Sudah lewat tiga hari sejak Chanyeol dan Baekhyun tidak datang ke kantor karena alasan sakit yang diderita Baekhyun. Tapi kini wanita itu sudah memulai aktifitasnya di kantor lagi, bahkan kini setelah jam pulang kantor usai, Baekhyun dan juga teman-teman kantor seperti Kyungsoo, Minseok, Jongin dan juga Jongdae, berkumpul bersama untuk memperingati kesembuhan dari Baekhyun. Tentu saja dengan tambahan satu orang yang baru pertama kali mau untuk ikut bergabung dalam acara mereka, Park Chanyeol.

Seseorang yang bersikeras untuk bergabung dan mengijinkan Baekhyun bisa ikut asalkan dirinya juga ikut mengingat wanita itu baru saja sembuh dari sakitnya, bahkan Chanyeol masih ingat bagaimana Baekhyun yang merintih memohon untuk disuapi makan dan bahkan minum obat saja perlu Chanyeol yang membantunya, maka dari itu ia bersikeras akan mendampingi Baekhyun malam ini guna mengawasi gadis itu untuk tidak menghabiskan minuman alcohol yang ada di dalam club ini.

"Jadi! Aku tidak perlu menganggapmu sebagai bos- ku untuk saat ini kan?" Minseok mengambil dua botol beer dan mengarahkan salah satunya kepada Chanyeol, tangan Chanyeol menerimanya dengan kepala yang mengangguk sambil mengisyaratkan untuk melakukan toast sebelum masing-masing dari mereka meminum botol beer itu.

"Setidaknya, kalau Baekhyun mabuk kita tidak perlu repot-repot menunggu Chanyeol untuk menjemput karena ia sudah disini sekarang." Jongin menenggak minuman yang ada padanya dan kemudian beralih pindah kesebelah Kyungsoo dan memeluk wanita itu serta memberikannya ciuman singkat. Kyungsoo adalah kekasih Jongin.

"Setidaknya.. aku tetap menginginkan mataku bersih tanpa memperhatikan kalian saling melumat bibir didepanku!" ini adalah suara Baekhyun yang dipenuhi kekesalan karena menyaksikan bagaimana Kyungsoo menarik kepala Jongin untuk semakin memperdalam ciumannya dihadapan semua teman-teman kantornya.

Chanyeol yang duduk tepat di sebelah Baekhyun masih menjadi sosok yang possessive dengan tangannya yang merangkul bahu Baekhyun dan membiarkan kepala gadis itu bersandar pada dadanya sedangkan tangannya yang lain saling mengait dengan tangan Baekhyun dan bahkan mengusap lembut pada jari lentik milik Baekhyun.

Terlepas dari saling menonton beberapa cumbuan mesra yang dilakukan Jongin-Kyungsoo ataupun Minseok dan Jongdae, banyak bahan pembicaraan yang menjadi topik untuk menemani malam mereka kali ini, Kyungsoo mulai menceritakan bagaimana hal-hal yang ia benci terjadi dalam seminggu belakangan sementara itu ia juga menceritakan bagaimana Jongin yang selalu membuat dirina kesal dengan permainan games yang selalu ia mainkan di ponselnya dan mengabaikan dirinya saat tengah berkencan, sementara Minseok tak banyak bicara dan hanya menjadi pendengar dan pemberi komentar yang baik terhadap siapa saja yang sedang bercerita.

"Baekhyun tidak pernah menceritakan aib dirinya." Kyungsoo kemudian melempar pernyataan setelah mendengar pertanyaan Minseok yang ditujukan pada dirinya.

"What?! Kenapa kau membawa-bawa namaku? Minseok yang menanyakkan hal itu padamu kenapa kau bertanya padaku?"Baekhyun membalas ucapan sinis Kyungsoo sebelumnya.

"Setidaknya aku sudah pernah menceritakan sedikit tentang kehidupanku pada mereka, sedangkan kau selalu memilih diam dan menyimpannya sendiri."

"Ah! Ayo bermain truth or dare!" Minseok mengangkat botol beer kosong yang ada ditangannya dan meletakkannya di meja mereka. "Kalian harus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh si pemutar botol, dan kalau kalian memilih tidak menjawab pertanyaan itu. Tantangan yang diberikan harus kalian lakukan tanpa penolakan—

"Atau menghabiskan satu barisan vodka ini." Jongin yang baru kembali membawa enam gelas kecil vodka dan meletakkannya pada meja kecil yang berada di dekat mereka.

"Ini berlaku juga untukmu Byun!" Jongdae menunjuk kearah Baekhyun yang menyembunyikan sedikit wajahnya didalam dada Chanyeol.

"Kalian mau membunuhku eoh? Aku tidak kuat minum sebanyak itu."

"Ya makanya kau harus menjawab jujur pertanyaan yang diberikan!" sahutan Kyungsoo dihadiahi Baekhyun dengan gerakkan tangannya kearah Kyungsoo seakan-akan ia akan memukul wanita itu karena selalu memojokkannya.

"Kalian benar-benar akan bermain ini?" kali ini Chanyeol yang bertanya.

"YES BOSS! Dan kau ikut serta juga." Jongdae menepuk paha Chanyeol pelan.

Mereka duduk dalam posisi masing-masing dengan melingkar, Baekhyun masih dalam posisi yang sama menempel dengan Chanyeol, Jongdae kini duduk tak jauh dari samping Chanyeol dengan Jongin disebelah yang masih merangkul Kyungsoo, dan Minseok berada tak jauh dari Baekhyun dan juga Kyungsoo.

"Ja.. mari kita mulai!" Minsoek memberikan aba-aba.

"Kenapa kau yang pertama memutar botolnya?" Belum juga Minseok melakukan, Baekhyun lebih dulu menahanya dengan nada yang tidak suka.

"Kau mau melakukannya?" Minseok membalas dengan nada yang sama.

"Oh! Tentu saja!" dan kini suara berubah ceria layaknya anak kecil yang mendapatkan mainannya. Tangannya memegang badan botol itu dan memutarnya pelan berlawanan dengan gerak arah jarum jam, namun meskipun ia memutarnya pelan botol itu cukup berputar lama hingga akhirnya melambat dan berhenti tepat menunjuk kearah Chaneyeol.

"HEOL DAEBAK!" Baekhyun menutup mulutnya sambil melihat kearah Chanyeol yang malah tersenyum kearahnya.

Jongin dan Jongdae saling bertepuk tangan sementara Kyungsoo menatap keduanya dengan senyum lebar pada wajahnya.

"Siapkan pertanyaanmu Baek!" Minseok mengingatkan.

"Kau memilih Truth or Dare?" Baekhyun bertanya pada Chanyeol

"Tergantung dari pertanyaanmu." Chanyeol menjawab santai.

"Hohooo! Ini akan menarik jadinya!" Jongin bergumam pelan.

"Hmm.. baiklah." Baekhyun berpikir sebentar sambil menatap Chanyeol sedangkan tangannya bermain dengan paha Chanyeol.

"Siapa cinta pertamamu?"

Pertanyaan yang Baekhyun tanyakkan seketika membuat semua orang disekitarnya terdiam dan saling memasang wajah serius, terutama Chanyeol.

Jongin dan Jongdae meletakkan botol beer yang sedari tadi mereka pegang dengan sangat pelan-pelan sedangkan Minseok yang ingin mengubah posisi duduknya kini harus melakukannya dengan pelan-pelan. Kyungsoo? Gadis itu masih bersikap normal namun tidak bergerak sama sekali, hanya kedua matanya yang bulat menatap kearah Baekhyun dan Chanyeol.

