Dangerous Romance

Chapter 15


"Lalu? Intinya dari hasil pemeriksaan tadi, kau sudah bisa bercinta lagi dengan Chanyeol 'kan? Benar?" Luhan keluar dari ruang gantinya. Memajangkan dirinya dihadapan Baekhyun yang kini tengah mengenakkan gaun malam berwarna putih tanpa lengan, memperlihatkan belahan dadanya dengan begitu sempurna dan juga bagian paha bawahnya karena gaun itu memiliki belahan yang cukup tinggi.

"Bagaimana?" Luhan memutar badannya sementara Baekhyun masih memperhatikan dengan seksama.

"Umm.. cukup seksi."

"Benarkah?" Luhan berbalik berhadapan dengan Baekhyun. "Apa karena belahan dada ini." Kedua tangannya mencakup bagian dadanya, digerakkan kekanan dan kekiri.

"Tidak usah kau gerak – gerakkan memang bentuknya begitu dan akan terlihat belahannya!" Baekhyun sedikit berteriak diakhirnya, Luhan mengacuhkan dan hanya tertawa lebar.

"Tapi tidak apa, Sehun akan terlihat tampan juga malam ini bu—

"Sehun?!" Baekhyun berteriak kaget mendengar nama Sehun diucapkan oleh Luhan sementara sang pelaku sudah berlari masuk kedalam ruang ganti. "YAAA! Bukannya kau akan datang bersama Kris? Kenapa bisa dengan Sehun?" Baekhyun berteriak dari luar pintu.

"Apapun bisa terjadi Nona Byun! Kau tidak usah peduli juga tidak apa. Lagipula kau tidak akan datang jadi untung apa aku menceritakkannya padamu."

"Yaaa! Setidaknya kau 'kan bisa memberi tahu kalau kalian berdua akan pergi."

"Oh, aku hanya tidak ingin kau peduli."

Baekhyun mendengus kesal dan mengumpat dari balik ruangan sementara Luhan masih disibukkan mengganti pakaiannya.

"Lalu, Kris datang dengan siapa?" Baekhyun bertanya lagi setelah pantatnya kembali menyentuh sofa ruang tunggu.

"Hm, aku tidak menanyakkan itu. Ia hanya mengatakan bisa mencari pasangannya sendiri. Kau tahulah kakak sepupumu itu."

Baekhyun menganggukkan kepala, ia sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan Kris—pria itu akan mencari teman pendamping sementara ataupun akan meminta salah satu sekretarisnya untuk ikut hadir menemani dirinya. Ya, pria itu bisa membawa siapa saja sebagai teman pendampingnya.

"Bagaimana dengan Chanyeol? Siapa yang akan ia bawa mengingat kau tidak mau datang." Luhan membuka pintu, kini ia kembali mengenakkan setelan santai yang ia gunakkan sebelumnya untuk datang pada butik ini. "Kau rela melihat dirinya datang dengan wanita lain?" Luhan menyusul Baekhyun duduk pada sofa, menikmati beberapa minuman yang sudah disediakan dan masih menunggu jawaban dari sosok yang ia tanyai tadi dimana sedang memperhatikan berita siaran langsung mengenai acara pembukaan Casino and Resort terbesar di Korea.

Luhan tidak bertanya lagi dan bahkan tidak mengucapkan satu kata pun kepada Baekhyun untuk mengalihkan pandangannya. Ketika salah satu petugas butik selesai menyiapkan gaun yang akan ia beli, Luhan melihat salah satu gaun yang baru saja datang dan mengatakan pada petugas yang lain bahwa ia akan membelinya juga—dan Baekhyun masih mengabaikannya.

Acara siaran itu lebih menyita perhatiannya, ketika menampilkan wajah serta senyuman dari salah satu tokoh penting pada acara itu, fokusnya semakin teralihkan kesana dengan raut wajah datar dan tatapan mata tajam mengintimidasi.

Luhan mengatakan akan mengantar Baekhyun kembali ke apartemennya berhubung ia akan kembali ke hotel dan menuju salon untuk bersiap mengunjungi acara malam ini. Luhan berkomentar mengenai segala riasan make up dan juga bagaimana tatanan rambutnya untuk nanti malam dan Baekhyun hanya membalas asal—tidak tertarik sama sekali membahas topik itu.

