e)(o

Dangerous Romance


"Kau sama sekali belum pernah menonton film porno?" Kyungsoo berbisik di dekat telinga Baekhyun sedangkan sang subjek yang ditanyai masih sibuk mencari pakaian dalam yang cocok untuknya.

"YAK! Tak bisakah kau menanyakkannya nanti Kyung?!"

Kyungsoo menggedikkan bahu dan kembali ikut mencari pakaian dalam yang entah untuk siapa karena ia tidak tahu harus melakukan apa saat ini, sedangkan Baekhyun masih melanjutkan mencari pakaian dalam untuk dirinya dan sesekali bertanya pada Kyungsoo apa model yang ia pilih cocok untuknya.

Mereka masih berlanjut memilih dan membawa beberapa pilihan untuk bisa dicoba lebih dulu oleh Baekhyun di fitting room yang sudah disediakan. Sementara Kyungsoo dengan setia menunggu di sofa kecil yang berada di tengah-tengah ruangan dan tepat berhadapan langung dengan ruangan dimana Baekhyun kini sedang mencoba pakaian dalam yang ia akan beli.

"Aku rasa Chanyeol benar-benar mendapatkan jackpot karena menjadi orang pertama yang bercinta denganmu, setelah menunggu hampir 10 tahun dan akhirnya tetap saja kau memilih dia untuk menjadi seorang bajingan perenggut kesucian—

"Shit! Kalimatmu Kyung!" Baekhyun membuka pintu dan memperlihatkan pakaian dalam yang ia kenakan. "Bagaimana? Apa terlihat bagus dan menggoda?" badannya ia bawa memutar dan Kyungsoo membelakkan matanya menatap Baekhyun yang hampir telanjang dan hanya memakai pakaian dalam itu kini tengah memutar badannya memperlihatkan sedikit bongkahan montok dada dan pantatnya.

"Astagaaa! Kau kira aku pria atau lesbian hah? Kenapa kau memperlihatkan dengan hampir telanjang padaku?"

"Mulutmu itu! Benar-benar tidak bisa difilter lebih halus apa? Ya supaya kau bisa lihat apakah ini cocok aku kenakkan atau tidak?" Baekhyun bertolak pinggang dan melihat kearah badannya bagaimana pakaian dalam berwarna hitam dengan bahan veil yang menerawang itu membungkus kedua bagian dadanya hingga kebagian intimnya namun dibagian belakangnya mengekspos punggung bawahnya dan juga memperlihatkan sedikit bagian pantatnya yang kenyal.

Kyungsoo masih menggelengkan kepala dan enggan bertanya lebih panjang. "Kenapa kau memilih pakaian dalam seperti itu? Kenapa tidak mengambil lingerie atau pakaian bikini lainnya. Kau seperti akan melakukan ritual malam pert—ommo!" Kyungsoo menutup mulutnya.

"Kalian akan melakukannya?! Kapan?!"

"Yaaaakkk! Melakukan apa?" Baekhyun meloncat kaget melihat Kyungsoo yang sudah berada dihadapannya.

"Kau dan Chanyeol! Kalian akan melakukannya bukan? Perjanjian bercinta itu sudah jadi saat Sehun datang tadi siang di kantorkan?"

Baekhyun mengerjapkan matanya berkali-kali dan belum berani menjawab pertanyaan Kyungsoo.

"Ahh! Aku sudah tahu jawabannya. Tunggu disini, jangan kemana-mana aku akan segera kembali!" Kyungsoo menepuk tangan sebentar dan berjalan cepat meninggalkan Baekhyun sendiri yang masih tidak paham dengan apa yang dilakukan Kyungsoo.

"Kenapa Kyungsoo selalu aneh.." Baekhyun bergumam pelan dan melanjutkan mencoba beberapa pakaian dalam yang tadi ia sudah pilih.


Dangerous Romance

Chapter 7


"Kita pergi dengan pesawatmu?"

"Iya."

"Kenapa?"

Chanyeol memasang seat belt pada Baekhyun dan kemudian menyamankan duduknya dan serta mengeluarkan selimut dari tempat penyimpanan yang berada di bawah kakinya.

"Nah, sekarang tidurlah." Chanyeol menyelimuti Baekhyun, dan bahkan memasangkan penutup telinga berwarna pink dikepala Baekhyun.

"Ish! Kau belum menjawab pertanyaanku tadi.. kenapa menggunakkan pesawatmu hanya untuk ke China?" Baekhyun melepaskan penutup telinganya dan bahkan menyikap selimut yang sudah menutupi badannya.

Chanyeol terdiam sebentar dan menundukkan kepalanya. "Kita tidak akan ke China malam ini, kita akan ke Jepang selama tiga hari setelahnya kita baru ke China untuk bekerja disana. Sudah puas? Apa perlu kujelaskan apa yang akan kita lakukan di Jepang selama tiga hari nanti?" Chanyeol mendekatkan wajahnya kearah Baekhyun dan bahkan berbisik dengan suara rendahnya yang mungkin akan terkesan menggoda bagi Baekhyun yang mendengarnya dalam jarak sedekat itu.

Sosok dirinya yang sebelumnya menuntut sebuah jawaban kini bahkan untuk menelan air liurnya sendiri terasa sangat susah, ia memilih memasang kembali penutup telinganya dan akhirnya menutupi badan mungilnya dengan selimut tebal yang sebelumnya ia buang dengan asal.

Chanyeol yang memperhatikan semua yang dilakukan sosok mungil persis di hadapannya hanya bisa tersenyum lembar dan memperhatikan dengan seksama sampai pada akhirnya ia disuguhkan punggung yang tertutup selimut.

"Kau yakin tidak akan memelukku untuk malam ini?" Chanyeol bertanya padanya dengan salah satu tangan yang memangku wajahnya untuk memperhatikan Baekhyun yang tidak menjawab pertanyaan sama sekali dan masih terdiam dalam tidur.

"Baiklah, semoga tidurmu nyenyak." Chanyeol menganggukkan kepala dan menghadiahkan ciuman pada kepala Baekhyun sebelum akhirnya ia merebahkan dirinya pada kursi pesawat dan memejamkan matanya. Wajahnya ia arahkan unutk melihat ke sampingnya dimana Baekhyun tertidur hingga beberapa menit setelahnya sosok yang ia perhatikan sedari tadi bergerak dan memeluknya seketika dengan wajahnya yang ditutupi selimut.

