yang diinginkan Chanyeol berhasil membuat Sehun mendengus tertawa sedangkan Chanyeol menutup wajahnya dengan kertas dokumen.
"Kenapa dengan kalian? Apa yang salah dengan pasal itu?" Baekhyun kembali bertanya heran.
"Kau tidak mengerti?" Chanyeol bertanya lagi. "Kau yang membuat persyaratan ini." Chanyeol menunjukkannya kearah Baekhyun.
"Tentu saja aku yang membuat aku tahu itu. Tapi kenapa kalian tertawa dan malah menanyakkannya padaku?" Baekhyun kembali dalam mode merajuknya.
"Astaga Baek!" Chanyeol memalingkan wajahnya.
"Kau tidak mengerti kenapa kami tertawa?" Kini Sehun yang bertanya dan si mungil menggelengkan kepala dengan cepatnya.
"Kau ingin mengatur dengan siapa-siapa saja aku bisa berhubungan seks!?"
Baekhyun terdiam sebentar mendengar apa yang Chanyeol katakan. "A—aaahh! Tentu saja!" Baekhyun menjetikkan jarinya. "Aku tidak mau kau melakukannya dengan wanita aneh-aneh. Cukup sudah aku berurusan dengan wanita gila yang setiap hari menerorku karena berada didekatmu. Aku tidak mau lagi." Baekhyun menjelaskan dengan menunjuk kearah Chanyeol.
"Itu terdengar kau tidak menginginkan aku melakukan hubungan seks dengan bebas—
"Tentu saja. Kau milikku, tidak boleh ada sembarang orang yang melakukan—
Suasana seketika menjadi hening setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Baekhyun, bahkan dirinya sendiri pun terdiam dan berdeham sebentar sebelum melanjutkan kalimatnya. "Aku tidak ingin sembarangan wanita jalang berasa di dekatmu, ini demi kepentingan perusahaan juga." Baekhyun melipat tangannya dan memposisikan duduknya sedikit berjauhan dari Chanyeol.
"Kau sudah puas membacanya? Atau mau melakukan pertanyaan lainnya?" Suara sinisnya tertuju pada Chanyeol yang masih terdiam memandang kearah Sehun yang juga sedari tadi tidak berkedip memandanginya.
"Tidak ada, semua sudah jelas." Chanyeol tersenyum dan meletakkan dokumen itu di mejanya.
"Bagus. Jadi Tuan Oh, bisa dimulai?"
"Hm. Silahkan kalian tanda tangani dokumennya." Sehun memberikan arahan dengan tangannya. Tatapannya masih begitu tajam menatap kearah Chanyeol dan Baekhyun yang kini berkutat memberikan tanda tangan di dokumen perjanjian mereka.
e)(o
Dangerous Romance
Chapter 3
Suara musik yang cukup keras terdengar dari arah kamar mandi didalam kamar Chanyeol, suara sedikit serak terdengar dari vokalis wanita yang melantunkan bagian awal dari lagu yang akan menemaninya berendam di malam hari.
Hold me tight, read my lips
Don't need a word to say
Lay me down, blow my mind
Let's take it all the way
Chanyeol tersenyum mendengar penggalan lirik itu, tangannya meraih gelas wine yang sudah ia siapkan, menyesap sedikit cairan itu dan memejamkan matanya untuk kembali mendengarkan aliran musik edm yang s terdengar di lagu tersebut. Kepalanya ia rebahkan pada bagian pinggiran bath tub dan menikmati air panas yang masih mengalir menggenangi badanya sedkit demi sedikit.
"Kedua belah pihak tidak akan melakukan hal-hal seperti yang dituangkan dalam perjanjian dibawah ini;Pasal pertama, tidak ada sentuhan fisik yang berlebihan seperti berciuman, mencumbu, menyesap, menggigit dan tak terkecuali melakukan pergerakan sentuhan lainnya seperti fingering dan tongue yang dilakukan pada bagian tubuh manapun dari kedua pihak."
"Pasal kedua, kedua belah pihak berkewajiban untuk menjaga satu sama lain dan tidak akan melukai bagian tubuh manapun secara sengaja atau pun tidak sengaja."