"Jadi, truth or dare?" Baekhyun kembali menggodanya, dengan memiringkan badannya kearah Chanyeol sambil menatap wajah pria itu.

Chanyeol tersenyum kecil dan meminum sisa beer yang masih ada dalam botolnya. "Kau ingin aku menjawab apa?"

Baekhyun terdiam sebentar. "Aku ingin kau menjawab TRUTH!" Baekhyun menekankan kalimatnya.

"Baiklah.." Chanyeol menegakkan posisi duduknya. "Kau ingin jawaban truth?" Chanyeol memastikan kembali dan mendapat anggukkan dari Baekhyun ditambah kedua mata puppy-nya yang mengedip berkali-kali.

"Cinta pertamaku? Aku tidak bisa mengatakan nama yang sebenarnya, ini masalah privasi. Tapi aku suka memanggilnya dengan sebutan, Bee." Chanyeol menjelaskan dengan santai dan tanpa keraguan.

"Ish! kenapa tidak disebutkan!" Baekhyun berdecak kesal, dan memukul gemas paha pria itu namun pada akhirnya ia juga yang memberikan belaian lembut.

"YA! Setidaknya Chanyeol mengakui cinta pertama-nya, tidak seperti seseorang." Kyungsoo memecah keheningan dengan wajahnya yang tersenyum senang.

"Kenapa dengan wajahmu?" Baekhyun yang menyahut lebih dulu.

"Apa ada dengan wajahku?"

"Kenapa tersenyum seakan-akan kau telah memenangkan sesuatu dalam sesaat."

"Tidak, aku hanya merasakan malam ini lebih berbeda saja."

Yang lain ber-oh ria dan kemudian Minseok meminta Chanyeol untuk memutar botol itu melanjutkan permainan mereka, Baekhyun mulai menebak-nebak siapa yang akan jadi korban selanjutnya dan tatapannya tertuju pada Jongdae dan Jongin, kedua pria itu pun saling membalas gerutuan dan tatapan Baekhyun sedangkan Chanyeol dengan santainya memutar botol tersebut dan menunggu hingga putaran itu berhenti.

Tepat pada Kyungsoo."Huuuaaaaaaa!" suara Baekhyun memekik senang.

"Yaaakkk! Lihatlah! Baekhyun pihak paling senang Kyung!" Jongin memukul pelan lengan Kyungsoo dan menunjuk kearah Baekhyun yang melompat-lompat kegirangan, bahkan setelahnya ia membisikkan sesuatu pada Chanyeol dan Kyungsoo bisa menebak bahwa itu adalah pertanyaan yang akan ditujukan pada dirinya.

"Siapkan pertanyaanmu Byun! Inilah kesempatanmu!" Kyungsoo menantang dan akhirnya merebahkan badannya disamping Jongin.

Chanyeol menahan tawanya sesaat Baekhyun selesai membisikkan pertanyaannya itu dan langsung menatap Kyungsoo.

"Sudah siap Kyung?" Chanyeol memulai.

"Said it."

"Apa kau sudah melakukan—

"Sudah." Kyungsoo menjawab lebih dulu sebelum Chanyeol menyelesaikan pertanyaannya. Jongin dan Jongdae jelas-jelas tersedak dalam diamnya, sedangkan Baekhyun dan Minseok sama-sama mengekspresikan keterkejutannya.

"Kau bahkan belum mendengar pertanyaannya." Baekhyun menatap bingung.

"Aku sudah tahu isi otakmu!" Kyungsoo menyahut dan meminum pesanannya yang baru saja diantarkan. "Lagipula malam ini masih panjang, aku tidak mau baru diawal sudah menghabiskan vodka sebanyak ini." Kyungsoo memamerkan senyumannya dan menatap sinis kearah Baekhyun.

"Nah! Giliranku." Kyungsoo mengambil botol itu dan memutarnya dengan penuh semangat. "Aku sungguh berharap ini mengarah pada Baekhyun." Kyungsoo bergumam memperhatikan gerak botol itu.

"Aku rasa tidak akan mengarah ke Baekhyun." Minseok menyahut sambil memperhatikan gerak ujung botol ketika sudah mulai lambat dalam berputar hingga akhirnya berhenti pada Jongdae dan itu membuat mereka ber-yah-ria seakan-akan permainan menjadi tidak seru.


Dangerous Romance


Dan ternyata memang benar selama hampir 1 jam permainan berlanjut, bila Jongin, Jongdae, Minseok dan Kyungsoo yang giliran mendapatkan giliran pertanyaan mereka akan memilih TRUTH dan langsung mengungkapkan jawabannya tanpa harus berpikir lama.

Sedangkan Baekhyun sudah terjebak dua pertanyaan yang berasal dari Jongin dan juga Minseok dan mengharuskan dirinya meminum 2 set vodka dengan penuh perjuangan. Pertanyaan mengenai siapa cinta pertamamu dan siapa yang mencium bibirnya pertama kali tidak sanggup ia katakan pada semuanya apalagi dihadapan Chanyeol yang duduk tepat disebelahnya.

Sementara dirinya sudah terkapar tidak berdaya, lain halnya Chanyeol yang sama sekali belum mendapatkan pertanyaan berikutnya setelah pertanyaan ia dapatkan dari Jongin sebelumnya, bila Baekhyun memilih dare terhadap kedua pertanyaan untuknya, Chanyeol memilih truth dan menjawab dengan santai karena Jongin hanya menanyakkan, apakah kau memiliki rahasia dalam hidupmu?

Kyungsoo bahkan memukul kepala kekasihnya itu dengan cukup keras karena mendengar pertanyaan yang ia bilang tidak memiliki arti sama sekali.

"Okeeeyy! Ini terakhir!" Jongdae kembali datang dan kini membawa satu botol vodka berukuran sedang.

"Wow! Bukan gelas kecil lagi?" Chanyeol menatap kaget dan mengambil botol itu yang berisikan cairan vodka yang bisa dibilang cukup banyak.

"Yeah, salah satu bartender disana mengatakan ini free karena kita sudah memesan sepuluh set tadi." Jongdae menunjuk petugas bartender itu dan mengangkat gelasnya sebagai ucapan terima kasih saat mereka saling bertatapan.

"Baiklah! Ini terakhir!" Kyungsoo mengambil botol itu lagi dan bersiap memutarkannya kembali. "Sungguh Baek, aku berharap kali ini benar-benar menunjukkan kearahmu." Kyungsoo kembali lagi berucap sambil menatap kearah Baekhyun yang sudah menggigit bibir bawahnya sementara badannya kembali bersandar pada dada Chanyeol yang selalu memeluknya.

Kyungsoo memutar botol itu dengan sangat pelan dan malah semakin membuat keadaan menegang karena dengan begitu mereka tidak perlu menunggu lama untuk menunggu botol itu berhenti berputar.

Tepat saat botol itu melambat dan berhenti, semuanya bertepuk tangan dan memekik snang karena sesuai dugaan Kyungsoo ujung botol itu mengarah pada Baekhyun yang kini menyembunyikan wajahnya pada Chanyeol dan meminta tolong pada pria itu. Chanyeol bahkan ikut tertawa dan mengusak kepala Baekhyun, sementara dadanya menjadi tempat pukulan kepalan tangan Baekhyun yang kesal.