"Ini." Luhan menyerahkan salah satu paper bag yang berisikan gaun berwarna hitam metalik yang ia minta pada pelayan untuk disiapkan karena ia akan membelinya. "Untuk berjaga – jaga." Luhan mengangkat sedikit bahunya melihat pandangan mata tajam Baekhyun kepadanya, wanita itu tidak menyahuti satu kata pun tapi jelas Luhan sudah paham melihat tatapan mata sepupunya itu.

"Cepat pergi dari mobilku, aku butuh bersiap dandan cantik untuk kencan nanti malam." Kedipan mata Luhan terlihat nakal kearah Baekhyun.

"Terserah." Baekhyun menggelengkan kepala dengan matanya yang berputar, ia begegas keluar dari mobil meninggalkan Luhan yang tak lama langsung melajukan mobilnya menjauh dari lobby Apartemen.

Baekhyun melempar paper bag itu dengan asal begitu dirinya tiba didalam ruangan apartemennya, ruangannya kosong dan ia yakin Chanyeol sama sekali belum kembali dan mungkin saja diirnya langsung bersiap menuju acara undangan dari Keluarga Kang. Ia merasa kesal mengingat sahabatnya dan juga teman – temannya bahkan kini bersiap untuk menghadiri acara yang dibuat oleh salah satu sosok yang ia benci.

Baekhyun kembali mengingat bagaimana ia bisa membenci seseorang Kang Seulgi yang pada kenyataanya dia adalah satu dari satu – satunya sahabat yang pernah Baekhyun miliki, tapi pada akhirnya ia juga menjadi satu dari satu – satunya wanita yang Baekhyun benci.

Baekhyun melangkah naik menuju lantai dua dan masuk kedalam kamarnya—kamar Chanyeol—badannya langsung terjun bebas keatas ranjang dengan leluasa. Tangannya mengusap lembut permukaan selimut dan ia berguling kearah kiri dan kembali mengeluarkan ipod yang berada didalam kantung celananya. Arah jari – jarinya bergerak mencari daftar playlist yang sudah berada dalam urutan teratas dari daftar tersebut.

Sebuah senyuman terbentuk pada wajah Baekhyun mengingat kembali apa yang Chanyeol katakan mengenai isi lagu yang ada dalam daftar itu, tangannya mulai melihat satu per satu daftar lagu yang ada dan memutarnya pada perangkat speaker yang sudah tersambung dengan koneksi di ipodnya. Tak jarang bibirnya bergerak mengikuti alunan musik dan beberapa kalimat lirik yang terdengar, bahkan imajinasinya ikut melayang jauh menghayati setiap penggalan lirik dan suasana pada lagu tersebut.

Salah satu lagu kembali berputar dan Baekhyun masih berbaring termenung setia mendengarkan setiap bait dan lirik yang dinyanyikkan. Suasana hatinya kembali menghangat mendengar lagu sebelumnya, lagu sebelumnya benar – benar mengingatkan bagaimana Chanyeol yang selalu membuatnya tersenyum tanpa alasan yang jelas dan tentu saja itu membuatnya semakin jatuh cinta pada lelaki itu.

"I am in love with you.." gumaman Baekhyun terucap, badannya memeluk erat sebuah guling yang berada didekatnya seakan – akan itu tubuh Chanyeol.

"Aku kira kau belum kembali."

Baekhyun terlonjak kaget mendengar suara yang tiba – tiba berada didalam kamarnya. "C-Chanyeol!"

Pria yang dipanggil namanya itu melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam kamar, menghampiri Baekhyun yang sudah terduduk diatas ranjang.

"Hai." Sebuah ciuman mendarat pada kening Baekhyun. Sedangkan sebuah pelukan melingkar pada pinggang Chanyeol dan tentu saja itu adalah tangan kecil milik Baekhyun yang dilakukan sebagai balasan dari sebuah ciuman yang ia dapatkan.

Chanyeol ikut duduk diatas ranjangnya dan merangkul Baekhyun, dan layaknya sebuah magnet kepala Baekhyun bergerak mendekat kearah dada Chanyeol untuk bersandar dengan begitu nyaman.

"Masih menikmati lagu – lagunya?"