Tidak ada yang bersuara atau pun sekedar bergumam pelan hingga pada akhirnya mereka berdua saling berpelukan dan masuk ke alam mimpi bersama.

Perjalanan yang hanya memakan waktu sekitar dua jam lamanya hingga pesawat pribadi yang bertuliskan inisial PCY itu mendarat dengan aman di Bandara Narita, Tokyo-Jepang. Tidak perlu menunggu lama untuk proses landing atau bahkan berjalan keluar menuju gate kedatangan yang biasanya dilakukan oleh beberapa turis yang baru tiba di bandara tersebut.

Chanyeol sudah menyiapkan kendaraan yang menjemputnya tepat di area dimana pesawat mereka baru saja mendarat, beberapa petugas yang ada disana sudah bersiap mengeluarkan segala koper dan juga menuntun kedua tamu itu untuk masuk kedalam mobil yang sudah terparikir, sementara Chanyeol harus bersusah payah membawa badan Baekhyun yang terlelap dalam gendongannya untuk masuk kedalam mobil jemputan.

Supir yang mengemudikan mobil itu langsung memacu kendaraannya menuju hotel yang sudah dipesankan juga oleh Chanyeol, bahkan tidak perlu penjelasan panjang lebar karena semuanya sudah benar-benar ia siapkan jauh-jauh hari hanya untuk memenuhi keinginan dan tentu saja memberikan sedikit kebahagian bagi gadis mungil yang masih belum juga terbangun walaupun sudah dipindahkan ke dalam mobil.

Mereka tiba di salah satu hotel yang cukup terkenal dan dipastikan harga menginap di tempat itu tidaklah murah, Tokyo Disneyland Hotel. –Hotel yang bertemakan semua karakter kartun pada sebuah rumah produksi film yang cukup terkenal dan menjadi salah satu daftar keinginan dari gadis mungil yang ada didalam pelukannya.

Dangerous Romance

"Aku belum pernah ke Disneyland." Baekhyun merenggut kesal melihat foto yang baru saja dikirimkan oleh Luhan. "Aaaahh kenapa ia tidak mengajakku kesanaaaa! Chanyeeeoolll aku ingin ke Disneyland!" Baekhyun kembali meluapkan kekesalannya dan kini berlari menyusul Chanyeol yang sedang bermain billiard di ruangan apartemennya.

"Chanyeol ayo kita ke Disneyland!" Baekhyun memeluk badan pria itu dari belakang dan membuat sodokan stick billiardnya sedikit berubah arah hingga bola putih itu mengarah pada pinggiran meja bukan pada bola berwarna biru yang ia tujukan.

"Aku tidak menyukai hal itu, dan kenapa kau tidak menyusul Luhan kesana?" Chanyeol meletakkan stick billiardnya pada meja itu dan berbalik arah untuk melihat bagaimana wajah gadis yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.

"Aku belum memperpanjang passportku.. dan juga aku tidak mau sendirian kesanaaaa! Aaahh Chanyeol ajak aku ke Disneyland!" Baekhyun merengek lagi dengan kedua kakinya yang melompat-lompat dan bahkan menarik-narik badan Chanyeol yang masih ia peluk erat.

Chanyeol menggelengkan kepalanya dan mendongakkan kepalanya keatas merasakan pening mendengar segala rengekkan yang keluar dari gadis yang berusia sama dengannya dan seharusnya sudah bisa dikatakan sebagai wanita dewasa bukan gadis kecil layaknya usia lima tahun.

"Iya-iya kita akan ke Disneyland nanti bila ada waktu." Chanyeol akhirnya menuruti dan memberikan janji akan membawa gadis itu tempat yang diinginkan.

"Benarkah? Kau akan mengajak ku kesana? Yeaaaayyy!" sebuah teriakan kencang dan ciuman pada kedua pipinya diberikan sebagai ucapan terima kasih dari gadis.

"Kita akan menginap di hotel ini juga ya-ya-ya.. ya Chanyeol ya…" Baekhyun menunjukkan lagi foto sebuah ruangan hotel dimana bertemakan Kerajaan seperti pada film Cinderella dan sejenisnya dan Chanyeol hanya bisa menganggukkan kepala sebagai jawabannya.


Dangerous Romance


Dan pada akhirnya disinilah mereka, didalam kamar hotel yang terdapat dua ruangan besar berukuran cukup luas dan terkesan sangat mewah dengan hiasan pada dinding-dinding ruangan hotel yang begitu mirip dengan sebuah kamar Kerajaan, bahkan segala pernak-pernik seisi ruangan itu memiliki konsep kerajaan. Chanyeol menidurkan Baekhyun pada satu-satunya kamar yang ada di hotel itu dan menyelimutinya kembali, bahkan ia tersenyum menyadari bahwa kamar yang akan ia tiduri itu benar-benar seperti sebuah kamar seorang Raja dan Ratu dari tokoh Disney yang pernah ditonton bersama Yoora dulu.

Chanyeol meninggalkan Baekhyun terlelap dalam tidurnya sedangkan dirinya memilih untuk melihat sekeliling ruangan hotel yang semakin membuatnya mengernyitkan alisnya dan bahkan menyesal memilih sebuah hotel dengan bertemakan Disneyland.

Ruangan kamar mandi menjadi ruangan pertama yang Chanyeol jelajahi, pemikiran awalnya mungkin saja ruangan itu menjadi ruangan yang cukup normal dan tidak terisi dengan semua hal-hal berbau Disney .

Pada kenyataannya, baru saja ia membuka pintu kamar mandi dan disuguhkan sebuah logo karakter yang cukup terkenal dengan telinga bulat hitam pada pintu ruangan shower, pada cermin besar yang ada diruangan kamar mandi itu pun terdapat sticker para kurcaci yang berbaris rapi dan tersenyum lebar kearahnya.

Berbagai perlengkapan mandi seperti sabun, shampoo dan hal lainnya juga bahkan sama terdapat sticker segala karakter kartun, bahkan ia akan berpikir seratus kali untuk menggunakan handuk yang disediakan oleh hotel karena terdapat logo sebuah kerajaan dengan gambaran kedua wajah yang sedang berciuman.