"Itu tidak mengarah padakuuuu! Lihat ujungnya mengarah kearah Chanyeol!" Baekhyun membela diri.

"YAK! Jelas-jelas itu mengarah padamu! Siapa suruh kau duduk dengan Chanyeol berdempetan seperti itu! Bahkan Kyungsoo pacarku saja tidak duduk berdekatan." Jongin yang menyahut sambil memeluk Kyungsoo dari belakang.

"Sudah terima nasibmu saja Baek!" Kyungsoo giliran menyahut dan tersenyum lebar merasa sangat puas.

"Ini tidak adil." Baekhyun merenggut sedih.

"Sebenarnya ini bisa menunjuk kearah Chanyeol juga." Jongdae menjelaskan dan bahkan tangannya mengarahkan membentuk sebuah garis yang berakhir pada posisi Chanyeol dan Baekhyun.

"Hah! Itu lebih baik!" Minseok bertepuk tangan.

"Sekali tangkap dua korban terjaring." Kyungsoo bertepuk tangan memuji dirinya sendiri.

"Waaaaaeeeeeee…" Baekhyun masih tidak terima dengan keadaanya sedangkan Chanyeol masih duduk santai dan bahkan sama sekali tidak mempermasalahkan dirinya ikut sebagai korban.

"Sudah terima saja nasibmu!" Kyungsoo menunjuk Baekhyun. "Nah Nona Byun, jawab pertanyaanku bila berani." Kyungsoo memajukan wajahnya menatap tajam kearah Baekhyun yang kini duduk dengan tegap.

"Apa kau mencintai Chanyeol?"

Pertanyaan yang baru saja Kyungsoo katakan seketika membuat semuanya terdiam dan memasang wajah serius, menunggu jawaban dari seorang Byun Baekhyun yang menutup mulutnya dengan kedua tangannya sementara Chanyeol sudah melepaskan rangkulan tangannya dan kini bersandar pada bantalan kursi dibelakangnya namun tatapannya seakan-akan menunjukkan keraguan terhadap Baekhyun.

Walaupun sempat terdapat keheningan sebentar, akhirnya Baekhyun bergerak mengambil botol vodka itu dan hendak meminumnya, Kyungsoo tersenyum menang sedangkan Chanyeol dengan sigap menahan tangan gadis itu dan merebut botol vodka hinga berpindah di tangannya.

"Ya! Chanyeol kemarikan." Baekhyun masih berusaha merebutnya.

"Kau gila hah? Kau baru sembuh dan mau menghabiskan satu botol ini!" Chanyeol sedikit membentak, sedangan tangannya menahan kedua tangan Baekhyun yang masih ingin merebut botol itu darinya.

"Kau tidak ingin menjawabnya?" Kyungsoo kembali menantang kearah Baekhyun, sedangkan sosok sang korban hanya bisa berdiam diri dan menahan mulutnya untuk tidak mengeluarkan satu kata pun, matanya terpenjam sebentar mengabaikan kalimat lain yang Kyungsoo katakan.

"Tak bisakah kau menjawab ya atau tidak, dibandingkan kau minum vodka ini." Chanyeol kembali merangkulnya dan mengusak kepala gadis itu.

"Aku tidak bisa menjawabnya." Baekhyun membuka matanya dan menatap kearah Kyungsoo dengan binar bening yang sudah tertahan dari dalam kelopak matanya.

"Beri aku hukuman yang lain, aku tidak akan menjawabnya." Baekhyun kembali meyakinkan dirinya sambil membalas tatapan Kyungsoo yang menuntut pengakuan darinya entah sejak kapan dan Baekhyun tahu kenapa Kyungsoo selalu menunggu saat ini dan bisa menanyakkan pertanyaan itu dengan ancaman hukuman bila ia tidak menjawabnya, tapi permasalahanya adalah kehadiran Chanyeol yang ada disebelahnya membuat ia semakin tidak yakin akan jawaban yang harus dikatakan.

Haruskah dirinya menjawab iya? Dan membuat perjanjian yang bahkan belum jadi itu ia langgar. Atau ia harus menjawab tidak dan membuat Chanyeol mungkin akan memiliki perasaan aneh terhadap dirinya dan ia akan merasa bersalah.

Satu hal yang dilupakan Baekhyun.

Mereka bersahabat bukan?dan sahabat seharusnya saling mencintai?

"Baiklah, kau harus tetap menjalani hukuman. Aku akan pikirkan nanti." Kyungsoo mengangguk paham dan menerima jawaban Baekhyun. "Dan, Chanyeol.." Kini Kyungsoo menatap tajam kearah Chanyeol yang sudah menghadap kearahnya.

"Pertanyaan yang sama, apa kau mencintai Baekhyun?"

"Kyunggg!" Ini Baekhyun yang berteriak cukup kencang dan bahkan beranjak berdiri.

"Kenapa?" Kyungsoo tersontak kaget dan untung saja Jongin ada dibelakangnya menahan badannya untuk tidak terhuyung kebelakang.

"Pertanyaanmu!" Baekhyun menunjuk kearah Kyungsoo. "Chan.. tidak usah kau jawab! Kyungsoo sedang mabuk, pasti dia melantur—

"Aku tidak mabuk!"

"Kau iya! Kau menghabiskan lima gelas martini Kyung!"

"Aku tidak mabuk!"

Jongin, Jongdae dan Minseok hanya bisa memperhatikan kedua orang itu dalam diam dengan wajah mereka yang sama-sama tegang, sementara Chanyeol sudah menarik tangan Baekhyun guna meminta gadis itu duduk dan menghentikkan teriakannya, namun semua itu tidak diindahkan oleh Baekhyun.

Chanyeol memejamkan matanya sebentar dengan masih menggenggam tangan Baekhyun, menunggu sampai Kyungsoo dan Baekhyun mulai berhenti saling sahut menyahut sampai akhirnya mulutnya berucap sebuah jawaban dari pertanyaan yang Kyungsoo lontarkan tadi dengan cukup lantang membuat semuanya terdiam dan beralih menatapnya mendengar sebuah jawaban yang ia lontarkan.

Bahkan gadis yang disebutkan namanya pada kalimat itu membalas genggaman tangan Chanyeol dan terduduk lemas, ragu ingin menatap pria disebelahnya namun pada akhirnya kalah karena rasa penasarannya yang ingin meyakinkan bahwa apa yang ia dengar memang benar berasal dari pria itu.

"Aku mencintai Baekhyun." Chanyeol kembali mengulang jawabannya dan tatapannya masih tetap mengarah pada Kyungsoo tanpa berkedip sekalipun. Wajah Chanyeol tidak memperlihatkan kemarahannya dan tidak menunjukkan bahwa dia juga hanya asal menjawab pertanyaan itu, dan Kyungsoo membalasnya dengan senyuman lebar yang menjadi ciri khasnya.

"Buktikan."

"Dengan?"

"Kyuuunngg!" Baekhyun kembali menjadi pihak yang paling berisik dalam berkomentar sementara Kyungsoo kini tidak mengindahkannya sama sekai dan lebih memilih fokus ke Chanyeol yang menunggu jawaban darinya.

"Cium Baekhyun dihadapan kami semua dan habiskan satu botol vodka itu sebagai ganti hukuman dari Baekhyun karena tidak menjawab pertanyaanku.

"Kyungsoo! Oke stop aku tidak mau melanjutkannya lagi permainan ini semakin tidak wajar! Chan ayo kita pulang, jangan dengar—

"Hanya itu yang kau inginkan? Tidak ada yang lain?" Chanyeol tidak memperdulikan omongan Baekhyun namun tangannya menahan gadis disampingnya untuk beranjak.