Baekhyun mengangguk. "Seakan – akan kau membuatkan sebuah lagu yang bisa mewakili isi dalam hatiku. Uhhh romantis sekali." Baekhyun menggoda. Tangan wanita itu begitu nakal memberikan usapan pada paha Chanyeol dan beralih pindah pada ujung dagu Chanyeol sebagai tanda permulaan untuk menarik wajah pria itu mendekat kearah wajahnya. Baekhyun yang memulai lebih dulu mencium bibir tebal itu dengan begitu lembut dan juga sangat pelan. Gerakkannya tidak tergesa – gesa, bibirnya menikmati bagaimana teskur lembut basah dan tebal milik pria itu.

Chanyeol membiarkan Baekhyun yang bergerak dan mendominasi bibirnya, ia hanya mengikuti alur yang dimainkan Baekhyun, tangannya melingkar pada pinggang ramping wanita itu dan tangannya membelai leher Baekhyun untuk ia rengkuh dan memperdalam ciuman mereka.

I remember what you wore on the first date
You came into my life
And I thought hey

Maybe it's true, that I can't live without you
Maybe two is better than one
There's so much time, to figure out the rest of my life
And you've already got me coming undone
And I'm thinking

Kepala mereka masih bergerak ke kanan dan ke kiri sedangkan bagian bibir masing – masing sudah saling balas bergerak untuk menggigit bermain dengan lidah dan bagian bibir luar. Baekhyun menjauhkan badannya memberikan isyarat Chanyeol untuk menciumi bagian lehernya dan ke bagian dadanya.

Oooh I can't live without you
'Cause baby two is better than one
There's so much time, to figure out the rest of my life
And I've figured out with all that's said and done
Two, is better than one

"Temani aku ke acara Seulgi." Chanyeol berucap disela – sela kegiatan bibirnya yang tengah menggigit dan melumat bagian leher, dagu hingga bibir Baekhyun.

"Kenapa?" Chanyeol bertanya lagi ketika ajakannya dijawab dengan sebuah gelengan kepala dari Baekhyun.

"Aku tidak mau bertemu dengannya dan harus berakting layaknya sahabat baik."

"Kau sahabatnya—

"Dulu!" Baekhyun menahan bibir Chanyeol yang sudah mendekat untuk menciumnya lagi.

Chanyeol menghela nafas pelan, badannya menjauh dari Baekhyun dan beranjak bangun melepaskan satu per satu kancing kemejanya.

"Ki-kita akan melakukannya?" Baekhyun bertanya gugup.

Chanyeol menyunggingkan sebuah senyuman, tangannya masih melepas satu per satu kancing kemejanya hingga selesai, entah kenapa caranya melepaskan kemejanya dari badan itu membuat Baekhyun menahan nafas dan kesulitan untuk sekedar menelan ludahnya sendiri—bahkan nafasnya kini tercegat dengan pemandangan Chanyeol dihadapannya yang sudah sepenuhnya telanjang pada bagian tubuh atasnya.

"Aku akan bersiap untuk menghadiri acara dan kau berpikir kita akan bercinta?" Chanyeol berbisik setelah membaringkan wajah Baekhyun dan juga mengunci pergerakkan wanita itu yang kini berada dibawah badannya. "Dasar mesum." bisikkan kalimat terakhir itu hampir tidak terdengar karena pria itu lagi – lagi mencumbui leher Baekhyun. menggigitnya secara sensual, panas dan menggelikkan yang sangat mudahnya membuat Baekhyun mendesah penuh gairahnya.

"Siapkan setelanku." Chanyeol mencium bibir Baekhyun dengan cepat, sebelum beranjak menuju kamar mandi meninggalkan Baekhyun yang masih terengah – engah diatas ranjang dan tangannya meremat kuat selimut yang ada didekatnya.

"Park Chanyeol sialan!" Baekhyun mengumpat dalam hatinya. Kakinya terhentak – hentak kesal pada ranjang besar itu dan ia sangat yakin Chanyeol didalam kamar mandi tengah tersenyum lebar menertawai dirinya.


Dangerous Romance


"Haaiiii~" Seulgi dengan ramah menyapa Sehun dan juga Luhan yang baru saja selesai melewati perjalanan karpet merah dan juga beberapa fotografer serta wartawan dari berbagai media untuk mendapati foto dan moment kebersamaan mereka yang untuk pertama kalinya terlihat bersama di sebuah acara public.

"Terima kasih sudah mengundangku." Luhan menyambut dan memberikan ciuman untuk dua pipi merona milik Seulgi.