Chanyeol menutup pintu kamar mandinya dan memilih menuju balkon kamar hotelnya guna mencari angin segar dan menghilangkan bayangan-bayangan isi film kartun itu.

Sementara itu Baekhyun yang gelisah dalam tidurnya dan mencari sosok yang biasanya akan selalu ada untuk menjadi guling hidupnya, tangannya mencari sosok itu hingga matanya perlahan-lahan terbuka dan saat sepenuhnya ia sadar dan membuka lebar matanya mulutnya terbuka lebar dan langsung terduduk dari posisi tidurnya.

Matanya melihat sekeliling isi kamar dan bahkan mengusap selimut dan tempat tidur dengan perlahan-lahan, ia menyibak selimutnya beranjak turun dan berjalan melihat satu isi kamar tidurnya.

"Ommo.. aku tidak bermimpi kan.." Baekhyun mencubit pelan pipinya dan bahkan memukul pahanya berkali-kali sambil tetap berjalan memegang setiap barang yang ada di kamar itu.

Langkahnya berlari cepat membuka pintu kamar dan kembali meluapkan kekagumannya melihat ruangan lain yang lebih megah dibandingkan isi kamarnya, badannya meloncat-loncat dan bahkan bergerak gemas melihat segala gambar dan juga tokoh-tokoh Disney yang menghiasi seluruh ruangan. Tangannya bahkan tidak bisa tahan untuk sekedar mengambil salah satu pajangan yang berbentuk seperti sebuah karakter peri yang ada di dalam film Peterpan, dan saat ia hendak melangkah melanjutkan berjalan mengelilingi ruangan itu ia melihat sosok Chanyeol yang berdiri di balkon dan memandangi pemandangan malam yang hanya dipenuhi lampu-lampu dari setiap bangunan yang ada.

Baekhyun berlari kecil dan memeluk Chanyeol dari belakang tanpa mengeluarkan sedikit suara untuk sekedar memberitahukan kehadiranya.

"Kenapa terbangun?" Chanyeol membelai tangan mungil itu dan mendekapnya di perutnya.

"Kau meninggalkan aku sendirian di kamar." Baekhyun menyahut dari balik punggungnya. "Kenapa tidak ikut tidur juga?" Baekhyun bertanya dan kini kepalanya menengok kearah Chanyeol didepannya.

Chanyeol berbalik dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Baekhyun. "Aku rasa aku tidak akan bisa tidur di dalam kamar itu."

Baekhyun menahan tawanya dan malah mencium bibir pria itu dengan cepat. "Terima kasih membawaku ketempat ini, janjimu sudah ditepati." Baekhyun tersenyum dan memeluk erat badan Chanyeol dengan wajahnya yang bersandar pada dada bidang milik pria-nya itu, Chanyeol membalasnya dengan kecupan pada pucuk kepalanya dan ikut memeluk badan mungil itu dalam dekapannya.

Cukup lama mereka berada pada posisi itu hingga pada akhirnya badan Baekhyun terasa menggigil karena angin cukup dingin pada saat musin dingin yang terasa di malam itu mengusik badannya.

"Masuklah, pagi ini kita akan bermain di Disneyland."

"Benarkah?!" Baekhyun memekik senang mendengar kejutan lain untuknya yang sudah menanti. "Aaaahh aku mencintaimu!" tangannya memeluk leher Chanyeol dan mencium bibir tebal itu berkali-kali hingga akhirnya Chanyeol menahan badannya dan membalas ciuman itu dengan lebih bergairah. Chanyeol melingkarkan kaki Baekhyun pada pinggangnya dan membawanya masuk kedalam kamar dengan ciuman pada bibir keduanya yang masih terus berlanjut.

Kedua mata mereka saling terpejam saat badan Baekhyun dibaring di ranjang kamar itu dengan Chanyeol yang berada diatasnya mereka masih saling melumat dan menyesap bibir memberikan gairah panas pada tubuh mereka, Baekhyun meremas rambut Chanyeol dan kemudian tangannya bergerak membuka satu-satu kancing kemeja yang Chanyeol kenakkan dan membelai dada bidang itu dengan tangannya persis seperti salah satu adegan yang Kyungsoo berikan padanya tadi sore setelah mereka berbelanja pakaian dalam.

Chanyeol masih membiarkan tangan mungil itu bermain dan memberikan kemudahan untuk Baekhyun membuka setiap kancing pada kemeja yang ia gunakkan. Chanyeol melepaskan ciuman mereka dan mengarahkan bibirnya untuk menggoda leher mulus milik Baekhyun, hingga gadis itu menahan desahannya dan menarik badan Chanyeol untuk tetap berada didekatnya dan kembali meminta pria itu untuk mencium bibirnya.

"Chan.."

Chanyeol membalik badan Baekhyun untuk berada disampingnya dan mencium bibirnya dan kini gadis itu membuka zipper pada baju yang ia gunakkan dan menyingkapnya turun memperlihatkan bra hitam berrenda yang baru saja ia beli tadi. Chanyeol yang diam-diam meperhatikan, melepas ciumannya dan menahan tangan Baekhyun untuk semakin menurunkan pakaiannya.

"Jangan membuka bajumu sendiri Baek." Chanyeol menahan tangan Baekhyun, ia mendekatkan keningnya pada kening Baekhyun, sementara dirinya masih bersusah payah menahan rasa ingin tertawanya melihat tingkah Baekhyun yang jelas persis dengan sebuah film yang pernah ia tonton.

"Ya! Jangan menertawaiku.." Baekhyun mendorong badan Chanyeol dan kembali menaikkan bajunya sedangkan Chanyeol merebahkan badannya dan menutup mukanya dengan bantal sebentar sebelum akhirnya ia duduk kembali dan memperhatikan Baekhyun yang merenggut kesal.

"Kenapa kau melarangku untuk tidak boleh tertawa sedangkan kau bertingkah seperti ini." Chanyeol menunjuk kearah Baekhyun yang kesulitan memasang zipper pada bajunya.

"Tidak usah kau pasang lagi, lebih baik kau ganti bajumu dengan baju tidur yang lebih sexy mungkin." Chanyeol menyeringai lebar sementara Baekhyun memukulnya badan pria itu dengan bantal.