"Pasal ketiga, Pihak Pria berhak memberikan larangan dalam bentuk apapun terhadap pihak wanita disaat pihak wanita berkehendak melakukan kencan atau pun pertemuan dengan pria selain dari lingkungan pertemanan yang dikenal oleh Pihak pertama. Terkecuali dalam urusan bisnis yang berkaitan. "
"Ini seperti kau benar-benar mengasingkan aku dari para pria lainnya."
Ingatannya akan komentar yang diucapkan oleh Baekhyun saat penandatangan perjanjian mereka untuk pertama kalinya membuat bibirnya membentuk sebuah senyuman.
"Begitu pun sebaliknya, Pihak wanita berhak memberikan larangan dalam bentuk apapun terhadap pihak pria disaat pihak pria berkehendak melakukan kencan atau pun pertemuan dengan wanita selain dari lingkungan pertemanan wanita yang dikenal oleh Pihak pertama. Terkecuali dalam urusan bisnis yang berkaitan."
"Pasal Keempat, Pihak Pria dalam memenuhi kepuasannya yang mana dimaksud dengan kepuasan seksualitas berhak melakukannya pada waktu yang ia tentukan dengan persyaratan. Pemakaian pengaman yang harus diingat dan mengkonsumsi obat kesehatan untuk menghindari berbagai penyakit yang bisa saja tertular. Tidak adanya kontak bibir atau bisa diperjelas tidak adanya ciuman yang terjadi dalam sesi berhubungan seksual. Untuk Pihak wanita, pihak pria tidak mengijinkan pihak wanita melakukan pelayanan untuk kepuasan laki-laki lain seperti ciuman pada bibir, badan dan bagian intim milik pria lainnya."
"Pihak wanita berhak menolak pasangan yang disewa oleh pihak pria bila dalam keadaan tertentu menurut pihak wanita dan atau pendapat pihak wanita pasangan yang disewa oleh pihak pria tidak cocok dan tidak sesuai keinginannya."
Tell me wil you love me tomorrow
Like you love me tonight
See we can worry about it tomorrow
just give me tonight
Love me till it hurts
Make my body burn
Love me till it hurts
"I need my heart to burst~" Suara lembut yang merdu berhasil membuka matanya dan kembali tersadar pada ruangan kamar mandinya. Melupakan segala ingatannya mengenai beberapa pasal perjanjian yang ia tanda tangani beberapa tahun lalu. Matanya kini menatap sosok mungil disana yang tengah hadir bergabung dengannya yang mana tidak ia temui dalam tiga jam terakhir setelah dari kantor milik Sehun.
"Aku tidak bisa menyangingi suara Ayden di lagu ini." Baekhyun melangkah mendekat dan terduduk di pinggiran bath tub. Memberikan ciuman dalam artian 'Aku pulang' pada bibir tebal pria itu dan kemudian ikut mencicipi sedikit wine pada gelas yang berada tak jauh dari tempatnya.
"Hmm.. rasanya ini lebih manis dibandingkan yang kau beli kemarin."
"Apa ku bilang mengenai jauhi minuman beralkohol?" Chanyeol menyahut dan membelai sedikit tangan Baekhyun.
"Salahkan dirimu yang selalu menikmatinya sendiri." Baekhyun menyahut lagi. "Hasil meeting dengan Jung bersaudara akan dikirimkan besok melalui Minseok. Aku sudah terlalu lelah untuk menjelaskannya padamu." Baekhyun mengalihkan obrolan mereka beranjak dari tempat duduknya.
Tangan Chanyeol menahan sosok mungil itu beranjak dari tempatnya. "Apa yang kau lakukan Tuan Park?" Baekhyun menatap Chanyeol dengan smirk penuh kecurigaan.
"Suasana ini akan kembali hening bila kau beranjak keluar dari kamar mandiku." Godaan jelas terdengar dari suara Chanyeol dan Baekhyun sudah terlalu paham akan hal itu, karena hal ini bukanlah hal pertama bagi-nya.
Baekhyun menghempaskan tangan Chanyeol dengan pelan dan menjauh dari posisinya, langkahnya terhenti saat tiba di meja rias, mengganti playlist pada ipod Chanyeol dengan playlist miliknya.