"Aku yang berterima kasih kalian datang malam ini, dan kau Tuan Oh!" Seulgi memeluk Sehun sebentar serta memukul pelan lengan pria itu. "Kenapa kau tidak mendaftarkan diri untuk ikut permainan poker malam ini."

"Aku tidak mau menanggung malu—

"Tuan Oh, Nona Kang! Bisa kami ambil foto kalian berdua dengan Nona Xi?" Salah satu wartawan terdengar berteriak pelan kearah mereka."Oh tentu!" Seulgi membalas. Tangannya ia rangkul pada lengan kiri Sehun sedangkan Luhan juga sudah dalam posisinya bersandar pada lengan kanan Sehun. Beberapa kilatan cahaya dari kamera dan bunyi shutter terdengar cepat mengabadikan moment kebersamaan mereka.

"Menanggung malu dari siapa?" Luhan berbisik kearah Sehun.

"Menanggung malu kalah dari seorang penjudi ulung aka Park Chanyeol." Sehun berbisik pelan dengan wajahnya yang ia pertahankan untuk tetap tersenyum.

"Setidaknya Tuan Wu ikut serta."

"Ya, akan ada pertandingan menarik kalau begitu." Sehun membalas sahutan Seulgi.

Luhan dan Sehun melangkah masuk meninggalkan Seulgi yang harus berada di posisi dan tempatnya saat ini menyambut beberapa tamu undangan lainnya.

"Aku sudah membujuk Baekhyun untuk datang."

Sehun yang menggandeng tangan Luhan dan membimbingnya untuk berjalan bersama sedikit menoleh kearah wanita itu menantikkan kelanjutan dari kalimatnya.

"Semoga saja Chanyeol bisa membujuknya untuk datang."

"Aku tidak yakin." Sehun menjawab. "Sepupumu memiliki pertahanan imej yang cukup tinggi dan tidak akan mudah runtuh hanya untuk menghadiri sebuah acara seperti ini terlebih lagi ada Nona S sebagai Tuan Rumahnya."

Luhan mengangguk bersamaan dengan dirinya yang menyapa beberapa tamu yang menyapanya. "Yang menjadi pertanyaan terbesar, dengan siapa Chanyeol akan datang?"

Sehun tersenyum kecil dimana membuat Luhan sedikit bingung.

"Pastinya, bukan Kyungsoo, Minseok dan juga Yoora yang menjadi pendampingnya." Sehun menggerakkan dagunya untuk menunjuk Minseok dan Kyungsoo yang sudah tertawa bersama dengan Jongin dan juga Jongdae di meja mereka, sementara Yoora dan Tuan Park tengah serius berbicara dengan Tuan dan Nyonya Kang.

"Dia tidak mungkin datang dengan wanita lain kan?"

"Let see."


Dangerous Romance


Baekhyun bersandar pada pada head bed ranjang Chanyeol dengan sebuah meja kecil dipangkuannya yang sudah terpenuhi berbagai makanan kecil dan juga ice cream—Chanyeol yang menyiapkan semuanya sebelum pria itu pergi meninggalkan dirinya. Pandangan matanya terfokus pada layar televisi yang berada jauh dari tempatnya, tangannya bergerak menekan tombol remote yang ia pegang untuk mencari sebuah acara yang bisa ia nikmati untuk habiskan malamnya kali ini tanpa ada Chanyeol.

Pria itu sudah berangkat menuju tempat acara pembukaan Casino and Resort sejak satu jam yang lalu, dan dipastikan tidak akan pulang malam ini mengingat acara yang diadakan mulai sekitar jam delapan malam ditambah Chanyeol mengikuti acara permainan poker dimana hanya Tuhan yang tahu permainan itu akan selesai jam berapa mengingat betapa lamanya proses permainan yang akan menghabiskan waktu dan uang.

Baekhyun meletakkan remote televisinya diatas meja, keputusannya untuk menonton sebuah Channel televisi yang sedari menayangkan suasana karpet merah untuk beberapa tamu undangan yang datang menghadiri pembukaan Casino and Resort yang menjadi salah satu acara terpanas hari ini. Jelas terlihat Baekhyun enggan menonton acara tersebut terlebih saat reporter disana menggambarkan bagaimana kesuksesan salah satu tokoh yang berperan penting pada acara itu dan juga beberapa cuplikan wawancara yang mereka lakukan.