"Hm, hanya itu. Aku sudah lelah dan mengantuk juga, setelah ini aku akan pulang. Iya kan Jong?" Kyungsoo menoleh kearah wajah Jongin disebelahnya dan memberikan sedikit ciuman pada pipi kekasihnya. Jongdae dan Minseok yang melihat kedua pasangan yang ada didekat mereka masih duduk kaku dan terdiam menunggu kelanjutan yang akan terjadi.

"Baiklah." Chanyeol mengambil botol vodka yang sebelumnya ia pindahkan dan langsung memulai meminumnya dengan cepat.

Baekhyun berulang kali meminta Chanyeol untuk berhenti minum dan bahkan meminta pria itu untuk berbagi minuman dengannya dan sama-sama menghabiskan minuman dengan kadar alcohol cukup tinggi itu.

"Chaaann.." Lirihan penuh kekhawatiran kembali terdengar darinya dengan tangannya yang memegang tangan Chanyeol dan berusaha merebut botol vodka itu.

"Chanyeol.. aku mohon.." Baekhyun mulai terisak dan bahkan air mata yang sedari tadi ia tahan mulai mengalir keluar meruntuhkan pertahanannya.

Minseok terdiam kaku tidak percaya dengan apa yang dilakukan Chanyeol, sedangkan Jongdae juga tidak berbuat banyak dan hanya bisa memperhatikan Chanyeol tengah meminum vodka tanpa jeda sedikitpun. Kyungsoo sebagai pihak yang bertanggung jawab akan perintah yang ia lontarkan tadi juga terdiam dan memperhatikan bagaimana kedua orang dihadapannya yang saling memperlihatkan perasaan yang terpendam.

Kekhawatarian seorang Byun Baekhyun dan juga pengorbanan seorang Park Chanyeol.

Chanyeol benar-benar menghabiskan isi dalam satu botol itu hingga kepalanya tertunduk lunglai setelahnya bahkan untuk meletakkan botol itu pada meja dihadapannya Baekhyun memberikan bantuannya dan setelahnya wanita itu memeluk Chanyeol dan menangis dalam dekapannya.

"It's okey.." Chanyeol membelai rambut Baekhyun dan menenangkan wanita mungilnya dari isakan tangis yang masih terdengar.

"Kau mau aku membunuh Kyungsoo?" Baekhyun melepaskan pelukannya dan menatap kearah Chanyeol dengan wajahnya yang sudah berantakan karena air mata. "Aku akan membunuhnya sekarang dan juga membuang Jongin ikut dikubur bersamanya." Chanyeol tertawa mendengarnya dan bahkan merebahkan kepalanya pada bahu Baekhyun.

"Kau berlebihan!" Kyungsoo membalas dan menjulurkan lidahnya pada Baekhyun.

"Kau kejam Kyung! Aku akan memotong gaji kalian bulan ini!" Baekhyun memberikan ancaman andalannya.

"YAAKKK!" Dan itu adalah suara teriakan keras keempat orang yang berada disekitarnya. Chanyeol bahkan tidak bisa menahan suara ketawanya sambil terus merangkul Baekhyun dan tetap menyandarkan kepalanya.

Mereka kembali duduk dengan tenang, merapikan segala botol dan gelas kosong yang ada dan digantikkan dengan beberapa cemilan dan minuman ringan untuk menghilangkan dosisi alkohol pada masing-masing. Jongdae dan Jongin sudah beralih menuju meja bar lagi untuk memesan minuman kembali sedangkan kini Minsoek hendak mengajak Kyungsoo untuk bergabung pada kerumunan orang di lantai dansa menikmati suara musik yang mulai mengundang siapapun untuk menggerakkan badan mereka.

"Ingat hukuman terakhirmu Boss!" Kyungsoo sempat mengingatkan sebelum ia menyusul Minseok yang sudah lebih dulu berjalan.

Baekhyun yang mendengarnya kembali mengumpat kasar kearah Kyungsoo dan meminta Chanyeol untuk meminum air mineral untuk membantunya menetralkan diri.

"Seharusnya kau tidak usah mau menjalani hukumannya tadi! Kyungsoo itu jahat!" Baekhyun mengadu kesal pada Chanyeol dan masih menggenggam tangan pria itu.

Chanyeol menarik badan wanita itu dan memeluknya dengan erat seperti sebelumnya. "Seharusnya kau menjawab pertanyaan tadi, dan tidak meminta hukuman sebagai gantinya."

Baekhyun terdiam dan menegang kaku mendengar apa yang dikatakan Chanyeol mengenai sikapnya sebelumnya.

"Kenapa kau tidak menjawabnya?" Chanyeol melempar pertanyaan padanya.

"Menjawab a-pa?"

"Pertanyaan Kyungsoo."

Baekhyun terdiam dan tidak berani untuk menatap kearah Chanyeol yang kini memegang ujung dagunya dan membawa wajahnya mendekat kearah Chanyeol.

"Jangan pernah menyiksa dirimu seperti tadi lagi," Chanyeol mengusap kedua pipi Baekhyun dengan lembut sambil tetap memandangnya.

"Katakan apa yang ingin kau katakan dan jangan pernah menahannya, itu bukanlah pertanyaan antara hidup dan matimu jadi jangan terlalu dipikirkan." Chanyeol memberikan ciuman pada kedua pipinya dan mengajaknya untuk beranjak dari duduknya.

"Ki-kita mau kemana?" Baekhyun menahan langkahnya dan menarik tangan Chanyeol.

"Tentu saja menyelesaikan hukumanku." Chanyeol kembali kehadapannya dan menggandeng tangan mungil itu untuk mengikutinya.

Chanyeol melangkah turun untuk berada tepat dibawah sinar lampu sorot yang berada disana, tangannya merengkuh pinggang Baekhyun untuk berada didekatnya dan berhadap-hadapan langsung dengan wajahnya. Baekhyun sempat melihat sekelilingnya dan merasakan tatapan asing kearahnya karena berada disekitaran kerumunan orang yang sangat asing dan tidak ia kenal. Chanyeol membawa badannya untuk mengikuti alunan musik, kedua tangan Baekhyun dilingkarkan pada leher Chanyeol dengan wajah mereka yang begitu dekat dan bahkan ia bisa mencium aroma vodka yang masih ada pada mulut Chanyeol.

Posisi mereka masih bertahan seperti itu hingga musik berganti membuat suasana disekitar lebih bergairah karena musik yang lebih kencang dan berdentum keras, sementara Chanyeol kini sudah memulai mendekatkan bibirnya hingga menyentuh bibir Baekhyun dalam gerakan pelan yang bahkan Baekhyun benar-benar menikmati setiap sentuhan itu. Sentuhan lembut dan halus, bahkan saat lumatan pertama yang dilakukan Chanyeol membuatnya merasakan kenyamanan, pergerakannya tidak terburu-buru namun pasti, melumat bibir bawahnya dan bahkan menariknya dengan pelan. Baekhyun benar-benar menikmatinya dan mengingat akan ciuman pertamanya dengan Chanyeol beberapa tahun yang lalu.

Kepala mereka bergerak mengikuti pergerakan bibir masing-masing yang semakin lama semakin penuh bergairah dan panas mengalahkan suasana sekitar mereka. Tidak peduli beberapa pasang mata yang memperhatikan kegiatan mereka dan mungkin saja merasa iri melihat kenintiman yang terjadi pada keduanya.