Lagu yang ia pilih adalah lagu salah boy group yang terkenal di Korea saat ini.
You could be my only star
You could be my moonlight
Idaero uri yeongwonhaja forever
Forever.
Baekhyun tersenyum senang dan berbalik untuk terarah kembali dimana Chanyeol kini sudah menggelengkan kepalanya mendengar lagu yang Baekhun pilihkan.
Girl you know you got me up
Nan mideo michyeo ttwineun heart geugeon naui deom
Yeah, eodil banghwanghaesseo chajanaen pinbol
Make me feel so
Geu muedo neowan bigyo moshal georago
"Suaranya sangat mirip denganmu." Baekhyun mulai membuka dress yang ia gunakkan. "Terdengar seksi." Dan kini wajah nakalnya mulai diperlihatkan setelah seluruh bagian dress itu tertanggal dari tubuhnya dengan hanya menyisakan celana dalam dan juga bra hitam yang ia gunakkan.
"Ini baru seksi bagiku." Chanyeol tidak memperdulikan lirikan lagu yang mash berlanjut saat melihat kaki mungil yang mulus itu mulai memasuki bagian bath tub nya. Baekhyun menyandarkan badannya pada badan Chanyeol dengan begitu tubuh mereka yang hampir telanjang sepenuhnya saling bersentuhan.
Baekhyun mulai menuangkan beberapa bubuk sabun, dan kemudian membasuh sedikit demi sedikit badannya mulai dari tangan, leher dan kemudian kakinya yang ia angkat tidak terlalu tinggi. Chanyeol yang awalnya hanya memperhatikan kini tangannya mulai bergerak berniat untuk membasuh tubuh gadis, bukan karena ingin membantu supaya tubuh gadis itu termandikan. Percayalah yang ada dalam pikirannya Chanyeol saat ini bagaimana cara untuk bisa menyentuh setiap bagian pada tubuh Baekhyun adalah hanya dengan memandikannya.
Dan pergerakan itu tidak ada penolakan dari sang empunya.
Baekhyun mengijinkan bagaimana jari dan tangan Chanyeol bekerja menjelajahi setiap bagian tubuhnya, dimulai dari lengan, dada hingga turun menuju perutnya. Bahkan saat tangan Chanyeol melewati bagian intimnya yang masih dibalut dengan kain penghalang ia merasakan getaran hebat, ditambah bibir milik pria itu memberikan sentuhan yang begitu basah dan panas pada lehernya. Tangannya tidak menyentuh bagian intimnya, hanya saja Chanyeol memberikan remasan pada pahanya dan kemudian dengan lihainya salah satu jarinya mulai berjalan untuk naik kembali kebagian intimnya.
I just need to get it of my chest
Yeah, more than you know
Yeah, more than you know
You should know baby that you're the best
Yeah, more than you know
Yeah, more than you know
Baekhyun sudah tidak bisa mengingat lirik lagu yang dinyanyikkan oleh dua penyanyi pria itu, yang jelas-jelas menyatakkan bahwa ia lebih lebih baik dari yang di ketahui. Karena bagi dirinya hanyalah Park Chanyeol jelas-jelas pria yang ter-'the best' dalam urusan memanjakkan dan membuat tubuhnya lebih panas merasakkan kenikmatan hanya dengan sentuhan bibir dan tangannya.
Kedua tangannya beradu dengan pinggiran bath tub demi menahan pergerakan yang akan ia lakukan sebagai balasan dari apa yang Chanyeol lakukan dibawah air yang menutupi badan mereka berdua. Bibir bawahnya sudah ia pertahankan dengan mengigitnya cukup keras, menahan desahan yang entah akan bertahan berapa lama saat jari Chanyeol mulai masuk kedalam membelai bagian intimnya. Bukan hanya tangannya dibawah sana yang masih bergerak keatas kebawah hanya untuk memberikan sentuhan, bibir tebal Chanyeol masih menciumi leher dan bahunya bergantian, dari sebelah kiri dan kanan sama-sama dijamah oleh bibir dan lidahnya yang basah.