"… beberapa tamu undangan sudah banyak yang datang dan tentu saja Nona Kang dengan begitu ramah menyambut mereka dan berfoto bersama. Acara malam ini belum akan dimulai namun melihat begitu banyak tamu undangan dari kalangan atas yang menghadiri jelas dapat kita simpulkan tingkat kesuksesan dari pembukaan Casino and Resort of The Galaxy ini akan semakin mewah. Resort pertama yang dibangun di tanah Korea dan akan mengundang berbagai turis untuk datang dan menikmati nuansa bermain casino seperti layaknya Macau dan Las Vegas tapi tetap merasakan suasana nyaman dan indah dimana menjadi ciri khas dari Kota Seoul, Korea—oh! Salah satu tamu undangan special malam ini baru saja dikabarkan datang—

Reporter yang sedari tadi asyik berbicara panjang lebar kini tengah sibuk masuk dalam kerumunan wartawan lainnya sementara sang cameramen mengarahkan fokus kameranya menuju ujung red carpet dan memperlihatkan sosok Chanyeol yang berjalan dengan santai dan gagahnya. Senyuman manis nan mautnya diperlihatkan kearah seluruh wartawan dan fotografer disana dan tak lupa ia membungkuk dan memberikan sapaan.

"Tuan Park Chanyeol, salah satu executive muda tampan dan sukses baru saja berjalan melewati karpet merah—ia terlihat datang sendiri tanpa pendamping atau pun Nona Byun Baekhyun—selaku rekan bisnisnya dalam memimpin Park Inc."

"YAA! DIA ITU KEKASIHKU!" Baekhyun mengumpat membalas ucapan repoter itu. Tangannya menunjuk kearah layar televisi dengan sendok makan yang baru saja keluar dari mulutnya.

"Ini akan menjadi moment langka lainnya mengingat Tuan Park tidak pernah terlihat berada dalam satu acara seorang diri—"

Chanyeol terlihat tengah berbicara dengan salah satu reporter disana dan kemudia beberapa pengawal mengarahkan dirinya untuk tetap berjalan masuk kedalam.

"Oh! Beberapa fotografer meminta Tuan Park berfoto bersama dengan Nona Kang—

Baekhyun menjatuhkan sendoknya dan mematikan volume televisi tersebut sementara matanya masih tertuju kearah layar disana dimana terlihat Chanyeol berfoto bersama dengan Seulgi dan mereka berdua tersenyum hangat kearah setiap kamera. Seulgi yang mengenakkan gaun merah panjang menutupi kaki jenjangnya masih terlihat begitu sexy karena tatanan rambutnya yang tidak terurai hingga leher dan bagian dada atasnya terekspos begitu indah.

Baekhyun semakin kesal ketika melihat Chanyeol membiarkan tangan Seulgi melingkar di lengannya dan sedikit bersandar pada pria itu. Ditambah saat ini ia merasa bersalah membiarkan Chanyeol memakai setelan hitam pada kemeja dan blazernya serta tatanan rambutnya yang sengaja Baekhyun buat sedikit berantakan dengan mengaturnya kebelakang dan membiarkan sedikit poni yang menghiasi keningnya.

Wanita itu cukup kesal dan bahkan beranjak dari posisi duduk santainya dan bergegas mencari ponselnya untuk menghubungi seseorang.

"Ge ge! Kau dimana? Jangan datang dengan siapapun! Aku akan datang keacara itu!" Baekhyun berbicara panjang lebar ketika teleponnya dibalas sapaan 'halo' dan setelahnya ia melempar asal handpone itu keatas ranjang sebelum pada akhirnya ia melangkah keluar menuju kamarnya demi mencari sebuah gaun malam.

.

.

.


"Ya! Byun Baekhyun kau berbicara apa?"

"Kenapa dengan Baekhyun?"

"Entah, dia memanggilku Ge ge dan berkata akan datang ke acara."

"Hahaha dia mengira kau adalah Kris, biarkan saja. Dia akan datang keacara ini."

"Bagus bukan?"


.

.

.

Acara peresmian Casino and Resort milik keluarga Kang benar – benar dipastikan sukses dan berjalan lancar. Acara sambutan yang dilakukan dari para petinggi perusahaan dan juga para pemilik saham bergantian mengucapkan rasa terima kasih dan ucapan syukur atas segala kerja keras berbagai pihak hingga proses pembangunan gedung ini berjalan lancar dan selesai sesuai yang diharapkan. Para tamu undangan yang telah datang tak jarang ingin mencoba bermain dengan alat – alat casino dan permainan lainnya yang tersedia pada seluruh area gedung yang memiliki jumlah lantai hingga 32.