"Ah kau menyebalkan!"

Chanyeol kembali tertawa "Siapa yang memberimu tontonan film itu?"

Baekhyun terdiam tidak menyangka bahwa Chanyeol mengetahui dirinya menonton film blue bersama Kyungsoo sebelum mereka tiba di bandara.

"Tidak mau menjawabnya? Aku akan kembali tidur kalau begitu." Chanyeol membuka kemejanya dan membuang asal di lantai setelah itu menarik selimutnya dan memejamkan matanya mengabaikan Baekhyun yang masih terdiam dan kemudian melompat menindih badanya.

"Yaaaaaaaa! Kau berjanji akan melakukannya malam ini!" Baekhyun merengek sambil menarik-narik selimut yang menutupi badan Chanyeol.

"Aku tidak mau." Chanyeol membalas singkat dan semakin menenggelamkan dirinya dalam selimut.

"Chan! Chanyeoolll! PARK CHANYEOOOOLLLL!" Baekhyun berteriak kencang tidak peduli bila penghuni kamar lainnya mendengar teriakkannya, ia menarik selimut Chanyeol dan bahkan mencari jalan masuk guna ikut tenggelam dalam selimut bersama Chanyeol. Sedangkan pria yang sudah berada didalamnya tertawa keras dan menggelengkan kepala melihat tingkat Baekhyun seperti itu.

Chanyeol terbangun dan kemudian membawa badan Baekhyun dalam pelukan dan menutupi seluruh badan mereka dalam selimut.

"Tidurlah." Chanyeol memeluk badan gadis itu dan memeluknya erat. "Aku tidak akan melakukannya malam ini, karena itu akan terasa aku bercinta dengan anak dibawah umur didalam kamar miliknya." Chanyeol kembali menjelaskan dengan matanya yang terpejam sementara kepalanya mencari kenyamanan di bahu Baekhyun.

Baekhyun ikut tertawa mendengar apa yang dikatakan pria itu dan akhirnya ikut memeluk badan Chanyeol, matanya terpejam dan mencium singkat pipi Chanyeol sebelum ikut terlelap tidur bersama dibalik selimut yang menutupi mereka.


e)(o

Dangerous Romance


Apa yang Chanyeol katakan mengenai bermain di Disneyland memang benar-benar sesuai dengan perkataanya, pria itu mengajaknya masuk kedalam area bermain Disneyland sejak gerbang itu benar-benar baru dibuka dan bisa dikatakan bahwa mereka berdualah pengunjung pertama yang masuk kedalam area itu. Sambutan dari para petugas yang menggunakkan kostum dengan berbagai tokoh Disney menjadi tontonan untuk mereka berdua.

Baekhyun tentu saja terlihat paling bahagia melihat itu semua, ia meminta Chanyeol mengabadikan semuanya dengan kamera yang ia bawa dan pria itu juga tidak menolak—Chanyeol menuruti semuanya.

Pria itu bahkan membelikan Baekhyun bando dengan karakter Minnie Mouse dan memasangkannya di kepalanya, setelah itu ia mengambil foto Baekhyun diam-diam dengan wajahnya yang terlihat sangat polos.

Chanyeol bertransformasi menjadi sosok bodyguard atau lebih tepatnya bisa dibilang pacar yang menemani kekasihnya bermain seharian di wahana Disneyland, dan Baekhyun yang sudah terlalu senang bahkan tidak memperdulikan pandangan orang pada mereka berdua. Ia bahkan menikmati saat Chanyeol yang menarik badannya dan kemudian mencium bibirnya tiba-tiba saat mereka berada di antara pawai tokoh-tokoh Disney berjalan disekitar mereka, atau pun Chanyeol yang memeluknya dari belakang dimana mereka menonton sebuah pertunjukkan yang ada disebuah taman sekitar Istana yang menjadi tempat iconic dimana semua orang mengabadikan foto mereka disitu.

Baekhyun mengarahkan kameranya dihadapannya dan bersiap mengambil foto selfie dirinya berserta Chanyeol yang berada disebelah wajahnya, ia mengambil beberapa foto sampai pada akhirnya Chanyeol mencium pipinya dengan cepat, Baekhyun tersenyum melihat hasil gambarnya.

"Hasilnya bagus, aku mau lagi. Kali ini aku yang akan mencium pipimu." Baekhyun memberikan perintah dan menjauhkan kameranya.

Sedangkan Chanyeol sedari tadi masih memperhatikan gerak bibir tipis berwarna merah muda itu yang menyebutkan aba-aba hingga saat Baekhyun menoleh kearahnya ia langsung mencium bibir itu dan melumatnya dengan lembut. Tidak memperdulikan apakah kamera itu berhasil mendapatkan foto yang Baekhyun inginkan atau tidak yang pasti Chanyeol lebih memilih menikmati bibir manis milik Baekhyun dan membawa badan wanita itu lebih mendekat padanya dan membiarkan lehernya menjadi tempat kedua tangan Baekhyun dikalungkan.


Dangerous Romance


Chanyeol membawa Baekhyun keluar dari area Disneyland saat hari masih siang dengan alasan mereka harus kembali terbang menuju Sapporo sebelum hari semakin malam, Baekhyun tentu saja merasa kesal karena tidak bisa menikmati pemandangan malam dan melihat pertunjukkan kembang api yang cukup terkenal di Disneyland.

Dan yang paling membuatnya kesal, Chanyeol hanya tersenyum dan tidak memberikan jawaban kemana lagi ia akan dibawa.

Kekesalan yang Baekhyun rasakan selama perjalanan dua jam kembali hilang karena digantikkan dengan pemandangan resort yang baru saja mobil mereka masuki. Hoshino Resort yang menjadi tempat cukup terkenal di daerah itu karena memiliki tempat bermain ski maupun pendakian gunung bersalju disekeilingnya dan juga tempat permandian air panas yang tersedia disana.

Chanyeol tersenyum memandangi Baekhyun yang terdiam kagum melihat jalanan sekitar untuk memasuki resort itu, saat mobil mereka tiba dan disambut oleh beberapa petugas mengenakkan kimono khas Jepang dan juga sambutan dalan bahasa Jepang yang sama sekali tidak dimengerti Baekhyun, gadis itu hanya bisa tersenyum lebar dan membungkukkan badan sebagai tanda terima kasih. Bibirnya belum mengeluarkan satu katapun saat mereka menaiki mobil kecil yang akan mengantarkan pada villa yang sudah dipesan oleh Chanyeol, matanya masih memandangi pemandangan sekelilingnya sedangkan tangannya menggenggam tangan Chanyeol yang merangkul badannya.