Tangannya yang lain bergerak mengusap perut rata Baekhyun menuju salah satu payudaranya, dan sedikit demi sedikit meremasnya bersamaan dengan jari tangannya dibawah sana yang sudah bermain dengan bagian paling sensitifnya. Kepalanya mulai mendongak keatas dan kini bersandar pada bahu Chanyeol dimana semakin mempermudah pria itu untuk memberikan ciuman pada lehernya yang mulus.
"Yeol.." Baekhyun jelas-jelas kalah karena mengeluarkan suara desahanya, dan Chanyeol menyeringai karena hal itu.
Chanyeol mengarahkan bibirnya untuk bisa menyentuh bibir tipis manisnya, dan saat kedua bibir itu bertemu ia langsung melumatnya dengan penuh gairah diikuti tangannya yang semakin meremas salah satu payudara Baekhyun sedangkan dibawah sana jarinya bermain dengan bagian kecil dari keintiman Baekhyun yang walaupun ia sentuh sedikit saja bisa membuat gadis-nya menggeliat dan mendesah merasakan kenikmatan.
"Sebut namaku yang jelas Baek." Chanyeol berbisik pada telinga Baekhyun sebelum kembali memberikan gigitan kecil pada lehernya.
Untuk memberikan kenikmatan yang lebih, kaki jenjangnya dengan mudah membuka penutup aliran air pada bath tub sehingga pergerakan air yang terbuang menambahkan sedikit gairah pada kegiatan panas mereka saat ini.
Kaki Baekhyun mulai bergerak tak menentu, kadang kakinya mengapit bagian intimnya dan tak jarang malah semakin terbuka lebar bahkan badannya bergerak semakin menghimpit Chanyeol dibelakangnya saat jarinya Chanyeol melakukan gerakan cepat dibawah sana.
"Chanyeol.. aahhh.. mmm.." Desahannya kembali tertahan karena bibirnya dilumat kembali oleh Chanyeol. Salah satu tangan Baekhyun bergerak kebelakang kepala Chanyeol dan menekannya hingga ciuman mereka lebih dalam, sedangkan tangannya yang lain ikut meremas payudaranya sendiri mengikuti pergerakan tangan Chanyeol yang meremas pada sisi lainnya.
Gerakan badannya semakin tidak beraturan karena Chanyeol semakin menekan jarinya dan memberikan putaran yang lebih cepat dibawahnya. Tanpa Baekhyun sadari pinggulnya mulai bergerak berlawan arah dengan putaran jari Chanyeol bahkan terhentak-hentak untuk meminta lebih dari pria itu
"Chan—chanyeoll-aaaaahhhhhh.." Desahan Baekhyun semakin terdengar kencang dan saat itulah Chanyeol semakin mempercepat setiap pergerakan jarinya. Ia menekan bagian kecil itu dan memberikan sentuhah memutar dan menekan disaat bersamaan. Lidahnya bergerak menjamah leher mulus Baekhyun dan tangannya yang lain memainkan nipple yang sudah menegang.
Semua pergerakan itu dikerjakan dalam waktu bersamaan hingga Baekhyun menjerit nikmat dengan badannya yang menegang saat kakinya mengapit tangan Chanyeol dibagian intimnya dimana cairan nikmatnya keluar membasahi bagian bawahnya.
Pergerakan dadanya masih belum terkendalikan setelah kenikmatan yang ia keluarkan beberapa detik yang lalu, kepalanya masih bersandar pada bahu Chanyeol dan pria yang ada dibelakangnya itu kini membelai surai rambutnya demi memberikan ketenangan setelah permainan fingering-nya.
Baekhyun mulai membuka matanya perlahan dan menstabilkan nafasnya sebentar, setelah itu ia mencubit paha Chanyeol hingga pria itu mengaduh kesakitan dengan menjerit keras. Baekhyun memanfaatkan kejadian itu untuk beranjak keluar dari bath tub.
"Yaaaakk!" Chanyeol berteriak kearahnya yang kini tengah memakai handuk dan mengambil dressnya yang berada dilantai.
"Kenapa harus mencubit di pahaku?"