Memiliki total kamar hingga 140 kamar yang ber-typekan Superior dan VVIP Room ditambah ruangan khusus untuk permainan poker, casino dan permainan lainnya setara dengan yang dimiliki setiap hotel di Macau ataupun Las Vegas. Pemandangan lainnya terdapat pada lantai dasar gedung itu terdapat sebuah ornament susunan tata surya yang bergerak seakan – akan menandakkan para pengunjung yang datang berasal dari luar planet bumi.

"Itu pasti ide Kris." Sehun berkomentar melihat bagaimana cara kerja ornament planet –planet itu yang bergerak dengan mesin.

"Mungkin saja." Chanyeol menjawab tapi pandangannya masih terarah pada ponselnya yang sedari tadi tidak lepas dari pegangan tangannya.

"Gelisah meninggalkan kekasihmu sendirian?"

"Hm." Chanyeol menjawab singkat dan malas.

"Mungkin dia sudah terlelap tidur." Luhan memberikan pernyataan.

"Baekhyun tidak bisa tidur sendiri."

"Ahhh. Aku lupa akan hal itu." Suara yang Luhan lontarkan sebenarnya mengejek kearah Chanyeol yang tahu akan semua hal mengenai Baekhyun, tapi pria itu tidak memperdulikan karena ia masih berusaha menelepon Baekhyun dan juga mengetikkan beberapa pesan kepadanya.

Luhan mengajak Sehun beranjak dari meja mereka untuk menyusul Kris yang kini baru saja masuk kedalam ruangan. Chanyeol masih pada posisinya, duduk terdiam gelisah.

"Ayah menanyakkan kenapa kau terlihat gelisah saat ini."

Chanyeol menoleh dan melihat Yoora—sang kakak memegang dua gelas wine di tangannya. Chanyeol menerima salah satunya dan langsung menenggak habis bahkan ia lupa untuk melakukan toast kearah gelas Yoora.

"Wow. Kau haus atau apa?"

"Baekhyun tidak mengangkat teleponnya." Chanyeol menjelaskan langsung.

"Apa kau perlu penjelasan lebih detail kenapa kekasihmu itu tidak mengangkat teleponnya?" Yoora menaikkan salah satu alisnya. "Kau berada didalam acara dengan Tuan Rumah seseorang yang ia benci, apa yang kau harapkan lagi Park Chanyeol? Dia cukup kuat membiarkanmu pergi dan entah kau akan pulang jam berapa mengingat kau menerima tawaran untuk bermain poker setelah acara ini, ya meskipun hanya untuk amal—tapi dia pasti merasa kesal."

Chanyeol memandangi gelas wine yang kini tengah kosong dan masih ia putar – putar dengan tangannya sendiri.

"Seulgi memang sahabatnya, tapi Baekhyun memiliki alasan kuat kenapa ia membencinya saat ini dan itu berhubungan denganmu dan.. yah seharusnya kau lebih paham."

"Dia tidak tahu hal yang sebenarnya."

"Untuk itulah kenapa ia semakin membenci Seulgi, dia wanita rapuh Chanyeol. Fisiknya terlihat kuat dan tangguh dan kau seharusnya lebih tahu keadaan hatinya yang bahkan sangat rapuh dan mudah hancur itu."

Chanyeol tidak menjawab dan masih mencoba menghubungi Baekhyun kembali mengabaikan Yoora yang masih berbicara panjang.

".. apa yang kau lakukan bila pendaftaranmu dikabulkan?"

"Aku akan segera menyelesaikannya. Lebih cepat lebih baik, sebelum waktu yang dijanjikan habis."

"Kau bisa menikahinya lebih dulu Chan—

"Aku sudah berjanji, dan aku berusaha sebaik mungkin tidak melanggar perjanjian yang terakhir." Chanyeol tersenyum, tangannya mengambil alih gelas wine yang berada di tangan Yoora.

"Aku akan memenuhi perjanjian itu." Chanyeol beranjak pergi meninggalkan Yoora ditempatnya, ia tidak mau melihat kakaknya semakin memberikan tatapan penuh sendu dan juga memberikan nasihat panjang lebar yang sudah pasti tidak bisa ia lakukan.

e)(o