Mereka tiba pada salah bangunan rumah kayu yang dengan model khas perumahan Jepang namun lebih terlihat sedikit modern dengan bentuk atap segitiga dan hiasan lampu di luarnya, Baekhyun melangkah lebih dulu dan menelusuri halaman luar villa itu dan mendapati pada bagian belakang dari rumah itu adalah aliran sungai yang mulai ditutupi dengan tumpukkan salju karena memang saat ini sudah memasuki bulan-bulan musim dingin.

"Kau menyukainya?"

Baekhyun berbalik dan mendapati Chanyeol sudah berdiri dibelakangnya dan hendak melangkah mendekat kearahnya.

"Aku sangat menyukainya." Baekhyun tersenyum lebar dan memeluk badan Chanyeol yang sudah mendekat kearahnya. "Darimana kau mengetahui tempat ini?"

"Rekomendasi dari seseorang." Chanyeol menjawab santai.

"Siapa?" Baekhyun memandang wajah Chanyeol dengan curiga dan menunggu jawaban dari pria itu.

"Kalau aku mengatakan Yoora yang mengatakannya apa kau percaya?" Chanyeol merapikan rambut Baekhyun yang sedikit terkena rintikkan butir salju dan kemudian menempelkan telapak tangannya pada kedua pipi Baekhyun.

"Hm.. mungkin aku akan percaya. Apa aku orang pertama yang kau bawa ke tempat ini?" Baekhyun kembali memberikan pertanyaan kepada Chanyeol.

"Kau orang pertama yang berkunjung bersamaku di tempat ini."

Baekhyun baru saja akan menjawab lagi namun mulutnya lebih dulu dibungkam oleh ciuman Chanyeol, bibir tebal itu melumat dengan pelan namun penuh bergairah sama seperti sebelumnya. Baekhyun membalas ciuman itu dan hendak mengalungkan kedua tangannya namun belum berhasil ia meraih leher Chanyeol, pria itu sudah lebih dulu melepaskan ciumannya dan menyeringai nakal kearahnya.

"Tahan nafsumu Baek." Chanyeol mencubit ujung hidungnya dan menggerakkannya ke kanan dan ke kiri, hingga kepalanya ikut bergerak mengikuti pergerakan tangan Chanyeol.

"Yaaaaaa…" Baekhyun merengek meminta Chanyeol berhenti.

Mereka pada akhirnya berjalan bersama untuk masuk kedalam villa dan menikmati waktu luang sebelum waktu jam makan malam. Chanyeol menjadi orang yang membukakan pintu untuk Baekhyun dan membiarkan wanita itu masuk mengagumi keadaan dalam ruangan villa itu yang lebih bagus dibandingkan Disney Hotel-nya. Meskipuna suasana ciri khas perumahan Jepang terlihat jelas didalamnya, tapi itu semua tidak ia pikrkan saat melihat sebuah ruangan dihadapannya terdapat sebuah kolam air panas kecil dengan pemandangn sungai yang Baekhyun lihat sebelumnya diluar.

Bahkan ruangan yang akan menjadi kamar mereka bukanlah hanya sebuah alas tidur kayu dan kasur tipis seperti bayangan Baekhyun mengenai bagaimana orang Jepang tidur, ranjang berukuran sedang berada didalam kamar itu dan bahkan terdapat tirai tipis yang membungkus sekeliling sudut garis ranjang itu dan seketika pemikiran kotor yang terekam di otaknya mengingat bagaimana sebuah adegan film yang ia tonton memiliki ranjang yang sama seperti didalam kamar ini.

"Kau baik-baik saja?"

"Wuah!" Baekhyun meloncat kaget melihat Chanyeol sudah ada dibelakangnya dengan membawa dua koper milik mereka berdua.

"Kau mengagetkanku." Baekhyun menahan kedua tangannya didepan dada dan menyandarkan badannya pada dinding kamar itu.

Chanyeol memandang Baekhyun bingung apalagi melihat bagaimana wajah wanita itu yang memerah entah karena dingin atau karena ia merasa tidak suka karena melihat suasana kamarnya yang terkesan old school.

"Kau tidak menyukainya?" Chanyeol menghampirinya dan membelai wajah Baekhyun dengan lembut, Baekhyun membalas menggelengkan kepalanya sambil menahan tangan Chanyeol yang membelai wajahnya.

"Aku menyukainya." Baekhyun membalas dengan senyumannya. "Kamar ini mendapatkan pemandangan indah." Tangannya menunjuk kearah jendela kaca yang memperlihatkan pepohonan diluar dan juga aliran sungai luas ditambah gunung-gunung yang ditutupi salju tebal.

"Ada lagi yang lebih indah dari ini." Chanyeol menggenggam kedua tangan Baekhyun dan mencium punggungnya dengan lembut. "Bersiaplah, kita harus menuju restoran terbaik disini untuk makan malam."

Baekhyun termenung dalam diamnya sesaat setelah Chanyeol berjalan keluar kamar meninggalkan dirinya sendiri di dalam kamar, bukannya termenung karena ucapan Chanyeol mengenai acara makan malam pada restaurant di dalam resort melainkan kalimat lainnya yang membuat kerja jantungnya bergerak cepat dan bahkan kerja otaknya melambat untuk bergerak.

Dan bersiaplah untuk malam ini juga..


Dangerous Romance


Tepat pukul 7:00pm JST, Chanyeol sudah menunggu didepan pintu kamar menunggu Baekhyun yang hampir satu setengah jam bersiap untuk acara makan malam mereka—dan belum juga selesai. Chanyeol dengan setelan serba hitamnya terlihat menawan seperti biasa, ditambah dengan model rambutnya yang ia atur dengan poni comma hair-nya sehingga sebagian jidat [bangsatnya] terlihat sedikit. Sambil menunggu Baekhyun, ia mengenakkan mantel musim dingin yang sudah ia siapkan karena suhu di luar akan sangat dingin mencapai minus nol derajat—mungkin.