Dangerous Romance


Suara gemuruh dan juga rintikkan hujan yang cukup deras menghiasi langit kota Seoul pada pagi hari ini, langit masih nampak berwarna kelabu bahkan seperti tidak ada tanda-tanda matahari akan nampak walau hanya memberikan sedikit sinarnya. Derasnya hujan di pagi hari tentu saja menjadi alasan bagi sebagian besar penduduk kota tersibuk itu untuk memulai aktifitas masing-masing, perjalanan yang akan membuat mereka basah bila berjalan kaki, atau pun kemacetan yang terjadi karena jalanan akan dipenuhi dengan mobil-mobil yang melaju lambat karena menghindari genangan air dan juga licinnya jalanan.

Dan alasan itu yang menjadi pertimbangan bagi seluruh penduduk kota Seoul untuk memberikan tenggang waktu untuk memulai aktivitas sekolah, kerja dan kegiatan lainnya. Pemerintah meminta ada toleransi waktu bagi mereka yang datang agak terlambat atau pun menunggu hingga hujan berhenti guna mendukung keselamatan dalam berlalu lintas dan juga keselamatan kerja.

Bagi Park Inc, yang sudah cukup terkenal sebagai perusahaan yang sangat bonafit dan selalu mensejahterakan karyawannya, tentu saja kebijakan yang diberikan saat hujan di pagi hari juga diterapkan di dalam perusahaan itu. Seperti saat ini, baru beberapa orang yang datang dan duduk pada meja kerjanya dan masih banyak meja-meja kosong yang nampak belum terisi, dan itu juga terlihat pada di lantai ruangan pimpinan tertinggi mereka dimana kursi kedua pimpinan masih kosong dan belum ada tanda-tanda kedatangan meskipun yang diketahui kedua pimpinan itu memiliki mobil mewah yang bisa digunakkan untuk mengantarkan mereka ke kantor meskipun di tengah hujan lebat.

"Chan…."

Baekhyun memegang kemudi pada mobil itu dengan cengkraman keras, matanya terfokus pada jalanan meskipun sebenarnya sangat ingin ia pejamkan supaya bisa lebih merasakan kenikmatan pada bagian bawahnya.

Ya, bagian bawahnya.

Dimana Chanyeol yang rela menekuk badannya demi menggerakkan lidahnya menyesap bagian intim Baekhyun dan memanjakkan lidahnya untuk menggoda bagan kecil yang selalu menjadi titik sensitive bagi setiap wanita.

Entah siapa yang memulai lebih dulu, hanya saja posisi mereka masih seperti ini hingga berkali-kali Baekhyun berteriak dalam mobil ataupun terkadang memberhentikan mobilnya secara mendadak saat ia mendapatakan kenikmatan dan sesuatu meledak dalam dirinya.

Namun kegiatan itu tidak berhenti, karena kini tangan Chanyeol mulai membuka satu per satu kancing kemeja Baekhyun sementara wanitanya itu kini memilih tetap mengendarai mobilnya dan membawa mereka tiba di kantor berharap bisa tiba dengan selamat.

"Apa yang kau lakukan?" ia sempat menanyakkan apa yang tengah Chanyeol lakukan padanya.

"Hanya membuka kancing kemejamu, supaya kau tidak kepanasan." Chanyeol menjawab dengan suara low bass nya dan masih membuka satu persatu hingga akhirnya semua kancing kemeja Baekhyun terlepas. Satu hal yang ia syukuri kembali setelah melihat bawah Baekhyun kini menggunakkan bra yang pernah ia belikan dan memiliki pengait di bagian depan, dan dengan cepat ia membuka pengait itu sementara mulutnya segera melahap payudara milik Baekhyun tanpa meminta ijin atau pun melakukan salam pembuka.

"Umm.." Desahan Baekhyun kembali terdengar setelah ia merasakan panas dan basahnya mulut Chanyeol yang melahap salah satu payudaranya. "Chann.." Baekhyun meliukkan badannya saat ia merasakan salah satu jari Chanyeol bergerak dibagian intimnya.

"Chanyeol… kita belum sampai.. aaahh." Chanyeol tidak memperdulikan karena ia sudah mempercayakan Baekhyun dalam mengemudikan mobilnya. Sedangkan ia lebih peduli fokus pada kegiatannya memberikan kenikmatan dibawah pada Baekhyun dibagian mana saja dari tubuhnya.

Mulutnya masih menyesap dan jarinya masih bermain bergerak memutar dan menekan, mencubit dan juga naik turun untuk menggesek lubang masuk kecil bawah sana yang sudah berkedut dan mengeluarkan cairan lengket di jarinya. Chanyeol menghentikkan pergerakannya saat mobil mereka berhenti pada rambu lalu lintas, ia ucapkan terima kasih pada siapapun yang menciptakan kaca mobil tidak tembus pandang yang ada dalam mobilnya karena dengan begitu ia bisa mencium bibir manis milik Baekhyun tanpa ada yang melihatnya.

Mereka berciuman dengan penuh gairah hingga lidah yang saling beradu dan menyesap bibir masing-masing, ditambah lenguhan Baekhyun yang terdengar karena merasakan jari tangan Chanyeol menggoda bagian bawahnya untuk masuk kedalam.

"Chansss.. ah masukkan please.." Baekhyun menahan wajah Chanyeol sebentar dan kemudian kembali mencium bibir tebal itu dan membawa pinggang Chanyeol lebih dekat pada badannya supaya jari tangan besar milik Chanyeol masuk kedalam lubang intimnya yang sudah berkedut dan basah.

Tapi Chanyeol tidak melakukannya.

"Kembali mengemudi yang benar." Chanyeol melepaskan ciuman mereka meninggalkan Baekhyun yang masih terengah-engah dan menahan gejolak pada dirinya.

Sialan. –Baekhyun mengumpat dalam hati dan bersyukur bahwa Chanyeol tidak melanjutkan melahap payudaranya atau pun melakukan permainan nakal dengan jari-jari tangannya. At least sampai beberapa menit kedepan, karena setelahnya pria itu kini sudah mulai menciumi perut kecil Baekhyun dan memberikan isapan pada kulitnya hingga terasa basah.

"Chanyeol…" Baekhyun menggeliat dalam duduknya mencoba menjauhkan perutnya dari mulut pria tu.

"Hm." Chanyeol menjawab datar dan masih menciumi perut hingga paha gadis itu. "Apa mereka memasukkan jarinya kedalam?" Chanyeol masih melanjutkan pertanyaan dan menciumi kedua paha Baekhyun hingga naik keatas pinggang dan perut.

"Tidak pernah, aku tidak mau." Baekhyun menjawab sambil menahan nafas saat merasakan tangan Chanyeol meremas perutnya.

Chanyeol tersenyum kecil dan membuka paha Baekhyun dengan lebar, wajahnya kembali mendekat pada bagian intim Baekhyun yang terasa lembab, ia meniup pelan tepat pada lubang terdalamnya dan sontak membuat Baekhyun kembali gelisah dalam duduknya dan kedua kakinya bergetar.

"AH! Chanyeol!" Baekhyun menjerit saat lidah panas milik Chanyeol menjilati bagian intimnya, menyesap bagian kulit terluar dan melumatnya dengan pelan dan pasti. Kali ini Baekhyun merutuki kebodohannya tidak bisa membawa mobil yang ia kemudikan lebih cepat sampai pada parkiran kantornya. Tangannya kembali mencengkram hebat stir mobilnya sedangkan mulutnya terbuka dan menahan segala desahan dan teriakan saat Chanyeol menghisap dan menarik cairan yang keluar.