"Karena kalau aku mencubit di tempat lain kau akan menyerangku lebih dari tadi." Baekhyun membalasnya dan menjulurkan lidahnya sebagai godaan untuk Chanyeol. "Tidak ada pelukan untuk tidur malammu kali ini Tuan Park!" Baekhyun berteriak dari luar kamar mandinya, sedangkan Chanyeol hanya menggelengkan kepala dan berpikir sebentar untuk meredakan nafsunya yang sudah semakin memuncak karena perbuatan yang ia lakukan pada Baekhyun.
Sial.
Dangerous Romance
Setelah beberapa menit berlalu dengan segala umpatan dan pikiran kotor yang Chanyeol lakukan seorang diri didalam kamar mandinya, ia kini sudah berpakaian lengkap untuk bersiap beristirahat malam. Kaos hitam yang masih terlihat kebesaran di badannya serta celana Adidas sporty menjadi pilihannya untuk ia pakai menjemput alam mimpi.
Kakinya melangkah keluar kamar untuk sekedar memeriksa keadaan apartemennya sebelum ia benar-benar tertidur, tujuan pertamanya tentu saja memeriksa kamar Baekhyun yang berada dalam satu lantai dengan kamarnya, lampu kamar wanita itu sudah padam dan bahkan kamar itu benar-benar terkunci menandakan Baekhyun sudah pasti terlelap tidur. Chanyeol menggelengkan kepala dan tertawa mengingat bagaimana kejadian di kamar mandi sebelumnya yang membuat gadis itu merajuk seperti anak kecil.
Tak lama ia berjalan menuruni tangga menuju dapurnya untuk mengmbil segelas minuman untuk ia bawa kedalam kamarnya. Ia juga mengambil remote yang berada di dinding dekat tangga naik, mengarahkannya pada lampu ruangan dan memencet tombol off . Bahkan untuk menutup tirai dan pendingin di apartemennya—itu bisa ia lakukan hanya dengan memencet tombol pilihan lain pada remote itu.
Chanyeol kembali naik menuju kamarnya dengan langkah cepat, hingga sesaat sebelum ia membuka pintu kamarnya terdengar suara hujan yang cukup deras. Bahkan dari tempatnya ia bisa melihat beberapa kilatan dari petir yang sangat jelas. Senyumnya kembali terbentuk pada wajahnya dan dengan cepat ia masuk kedalam kamar dan masuk kedalam selimut di ranjangnya.
"Kita lihat berapa lama kau bertahan di kamar sendirian Baek." Gumamnya pelan dengan matanya pura-pura terpejam sambil melirik sesekali kearah pintu kamarnya, menantikan seseorang yang akan berlari cepat mencari pelukannya.
Badannya ia bawa untuk menghadap kearah jendela dengan punggungnya menghadap pada sisi ranjangnya yang kosong.
Suara gemuruh petir terdengar lebih kencang untuk kedua kalinya. Dan saat itulah terdengar bunyi pintu yang dibanting keras dan langkah kaki menuju karah kamarnya, tak lama pintunya terbuka keras, sosok mungil yang tengah berlari cepat itu langsung memeluk badannya dan menyembunyikkan wajahnya pada punggung Chanyeol. Selimutnya yang ia bawa dari dalam kamarnya menutupi seluruh badannya dan masih meringkuk mencari kenyamanan dan perlindungan dari Chanyeol.
Chanyeol masih menahan diri untuk tidak berbalik dan memeluk gadis itu hingga saat petir terdengar untuk ketiga kalinya, Baekhyun berteriak ketakutan dan mulai menangis. Mendengar hal itu, Chanyeol dengan cepat berbalik dan pada saat yang sama Baekhyun segera memeluknya dan mendekapnya dengan erat, ia menambahkan selimutnya untuk menutupi badan Baekhyun dan tangannya mendekap memeluk kepala gadis itu supaya tidak mendengar suara petir yang semakin bertambah kencang.
"Siapa tadi yang mengatakan tidak mau tidur bersamaku." Chanyeol mengusap rambut Baekhyun dan mencium kepala ya berkali-kali.
"Diam." Baekhyun menjawab ketus dan semakin menenggelamkan wajahnya pada dada Chanyeol dengan senyuman yang tidak terlihat oleh siapapun.
e)(o
Dangerous Romance