Baru saja ia selesai mengancingkan mantelnya, Baekhyun membuka pintu kamar dan sudah siap dengan badannya yang ditutupi mantel hitam sama dengan yang dimiliki Chanyeol. Sementara Chanyeol terdiam kagum memandangi wajah Baekhyun yang terlihat cantik dan manis, rambutnya yang bergelombak terurai disekitar bahunya.

"Kau cantik, selalu cantik." Chanyeol mendekat kearah Baekhyun dan meminta tangannya untuk digenggam sebelum mereka berjalan bersama keluar villa. Baekhyun tersenyum malu bahkan pipinya sudah merona kembali hanya karena pujian yang Chanyeol berikan, ia menyambut tangan Chanyeol dan mengalungkan tangannya pada lengan pria itu dan berjalan keluar bersama menuju mobil yang sudah berada di depan villa mereka.

Chanyeol membukakan pintu kursi penumpang dan membiarkan Baekhyun masuk lebih dulu dan kemudian ia berlari kecil menyusul untuk masuk pada kursi kemudi.

"Kau tidak meminta driver mereka mengantarkan kita?" Baekhyun bertanya sesaat setelah Chanyeol masuk dan langsung menjalankan mobilnya.

"Hm.. tidak. Aku tidak mau ada yang mengganggu acara malam kita." Chanyeol menoleh dan tersenyum nakal kearah Baekhyun, pandangannya kembali fokus mengarahkan mobilnya membelah jalanan bersalju sedangkan wanita yang duduk disebelahnya fokus mengatur pergerakan nafasnya dan kerja detak jantungnya yang tidak beraturan. Berharap Chanyeol tidak mendengar gerak detak jantungnya.

Mereka tiba di restoran itu hanya dalam waktu kurang dari dua puluh menit, dan seperti sebelumnya Chanyeol akan menjadi orang yang membukakan pintu untuk Baekhyun dan menggandengnya masuk bersama pada lobby utama restoran tersebut.

Dan kali ini Chanyeol tidak bisa mengalihkan pandangannya saat Baekhyun membuka mantel tebalnya dan memperlihatkan gaun yang ia gunakkan untuk makan malam ini, gaun berwarna hitam dengan tali tipis yang menghiasi bahunya namun punggung bagian belakang nya terbuka bebas tanpa tali maupun bahan yang menutupinya hingga ke bagian pinggangnya, meskipun gaun tersebut adalah jenis long dress tapi nyatanya dress yang dikenakkan Baekhyun memiliki perpotongan cukup tinggi hingga saat ia berjalan akan memperlihatkan kaki jenjangnya hingga ke paha yang begitu mulus dan akan menggoda siapapun yang melihatnya, terutama seorang Park Chanyeol.

Mereka duduk pada salah satu area private yang tentu saja itu akan sangat mudah bila Chanyeol yang melakukan reservasi menggunakan namanya.

Disinilah mereka duduk, tepat menghadap kearah kaca yang sebagai pembatas dengan pemandangan pegunungan salju dan juga beberapa lampion yang terlihat berterbangan naik keatas. Sementara Baekhyun menikmati pemandangan disampingnya, lain halnya Chanyeol yang menikmati bagaimana wajah cantik milik Byun Baekhyun yang selalu membuatnya terpesona.

"Jangan menatapku terus Chan, aku tidak akan hilang dalam sekejap dari pandanganmu." Baekhyun tersenyum meskipun pandangannya masih menghadap kearah pemandangan yang ia lihat.

"Aku memang takut kehilanganmu." Chanyeol menyahut dan masih memandangi Baekhyun, sementara wanita itu akhirnya melihat kearahnya dan mereka saling memandang dalam diam hingga beberapa pelayan datang membawakan menu makan malam yang mereka pesan, barulah kedua orang itu tersadar dari lamunannya dan memulai acara makan malam mereka yang dipenuhi dengan makanan khas negara sakura itu.

Baekhyun akan selalu memberikan komentarnya pada setiap menu makanan yang baru pertama kali ia cicipi, dan saat lidahnya merasakan bagaimana rasanya Cheese Cake yang menurut informasi dari sang waitress dessert ini cukup terkenal karena rasa cheese dan tekstur kue itu sangat lembut.

"Chanyeooll.. umm.." Baekhyun menikmati potongan dessertnya dan bahkan mengeluarkan suara kenikmatannya yang mana malah membuat seorang Park Chanyeol meletakkan garpunya dan memejamkan matanya setelah mendengar hal itu. "Ini sungguh enak, iya kan? Aku tidak tahu bahwa rasa Cheese Cake bisa seenak ini."

Baekhyun masih melanjutkan komentarnya sedangkan Chanyeol malah memandangi sosok wanita itu dengan pandangan yang lain.

"Kau tidak mau memakannya?" Baekhyun yang akhirnya selesai menikmati Cheese Cake-nya kini memandang Chanyeol yang masih memperhatikan wajahnya.

Chanyeol tidak menjawab pertanyaan itu dan masih memandangi bagaimana Baekhyun yang tersenyum pada waitress yang mengambil beberapa piring mereka dan bahkan para waiter yang menuangkan kembali wine kedalam gelas kosong mereka, Chanyeol memfokuskan seluruh perhatian memandangi Baekhyun. Bagaimana wanita dihadapannya membersihkan mulutnya dan kembali menyesap minumannya, semua Chanyeol perhatikan hingga dirinya benar-benar tidak tahan untuk merasakan bibir dan seluruh badan Baekhyun.

Bila perjalanan menuju restoran dapat dilalui dengan mudah lainnya halnya dengan perjalanan kembali menuju villa mereka, bukan karena badai salju atau akses jalanan yang tidak dapat ditembus, melainkan Chanyeol berulang kali menahan dan berusaha fokus ke jalanan sementara Baekhyun yang berada disebelahnya terduduk kaku karena mungkin merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan Chanyeol.