"Berapa lama lagi kita sampai." Chanyeol menanyakkan setelah selesai dengan bagian intimnya tapi kedua tangannya kini berjalan membelai kedua paha Baekhyun.

Baekhyun masih mengatur nafasnya dan berpikir keras hanya untuk memperkirakan berapa lama lagi mereka bisa tiba.

"Kurang lebih 30 menit, itu bila kau tidak menggangguku dengan kegiatan nakal lidah dan tanganmu."

"Menepilah."

"Hah?"

"Menepi sebentar Baek." Chanyeol kembali mengulang kalimatnya dan pada akhirnya Baekhyun menepikan mobil mereka pada halte terdekat. Baekhyun sempat berpikir apakah Chanyeol gila akan mencumbu dirinya di pinggir jalan, tapi setelah Chanyeol meminta dirinya berpindah pada kursi penumpang ia berucap syukur bahwa pria-nya masih memiliki batas kewarasan yang baik.

Tapi setelah Chanyeol dalam posisi duduk di kursi kemudi, ia menarik Baekhyun kembali untuk duduk dalam pangkuannya dengan wajah Baekhyun menghadap kejalanan. Bagian bawahnya yang sudah telanjang jelas bisa merasakan bagian intim milik Chanyeol yang sedikit menegang pada bokongnya., dan untungnya mereka hanya terdiam dalam posisi itu dengan Chanyeol yang mengemudi dan Baekhyun duduk manis dalam pangkuannya.


Dangerous Romance


"Eeuumm.."

Baekhyun mendesah untuk kesekian kesekian kalinya dalam pangkuan Chanyeol dengan badannya yang bergerak maju mundur menggesekkan bagian intimnya yang tidak terhalang apapun dengan milik Chanyeol yang masih dilindungi dengan pakaian dalamnya. Bibir mereka masih melumat dengan ganas dan panas bahkan hingga terdengar suara antara pagutan masing-masing yang mengisi kosongnya mobil itu. Tangan Baekhyun meremas dengan penuh sensual surai rambut Chanyeol sedangkan tangan sang pria kini meremas kedua bokong milik Baekhyun.

Melihat situasi keadaan mereka yang sudah telanjang-kecuali Chanyeol yang masih melindungi bagian intimnya dengan celana dalam guna sebagai penghalang nafsunya untuk tidak membiarkan batang keras miliknya masuk kedalam ruang intim Baekhyun.

"Aaaahhh-aaahhh.." Baekhyun semakin bergerak lebih semangat menggesekkan bagian bawahnya dan membawa tangan Chanyeol untuk diremas bersamaan dengan payudaranya. Chanyeol bahkan sudah menahan pening nafsunya yang begitu menggebu karena apa yang Baekhyun lakukan benar-benar membuat miliknya menegang dan membesar dibalik kainnya.

"Baek—ah!" Chanyeol membawa badan Baekhyun untuk berbaring di atas jok mobil. Kedua tangannya bertumpu tepat disamping kanan kiri Baekhyun guna menahan supaya badanya tidak langsung menindih gadis itu. Wajah Baekhyun yang tengah menahan gairahnya terlihat memandang Chanyeol dengan penuh harapan, bahkan kini ia menarik wajah pria diatasnya dan langsung kembali melumat bibir tebal Chanyeol sedangkan tangannya masih menarik-narik badan pria itu supaya kembali menindihnya.

"We can't.." Chanyeol melepaskan ciuman panas mereka dan menempelkan keningnya pada kening Baekhyun, tangannya membelai jari-jari tangan Baekhyun yang meremas surai rambut dibelakangnya. Tarikan nafas Baekhyun yang masih menggebu jelas terdengar, matanya masih terpejam rapat sementara kedua bibirnya masih terbuka.

"Please.." Baekhyun menyahut dengan suara lirihannya. Bahkan Chanyeol merasa dirinya menjadi pria paling jahat karena tidak bisa menuruti keinginan dari gadisnya, tangannya mengusap airmata yang entah kenapa terlihat mengalir dari kedua mata Baekhyun. Ia menciumi setiap bagian wajah Baekhyun dengan lembut, berharap gadis itu bisa melupakan segala keingin yang ditahannya.

Baekhyun memejamkan matanya dan kembali menarik badan Chanyeol untuk mendapatkan pelukan hangat dari badan prianya, entah kenapa setiap mengingat permintaanya yang belum terpenuhi itu mengundang air matanya mengalir keluar.

Terlepas dari kegiatan panas di pagi hari yang mereka lakukan, begitu langkah kaki mereka masuk kedalam area lobby dan kantor gedung Park Inc, tidak ada wajah yang terlihat menunjukkan sedikit pun sisa-sisa dari hasil kegiatan sebelumnya. Tidak ada senyuman hangat dari seorang Byun Baekhyun, dan tidak ada seringai nakal dari seorang Park Chanyeol, meskipun mereka kini berjalan bersama berdampingan dengan tangan Chanyeol yang berada pada punggung belakang Baekhyun sementara wanita mungil yang menghentakkan kakinya yang dibalut heels dengan ketinggian 10 cm itu tengah sibuk dengan kedua tangannya yang bergerak cepat diatas layar ponsel pintarnya.

Chanyeol yang menatap kedepan dengan kedua matanya yang tajam sedangkan Baekhyun sesekali mendelik marah pada siapapun yang tiba-tiba menghalangi langkahnya.

"Kita berangkat ke China hari Jum'at ini ?" Baekhyun tidak menoleh sedikit pun kearah Chanyeol sedangkan pertanyaan itu memang ditujukan pada sosok pria yang sedari tadi di sebelahnya. Pria yang memegang pinggangnya sejak mereka masuk melewati lobby utama dan bahkan mengarahkan badannya untuk berbelok atau sekedar berhenti sebentar.

"Besok pagi kita berangkat." Chanyeol menjawab santai dan kini ia mulai merangkul badan Baekhyun setelah mereka masuk dalam lift yang khusus untuk menuju lantai dimana kantornya berada.

"Besok?" Baekhyun mengernyitkan alisnya bingung dengan matanya yang kembali mengecil kearah Chanyeol.

"Hm, besok." Chanyeol merengkuh badan Baehyun untuk mendekat padanya dengan sedikit kasar bahkan Baekhyun hampir tersentak dan mencengkram jas pria itu dengan cepat.

"Chan—ini di kantor." Baekhyun mengerjapkan matanya berkali-kali dengan kepalanya melihat sekeliling kaca lift itu yang tembus pandang dan berharap tidak ada satupun yang melihat kondisinya saat ini.

"Kau bahkan memintaku melakukannya tadi di parkiran kan-tor." Chanyeol menyeringai nakal berbisik tepat didekat bibir Baekhyun.

"Yaaa!" Baekhyun memukul pelan dada Chanyeol dan mendapatkan balasan sebuah ciuman dari pria itu. Bibir tebal Chanyeol melumat dengan lembut dan pasti, gerakannya mendominasi dan Baekhyun akan selalu menjadi seorang penurut yang dengan pasrahnya membiarkan setiap gerakan yang dilakukan Chanyeol pada bibirnya.