Chanyeol sebagai pihak pria memulainya lebih dulu, baru selesai ia menutup pintu masuk villa itu, ia menarik badan Baekhyun dan menyandarkannya pada dinding pintu kamar mereka, bibirnya memberikan ciuman yang penuh gairah pada wanita itu, ciuman panas yang bahkan membuat Baekhyun ikut bergairah. Bibir mereka saling menyesap dan melumat dengan kasar sementara tangan Baekhyun membuka satu persatu kancing kemeja Chanyeol setelah ia berhasil melepaskan jas luarnya, lainnya halnya dengan Chanyeol yang tidak mau membuang waktu hanya untuk mencari sebuah zipper pada punggung belakang Baekhyun dan langsung merobek bagian depan gaun itu.

Pemandangan lain yang membuat Chanyeol semakin tak kuasa menahan nafsunya sesaat setelah ia merobek gaun hitam milik Baekhyun, wanita itu tidak mengenakkan pakaian dalam apapun dan tentu saja langsung memperlihatkan tubuhnya yang full naked.

"Kau sengaja tidak mengenakkan apapun?" Chanyeol berbisik pada sela-sela ciuman mereka sementara Baekhyun tersenyum nakal mendengar dan menganggukkan kepala dan lebih menginginkan Chanyeol untuk kembali menciumnya.

Chanyeol mengangkat badan Baekhyun dan melingkarkan kaki mungilnya pada pinggangnya, membawa badan mereka untuk masuk kedalam kamar guna melanjutkan kegiatan panas yang baru saja dimulai.

Bila sebelumnya Chanyeol mencium Baekhyun dengan penuh gairah dan nafsu setelah ia merebahkan badan wanita itu di ranjang mereka, ciuman itu berubah menjadi lebih lembut dan bahkan begitu pelan dan tidak tergesa-gesa. Bibir Chanyeol melumat dengan lembut dan bergerak masuk merasakan setiap bagian manis dari bibir Baekhyun, tangannya masih menahan seluruh badannya untuk tidak menindih badan itu meskipun tangan Baekhyun sudah menarik lehernya dan punggungnya untuk menekan badannya.

"Euummm…" Baekhyun mulai mendesah merasakan getaran nafsu yang menjulang hanya karena ciuman Chanyeol, Baekhyun berusaha membalas ciuman itu dengan menuntut dan mengangkat badannya supaya Chanyeol bisa memulai menyentuh seluruh badannya yang mulai terasa panas hanya karena ciuman yang dilakukan Chanyeol.

Chanyeol beranjak berdiri dan meninggalkan Baekhyun terengah-engah di ranjangnya, tangan Baekhyun bahkan mulai menarik selimut sedangkan tangan yang lainnya mengusak rambutnya sendiri dan pemandangan itu semakin membuat Chanyeol menegang dan langsung membuang asal kemejanya. Ia membuka kancing celananya dengan cara yang begitu sexy tapi tidak ia turunkan, dirinya malah kembali menciumi badan Baekhyun mulai dari kakinya hingga naik ke paha wanita itu dan bibir Baekhyun tak henti-hentinya mendesah memanggil nama Chanyeol.

Punggungnya terangkat naik saat mulut panas Chanyeol kembali mencium bagian intimnya yang mungkin sudah basah, dan lelaki itu bahkan bermain dibawah sana dengan lidahnya bukan hanya membelai tapi memporak-porandakan bagian dibawah sana dengan caranya sendiri yang susah dijelaskan oleh Baekhyun karena dirinya pun hanya bisa memanggil nama Chanyeol dan meremas bagian selimut yang bisa ia raih.

"Yeeeoolll…" Baekhyun mendesah lagi merasakan kedua bagian sintal dadanya diremas dengan pelan dengan kedua tangan Chanyeol sementara pria itu masih memainkan lidahnya. Baekhyun merasakan panas dan gairah hebat yang akan meledak dari dalam dirinya, bahkan badannya berkali-kali bergerak naik dan menekuk punggungnya keatas karena segala kenikmatan yang ia rasakan, tapi belum sepenuhnya meledak Chanyeol menghentikkan segala gerakannya dan bangkit berdiri kembali.

Ia baru menurunkan celana hitamnya dan menyisakan celana dalam abu-abu miliknya yang masih melekat menutupi bagian batang intimnya yang sudah kelihatan menegang penuh. Baekhyun yang masih terbaring memperhatikan Chanyeol dihadapannya, dan kini ia memutuskan untuk bangkit dan merangkak menghampiri Chanyeol.

"Baekhyun.." Chanyeol berbisik pelan melihat Baekhyun yang sudah berada tepat dihadapan bagian bawahnya, pikirannya sudah berpikir bahwa Baekhyun akan melakukan kembali kegiatan blow job yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu tapi nyatanya tidak, wanita itu menciumi perut berotot milik Chanyeol dan semakin naik menuju kedua dadanya hingga ke leher.

Chanyeol memeluk badan milik wanita itu dan membawanya kembali dalam tindihan badanya dengan memberikan ciuman pada bibirnya, sementara tangan Baekhyun menarik celana dalam milik Chanyeol turun dan segera mengarahkan bagian intim bawahnya untuk bergesekkan sedikit menyentuh batang keras itu.

"Chaannn…"

Baekhyun menggeliat merasakan panas dan nafsu di sekujur badannya saat tangan Chanyeol masuk kedalam lubang intimnya, cakaran pertama pada punggung Chanyeol dilakukan olehnya sementara pria itu malah memainkan jarinya memutar didalam sana dan juga keluar masuk membuat Baekhyun mendesah dan merasakan pusing pada kepalanya, namun kembali Chanyeol menghentikkan segala perbuatannya disaat Baekhyun akan meledak keluar.

Baekhyun masih menggeliat dengan kedua tangannya yang kini mengusak rambutnya sendiri sementara Chanyeol mengambil celana panjang hitamnya dan mengeluarkan dua bungkusan merah yang Sehun hadiahkan untu Baekhyun.

"Mau membuka hadiahmu?" Chanyeol merangkak kembali menunduk kearah Baekhyun sambil memberikan bungkusan itu yang ada digigitan mulutnya. Baekhyun tertawa malu dan bahkan menutup matanya melihat bagaimana Chanyeol menyodorkan hadiah pemberian dari Sehun yang kini ia sudah tahu fungsinya untuk apa.

"Aku akan membunuh anak itu karena memberikan hadiah tidak sopan ini padaku." Baekhyun mengambil bungkusan kondom itu dan memegangnya dengan kedua tangannya.

"Kau memintaku membelikan lebih banyak kemarin." Chanyeol mengingatkan dan menciumi badan Baekhyun kembali.

"Chanyeol." Baekhyun memanggil dengan nada normal tanpa adanya nada nakal ataupun desahan.

"Hm.."

"Boleh aku minta sesuatu padamu?"

"Hm.. katakan." Chanyeol mengangguk sebelum kembali menciumi perut wanita itu dan memainkan lidahnya turun hingga sampai pada bagian pinggulnya, sementara Baekhyun menatap langit-langit kamar dan menggigit bibir bawahnya, menahan desahan dan menunggu saat yang tepat untuk mengatakan apa yang ia inginkan.

Chanyeol kembali berada diatas wajah Baekhyun yang sudah nampak penuh gairah, ia mencium bibir itu sebentar dan memandangi gadisnya. "Apa yang kau inginkan?"

"Kau benar akan mengabulkannya?"

"Apapun yang kau inginkan, aku akan memberikannya." Chanyeol kembali meyakinkan Baekhyun dan mencium dengan lembut bibir tipis wanita itu. Baekhyun membuang bungkusan kondom itu dan melingkarkan tangannya pada leher Chanyeol sementara kedua kakinya terbuka lebar dan melingkar pada pinggang Chanyeol. Mereka saling melumat lagi dan mengembalikan gairah panas yang sebelumnya tertunda hanya dengan lumatan yang begitu dalam dan juga remasan tangan Chanyeol pada bagian payudaranya.

"Bercinta denganku tanpa ada kondom." Baekhyun berbisik cepat saat bibir Chanyeol menciumi lehernya dan menggigit bagian bahunya. Tidak ada jawaban dari Chnanyeol hanya saja pria itu semakin penuh nafsu dalam menciumi seluruh badan Baekhyun, dan sebelum wanitanya itu bertanya lagi ia membungkamnya dengan sebuah ciuman dan lumatan serta menarik kedua tangan Baekhyun untuk berada pada genggamannya dan membawanya berada diatas kepala.

Sementara Chanyeol mencium bibirnya dan mengenggam kedua tangannya, pria itu menekankan bagian bawahnya untuk berada pada bagian intim Baekhyun, satu tangannya mengarahkan miliknya untuk tepat berada pada lubang milik Baekhyun dan membimbingnya masuk sedikit demi sedikit.

Baekhyun mengangkat setengah badannya dan merintih sakit merasakan batang tumpul itu memaksa masuk dan merobek sedikit pertahanannya yang selama ini terjaga. Chanyeol membawa Baekhyun dalam lumatan lembut dan panas kembali dan mengaitkan jari tangan mereka untuk saling meremas satu sama lain.

Erangan Baekhyun yang tertahan dan remasan kuat pada tangan Chanyeol diberikan oleh wanita itu saat Chanyeol semakin menekan masuk batang tumpulnya untuk lebih masuk kedalam dan tanpa berpikir lebih lama, dalam sekali hentakkan pinggulnya. Chanyeol melesakkan miliknya masuk lebih dalam hingga Baekhyun memekik kesakitan dan meremas kuat genggaman tangannya bahkan hingga jari kukunya membekas pada punggung tangan Chanyeol.

"Arkh—

"Buka matamu sayang, tatap aku." Chanyeol menciumi satu wajah Baekhyun yang masih merintih kesakitan dan bahkan matanya kini mengeluarkan air mata.

"Chanyeol.." rintihan itu terdengar. Baekhyun mulai bisa membuka matanya dan kini tanganya terlepas dari genggaman Chanyeol dan memeluk leher pria itu.

"Maafkan aku.." Chanyeol berbisik dan dengan gerakan pelan ia bergerak naik turun demi menghilangkan rasa sakit pada Baekhyun dan menggantikkanyan dengan kenikmatan lain. Bibirnya masih memberikan ciuman pada mulut Baekhyun yang terbuka karena masih merintih kesakitan dan desahan dalam waktu bersamaan. Hingga dalam gerakkannya yang ketiga kalinya, Baekhyun mengerang nikmat dan mendongakkan kepalanya keatas membiarkan bibir Chanyeol menyesap lehernya dan masih menghujam bagian bawahnya karena kini batang tumpul yang berada didalam bagian intimnya tengah menemukan titik kenikmatan bagi Baekhyun.

"Aaaahhh- aaaahhh.." Baekhyun mendesah nikmat saat Chanyeol semakin mempercepat pergerakannya bahkan kini mulut mereka sesekali saling melumat dan berbagi desahan dalam pergumulannya. Tangan Baekhyun bahkan menarik leher Chanyeol untuk meminta ciuman ataupun cumbuan pada lehernya, sedangkan kakinya menekan pinggul Chanyeol untuk semakin menekan lebih dalam hingga ia merasakan kenikmatan yang lebih penuh didalamnya hingga tubuhnya menegang dan bahkan mulai bergerak mengikuti pergerakan yang Chanyeol lakukan karena kepalanya mulai terasa pusing.

Matanya terpejam merasakan segala kenikmatan sementara Chanyeol semakin menghujamnya dengan cepat dan selalu memberikan ciuman pada bibirnya bahkan kedua tangan Chanyeol mencengkram kayu ranjang yang tak jauh berada diatas kepala Baekhyun dengan keras karena merasakan bagaiamana batang keras miliknya dijepit oleh Baekhyun hingga membuatnya ingin meledak dalam waktu yang singkat.

Pergerakan mereka semakin tidak beraturan, Chanyeol semakin menambah kecepatan gerakan badannya sementara Baekhyun sudah menegang kaku dan hanya bisa tetap mendesahkan nama Chanyeol dengan kedua tangannya yang meremas rambut prianya dengan kuat saat merasakan ledakan dalam dirinya dan tak lama setelahnya Chanyeol mengerang meledakkan cairan spermanya dalam bagian intim Baekhyun.

Chanyeol menundukkan kepalanya disamping wajah Baekhyun—yang masih berusaha menstabilkan nafasnya yang masih terengah-engah dan tersenyum kecil sambil membelai rambutnya dan juga mencium kepalanya. Sementara dirinya juga tengah mencoba mengembalikan tenaganya terkumpul kembali.

Namun tak lama Baekhyun berbisik pelan tepat di telinganya. I want more.


Dangerous Romance