Bunyi dentingan lift yang sudah berhenti pada lantai dimana mereka seharusnya tiba menjadi akhir dari ciuman mereka, Chanyeol menjadi orang pertama yang keluar dari lift tersebut meninggalkan Baekhyun yang mematung didalamnya dengan mata yang membelak lebar dan kedua tangannya menangkup menutup mulutnya yang terbuka lebar. Dan semua itu bukanlah karena Chanyeol yang meninggalkannya sendirian setelah dicium habis, ada satu kalimat yang tidak begitu panjang yang jelas Chanyeol bisikkan padanya setelah ciuman mereka terlepaskan. Sebuah kalimat yang ia sudah nantikan dan akan memenuhi semua keinginannya, sebuah kalimat yang membuatnya tak perlu menahan segala godaan iblis kecil yang ada pada dirinya bila menyangkut dengan Chanyeol.

Karena besok malam, kau milikku sepenuhnya.

Tidak perlu berpikir terlalu lama dan keras untuk mengartikan kalimat yang dibisikkan oleh Chanyeol, dirinya tentu sudah paham apa yang tersirat dalam kalimat itu. Bahkan dengan hanya membaca beberapa pesan balasan pada sosok yang berandil besar akan ucapan sebuah kalimat yang Chanyeol katakan itu bisa membuat senyuman merekah pada wajahnya.

From : Sehun, Oh!

Hm, perjanjiannya sudah jadi.

Nanti siang aku akan membawanya ke kantor kalian berdua.

Dan aku juga membawa hadiah untuk kalian.

Baekhyun tersenyum lebar dan langsung berlari kecil menuju ruangannya sambil menarik tangan Kyungsoo yang baru saja akan menyapa dirinya, bahkan ia tidak memperdulikan Chanyeol yang tengah berbicara serius dengan Minseok.

Ada hal penting lainnya yang harus ia lakukan sekarang.

"Kyung! Apa jadwalku hari ini?" Baekhyun langsung memberikan pertanyaan setelah dirinya menutup dan mengunci rapat ruangannya.

"Wo-wow! Easy Boss! Ada apa denganmu hari ini." Kyungsoo mengarahkan kedua tangannya dan membentuk gerakan pengolah nafas untuk membantu Baekhyun yang terengah-engah dan bahkan hampir seperti orang kehabisan nafas.

Baekhyun menurut dan mengatur nafasnya pelan-pelan serta mengikuti Kyungsoo yang memintanya duduk pada sofa diruangannya.

"Nah.. begini lebih baik." Kyungsoo mulai melihat Baekhyun yang mulai tenang dan bahkan pernafasannya mulai terdengar normal kembali. "Jadi.. apa yang ingin kau tanyakkan padaku Bos?" Kyungsoo kembali menggunakkan kata Bos sebagai candaan terhadap Baekhyun.

"Ish! jangan membuat mood ku jelek! Aku masih memiliki dendam denganmu atas kejadian kemarin!"

"Dendam?" Kyungsoo malah bertanya heran. "Kau dendam padaku? YAK! Seharusnya kau berterima kasih padaku karena Chanyeol mengakui bahwa ia mencintaimu!"

"Itu bukan pengakuannya! Chanyeol adalah tipe pria yang mudah menjawab apapun tanpa dipikirkan!"

"Ya, silahkan katakan itu pada seseorang yang mengakui cintanya sebelum minum satu botol vodka untuk orang yang bodoh disebelahnya! Jelas-jelas ia mengatakan bahwa mencintaimu dan kau menganggapnya hanya sebuah jawaban biasa?" Kyungsoo mulai kesal lagi.

Sementara Baekhyun memandangnya dengan wajah polos dengan mulutnya yang terbuka lebar menunggu Kyungsoo selesai meluapkan emosinya.

"Kau benar-benar bodoh Baek! Benar-benar bodoh!" Dan itu kalimat keempat kalinya yang diulang-ulang oleh Kyungsoo.

"Kyuung.. bisakah kau tidak mengataiku bodoh berkali-kali.." Baekhyun menekuk bibirnya kedalam dengan kedua tangannya yang menarik-narik tangan Kyungsoo dengan manjanya.

Kyungsoo menghela nafas panjang dan bahkan memejamkan matanya, menghilangkan sisa-sisa emosinya yang terpancing hanya karena seorang Byun Baekhyun. Ia cukup berdiam lama dan akhirnya membuka matanya kembali, memandangi Baekhyun yang masih berada didekatnya dengan wajah ketakutan.

"Jadi.. apa yang akan kita bahas tadi?"

Baekhyun terdiam sebentar melihat mata Kyungsoo yang memandangnya dengan wajah datar tanpa ekspresi.

"Aku tidak akan mengataimu lagi, cepat apa yang ingin kita bahas. Ingatlah bahwa ini masih jam kerja Boss!" Kyungsoo menunjukkan angka waktu dari ponselnya sementara Baekhyun mulai tersenyum manis kembali.

"Aku bossnya bila perlu kuperjelas." Baekhyun kembali dalam mode bossy-nya.

"Ya-ya terserah padamu, jadi apa yang akan kita bahas?"

"Aku butuh bantuanmu."

"Hah?" Kyungsoo terdiam kaget mendengar permintaan Baekhyun.


Dangerous Romance


Sehun kembali dihadapkan dengan kedua pasangan yang aneh dan tidak waras menurut pandangannya selama ini, dan ia juga sudah membuktikan dengan berbagai dokumen yang selalu mereka minta dibuatkan olehnya, salah satunya adalah ini 'Perjanjian untuk saling Bercinta tanpa perasan cinta buka kurung tanda tanya tutup kurung'dan itulah judul yang benar-benar dibuat pada halaman depan di dokumen perjanjian untuk mereka berdua.

Chanyeol bahkan tersedak dan tertawa kecil setelah menerima dokumen itu di tangannya sementara Baehyun selalu menjadi pihak yang memprotes ketus dengan apa yang ia terima.

"Seriously Sehun-ah?"

"Well, surprise?!" Sehun menjawab datar dan tersenyum penuh kepaksaan.

"Ini tidak lucu." Protest lagi dari Baekhyun.

"Tidak usah tertawa kalau begitu." Sehun masih menyahuti.

Baekhyun terdiam dan membuka halaman pada perjanjian dengan cepat dan segera mengeluarkan bolpoint dari kantung blazernya dan langsung menandatangani dokumen itu dengan cepat bahkan tanpa bersuara sedikit pun.

"Wow, kau tidak mau membacanya dulu?" Chanyeol yang memperhatikan Baekhyun yang akan menukar dokumen itu dengan miliknya menatap bingung.

"Apa yang harus dibaca? Aku sudah tahu isinya." Baekhyun membela diri dan menanti dokumen milik Chanyeol yang harus ia tanda tangani juga.

Chanyeol menganggukkan pelan dan akhinrya menandatangini dokumen itu dan memberikan pada Baekhyun, mereka kembali menandatangi dokumen kedua itu dan diberikan kembali pada Sehun sebagai pihak yang menyimpan dokumen asli semua perjanjian yang mereka buat.

"Baiklah, aku benar-benar tidak akan membaca dan mengingatkan kalian segala isi dalam perjanjian ini pada suatu hari nanti bila kalian membutuhkan." Sehun memberikan peringatan lagi dan mengeluarkan dokumen fotocopy yang dimana sudah dilegalisir olehnya.

"Berikan paraf kalian beruda pada masing-masing halaman, dan baru setelah itu baru kalian simpan." Sehun memberikan instruksi lagi dan kembali Baekhyun menjadi pihak yang paling cepat melakukannya.

"Sudah!" Baekhyun mengangkat kedua tangannya seakan-akan ia telah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh gurunya, Sehun menggelengkan kepala dan memilihi melanjutkan gamesnya dari ponsel sementara Chanyeol masih melanjutkan memberikan paraf pada halaman yang masih tersisa.

Baekhyun masih setia menunggunya dan kemudia menyandarkan kepalanya pada lengan Chanyeol sambil memperhatikan tangan pria itu, bahkan ia menggigit lengan Chanyeol dan menciumi kemeja yang digunakkan pria nya itu.

"Nanti kita akan makan siang dimana?" Baekhyun berbisik pada Chanyeol dengan posisi yang masih bersandar dan kini tangannya melingkar pada pinggang Chanyeol, sedangkan bagi Sehun yang sedikit melihat apa yang tengah dilakukan Baekhyun masih bisa menghela nafas dan mengabaikannya.

"Apa yang kau inginkan untuk makan siang nanti?" Chanyeol menjawab dan mencium kepala Baekhyun sebentar.

"Hm.. aku mau makan sandwich subway."

"Baiklah, kita akan kesana setelah ini."

"Yeay!"

Chanyeol menyelesaikan paraf nya dan memberikan dokumennya pada Baekhyun sementara dokumen yang untuk dirinya ia letakkan diatas meja kerjanya.

"Sudah?" pertanyaan Sehun dijawab dengan anggukkan kepala Baekhyun dan juga Chanyeol yang hanya menjawab dengan kedua alisnya yang bergerak naik turun.

"Baguslah, jangan datang padaku untuk mengubah perjanjian atau menambah perjanjian baru untuk kalian dalam waktu dekat." Sehun memberikan peringatan pada keduanya dengan wajah sok tegasnya yang malah membuat Baekhyun tertawa senang melihatnya.

"Nikmati saja liburanmu." Chanyeol menyengir lebar kearahnya.

"Ha? Liburan? Kau akan berlibur? Kemana?"

"Tenang saja Noona.. aku tidak akan pergi lama." Sehun menggoda Baekhyun dan kini mendekat kearahnya untuk memberikan pelukan sebelum ia pergi kembali ke kantornya.

"Kau tidak menjawab pertanyaanku bodoh!" Baekhyun memukul lengan Sehun setelah membalas pelukannya.

"Tanyakan pada pria-mu ini." Sehun mengarahkan dagunya pada Chnayeol yang bersandar di mejan kerjanya dengan kedua tangan yang dimasukkan kedalam celananya.

"Kenapa dengan Chanyeol?"

Chanyeol gemas melihat wajah Baekhyun yang tidak mengerti apa-apa dengan yang dimaksudkan oleh Sehun, hingga akhirnya ia mengeluarkan amplop putih yang ada di mejanya dan memberikan pada Sehun dihadapan Baekhyun.

"Ia akan ikut ke China."

"HUAAAAA!" Baekhyun memekik senang. "Huaaaaa akhirnyaaaa! Kau harus bertemu Luhan disana! Kita bisa jalan-jalan bersama disana, ya kan Chan!" Baekhyun melompat-lompat dan kini tangannya berpindah memeluk Chanyeol.

"YAAA! Aku kesana sebatas liburan! Lagi pula aku sudah bertemu Luhan saat penandatangan kemarin kenapa harus bertemu dengannya terus." Sehun memasukkan amplop itu didala kantung jasnya sementara Baekhyun dan Chanyeol saling menahan tawa dan hanya menganggukkan kepala.

"Aku tahu apa yang kalian pikirkan!" Sehun mengomel sendiri, menyipitkan matanya menatap kedua orang dihadapannya yang entah sejak kapan sudah dalam posisi berpelukan. Chanyeol memeluk Baekhyun dari belakang dengan kedua tangan mereka yang saling menggenggam didepan perut Baekhyun.

Sehun tertawa dalam hati dan kembali mengingat kalimat yang pernah dikatakan Chanyeol.

Mencintai sebagai sahabat, tidak bisa dilebihkan dan dikurangi.

"Ya katakan itu pada dirimu sendiri." Sehun bicara dalam hatinya.

"Sudah! Aku akan pergi dari sini." Sehun mengambil tasnya dan mengarahkan tangannya pada kedua pasangan itu. "Oh! Ini hadiah dariku." Sehun mengambil kotak kecil dari dalam kantong celananya dan memberikan pada Baekhyun.

"Uw, ini cute." Baekhyun memuji bentuk kotak itu yang terdapat bentuk strawberry kecil diatasnya.

"Aku pergi!" Sehun tetap melangkah keluar dengan cepat tanpa memandang kembali Baekhyunn yang tengah berusah membuka bungkusan kotaknya. Chanyeol hendak memberikan bantuannya padanya namun gadis itu menolak karena tahu Chanyeol pasti akan merusak bungkusan itu seperti yang sudah-sudah.

Menunggu Baekhyun berhasil membuka bungkusan itu dengan rapi membutuhkan waktu cukup lama dan hampir memakan waktu istirahat mereka dan untungnya mengingat posisi mereka adalah pimpinan tertinggi di Perusahaan yang bisa menambah jam istirahat dengan mudah dan tentu saja tidak ada yang bisa memprotestnya .

"Yeay! Akhirnya!" Baekhyun akhirnya memekik senang berhasil membuka bungkusan kecil pemberian Sehun. Langkahnya berlari kecil menyusul Chanyeol yang menunggunya sedari tadi di kursi kerjanya, ia duduk tepat pada pangkuan Chanyeol sementara tidak ada yang meminta atau menyuruh untuk melakukannya, dan pria yang memangku badan mungil gadis itu pun juga tak memberikan protest atau keluhan terlihat dari wajahnya yang kini sudah dipangku pada pundak Baekhyun dan ikut melihat isi hadiah itu.

"Ige mwoya?" Baekhyun mengangkat dua bungkusan berwarna merah yang hampir menyerupai bungkusan permen.

Chanyeol mengambil bungkusan itu dan mengangkat badan Baekhyun untuk beranjak dari pangkuannya.

Sehun sialan!

Umpatannya dalam hati sedangkan kini ia mulai mengetikkan pesan pada ponselnya yang tentu saja dikirimkan pada sang pemberi hadiah.

To : Baby Oh.

YAK! KAU GILA HAH! MEMBERIKAN BAEKHYUN KONDOM?

KUBUNUH KAU SAAT DI CHINA NANTI!

"Kenapa? Kau mengirimkan pesan ke siapa?" Baekhyun mencoba melihat isi pesan yang diketikkan oleh Chanyeol namun pria itu sudah memasukkannay kembali pada kantung celananya dan kemudian mengajak Baekhyun untuk pergi makan siang yang sudah sangat telat.

"Mana hadiah dari Sehun?" Baekhyun kembali menanyakkan hadiahnya yang sudah diambil Chanyeol tadi.

"Aku simpan dulu."

"Yaaa.. itu kan untukku!" Baekhyun merajuk.

"Besok akan kuberikan padamu." Chanyeol menarik badan Baekhyun dan membawanya masuk kedalam lift yang sudah terbuka.

"Ish! Kalau begitu kau harus membelikannya lagi, jadi aku mendapat banyak."

Chanyeol menahan rasa ingin tawanya dan hanya menganggukkan kepala mengingat bahwa disampingnya kali ini adalah anak kecil yang terjebak dalam tubuh sexy dan sok dewasa.